cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
SOSIALISASI COOKIES SORGUM SEBAGAI CEMILAN SEHAT DI DESA SAYANG JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Wulandari, Endah
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1308.292 KB)

Abstract

Pada saat ini, kebutuhan tepung terigu terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini menyebabkan meningkatnya laju impor gandum sehingga meningkatkan devisa negara untuk mengimpor gandum. Tepung terigu adalah salah satu bahan pangan paling penting di Eropa dan Amerika Utara, dan merupakan bahan utama dalam pembuatan roti, kue, dan pastry (Wikipedia, 2008). Pembuatan cookies dari tepung sorgum adalah salah satu usaha untuk mengurangi penggunaan gandum di Indonesia (Ahza, 1983).PPM Prioritas OKK akan dilaksanakan di desa sayang RW 01 Jatinangor yang dilaksanakan selama 6 bulan bertujuan untuk mensosialisasikan hasil-hasil penelitian di program studi teknologi pangan yang berbasiskan sorgum. Hal ini bertujuan untuk mensosialisakan pada masyarakat terutama di desa sayang tentang pentingnya diversifikasi produk pangan. Kegiatan yang dilakukan berupa ceramah dan demo produk pangan berbasis sorgum.yang dilakukan selama 3 kali yaitu pada bulan september hingga novemver 2017.Hasil proses pengabdian masyarakat memberikan respon yang baik, dimana aparat desa sayang dan RW 01 serta ibu PKK RW 01 baik dan mendukung kegiatan dengan batuan perijinan penggunaan fasilitas RW 01 desa sayang. Hasil evaluasi sosialisasi produk pangan berbasis sorgum pun  baik dengan persentase kesukaan terhadap produk sebesar 84%
WORKSHOP PEMASARAN ONLINE PRODUK INDUSTRI KEREATIF MELALUI MEDIA SOSIAL DI KECAMATAN CIKALONG KABUPATEN TASIKMALAYA Prijana, -; Komariah, Neneng; Koswara, Iwan; Yanto, Andri
Dharmakarya Vol 6, No 3 (2017): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.078 KB)

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian kami dalam Hibah PUPT Tahun 2017 yang berjudul “Eksplorasi Model Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Jaringan Informasi Komunitas Industri Kreatif Dalam Mengatasi Kemiskinan” menunjukkan hasil bahwa belum optimalnya kegiatan promosi produk yang para pelaku industri kreatif terutama usaha kuliner. Oleh karena itu, kami berupaya untuk memberikan peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mempromosikan produk yang mereka miliki. Tim kami memberikan pelatihan kepada 17 orang peserta terkait bagaimana mempromosikan produk industri kreatif kuliner berbasis online menggunakan media sosial yang sangat mudah digunakan dengan investasi yang tidak besar namun memiliki dampak yang luas. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan malasah tersebut adalah melalui pelatihan dan pendampingan bagaimana melakukan promosi produk melalui media sosial. Hasil dari kegiatan adalah adanya peningkatan pemahaman tentang pentingnya promosi dalam kegiatan industri kretif kuliner serta dampak dari adanya promosi menggunakan media sosial terutama menggunakan media facebook, serta para peserta dapat mempraktikkan dan membuat media promosi produk melalui facebook sebagai bagian dari kemampuan dan keterampilan praktis tentang promosi melalui media sosial dengan menggunakan perangkat telepon pintar yang terkoneksi internet dari para pelaku usaha disertai dengan bentuk pengemasan produk untuk dimuat di media sosial.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MANAJEMEN PEMASARAN COFFEE SHOP DAN NILAI TAMBAH PANGAN BERBAHAN BAKU KOPI DI KOPERASI PRODUSEN KOPI MARGAMULYA (KPKM) Tuti Karyani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.17 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19496

Abstract

Saat ini bisnis warung kopi bermunculan di mana-mana karena  pemintaan dan kebiasaaan  ngopi di kafe/warung kopi untuk berkumpul bersama teman-teman , keluarga maupun sekedar gaya hidup sedang melanda negerii ini untuk semua kalangan  terutama  anak mudanya . Untuk  menangkap peluang ini maka Koperasi Produsen Kopi Margamulya (KPKM) membuka unit bisnis warung kopi (kafe) dengan nama Warung Kopi Gunung Tilu. Selain itu dengan dibukanya unit usaha warung kopi terbuka bagi ibu-ibu petani kopi untuk menitipkan produk turunan dari kopi baik makanan maupn non makanan .  Oleh karena itu dirasakan perlu pelatihan manajemen pemasarann warung kopi agar kafe bisa bersaing dan berkelanjutan, Demikian juga perlu pelatihan untuk ibu-ibu tani mengenai peningkatan  nilai tambah  produk kopi .  Metode yang dilakukan adalah pemberdayaan partisipatif, yang meliputi pelatihan, mentoring, monitoring  dan evaluasi  dengan  sasarannya adalah  pengelola Warung kopi (kafe) Gunung Tilu dan ibu-ibu tani  dan remaja putri petani kopi . Langkah pertama   dilakukan penelusuran informasi untuk kegiatan yang akan dibuat seperti perlunya peningkatan  nilai tambah dari kopi.serta pengelolaan warung kopi berunsur edukasi. Selanjutnya beberapa kali diberikan materi dan pelatihan keterampilan peningkatan nilai tambah yang mendatangkan nara sumber selain dari dosen dan mahasiswa  serta pemberian pengetahuan tentang penggunaan media social (medso) sebagai fasilitas untuk promosi dan materi mengenai pembuatan poster berunsur edukasi. Hasil evaluasi menunjukan pelatihan dinilai efektif karena pengetahuan, sikap dan keterampilan peserta meningkat.   
PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL DAN PELATIHAN MANAJEMEN USAHA BAGI PENGRAJIN KAIN TENUN TRADISIONAL DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON PROVINSI SULAWESI TENGGARA Ansar Suherman; Sry Mayunita; Mahyudin Mahyudin
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19062

Abstract

ABSTRACT. Small and medium enterprises, including home industries in regions in Indonesia, experience almost the same problems, namely low productivity, one of which is caused by business management that is still very traditional and the absence of use or use of information and communication technology to support goods promotion activities or services produced. The problem encountered by partners in this program is that the business management carried out is still very simple, does not have a good and neat bookkeeping system, so that profits and losses cannot be detected properly, and the marketing network that is owned is very limited, and does not have the ability to use technology Information as a media for promotion and marketing. Business management training and training in the use of information and communication technology in the form of using social media by maximizing social networks is expected to increase turnover or productivity levels of partners. With the aim of this activity, can provide solutions in the form of the ability to make bookkeeping, technical ability to get business assistance from other parties, and the motivation. Keyword: Social Media, Business Management, Traditional Woven Fabrics. ABSTRAK. Usaha kecil menengah termasuk industri rumah tangga yang terdapat di daerah-daerah di Indonesia mengalami permasalahn yang hampir sama yakni rendahnya produktifitas yang salah satunya disebabkan oleh manajemen usaha yang masih sangat tradisional dan belum adanya pemanfaatan atau penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan promosi barang atau jasa yang dihasilkan. Permasalahan yang ditemui di pada UKM yang menjadi mitra dalam program ini adalah Manajemen usaha yang dijalankan masih sangat sederhana, belum memiliki sistem pembukuan yang baik dan rapi, sehingga keuntungan maupun kerugian tidak dapat terdeteksi dengan baik, dan jaringan pemasaran yang dimiliki sangat terbatas, serta belum memiliki kemampuan penggunaan Teknologi Informasi sebagai media promosi dan pemasaran. Pelatihan manajemen usaha dan pelatihan pemanfaatan tekonologi informasi dan komunikasi berupa pemanfaatan media sosial dengan memaksimalkan jejaring-jejaring sosial diharapkan mampu meningkatkan omset atau tingkat produktifitas para mitra. Dengan tujuan kegiatan ini, dapat memberikan solusi berupa kemampuan membuat pembukuan, kemampuan teknis mendapatkan bantuan usaha dari pihak lain, dan adanya motivasi berusaha. Kata kunci: Media Sosial, Manajemen Usaha, Kain Tenun Tradisional.
PELATIHAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SECARA MANUAL DAN DIGITAL UNTUK START UP COMPANY Citra Sukmadilaga; Sudrajat sudrajat; Uswatun Khasanah; Tri Utami Lestari; Meita candra devi; Ardian Ardian
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.485 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19951

Abstract

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan bentuk usaha terkecil dalam dunia usaha. Bentuk ini bisa dilakukan perorangan atau berbadan hukum. Secara ketentuan perpajakan, yang dikatakan sebagai UMKM adalah usaha yang telah berjalan dan memiliki omzet setahun dibawah Rp 4,8M. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi UMKM saat ini terkait dengan pengelolaan dan pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan gambaran kinerja UMKM pada stakeholder. DILO (Digital Innovative Lounge) merupakan suatu badan yang dibentuk oleh TELKOM untuk mewadahi para start uplokal untuk lebih siap berkompetisi di dunia usaha. Anggota DILO merupakan start upmurni yang memiliki kompetensi di bidang Teknologi Informasi (web, game maker, pembuat font, pembuat aplikasi) dan komunitas lainnya. Melihat kondisi tersebut maka dirasakan perlu untuk melakukan pendampingan dan pelatihan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan pada UMKM di Bandung terutama untuk UMKM yang bergerak dibidang digital. Pelatihan ini mendasarkan pada Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Mikro, Kecil dan Menengah yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan berlaku efektik mulai Januari 2018
Pembentukan Konselor Teman Sebaya dalam upaya preventif perilaku kekerasan pada remaja di SMP negeri 1 Pangandaran Nur Oktavia Hidayati; Mamat Lukman; Aat Sriati; Efri Widianti; Habsyah Safaridah Agustina
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.548 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14861

Abstract

Remaja adalah kelompok beresiko mengalami masalah kesehatan, sesuai tahap perkembangannya, remaja berada pada masa transisi, pencarian identitas diri. Perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah remaja yang menjadi fenomena akhir-akhir ini, seperti halnya tawuran, pendurungan (bullying) yang apabila tidak tertangani dengan akan membahayakan masa depan remaja sebagai generasi penerus bangsa. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah membentuk konselor teman sebaya yang diharapkan nantinya mempunyai peran bagi teman sebayanya dalam membantu memberikan alternatif pemecahan masalah remaja khususnya dilingkugan sekolah dan sekitarnya pada umumnya. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan bagaimana mempersiapkan siswa untuk menjadi konselor sebaya bagi teman-teman sebayanya. Luaran yang dihasilkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa dalam permasalahan remaja serta terbentuknya konselor teman sebaya. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 siswa perwakilan dari setiap kelasnya. Hasil kegiatan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan siswa dalam memahami materi dan terbentuknya 11 konselor sebaya. Melalui program pembentukan konselor sebaya ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi permasalahan remaja yang terjadi di lingkugan sekolah ataupun sekitarnya.  
PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH SEBAGAI PENYEDIA PROTEIN HEWANI MELALUI BUDIDAYA LELE KOLAM TERPAL DI DESA CIPACING, JATINANGOR, SUMEDANG, JAWA BARAT Irfan Zidni; Yuli Andriani; Zahidah Hasan; Setiawan BSN
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.214 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.20010

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan kegiatan perikanan bertujuan untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah warga sebagai upaya penyediaan protein hewani melalui budidaya ikan pada kolam terpal. Program ini dilaksanakan selama 3 bulan sejak September hingga November 2018 bertempat di Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Metode yang dilakukan pada program ini meliputi : survei dan observasi lapangan, sosialisasi, penyuluhan, pembuatan instalasi kolam terpal, dan pedampingan. Jenis ikan air tawar yang dibudidayakan pada kolam terpal yaitu benih ikan lele ukuran 5-7 cm sebanyak 100 ekor/kolam terpal dengan jumlah total kolam terpal di Desa Cipacing sebanyak 15 buaH. Hasil survei dan observasi lapangan menunjukkan bahwa Desa Cipacing memiliki potensi lahan pekarangan yang luas yang dapat dioptimalisasikan untuk kegiatan perikanan serta memiliki sumber daya manusia yang baik untuk melakukan kegiatan perikanan. Kelompok masyarakat yang menjadi sasaran adalah para pengurus karang taruna dan pengurus RW di Desa Cipacing. Tahap pertama masyarakat diberikan penyuluhan mengenai teknik budidaya ikan lele dan pemasangan kolam terpal. Selanjutnya dilakukan pendampingan proses pemeliharaan ikan termasuk kegiatan pemberikan pakan, serta pengelolaan kualitas air secara baik dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Desa Cipacing dapat memproduksi ikan lele skala berkelanjutan dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani untuk skala rumah tangga.
PENDIDIKAN LITERASI LINGKUNGAN SEBAGAI PENUNJANG DESA WISATA AGRO KECAMATAN PADAHERANG KABUPATEN PANGANDARAN Neneng Komariah; Pawit M Yusup; Encang Saepudin; Saleha Rodiah
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.648 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14781

Abstract

ABSTRACT Paledah Village, Padaherang District Pangandaran Regency is one of the villages being developed into an agro tourism village. Therefore, environmental maintenance efforts need to be done by all levels of society, because the natural environment which still original and distinctive is an asset for the tourist village. One effort that can be done is   environmental literacy education that can be given to all levels of society including children. It will make the children   understand the importance of environmental maintenance early on. The target audience of this PKM activities are teachers of PAUD and Posyandu cadres in Padaherang Sub-district. They will become facilitators of environmental literacy education and environmental preservation models for children and communities in their respective areas. This PKM activity aims to provide knowledge insight and create awareness on posyandu cadres and PAUD teachers about the importance of environmental literacy education and become human literate environment. The method used in the form of counseling covering three main topics are   environment and village tourism, environmental literacy education for children, and  environmental health. Based on the post-test and monitoring and evaluation that have been done, it can be seen that the   participants have understood the importance of environmental maintenance. PAUD teachers have conducted environmental literacy education on their students, and posyandu cadres have spread their knowledge in their respective working areas.ABSTRAKDesa Paledah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu desa yang sedang dikembangkan menjadi desa wisata agro. Oleh karena itu upaya pemeliharaan lingkungan perlu dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, karena lingkungan alam yang masih asli dan khas merupakan asset bagi desa wisata. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan pendidikan literasi lingkungan yang dapat diberikan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk anak-anak, agar mereka  memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan sejak dini. Khalayak sasaran kegiatan PKM ini adalah guru-guru PAUD dan para kader Posyandu di Kecamatan Padaherang, agar mereka menjadi fasilitator pendidikan literasi lingkungan dan model pemelihara lingkungan bagi anak-anak dan komunitas yang ada di wilayahnya masing-masing. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan wawasan pengetahuan dan menciptakan kesadaran pada para kader posyandu dan guru-guru PAUD  tentang pentingnya  pendidikan literasi lingkungan dan menjadi manusia yang literat lingkungan.  Metode yang digunakan berupa penyuluhan yang meliputi tiga topik utama, yaitu: tentang lingkungan dan desa wisata,  pendidikan literasi lingkungan untuk anak, dan  tentang kesehatan lingkungan. Berdasarkan post-test serta monitoring dan evaluasi yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa  peserta penyuluhan telah memahami pentingnya pemeliharaan lingkungan. Para guru PAUD telah melakukan pendidikan literasi lingkungan  pada anak didiknya, dan para kader posyandu telah menyebarkan pengetahuannya di wilayah kerjanya masing-masing.     
MENGGALI KREATIVITAS REMAJA MELALUI PELATIHAN PROMOSI FILM INDIE DI DESA KRAMATMULYA, SOREANG, KABUPATEN BANDUNG Rangga Saptya Mohamad Permana; Lilis Puspitasari; Sri Seti Indriani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.486 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.18170

Abstract

 ABSTRAKDi Indonesia, konsep film indie adalah film-film yang tidak diproduksi oleh rumah produksi besar dan film yang mengeksprsikan idealisme pembuatnya tanpa tekanan dari pihak manapun. Film-film pendek yang dibuat atas dasar hobi dan kecintaan khalayak pada dunia film juga termasuk ke dalam film indie. Terkait dengan hal tersebut, sebagian besar remaja di Desa Kramatmulya, Soreang, Kabupaten Bandung, telah memiliki akses pengetahuan dalam bidang produksi film-film pendek. Para remaja yang pada umumnya berusia antara 17-19 tahun ini telah memiliki pengalaman memproduksi film, mulai dari tahap pra-produksi sampai tahap post-produksi. Hanya saja, mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup mengenai sistem dan model promosi film indie. Tujuan dari dilaksanakannya program pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan mengenai promosi film indie kepada para remaja tersebut, serta memotivasi mereka, agar kelak ketika mereka ingin mencoba untuk memperkenalkan hasil karya mereka pada khalayak, mereka telah memiliki bekal pengetahuan untuk melakukannya melalui media promosi yang tepat. Metode-metode yang digunakan dalam pelatihan ini antara lain metode komunikasi bermedia (audio-visual), metode ceramah, metode interaktif, metode pre-test dan post-test, metode simulasi, serta metode ice breaking. Hasil yang dicapai setelah pelatihan ini dilaksanakan adalah para peserta menjadi memiliki pemahaman yang lebih baik megenai model, teknik dan pemilihan media promosi film indie serta memiliki keinginan dan motivasi untuk dapat memperkenalkan sampai mempromosikan film-film pendek yang telah mereka hasilkan. Kata Kunci: Kreativitas; Promosi; Film; IndieABSTRACTIn Indonesia, indie films are not produced by large production houses. These films express the idealism of the maker without any pressure from others. Short films made on the basis of hobbies and society’s passion of films are also included in indie films. Related to that, most teenagers aged 17-19 years old in Kramatmulya Village, Soreang, Bandung Regency, have had access to knowledge in the field of short films productions. The teenagers have experienced in producing films, from the pre-production stage to the post-production stage. It's just that, they don't have enough knowledge about indie film promotion systems and models. The purpose of this training program was to provide knowledge about indie film promotion to the teenagers, and motivate them, so that later when they want to try to introduce their work to the public, they will have knowledge to do it through the right promotional media. The methods used in this training include media communication methods (audio-visual), lecture methods, interactive methods, pre-test and post-test methods, simulation methods, and ice breaking methods. The results achieved after this training was to have the participants a better understanding of the models, techniques and selection of indie film promotion media the desire and motivation to be able to introduce and promote their short films. Keywords: Creativity; Promotion; Film; Indie
PROGRAM PEMBERDAYAAN KELUARGA MISKIN UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DESA KARAMAT MULYA MELALUI PENGUATAN KELOMPOK USAHA BERSAMA DINAS SOSIAL JAWA BARAT Iis kurnia Kurnia Nurhayati
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.603 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.18656

Abstract

Salah satu daerah di Jawa Barat yang merupakan bagian dari daerah dengan penyandang masalah kesejahteraan sosial adalah Desa Karamat Mulya di Soreang Kabupaten Bandung.Hal ini yang ditemui bahwa masyarakat di Desa Karamat Mulya Soreang Kabupaten Bandung sebelum mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat kehidupan ekonomi masyarakat cukup memprihatinkan, karena penghasilan yang diperoleh di bawah kecukupan. Untuk menanggulangi kemiskinan, pemerintah telah menggulirkan berbagai bantuan atau insentif berupa dana maupun program. Melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE) bagi kaum miskin merupakan salah satu program yang dikembangkan pemerintah melalui dinas sosial.Melalui KUBE diharapkan masyarakat miskin dapat mengembangkan potensinya sehingga dapat meningkatkan taraf hidup keluarga. Untuk mengatasi soal kemiskinan, tidak bisa lagi dilakukan secara perorangan atau hanya sekedar pertolongan sesaat, tapi harus sistematik dan berkesinambungan. Untuk itu diperlukan komitmen yang tulus dan tindakan kolektif dari semua pihak pemerintahan, kalangan swasta, akademisi dan masyarakat miskin itu sendiri. Pendekatannya pun harus bersifat holistik.Salah satu Tridharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian pada masyarakat. Oleh karena itulah, tim dosen dari Fakultas Komunikasi dan Bisnis dan Fakultas Industri Kreatif Telkom University berkomitmen dan bertindak  dengan tulus untuk untuk mengatasi soal kemiskinan di Indonesia khususnya di Jawa Barat dengan memberikan pelatihan dan pemberian teknologi tepat guna untuk masyarakat sasar di Desa Karamat Mulya Soreang.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue