Articles
798 Documents
the guidence for knowledge and competence in oral hygiene care at Balingbing and Cidadap Village, Subang West Java.
Hidayat, Wahyu
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (441.616 KB)
AbstractIndonesian development can not be separated from the public health development. The improvement of community oral health status is currently focused on promotive and preventive, with the goal to make good health care as a positive habit in the society. Currently the spread of medical and health facilities in Indonesia is still not well distributed and the amount is less than the population. The government also concerned to establish a health care cadre to helps the promotion and prevention activity in the community. So it is necessary to set up dental health cadre as part of general health care. The goals of this KKNM PPMD programme is to create some volunteers for dental health care, including dental students, cadres of PKK and Posyandu, and elementary school children. This programme also provide some social service in order to know the oral health condition in target population. Approximately less than 30 âPKKâ and âposyanduâ cadres got topics about oral health maintanance given by dental students under supervision of lecturers. From oral examination showed coated tongue as most common oral lesion with the number of 76 children.The success of making cadres based on the good results of the pretest and post test. This cadres are expected can transfer knowledge to improve the quality of life in community.Keywords : Oral health, cadre, oral lesion
PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN DALAM MENDETEKSI KATARAK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Sulastri, Sri
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.733 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.10323
Katarak merupakan penyebab utama (51 persen) dari kebutaan di Indonesia. Namun, katarak dapat ditangani dengan tindakan operasi. Terdapat indikasi bahwa pelayanan operasi katarak belum dimanfaatkan dengan baik disebabkan oleh data mikro penderita katarak yang tidak tersedia. Oleh karena itu, penyediaan data mikro penderita katarak perlu dilakukan, seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization melalui Vision 2020. Dalam mengidentifikasi warga yang diduga menderita katarak, komponen komunitas dapat dilibatkan melalui peningkatan kapasitas dan pengorganisasian komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat iniditujukan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam menyediakan data mikro warga yang diduga penderita katarak dandalam melakukan pendampingan kepada pasien dan keluarganya saat menjalani tindakan operasi, melalui kegiatan pelatihan. Hasil pelatihan ini, Kader Kesehatan: 1) mengetahui ciri katarak, 2) terampil menggunakan alat bantu identifikasi katarak, 3) mampu melakukan pencatatan data, 4) mengetahui alur pelaporan 5) mampu melakukan pelaporan, dan 6) mengetahui cara pendampingan pasien dalam mengakses pelayanan tindakan operasi katarak. Â
PERSEPSI, KESADARAN, DAN PENGETAHUAN DIABETES MELITUS DI SALAH SATU SMA DI PANGANDARAN
Wathoni, Nasrul;
Nur Hasanah, Aliya;
Sriwidodo, Sriwidodo
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (270.737 KB)
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang menyebabkan tingginya kadar gula darah. Prevalensi DM di Indonesia terus meningkat secara signifikan dan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Gaya hidup dan kesehatan tubuh menjadi perhatian utama bagi penderita penyakit diabetes yang bisa mengendalikan kadar gula darah dan penyakit DM. Edukasi mengenai penyakit diabetes saat ini masih jarang dilakukan di kalangan masyarakat sejak dini. Oleh karenanya, melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini mencoba menganalisa persepsi[ah1]Â , kesadaran, dan pengetahuan DM di salah satu SMA di Pangandaran. Metode kuesioner dengan total 14 pertanyaan dilakukan pada 50 siswa SMA di Pangandaran. Hasil PKM menunjukkan bahwa 57,4% setuju terhadap program PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) untuk penyakit DM yang merupakan solusi pemenuhan hak kesehatan rakyat. 74,07% sangat setuju terhadap program hidup sehat sebagai upaya pencegahan dini terhadap penyakit DM. Pengetahuan tentang DM pun sangatlah baik, sekitar sekitar 55,55% mereka mengerti bahwa penyakit DM bukan merupakan penyakit menular. Namun, sebanyak 66,66% mereka mengira bahwa penyakit diabetes merupakan penyakit turunan. Hal ini menandakan bahwa edukasi mengenai penyakit diabetes perlu ditingkatkan untuk mendorong gaya hidup sehat sedini mungkin.
WORKSHOP PEMBUATAN JARINGAN INFORMASI DAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DALAM MENDUKUNG KEGIATAN PENGUSAHA ALAT-ALAT PERTANIAN
Sinaga, Dian;
Yanto, Andri;
Rohanda, Rohanda;
Perdana, Fitri
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (575.697 KB)
PPM yang berjudul âWorkshop Pembuatan Jaringan Informasi Dan Penggunaan Media Sosial Dalam Mendukung Kegiatan Pengusaha Alat-Alat Pertanianâ. Adapun salah satu hal yang menjadi perhatian kami dalam upaya mengembangkan usaha alat-alat pertanian adalah dengan mengembangkan jaringan informas antar para pengrajin dan kelompok pengrajin serta memanfaatkan beberapa media alternatif dalam memasarkan produk-produk alat pertanian tersebut. Tim kami memberikan pelatihan kepada 13 orang peserta terkait bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana pembuatan jaringan informasi dan penggunaan media sosial. Hasil dari PPM tersebut adalah terbangunnya website para kelompok pengrajian dalam upaya pemasaran alat-alat pertanian melalui laman https://kerajinangalonggong.wordpress.com/ serta membuat akun media sosial seperti facebook dengan laman https://www.facebook.com/KerajinanGalonggongTasik dalam upaya pemasaran produk alat-alat pertanian oleh para kelompok pengrajin yang ada di Dusun Galogggong Desa Cilangkap Kabupaten Tasimalaya.
PERSEPSI DAN MINAT PETANI MUDA DALAM BUDIDAYA SAYURAN SWISS CHARD ORGANIK
Pardian, Pandi
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (271.507 KB)
Pengetahuan mengenai sistem budidaya Swiss Chardsecara organik berskala agribisnis sangat baik untuk diterapkan kepada para petani mudakarena dapat memberikan kontribusi yang sangat berarti tidak hanya dari aspek lingkungan saja tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi tentunya. Tujuan penelitian ini adalah menganalis perkembangan persepsi dan minat petani muda terhadap agribisnis dan konsumsi sayuran Swiss Chardorganik sebelum dan sesudah diberikan pelatihan. Desain penelitian yang digunakan adalah metode survey before-after. Sampel penelitian ini yaitu para petani mudadi Desa Jatimukti Kec. Jatinangor Kab. Sumedang yang diberikan pelatihan budidaya Swiss Chardorganik. Ukuran sampel sebanyak 68 orang. Data dianalisis menggunakan analisis scoring dan uji beda Wilcoxon Signed-rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah seluruh program pelatihan selesai, persepsi dan minat petani muda terhadap budidaya Swiss Chardorganik sangat baik di mana para petani muda mengetahui jenis dan manfaat dari program budidaya organik dan berkemauan untuk lebih mendalami dan menggeluti budidaya Swiss Chardorganik. Selain itu, terdapat perbedaan yang signifikan dalam minat dan persepsi petani muda sebelum dan sesudah pelatihan dalam artian bahwa terjadi peningkatan persepsi dan minat petani muda terhadap agribisnis Swiss Chardorganik setelah semua program pelatihan selesai dilaksanakan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENGOLAHAN AIR BANJIR MENJADI AIR BAKU DI DAERAH RAWAN BANJIR
Dwiratna, Sophia;
Pareira P, Boy Macklin;
Kendarto, Dwi Rustam
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (643.061 KB)
|
DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11444
Saat terjadi bencana banjir, ketersediaan air menjadi sangat krusial. Kebutuhan akan air bersih untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, memasak, mencuci dan sebagainya sangat sulit dipenuhi ditengah-tengah keadaan bencana banjir. Salah satu wilayah di Kabupaten Bandung yang sering terkena dampak banjir adalah Desa Rancaekek Wetan Kecamatan Rancaekek. Desa ini setiap musim hujan selalu terkena dampak luapan sungai Cikeruh. Pada saat banjir, sumur sumur yang biasa digunakan tercemar air banjir sehingga kondisinya keruh dan berbau. Melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan pengolahan air banjir menjadi air bersih, diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan pengolahan air banjir menjadi air bersih dan air baku bagi masyarakat yang terkena dampak banjir. Salah satunya adalah menggunakan teknologi sederhana melalui proses koagulasi-sedimentasi-filtrasi untuk menghasilkan air bersih yang layak pakai oleh masyarakat di pengungsian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna memasyarakatkan teknologi sederhana pengolahan air banjir menjadi air baku sebagai upaya penanganan bencana banjir.
OPTIMALISASI KEBERSIHAN PERSEORANGAN/PERSONAL HYGIENE BAGI MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA CIPACING KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Amrullah, Afif Amir;
Setiawan, -;
Setyorini, Dyah
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (248.101 KB)
ABSTRAK Kebersihan rumah dan lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan individu, keluarga dan masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas setempat, penyakit akibat masalah lingkungan di desa Cipacing masih cukup tinggi. Salah satu upaya untuk menurunkannya adalah dengan meningkatkan kesadaran individu dan masyarakat akan manfaat kebersihan lingkungan melalui pendidikan kesehatan (khususnya tentang kebersihan perseorangan/personal hygiene) bagi keluarga. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pendidikan tentang kebersihan perseorangan pada anggota keluarga yang dinilai kurang dalam hal kebersihan rumah dan lingkungan. Metode pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perubahan perilaku untuk menjadi warga yang mampu menjaga kebersihan diri baik secara perorangan, keluarga maupun lingkungan. Implementasi pendidikan kesehatan dirancang untuk tujuan jangka pendek, sedangkan untuk jangka menengah dan panjang, terutama untuk mempertahankan perilaku positif untuk tetap mempertahankan kebersihan diri melalui proses sosialisasi dan pelatihan yang berkesinambungan.Yang menjadi sasaran adalah warga Desa Cipacing â Kecamatan Jatinangor â Kabupaten Sumedang dengan tingkat sosial-ekonomi dan tingkat pendidikannya yang rendah karena merupakan pelaku terbanyak dengan masalah kebersihan dan desa Cipacing merupakan tempat ideal untuk mengembangkan dan untuk mengevaluasi secara berkesinambungan Program intervensi untuk kebersihan perseorangan nasyarakat.Kata Kunci : Desa Cipacing ,Kebersihan lingkungan, Personal Higiene, PHBS
STRATEGI PENINGKATAN USAHA MELALUI PELINDUNGAN MEREK BAGI UMKM SALE PISANG DI RW 09 DESA SAYANG KEC. JATINANGOR KAB. SUMEDANG
Amirulloh, Muhamad;
Muchtar, Helitha Novianty
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (352.418 KB)
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (selanjutnya ditulis UMKM) mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemberdayaan UMKM memiliki arti penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi dan ketahanan nasional. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM telah mengalami pergeseran, dari yang sebelumnya permasalahan pembiayaan, kini masalah daya saing menjadi kendala utama pelaku UMKM dalam memasarkan produknya. Di RW 09 Desa Sayang Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang Jawa Barat terdapat UMKM Pisang Sale yang masih kurang pemahaman mengenai merek dan arti penting merek bagi promosi, distribusi dan penjualan produk pisang sale tersebut. Merek merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi penjualan dari produk-produk milik UMKM karena merek merupakan ujung tombaknya produk ketika produk bersaing di pasaran. Hal tersebut dikarenakan fungsi utama dari sebuah merek adalah agar konsumen dapat mencirikan suatu produk (baik itu barang maupun jasa) sehingga dapat dibedakan dari produk perusahaan lain yang serupa atau yang mirip yang dimiliki oleh pesaingnya.Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat Prioritas OKK ini, diperoeh kesimpulan bahwa perlunya ditingkatkan pemahaman akan arti penting merek, penggunaan merek secara benar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, serta pendaftaran merek sebagai startegi bisnis UMKM Sale Pisang RW 9 Desa Sayang. Tim telah melakukan sosialisasi dan peningkatan pemahaman tentang arti penting merek bagi bisnis, juga telah dilakukan pendampingan merek berupa konsultasi dan pengarahan bentuk merek yang sesuai dengan aturan/UU Merek yang berlaku, dan Tim telah melakukan pemberkasan pendaftaran merek âSetia Rasaâ kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
PEMBERDAYAAN KADER PKK DALAM USAHA PENYEBARLUASAN INFORMASI KESEHATAN DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Rodiah, Saleha;
Lusiana, Elnovani;
Agustine, Merryam
Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (299.486 KB)
Masalah kesehatan merupakan salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian khusus, dalam hal ini di wilayah Kecamatan Jatinangor, karena semua orang mempunyai hak untuk dapat hidup sehat. Beberapa persoalan yang mengemuka di Jatinangor adalah sarana dan pelayanan kesehatan yang tidak memadai di daerah pinggiran, kekurangan air saat kemarau dan adanya wilayah yang terkena banjir saat musim hujan yang dapat mempengaruhi kualitas    kesehatan masyarakat. Strategi promosi kesehatan untuk mengatasi persoalan yang terkait dengan kesehatan yaitu pemberdayaan atau empowerment, dengan masyarakat sebagai sasaran utama kegiatan promosi kesehatan. Untuk itu Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program studi Ilmu Perpustakaan turut serta dalam upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan partisipasi Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Metode pelaksanaannya terdiri dari : (1) Persiapan; (2) Pelaksanaan Diskusi Kelompok Terpusat (FGD); (3) Pelaksanaan Penyuluhan; dan (4) Monitoring dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya kesamaan persepsi para kader PKK mengenai upaya peningkatan derajat kesehatan melalui penyebarluasan informasi kesehatan dan penguatan partisipasinya. Dengan adanya kegiatan pemberdayaan kader PKK yang terstruktur dan komprehensif, dapat mendukung terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Jatinangor melalui penyebarluasan informasi kesehatan.
SRATEGI BELAJAR EFEKTIF BAGI PEMBELAJAR PEMULA BAHASA PERANCIS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI MODEL BABAKAN CIWARINGIN MAJALENGKA-CIREBON
Hasanah, Ferli;
Saefullah, Nurul Hikmayaty
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (453.318 KB)
Kegiatan PPM yang berjudul Strategi Belajar Efektif Bagi Pembelajar Pemula Bahasa Perancis Di Madrasah Aliyah Negeri Model Babakan Ciwaringin Majalengka-Cirebon bertujan untuk memberikan pengarahan dan pengetahuan mengenai stategi belajar efektif bahasa Perancis yang tepat bagi pembelajar pemula sehingga dapat meminimalisir berbagai kesalahan dalam proses belajar. Adapun kelompok Sasaran kegiatan ini yaitu siswa-siswa pembelajar pemula bahasa Perancis di MAN tersebut. Berkat antusiasme peserta, dukungan wali kelas dan kepala sekolah terhadap pelaksanaan kegiatan serta dana pendukung dari universitas kegiatan ini terlaksana dengan baik. Luaran dari kegiatan ini adalah dibuatnya modul Gramatika I dan draft artikel kegiatan PPMÂ