cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
rahmat.prayogi91@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
bindounila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23388153     EISSN : 27981665     DOI : https://doi.org/10.23960/kata
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian bidang pendidikan bahasa dan sastra, meliputi linguistik teoritis, linguistik terapan, linguistik lintas disiplin, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra lintas disiplin, serta sastra dan politik identitas.
Articles 554 Documents
Prinsip Kerja Sama pada Ini Talkshow di Net TV serta Implikasinya Mustavida Sari; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.834 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the form of compliance and violations of cooperation principles at Ini Talkshow and its implication on Bahasa Indonesia teaching and learning in junior high school. This study used a qualitative method. The results showed that the violation of the principle of cooperation is found more than is the compliance. The compliance with the principles of cooperation is carried out in a serious context. There are two kinds of violation of the principle of cooperation: intentional and unintentional. Intentional violation is the speaker's intention to violate the principle of cooperation to cause implicature and not to make an misunderstanding because both are in the same background. Unintentional violation is the unawareness of the speaker that have violated the principles of cooperation. The results could be implicated in Bahasa Indonesia teaching and learning in junior high school with the subject is discussion.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk penaatan dan pelanggaran prinsip kerja sama pada Ini Talkshow serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran prinsip kerja sama ditemukan lebih banyak daripada penaatan. Penaatan prinsip kerja sama dilakukan saat berada pada konteks yang serius. Pelanggaran prinsip kerja sama ada yang disengaja dan tidak disengaja. Pelanggaran yang disengaja adalah kesengajaan penutur melanggar prinsip kerja sama untuk memunculkan implikatur dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, sebab keduanya berada pada latar belakang yang sama. Pelanggaran yang tidak disengaja merupakan ketidaktahuan penutur bahwa telah melanggar prinsip kerja sama. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP pada materi diskusi.Kata kunci : prinsip kerja sama, penaatan, dan pelanggaran
Konflik Tokoh Kumpulan Cerpen Sepotong Hati Yang Baru dan Implikasinya di SMP Ervina Ervina; Iqbal Hilal; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.028 KB)

Abstract

The purpose of this study is to describe the conflict in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru and its implications for the study of literature in Junior High School. The mothod used was descriptive qualitative. Conflict contained in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru is human conflict with themself, human conflict with human, human conflict with nature, human conflict with society. Human conflict with themself is in the short story Hiks, Kupikir Itu Sungguhan and Sepotong Hati yang Baru,human conflict with human is in the short story Mimpi-mimpi SampekEngtay and Kalau Semua Wanita Jelek, human conflick with nature is in the short story Buat Apa Disesali, and human conflict withnature is in the short story Kisah Sie Sie and Itje Noerbaja Kang Djalil. Conflict management contained in a collection of short stories Sepotong Hati yang Baru is the way of avoiding accommodation, collaboration.Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan konflik dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru dan implikasinya terhadap pembelajaran sastra di SMP. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah konflik manusia dengan dirinya sendiri, konflik manusia dengan manusia, konflik manusia dengan alam, konflik manusia dengan masyarakat. Konflik manusia dengan dirinya sendiri terdapat pada cerpen Hiks, Kupikir Itu Sungguhan dan Sepotong Hati yang Baru, konflik manusia dengan manusia terdapat pada cerpen Mimpi-mimpi Sampek-Engtay dan Kalau Semua Wanita Jelek, konflik manusia dengan alam terdapat pada cerpen Buat Apa Disesali, dan konflik manusia dengan masyarakat terdapat pada cerpen Kisah Sie Sie dan Itje Noerbaja Kang Djalil. Manajemen konflik yang terdapat dalam kumpulan cerpen Sepotong Hati yang Baru adalah cara menghindari, akomodasi, kolaborasi, kompetisi.Kata kunci: konflik, cerita pendek, implikasi pembelajaran
Tindak Tutur Komisif Pedagang Perempuan di Pasar Induk Bandar Jaya dan Implikasinya Nur Khasanah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.526 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe the expression and continuity of commissive speech act of female traders in Pasar Induk Bandar Jaya and its implication to learning Indonesian language at Senior High School. The method of this research was qualitative descriptive. Based on the analysis, the author concluded that there were four expressions of commissive speech act used by women traders, those were commissive speech act intended to use indirect speech, commissive speech act promised to use direct and indirect speech, commissive speech act swore to use indirect speech, and commissive speech act offered to use direct and indirect speech. The result of this research was implicated in learning Indonesian language in class X of Senior High School on negotiation text material. The data were used as the example of a negotiated text conversation.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan ekspresi dan kelangsungan tindak tutur komisif pedagang perempuan di Pasar Induk Bandar Jaya serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, penulis menyimpulkan bahwa terdapat empat ekspresi tindak tutur komisif yang digunakan pedagang perempuan, meliputi tindak tutur komisif berniat menggunakan tuturan tidak langsung, tindak tutur komisif berjanji menggunakan tuturan langsung dan tidak langsung, tindak tutur komisif bersumpah menggunakan tuturan tidak langsung, dan tindak tutur komisif menawarkan dengan menggunakan tuturan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas X pada materi teks negosiasi. Data dijadikan sebagai contoh percakapan teks negosiasi.Kata kunci : implikasi, kelangsungan, pedagang perempuan, tindak tutur komisif
Implikatur pada Ungkapan di Badan Angkutan Umum Wilayah Tanjung Karang dan Implikasinya Yosefina Eva Marini; Mulyanto Widodo; Eka Sofia Agustina
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.723 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe an implikatur on public transport as well as the implications for learning Indonesian Language in Senior High School. This study uses qualitative methods. The results showed that the expression on public transportations declared a purpose using the language style of the epithets and metaphors. This is due to the phrase tacked to engage, inform, or remind something. Expressions are written by using a reference to a trait or characteristic to describe and express a certain thing. Generally, writing expressions using non standard language that in order to make the reader interest sotry to analyze the meaning of the phrase. Research results can be implied in the Indonesian Language learning at Senior High School on anecdotes text material.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan implikatur pada badan angkutan umum serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan pada badan angkutan umum lebih banyak berfungsi untuk menyatakan suatu tujuan dengan menggunakan gaya bahasa epitet dan metafora. Hal ini disebabkan ungkapan yang ditempel digunakan untuk mengajak, menginformasi, atau mengingatkan sesuatu hal. Ungkapan ditulis dengan menggunakan suatu acuan terhadap sifat atau ciri yang menggambarkan dan mengungkapkan hal tertentu. Umumnya, penulisan ungkapan menggunakan bahasa yang tidak baku dengan tujuan agar ungkapan menjadi menarik untuk dibaca sehingga pembaca berusaha untuk menganalisis maksud dari ungkapan tersebut. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA pada materi teks anekdot.Kata kunci : jenis implikatur, fungsi implikatur, gaya bahasa, ungkapan.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA GELAR WICARA HITAM PUTIH DAN IMPLIKASINYA Ronaldo Fisda Costa; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 4, No 4 Sep (2016)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.713 KB)

Abstract

This research aimed to describe the code switching and code-mixing as well as a contributing factor used in the Hitam Putih Talk Show, and implies the research against Indonesian language learning in senior high school. The design of this research is descriptive qualitative and data in this research comes from the speech in Hitam Putih Talk Show. Collecting data in this research using non participant observation techniques and then noted the conversation. The results showed that the dominant code switching which is used in conversation is the external code swicthing form of the transition from Indonesian to English and the factors that most influence is speakers. The dominant code-mixing is English words shaped into the structure of the Indonesian and the factors that most influence the occurrence of code-mixing is the speaker. The results of the study implied towards in learning scenarios in the form of description text anecdotes.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan alih kode dan campur kode beserta faktor penyebabnya yang digunakan di Gelar Wicara Hitam Putih, dan mengimplikasikan hasil penelitian terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan data dalam penelitian bersumber dari tuturan dalam Gelar Wicara Hitam Putih. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi nonpartisipasi yang kemudian dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode yang dominan digunakan adalah alih kode ekstern berupa peralihan dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi adalah faktor penutur. Campur kode berbentuk kata bahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia adalah bentuk campur kode yang dominan digunakan dan faktor penyebab yang paling mempengaruhi adalah faktor penutur. Hasil penelitian diimplikasikan terhadap pembelajaran di sekolah berupa uraian skenario dalam pembelajaran teks anekdot.Kata kunci: alih kode, campur kode, gelar wicara hitam putih.
Konflik dalam Novel Suti Karya Sapardi Djoko Damono dan Implikasinya Bryan Tioro Gisri; Edi Suyanto; Mulyanto Widodo
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.971 KB)

Abstract

The aim of this research was to describe the conflicts in Suti novel by Sapardi Djoko Damono and its implication in language learning for Senior High School. This research used descriptive qualitative method. The result showed that conflicts in Suti novel by Sapardi Djoko Damono were psychological conflict, interpersonal conflict, and conflict between individual with society. Conflict managements in Suti novel by Sapardi Djoko Damono were avoiding and authoritative command (competition). Teaching learning related to conflict matter was available in syllabus for the twelfth grade, that was, in basic competence: 4.1 understanding and being able to make critical response (in written form) toward a literary work (poetry, short story, novel, and drama script) by involving the elements of literary works to asses them. Suti novel by Sapardi Djoko Damono can be used as learning material for Indonesian subject because this novel contains some conflicts.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konflik dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono dan implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik yang terdapat dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono adalah konflik batin, konflik antar individu, dan konflik manusia dengan masyarakat. Manajemen konflik yang terdapat dalam novel Suti karya Sapardi Djoko Damono adalah tindakan menghindari dan komando otoritatif (kompetisi). Pembelajaran yang berkaitan dengan konflik terdapat pada silabus untuk kelas XII, yaitu pada kompetensi dasar: 4.1 memahami dan mampu membuat tanggapan kritis (dalam bentuk tulisan) terhadap suatu karya sastra (puisi, cerpen, novel, dan naskah drama) dengan mengaitkan antarunsur dalam karya sastra untuk menilai karya sastra. Novel Suti karya Sapardi Djoko Damono dapat digunakan sebagai bahan ajar karena dalam novel tersebut mengandung konflik.Kata kunci : bahan ajar, novel, konflik.
Tindak Tutur Menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa Serta Implikasinya Ulva Nurul Madihah; Sumarti Sumarti; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.618 KB)

Abstract

The aim of this research is to describe the form of refusal speech act at Talk Show Mata Najwa and its implication on Bahasa Indonesia teaching and learning in senior high school. This study used a qualitative approach with descriptive method. The results showed that the refusal speech act at Talk Show Mata Najwa consists of direct refusal speech act and indirect refusal speech act. As of direct refusal speech act consists of two strategies and indirect refusal speech act consists of seven strategies. The direct refusal speech act with performative sentence strategy is a dominant strategy at Talk Show Mata Najwa. The results could be implicated in Bahasa Indonesia teaching and learning in senior high school on even semester learning materials of first grade with the subject is analyze the contents of debate.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa serta implikasinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur menolak dalam Gelar Wicara Mata Najwa terdiri atas dua jenis, yaitu tindak tutur menolak langsung dan tindak tutur menolak tidak langsung. Adapun tindak tutur menolak langsung terdiri atas dua strategi dan tindak tutur menolak tidak langsung terdiri atas tujuh strategi. Strategi tindak tutur menolak langsung dengan kalimat tidak performatif merupakan strategi yang dominan muncul dalam Gelar Wicara Mata Najwa. Hasil penelitian dapat diimplikasikan pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA pada materi pembelajaran siswa kelas X semester genap tentang menganalisis isi debat.Kata kunci : tindak tutur menolak, gelar wicara, dan pembelajaran.
Campur Kode Percakapan Penyiar Radio RRI Pro 2 Bandar Lampung dan Implikasinya Zaki Pratama; Nurlaksana Eko Rusminto; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.334 KB)

Abstract

This research describe the form and causal factor of code mixing in program of SPADA RRI Pro 2 FM Bandar Lampung and its implication on learning Indonesian in senior high school. The design of this research used in descriptive qualitative. Based on this research, there is mixed code that occur in the form of words, phrases, baster, repetition of word and clauses. Causes of code mixed flows are the use of codes, the use of more popular terms, residential factors and timing, topics, functions and objectives of speech, variety and level of language tutoring, for sense of humor, and for prestigious relationships. In relation to learn and teaching materials, code mixing in program of SPADA RRI Pro 2 FM Bandar Lampung can be used as a form of Indonesian language usage is good and correct with the field of science that can be used as a medium of learning in analyzing text oral and written news.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya campur kode yang terdapat dalam program SPADA RRI Pro 2 FM Bandar Lampung dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Desain penelitian dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian terdapat campur kode yang terjadi dalam bentuk kata, frasa, baster, perulangan kata dan klausa. Faktor penyebab campur kode adalah keterbatasan penggunaan kode, penggunaan istilah yang lebih populer, faktor tempat tinggal dan waktu penuturan berlangsung, topik, fungsi dan tujuan sebuah tuturan, ragam dan tingkat tuturan bahasa, untuk membangkitkan rasa humor, dan untuk sekadar bergengsi. Campur kode pada program SPADA RRI Pro 2 FM Bandar Lampung dapat dijadikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai penggunaan dan dapat dijadikan sebagai media pembelajaran dalam pelajaran menganalisis teks berita lisan maupun tulisan.Kata kunci: campur kode, program SPADA
Kesantunan Imperatif Guru Bahasa Indonesia dalam Pembelajaran di Kelas VII SMP Desi Septiani; Sumarti Sumarti; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.332 KB)

Abstract

The Problem in this research was the imperative politeness by Bahasa Indonesia teachers at class VII of SMPN 1 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. The aimed of this research are to describe linguistic politeness and  imperative pragmatic politeness used by Bahasa Indonesia teachers at class VII of SMPN 1 Bandar Lampung in academic year 2017/2018. This research used descriptive qualitative method. The data was analyzed by using heuristic analysis. The result of this research showed that the teacher used the form of linguistic politeness characterized by the phrase of politeness such as please, come on, try and hope, while pragmatic politeness as an expression of various speech acts with two forms of speech, namely declarative speech and interrogative speech. Declarative speech can be divided into imperative meanings of prompts, solicitation, madness, and prohibitions, whereas interrogative speech can be distinguished into imperative meanings of command, solicitation, and prohibition.Masalah dalam penelitian ini adalah kesantunan imperatif oleh guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan linguistik dan kesantunan pragmatik imperatif yang digunakan guru bahasa Indonesia dalam pembelajaran di kelas VII SMPN 1 Bandar Lampung tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan dengan analisis heuristik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan bentuk kesantunan linguistik imperatif dan kesantunan pragmatik imperatif. Kesantunan linguistik ditandai dengan ungkapan penanda kesantunan tolong, silakan, ayo, coba dan harap, sedangkan kesantunan pragmatik sebagai ekspresi berbagai tindak tutur dengan dua bentuk tuturan, yaitu tuturan deklaratif dan tuturan interogatif. Tuturan deklaratif dapat dibedakan menjadi makna imperatif suruhan, ajakan, persilaan, dan larangan, sedangkan tuturan interogatif dapat dibedakan menjadi makna imperatif perintah, ajakan, dan larangan.Kata kunci: imperatif, kesantunan linguistik, kesantunan pragmatik
Tindak Tutur Persuasi pada Brosur Layanan Bimbingan Belajar dan Implikasinya Fittriandhari Fittriandhari; Nurlaksana Eko Rusminto; Siti Samhati
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.001 KB)

Abstract

The aims of this research were to describe the act of speech persuasion in the brochure of tutoring services in Bandar Lampung and its implications for learning Indonesian in high school. The research method used in this research was qualitative. The results show that there are six persuasion techniques in the brochure guidance service learning that are; techniques of rationalization, identification, suggestion, conformity, compensation and replacement. Based on the form of speech acts are devided into two froms, namely; direct speech acts and indirect speech acts. The results of this study can be implicated in learning Indonesian language in high school as a medium of learning and teaching materials, especially on advertising materials.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur persuasi pada brosur layanan bimbingan belajar di Bandar lampung dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam teknik persuasi pada brosur layanan bimbingan belajar yaitu; teknik rasionalisasi, identifikasi, sugesti, konformitas, kompensasi dan penggantian. Berdasarkan bentuknya tindak tutur terbagi menjadi dua bagian yaitu; tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Hasil penelitian ini dapat diimplikasikan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA sebagai media pembelajaran dan bahan ajar khususnya pada materi iklan.Kata kunci: tindak tutur persuasi, brosur, layanan bimbingan belajar, implikasi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1, Apr (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Ap (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Nov (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya) Vol 6, No 4 Sep (2018) Vol 6, No 3 Jul (2018) Vol 6, No 2 Apr (2018) Vol 6, No 1 Jan (2018) Vol 5, No 4 Sep (2017) Vol 5, No 3 Jul (2017) Vol 5, No 2 Apr (2017) Vol 5, No 1 Jan (2017) Vol 4, No 4 Sep (2016) Vol 4, No 3 Jul (2016) Vol 4, No 2 Apr (2016) Vol 4, No 1 Jan (2016) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Apr (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Sep (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) More Issue