cover
Contact Name
Dr. Evi Mu'afiah
Contact Email
muafiahevi@gmail.com
Phone
(0352) 481277
Journal Mail Official
-
Editorial Address
LPPM IAIN Ponorogo Jl. Pramuka No.156 Ponorogo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam
ISSN : 19076371     EISSN : 25279254     DOI : -
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam is a journal based on Islamic research published by Institute for Research and Community Services, State Islamic Institute of Ponorogo. This journal first published in 2007 to facilitate the publication of research, articles, and book review. The Journal issued biannually in June and December.
Articles 420 Documents
Desain Pengembangan Buku Ajar Arab Bagi Mahasiswa Non PBA Berbasis Joyful Learning IAIN Ponorogo Nasrullah Nasrullah
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i2.1523

Abstract

Mata kuliah bahasa Arab bagi sebagian besar mahasiswa merupakan momok yang menakutkan, apalagi mahasiswa tersebut belum pernah belajar bahasa Arab sebelumnya. Asumsi tersebut akan berubah dengan sendirinya, seiring dengan waktu setelah mereka belajar desain materi ajar bahasa Arab yang berbasis joyful learning, belajar bahasa Arab selalu diringin dengan rasa senang dan penuh permainan, tetapi unsur materi bahasa mereka juga mendapatkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan mengembangkan materi ajar berbasis joyful learning. Jenis penelitian pengembangan ini mengacu pada langkah-langkah model Borg dan Gall, data dikumpukan dengan tehnik observasi, wawancara, document, angket dan check list kemudian dianalisis secara kualitatif dan quantitative  descriptive. Desain buku ajar pembelajaran bahasa Arab berbasis joyful learning bagi mahasiswa non Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Pada tahap validasi ahli materi dan validasi ahli media keduanya memberikan skor “sangat baik” dan desain produk buku ajar dinyatakan “layak” untuk dipergunakan sebagai materi ajar bagi mahasiswa non PBA IAIN Ponorogo. Setelah diuji cobakan kepada mahasiswa, mereka merasa senang dan antusias dalam proses pembelajaran bahasa Arab dengan indikasi bahwa mahasiswa tidak khawatir akan kesalahan membaca teks bahasa Arab, tidak mengalami kesulitan dalam mencari kosa kata, sehingga pemahaman mahasiswa terhadap materi ajar bahasa Arab dapat dilihat pada skor pre test rata-rata test 61,23,  sementara skor post test 87,13  artinya ada peningkatan skor yang signifikan setelah diajarkan dengan desain materi ajar  bahasa Arab berbasis joyful learning.
AUTHENTIC MATERIALS IN EXTENSIVE READING CLASS AT STAIN PONOROGO Dhinuk Puspita Kirana
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v7i1.775

Abstract

It is widely believed that English Foreign Language (EFL) learners need to develop their language proficiency by getting so much input. Moreover, students need to be familiarized with the real English us­age where real forms of communication and cultural knowledge are crucially exposed. Teaching through authentic materials will make the learners feel that they are learning a real language which is used by the real native speakers for real communication. incorporating au­thentic materials helps students acquire an effective communicative competence in the language focus. The research intended to describe the implementation of authentic materials in extensive reading class, the problems arise and the students’ responses toward the authen­tic materials in extensive reading class. The design of the research was Descriptive Qualitative method and the research subject was the lecturer of Extensive Reading class and 33 students in B class of the fourth semester of STAIN Ponorogo who took Extensive Read­ing subject. The instruments used were in the form of observation sheet, interview guideline and questionnaire. The implementation of authentic materials in extensive reading class covered some procedures into three main phases namely (1) Pre­ Activity, (2) Main­ Activity and (3) Post­Activity. The activities in main activity are as follows: (a) Pre­ Activity; (b) Whilst ­Activity; and (3) The language focus stage. There were problems arose during the implementation in terms of complicated planning, more time allocation and some disinterested students. Finally, the students showed significantly positive attitude toward the implementation of authentic materials in extensive reading class.
THE RELATIONS OF SOCIAL ACTION AND RELIGIOUS DISCOURSES IN THE PHENOMENON OF TOLAK BALA "DISASTER PREVENTION" OF COVID-19 IN TINGGIRAN VILLAGE, BATOLA Riza Saputra
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v15i2.3197

