cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Studi kasus: Pengawasan Kualitas Pangan Hewani melalui Pengujian Kualitas Susu Sapi yang Beredar di Kota Yogyakarta N. S. Anindita; D. S. Soyi
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.93-102.2017

Abstract

 Pangan sebagai sumber gizi bagi manusia, dapat menjadi sumber penularan penyakit apabila telah tercemar mikroba dan tidak dikelola secara higienis. Keamanan pangan merupakan salah satu masalah penting yang menyangkut pangan. Cemaran mikroba patogen, kimia dan benda-benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia menyebabkan pangan menjadi tidak aman untuk dikonsumsi. Pemalsuan susu dengan mencampur susu dengan bahan lain dan cemaran yang dapat mengontaminasi susu menyebabkan perlu adanya manajemen pengawasan dan kontrol kualitas terhadap peredaran susu di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kualitas susu sapi segar yang beredar di Kota Yogyakarta Tahun 2017. Sampel susu diambil dari alur distribusi susu segar di Kota Yogyakarta sebanyak 15 sampel. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara langsung pada peternak, agen, pengumpul dan pengecer di Kota Yogyakarta. Analisa data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa kualitas susu sapi segar yang beredar di Kota Yogyakarta dalam keadaan baik, aman dan layak untuk dikonsumsi, karena telah sesuai dengan standar kualitas susu segar berdasarkan Standar Nasional Indonesia 01-3141.1-2011.
Peran Direct Fed Microbials (DFM) Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae terhadap Produktivitas Ternak Ruminansia : Review H. Suryani; M. Zain; N. Jamarun; R.W.S. Ningrat
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.27-37.2015

Abstract

Mikroorganisme yang biasa digunakan dalam pakan ternak ruminansia biasanya berupa probiotik. Probiotik memiliki makna yang bersepadanan dengan Direct Fed Microbials (DFM). Penambahan DFM jenis Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae pada pakan ternak ruminansia mampu memanipulasi rumen dengan meningkatkan populasi bakteri pemecah serat sehingga dapat meningkatkan kecernaan dan meningkatkan bobot badan. Mekanisme kerja S. cerevisiae dan A. oryzae yang masuk kedalam tubuh ternak dan mempengaruhi pencernaan atau penyerapan, ada yang sudah diketahui secara jelas tetapi ada juga yang masih berupa hipotesa. Pemanfaatan DFM jenis S. cerevisiae dan A. oryzae secara tunggal maupun kombinasi sebagian telah diamati dan memberikan respon positif.
Pengaruh Pemberian Pakan dengan Sumber Protein Berbeda terhadap Persentase Potongan Karkas dan Massa Protein Daging Ayam Lokal Persilangan H. Pratiwi; U. Atmomarsono; D. Sunarti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.1.23-29.2017

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan sumber protein berbeda terhadap persentase potongan karkas dan massa protein daging ayam lokal persilangan. Materi yang digunakan adalah 126 ekor ayam lokal persilangan (unsexed) umur2 minggu dengan bobot badan 129 ± 6,34 g. Bahan pakan yang digunakan yaitu jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, MBM (Meat bone meal) dan PMM (Poultry meat meal). Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAL (Rancangan acak lengkap) dengan 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu T1 = 2 sumber protein (tepung ikan dan bungkil kedelai), T2 = 3 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, dan MBM), T3 = 4 sumber protein (tepung ikan, bungkil kedelai, MBM dan PMM). Pemberian pakan menggunakan metode bebas memilih dan perlakuan dimulai pada umur 2 minggu sampai 10 minggu. Parameter yang diamati adalah bobot akhir, bobot potongan karkas, persentase potongan karkas dan massa protein daging. Data yang diperoleh dianalisis ragam dengan uji F dengan taraf 5% dan pada penelitian ini terdapat pengaruh perlakuan sehingga dilanjutkan dengan uji jarak berganda duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan sumber protein berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot akhir, bobot potongan karkas dan massa protein daging serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase potongan karkas. Kesimpulan penelitian ini adalah pemberian pakan dengan sumber protein yang semakin beragam dapat meningkatkan bobot akhir, bobot potongan karkas dan massa protein daging serta memberikan hasil yang sama pada persentase potongan karkas ayam lokal persilangan.
Pengaruh Level Protein dalam Ransum dan Lama Pencahayaan terhadap Bobot Baging, Bobot Tulang dan Nisbah Daging Tulang Karkas Burung Puyuh Jantan H. G. Rahmawati; R. Muryani; S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.70-77.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level protein dalam ransum dan lama pencahayaan terhadap bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas burung puyuh jantan. Materi yang digunakan penelitian ini adalah 270 ekor puyuh jantan umur 2 hari dengan bobot badan 8,6 ± 0,50 g (CV = 5,81%), mulai perlakuan puyuh berumur 4 minggu dengan bobot badan 82,5 ± 0,80 g (CV = 0,97%). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan pola Rancangan Petak Terbagi. Lama pencahayaan sebagai petak utama, meliputi C1 : lama pencahayaan lampu selama 4 jam, C2 : selama 6 jam dan C3 : selama 12 jam. Level protein dalam ransum sebagai anak petak, meliputi P1 : kadar protein ransum 18%, P2 : protein ransum 20% dan P3 : protein ransum 22%. Parameter yang diamati bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas. Pengambilan data dilakukan pada minggu ke-8. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi (P>0,05) antara level protein dalam ransum dan lama pencahayaan terhadap bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas. Simpulan penelitian ini adalah pemberian level protein dan lama pencahayaan yang berbeda tidak mempengaruhi bobot daging, bobot tulang dan nisbah daging tulang karkas.
Performa Reproduksi Sapi Perah di Sumatera Barat Reswati Reswati; Jaswandi Jaswandi; E. Nurdin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.157-165.2014

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui performa reproduksi sapi perah di Sumatera Barat. Metode yang dilakukan adalah survey terhadap 24 ekor sapi perah yang dikelola oleh perusahaan di Kabupaten 50 Kota dan 35 ekor sapi perah yang dikelola oleh peternakan rakyat di Kota Padang Panjang. Analisis data dengan deskriptif, serta dilakukan uji T dengan program SPSS versi 12. Hasil penelitian menunjukkan umur beranak pertama (Age at First Calving) sapi perah di Kabupaten 50 Kota dan Kota Padang Panjang masing-masing 31,63±6,37 bulan dan 30,17±4,10 bulan;  masa kosong (Days Open) 260,63±147,04 hari dan 192,26±114,04 hari; sedangkan selang beranak (calving interval) 548,63±168,30 hari dan 477,26±114,04 hari. Performa reproduksi di kedua daerah ini belum baik karena melebihi jangka waktu optimal untuk ketiga variabel tersebut. Tidak ada perbedaan (P>0,05) antara penampilan reproduksi sapi perah di kedua daerah penelitian.
Perbandingan Susu Kambing dan Susu Kedelai dalam Pembuatan Kefir E. Rossi; F. Hamzah; Febriyani Febriyani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.13-20.2016

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan rasio terbaik susu kambing dengan susu kedelai untuk menghasilkan kualitas kefir tertinggi. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian ini dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya adalah MS1 (susu kambing 100: susu kedelai 0), MS2 (susu kambing 75: susu kedelai 25), MS3 (susu kambing 50: susu kedelai 50), MS4 (susu kambing 25: susu kedelai 75), dan MS5 (susu kambing 0: susu kedelai 100). Parameter yang diamati adalah tingkat keasaman (pH), total bakteri asam laktat, padatan total dan kadar alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio susu kambing dan susu kedelai berpengaruh nyata (P <0,05) terhadap pH, jumlah bakteri asam laktat, padatan total dan kadar alkohol. Perlakuan terbaik dalam penelitian ini adalah MS2.
Pengaruh Tepung Azolla microphylla Terfermentasi dalam Pakan terhadap Penggunaan Protein pada Ayam Kampung Persilangan S. N. Melita; R. Muryani; I. Mangisah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.8-14.2018

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh fermentasi tepung Azolla microphylla dalam pakan terhadap penggunaan protein ayam kampung persilangan. Materi  penelitian adalah 80 ekor anak ayam kampung persilangan (ayam kampung dan ayam ras tipe petelur) umur 5 minggu dengan bobot rata-rata 469,80 ± 38 g (CV = 3,33%). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan dan  tiap ulangan terdiri dari 5 ekor. Perlakuan yang diuji sebagai berikut: T0 (Pakan tanpa tepung Azolla microphylla terfermentasi), T1 (Pakan dengan 10% tepung Azolla microphylla terfermentsi), T2 (Pakan dengan 15% tepung Azolla microphylla terfermentasi), T3 (Pakan dengan 20% tepung Azolla microphylla terfermentasi). Parameter yang diukur adalah konsumsi protein, kecernaan protein kasar, retensi nitrogen dan bobot badan. Data yang diperoleh diolah dengan ANOVA dan dilanjutkan dengan Uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan penggunaan tepung Azolla microphylla terfermentasi berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi protein dan bobot badan, namun tidak diperoleh pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan protein kasar dan retensi nitrogen. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tepung Azolla microphylla hingga level 20% dapat menurunkan konsumsi protein dan bobot badan akan tetapi dapat memberikan kecernaan protein dan retensi nitrogen yang sama.
Uji Degradabilitas Pakan Komplit yang Mengandung Daun Chromolaena odorata secara In-Vitro Firsoni Firsoni; R. Yunita
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.89-95.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daun Chromolaena odorata di dalam pakan komplit terhadap degradabilitas dan produksi biomassa mikroba. Metode penelitian memakai Rancangan Acak Kelompok dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok. Perlakuan yang diuji adalah A = rumput lapang (RL) 40% + jerami padi fermentasi (JPF) 20% + konsentrat pasar (KP) 40%; B = RL 40% + JPF 20% + KP 20 + Chromolaena odorata (CR) 20% dan C= RL 40% + JPF 20% + CR 40%. Sampel ditimbang 500±5 mg, dimasukkan ke dalam syringe glass 100 ml ditambahkan 50 ml media campuran cairan rumen dengan buffer bicarbonat dan diinkubasi pada suhu 390C selama 48 jam. Parameter yang diukur meliputi produksi gas, degradasi bahan kering (DBK) dan organik (DBO), serta biomassa mikroba cairan rumen setelah inkubasi 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan produksi gas, peningkatan degradabilitas bahan kering dan organik, dan peningkatan biomassa mikroba setelah pemakaian Chromolaena odorata. Nilai produksi gas tertinggi terjadi pada perlakuan A (71,49 ml) dan terendah perlakuan C (60,33 ml). Degradabilitas bahan kering dan organik tertinggi dihasilkan perlakuan C (64,13 dan 64,34%), sementara yang terendah perlakuan A (61,38 dan 61,64%). Biomassa mikroba diperoleh dari setiap perlakuan yaitu C (123,34 mg), B (114,21 mg) dan A (104,18 mg). Effisiensi pembentukan biomassa mikroba tertinggi dihasilkan perlakuan C (71,09%) dan terendah pada perlakuan A (64,35%).
Pengaruh Pemberian Dosis Mineral Ca dan Lama Fermentasi Pelepah Sawit terhadap Kandungan Lignin, Kecernaan BK, BO, PK dan Fraksi Serat (NDF, ADF, Hemiselulosa dan Selulosa) menggunakan Kapang Phanerochaete chrysosporium S. Rahayu; N. Jamarun; M. Zain; D. Febrina
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.151-162.2015

Abstract

Pelepah sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak tetapi terkendala karena tingginya kandungan lignin.  Strategi yang dapat dilakukan untuk menurunkan kandungan lignin pelepah sawit adalah melalui fermentasi menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium (Pc). Pertumbuhan kapang Phanerochaete chrysosporium  dipengaruhi oleh ketersediaan mineral dalam substrat. Untuk itu diperlukan penambahan mineral sesuai dengan kebutuhan kapang dimana salah satunya adalah mineral kalsium (Ca). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian dosis mineral Ca dan lama fermentasi dalam menurunkan kandungan lignin, meningkatkan kecernaan BK, BO, PK, NDF, ADF, Selulosa dan Hemiselulosa pelepah sawit yang difermentasi menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial untuk menghitung persentase penurunan lignin dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor A yaitu pemberian dosis mineral Ca yaitu A0: kontrol (pelepah + Pc) + 0 ppm Ca, A1: kontrol + 1000 ppm Ca, A2 : kontrol + 1500 ppm Ca, A3 : kontrol + 2000 ppm Ca. Faktor B adalah lama waktu fermentasi yaitu Y1: 10 hari, Y2 : 15 hari dan Y3 : 20 hari. Data dianalisis menggunakan analisa varian (Anova) dan untuk melihat perbedaan antar perlakuan dilakukan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) (Steel and Torrie, 1991). Hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan memberikan pengaruh berbeda nyata (P<00.1) terhadap penurunan kandungan lignin, kecernaan BK, BO, PK, NDF, ADF, Hemiselulosa dan Selulosa. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fermentasi pelepah sawit menggunakan kapang Phanerochaete chrysosporium pada dosis mineral Ca 2000 ppm dengan lama fermentasi 10 hari dapat menurunkan kandungan lignin 26,79% dengan kecernaan BK 51,44%., BO 53,24%., PK 47,54%., NDF 47,48%., ADF 42,24%., Selulosa 45,44% dan Hemiselulosa 48,34%.
Pengaruh Penggunaan Ampas Kecap Dalam Ransum Terhadap Kadar Protein, Lemak dan Kalsium Kuning Telur Itik Mojosari R. D. Jayanti; L. D. Mahfudz; S. Kismiati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.122-129.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ampas kecap dalam ransum terhadap kadar kimia (protein, lemak dan kalsium) kuning telur itik Mojosari. Materi yang digunakan adalah 240 ekor itik Mojosari umur 20 minggu dengan bobot badan awal rata – rata 1.385,0 ± 130,85 gram (CV = 9,44%). Bahan pakan untuk menyusun ransum meliputi jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, pollard, premix dan ampas kecap. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 perlakuan dan 6 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan, tiap unit percobaan terdiri dari 10 ekor itik. Perlakuan yang diterapkan adalah ampas kecap dengan level T0 : 0%, T1 : 5%, T2 : 7,5% dan T3 : 10% dalam ransum. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam dan uji F untuk mengetahui pengaruh perlakuan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ampas kecap tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan protein, lemak dan kalsium kuning telur itik Mojosari. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ampas kecap dapat digunakan dalam ransum itik petelur sampai level 10% tanpa merusak kadar protein, lemak dan kalsium kuning telur itik Mojosari.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue