cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Peternakan Indonesia
Published by Universitas Andalas
ISSN : 19071760     EISSN : 24606626     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) "Indonesian Journal of Animal Science". Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) diterbitkan oleh Fakultas Peternakan Universitas Andalas, sebagai media publikasi hasil penelitian, pengkajian dan pendalaman literatur tentang ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang peternakan dan kehewanan. JPI diterbitkan untuk menyempurnakan dan melanjutkan Jurnal Peternakan dan Lingkungan (JPL) yang telah ada semenjak bulan Oktober 1994. JPI diterbitkan tiga kali dalam setahun pada bulan Februari, Juni dan Oktober. Tulisan/karya ilmiah yang diterima belum pernah dipublikasikan atau tidak sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain.
Arjuna Subject : -
Articles 552 Documents
Keragaman Sekuen Gen Reseptor Hormon Pertumbuhan Exon 10 sebagai Informasi Dasar Seleksi pada Sapi Pesisir Plasma Nutfah Sumatera Barat Yurnalis Yurnalis; Sarbaini Sarbaini
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.1.63-70.2014

Abstract

Dari 216 ekor sapi Pesisir berusia 1,5 tahun , 60 ekor dipilih berdasarkan berat badan, 30 ekor dengan bobot tertinggi (125 ± 9 kg), dan 30 ekor dengan bobot badan rendah (65 ± 6 kg). Keragaman gen reseptor hormon pertumbuhan (GHR) dilihat dengan sekuensing (SNP) dan dengan PCR - RFLP. Lima delesi terdeteksi di posisi 34, 39, 45, 50, dan 115 dengan frekuensi alel berturut-turut 0,45, 0,15, 0,46, 0,46, dan 1,00 dan 4 insersi terdeteksi di posisi 67, 74, 113, dan 133 dengan frekuensi alel berturut-turut 0,19, 0,19, 0,25, dan 0,45 masing-masing dengan genotip insersi T , A , G , dan G. Empat mutasi terdeteksi di posisi 32, 50, 109, dan 150 dengan genotip T  C, G  A, A  C, dan G C dengan frekuensi alel 0,50, 0,23, 0,19, dan 1,00. GHR-NlaIII alel T dan C masing-masing adalah 0,017 dan 0,983. Uji chi-square menunjukkan bahwa populasi ini tidak dalam keseimbangan Hardy - Weinberg. Temuan ini menunjukkan bahwa GHR-NlaIII tidak dapat digunakan sebagai penanda untuk keturunan Bos indicus. Tidak ada hubungan antara keragaman gen GHR dengan dua kelompok ternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gen GHR bersifat polimorfik sehingga perlu dicari hubungannya dengan performance dan pertumbuhan ternak.
Sifat Fisik dan Kimia Daging Kelinci Rex dan Lokal (Oryctolagus cuniculus) B. Brahmantiyo; M. A. Setiawan; M. Yamin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.1.1-7.2014

Abstract

Kelinci berpotensi sebagai alternatif sumber protein hewani. Daging kelinci mengandung protein tinggi dan kandungan lemak yang rendah dibandingkan dengan daging ternak lain. Saat ini, informasi terkait performa karkas kelinci Rex dan lokal masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mangetahui performa karkas, perlakuan fisik dan kimia pada daging kelinci Rex dan lokal. Analisis statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Faktorial 2x2 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah jenis kelinci dan faktor kedua adalah jenis kelamin. 6 ekor kelinci Rex dan kelinci lokal yang digunakan pada penelitian ini adalah 3 jantan dan 3 betina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelembaban daging kelinci Rex lebih tinggi dibandingkan dengan kelinci lokal (P<0,05). Kelinci betina memiliki nilai pH, keempukan dan daya ikat air yang lebih baik dibanding kelinci jantan (P<0,05). Perbedaan antar perlakuan dipengaruhi oleh manajemen pemeliharaan, perlakuan sebelum antemortem dan postmortem, dan juga aktivitas kelinci.
Suplementasi Mineral Sulfur Pada Ransum Tongkol Jagung Amoniasi Dan Pengaruhnya Terhadap Kecernaan Secara In Vitro Elihasridas Elihasridas; N Jamarun; M Zain; Y Marlida
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.2.349-354.2012