Abstract

Artikel ini membahas fenomena kegiatan pencegahan bencana atau “tolak bala” Covid-19 yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tinggiran Baru, Barito Kuala. Kegiatan ini diasumsikan oleh masyarakat sekitar dapat menghentikan dan menangkal virus Corona. Namun, hasil sebenarnya yang diperoleh dari kegiatan ini masih belum pasti. Oleh karena itu, menarik untuk mengetahui mengapa masyarakat di Desa Tinggiran melakukan ritual tolak bala untuk mencegah bencana covid-19. Untuk menjawab pertanyaan ini, kami menggunakan teori tindakan sosial yang disandingkan dengan wacana keagamaan dalam pandangan Max Weber dan mengumpulkan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, hasil penelitian ini mengarah pada beberapa poin: Pertama, peran narasi sejarah-tradisional, pandangan masyarakat desa terhadap kegiatan tolak bala terbentuk dari peristiwa sejarah yang berurutan bahwa tolak bala adalah hal yang biasa. aktivitas dan selalu menjadi alternatif untuk menghadapi situasi tersebut. Kedua, peran emosional-afeksi, dalam kegiatan tolak bala emosi merupakan salah satu faktor penentu yang mendukung keinginan masyarakat untuk melakukan kegiatan ini, Ketiga, peran tokoh agama dan kharismanya dalam struktur sosial desa Tinggiran Baru telah memperkuat narasi keagamaan dan mendorong masyarakat untuk mematuhi seruan kegiatan tolak bala. [This study discusses the phenomenon of disaster prevention activity or "tolak bala" of Covid-19 practiced by the villagers of Tinggiran Baru, Barito Kuala. The local people assume this activity can stop and ward off Coronavirus. However, the actual result obtained from this activity is still uncertain. Thus, it is exciting to know why people in Tinggiran village practice a tolak bala to prevent the covid-19 disaster. We use social action theory juxtaposed with religious discourse in Max Weber's view and collect the data with observation, interview, and documentation to answer this question. The results of this study lead to several points: First, the role of traditional-historical narrative, the view of villagers on tolak bala activity formed by the successive historical events that tolak bala is a common activity always becomes an alternative to deal with such situation. Second, the role of emotional-affectional in tolak bala activity is one of the determining factors that support the community's desire to do this activity. Third, the role of religious leaders and their charisma in the social structure of the village Tinggiran Baru has strengthened the sacred narrative and encouraged people to obey the call of tolak bala activity.]
PRILAKU SEKS BEBAS REMAJA DI KABUPATEN PONOROGO PERSEPKETIF INTERAKSIONALISME SIMBOLIK GEORGE HERBERT MEAD M. Harir Muzakki
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v4i1.749

Abstract

Abstraks: Penelitian ini berusaha mengungkap proses terjadinya prilaku seks bebas di kalangan remaja dalam interaksionalisme simbolik George Herbert Mead dan pola interaksi seks bebas di kalangan remaja di kabupaten Ponorogo. Penelitian ini bersifat deskriptif-analitis dan didesain dengan pendekatan kualitatif. Data diambil dengan cara wawancara dengan para pelaku sek bebas. Ada beberapa tahapan sebelum aktor melakukan tindakan atau hubungan seks yaitu, impuls, persepsi,manipulasi dan terakhir konsumasi. Dari hasil penilitian dapat disimpulkan bahwa proses terjadinya seks bebas pada awalnya mereka tertarik dengan lawan jenisnya. Kemudian melakukan pendekatan, saling melirik, berkenalan, kemudian pacaran. Tahap berikutnya mereka saling berpegangan, berciuman, meremas payudara, kedudian melakukan hubungan seks. Sementara pola interaksi seks bebas di kalangan remaja ada dua: pertama, remaja melakukan hubungan seks bebas dengan pacarnya sendiri. Kedua, remaja tersebut melakukan hubungan dengan membeli atau menyewa wanita lain.
Building Fluency In Writing II Based On Micro And Macro Skills Of Writing By Using Peer Assessment Tintin Susilowati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v12i1.1428

Abstract

Writing is difficult for English Department students in Indonesia. Students commonly have low ability to write and have very limited time to practice this skill. To overcome students’ problems in writing, the use of peer assessment can be an appropriate way to improve fluency in writing since this research is held to: (1) elaborate the roles of peer assessment to build fluency in writing classes, (2) identify the types of activity in writing class by implementing peer assessment, (3) explore the strengths of peer assessment to build fluency in writing, and (4) to prove the effectiveness of peer assessment to build fluency in writing.This is a mixed method research. The subjects of this research are nine students of TI.B class in academic years 2016/ 2017. To collect the data, some instruments such as field note, observation, documentation and test were used. Interactive analysis and statistical analysis (t-test) were applied to analyze quantitative data. Furthermore, statistical analysis using SPSS 20 used to analyze quantitative data.The results of the research are: (1) the use of peer assessment minimizes students’ apprehension in writing, (2) constructive activities are important to lead students in conducting active and critical learning, (3) peer assessment is meaningful to build students to be authentic writers and readers, (4) peer assessment is effective to build students’ fluency in writing indicated by the result of hypothesis test.
DISKURSUS MAKNA JILBAB DALAM SURAT AL-AHZAB AYAT 59: Menurut Ibnu Kathir dan M. Quraish Shihab Umar Sidiq
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v6i1.760

Abstract

Artikel ini secara umum bertujuan untuk mengetahui makna jilbab dalam  surat  al-Ahzab  ayat  59.  Secara  lebih  rinci  tulisan  ini  menjelaskan pertama, makna jilbab menurut Ibnu Kathir. Kedua, mengetahui  makna  jilbab  menurut  M.  Quraish  Shihab.  Ketiga,  menjelas kan  penyebab  perbedaan  pemaknaan  jilbab  antara  perspektif Ibnu  Kathir  dan  M.  Quraish  Shihab.  Artikel  ini  merupakan  hasil kajian  library  research  yang  dimaksudkan  untuk  mengetahui  perbeda an makna jilbab menurut Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab dengan metode penafsiran muqarrin atau metode komparatif. Ibnu Katsir  mengatakan  bahwa  aurat  wanita  adalah  seluruh  tubuhnya. Sementara, M. Quraish Shihab tidak cenderung mendukung pendapat yang mewajibkan wanita menutup seluruh badannya atas dasar bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat. Ini bukan saja karena lemahnya alasan-alasan  yang  mereka  kemukakan,  tetapi  juga  dengan  tampil seperti yang mereka wajibkan berarti gugurlah fungsi hiasan atau keindahan dalam berpakaian, padahal al-Quran sendiri menyebutkan bahwa salah satu fungsi pakaian adalah hiasan. Adapun penyebab perbedaan  para  ulama  dalam  memaknai  jilbab  adalah  penafsiran mereka terhadap surat al-Nur ayat 31.
PROJECT-BASED LEARNING TO RAISE STUDENTS’ SPEAKING ABILITY: ITS’ EFFECT AND IMPLEMENTATION (A MIX METHOD RESEARCH IN SPEAKING II SUBJECT AT STAIN PONOROGO) Pryla Rohmahwati
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v9i1.466

Abstract

This research tries to attempt to know the effect of Project-based learning toward speaking ability and its’ effective implementation. The design of the research sequential was designs in which data that are collected and examined in one stage inform the data collected in the next phase. This research applied a quantitative design for the first stage. It is categorized into causal comparative method, or ex post facto research design and the second stage is qualitative design. Population in this research was the 2 STAIN Ponorogo. The total numbers of the students are 85 students and the sample was 70 students. The researcher used questionnaires, test, observation and interview as data collection. Since the hypothesis is intended to find the effect of the Project-Based Learning toward students’ speaking ability, the Simple Linier Regression by using SPSS 19.00 for Windows was applied. The second phase, the result of observation and interview were analyzed by Miles and Huberman’s view of qualitative data analysis consisting of data reduction, data display, and drawing conclusion. The result of analysis showed that there was significant effect of Project-Based Learning toward students’ speaking ability. Moreover, the effective procedures for the implementation of Project-Based Learning are (a) dividing the class into group, (b) explaining the project and (c) performing the project. At last, the students showed significantly positive attitude toward the implementation of Project-Based Learning in speaking class.  semester of English Department Students in STAIN Ponorogo. The total numbers of the students are 85 students and the sample was 70 students. The researcher used questionnaires, test, observation and interview as data collection. Since the hypothesis is intended to find the effect of the Project-Based Learning toward students’ speaking ability, the Simple Linier Regression by using SPSS 19.00 for Windows was applied. The second phase, the result of observation and interview were analyzed by Miles and Huberman’s view of qualitative data analysis consisting of data reduction, data display, and drawing conclusion. The result of analysis showed that there was significant effect of Project-Based Learning toward students’ speaking ability. Moreover, the effective procedures for the implementation of Project-Based Learning are (a) dividing the class into group, (b) explaining the project and (c) performing the project. At last, the students showed significantly positive attitude toward the implementation of Project-Based Learning in speaking class.
ATRIBUSI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN STRATEGI COPING ISTRI KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PONOROGO Ridho Rokhamah
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v11i1.1150

Abstract

Penyelesaian masalah setiap perempuan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sangat tergantung dari atribusi kekerasan perempuan. Usaha untuk menghadapi tekanan dan kondisi yang menyakitkan atau mengancam dikenal dengan istilah strategi coping. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana atribusi dan strategi copingkorban KDRT, serta bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi strategi copingkorban KDRT di Kabupaten Ponorogo. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Atribusi kekerasan isteri korban KDRT dibedakan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Adapun dimensi atribusi kekerasan isteri adalah lokasi penyebab terjadinya kekerasan, stabilitas danaya kekerasan, dan pengendalian diri terhadap kekerasan. (2) Strategicoping yang dipergunakan isteri dalam menghadapi kekerasan suami bisa dibedakan menjadi dua yaituProblemFocused coping(PFC) dan Emotional Focused Coping(EFC). (3) Strategi PFC dipilih ini karena dipengaruhi oleh: faktor internal individu yaitu karakteristik pada kelima individu informan yang cenderung bersabar dan bertahan ketika mendapatkan tekanan, serta faktor eksternal individu yaitukemampuan dan pengalaman yang dilakukan, dan kemampuan secara finansial. Adapun strategi EFC dipilih karena adanya faktorinternal dari diri yang mempunyai karakter sabar, pasrah, dan menyerah sebelum permasalahan terjadi lebih lanjut, serta faktor eksternal yaitu keluarga yang memang terkesan pasif atas permasalahan yang dihadapi oleh korban.
STATUS WANITA DI NEGARA MUSLIM MODERN: STUDI TERHADAP HUKUM KELUARGA DI TUNISIA DAN INDONESIA Lia Noviana
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 13, No 2 (2019)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v13i2.1832

Abstract

Salah satu fenomena penting yang muncul di dunia muslim sejak awal abad ke-20 adalah adanya upaya pembaharuan hukum keluarga di negara-negara berpenduduk mayoritas muslim baik dengan metode intra doctrinal reform maupun extra doctrinal reform. Adapun tujuan pembaharuan hukum keluarga di antaranya ialah untuk unifikasi hukum, tuntutan peningkatan status wanita dan merespon perkembangan masyarakat yang selalu bergerak dinamis. Dapat dikatakan bahwa tujuan kedua ini merupakan tujuan dari reformasi Undang-Undang Perkawinan di mayoritas negara-negara muslim, meskipun tidak menutup kemungkinan di beberapa negara mencakup beberapa tujuan sekaligus. Dengan menggunakan metode descriptive comparative, penelitian ini membahas tentang materi-materi pembaharuan hukum keluarga dan faktor-faktor yang melatarbelakangi terjadinya pembaharuan hukum keluarga di negara Tunisia dan Indonesia. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa adanya pembaharuan hukum keluarga di Tunisia tidak lepas dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal: pengaruh Prancis dalam usaha sekularisasi dan pengaruh Habib Bourguiba yang berhasrat menjadikan Tunisia sebagai negara sekuler dan faktor internal: adanya reinterpretasi nash Al-Qur’an dan peningkatan status wanita di Tunisia. Sedangkan pembaharuan hukum keluarga di Indonesia dilatarbelakangi oleh adanya heterogenitas masyarakat dan usaha unifikasi hukum. [One important phenomenon that has emerged in the Muslim world since the beginning of the 20th century is the effort to reform family law in Muslim-majority countries with both intra-doctrinal reform and extra doctrinal reform methods. Some of the objectives of the renewal of family law are to unify the law, to legalize women’s equal rights, and to respond to the dynamic development of a society. It is well known that the legalization of women’s equal rights is mostly becomes the main goal in reforming the Marriage Law in the majority of Muslim countries, although some countries may also put other goals at once. Using descriptive-comparative methods, this study attempts to discuss the renewal material of family law and the factors that underlie the renewal in Indonesia and Tunisia. The results of the study show that the renewal of family law in Tunisia is inseparably influenced by two factors; namely external factors: the influence of France in their secularization efforts as well as the influence of Habib Bourguiba, who desires to make Tunisia as a secular state; and the internal factors: the reinterpretation of the Qur'anic text and some efforts done in Tunisia to improve the women’s status. On the other hand, the renewal of family law in Indonesia is motivated by the heterogeneity of the community and the effort of law unification].
PREFERENSI WALI SANTRI DALAM MEMILIH PENDIDIKAN TINGKAT DASAR Studi Kasus Di Pondok Tahfidz Al-Qur’an AlMuqaddasah Nglumpang Mlarak Ponorogo Abu Bakar
Kodifikasia: Jurnal Penelitian Islam Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v8i1.786

Abstract

Ketika menghadapi tahun ajaran baru, para wali disibukkan memilih sekolah sebagai jaminan masa depan anaknya. Mereka mencari sekolah yang bermutu, dan akhirnya lembaga pendidikan juga berlomba untuk membuat branding agar menjadi pilihan dengan menawarkan kompetensi, skill, pekerjaan, dan lain-lain. Bertolak belakang dengan fakta, Pondok alMuqaddasah yang memfokuskan pada pendidikan al-Qur’an, ternyata juga diminati oleh para wali. Berbalik antara data dan fakta, peneliti mengkaji faktor yang mempengaruhi preferensi wali dalam memilih pendidikan tingkat dasar melalui pertanyaan: (1) bagaimana persepsi wali santri terhadap pondok dan (2) faktor apa yang mempengaruhi dalam menentukan pilihan di pondok? Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menyimpulkan sebagai berikut. Persepsi wali santri terhadap sistem maupun nilai pondok bahwa sistem pondok dipandang sebagai sesuatu yang strategis, berjalan di atas nilai yang hidup pada jiwa kiyai, guru, dan santri yang digerakkan oleh nilai keikhlasan dan semangat pengabdian. Adapun faktor dominan yang mempengaruhi wali santri dalam memilih Pondok al-Muqaddasah adalah pendidikan al-Qur’an. Motif ini didasarkan pada pergeseran kesadaran masyarakat terhadap pendidikan, yaitu peralihan orientasi kerja dari yang berorientasi kapital menuju kepada nilai spiritual. Pilihan sikap ini bagian dari aktualisasi diri para waliyang memiliki kematangan jiwa yang telah bergeser dari materi menuju meta-motivation.