cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 4 (2018): Desember" : 15 Documents clear
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI PENYEDIA PROTEIN HEWANI MELALUI BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL DI DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Irfan Zidni; Yuli Andriani; Zahidah Hasan; Setiawan BSN
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.214 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.20010

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan kegiatan perikanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga sebagai upaya penyediaan protein hewani melalui budidaya ikan pada kolam terpal. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak September hingga November 2018 bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan instalasi kolam terpal, dan pedampingan. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan pada kolam terpal yaitu benih ikan lele ukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor/kolam terpal dengan jumlah total kolam terpal di Desa Cipacing sebanyak 15 buaH. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Cipacing memiliki potensi lahan pekarangan yang luas yang dapat dioptimalisasikan untuk kegiatan perikanan serta memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah para pengurus karang taruna dan pengurus RW di Desa Cipacing. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya ikan lele dan pemasangan kolam terpal. Selanjutnya dilakukan pendampingan proses pemeliharaan ikan termasuk kegiatan pemberikan pakan, serta pengelolaan kualitas air secara baik dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Cipacing dapat memproduksi ikan lele skala berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk skala rumah tangga.
SOSIALISASI SOP (STANDAR OPERATING PROCEDURE) PADA PENGOBATAN TRADISIONAL PATAH TULANG DI CITAPEN Diah Fatma Sjoraida; Rully Khairul Anwar; Edwin Rizal
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.591 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19431

Abstract

Salah satu jenis pengobatan tradisional yang diminati oleh masyarakat saat ini adalah pengobatan tradisional patah tulang. Hasil studi pendahuluan di Bandung Barat, terdapat setidaknya enam pengobatan tradisional yang merupakan pengobatan ahli tulang. Namun, penyedia layanan di enam pengobatan ahli tulang tersebut mengaku belum pernah mendapatkan sosialisasi khusus untuk memberikan teknis pengobatan tulang secara “benar” dan “sama”. Maka dibutuhkan kegiatan sosialisasi Standar Operating Procedure (SOP) yang bertujuan untuk menambah wawasan dan memberikan pengetahuan terbaru tentang pemanfaatan informasi terutama bagi masyarakat yang lebih mempercayai pengobatan secara tradisional daripada pengobatan medis. Metode pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahap, yakni persiapan, pelaksanaan sosialisasi yang terdiri dari penyajian materi, penugasan, refleksi dan evaluasi. Jumlah peserta sudah hampir memenuhi target, dengan animo peserta cukup tinggi menghasilkan diskusi mengalir dan simulasi dilaksanakan dengan sangat antusias. Peserta terdiri dari terapis pengobatan patah tulang dan masyarakat Citapen. Dari hasil refleksi kegiatan, diperoleh kesimpulan bahwa peserta menganggap kegiatan ini sangat positif. Diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut dapat berkontribusi terhadap pengambilan keputusan masyarakat mengenai patah tulang dan metode pengobatannya.
PENINGKATAN GIZI PROTEIN HEWANI MELALUI KETERAMPILAN PEMBUATAN BASO IKAN DI RW 07 DESA CINTAMULYA, JATINANGOR Heti Herawati
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.583 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.14695

Abstract

Desa Cintamulya merupakan salah satu desa yang berdiri tepat berada pada kawasan industri. Kawasan industri setidaknya dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat pada umumnya baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan, hal ini terlihat dari banyaknya pengaruh yang kuat dari ranah kawasan industri terhadap peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, pola hidup, kebiasaan, kebudayaan yang dapat mempengaruhi berbagai aspek nilai - nilai sosial yang kuat pada masyarakat. Namun pada saat ini banyak juga penduduk di Desa Cintamulya yang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi yang sesuai terutama untuk anak-anak dikarenakan biasanya pabrik-pabrik industri hanya menerima pegawai diusia produktif, sementara banyak warga di Desa Cintamulya yang berusia lebih dari 40 tahun. Dengan memperhatikan kondisi tersebut, maka perlu adanya penyuluhan dan praktek langsung pembuatan baso ikan sebagai salah satu bentuk usaha untuk meningkatkan gizi protein hewani masyarakat terutama anak-anak. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan gizi masyarakat juga memberikan peluang usaha bagi masyarakat Desa Cintamulya agar mendapatkan tambahan penghasilan. Metode yang digunakan adalah dengan pemberian materi, kemudian diskusi, dan praktik. Kegiatan pelatihan dipandu oleh narasumber sebagai fasilitator pelatihan dengan praktik secara langsung. Target peserta pelatihan seperti direncanakan sebelumnya adalah 25 ibu-ibu kader PKK dan ibu rumah tangga, dalam pelaksanaannya, kegiatan ini diikuti oleh 44 orang peserta. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa target peserta tercapai lebih dari 100%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kegiatan PPMP OKK dilihat dari jumlah peserta yang mengikuti dapat dikatakan berhasil/ sukses.
PARTISIPASI GENERASI MUDA DALAM MEMBENTUK MASYARAKAT PEMILIH YANG CERDAS DAN DEWASA BERPOLITIK DI KECAMATAN JATINANGOR Ari Ganjar Herdiansah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.345 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19938

Abstract

Pada 2019, Indonesia menggelar pemilihan umum yang kelima di era reformasi. Meskipun demokratisasi telah berlangsung selama dua puluh tahun, harapan masyarakat akan peningkatan kinerja pemerintah dan kesejahteraan dianggap belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitas pemilih, di mana sebagian masyarakat pemilih masih mengedepankan faktor-faktor yang mendegradasi hasil pemilihan umum, seperti terlibat dalam jual-beli suara, mobilisasi isu-isu suku, agama, ras, dan antargolongan, dan menyebarkan berita bohong. Atas permasalahan tersebut, tim peneliti mengadakan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk mendorong kelompok-kelompok pemuda di Kecamatan Jatinangor yang direpresentasikan oleh beberapa organisasi ekstra kampus untuk berpartisipasi dalam membentuk masyarakat pemilih yang cerdas dan dewasa berpolitik. Penekanan dalam kegiatan ini adalah elaborasi wacana melalui diskusi yang konstruktif yang berporos pada penguatan komitmen kelompok-kelompok pemuda terhadap demokrasi. Hasil dari kegiatan ini terwujud pada tercapainya kesepakatan di antara organisasi-organisasi ekstra kampus di Kecamatan Jatinangor untuk turut mencerdaskan masyarakat pemilih di sekitarnya demi meningkatkan kualitas pemilihan umum khususnya pada perhelatan pemilihan umum 2019.
SKRENING KEHAMILAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN IBU HAMIL DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Sri Astuti
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.019 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.18507

Abstract

Penyebab kematian ibu terkait dengan kondisi kesehatan  ibu saat kehamilan, proses persalinan hingga pasca persalinan. Sementara penyebab tidak langsung terkait dengan faktor kondisi sosial, ekonomi, demografi dan perilaku budaya masyarakat yang dirangkum menjadi 4 terlalu dan 3 terlambat. Kematian ibu juga disebabkan faktor dasar antara lain keterbatasan pengetahuan dan taraf pendidikan.   Untuk mengatasi kematian ibu dan kematian bayi  diperlukan upaya inovatif dan kualitas pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan dan peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai asuhan dalam kehamilan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi bagi masyarakat dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui skrining kehamilan meliputi pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan kadar Hb dan urine serta pendidikan kesehatan  tentang anemia dan Kekurangan Energi Kalori (KEK), Infeksi Saluran Kemih (ISK), dan tanda bahaya dalam kehamilan. Metode penelitian adalah quasi eksperimental pre test dan post test one group design. Sasaran adalah ibu hamil sejumlah 34 orang, tempat kegiatan di desa Cipacing Kec. Jatinangor Kabupaten Sumedang pada tanggal Februari sd April 2018. Hasil kegiatan didapatkan ibu hamil sebagian besar tidak anemia, terdapat ibu hamil (KEK) 2 orang dan Hipertensi 1 orang, dari pemeriksaan protein urine 41% positif, glukosa urine 100% negatif. Terdapat peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah dilakukan  penyuluhan anemia, tanda bahaya dalam kehamilan, ibu hamil mempunyai pengetahuan yang kurang tentang ISK (50 %). Kesimpulan bahwa penapisan ibu hamil dapat mendeteksi secara dini dan memberikan penanganan awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Promosi kesehatan meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan dapat menurunkan kejadian anemia, pengetahuan yang baik tentang bahaya kehamilan menyebabkan ibu patuh dalam melakukan pemeriksaan kehamilan.  
UPAYA MEMBANGUN JATI DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KAJIAN KOMPARASI DONGENG INDONESIA DAN JERMAN Dian Indira; Kamelia Gantrisia
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.405 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.16735

Abstract

Pada umumnya para siswa sekolah dasar sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  khalayak sasaran adalah siswa  SD Cikeruh 2 Kecamatan Jatinangor.  Bahasa Jerman merupakan bahasa yang tidak pernah dikenal para siswa.  Oleh karena itu, kepada para siswa terlebih dahulu diperkenalkan secara singkat tentang negara dan  masyarakat Jerman, sebelum  para siswa menyaksikan penayangan video  tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman. Metode yang dilakukan adalah metode ceramah, menyimak tayangan video, diskusi, dan diakhiri dengan evaluasi  berupa tes tulis. Melalui kegiatan tersebut wawasan para siswa bertambah tentang bahasa dan budaya Jerman.  Selain itu, dengan mengajak para siswa melihat video tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  mereka dapat mengkomparasinya dengan lagu dan dongeng Indonesia yang telah mereka kenali. Dengan mengetahui bahwa lagu dan dongeng dari Indonesia tidak kalah dengan lagu dan dongeng dari Jerman, diharapkan terbina kebanggaan para siswa dalam rangka membangun  jati diri bangsa. 
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG Wiwi Mardiah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.517 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19766

Abstract

Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya padahal proses tumbuh kembang pada balitas sangatlah penting. Jika tidak segera ditangani dengan benar dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti Otitis media, faringitis, pneumonia dan penyakit infeksi lainnya.Virus flu sangat mudah menular, termasuk dari cipratan cairan penderita, saat berbicara.Untuk mencegah penularan, ada vaksin tiga jenis virus utama flu yang formulanya berganti tiap tahun untuk menghindari risiko virus kebal pada vaksin. Cara lain yang utama adalah menjaga daya tahan tubuh lewat perilaku hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat.Tujuan PKM ini memberikan Intervensi Keperawatan Dalam Perawatan Pasien Ispa Pada Balita Di Rumah Di Kabupaten Bandung.Metode Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Partisipasi kader desa   Jayamekar, penyuluhan, pendampingan, diskusi dengan kader dan petugas kesehatan Puskesmas Jayamekar serta sosialisasi dengan mahasiswa. Metode yang di gunakan diawali dengan pendataan Pasien Balita dengan ISPA di Puskesmas Jayamekar kemudian di lakukan penyuluhan pada kader di Desa Jayamekar setelah itu dipilih beberapa kader untuk mendampingi mahasiswa untuk melakukan kunjungan pasien ke rumah pasien balita mengalami ISPA, kemudian dilanjutkan dengan pengkajian, intervensi  dan implementasi yang telah dilakukan orang tua balita dengan ISPA.Selanjutnya data di analisis berdasarkan form yang telah disiapkan saat kunjungan pasien balita dengan ISPA serta diskusi tentang pencegahan dan perawatan balita dengan orang tua pasien balita ISPA di rumah di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat.Hasil Pengabdian Pada Masyarakat ini  ditemukan sebanyak 34 balita yang mengalami ISPA pada hasil kunjungan rumah, sebagian besar Balita mengalami ISPA karena penularan dari Keluarga, Tipe keluarga yang ditemukan berpariasi, dan lingkungan tempat tinggal cukup padat. Tindakan yang dilakukan keluarga saat Balita mengalami ISPA selama sehari adalah merawatnya dirumah sebanyak 70% yang dilanjutkan intervensinya dibawa ke Puskesmas bila ISPA sudah lebih dari dua hari. Beberapa intervensi dan Implementasi saat ISPA adalah memberi ASI 80%, memberi makanan berupa jus buah buahan, bubur nasi,  mengompres jika demam, memberi obat yang se berikan oleh pihak Puskesmas. Capaian Imunisasi ISPA di desa Jayamekar 84%. Beberapa pengobatan tradisional juga di lakukan orang tua balita saat ISPA seperti mengkonsumsi jeruk nipis dan air daun saga.Simpulan dan saran, tingginya Balita yang mengalami ISPA di Desa Jayamekar karena beberapa intervensi pencegahan yang belum dilakukan para penderita ISPA terutama orangtua balita. Seharusnya menggunakan masker, tidak bersin dekat balita dan memberikan nutrisi yang bida menunjang daya tahan tubuh balita saat ISPA. Beberapa intervensi sudah sesuai dengan asuhan keperawatan tetapi masih ada yang belum di lakukan intervensi yang baik terutama untuk pencegahan ISPA. Perlu dilakukan telaahan terhadap obat tradisional yang sering digunakan untuk mengatasi batuk pilek yang merpakan bagian dari ISPA
PENINGKATAN PENGETAHUAN KANKER PAYUDARA PADA MASYARAKAT DESA RANCAMANYAR KABUPATEN BANDUNG Hesti Lina Wiraswati; Savira Ekawardhani; Sarasati Windria; Lia Faridah; Syafrizal Saragih; Muhammad Saifuddin B. S. Arif; Meri Alex Sandra; Astri Gloria Larwuy; Dini Oktaviani; Yasfira Aradella; Salma Nur Raidah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19051

Abstract

Meningkatnya kasus kanker dan kematian akibat kanker di Indonesia dari tahun ke tahun perlu mendapatkan perhatian serius. Faktor penting yang berkontribusi pada peningkatan kejadian ini adalah kurangnya sosialisasi tentang kanker, penyebab kanker dan aktivitas-aktivitas penurun resiko kanker, disamping kurang efektifnya pengobatan dan upaya peningkatan kualitas hidup penderita. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan masyarakat tentang penyakit kanker, termasuk penyebab kanker dan faktor-faktor penurun resiko kanker sehingga diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat agar terhindar dari penyakit ini. Kegiatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah berupa penyuluhan yang berbasis metode pendidikan masyarakat dengan berbagai macam aktivitas diantaranya ceramah, diskusi, nonton video, dan tanya jawab berhadiah. Pre-test dan post-test digunakan sebagai alat ukur untuk melihat ketercapaian tujuan. Hasilnya pertama, terjadi peningkatan pemahaman peserta rata-rata 23%, dengan rentang pemahaman 34%-89%. Kedua, selama diskusi peserta menyatakan sikapnya untuk bergaya hidup sehat agar memperkecil resiko terkena kanker payudara. Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa penyuluhan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kanker dan memunculkan kesadaran masyarakat untuk berpola hidup sehat sebagai bentuk upaya pencegahan kanker payudara.
PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA RANCAMULYA DAN TAMBAK JATI KECAMATAN PATOK BEUSI - SUBANG Sri Rijati Wardiani; Tania Intan; Mega Subekti
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.717 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.11922

Abstract

Bagi perempuan yang berstatus sebagai ibu rumah tangga, pengembangan potensi diri juga seharusnya menjadi hal yang perlu dilakukan terlebih bagi mereka  yang menggantungkan pendapatan ekonomi keluarga hanya kepada suami. Seperti yang terjadi Di desa Rancamulya dan Tambak Jati, Subang, hampir sebagian besar  ibu rumah tangga  di sana bahkan belum menyadari potensi diri yang mereka miliki. Alasan itulah yang melatar-belakangi dilakukannya kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk memotivasi dan menggali potensi para ibu rumah tangga di desa Rancamulya, Subang ini.  Melalui penelitian ini dida-patkan bahwa keterlibatan pihak desa selaku stakeholder menjadi elemen yang tak terbantahkan untuk mencapai hasil yang diharapkan sehingga nantinya po-tensi ibu rumah tangga yang sudah tergali tersebut bisa bersinergi dengan program desa
EFEKTIVITAS INTERVENSI MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU MASYARAKAT MENGENAI TUBERKULOSIS DI KECAMATAN CIMERAK, PANGANDARAN, JAWA BARAT Heda Melinda Melinda N.
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.56 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.16253

Abstract

Masalah tuberkulosis (TB) masih tetap merupakan tantangan Indonesia hingga saat ini. Badan Kesehatan Dunia melaporkan Indonesia berada di peringkat ketiga negara dengan beban TB tertinggi di dunia. Untuk mencapai target eliminasi TB pada tahun 2050 maka seluruh komponen masyarakat harus ikut berperan dalam menghadapi permasalahan global TB. Sebagai implementasinya maka Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam mendukung kegiatan Tri Dharma perguruan tinggi melaksanakan kegiatan Supercamp. Penelitian potong lintang mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku dilakukan pada masyarakat di Kecamatan Cimerak sebagai  bagian dari kegiatan Supercamp 2016 untuk mengetahui karakteristik dasar masyarakat terhadap penyakit TB. Pengisian kuesioner terkait pengetahuan, sikap, dan perilaku dilakukan sebelum dan sesudah penjelasan dengan menggunakan media poster mengenai TB pada Agustus 2016. Dengan menggunakan metode stratified random sampling didapatkan 156 responden dari 11 desa. Hasil survei menunjukkan  peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit TB yang signifikan setelah sosialisasi dalam hal tanda dan gejala penyakit (p 0,03), cara penularan (p 0,01) dan cara pencegahan penularan (p 0,001). Sikap negatif masih tampak dengan memberikan stigmatisasi terhadap penderita TB (26,7%). Mayoritas subjek akan pergi ke fasilitas kesehatan apabila terkena TB (84,1%) namun masih ada subjek yang memilih untuk mengobati sendiri (2,5%) ataupun berobat alternatif (1,3%). Pemaparan materi mengenai TB memberikan perubahan yang diharapkan dapat membantu mengurangi beban penyakit TB di dalam komunitas endemik TB dengan memodifikasi sikap, dan perilaku.

Page 1 of 2 | Total Record : 15


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue