cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 557 Documents
Review: Potensi, Faktor Pembatas dan Pengolahan Rumput Laut Coklat (Phaeophyceae) sebagai Pakan Ayam Petelur Y. L. Dewi; A. Yuniza; Nuraini Nuraini; K. Sayuti; M. E. Mahata
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.53-69.2018

Abstract

Tulisan ini dibuat untuk mengetahui potensi, faktor pembatas, dan pengolahan rumput laut coklat (Phaeophyceae) sebagai pakan ayam petelur. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) adalah rumput laut yang mengandung pigmen klorofil a, karotin, xanthofil dan fukosantin, pigmen yang dominan adalah fukosantin yang menutupi warna lainnya dan menyebabkan rumput laut ini kelihatan berwarna coklat. Rumput laut coklat memiliki potensi sebagai bahan pakan ayam petelur karena ketersediaan yang melimpah, tidak bersaing dengan kebutuhan manusia, mengandung zat-zat nutrisi, tidak bersifat toksik, kaya asam lemak omega 3, mengandung pigmen fukosantin, alginat dan fukoidan. Faktor pembatas penggunaan rumput laut ini, yaitu 1) Kandungan nutrisi dan kualitas: alginat tinggi, protein rendah, dan energi rendah; 2) Kandungan anti nutrisi: kadar garam tinggi dan phlorotannin; 3) Penanganan dan pengolahan: membutuhkan berbagai pengolahan khusus sebelum digunakan sebagai pakan ternak. Faktor-faktor pembatas tersebut dapat diatasi dengan perlakuan fisik (pencucian, pengeringan, autoklaf, perebusan dan freezing), fermentasi dan penambahan enzim dalam pakan sebagai upaya untuk meningkatkan ketersediaan zat nutrisi dan mendetoksifikasi senyawa antinutrisi. Rumput laut coklat (Phaeophyceae) memiliki potensi sebagai bahan pakan penyusun ransum ayam petelur.
Pengaruh Aras Energi Pakan dan Skor Kondisi Tubuh Terhadap Produksi dan Kualitas Fisik Daging Ternak Sapi Bali Betina Afkir M.E. Ili; H.D.J. Lalel; A.E. Manu
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.18.1.1-12.2016

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh aras energi dan kondisi tubuh terhadap produksi dan mutu daging sapi Bali betina afkir. Kajian ini menggunakan 18 ekor sapi Bali betina afkir yang kurus dengan skor kondisi tubuh 2. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan aras energi sebagai faktor utama dan skor kondisi tubuh sebagai faktor tersarang. Pakan komplit fermentasi (2% dari berat badan) dengan level energi yang berbeda yaitu 7, 8 dan 9 MJ diberikan sebagai perlakuan. Penelitian berlangsung selama 3 bulan yang terdiri dari 2 minggu masa persiapan dan penyesuaian (preleminary) dan 10 minggu pengambilan (koleksi) data. Parameter utama adalah produksi karkas dan kualitas fisik serta kimia daging. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh (P>0.05) dari level energi dan skor kondisi tubuh pada parameter yang diukur. Sementara itu, nilai susut masak dan keempukan secara signifikan dipengaruhi oleh level energi pakan. Kesimpulannya bahwa penggemukan sapi Bali betina afkir dapat dilakukan secara efisien dalam periode singkat. Ada indikasi perubahan skor kondisi tubuh yang memadai dengan pemberian pakan pada level energi metabolis 9 MJ.
Pengaruh Perbedaan Sumber Energi Pakan (Jagung dan Pollard) terhadap Respon Fisiologis Kelinci New Zealand White Betina R. Kurniawati; C. M. S. Lestari; E. Purbowati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.1.1-7.2018

Abstract

Performa Reproduksi Domba Jantan dengan Ransum Berbasis Limbah Perkebunan Singkong yang Disuplementasi Seng (Zn) dan Kobalt (Co) I. Hernaman; K. Hidajat; A. Budiman; S. Nurachma
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.3.152-156.2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah  perkebunan singkong (LPS) dalam ransum yang disuplementasi seng dan kobalt terhadap performa reproduksi domba jantan. Penelitian dilakukan pada 20 ekor domba jantan umur ±1 tahun dengan bobot badan 24,65±4,26 kg yang dialokasikan ke dalam rancangan acak kelompok pada 5 perlakuan ransum dan diberi percobaan selama 6 minggu. Di akhir penelitian diambil semen untuk evaluasi secara mik­roskopis dan makroskopis. Hasil menunjukan bahwa secara makroskopis pemberian LPS meng­hasilkan volume semen yang sama dengan pemberian konsentrat, namun lebih tinggi dibandingkan dengan pemberian rumput saja, semua warna semen adalah krem, pH 7-7,6 dengan konsistensi yang agak encer dan kental, gerakan masa antara cukup dan baik. Evaluasi mikroskopis untuk se­mua perlakuan menghasilkan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05). Suplementasi seng dan kobalt tidak memberikan banyak pengaruh terhadap semen domba.
Peningkatan Kualitas Limbah Buah Kopi dengan Phanerochaete chrysosporium sebagai Pakan Alternatif Nuraini Nuraini; Y. Marlida; Mirzah Mirzah; R. Disafitri; R. Febrian
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.2.143-150.2015

Abstract

Limbah buah kopi bisa digunakan sebagai pakan alternatif berdasarkan potensi ketersediaannya dan kandungan nutrisinya. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas nutrisi limbah buah kopi melalui fermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium. Metode eksperimen yang digunakan adalah dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 2 dengan 3 ulangan. Faktor pertama, dosis inokulum yaitu: 4%, 7% dan 10% dari jumlah substrat. Faktor kedua, lama fermentasi: 7 hari dan 10 hari. Peubah yang diamati adalah protein kasar, serat kasar, retensi nitrogen dan kecernaan serat kasar. Hasil penelitian yang diperoleh adalah interaksi antara dosis inokulum 7% dan lama fermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium 10 hari dapat menurunkan serat kasar dan meningkatkan protein kasar, retensi nitrogen dan kecernaan serat kasar limbah buah kopi fermentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah fermentasi dengan Phanerochaete chrysosporium dengan dosis inokulum 7% dan lama fermentasi 10 hari merupakan perlakuan terbaik untuk peningkatan kualitas nutrisi dari limbah buah kopi.
Status Keberlanjutan Wilayah Peternakan Sapi Potong untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Bondowoso D. R. Ramadhan; Nindyantoro Nindyantoro; Suyitman Suyitman
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.78-88.2014

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis dua hal; (1) status indeks keberlanjutan dan (2) lima dimensi keberlanjutan pembangunan agropolitan. Penentuan status keberlanjutan menggunakan Multidimensional Scaling (MDS) dengan pendekatan Penilaian Cepat Agropolitan (Rap-AGROSAPOT). Atribut sensitif mempengaruhi indeks keberlanjutan dan efek kesalahan ditentukan berdasarkan Leverage analisis dan uji Monte Carlo. Penentuan faktor kunci keberlanjutan diperoleh dengan analisis prospektif. Hasil analisis keberlanjutan menunjukkan bahwa dimensi ekologi (41,61%) dan infrastruktur teknologi (47,05%) statusnya kurang berkelanjutan. Dimensi ekonomi (57,73%) dan sosial budaya (58,05%) serta dimensi hukum-kelembagaan (75,46%) statusnya cukup baik. Berdasarkan analisis pada 70 atribut; ada 24 atribut sensitif yang perlu diperbaiki karena efek peningkatan nilai indeks keberlanjutan. Analisis prospektif menghasilkan lima faktor kunci daerah keberlanjutan, yaitu: (a) ketersediaan sarana dan prasarana agribisnis peternakan, (b) sistem pemeliharaan ternak, (c) ketersediaan pasar agro-ternak, (d) ketersediaan industri pakan, dan (e) sapi milik koperasi. Perbaikan peternakan sapi agropolitan merupakan basis utama untuk pengembangan Kabupaten Bondowoso kedepan.
Kelarutan Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) di Dalam Rumen Secara In Vitro Badriyah Badriyah; J. Achmadi; L. K. Nuswantara
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.19.3.116-121.2017

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji degradabilitas polifenol dan aktivitas antioksidan daun kelor (Moringa oleifera) di dalam rumen secara in vitro. Daun kelor dan lamtoro (Leucaena leucocephala, sebagai pembanding) diinkubasikan dalam cairan rumen kambing selama 48 jam secara in vitro. Degradabilitas bahan kering, senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan pada daun kelor dan lamtoro dibandingkan dengan uji T. Degradabilitas bahan kering daun kelor lebih tinggi (p<0,05) daripada daun lamtoro. Degradabilitas senyawa fenolik daun kelor lebih rendah (P<0,05) daripada daun lamtoro. Penurunan aktivitas antioksidan daun kelor lebih kecil dibandingkan daun lamtoro selama inkubasi dalam rumen. Inkubasi daun kelor dalam rumen dapat menurunkan ketersediaan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan pada daun kelor dan lamtoro.
Pengaruh Level Energi dan Protein dengan Bakteri Bacillus amyloliquefaciens sebagai Probiotik untuk Mengurangi Pencemaran Amonia pada Kandang Ayam broiler H. Riza; Wizna Wizna; Y. Rizal; Yusrizal Yusrizal
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.20.2.99-107.2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan bakteri Bacillus amyloliquefaciens dapat mengurangi pencemaran amonia pada kandang ayam broiler. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial 3x 3 dengan 3 ulangan dan 2 faktor. Faktor A level energi (H1 3000 kkal/kg), (H2 2900 kkal/kg), (H3 2800 kkal/kg). Faktor B level protein (R1 22 %), (R2 20 %) dan (R3 18%). Parameter yang diukur adalah Kadar ammonia, kadar air ammonia dan pH ammonia. Hasil penelitian menunjukan kombinasi level energi dan level protein serta interaksi kedua faktor signifikan (P< 0,05) terhadap kadar ammonia, kadar air dan pH ammonia. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi energi protein yaitu 2800 kkal/kg : 18% dan bakteri Bacillus amyloliquefaciens lebih efektif untuk mengurangi pencemaran amonia pada kandang ayam broiler.
Peranan Penyuluh Dalam Penerapan Paket Teknologi Pada Usaha Peternakan Kerbau (Studi Kasus Pada Kelompok Ternak "Kabau Antrada" Kecamatan Koto Baru Kabupaten Dharmasraya) Ediset Ediset; A. Anas
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.15.1.17-25.2013

Abstract

The research was conducted to know technology-application level and elucidator part on “Kabau Antrada” group in Dhamasraya. Research method use was  case study method with census taken sample, which mean all of the 21 person members kabau antrada group became respondent.. Observation and interviewed (questioners) was done to get primary data. The result shown that every topic has given increased the technology-application at kabau antrada group Koto Baru District Dhamasraya Regency. For example selection of breeding stock increased 76.19%, feed increased 73.47%, management improvement increases 74.83%, diseases prevention increased 71.43%,  followed product selling 73.21%. The average of “panca usaha ternak” was 73.83%. Extension part not so deep on “kabau antrada” group even thought the average technology-packet on panca usaha tani has increased. These increasing caused of farmer experience and academicians part.
Metode Pengolahan Darah sebagai Pakan Unggas: Review R. F. Ramadhan; Y. Marlida; Mirzah Mirzah; Wizna Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.17.1.63-76.2015

Abstract

Darah sapi merupakan limbah hasil ikutan ternak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan penyusun ransum ternak unggas. Darah dapat dimanfaatkan sebagai pakan dalam bentuk tepung. Pembuatan tepung darah dapat dilakukan melalui proses fisik, biologi, dan kombinasi keduanya. Pemanfaatan tepung darah sebagai ransum unggas sangat terbatas, hal ini disebabkan ketidakseimbangan asam amino yang terdapat pada tepung darah. Pemanfaatan tepung darah dapat ditingkatkan dengan cara pengolahan. Metode pengolahan darah dapat dilakukan dengan menggunakan tiga metode yaitu  pengeringan, penyerapan dan fermentasi. Metode pengeringan hanya dapat digunakan dalam ransum unggas sebesar 3-6%, sedangkan metode penyerapan dapat meningkatkan penggunaan tepung darah sebagai pakan ternak menjadi 15%, dan metode fermentasi darah menggunakan mikroorganisme sebagai inokulum dapat memanfaatkan tepung darah sampai 20% dalam ransum unggas.

Filter by Year

2006 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 28 No 1 (2026): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue