cover
Contact Name
Rahmat Prayogi
Contact Email
rahmat.prayogi91@gmail.com
Phone
+6282282742253
Journal Mail Official
bindounila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kata: Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Published by Universitas Lampung
ISSN : 23388153     EISSN : 27981665     DOI : https://doi.org/10.23960/kata
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian bidang pendidikan bahasa dan sastra, meliputi linguistik teoritis, linguistik terapan, linguistik lintas disiplin, tradisi lisan, filologi, semiotika, sastra murni, sastra terapan, sastra lintas disiplin, serta sastra dan politik identitas.
Articles 554 Documents
Kesantunan Berbahasa dalam Wacana SMS Mahasiswa pada Dosen PBSI Dan Implikasinya Nanda Ulvana; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.947 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the language politeness in the discourse of short messages of students to lecturers and the implications of Indonesian language learning in senior high school. The method used was descriptive qualitative. Sources of data were obtained from lecturer of Indonesian Language and Literature Education Study Program. The results of the research show that the maximal courtesy compliance found is the generosity maxim. However, the maxim which the most violated is wisdom. In other hand, linguistic politeness which was the most used was Bapak/Ibu utterance. In addition, pragmatic politeness which was the most used was utterence of a declarative request. Based on the perception of the lecturer as the recipient of the message, it can be said that the short message of the students pertained a polite short message. The result of this research is able to be implemented as a teaching learning material in senior high school with learning materials negotiation text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa dalam wacana SMS mahasiswa pada dosen dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penaatan maksim kesantunan yang paling banyak ditemukan adalah penaatan maksim kedermawanan. Sedangkan, maksim yang paling banyak dilanggar adalah maksim kearifan. Selain itu, kesantunan linguistik yang paling banyak digunakan adalah ungkapan Bapak/Ibu. Kemudian, kesantunan pragmatik yang paling banyak digunakan adalah tuturan deklaratif permohonan. Berdasarkan persepsi dosen sebagai penerima pesan, dapat dikatakan bahwa SMS mahasiswa tergolong SMS yang santun. Hasil penelitian kesantunan berbahasa ini dapat digunakan sebagai materi tambahan pada pembelajaran bahasa Indonesia di SMA dengan materi pembelajaran teks negosiasi.Kata kunci: implikasi, kesantunan berbahasa, wacana SMS mahasiswa.
Konflik Novel Cahaya Cinta Pesantren dan Kelayakannya sebagai Bahan Ajar di SMA Fitri Wahyuni; Ali Mustofa; Muhammad Fuad
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.936 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe conflict in Cahaya Cinta Pesantren novel by Ira Madan and its feasibility as a literary material in high school. The method used is qualitative description method. In the Cahaya Cinta Pesantren novel by Ira Madan, there is a kind of human conflict with himself, human conflict with human, human conflict with society, and human conflict with nature. Human conflict with it self was used to show a sense of courage, fear, and fighting jealousy, human conflict with human arises when Shila and her friend are in the process of achieving, human conflicts with the community to test Shila's friendship, and human conflict with nature are the least used types of conflicts author and Cahaya Cinta Pesantren novel can be used as a literary material in high school. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan konflik dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskripsi kualitatif. Dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan ditemukan jenis konflik manusia dengan dirinya sendiri, konflik manusia dengan manusia, konflik manusia dengan masyarakat, dan konflik manusia dengan alam. Konflik manusia dengan dirinya sendiri digunakan untuk menunjukkan rasa keberanian, rasa takut, dan melawan rasa cemburu, konflik manusia dengan manusia muncul pada saat Shila dan sahabatnya dalam proses mencapai cita-cita, konflik manusia dengan masyarakat untuk menguji persahabat Shila, dan konflik manusia dengan alam merupakan jenis konflik yang paling sedikit digunakan pengarang dan novel Cahaya Cinta Pesantren dapat digunakan sebagai bahan ajar sastra di SMA.Kata kunci: konflik, jenis konflik, novel, bahan ajar.
Majas dalam Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? dan Kelayakannya Sebagai Bahan Ajar Endah Prihastuti; Kahfie Nazaruddin; Edi Suyanto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 4 Sep (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.286 KB)

Abstract

The problem discussed in this research was how the figure of speech in the collection of short stories Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? and its feasibility as a teaching material in high school. The purpose of this study to describe figure of speech in the collection of short stories and its feasibility as a literary material in high school. The method used was qualitative descriptive method. Sources of research data was short stories in a collection of short stories Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta. Data analysis technique in this research was text analysis. The results showed that the figure of speech contained in a collection of Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? short stories was the figure of speech of simile, metaphor, personification, depersonification, hyperbole, lytotes, irony, allusion, sinekdoke, and metonimia. A collection of short stories Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? deserves to be a teaching material because it meets the criteria in the selection of teaching materials based on curriculum aspects, character building, and literature.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah majas dalam cerpen Kompas 2015 Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan majas dalam cerpen padacerpen tersebut dan kelayakannya sebagai bahan ajar sastra di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian adalah cerpen-cerpen Kompas 2015 Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta?. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas yang terdapat dalam cerpen Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? adalah majas simile, metafora, personifikasi, dipersonifikasi, hiperbola, litotes, ironi, alusi, sinekdoke, dan metonimia. Kumpulan Cerpen Kompas 2015 Anak Ini Mau Mengencingi Jakarta? layak dijadikan sebagai bahan ajar karenasudah memenuhi kriteria dalam pemilihan bahan ajar berdasarkan aspek kurikulum, pendidikan karakter, dan sastra.Kata kunci: bahan ajar, cerita pendek, majas.
Tindak Tutur Asertif dalam Roman Larasati Karya Pramoedya Ananta Toer dan Implikasinya Indri Arnaselis; Nurlaksana Eko Rusminto; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.719 KB)

Abstract

The purpose of this research were to describe assertive speech acts ward existed in Larasati's novel by Pramoedya Ananta Toer and its implication to Indonesian language learning in junior high school. This study used descriptive qualitative method. The results showed that there are six communicative functions in assertive speech act; speech declaring, informing, suggesting, glorious, complaining, and reporting. The six communicative functions are spoken in various ways in form of direct and indirect speech. The result of this research is implicated in Indonesian language learning in SMP class VIII on drama text material. The data served as an example of drama text dialogue.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tindak tutur asertif dalam roman Larasati karya Pramoedya Ananta Toer dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMP. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam fungsi komunikatif tindak tutur asertif yang terdiri atas, tuturan menyatakan, memberitahukan, menyarankan, membanggakan, menggeluhkan, dan melaporkan. Keenam fungsi komunikatif tersebut dituturkan secara beragam dengan tuturan langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian ini diimplikasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP kelas VIII pada materi teks drama. Data dijadikan sebagai contoh dialog teks drama.Kata kunci : tindak tutur asertif, fungsi komunikatif, dan implikasi.
Fakta Cerita dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata dan Implikasikasinya Desti Wulandari; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 1 Jan (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.482 KB)

Abstract

The purpose of this research are to describe the fact of story about the stage of plot, setting, characters, and its implication to the literature learning at SMA. In this research the writer used descriptive qualitative method. The source of the data in this research was the novel Ayah by Andrea Hirata. The result of this research showed that fact of story in novel Ayah by Andrea Hirata was, (a) in the plot there were exposition, complication, climax, relevance and denoument; (b) there was background of the place, time and social; (c) the kind of characters that is focused on the main character and an additional character.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita yang di dalamnya membahas tahap alur, latar dan tokoh, serta mengimplikasikan dalam pembelajaran sastra di SMA.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah desktiptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Ayah karya Andrea Hirata. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa fakta cerita dalam novel Ayah karya Andrea Hirata yakni, (a) tahap alur terdiri dari tahap eksposisi, komplikasi atau komplikasi atau konflik, klimaks, relevansi dan denoument; (b) unsur latar antara lain, latar tempat, latar waktu, dan latar sosial; (c) jenis tokoh yang difokuskan pada tokoh utama dan tokoh tambahan.Kata kunci: alur, fakta cerita, jenis tokoh, latar.
Alih Kode dan Campur Kode Rubrik Buras dan Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa Muhammad Lukman Rifai; Nurlaksana Eko Rusminto; Farida Ariyani
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 3 Jul (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.818 KB)

Abstract

This research described the form and causal factor of code transfer and code mixing in "Buras" rubric of Lampung Post newspaper and its implication on learning Indonesian. The sources were over code and mixed code in rubric "Buras" Lampung Post. The research design was descriptive qualitative. Based on the research, there is transfer of internal and external. Randomly speaking the language code from Indonesian raw variety to casual variety. The on going external code switch from Indonesian to Arabic and English cause of the conversation of people and their partners. Mixed code events in the form of words, phrases, and clauses. Causes of use of more popular terms, residential factors, topics, functions and object, variety and level of language, sense of humor, and for prestigious relationships. Code transfer and code mixing in the "Buras" Lampung Post can be used as medium of learning in analyzing and editing lessons editorial text.Penelitian ini mendeskripsikan bentuk dan faktor penyebab terjadinya alih kode dan campur kode pada rubrik Buras Lampung Post dan implikasinya pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber data adalah alih kode dan campur kode dalam rubrik Buras Lampung Post. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian, terdapat alih kode intern dan ekstern. Alih kode intern berlangsung dari bahasa Indonesia ragam baku ke ragam santai. Alih kode ekstern berlangsung dari bahasa Indonesia ke bahasa Arab dan Inggris yang disebabkan faktor mengutip pembicaraan orang lain dan mitra bicara. Campur kode terjadi dalam bentuk kata, frasa, dan klausa disebabkan keterbatasan penggunaan kode, penggunaan istilah yang lebih populer, faktor tempat penuturan, topik, fungsi dan tujuan, ragam dan tingkat tutur bahasa, membangkitkan humor, dan untuk sekadar bergengsi. Alih kode dan campur kode pada rubrik Buras Lampung Post dapat dijadikan media pembelajaran dalam pelajaran menganalisis dan menyunting teks editorial.Kata kunci: alih kode, campur kode, rubrik Buras surat kabar Lampung Post.
Sikap Terhadap Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMAN 2 TBU dan Implikasinya Wahyu Riyanti; Munaris Munaris
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 5, No 2 Apr (2017)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.949 KB)

Abstract

This research was aimed to describe grade X students of SMA Negeri 2 Tulang Bawang Udik attitudes and attitude formation factors toward Indonesian language and its implications in learning Indonesian. The research method used is descriptive qualitative. Source of data obtained from students of grade X1 SMAN 2 TBU. The results showed that the students of grade X have a very positive attitude towards the Indonesian language. Students have a sense of loyalty, pride, and aware of the Indonesian norm. In addition, the most dominant factor in the formation of student attitudes toward Indonesian language is the experience factor. The result of attitude research on Indonesian language can be applied in all Indonesian language subject matter in SMA, especially in SMAN 2 TBU, one of them is related to drama/film learning.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap dan faktor pembentukan sikap terhadap bahasa Indonesia siswa kelas X SMAN 2 Tulang Bawang Udik dan implikasinya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari siswa kelas X1 SMAN 2 TBU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X memiliki sikap sangat positif terhadap bahasa Indonesia. Siswa memiliki rasa setia, bangga, dan menyadari adanya norma bahasa Indonesia. Selain itu, faktor yang paling dominan dalam pembentukan sikap siswa terhadap bahasa Indonesia adalah faktor pengalaman. Hasil penelitian sikap terhadap bahasa Indonesia ini dapat diimplikasikan dalam semua materi pelajaran bahasa Indonesia di SMA, khususnya di SMAN 2 TBU, salah satunya terkait dengan pembelajaran drama/film.Kata kunci: faktor pembentukan sikap, implikasi, sikap siswa terhadap BI
Penggunaan Bahasa pada Poster di Kota Bandar Lampung serta Implikasinya Asih Sekar Ningrum; Iing Sunarti; Sumarti Sumarti
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.203 KB)

Abstract

This study aimed to describe the used of effective sentences on posters June period to July 2017. The method used in this research was descriptive qualitative. Sources of data in this study was a poster installed in the city of Bandar Lampung amounted to 23 posters. The data in this research was effective sentence. The results showed that there were three posters that did not used effective sentences with percentage of 13.04% and there were twenty posters using effective sentences with 86.95% percentage. The results of this study are implicated to the learning of Indonesian in high school class XII on the material of ad text.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif pada poster periode Juni s.d. Juli 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah poster yang dipasang di Kota Bandar Lampung berjumlah 23 poster. Data pada penelitian ini berupa kalimat efektif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga poster yang tidak menggunakan kalimat efektif dengan persentase 13,04% dan terdapat dua puluh poster yang menggunakan kalimat efektif dengan persentase 86,95%. Hasil penelitian ini diimplikasikan terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA kelas XII pada materi teks iklan.Kata kunci: bahasa, kalimat efektif, poster.
Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada Karangan Deskripsi Siswa Kelas VII Mediati Firdausa; Farida Ariyani; Nurlaksana Eko Rusminto
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 3 Jul (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.942 KB)

Abstract

This research aimed was to describe the use of Ejaan Bahasa Indonesia in the student description essay. The research used qualitative approach and descriptive method. In this research, the data obtained by collecting essays made by students. Futhermore, the data were analyzed and classified by surface strategy taxonomy and communicative effect taxonomy. The result of this research indicate that in the student description essay of grade VII SMPN 1 Metro is as follows: (1) based on surface strategy taxonomy are found (a) omission, (b) addition, and (c) misformation and (2) based on communicative effect taxonomy are found (a) local error and (b) global error.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada karangan deskripsi siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Dalam penelitian ini, data diperoleh dengan mengumpulkan karangan deskripsi buatan siswa. Selanjutnya, data dianalisis dan diklasifikasikan menggunakan taksonomi siasat permukaan dan taksonomi efek komunikatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia pada karangan siswa kelas VIIĀ  SMPN 1 Metro adalah sebagai berikut: (1) berdasarkan taksonomi siasat permukaan ditemukan (a) kesalahan penghilangan, (b) kesalahan penambahan, dan (c) kesalahan pembentukan dan (2) berdasarkan taksonomi efek komunikatif ditemukan (a) kesalahan lokal dan (b) kesalahan global.Kata kunci: ejaan, karangan deskripsi siswa, taksonomi kesalahan berbahasa
Pembelajaran Menginterpretasi Teks Laporan Hasil Observasi Siswa SMA YP Unila Bandar Lampung Safira Nabila; Edi Suyanto; Bambang Riadi
Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 6, No 1 Jan (2018)
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.198 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the study of interpreting text observation report on the first grade students of SMA YP Unila Bandar Lampung. The method of this research was descriptive qualitative method. The results showed that the teacher made lesson plan based on lesson plan (RPP) components in Curriculum 2013. The activity was done by the teacher and the students in learning activity. The activity included three steps; pre-activity, while activity, and post activity. In the learning process, there was incoherence in the delivery of learning and there was time allocation incompabillity which has been included in RPP. The evaluation process done by the teachers in using authentic assessment according to the Curriculum 2013 assessment technique. Three aspects of evaluation included namely assessment of attitude, knowledge, and skills.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pembelajaran menginterpretasi teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X SMA YP Unila Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran berdasarkan komponen RPP pada Kurikulum 2013. Aktivitas pembelajaran dilakukan oleh guru dan siswa pada saat pelaksanaan pembelajaran. Aktivitas tersebut meliputi tiga tahap kegiatan, yaitu kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung, terdapat ketidakruntutan terhadap penyampaian pembelajaran dan ketidaksesuaian pada alokasi waktu yang dicantumkan di dalam RPP. Penilaian yang dilakukan oleh guru yakni menggunakan penilaian autentik sesuai dengan teknik penilaian Kurikulum 2013. Penilaian dilakukan pada tiga aspek, yaitu penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan.Kata kunci: menginterpretasi, pembelajaran, teks laporan hasil observasi.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 1 Apr (2024): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 11, No 2 Sep (2023): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 10, No 2 Sep (2022): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 10, No 1 Apr (2022): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 2 Sep (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 9, No 1 Apr (2021): JURNAL KATA (BAHASA, SASTRA, DAN PEMBELAJARANNYA) Vol 8, No 2 Sep (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Ap (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1 Apr (2020): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 8, No 1, Apr (2020): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Nov (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2 Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 2, Sep (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 7, No 1 Apr (2019): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarnnya) Vol 6, No 4 Sep (2018) Vol 6, No 3 Jul (2018) Vol 6, No 2 Apr (2018) Vol 6, No 1 Jan (2018) Vol 5, No 4 Sep (2017) Vol 5, No 3 Jul (2017) Vol 5, No 2 Apr (2017) Vol 5, No 1 Jan (2017) Vol 4, No 4 Sep (2016) Vol 4, No 3 Jul (2016) Vol 4, No 2 Apr (2016) Vol 4, No 1 Jan (2016) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 9 (2013) Vol 1, No 8 (2013) Vol 1, No 7 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Kata (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Apr (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol 1, No 1, Sep (2013): JURNAL KATA (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) More Issue