Articles
420 Documents
Rekonstruksi Wacana Modernis-Tradisionalis: Kajian Atas Pemikiran Keislaman Muhammadiyah Dan Nahdlatul Ulama Pasca Reformasi
Aminuddin, Luthfi Hadi
Kodifikasia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (224.573 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1426
Membincang mengenai Islam di Indonesia melalui telaah organisasi Islam Muhammadiyah dan NU merupakan cara yang sangat positif dan efektif, karena bangsa Indonesia mayoritas muslim. Dua organisasi Islam tersebut, melalui sejarah panjang bangsa Indonesia mampu bertahan di tengah-tengah gempuran eksternal maupun eksternal. Secara eksternal berhadapan dengan organisasi Islam yang punya jaringan Internasional semisal HTI, IM, Salafi, dan lain sebagainya. Secara internal NU dan Muhammadiyah, saling berhadapan secara ideologis, material, kultural maupun politik untuk punya pengaruh besar di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Embrional dari pertarungan tersebut menghasilkan perbedaan secara dikotomis dengan mengatakan Muhammadiyah lebih bercorak modernis sedangkan NU sebaliknya cenderung berperilaku tradisionalis. Dalam perjalanan sejarahnya, baik Muhammadiyah maupun NU mengalami pergeseran pemikiran dan identitas baru, seperti Liberalisme-Transformatif dan Islam Berkemajuan di Muhammadiyah, dan Post-Tradisonalis dan Islam Nusantara di NU. Identitas-identitas tersebut menjadi penanda pergeseran baik pada level pemikiran maupun sosiologis yang ada pada Muhammadiyah maupun NU. Berangkat dari ide di atas dan diiringi perubahan-perubahan sosiologis yang terjadi dalam pemikiran dan gerakan Islam Indonesia beserta pergeseran identitasnya, tulisan ini mencoba merambah pada ruang waktu pasca reformasi yang mengacu tumbangnya otoritarianisme Orde Baru sebagai arena eksplorasi rekonstruksi wacana dikotomi modernis-tradisionalis pada Muhammadiyah dan NU beserta pergeseran identitasnya.
Analisis Tingkat Kemampuan Metakognitif Mahasiswa Melalui Mai (Metacognitive Awareness Inventory) Pada Eksperimen Berbasis Problem Solving
Pertiwi, Faninda Novika;
Ahmadi, Ahmadi;
Fadly, Wirawan
Kodifikasia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (503.305 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1417
Pembelajaran fisika harus bermakna, yaitu didalamnya menekankan pada fisika sebagai produk, sebagai proses, dan sebagai sikap. Dua hal dalam pembelajaran fisika yang tidak dapat dipisahkan yaitu pengamatan dalam eksperimen dan telaah teori. Eksperimen fisika hendaknya memungkinkan mahasiswa terlibat langsung dalam segala proses mulai dari tahap merumuskan tujuan eksperimen sampai mengambil kesimpulan dari eksperimen yang telah dilakukan. Salah satu metode yang dapat memfasilitasi keberhasilan tujuan eksperimen fisika adalah dengan metode problem solving. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa yang melaksanakan eksperimen fisika dasar berbasis problem solving di IAIN Ponorogo melalui MAI (Metacognitive Awareness Inventory) serta untuk menjelaskan keterkaitan antar indikator (perencanaan diri, pemonitoran diri, dan evaluasi diri) pada kemampuan metakognitif mahasiswa. Data yang dihasilkan penelitian ini adalah data kemampuan metakognitif mahasiswa yang telah diukur menggunakan lembar kuesioner MAI (Metacognitive Awareness Inventory). Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi product moment. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu bahwa eksperimen fisika dasar berbasis problem solving ini sangat baik untuk mengoptimalkan kemampuan metakognitif mahasiswa. Hal ini terbukti ketika eksperimen fisika dasar yang dilaksanakan berbasis problem solving ternyata tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa mencapai 153,459 yang artinya tingkat kemampuan metakognitif mahasiswa pada kategori super (berkembang sangat baik). Hal ini menandakan bahwa mahasiswa menggunakan kesadaran metakognitif secara teratur untuk mengukur proses berpikir dan belajarnya secara mandiri. Selain tingkat kemampuan metakognitif, ternyata ada keterkaitan antar ketiga indikator kemampuan metakognitif. Keterkaitan indikator perencanaan diri dan pemonitoran diri adalah sebesar 0,901, keterkaitan indikator pemonitoran diri dan evaluasi diri adalah sebesar 0,891, dan keterkaitan indikator perencanaan diri dan evaluasi diri adalah sebesar 0,926. Ketiganya menunjukkan korelasi positif yang sangat kuat.
Optimalisasi Kemampuan Pedagogik Calon Guru IPA Melalui Program Perkuliahan Pimak (Pembelajaran IPA Muatan Ayat Kauniyah)
Fadly, Wirawan
Kodifikasia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (302.353 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1519
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil rekonstruksi program perkuliahan pembelajaran IPA yang diorientasikan pada pembelajaran abad 21 bermuatan ayat kauniyah atau yang disebut sebagai program PIMAK agar layak digunakan untuk meningkatkan kemampuan pedagogis mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian onegroup pre-test-post-test design. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes yang kemudian datanya dianalisis melalui deskriptif kuantitatif, deskriptif kualitatif serta statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program PIMAK atau Pembelajaran IPA Muatan Ayat Kauniyah dapat meningkatkan kemampuan pedagogik mahasiswa. Hal ini dapat ditunjukkan dari: 1) Program PIMAK dapat diterapkan dan berhasil mendukung pembelajaran IPA abad 21, 2) Program perkuliahan PIMAK efektif meningkatkan kemampuan pedagogik mahasiswa secara signifikan.
KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN DI PONDOK PESANTREN SALAFIYAH ISLAMIC CENTRE BIN BAZ YOGYAKARTA
Sidiq, Umar
Kodifikasia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.741 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1672
Untuk memenuhi dan meningkatkan peran pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa, maka diadakanlah program wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada pondok pesantren salafiyah. Kebijakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun pada pondok pesantren bertujuan untuk a) meningkatkan peran serta pondok pesantren dalam mencerdaskan bangsa dan mengoptimalkan pelayanan Program Nasional Wajib Belajar melalui salah satu jalur alternatif, dalam hal ini adalah pondok pesantren salafiyah. b) melalui penyelenggaraan wajib belajar, diharapkan para santri dapat memiliki kemampuan yang setara dengan pendidikan dasar dan memiliki kesempatan yang sama dengan siswa lembaga pendidikan lainnya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. To fulfill and enhance the role of Islamic boarding schools in educating the nation, a compulsory 9-year basic education program is held at the salafiyah Islamic boarding school. The compulsory 9-year basic education policy at Islamic boarding schools aims to a) increase the role of Islamic boarding schools in educating the nation and optimizing the services of the National Mandatory Learning Program through one of the alternative routes, in this case the salafiyah Islamic boarding school. b) through the implementation of compulsory education, it is expected that the santri can have abilities that are equivalent to basic education and have the same opportunities as students of other educational institutions to continue to higher education.
SISTEM PENGELOLAAN (PERENCANAAN, PELAKSANAAN, EVALUASI) LABORATORIUM IPA SMP NEGERI DI PONOROGO
Pertiwi, Faninda Novika
Kodifikasia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.554 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1704
Penelitian kualitatif ini dilakukan di empat SMP Negeri di Ponorogo untuk mengevaluasi pengelolaan laboratorium IPA di sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan laboratorium pada keempat SMP Negeri yang ada di Ponorogo masuk kategori baik. Dari segi perencanaan, yaitu terkait tata letak, tata ruang, kelengkapan alat bahan, dan pengadministrasian sudah sesuai standar pedoman pengelolaan laboratorium. Berdasarkan pelaksanaan praktikum keempat sekolah tersebut telah melaksanakan praktikum sesuai dengan jadwal dan rutin sesuai dengan yang ada pada program semester. Tiga dari empat sekolah yang diteliti ini telah memanfaatkan laboratorium sesuai fungsinya, tidak digunakan untuk hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pelaksanaan praktikum. Panduan kerja yang digunakan di laboratorium masih belum maksimal dalam mencapai tujuan pembelajaran IPA. Dari segi evaluasi dan monitoring, keempat sekolah negeri yang diteliti ini telah rutin melakukan evaluasi laboratorium kemudian dilakukan monitoring setiap tahunnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai acuan dalam meningkatkan pengelolaan laboratorium di sekolah yang lain serta mengembangkan panduan praktikum yang sesuai dengan tujuan pembelajaran IPA sehingga keberadaan laboratorium bermakna bagi siswa. This qualitative research was conducted in four public junior high schools in Ponorogo to evaluate the management of the natural science laboratory. The results showed that the laboratory management system in the four public junior high school in Ponorogo was in a good category. In terms of planning that related to the layout, the variety of materials, and administration according to laboratory management guidelines. Based on the implementation of the practicum, the four schools have carried out practicums in accordance with the schedule and the routine was compatible with those in the semester program. Three of four schools have used laboratories according to their functions, not used for other things that have nothing to do with practicum. The work guidelines that used in the laboratory are still lack of achieving in the learning goals. In the case of evaluation and monitoring, the four public schools studied have routinely conducted laboratory evaluations and then carried out monitoring in every year. The results of this study are expected to be used as a reference in improving laboratory management in other schools as well as developing practical guidelines that are suitable with the aim of the natural science learning. So, the existence of the laboratory is important for students.
Pola Berfikir Reflektif Ditinjau Dari Adversity Quotient
Fatmahanik, Ulum
Kodifikasia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1564.612 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1525
Kemampuan berpikir seseorang menjadi salah satu tolak ukur untuk tercapainya tujuan pembelajaran matematika. Salah satu kemampuan berpikir yang mendukung keterampilan dalam belajar matematika adalah berpikir reflektif. Berfikir reflektif dapat terjadi ketika dalam proses menyelesaikan masalah matematika siswa mengalami kebingungan, kesulitan, dan keragu-raguan. Kemampuan berfikir reflektif merupakan kemampuan berfikir dengan menggunakan pengetahuan yang telah dimiliki untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam mencapai tujuan. Untuk mengetahui bagaimana kemampuan berpikir reflektif siswa maka siswa perlu melakukan suatu aktivitas memecahkan masalah matematika, yang dalam prosesnya tidak hanya melibatkan proses berfikir reflektif saja namun dibutuhkan juga usaha keras dan ketangguhan (adversity quotient) dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendiskripsikan pola berfikir reflektif dalam memecahkan masalah matematika khususnya pada materi bangun datar ditinjau dari Adversity Quotient kategori climber yang dimiliki oleh siswa. Subjek yang dipilih yaitu siswa kelas 5 SD Tarbiyatul Islam. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa lembar angket ARP (Adversity Respon Profile), lembar tes pemecahan masalah, dan pedoman wawancara tes proses berpikir reflektif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola berfikir reflektif pada siswa climber berada pada tingkatan reflektif karena dalam proses berfikirnya mampu melalui fase reacting, comparing, dan contemplating.
Kognisi Pembaca Berita Palsu (Fake News) Di Media Online
Rusdiana, Ika
Kodifikasia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1371.215 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1520
Perkembangan teknologi menjadikan media online sebagai preferensi untuk menyampaikan sebuah berita. Berita yang tersebar di media online sangatlah berpengaruh pada pola pikir dan kehidupan masyarakat, serta pada kondisi sosial ekonomi di suatu wilayah. Era baru ini telah mengubah kecenderungan masyarakat dalam memproduksi dan menyebarkan sebuah berita, sehingga sulit bagi masyarakat untuk memfilter informasi yang benar-benar valid. Hal ini berimplikasi pada tingginya potensi masyarakat untuk terjebak pada berita-berita palsu (fake news) yang tersebar secara massif di media online. Tulisan ini menunjukkan bahwa individu yang meyakini atau tidak meyakini kebenaran berita palsu di media online sangat berkaitan dengan cognitive abilities (kemampuan kognitif) individu tersebut, yakni kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional yang mencakup aspek pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesa, dan evaluasi. Sebagaimana ditunjukkan dalam tulisan ini bahwa pada dasarnya berita palsu yang tersebar di media online tidak lain adalah propaganda yang dimaksudkan untuk memengaruhi dan menggiring pembaca pada opini tertentu yang sarat dengan kepentingan ekonomi politik. Tulisan ini mengemukakan bahwa sikap pembaca berita palsu di media online merupakan representasi dari cognitive abilities individu yang diindikasikan dengan tiga unsur penting yaitu kemampuan dalam membuat formasi konsep, kemampuan dalam menggunakan logika, serta kemampuan dalam mengambil keputusan. Tiga indikator ini merupakan representasi dari pemahaman, sikap, serta aktualisasi masing-masing individu sebagai pembaca berita palsu di media online.
ISLAMIC MODERN HYPNOTHERAPY (IMH) SEBAGAI METODE ALTERNATIF DALAM MEMPERCEPAT INVESTIGASI KASUS KORUPSI DI INDONESIA
Badruzaman, Dudi
Kodifikasia Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1755
Korupsi merupakan perbuatan yang sangat merugikan bagi orang banyak, dana yang jumlahnya sangat besar hingga mencapai miliaran bahkan triliunan rupiah hilang tanpa dirasakan manfaatnya oleh rakyat. maka ditawarkanlah sebuah gagasan metode alternatif untuk mempercepat investigasi dalam membongkar dan menyelesaikan kasus korupsi di Indonesia melalui penerapan Hipnoterapi Modern.Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) ditinjau dalam perspektif Islam. Untuk mengetahui Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) ditinjau dalam perspektif Ilmiah. Untuk mengetahui Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) sebagai metode alternatif dalam mempercepat investigasi kasus korupsi di Indonesia. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode content analisys serta pendekatan yuridis-normatif terhadap berbagai data kualitatif berupa peraturan dan teori yang terkait dengan objek penelitian, seperti Mengamati dan menganalisis permasalahan korupsi di Indonesia, Mengumpulkan data dan informasi dari berbagai sumber, yaitu Al-Qur?an, hadits, jurnal ilmiah, buku, literatur pada media cetak dan elektronik. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ibadah yang dilakukan dengan ikhlas dan penuh harap serta dilakukan dengan pemahaman yang benar akan memberikan efek penyembuhan terhadap investigasi suatu kasus korupsi yang lebih murah dan juga efektif serta efisien.Corruption is an act that is very detrimental to many people, funds that are very large amounts to reach billions of even trillions of rupiah lost without the benefits felt by the people. then offered an idea of an alternative method to speed up investigations in dismantling and resolving corruption cases in Indonesia through the application of Modern Hypnotherapy. The purpose of this study is to find out Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) reviewed in an Islamic perspective. To find out Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) is reviewed in a scientific perspective. To find out Islamic Modern Hypnotherapy (IMH) as an alternative method in accelerating the investigation of corruption cases in Indonesia. The method used in this research is to use the content analysis method and a juridical-normative approach to various qualitative data in the form of regulations and theories related to research objects, such as Observing and analyzing corruption problems in Indonesia, collecting data and information from various sources, namely Al -Qur'an, hadith, scientific journals, books, literature in print and electronic media. The results of the study concluded that worship conducted sincerely and hopefully and carried out with the right understanding will provide a healing effect on the investigation of a corruption case that is cheaper and also effective and efficient.
QAZA’ DITINJAU DARI TEORI MAQASID
Mujarofah, Siti
Kodifikasia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.735 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1690
Tulisan ini memuat bagaimana memahami hadis-hadis nabi dengan konteks saat ini, perkembangan budaya yang semakin canggih sangat mudah untuk mengakses dan juga mengikuti tren fashion di berbagai belahan dunia yang lebih maju, terutama bagi para remaja yang gemar dalam menjaga penampilannya atau fashion. Dengan mengikuti tren fashion ini menjadikan mereka lebih percaya diri terhadap penampilannya. Akan tetapi jika dikaitkan dengan syari?at agama yang bersumber kepada hadis nabi tentang adanya larangan qaza? maka haram hukumnya mengikuti tren fashion saat ini, Agama Islam sebagai likulli zaman wa makan maka Perlu adanya telaah ulang atau menafsirkan kembali untuk mengetahui latarbelakang bagimana hadis itu muncul, dan apa penyebabnya nabi mengharamkan qaza?. Maka dari itu penulis mengunakan teori maqasid syariah untuk mengetahui bagaimana hukum yang diambil sebagai kemaslahatan di dalam Islam dan maksud hadis yang tersembunyi dibalik larangan qaza?, apakah bisa di gunakan sampai saat ini yang mana mempunyai konteks yang sangat berbeda dengan zaman nabi Muhammad saw. This article contains how to understand the prophetic traditions in the current context, increasingly sophisticated cultural developments that are very easy to access and also follow fashion trens in more advanced parts of the world, especially for teenagers who are fond of maintaining their appearance or fashion. By following this tren the fasion makes them more confident about their appearance. However, if it is associated with the Islamic Shari'a that originates from the Prophet's hadith about the existence of a qaza ban 'then the law is forbidden to follow the current Fashion tren, Islam as a likulli era wa makan, therefore a review or reinterpretation is needed to find out how the hadith appeared, and what causes the prophet to forbid qaza'. Therefore the writer uses the theory of maqasid sharia to find out how the law taken as a benefit in Islam and the purpose of the hadith hidden behind the qaza? ban, can it be used until now which has a very different context from the time of the prophet Muhammad saw.
PENERAPAN STRATEGI INQUIRY LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MUFRADAT BERBASIS MODIFIED FREE INQUIRY
Kasnun, Kasnun;
Maslihah, Rizka Eliyana;
Hasnawan, Dedi
Kodifikasia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (244.662 KB)
|
DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i1.1676
Di era globalisai ini, dunia pendidikan Indonesia banyak mengimplementasikan pembelajaran berbasis active learning. Pembelajaran active learning merupakan pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa (student centered). Salah satu strategi pembelajaran berbasis active learning adalah Inquiry Learning. Tujuan dari implementasi strategi ini adalah, supaya mahasiswa terbiasa untuk selalu berpikir kritis, analitis dan sistematis. Sehingga mampu menyelesaikan permasalahan terkait materi pembelajaran secara mandiri. Strategi inquiry learning berbasis modified free inquiry ini diimplementasikan dalam pembelajaran kosakata (mufradat) materi bahasa Arab. Yaitu di Jurusan Manajemen Pendidikan Islam kelas A (MP.A) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo tahun 2017. Adapun yang diteliti adalah rencana pembelajaran, desain materi ajar serta langkah-langkah pembelajaran kosakata (mufradat) materi bahasa Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dan dokumentasi. Instrumen penelitian mengunakan lembar observasi keterlaksanaan serta angket. Hasil penelitian ini adalah: a) Berdasarkan pada lembar Observasi Keterlaksanaan Rencana Pembelajaran, seluruh rencana pembelajaran yang tertulis dalam RPS dapat terlaksana dalam proses kegiatan pembelajaran kosakata (mufradat) Bahasa Arab di kelas dengan baik. B) Desain materi ajar yang digunakan oleh dosen dalam pembelajaran kosakata (mufradat) dibagi kedalam sub materi berdasarkan kecakapan, serta dijabarkan dalam indikator materi tertentu, yaitu: qiro?ah, qowaid, tadrib I, hiwar dan tadrib II. C) Berdasarkan observasi keterlaksanaan langkah-langkah pembelajaran, dapat disimpulkan bahwasanya mahasiswa telah terbiasa untuk berpikir ktitis, serta berusaha memecahan masalah terkait sub materi pembelajarankosakata (mufradat) dengan usaha mereka sendiri maupun melalui diskusi kelompok. ??????: ???? ??????? ??????? ??? ??????? ????????? ?? ???? ??????? ?????????? ?? ??? ????? ???????. ???? ??????? ??????? ??? ??????? ?????? (student centered). ?????? ???? ?????????? ???? ??????? ?????? (Inquiry Learning). ???? ??????? ?? ??????? ?? ????? ?????? ???????? ???????? ????????? ?????????. ????? ?????? ??? ????? ?????? ??????? ???? ?????. ???? ??????? ??????? ?? ??????? ?????? (Inquiry Learning)? ??? ???? ??????? ??? ??????? (Modified Free Inquiry) ?? ????? ???????? ????? ????? ???????. ???? ??????? ?? ??? ????? ??????? ????????? (MP.A) ???????? ???????? ????????? ???????? (IAIN) ????? ???????? 2017/2018. ???? ???????? ?? ????? ???????? ?????? ?????? ?????????? ?????? ????? ???????? ?? ???? ????? ???????. ??????? ???????? ?????? ??????? ???? ???? ????? ???????? ?? ??? ???????? ?? ????? (PTK). ??????? ???????? ????????? ?? ??? ????????. ??????? ???? ???????? ?????? ?????????. ???? ??????? ?? ??? ????? ??: ?) ??? ????? ????? ??????? ?? ??? ???? ????????? ????? ????? ??????? ??? ?? ?????? ???? ?? ????? ????? ???????? ????? ????? ??????? ???? ????? ????????. ?) ????? ??????? ????? ?????? ???????? ??? ??? ??????? ??? ??????? ???????? ???????? 1 ??????? ???????? 2. ?) ?????? ?????? ??? ??????? ???????? ????????? ????????? ?? ??? ???????? ????????? ????????? ?? ???? ????? ??????? ??? ???????? ?????? ?? ??????? ?????? ????????.