cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Bobot Relatif Saluran Pencernaan Ayam Broiler yang Diberi Tambahan Air Rebusan Kunyit dalam Air Minum D. D.R. Pertiwi; R. Murwani; T. Yudiarti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.2.60-64.2017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air rebusan kunyit dalam air minum terhadap bobot relatif saluran pencernaan ayam broiler. Ayam broiler umur satu hari (DOC) 200 ekor dengan bobot badan awal rata-rata 41,48±0,99 gram dialokasikan secara acak ke dalam 5 perlakuan dan 5 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri 8 ekor. Lima perlakuan tersebut terdiri dari T0 (100% air minum), T1 (75% air minum : 25% air kunyit), T2 (50% air kunyit : 50% air minum), T3 (75% air kunyit : 25% air minum) dan T4 (100% air kunyit). Pakan komersial untuk broiler dan air minum perlakuan diberikan secara ad libitum. Parameter yang diamati yaitu bobot relatif dan panjang relatif saluran pencernaan ayam broiler umur 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kunyit dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap bobot hidup ayam broiler, bobot relatif tembolok, proventikulus, usus halus, hati, usus besar, serta panjang relatif jejenum, sekum dan usus besar. Perlakuan tersebut berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot relatif sekum dan pankreas, serta panjang relatif duodenum dan ileum ayam broiler umur 35 hari. Penambahan air rebusan pada taraf 50-100% menurunkan baik bobot relatif sekum dan pankreas dan panjang relatif duodenum, dan pada taraf 25% bobot relatif sekum dan pankres dan panjang relatif duodenum dan ileum sama dengan kontrol tanpa pemberian air rebusan kunyit. Dapat disimpulkan bahwa penambahan air rebusan kunyit dalam air minum menurunkan bobot relatif sekum dan pankreas serta panjang relatif duodenum, maka dianjurkan untuk tidak menggunakan air rebusan kunyit dalam air minum.
Karakterisitik Kimia dan Total Koloni Bakteri Gelatin dari Beberapa Jenis Kulit Ternak S. Melia; I. Juliyarsi; M. Hayatuddin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.188-192.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat kimia dan total koloni bakteri gelatin yang dihasilkan dari beberapa jenis kulit ternak. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kulit sapi, kulit kerbau dan kulit kambing yang diperoleh dari rumah potong hewan di Padang.  Metode yang digunakan adalah metode eksperimen Rancangan Acak Kelompok, 6 perlakuan dan 4 kelompok.  Perlakuannya meliputi : (A). 100% kulit sapi, (B).  100% kulit kerbau, (C). 100% kulit kambing, (D). 50% kulit sapi : 50% kulit kerbau, (E).  50% kulit sapi : 50% kulit kambing, (F).  50% kulit kerbau : 50% kulit kambing.  Selanjutnya data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis stastistik dan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT).  Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar protein, kadar lemak dan total koloni bakteri.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa gelatin yang dihasilkan dari beberapa jenis kulit ternak berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kadar protein, kadar lemak dan total koloni bakteri.  Gelatin yang terbaik dari hasil penelitian adalah gelatin yang diperoleh dari kulit sapi 100%, dengan kadar protein 31,47%, kadar lemak 1,43% dan total koloni bakteri 8,34 x105 CFU/g.
Keragaman Genetik Gen Hormon Pertumbuhan (GH|MboII) pada Itik Sikumbang Janti Menggunakan Penciri PCR-RFLP T.D. Nova; Yurnalis Yurnalis; A.K. Sari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.44-52.2016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman gen hormon pertumbuhan (GH) dengan enzim MboII  pada itik Sikumbang Janti dengan menggunakan penciri PCR-RFLP (polymerase chain reaction-restriction fragment length polymorphism). Penelitian ini menggunakan sebanyak 50 sampel darah itik Sikumbang Janti. Sampel darah itik Sikumbang Janti diambil melalui vena achilaris sebanyak ± 1 ml. DNA sampel darah diisolasi menggunakan protocol Genomik DNA Purification Kit (Promega). DNA total diamplifikasi menggunakan sepasang  primer  F : 5’-CTG GAG CAG GCA GGA AAA TT-3’ dan R: 5’-TCC AGG GAC AGT GAC TCA AC-3’ yang menghasilkan fragmen exon 1 gen GH dengan panjang 801 bp. Produk amplifikasi direstriksi dengan menggunakan MboII  yang mengenali situs pemotongan GAAGA (N/8)↓ . Dari 46 sampel hasil restriksi diperoleh dua posisi. Pada posisi 618 bp dengan genotip yaitu genotip heterozigot (+/-) yang terdiri dari 3 pita (266 bp, 535 bp dan 801 bp), genotip homozigot (+/+) yang terdiri dari 3 pita (109 bp, 266 bp, 426 bp) dan genotip homozigot (-/-) yang terdiri dari 1 pita ( 801)  dan terdapat dua tipe alel, yaitu alel (+) dan all (-), all (+) sebesar 0,79 dan alel (-) sebesar 0,21. Sedangkan pada posisi 727 bp memiliki genotip yaitu genotip heterozigot (+/-) yang terdiri dari 3 pita (109 bp, 266 bp, 426 bp), dan genotip homozigot (-/-) yang terdiri dari 3 pita dan terdapat dua tipe alel, yaitu frekuensi alel (+) sebesar 0,61 dan frekuensi alel (-) sebesar 0,39. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa gen GH-MboII memiliki keragamanan yang tinggi serta menunjukkan adanya keseimbangan atau tidak menyimpang dari keseimbangan Hardy Weinberg pada posisi keragaman 618 bp dan pada posisi 727 dalam ketidakseimbangan Hardy Weinberg.
Pemanfaatan Filtrat Abu Sekam Padi untuk Mengurangi Lignin Tongkol Jagung I. Hernaman; B. Ayuningsih; D. Ramdani; R. Z. Al-Islami
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.37-41.2018

Abstract

Produktivitas Rumput Raja (Pennisetum purpupoides) pada Pemotongan Pertama Menggunakan Beberapa Sistem Pertanian Suyitman Suyitman
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.119-127.2014

Abstract

Tujuan penelitian menentukan pengaruh sistem pertanian; anorganik, LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture) dan organik pada produktivitas Rumput Raja, ketika panen pertama. Penelitian menggunakan pupuk N, P, K, pupuk kandang dan vesikular arbuskular mikoriza (VAM). Penelitian memakai analisis varians dengan randomized block design (RBD) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya adalah A (200 kg N: 150 kg P: 100 kg K), B (200 kg N: 150 kg P: 100 kg K: 5.000 kg pupuk kandang), C (50 kg N: 37.5 kg P: 25 kg K: 5.000 kg pupuk kandang: 180 kg MVA), D (50 kg N: 37.5 kg P: 25 kg K: 180 kg MVA), E (5.000 kg pupuk kandang: 180 kg MVA). Hasilnya, perlakuan tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) pada produktivitas Rumput Raja. Rata-rata tinggi tanaman adalah: 3,35-3,43 m dan anakan: 7,08-08,20 batang. Kandungan nutrisinya (13,21-13,70% protein kasar, NDF: 61,98- 62,94%, ADF: 40,01-44,27%, selulosa: 29,68-33,03%, hemiselulosa: 17,93-21,96%, lignin: 08,16 sampai 11,36%). Produksi adalah (produksi segar 83,95-96,48 ton/ha dan 13,79-19,84 ton bahan kering/ha). Kemudian Benefit Cost Ratio (BCR) adalah 05,31-6,54. Jadi menggunakan sistem LEISA dan pertanian organik, produktivitas Rumput Raja sama dengan dosis 100% pupuk N, P, dan K (200 kg urea/ha, SP-36 150 kg/ha, KCl 100 kg/ha).
Optimalisasi Produksi dan Maksimalisasi Keuntungan Usaha Ternak Sapi Potong dengan Sistem Integrasi Sapi-Sawit di Kabupaten Dharmasraya I. Indrayani; J. Hellyward
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.3.187-194.2015

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Dharmasraya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat produksi dan keuntunganmaksimal peternak sapi potong yang berintegrasi dengan sawit di Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive, dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Koto Besar merupakan Kecamatan dengan populasi sapi potong terbanyak kedua di Dharmasraya dan melakukan integrasi sapi dengan sawit. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 30 responden dengan bantuan kuesioner dan recording sebagai instrumen penelitian. Data dianalisis dengan persamaan regresi kuadratik dan regresi linear. Hasil analisis menunjukkan persamaan Biaya Produksi TC = 24,1 – 7,1Q + 0,3Q2 dan TR = 7.191.820Q – 1.537.094Q2.  Produktivitas sapi di wilayah penelitian selama 3 tahun pemeliharaan setiap satu ekor induk sapi melahirkan rata-rata 1,7 ekor anak sapi. Keuntungan yang diperoleh peternak Rp.4.154.792,-/ekor induk/3 tahun. Sementara produksi optimal usaha ternak sapi bibit selama masa pemeliharaan 3 tahun untuk satu ekor induk sapi adalah 2,33 ekor anak.Dengan demikian keuntungan maksimal peternak seharusnya bisa mencapai Rp.8.412.202,-untuk setiap 1 ekor induk yang dipelihara selama 3 tahun pemeliharaan.
Model Pengembangan Kawasan Peternakan Sapi Aceh di Kabupaten Aceh Jaya Propinsi Aceh I. Mirza; W. Rahayu
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.152-160.2017

Abstract

Plasma nutfah sapi Aceh perlu dilestarikan dan dikembangkan dengan pendampingan teknologi agar peningkatan potensi dan pemanfaatan dapat dilakukan secara baik dan berkelanjutan. Pendampingan terhadap peternak diperlukan dalam upaya melindungi potensi genetik ternak lokal ini dan dalam upaya mensukseskan program pemerintah dalam mencapai swasembada daging melalui ternak lokal. Sapi Aceh mempunyai daya tahan terhadap lingkungan yang buruk seperti krisis pakan, air, pakan berserat tinggi, penyakit parasit, temperatur panas dan sistem pemeliharaan ekstensif tradisional. Berdasarkan data tahun 2011 dari 14.714 ekor sapi potong yang dipelihara, 13.939 ekor diantaranya merupakan sapi Aceh (94,73%) dan data tahun 2012, dari 17.355 ekor sapi potong, 16.587 ekor diantaranya merupakan sapi Aceh (95,57%).  Demikian juga dengan data populasi sapi potong tahun  2013 dari 13.084 ekor sapi potong, 11.776 ekor adalah sapi Aceh (90,00%) dan data tahun 2014 dari 15.370 ekor sapi potong, 14.497 ekor adalah sapi Aceh (94,32%). Hal ini menunjukkan bahwa populasi sapi Aceh mendominasi dari total populasi sapi potong yang ada di Kabupaten Aceh Jaya. Di kabupaten Aceh Jaya terutama di kecamatan Sampoiniet, Darul Hikmah dan Setia Bakti terdapat 1.349 Ha padang penggembalaan, luasnya padang penggembalaan ini merupakan potensi sumber pakan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan sapi dan  pengembangan kawasan peternakan Sapi Aceh apabila di revitalisasi dan dimanfaatkan secara optimal.
Performa Berahi Sapi PO Berbagai Umur yang Disinkronisasi Menggunakan Medroxy Progesterone Acetate di Satker Kendal Mustagfiroh Mustagfiroh; Sutiyono Sutiyono; E. Kurnianto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.145-150.2018

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis performa berahi sapi Peranakan Ongole (PO) yang disinkronisasi dengan Medroxy Progesterone Acetate (MPA). Materi penelitian adalah 53 ekor sapi PO betina. Sapi-sapi dibagi berdasarkan umur menjadi 3 kelompok yaitu 2-5, >5-9 dan >9-12 tahun, kemudian sapi disinkronisasi menggunakan MPA dengan dosis 50 mg per ekor. Parameter yang diamati adalah jumlah sapi yang berahi, kecepatan berahi dan lama berahi. Data banyaknya sapi yang berahi dianalisis menggunakan analisis deskriptif sedangkan data kecepatan berahi dan lama berahi masing-masing kelompok umur dianalisis menggunakan one way anova dengan bantuan progam SPSS. Hasil penelitian menunjukkan persentase respon berahi sapi yang disinkronisasi menggunakan MPA pada masing-masing kelompok umur 20%, 50% dan 35%. Hasil analisis kecepatan berahi dan lama berahi antar kelompok umur sapi yang disinkronisasi dengan MPA menunjukkan tidak ada perbedaan. Simpulan penelitian adalah sinkronisasi menggunakan MPA tidak memberi perubahan terhadap performa berahi sapi PO berbagai umur.
Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Stabilitas Minyak Ikan dan Mikrokapsul Minyak Ikan Montesqrit Montesqrit; R Ovianti
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.62-68.2013

Abstract

Fish oil microcapsules could be stored long longer than fish oil. Storage of the fish oil microcapsules to be more stable and effective to note factors such as temperature and storage time. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and storage time on the stability of fish oil (MI) and microencapsulated fish oil (MMI). The research method used was a completely randomized design method factorial 2 x 3 and 3 replications for each MI and MMI. Factor A (storage temperature: refrigerator temperature and room temperature) and factor B (storage time: 15, 30 and 45 days). The variables measured were peroxide, TBA numbers and the total number of oxidation. The results of this study found that the more stable MMI stored in the refrigerator compared to room temperature and the MMI is more stable compared with MI. Temperature and storage time is best for the oxidative stability of microencapsulated fish oil and fish oil are refrigerator temperature and storage time of 45 days.
Estimasi Output Sapi Potong di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat D. E. Putra; Sumadi Sumadi; T. Hartatik
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.105-115.2015

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produktivitas sapi potong di Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat dalam menghasilkan bibit sapi potong dan kelayakan daerah tersebut sebagai sumber sapi potong di Provinsi Sumatera Barat. Penelitian ini dilakukan dengan cara sensus dengan alat bantu kuesioner dengan metode Quota sampling digunakan untuk memilih tiga kecamatan yang memiliki populasi tinggi, sedang, dan rendah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah identitas peternak dan ternak. Data sekunder dari instansi terkait juga digunakan sebagai pendukung dalam penelitian ini. Perkembangan populasi ternak dianalisis dengan pendekatan teori pemuliabiakan ternak. Rata-rata kenaikan populasi ternak dianalisis menggunakan analisis time series (analisis runtut waktu). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai efisiensi reproduksi (ER) sebesar 89,95% dan nilai natural increase (NI) sebesar 29,46% yang menunjukkan bahwa pertambahan populasi sapi tergolong sedang. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa secara umum populasi sapi potong di Kabupaten Pesisir Selatan masih cukup memenuhi kebutuhan daerah tersebut namun kekurangan ternak pejantan sebesar 12,32% dan populasi ternak betina melebihi kebutuhan sebesar 21,03% dengan nilai net replacement rate (NRR) jantan sebesar 87,68% dan NRR betina sebesar 121,03%. Secara rata-rata output sapi potong pada semua bangsa untuk sapi afkir jantan adalah sebesar 5,93%, betina sebesar 11,12% , sapi muda jantan sebesar 2,19%, dan sapi muda betina sebesar 1,01% dari total populasi sapi.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue