cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
GRADIEN
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 02162393     EISSN : 26555743     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Gradien merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian yang meliputi bidang Matematika, Fisika, Kimia dan Biologi. Jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2005 dengan frekuensi penerbitan dua kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 150 Documents
Faktor Risiko yang Memengaruhi Berat Badan Lahir Rendah dan Sangat Rendah di Kecamatan Seberang Ulu II Kota Palembang Periode 1 Januari-31 Desember 2008 Makbruri, Makbruri
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.307 KB)

Abstract

Prevelansi bayi berat lahir rendah (BBLR ) diperkirakan 15 % dari seluruh kelahiran di dunia. Bayi Kurang Bulan dan BeratLahir Rendah adalah salah satu utama kematian Neonatus. Faktor resiko BBLR secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi faktor ibujanin dan keluarga. Faktor ibu adalah usia, usia kehamilan, paritas, riwayat abortus, preeclampsia, eklampsia, pendidikan terakhir. Faktorjanin adalah kehamilan ganda, hidramnion, jenis kelamin. Faktor keluarga adalah status ekonomi.Bentuk Penelitian laporan pengalaman belajar riset ini adalah survey analitis retrospektif. Data hasil penelitian merupakan data rekammedis persalinan 1 januari-31 Desember 2008 di rumah sakit, rumah bersalin, praktik bidan di kecamatan seberang ulu II.Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah proporsi BBLR dan BBLSR, dan faktor resiko BBLR yaitu usia ibu, usia kehamilan,paritas, riwayat abortus, preeclampsia, eklampsia, pendidikan terakhir ibu, hidramnion, kehamilan ganda, jenis kelamin dan statusekonomi. Proporsi BBLR didapatkan sejumlah 278 dari 1815 angka kelahiran bayi (18,2%) Proporsi BBLR didapatkan sejumlah 52 dari1815 angka kelahiran bayi (2,9%). Berdasarkan analisis bivariate dan multivariate didapatkan faktor resiko terhadap kejadian BBLR yaituusia kehamilan (p value= 0,000), Preeklampsia (p value =0,000), hidramnion (p value= 0,000), kehamilan ganda (p value =0,000) danJenis Kelamin (p value= 0,018)Dengan mengetahui faktor risiko terhadap kejadian BBLR diharapkan dapat menurunkan angka kejadian BBLR . Pemeriksaan ante natalcare dan menjaga kesehatan ibu dan janin perlu ditingkatkan dalam menurunkan angka kejadian BBLR. Diperlukan kerjasama antarapemerintah dan ibu dalam menurunkan angka kejadian BBLR demi terwujudnya kesehatan Ibu dan Anak menuju Kesehatan danKemajuan Bangsa.
Gambaran Hitung Jenis Leukosit Siswa Kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang Yang Terinfeksi Cacing Nematoda Usus Hayati, Inayah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.638 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai gambaran hitung jenis leukosit pada siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis Selupu Rejang yang terinfeksi cacing nematoda usus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui persentase siswa kelas 1-3 SDN 03 Kayu Manis yang terinfeksi cacing nematoda usus dan mengetahui gambaran hitung jenis leukosit siswa tersebut yang terinfeksi cacing nematoda usus. Sampel pada pemeriksaan adalah feses siswa kelas 1-3 dengan jumlah 30 pot sampel feses dan 5 sampel darah untuk pemeriksaan hitung jenis leukosit dari 30 siswa yang terinfeksi kecacingan. Dari hasil pemeriksaan diperoleh hasil bahwa ada 5 orang siswa (16 %) yang terinfeksi kecacingan. Setelah dilakukan pemeriksaan hitung jenis leukosit terhadap kelima anak yang terinfeksi, jenis leukosit yang mengalami peningkatan adalah sel eosinofil dengan jumlah masing-masing, yaitu 19%, 5%, 11%,17%, dan 10%  yang semestinya nilai normal eosinofil  1-3%.
Aplikasi Metode Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation dalam Meramal Tingkat Inflasi di Indonesia Saluza, Imelda
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.063 KB)

Abstract

Inflation is one of the important indicators in analyzing the economy of a country. One aspect that could detect the stability of Rupiah, the Indonesian Currency, is reflected in low inflation and stability. Furthermore, in determining a country’s rate of inflation for a period ahead, time series forecasting could be used as one alternative. Forecasting is a statistical method which plays an important role in delivering a decision. Forecasting the future based on past information from a variable or past mistakes is called time series. The inflation rate is one of financial data, which tends to be non linear and volatile. Therefore, neural network forecasting is used.
Pemanas Air Tenaga Matahari Dengan Kran Otomatis Berbasis Mikrokontroler Atmega8535 Anjatino, Anjatino; Samdara, Rida; Irkhos, Irkhos
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 1 (2015): (Januari 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.521 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian di Laboratorium Fisika FMIPA UNIB tentang kinerja alat pemanas air dengan energi matahari, menggunakan kran otomatis berbasis mikrokontroler Atmega 8535. Penelitian ini bertujuan memodifikasi desain pemanas air menggunakan tenaga matahari yang memiliki kinerja yang optimal. Parameter data penelitian yang diukur, temperatur air dingin, temperatur air panas, temperatur air di dalam kolektor, temperatur lingkungan selama 15 hari menggunakan kran otomatis yang terbuka pada suhu minimum 600C. Hasil penelitian ini diketahui temperatur maksimum dengan rata – rata 64,230C dan minimum rata – rata 56,850C. Temperatur air panas tertingi mencapai 63,280C pada hari ke-9 dan temperatur terendah pada hari ke-10 dan ke-14. Rata – rata volume air panas yang dihasilkan  ± 3 liter per hari. Volume air panas tertingi pada hari ke-8 yang mencapai 3,75 liter.
Populasi Ikan Gelodok (Periophthalmus modestus) Di Kawasan Hutan Mangrove Kualo Lingkar Barat Bengkulu Murniati, Neni; Hasan, Rusdi
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 12, No 1 (2016): (Januari 2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.803 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi ikan gelodok (Periopthalmus modestus) di kawasan hutan mangrove Kualo Lingkar Barat Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey langsung ke lokasi penelitian. Populasi ikan gelodok dihitung berdasarkan metode dari Hayne (Analisis Regresi: Y = a + bX), kemudian dilakukan pengukuran faktor ekologi pada habitat ikan gelodok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ikan gelodok (Periophthalmus modestus) yang ada di kawasan hutan mangrove Kualo Lingkar Barat Bengkulu berkisar 372 s/d 396 ekor. Untuk faktor ekologi ikan gelodok di hutan mangrove Kualo Lingkar Barat Bengkulu diketahui bahwa suhu berkisar 25oC - 32oC, salinitas berkisar 0-9 ppt, pH air berkisar 7,5-8,3, kedalaman air berkisar 84,8-178 cm, dan lumpur 17,2-20,8 cm serta kecerahan air berkisar 35-110 cm dan jenis vegetasi yang ada adalah  Bruguiera gymnorrhiza.
Studi Site Effect Dengan Indikator Percepatan Getaran Tanah Maksimum, Indeks Kerentanan Seismik, Ground Shear Strain Dan Ketebalan Lapisan Sedimen Di Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu Refrizon, Refrizon; Suhendra, Suhendra; Irkhos, Irkhos; Manurung, Yeni Sartika
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 2 (2015): (Juli 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.155 KB)

Abstract

Penelitian mikroseismik telah dilakukan di Kecamatan Muara Bangkahulu sebanyak 14 titik pengukuran. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui karakteristik tanah berdasarkan sebaran nilai percepatan getaran tanah maksimum (PGA), indeks kerentananseismik (IKS), ground shear strain (GSS) dan ketebalan lapisan sedimen (h). Penelitian ini juga bertujuan untuk memperkirakan kerentanan tanah terhadap bencana gempabumi yang bermanfaat untuk perencanaan, pengembangan dan pembangunan. Proses pengambilan data menggunakan seismometer dengan waktu rekaman 30 menit. Data tersebut diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy. Perhitungan nilai PGA menggunakan persamaan Kanai dan Fukushima untuk event data gempabumi Bengkulu 12 September 2007 dengan Mw = 8,5. Nilai PGA yang dihasilkan antara 184,22 gal sampai 532.92 gal. Sebaran nilai indeks kerentanan seismik antara 0,56 sampai 7,95. Sebaran nilai ground shear strain antara 5,14 x10-5 sampai 7.42 x10-4. Ketebalan lapisan sedimen (h) antara 8,13 meter sampai 61,31 meter. Nilai PGA, IKS, GSS dan h terbesar berada di Pantai Kualo yang diperkirakan memiliki tingkat resiko besar terhadap bencana gempabumi dengan korelasi >74%. Nilai indikator tingkat kerawanan terhadap dampak gempa sangat dipengaruhi oleh faktor site effect atau kondisi geologi setempat dari suatu daerah sehingga tidak cukup dengan mengukur satu parameter saja.Keyword: PGA, indeks kerentanan seismik, ground shear strain,                 ketebalan lapisan sedimen, mikrotremor, HVSR, Muara                 Bangkahulu
Pengaruh Boraks, Asam dan Basa Terhadap Pergeseran Panjang Gelombang Ekstrak Air Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) Oktiarni, Dwita; Khasanah, Siti Nur; Adfa, Morina; Nesbah, Nesbah; Angasa, Eka
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 12, No 2 (2016): (Juli 2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.521 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan ekstrak air bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn.) terhadap pergeseran panjang gelombang, yang ditambahkan dengan larutan boraks, asam (HCl), dan basa (NaOH) dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Adanya penambahan pereaksi boraks pada larutan bunga rosella mampu menggeser panjang gelombang dari 517 nm menjadi 558 nm. Penambahan pereaksi NaOH mampu menggeser dari 517 nm menjadi 583 nm. Sedangkan pada saat penambahan pereaksi HCl hampir tidak terjadi pergeseran panjang gelombang. Berdasarkan hasil analisis semikuantitatif dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, larutan ekstrak air bunga rosella yang ditambahkan dengan larutan boraks pada konsentrasi 1%, memberikan puncak serapan pada panjang gelombang 558 nm, NaOH pada 583 nm, dan HCl pada 517 nm
Penggunaan Ekstrak Air Daun Kopi Robusta (Coffea robusta) Dalam Sintesis Material ZnAl2O4 Dengan Metode Kopresipitasi Ghufira, Eka Angasa, Maya Trisnawati, Irfan Gustian, Sal Prima Yudha S,
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 12, No 1 (2016): (Januari 2016)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.753 KB)

Abstract

Telah disintesis ZnAl2O4 menggunakan ekstrak air daun kopi robusta (Coffea robusta) dengan metode kopresipitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak air daun kopi robusta berpengaruh terhadap kristalinitas, bentuk, dan ukuran kristal ZnAl2O4 yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis XRD, kristalinitas ZnAl2O4 yang terbaik diperoleh dengan menggunakan massa ekstrak daun kopi 12 g pada suhu kalsinasi 800oC. Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa bentuk partikel yang dihasilkan tidak homogen dengan ukuran yang bervariasi.
Pemanfaatan Kulit Pisang Sebagai Adsorben Zat Warna Methylene Blue Fitriani, Dwita Oktiarni, Lusiana, Dyah
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 11, No 2 (2015): (Juli 2015)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.732 KB)

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan pemanfaatan Kulit Pisang (KP) Sebagai Adsorben Zat warna Methylene Blue (MB). Adsorben KP dibuat dengan mengeringkan KP di bawah sinar matahari selama 7 jam dan dilanjutkan dengan pengovenan pada suhu 100oC selama 5 jam. KP yang telah kering kemudian digerus sehingga diperoleh serbuk KP. Adsorben ini kemudian digunakan untuk adsorpsi MB dengan variasi berat KP 0,01; 0,03; 0,05; dan 0,1 g dan dengan variasi konsentrasi MB 5; 10; 20; 30; 50 dan 70 mg/L serta variasi waktu 0; 10; 20; 30; 60; 90; 120; 150; 180; 210 dan  240 menit . Kapasitas adsorpsi dihitung melalui model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, sedangkan laju adsorpsi dihitung melalui kinetika adsorpsi pseudo orde satu dan dua. Kondisi optimum adsorpsi MB pada KP diperoleh berat adsorben 0,5 g, konsentrasi optimum MB 50 mg/L dan waktu kontak 90 menit. Dengan menggunakan isoterm adsorpsi Freundlich diperoleh bahwa kapasitas adsorpsi MB oleh KP sebesar 2,851 mg/g dengan nilai n = 1,2771 dan nilai R2 = 0,96. Sedangkan konstanta laju adsorpsi dihitung melalui pseudo orde dua dengan nilai 0,097 g/mg menit.
Analisis Ketahanan Pangan di Provinsi Bengkulu Berdasarkan Rasio Ketersediaan Beras dengan Menggunakan Regresi Bayesian Yosmar, Siska; Fransiska, Herlin; Afandi, Nur
GRADIEN : Jurnal Ilmiah MIPA Vol 13, No 1 (2017): (Januari 2017)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5605.292 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat model rasio ketersediaan beras di provinsi Bengkulu. Analisis dilakukan dengan menggunakan regresi Bayesian, yaitu regresi linear yang parameternya diperoleh melalui metode Bayesian. Model ini dirancang berdasarkan variabel yang berhubungan erat dengan rasio ketersediaan beras, diantaranya stok beras, produktivitas lahan, jumlah konsumsi beras, dan harga beras. Data yang digunakan diperoleh dari BPS dan Dinas Pertanian Provinsi Bengkulu. Estimasi parameter dengan menggunakan analisis regresi Bayesian untuk rasio ketersedian beras di Provinsi Bengkulu pada tahun 2015 menghasilkan model sebagai berikut:????=?????,????????????????+ ????,????????????????????????+????,?????????????????????????????,?????????????????????????,????????????????????????dengan nilai DIC sebesar 0,7834771. Faktor–faktor yang mempengaruhi rasio ketersedian beras ada yang benilai positif dan ada yang bernilai negatif.Kata Kunci: Rasio Ketersediaan Beras, Regresi, Bayesian, ketahanan                    pangan