cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI GIZI BURUK PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Adistie, Fanny; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Lumbantobing, Valentina Belinda Malianti
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.838 KB)

Abstract

Gizi buruk pada balita merpakan permasalahan penting yang harus mendapat perhatian dari berbagai pihak karena dapat mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan anak. Terkait permasalahan gizi buruk diharapkan adanya kepekaan sosial supaya petugas kesehatan bisa dengan segera mengetahui adanya kasus gizi buruk berdasarkan laporan dan segera menindaklanjuti. Para kader kesehatan mempunyai peran penting terkait deteksi dini gizi buruk ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan kader kesehatan tentang deteksi dini gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif pada 177 kader yang berada di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran dengan teknik total sampling. Kuesioner yang digunakan mengacu pada Bagan Tatalaksana Gizi Buruk dari Kementerian Kesehatan RI yang diukur dengan skala Guttman. Hasil penelitian didapatkan bahwa 39% kader mempunyai pengetahuan yang baik, 54,2% kader mempunyai pengetahuan yang cukup dan 6,8% kader mempunyai pengetahuan yang kurang tentang deteksi dini gizi buruk. Merujuk hal tersebut, perlu diadakannya kerjasama dengan pihak Puskesmas untuk merancang suatu program kegiatan dengan tujuan untuk penguatan pendampingan kader kesehatan dalam deteksi dini gizi buruk.  Sehingga dapat meningkatkan kemampuan serta mewujudkan kemandirian kader dalam melakukan peran dan fungsinya dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
PERTAMBAHAN NILAI STRATEGIS MELALUI PENERAPAN KANDANG BERSIH SAPI PERAH DI KAMPUNG PASIR ANGLING LEMBANG Winantris, .
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.224 KB)

Abstract

Penduduk Kampung Pasir Angling sebgian besar  sebagai peternak dan petani. Mereka membuat kandang  sapi secara  tradisional. Kualitas kandang belum memenuhi syarat kebersihan.  Fases sapi belum dimanfaatkan secara optimal, mereka membuang fases ke sungai Cikapundung yang menjadi sumber pencemaran, dilain pihak air sungai Cikapundung adalah bahan baku air minum PDAM Kota Bandung. Peningkatan kandang tradisional menjadi kandang bersih dan ramah lingkungan adalah tujuan dari pengabdian kami. Telah dilakukan upgrade sebuah  kandang sapi dari kandang tradisional berlantai kayu, menjadi kandang bersih berlantai plsester dilengkapi dengan saluran pembuangan dan bak tampungan feses. Uprage kandang mampu meningkatkan kebersihan susu, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk buatan dan mengubah kebiasaan membuang limbah ternak ke Sungai Cikapundung menjadi bahan produktif  pupuk Kascing yang ramah lingkungan
MEDIA SOSIAL DAN KEGUNAANNYA BAGI REMAJA DI RW 07 DESA JATIMUKTI KECAMATAN JATINANGOR SUMEDANG Trulline, Putri
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.146 KB)

Abstract

Kegiatan Pengabdian Pada Masayarakat Priorotas OKK (PPMP OKK) ini berjudul Media dan Kegunaannya Bagi Remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang untuk.Kabupaten Sumedang merupakan kabupaten yang memiliki angka IPM cukup tinggi di Provinsi Jawa Barat, dengan Kecamatan Jatinangor sebagai pemegang angka IPM tertinggi di dalamnya. Data tersebut menunjukkan bahwa Kecamatan Jatinangor merupakan kecamatan dengan perolehan angka IPM tinggi di Jawa Barat. Perolehan nilai IPM sendiri mencakup 3 tiga bidang pembangunan manusia yang diangap paling mendasar, yaitu angka harapan hidup, pengetahuan, dan hidup layak. Remaja sebagai salah satu penggerak pembangunan, yang terterpa banyak informasi dari berbagai media, salah satunya adalah media sosial. Banyak informasi yang dapat diperoleh dengan mudah melalui internet, bahkan untuk informasi-informasi yang sebenarnya tidak baik atau dilarang untuk dikonsumsi oleh remaja. Tetapi kemudahan mengakses dan ketidaktahuan remaja akan penggunaan media yang baik dan benar menjadikan mereka tidak selektif dalam meneirma informasi dari media tersebut. Hal tersebut akan berpegaruh pada kualitas dan mutu dari remaja tersebut. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan dan pemahaman mengenai literasi media dan kegunaan media sosial, yang dapat diperoleh salah satunya melalui pelatihan tentang kegunaan media sosial di kalangan remaja RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor yang akan diadakan oleh tim Pengabdian Pada Masyarakat Priorotas (PPMP OKK) Fakultas Ilmu Komunikasi Fikom Unpad. Tujuan kegiatan pelatihan ini sendiri adalah untuk memberikan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan para remaja tentang media sosial dan kegunaannya. Sasaran utamanya adalah pelajar Remaja di Kecamatan Jatimukti Kabupaten Sumedang. Metode pendekatan yang digunakan dalam pelatihan  mencakup Ceramah dan tanya jawab, brainstorming dan diskusi, serta peragaan dan tindakan baik secara individu maupun kelompok. Hasilnya menunjukkan bahwa para remaja di RW 07 Desa Jatimukti Kecamatan Jatinangor mereka dapat memanfaatkan media sosial sebagai ajang promosi misalnya mereka menjadi seorang food blogger kemudian mereka melakukan posting foto makanan tersebut lalu melakukan review makanan tersebut dan memberikan rekomendasi kepada para followersnya maka dengan begitu semakin sering melakukan riview makanan tempat atau apapun dapat menjadi sarana promosi sehingga menghasilkan income bahkan merekomendasikan potensi alam yang ada di desa mereka sehingga lokasi tersebut menjadi salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi selain itu mereka dapat memanfaatkan media sosial ini untuk membantu orang tua dalam memasarkan hasil pertaniannya. 
OPTIMALISASI MANAJEMEN USAHA LEBAH MADU UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA Hapsari, Hepi
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1432.713 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.11878

Abstract

Kelompok Tani lebah madu Sunda Mukti di Manglayang Bandung baru dibentuk tahun 2014. Kelompok ini belum terampil dalam budidaya lebah madu, terkendala mahalnya biaya pelatihan, harga kotak lebah (stup) dan harga bibit (koloni lebah), serta peralatan yan terbatas. Kelompok ini juga belum tahu cara mengelola usahatani yang baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya lebah dan manajemen usaha.  Metode yang digunakan adalah pemberdayaan secara partisipatif, yang meliputi pelatihan, pendampingan, monitoring evaluasi, bantuan bahan dan alat.  Pelatihan meliputi :  (1) analisis ketersediaan pakan, (2) teknik budidaya lebah madu, (3) workshop pembuatan kotak lebah (stup), (4) manajemen koloni lebah, (5) pencatatan usaha dan dinamika kelompok. Bantuan bahan untuk membuat kotak lebah, bibit (koloni) lebah, pakan lebah, dan peralatan budidaya. Evaluasi dilakukan setelah pelatihan, selama pendampingan dan menjelang kegiatan pengabdian berakhir. Aspek yang dievaluasi meliputi : partisipasi, pengetahuan, keterampilan, dan pelaksanaan kegiatan.  Hasil kegiatan : (1) partisipasi petani 100 %, (2) pengetahuan dan keterampilan meningkat, (3) pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Pendapatan petani terkendala musim kering panjang (6 bulan) menyebabkan pakan lebah di alam berkurang dan produksi madu rendah. Petani mengganti dengan memberi pakan gula pasir hanya untuk mempertahankan koloni lebah, Pakan alami menurun menyebabkan hasil madu sedikit sehingga belum ada yang dapat dipasarkan. 
PENGEMBANGAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI DESA SINDANGKERTA KECAMATAN CIPATUJAH KABUPATEN TASIKMALAYA Saepudin, Encang
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.743 KB)

Abstract

ABSTRACTThis activity examines the development of the Community Library (TBM) In the village Sindangkerta Cipatujah District of Tasikmalaya regency. Method or Participatory Rural Appraisal Techniques and data collection through interviews, observation, focus group discussions, and literature study aims to determine the development of these activities Library community garden on the tasks and functions of public reading in improving learning skills in early childhood. The results show that the public reading in a village environment Sindangkerta serve as a source of learning early age children, resources for parents in fostering early childhood-education and recreational facilities for the community. Thus the public reading can serve as a learning tool for both kids an early age and the parents children-especially young housewife in expanding their knowledge.ABSTRAKKegiatan ini mengkaji tentang  Pengembangan  Taman Bacaan Masyarakat (Tbm) di Desa Sindangkerta Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya. Dengan  Metode atau Teknik  Participatory Rural Appraisal  dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, Focus Group Discussion, dan  studi pustaka kegiatan  ini bertujuan   mengetahui pengembangan taman bancaan masyarakat  mengenai tugas dan fungsi taman bacaan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan belajar pada anak usia dini. Hasil kajian  menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat yang ada di lingkungan desa Sindangkerta  berperan sebagai sumber belajar anak-anak usia dini,  sumber informasi bagi para orang tua dalam membina anak usia dini, dan  sarana rekreasi-edukasi bagi masyrakat. Dengan demikian  taman bacaan masyarakat   dapat berperan  sebagai sarana belajar baik bagi anak-anak usia dini maupun para orang tua anak-anak- terutama ibu rumah tangga muda dalam memperluas pengetahuan mereka 
Sosialisasi Nilai-nilai Kepahlawanan di Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Rahayu 06 Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung Adyawardhina, Rina; Nugrahanto, Widyo; Yuniadi, Agusmanon
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.06 KB)

Abstract

Nilai-nilai kepahlawanan menjadi penting bagi pengembangan karakter anak-anak di masa kini. Penanaman nilai-nilai kepahlawanan dalam pembentukan karakter anak masih minim dilakukan. Langkah ini berpengaruh terhadap pengetahuan dan kesan yang didapat anak-anak mengenai nilai-nilai kepahlawanan. Kegiatan Sosialisasi Nilai-nilai Kepahlawanan di Lingkungan Sekolah Dasar Negeri Rahayu 06 Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada peserta didik sebagai upaya pembentukan karakter sehingga makna nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sosialisasi dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan presentasi materi tentang nilai kepahlawanan dan penyelenggaraan lomba mengarang dengan mengambil tema nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sosialisasi yang dilakukan diperoleh gambaran bahwa pemahaman siswa kelas VI terhadap nilai kepahlawanan sudah cukup tinggi. Namun tetap harus dilakukan revitalisasi dan aktualisasi nilai-nilai kepahlawanan sehingga dapat diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.   
Penggunaan Demonstrasi plot untuk Mengubah Metode Aplikasi Pupuk Organik pada Lahan Pertanian Sayuran di Kota Ambon Hindersah, Reginawanti
Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.542 KB)

Abstract

Sayuran daun  adalah  pangan penting dalam  makanan sehari-hari masyarakat Kotamadya Ambon Maluku. Di musim hujan, sayuran menjadi penyebab inflasi. Ambon juga mengimpor sayuran  non daun dari beberapa kota di Jawa dan Sulawesi.  Salah satu  masalah produktivitas sayuran adalan supply pupuk anorganik yang tidak kontinyu dan harganya mahal.  Pemupukan organik dapat menjadi alternatif, saat ini petani sudah  menggunakan pupuk organik berupa kotoran ayam dengan cara ditaburkan. Metode ini diyakini tidak efisien dan kurang efekfif. Tujuan pertama  dari Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pemahaman petani terhadap fungsi pupuk.  Tujuan kedua adalah melaksanakan demonstrasi plot cara aplikasi pupuk organik yang benar di lahan pertanian  sayuran daun, dalam kerangka peningkatan produktivitasnya. Kegiatan Focus Group Discussion sebelum demonstrasi plot dilakukan di area pertanian sayuran Dusun Waiheru Desa Waiheru Kecamatan Baguala Kota Ambon untuk satu musim tanam di musim kemarau.  Dua perlakuan demonstrasi plot adalah aplikasi pupuk kotoran  di permukaan tanah setelah tanaman tumbuh; dan pupuk kotoran dicampur dengan tanah bagian atas sebelum tanam. FGD memberikan kejelasan bahwa petani cukup mengerti peran pupuk organik namun ketiadaan pupuk organik kadang-kadang menghambat aplikasi yang tepat waktu. Sebagian besar petani juga tidak berminat membuat pupuk organik sendiri. Demplot di pertanaman sawi hijau (Brassica rapa L.), kangkung (Ipomoea aquatica L.) dan bayam (Amaranthus sp.) memperlihatkan bahwa pencampuran bahan organik dengan tanah dapat  meningkatkan hasil sayuran dibandingkan dengan penaburan bahan organik di permukaan tanah.Kata kunci: Ambon, Demonstrasi Plot, Pupuk Organik, Sayuran Daun.
PENCEGAHAN PENULARAN ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT) DAN PERAWATANNYA PADA BALITA DIRUMAH DI KABUPATEN PANGANDARAN Mardiah, Wiwi
Dharmakarya Vol 6, No 4 (2017): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.734 KB)

Abstract

Upaya Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit ISPA (P2ISPA) merupakan hal yang sangat penting karena penyakit ini mudah menular dan dapat menyebabkan kematian. Menurut WHO tahun 2012, sebesar 78% balita yang berkunjung ke pelayanan kesehatan adalah akibat ISPA. Hal-hal yang bisa terjadi antara lain perdarahan paru-paru, gagal napas akut (acute respiratory distress syndrome/ARDS), hingga kematian, sebelum hal ini terjadi maka diperlukan upaya pencegahan penularan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) dan Perawatannya pada Balita di Rumah. Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan orang tua dan kader kesehatan tentang ISPA, mengidentifikasi kejadian ISPA  dan mengidentifikasi target capaian imunisasi pentabio di kabupaten Pangandaran. Metoda yang digunakan dalam PKM ini adalah penyuluhan dan Focus Grouf Discustion(FGD) serta pengkajian data data tentang ISPA di Puskesmas Cikambulan Pangandaran, Data dianalisis dari pre dan post tes penyuluhan,serta hasil FGD di dapatkan beberapa masalah dan penyelesaiannya. Peserta penyuluhan sebanyak 41 orang terdiri dari petugas puskesmas, kader dan orang tua balita pasien anak dengan ISPA yang berkunjung ke poli MTBS Puskesmas Pangandaran. Hasil pelaksanaan PKM yang telah lakukan berdasarkan output PKM yaitu teridenfifikasi pengetahuan petugas kesehatan puskesmas,  kader kesehatan, orangtua pasien balita tentang ISPA melalui hasil pre test rata rata 85,2 dan post test rata-rata 88,71. Hasil FGD dengan kader kesehatan dan petugas kesehatan Puskesmas Pangandaran didapatkan beberapa metode pencegahan dan perawatan balita dengan ISPA di rumah yaitu pengunaan tanaman obat tradisional digunakan secara turun temurun untuk mengatasi batuk pilek dan penurunan daya tahan tubuh, melakukan kebiasaan hidup sehat seperti selalu mencuci tangan setelah merawat pasien ISPA, mengunakan masker saat terkena ISPA serta mendeteksi gejala ISPA sejak dini. Adapun angka kejadian ISPA  pada Balita terutama yang non pneumoni setiap bulannya berpariasi dari 40-87 kasus (10,2%-52,5%) rata-rata 63 kasus per bulan. sedangkan capaian imunisasi pentabio tercapai 80-90%. Simpulan dan saran; Berdasarkan hasil PKM tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kasus ISPA terutama non pneumoni  masih tinggi sedangkan pengetahuan pencegahan penularan ISPA (Infeksi Saluran  Pernafasan Akut) perawatannya pada balita dirumah di Kabupaten Pangandaran sudah cukup baik sehingga saran yang dapat diberikan adalah mempertahankan dengan terus memeliharan kesehatan dan selalu melakukan deteksi dini ISPA pada kader kesehatan  dan orangtua balita dilakukan secara rutin.   
CERDAS DAN BIJAK DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DI TENGAH ERA LITERASI DAN INFORMASI DI KECAMATAN CILAKU KABUPATEN CIANJUR PROPINSI JAWA BARAT Mauludin, Mochamad Ali
Dharmakarya Vol 6, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.988 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi saat ini di sangatlah pesat, teknologi komunikasi yang diiringi dengan kehadiran media massa dan media sosial juga telah memberi banyak perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Literasi informasi diterima oleh masyarakat sebagai keterampilan yang penting untuk dikuasai selain kemampuan teknologi informasi. Di era di mana informasi serba mudah didapat dan serba melimpah, maka keterampilan tersebut menjadi kemampuan mendasar yang diperlukan untuk membantu dalam menyelesaikan permasalahannya atau menyelesaikan tugas-tugasnya dengan memanfaatkan informasi secara etis dan efisien. Kemampuan mendasar ini idealnya menjadi modal yang dimiliki oleh masing-masing individu untuk melaksanakan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi pada berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan ataupun desa. Hasil Penerapan PKM ini menunjukkan bahwa Kepala Desa, penggerak PKK dan Perangkat Kecamatan sebagian besar sudah mulai terbiasa dalam penggunaan media sosial serta cerdas dan bijak dalam literasi informasi untuk pengembangan masyarakat di desa atau kecamatan.
PENGGUNAAN Lemna sp SEBAGAI PAKAN DALAM BUDIDAYA IKAN GURAME (Osphronemus gourami Lac.) DI KABUPATEN PANGANDARAN Andriani, Yuli -; -, Iskandar; zidni, Irfan
Dharmakarya Vol 7, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.424 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i1.14656

Abstract

Ikan gurame (Osphronemus gouramy Lac.) merupakan jenis ikan unggulan Jawa Barat yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Salah satu kelompok yang melakukan pembudidayaan ikan gurame adalah Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Selain sebagai mata pencaharian melalui budidaya ikan secara umum, kelompok ini bermaksud mengembangkan ikan gurame sebagai komoditas unggulan daerah. Salah satu alternatif penyediaan pakan hijauan untuk ikan gurame adalah Lemna sp. Lemna sp adalah tanaman air yang berukuran kecil yang mengapung di atas air dan berpotensi sebagai pakan segar ataupun bahan pakan karena memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan protein berkisar 10–45 %, serat 7-14%, karbohidrat 35%, lemak 3-7%, dan kandungan vitamin dan mineral yang cukup tinggi. Tanaman air ini memiliki produktivitas yang tinggi. Dalam kondisi optimal jenis tumbuhan ini dapat menggandakan biomassanya hanya dalam waktu dua hari.  Produksi Lemna sp. dapat mencapai hingga 30 ton berat kering/ha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilam para petani ikan tentang cara membudidayakan Lemna sp sebagai sumber pakan hijauan sehingga diharapkan dan meningkatkan produksi ikan gurame di Kelompok pembudidaya ikan gurame Kawungsari di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue