cover
Contact Name
Santosa Kusumah
Contact Email
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
santosa.kusumah@unpad.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat
ISSN : 23028955     EISSN : 26142392     DOI : -
Jurnal Dharmakarya terbit 4 (empat) kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : -
Articles 798 Documents
UPAYA MEMBANGUN JATI DIRI SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI KAJIAN KOMPARASI DONGENG INDONESIA DAN JERMAN Dian Indira; Kamelia Gantrisia
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.405 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.16735

Abstract

Pada umumnya para siswa sekolah dasar sudah diperkenalkan dengan bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pengenalan lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  khalayak sasaran adalah siswa  SD Cikeruh 2 Kecamatan Jatinangor.  Bahasa Jerman merupakan bahasa yang tidak pernah dikenal para siswa.  Oleh karena itu, kepada para siswa terlebih dahulu diperkenalkan secara singkat tentang negara dan  masyarakat Jerman, sebelum  para siswa menyaksikan penayangan video  tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman. Metode yang dilakukan adalah metode ceramah, menyimak tayangan video, diskusi, dan diakhiri dengan evaluasi  berupa tes tulis. Melalui kegiatan tersebut wawasan para siswa bertambah tentang bahasa dan budaya Jerman.  Selain itu, dengan mengajak para siswa melihat video tentang lagu dan dongeng berbahasa Jerman,  mereka dapat mengkomparasinya dengan lagu dan dongeng Indonesia yang telah mereka kenali. Dengan mengetahui bahwa lagu dan dongeng dari Indonesia tidak kalah dengan lagu dan dongeng dari Jerman, diharapkan terbina kebanggaan para siswa dalam rangka membangun  jati diri bangsa. 
PEMBUATAN BRIKET DARI LIMBAH BAMBU DENGAN MEMAKAI ADHESIVE PET PLASTIK DI DESA CILAYUNG, JATINANGOR Iwan Hastiawan
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.883 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19347

Abstract

PKM bertujuan ini adalah memanfaatkan limbah biomassa bamboo, sisa kerajinan rakyat sebagai bahan baku pembuatan briket. Percobaan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu: pengecilan ukuran limbah bambu dan plastic polyethylene terephthalate(PET); karbonisasi ; pencampuran serbuk arang limbah bambu, PET, dan tepung kanji; pembriketan, pemanasan,dan pengujian kualitas briket. Proses karbonisasi limbah bambu dilakukan pada suhu 450°C selama 30 menit, rasio pencampuran serbuk arang limbah bambu dan PET 90:10(%b/b) serta tepung kanji sebanyak7%.Pembriketan dilakukan pada7 MPa. Briket yang dihasilkan  ditentukan kualitasnya dengan menentukan parameter kadar air, volatile matter, kadar abu, dan nilai kalor.Briket yang dihasilkan memiliki nilai kalor, kadar air, kadar abu, dan kadar volatile matter berturut-turut sebesar 6221,98 kkal/kg, 4,74%, 5%, dan 9%.Nilai-nilai kualitas briket tersebut sudah sesuai dengan Standar Kualitas Briket Arang Kayu (SNI 1-6235-2000 ).
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI MASYARAKAT: STUDI PENDAHULUAN PADA MASYARAKAT DI DESA HEGARMANAH, JATINANGOR, SUMEDANG Rimadani Pratiwi; Febrina Amelia Saputri; Rina Fajri Nuwarda
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.862 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.19295

Abstract

Banyak masyarakat yang menggunakan obat tradisional baik untuk pengobatan maupun perawatan. Secara umum, obat tradisional yang dikenal masyarakat adalah jamu. Dalam perkembangannya, ada produsen yang menambahkan bahan kimia obat (BKO) ke dalam jamu. Penelitian ini dilakukan sebagai studi pendahuluan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penggunaan obat tradisional di masyarakat. Data diperoleh dari 34 responden dan hasilnya menunjukkan bahwa 88,2% masyarakat mengenal jamu, 29,4% mengetahui obat herbal terstandar dan hanya 3% yang mengetahui fitofarmaka. Walaupun mayoritas masyarakat mengenal jamu, hanya 17,6% yang mengetahui kalo ada jamu yang ditambahkan BKO. Hasil ini dapat berkorelasi dengan dengan tingkat penggunaan obat tradisional di masyarakat, karena hanya 20,5% yang mengkonsumsi jamu. Hasil studi pendahuluan ini menunjukkan bahwa perlunya pemerataan dan penyampaian informasi secara langsung kepada masyarakat agar masyarakat dapat lebih memahami dan berhati-hati. Kata kunci: obat tradisional, jamu, bahan kimia obat, kuisioner
INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PERAWATAN PASIEN ISPA PADA BALITA DI RUMAH DI KABUPATEN BANDUNG Wiwi Mardiah
Dharmakarya Vol 7, No 4 (2018): Desember
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.517 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i4.19766

Abstract

Penularan influenza pada Balita seringkali terjadi.Dampak yang yang paling dirasakan adalah sesak nafas, pilek, demam, kelelahan dan kelemahan sehingga balita berkurangaktifitasnya padahal proses tumbuh kembang pada balitas sangatlah penting. Jika tidak segera ditangani dengan benar dapat menyebabkan penyakit lainnya seperti Otitis media, faringitis, pneumonia dan penyakit infeksi lainnya.Virus flu sangat mudah menular, termasuk dari cipratan cairan penderita, saat berbicara.Untuk mencegah penularan, ada vaksin tiga jenis virus utama flu yang formulanya berganti tiap tahun untuk menghindari risiko virus kebal pada vaksin. Cara lain yang utama adalah menjaga daya tahan tubuh lewat perilaku hidup sehat, termasuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan cukup istirahat.Tujuan PKM ini memberikan Intervensi Keperawatan Dalam Perawatan Pasien Ispa Pada Balita Di Rumah Di Kabupaten Bandung.Metode Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Partisipasi kader desa   Jayamekar, penyuluhan, pendampingan, diskusi dengan kader dan petugas kesehatan Puskesmas Jayamekar serta sosialisasi dengan mahasiswa. Metode yang di gunakan diawali dengan pendataan Pasien Balita dengan ISPA di Puskesmas Jayamekar kemudian di lakukan penyuluhan pada kader di Desa Jayamekar setelah itu dipilih beberapa kader untuk mendampingi mahasiswa untuk melakukan kunjungan pasien ke rumah pasien balita mengalami ISPA, kemudian dilanjutkan dengan pengkajian, intervensi  dan implementasi yang telah dilakukan orang tua balita dengan ISPA.Selanjutnya data di analisis berdasarkan form yang telah disiapkan saat kunjungan pasien balita dengan ISPA serta diskusi tentang pencegahan dan perawatan balita dengan orang tua pasien balita ISPA di rumah di Desa Jayamekar Kabupaten Bandung Barat.Hasil Pengabdian Pada Masyarakat ini  ditemukan sebanyak 34 balita yang mengalami ISPA pada hasil kunjungan rumah, sebagian besar Balita mengalami ISPA karena penularan dari Keluarga, Tipe keluarga yang ditemukan berpariasi, dan lingkungan tempat tinggal cukup padat. Tindakan yang dilakukan keluarga saat Balita mengalami ISPA selama sehari adalah merawatnya dirumah sebanyak 70% yang dilanjutkan intervensinya dibawa ke Puskesmas bila ISPA sudah lebih dari dua hari. Beberapa intervensi dan Implementasi saat ISPA adalah memberi ASI 80%, memberi makanan berupa jus buah buahan, bubur nasi,  mengompres jika demam, memberi obat yang se berikan oleh pihak Puskesmas. Capaian Imunisasi ISPA di desa Jayamekar 84%. Beberapa pengobatan tradisional juga di lakukan orang tua balita saat ISPA seperti mengkonsumsi jeruk nipis dan air daun saga.Simpulan dan saran, tingginya Balita yang mengalami ISPA di Desa Jayamekar karena beberapa intervensi pencegahan yang belum dilakukan para penderita ISPA terutama orangtua balita. Seharusnya menggunakan masker, tidak bersin dekat balita dan memberikan nutrisi yang bida menunjang daya tahan tubuh balita saat ISPA. Beberapa intervensi sudah sesuai dengan asuhan keperawatan tetapi masih ada yang belum di lakukan intervensi yang baik terutama untuk pencegahan ISPA. Perlu dilakukan telaahan terhadap obat tradisional yang sering digunakan untuk mengatasi batuk pilek yang merpakan bagian dari ISPA
PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGOLONGAN, CARA PENGGUNAAN DAN PENYIMPANAN OBAT SERTA PENGENALAN OBAT TRADISIONAL BUAT PENYAKIT DIABETES DI SMU MUHAMMADIYAH PANGANDARAN Arif Budiman
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.271 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14845

Abstract

Peningkatan pemahaman dan penanganan obat-obatan yang baik di kalangan remaja merupakan bekal awal dalam terwujudnya program pemerintah Primary Health Care (PHC) untuk Indonesia sehat di tahun 2020. Diabetes Melitus sebagai penyakit degeneratif yang prevalensinya semakin meningkat sejak tahun 2010 dapat dimaksimalkan pengobatannya bila keahlian masyarakat dalam menggunakan dan menyimpan obat sudah baik. Kegiatan PPMD Integratif di SMA Mumhammadiyah Kabupaten Pangandaran dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan wawasan generasi muda dalam melaksanakan penanganan obat yang baik. Kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan lisan, simulasi penggolongan obat umum dan obat diabetes, pengenalan tanaman herbal antidiabetes, penyebaran kuisioner, dan pretest-posttest sebagai tolak ukur peningkatan pemahaman. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah kepuasan peserta terhadap kegiatan, dan meningkatnya pemahaman terhadap penggolongan obat, cara penggunaan dan penyimpanan obat diabetes, serta mengenal obat tradisional antidiabetes yang terkualifikasi melalui peningkatan nilai dari pretest ke posttest.
Inisiasi budidaya padi hitam untuk produksi produk pangan eksklusif di desa Cileles kecamatan Jatinangor kabupaten Sumedang Fiky Yulianto Wicaksono; Yudithia Maxiselly; Aep Wawan Irwan; Tati Nurmala
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19459

Abstract

Desa Cileles berada di wilayah Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Desa Cileles memiliki wilayah seluas 320 Ha, dengan fungsi tata guna lahan untuk lahan pertanian sebesar 55% dan sisanya merupakan lahan pemukiman dan fasilitas umum. Sebagian besar profesi penduduk desa Cileles adalah petani dan buruh tani. Permasalahan pertanian yang ada di desa Cileles adalah petani hanya membudidayakan tanaman yang tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Salah satu solusi untuk memecahkan masalah ketiadaan produk bernilai ekonomi tinggi namun masih bisa dikonsumsi sehari-hari adalah dengan mengenalkan budidaya padi/beras hitam. Padi hitam merupakan padi lokal yang mengandung pigmen antosianin yang paling baik sehingga termasuk ke dalam pangan fungsional. Beras hitam juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Pengenalan tanaman padi hitam dan teknologi budidayanya di Desa Cileles memiliki tujuan mensosialisasikan tanaman padi hitam di masyarakat agar masyarakat tertarik mengembangkannya. Sosialisasi ini menggunakan metode penyuluhan dan pembuatan demplot partisipatif pada para petani. Keberhasilan metode Pengabdian kepada Masyarakat yang dijalankan dapat diketahui dari kuesioner yang dibagikan pada peserta penyuluhan. Penyuluhan budidaya dan pascapanen padi hitam yang baik disertai pembuatan petak demonstrasi menimbulkan respons yang baik dari petani. Hal ini dapat dilihat dari pengetahuan petani terhadap padi hitam yang meningkat, keinginan masyarakat yang tinggi untuk membudidayakan padi hitam, serta masyarakat antusias untuk memasarkan sendiri produk padi hitam.Kata kunci: Jatinangor, Padi hitam, Pangan fungsional
SOSIALISASI MODEL KOLABORASI DALAM MANAJEMEN BENCANA ALAM DI KABUPATEN PANGANDARAN Asep Sumaryana; Sawitri Budi Utami; Ramadhan Pancasilawan
Dharmakarya Vol 7, No 2 (2018): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.482 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i2.20100

Abstract

Salah satu wilayah di Kabupaten pangandaran yang berpotensi terjadi bencana-bencana alam seperti yang telah disebutkan adalah Kecamatan Kalipucang, Dengan kondisi wilayah yang rentan terhadap bencana serta dampak-dampak yang ditimbulkan dari bencana membutuhkan perhatian untuk upaya pengurangan risiko bencana. Salah satunya adalah melalui sosialisasi tentang kebencanaan dan juga hal-hal yang harus dilakukan ketika terjadi bencana alam. Maka dari itu dalam kegiatan PPM yang dilaksanakan berupa kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kabupaten Pangandaran dengan berkolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran melalui program Wisata Edukasi Bencana Goes to School (WEB GTS) yang kemudian  kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. kegiatan PPM adalah dengan melakukan kegiatan yang terbagi dua yaitu berupa sosilisasi di BPBD kemudian sosialisasi kepada sekolah. Sosilisasi ini dalam yang diawali terlebih dahulu dengan pemberian materi, kemudian diskusi, dan praktik. Kegiatan dipandu oleh narasumber (tenaga Ahli) sebagai fasilitator pelatihan dan dibantu dengan seperangkat alat untuk melakukan simulasi secara langsung. 
TEKNOLOGI PENGOLAHAN EMPING JUBIKA SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN NILAI GUNA JAGUNG MANIS DI DESA ARJASARI KABUPATEN BANDUNG Mohamad Djali; Indira Lanti Kayaputri; Dian Kurniati
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.14594

Abstract

Desa Arjasari dikenal dengan desa yang kaya akan kekayaan alamnya. Salah satu komoditas yang diunggulkan pada kekayaan alam desa tersebut adalah jagung manis. Namun pemanfaatan hasil panen jagung manis ini belum maksimal karena masih terbatas pada penjualan hasil panen pada tengkulak dan produk olahan tradisional. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya peningkatan nilai guna dari jagung manis di Desa Arjasari, salah satunya dengan membuat produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dan menarik untuk dipasarkan dalam bentuk emping JUBIKA (Jagung Kulit Biji kakao). Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah transfer teknologi tepat guna pengolahan jagung manis menjadi produk olahan yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi sehingga dapat meningkatkan nilai guna jagung manis, memperpanjang umur simpan, dan berpotensi memberikan kontribusi kepada masyarakat baik petani jagung manis maupun pengolahan makanan dalam bentuk margin ekonomi. Metode pendekatan dilakukan melalui pendekatan partisipasif dengan kegiatan survey lokasi dan potensi desa, pelatihan baik teori atau praktek, monitoring dan evaluasi, dan persiapan pemasaran. Dari kegiatan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa masyarakat desa Arjasari kecamatan Arjasari kabupaten Bandung terutama Ibu-ibu PKK, petani jagung manis, tokoh masyarakat, dan Karang Taruna menyambut baik kegiatan PPMD bertopik pembuatan JUBIKA, pengembangan olahan berbahan baku jagung ke depan dinilai memungkinkan karena ditunjang kesediaan bahan baku jagung manis di desa tersebut dan pada kegiatan PPM tahun berikut akan dilaksanakan pengembangan untuk produk olahan singkong dan pisang yang merupakan produk khas daerah setempat.
PEMBELAJARAN LITERASI BUDAYA SUNDA PADA PESERTA DIDIK SD BESTARI UTAMI, KABUPATEN GARUT, JAWA BARAT Santi Susanti; Rangga Saptya Mohamad Permana
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (969.734 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.14872

Abstract

Sekolah Dasar Bestari Utami merupakan sekolah berkurikulum kewirausahaan internasional di Kabupaten Garut, yang menerapkan pendidikan yang berakar pada kearifan lokal budaya Sunda. Peserta didik di sekolah yang terletak di Jalan Cimaragas 313 tersebut terdiri atas anak-anak Tionghoa dan anak-anak Sunda yang jumlahnya dominan di sekolah tersebut. Uniknya, meskipun kurikulumnya berstandar internasional, pihak sekolah memasukkan seni budaya Sunda sebagai kurikulum sekolah, tidak sebagai kegiatan ekstakurikuler. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang kerarifan lokal budaya Sunda yang mewujud dalam benda-benda hasil kebudayaan. Peserta PPM ini adalah peserta didik kelas 3,4,5 dan 6 SD Bestari Utami. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat berupa penyegaran pengetahuan serta pelatihan dengan mengajarkan kearifan lokal budaya Sunda dalam bentuk benda-benda hasil karya seni, cerita, makanan dan lainnya, kepada anak-anak didik SD Bestari Utami, untuk melatih murid lebih memahami literasi budaya Sunda. Hasil temuan di lapangan menunjukkan, pada dasarnya peserta didik SD Bestari Utami telah mengenal budaya Sunda yang sangat dekat dengan mereka. Dengan adanya PPM ini, pengetahuan mereka lebih tergali dan dapat diekspresikan dalam bentuk bercerita, gambar, puisi, tulisan dan lainnya. Peserta didik pun merasa senang, karena mendapat pengetahuan baru mengenai benda-benda hasil karya budaya Sunda. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan seni budaya yang diberikan sejak usia dini dapat meresap dengan baik pada anak-anak, apalagi jika ditunjang dengan praktik yang akan lebih menguatkan pemahaman mereka tentang materi seni budaya yang dipelajari.
PEMBEKALAN TEKNOLOGI GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS) SEBAGAI ALAT BANTU OPERASI PENANGKAPAN IKAN DI PANGANDARAN Izza Mahdiana Apriliani
Dharmakarya Vol 7, No 3 (2018): September
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.649 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v7i3.19733

Abstract

Letak Pangandaran yang berhadapan dengan Samudera Hindia membuat sebagian penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan dengan peralatan menangkap  ikan yang sederhana. Teknologi Global Positioning System (GPS) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas tangkapan nelayan yang dapat menaikkan pendapatan dan kesejahteraan kehidupan nelayan. Pembekalan teknologi GPS diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan nelayan akan pentingnya penggunaan alat bantu GPS dalam mendukung efektivitas penangkapan ikan. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan/workshop penggunaan GPS dalam operasi penangkapan ikan di Kab. Pangandaran perlu dilakukan keberlanjutan program. Keterampilan peserta pelatihan dalam pengoperasian GPS dapat dikatakan meningkat secara signifikan.  Buktinya dapat terlihat dari nelayan dapat mengoperasikan GPS dengan baik sehingga dapat diaplikasikan dalam kegiatan penangkapan ikan. Keberlanjutan program yang patut untuk dipertimbangkan adalah pengajuan bantuan GPS pada nelayan skala kecil ini. Sehingga nelayan skala kecil tersebut dapat meningkatkan produktivitasnya dan memberikan sumbangsih pada perikanan tangkap di Indonesia.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025 Vol 13, No 4 (2024): Desember : 2024 Vol 13, No 3 (2024): September : 2024 Vol 13, No 2 (2024): Juni : 2024 Vol 13, No 1 (2024): Maret, 2024 Vol 12, No 4 (2023): Desember, 2023 Vol 12, No 3 (2023): September, 2023 Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023 Vol 12, No 1 (2023): Maret, 2023 Vol 11, No 4 (2022): Desember, 2022 Vol 11, No 3 (2022): September, 2022 Vol 11, No 2 (2022): Juni. 2022 Vol 11, No 1 (2022): Maret, 2022 Vol 10, No 4 (2021): Desember, 2021 Vol 10, No 3 (2021): September, 2021 Vol 10, No 2 (2021): Juni, 2021 Vol 10, No 1 (2021): Maret, 2021 Vol 9, No 4 (2020): Desember, 2020 Vol 9, No 3 (2020): September, 2020 Vol 9, No 2 (2020): Juni, 2020 Vol 9, No 1 (2020): Maret, 2020 Vol 8, No 4 (2019): Desember 2019 Vol 8, No 3 (2019): September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 7, No 4 (2018): Desember Vol 7, No 3 (2018): September Vol 7, No 2 (2018): Juni Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 7, No 1 (2018): Maret Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 4 (2017): Desember Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017): September Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 2 (2017): Juni Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 6, No 1 (2017): Maret Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 5, No 1 (2016): Dharmakarya Vol 4, No 2 (2015): DHARMAKARYA Vol 4, No 2 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): Dharmakarya Vol 4, No 1 (2015): DHARMAKARYA Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 2 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 3, No 1 (2014): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 2 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 2, No 1 (2013): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 2 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya Vol 1, No 1 (2012): Dharmakarya More Issue