Abstract

An experiment was conducted to evaluate the effect supplementation of  mineral sulphur on the digestibility of ammoniated corn cobs ration. The objective of this experiment is to determine the optimum level of sulphur supplementation to in vitro digestibility of rations. Rations consisted of 50% ammoniated corn cobs and 50% concentrate.  As treatments, was various levels of sulphur at0, 0,13, 0,16, 0,21 and 0,32% of DM basis. Parameters measured included: digestibility of DM, OM, CP and fiber fractions. Data were statistically analyzed by variance analysis in a block randomized design. Results showed that the treatments gave highly significant (P<0,01) effect on the digestibility. Digestibility of DM. OM, CP and fibers fractions increased as increasing level of sulphur supplementation. The best digestibility was found on 0,16% level of sulphur supplementation.
Perbandingan Performans Reproduksi Kuda Lokal dan Turunan Thoroughbred di Kota Payakumbuh Hendri Hendri; Suardi Suardi; A Mikail
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.3.441-446.2012

Abstract

This study aimed to compare the performance of reproduction between local horses and descendant of Thoroughbred in Payakumbuh. In this study used a sample of 60 mares productive which have a complete recording. This research was a field research with survey method. Samples were taken by purposive sampling technique. The parameters were observed in between the age of first marriage, old pregnant, and lust after lambing. The results showed that the average age of first marriage in the Local horse was 26.2 ± 8.53 months while on horseback Throughbred derivative obtained at 51.8 ± 14.5 months, the average of pregnant time of Local horse was 323.17 ± 8.55 days while on horseback derivative Throughbred amounted to 324.37 ± 14 185 days and the median lust after lambing on Local horse was at 16.37 ± 9.37 days while on horseback Throughbred derivative obtained at 10.9 ± 6.64 days.
Jarak Genetik dan Faktor Peubah Pembeda Entok Jantan dan Betina Melalui Pendekatan Analisis Morfometrik N. Fatmarischa; Sutopo Sutopo; S. Johari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.1.33-39.2014

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jarak genetik, pohon fenogram dan variabel pembeda pada entok jantan dan betina dengan menggunakan analisis diskriminan dan kanonikal. Sampel yang digunakan dalam penelitian berasal dari tiga kabupaten yaitu Kabupaten Pekalongan, Demak, dan Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Jumlah sampel entok yang digunakan sebanyak 35 ekor entok jantan dan 35 ekor betina pada tiap kabupaten. Pengamatan terhadap karakter bobot badan, panjang badan, panjang paruh, panjang leher, lingkar badan, panjang sayap, panjang femur, dan panjang jari kaki ketiga. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis diskriminan dengan bantuan program SAS. Hasil peta penyebaran menunjukkan adanya perbedaaan entok jantan dan betina. Analisis diskriminan menunjukkan bahwa variabel pembeda entok jantan terdapat pada lingkar badan (0,85) dan panjang leher (0,66), sedangkan entok betina terdapat pada panjang femur (0,68) dan panjang paruh (0,82). Tingkat kesamaan tertinggi antara entok jantan dan betina ditunjukkan pada entok Kabupaten Pekalongan (97,14) dan Magelang (82,86%). Jarak genetik pada entok jantan dan betina menunjukkan adanya hubungan kekerabatan antara entok di Kabupaten Magelang dan Pekalongan, serta memiliki hubungan kekerabatan yang jauh dengan entok Demak.
Model Pertanian Terpadu Tanaman Hortikultura dan Ternak Sapi untuk Meningkatkan Pendapatan Petani L Siswati; R Nizar
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.2.379-384.2012

Abstract

Research was conducted to identify the diversity of technologies in an integrated farming system for horticulture and beef cattle. Furthermore, it observed the improving of farmer income that used this model. There were primary and secondary data with the survey method for farmers in Pekanbaru. The result showed the integrated farming system kept up to 21 heads of beef cattle and 4,22 ha of holticultures. Every farmer had around 0,3 ha farmland and approximately 4 to 5 heads of beef cattle. Finally, the integrated farming system increased the farmer income about Rp 9.731.147 per cultivating period of holticultures and about Rp. 9.345.328 per year of keeping the beef cattles.
Cemaran Timbal (Pb) dan Arsen (As) pada Susu Sapi Perah yang Diberi Pakan Limbah Organik Pasar di Peternakan Sapi Perah Kebon Pedes Bogor Salundik Salundik; Suryahadi Suryahadi; S.S. Mansjoer; D. Sopandie; W. Ridwan
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.1.308-318.2012

Abstract

The aims of livestock development is to increase both quality and quantity production, in the same time, ensure the safety of the product. The consumers need to concern about food safety of livestock products because it is related to human’s health. The research was conducted to determine food safety of dairy condition by detecting heavy metal on fresh milk produce by Kebon Pedes Dairy Farm. This research was utilited survey method and cases study and the result analyzed descriptively. The parameters measured are heavy metal Plumbum (Pb) and Arsenic (As) contents by using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) machine. The result of the study indicated that Pb and As undetected in fresh milk. That’s value lower than standar maxsimum limit according SNI 01-3141-1998 were 0,3 ppm and 0,5 ppm. 
Kualitas Dadih dengan Pemberian Daun Singkong sebagai Pakan Suplemen E Roza; M.S Suardi; E Nurdin; S.N Aritonang
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.3.405-410.2012

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of the use of cassava leaves as feed supplement on the quality of buffalo curd in cattle traditionally reared. This study used 20 female buffaloes at second and third lactation Sijunjung district. The method was used a completely randomized design ( CRD ) with 4 treatments and 5 replications. The material was used a feed supplement in the pellets form that consisted of urea (7.5 %) , saka (20 %), cassava leaf meal (10 %), bran (37.5 %), salt (8 %), cement (10 %), mineral mixture (2 %) and water (5 %). The treatment were supplementation of cassava leaves as much as A : 0 kg / head / day , B : 0.5 kg / head / day , C : 1.0 kg / head / day and D : 1.5 kg / head / day. Variables measured were moisture content, protein, and the acidity of the curd. The results showed that feeding supplements significant influence ( P < 0.01 ) on milk composition ( moisture 80.93 % , protein 7.95 %, viscosity 2.68 Cpa and acidity 1.22 %). It was concluded that the feeding supplements of 1.5 kg/head/day (Treatment D) may increase the protein, acidity , viscosity and decrease of whey .
Sistem Produksi dan Produktivitas Sapi Jawa-Brebes dengan Pemeliharaan Tradisional (Studi Kasus di Kelompok Tani Ternak Cikoneng Sejahtera dan Lembu Lestari Kecamatan Bandarharjo Kabupaten Brebes) C. M. S. Lestari; E. Purbowati; S. Dartosukarno; E. Rianto
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.1.8-14.2014

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji sistem produksi dan produktivitas sapi Jawa-Brebes (Jabres) yang dipelihara oleh kelompok tani ternak (KTT) sapi Jabres di Kecamatan Bandarharjo, Kabupaten Brebes. Penelitian menggunakan metode studi kasus melalui observasi, wawancara dan pengukuran di lapangan. Data yang diperoleh diolah dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pemeliharaan sapi Jabres oleh KTT untuk memperoleh anak sapi sebagai tabungan. Pemeliharaan dilakukan secara tradisional dengan cara menggembalakan sapi-sapi tersebut di hutan maupun pematang sawah pada pagi hari, sedangkan pada sore hari sapi dikandangkan dan diberi tambahan pakan kasar sesuai ketersediaan jenis pakan. Perkawinan terjadi secara alami ketika sapi digembalakan tanpa campur tangan peternak. Anak-anak sapi sebelum sapih (umur 1-4 bulan) mempunyai PBBH sebesar 0,29±0,15 kg, sedangkan PBBH anak sapi yang telah disapih (umur 10-11 bulan) hanya 0,27±0,17 kg. Kesimpulan penelitian ini ialah 98% anggota KTT di Kecamatan Bandarharjo melaksanakan sistem produksi induk-anak dengan pemeliharaan semi intensif. Produktivitas anak-anak sapi Jabres sebelum dan setelah sapih cukup baik.
Usaha Pembibitan Sapi Perah Di Universitas Andalas E. Nurdin; Andri Andri
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.2.355-359.2012

Abstract

The business of Dairy Cattle Breeding in Universiy of Andalas is a science and technology program for innovation and creativity in Campus (Ib-IKK). This is a joint program of HEDG and University of Andalas. In 2012, it has just entered the second year of three-years scheduled. The five dairy cattle breed have brought from Lembang (West Java) at the first year program. And now, Ib-IKK have 3 lactation cows, 2 pregnant cows, 1 bull and 3 heifers.This businesses are prioritized to establish the availability of dairy cow, until the business is ready to supply of dairy cattle breed for the farmer in West Sumatera. This time, the program sold a fresh milk, pasteurized milk and agro-tourism, which is managed by undergraduate student of Faculty of Animal Science, University of Andalas.

Page 3 of 56 | Total Record : 552


Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 27 No 3 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 2 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 27 No 1 (2025): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 2 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26 No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 26, No 1 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 3 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25 No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 25, No 1 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 3 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 2 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 24, No 1 (2022): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 3 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 2 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 23, No 1 (2021): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 3 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 2 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 22, No 1 (2020): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 3 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 2 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 21, No 1 (2019): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 3 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 2 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 20, No 1 (2018): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 3 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 2 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 19, No 1 (2017): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 18, No 1 (2016): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 3 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 2 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 17, No 1 (2015): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 3 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16 No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 16, No 1 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 15, No 1 (2013): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 3 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 14, No 1 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 3 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 2 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 13, No 1 (2011): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 3 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 2 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 12, No 1 (2007): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 3 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 2 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia Vol 11, No 1 (2006): Jurnal Peternakan Indonesia More Issue