cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Peranan Kadar Feritin Serum terhadap Kejadian Preeklampsia Mega Ulfah; Masrul Masrul; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.364

Abstract

Abstrak Preeklampsia merupakan penyebab utama kematian maternal dan perinatal diseluruh dunia. Peningkatan kadar serum besi dan feritin memiliki potensi untuk digunakan secara diagnostik untuk memperingatkan preeklampsia tahap awal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan peranan kadar serum feritin terhadap kejadianpreeklampsia. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain case-control. Penelitian dilakukan dari Agustus 2013 hingga Juli 2014, bertempat di RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo dan Laboratorium Biomedik UNAND Padang.  Jumlah sampel yang diteliti adalah 40 responden dimana sampel terdiri dari 2 kelompok,masing-masing terdiri dari 20 sampel. Pemeriksaan serum feritin dilakukan dengan metode ELISA. Perbedaan rerata kadar feritin serum antara kelompok preeklampsia dan kehamilan normal dianalisa dengan mengunakan independen ttest. Hasil penelitian diperoleh rerata kadar serum feritin pada kelompok preeklampsia dan kehamilan normal adalah50,46+4,37 ng/ml dan 17,64+1,6 ng/ml, dengan nilai p=0,004. Kadar feritin pada kedua kelompok masih dalam batas normal dan tidak ditemukan indikasi adanya kelebihan besi sebagai faktor resiko preeklampsia. Kesimpulan penelitian ini yaitu kadar serum feritin tidak memiliki peranan terhadap kejadian preeklampsia. Kata kunci: preeklampsia, hipertensi dalam kehamilan, serum feritin Abstract Preeclampsia is a major cause of worldwide maternal and prenatal mortality. The increase in iron serum and ferritin can be used as a diagnosis to warn of the early stage of preeclampsia. The objective of this study was to determine the impact of ferritin serum levels on preeclampsia. This study was an observational analytic study withcase-control design. It has been done from August 2013 to Juli 2014, in RS dr. M. Djamil, RS dr. Reksodiwiryo and Biomedical Laboratory of Andalas University Padang. Total sample evaluated was 40 samples. The sample consist of two groups, each group consist of 20 respondents. Ferritin serum level was examined by using ELISA method. The difference of ferritin serum level between preeclampsia and normal pregnancy analyzed by using independen t test.The result of this study shows that the avarage of ferritin serum levels in preeclampsia group and normalpregnancy is 50,46+4,37 ng/ml and 17,64+1,6  ng /ml, with a p-value 0,004. The ferritin serum level in both groups is normal  and didn’t find that excess iron as a risk factor for preeclampsia. It can be concluded that ferritin serum level has no role on preeclampsia. Keywords: preeclampsia, hypertension in pregnancy, ferritin serum
Faktor Risiko Non Viral Pada Karsinoma Nasofaring Sukri Rahman; Bestari Jaka Budiman; Histawara Subroto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.400

Abstract

Abstrak           Latar belakang: Karsinoma nasofaring adalah tumor ganas epitel nasofaring yang sampai saat ini penyebabnya belum diketahui, infeksi virus Epstein Barr dilaporkan sebagai faktor dominan terjadinya karsinoma nasofaring tetapi faktor non viral juga berperan untuk timbulnya keganasan nasofaring. Tujuan: Untuk mengetahui faktor non viral  yang dapat meningkatkan kejadian karsinoma nasofaring sehingga dapat mencegah dan menghindari faktor-faktor non viral tersebut. Tinjauan Pustaka: Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas epitel nasofaring yang penyebabnya berhubungan dengan faktor viral dan non viral diantaranya asap rokok, ikan asin, formaldehid, genetik, asap kayu bakar , debu kayu, infeksi kronik telinga hidung tenggorok, alkohol dan obat tradisional. Kesimpulan: Pembuktian secara klinis dan ilmiah terhadap faktor non viral sebagai penyebab timbulnya karsinoma nasofaring masih belum dapat dijelaskan secara pasti. Faktor non viral merupakan salah satu faktor risiko yang dapat meningkatkan angka kejadian timbulnya keganasan nasofaring Kata kunci: karsinoma nasofaring, faktor risiko, non viral AbstractBackground: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant epithelial nasopharyngeal tumor that until now the cause still unknown, Epstein barr virus infection had reported as predominant occurance of nasopharyngeal carcinoma but non viral factors may also contribute to the onset of the incidence of nasopharyngeal malignancy. Purpose: To find non viral factors that may increase the incidence of nasopharyngel carcinoma in order to prevent and avoid non-viral factors Literature: Nasopharyngeal carcinoma is a malignant tumor that causes nasopharyngeal epithelium associated with viral and non-viral factors such as cigarette smoke, salt fish, formaldehyde, genetic, wood smoke ,wood dust, ear nose throat chronic infections, alcohol, and traditional medicine. Conclusion: Clinically and scientifically proving the non-viral factors as the cause of nasopharyngeal carcinoma can not be explained with certainty. Non-viral factors only as one risk factor that can increase the incidence of the onset of nasopharyngeal carcinoma. Keywords:  nasopharyngeal carcinoma, risk factor, non viral
Hubungan Kadar Gula Darah saat Masuk Rumah Sakit dengan Jenis Sindroma Koroner Akut di RS Dr. M. Djamil Padang Willy Valerian; Masrul Syafri; Zelly Dia Rofinda
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.267

Abstract

AbstrakSindrom Koroner Akut (SKA) merupakan spektrum dari penyakit arteri koroner yang tidak stabil, mulai dari angina pektoris tidak stabil sampai infark miokardium. SKA terbagi atas Unstable Angina Pectoris (UAP), ST elevation myocardial infarction (STEMI), Non-ST elevation myocardial infarction (NSTEMI). Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara kadar gula darah saat masuk rumah sakit dan jenis SKA. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Rekam Medik RS Dr. M. Djamil Padang dengan mengambil data pasien SKA dari Januari 2012 sampai Desember 2012. Hasil penelitian ini didapatkan jenis SKA dengan gula darah yang tidak normal dari 60 sampel, yaitu: UAP 25%, NSTEMI 35%, STEMI 40%. Hasil pengolahan data dapat dilihat bahwa nilai p = 0,592 yang artinya tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar gula darah saat masuk rumah sakit dengan jenis SKA. Hal ini terjadi mungkin karena terlalu sedikitnya sampel dan banyak sampel kriteria ekslusi dalam pencarian data. Sebaiknya dalam penelitian yang akan datang dapat memperbanyak sampel.Kata kunci: sindrom koroner akut, kadar gula darah, hubungan kadar gula darah dengan SKA AbstractAcute Coronary Syndrome (ACS) is a spectrum of coronary artery disease that is not stable, ranging from unstable angina to myocardial infarction. Acute Coronary Syndrome is divided into Unstable Angina Pectoris (UAP), ST elevation myocardial infarction (STEMI), non-ST elevation myocardial infarction (NSTEMI). The objective of this study was to determine the relationship between blood sugar levels when admitted to hospital and Acute Coronary Syndrome type by using cross sectional study. The study was conducted at the Medical Records RS Dr. M. Djamil Padang. The ACS data collected from January 2012 until December 2012. The results of this study was found the SKA with abnormal blood sugar of 60 samples, i.e. UAP25%, NSTEMI35%, 40% STEMI. On the results of data processing can be seen that the value of p=0.592, which means there is no significant correlation between blood sugar levels upon hospital admission and the type of SKA. No relationship because of little samples and exclusion criteria. The further study has to used more samples.Keywords: acute coronary syndrome, blood sugar levels, blood sugar relationship with acute coronary syndrome
Hubungan Kadar Albumin Serum dengan Morbiditas dan Mortalitas Maternal Pasien Preeklampsia Berat dan Eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang Yunike Veronika; Joserizal Resudji; Susila Sastri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.293

Abstract

AbstrakPreeklampsia dan eklampsia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi di dunia, dimana terjadi penurunan albumin serum (hipoalbuminemia) sehingga tekanan hipovolemik intravaskular berkurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kadar albumin serum dengan morbiditas dan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia. Penelitian ini bersifat analitik observasional retrospektif dilakukan dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh data rekam medis pasien preeklampsia berat dan eklampsia di RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2012 – Desember 2012. Sampel ditetapkan dengan teknik total sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 133 kasus. Pengolahan data dilakukan secara komputerisasi dan analisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan angka kejadian morbiditas maternal adalah 33,8%, mortalitas maternal 3,8% dan 3,8% pasien dengan hipoalbuminemia. Dari hasil analisis, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kadar albumin serum dengan morbiditas dan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia, dimana nilai p=1 untuk hubungan kadar albumin serum dengan morbiditas maternal dan p=0,177 untuk hubungan kadar albumin serum dengan mortalitas maternal pasien preeklampsia berat dan eklampsia (p>0,05).Kata kunci: preeklampsia berat, eklampsia, albumin serum AbstractPreeclampsia and eclampsia are major causes of maternal and fetal morbidity and mortality in the world, in which serum albumin decreases (hypoalbuminemia) so hypovolemic intravascular pressure will be reduced. The objective of this study was to determine the relation between serum albumin levels and maternal morbidity and mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients. A retrospective observational analytical research was conducted with a cross sectional study design. The study population was the entire medical records of severe preeclampsia and eclampsia patients in RSUP Dr. M. Djamil Padang, period January 2012 – December 2012. The sample was determined by total sampling technique which obtained a sample of 133 cases. Data processing was computerized and analyzed by chi-square test. The incidence of maternal morbidity was 33.8%, maternal mortality was 3.8%, and 3.8% patients were with hypoalbuminemia. The analysis result obtained there was no significant correlation between serum albumin levels and maternal morbidity and mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients, in which p=1 for serum albumin levels correlation with maternal morbidity and p=0.177 for serum albumin levels correlation with maternal mortality of severe preeclampsia and eclampsia patients (p>0.05).Keywords: severe preeclampsia, eclampsia, serum albumin
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis di Puskesmas Andalas Kota Padang Ivan Putra Siswanto; Yanwirasti Yanwirasti; Elly Usman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.354

Abstract

Abstrak Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan dunia terutama di negara yang dikelompokkan dalam high burden countries termasuk Indonesia. Pada tahun 2012, Indonesia berada di posisi empat dengan jumlah penderita TB terbanyak di dunia. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Kota Padang tahun 2010, kesembuhan di Puskesmas Andalas sebesar 75,9%. Angka ini masih dibawah target pencapaian nasional sebesar 85%. Pada tahun 2011, angka kesembuhan di Puskesmas Andalas naik cukup signifikan yaitu mencapai 88,24% yang melebihi target nasional. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara pengetahuan pasien TB paru dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat  anti-tuberkulosis di puskesmas Andalas Kota Padang. Desain penelitian yang digunakan cross sectional study  dengan jumlah subjek sebanyak 26 orang penderita TB paru yang melakukanpengobatan di Puskesmas Andalas. Data dikumpulkan melalui wawancara kepada responden menggunakan kuisioner yang kemudian di analisis melalui uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Pada penelitian didapatkan hubungan antara pengetahuan pasien TB paru (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,04)  dengan kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis di Puskesmas Andalas Kota Padang.Kata kunci: tuberkulosis paru, kepatuhan, pengetahuan, dukungan keluarga Abstract Tuberculosis is a global health problem, especially in countries that are grouped in high-burden countries,including Indonesia. In 2012, Indonesia was in fourth position with the highest number of TB patients in the world.Based on the annual report of Padang City Health Department in 2010, succeed rate in Andalas Health Centre inPadang was 75.9% and this was below natonal target (85%). In 2011, succeed rate in Andalas Health Centre inPadang increased significantly, 88.24% which exceed national target. The objective of this study was to determine the relationship between knowledge of pulmonary TB patients and family support to adherence of anti-tuberculosis drugs at the health center patients Andalas Padang. The design of this study was cross sectional study. There were 26 subjects of pulmonary TB patient on treatment in Andalas Health Centre which were taken by total sampling. Data were collected through interview using questionnaire and analyzed by chi square test with 95% confidence interval.The results showed an association between patients knowledge (p-value: 0.000) and family support (p-value: 0.04) with medication adherence in Andalas Health Center, Padang City.Keywords: pulmonary tuberculosis, adherence, knowledge, family support
Perbedaan Kadar C-Reactive Protein Serum Ibu pada Kehamilan Aterm Ketuban Pecah Dini dan Kehamilan Normal Debby Yolanda; Ariadi Ariadi; Nur Indrawati Lipoeto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.389

Abstract

Abstrak Kehamilan dengan Ketuban Pecah Dini (KPD) masih merupakan masalah penting dalam bidang obstetri, karena berkaitan dengan penyulit atau komplikasi yang dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas maternal dan perinatal. Salah satu faktor risiko KPD yaitu infeksi. C-reactive protein (CRP) merupakan salah satu protein yang meningkat pada saat terjadi infeksi. Tujuan penelitian ini adalah  menentukan perbedaan kadar CRP serum ibu pada kehamilan aterm KPD dan normal. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan crosssectional. Dilaksanakan di Ruang Kebidanan RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah ibu hamil aterm dengan jumlah 60 orang yang diambil dengan Consecutive Sampling, sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ibu hamil ketuban pecah dini dan ibu hamil normal. Pemeriksaan kadar CRP dengan menggunakanmetode ELISA. Data dianalisa menggunakan t-test independent, dan nilai p<0.05 dianggap bermakna secara statistik. Rerata kadar CRP serum pada kelompok KPD adalah 12,40±0,70 dan pada kelompok hamil normal adalah 6,44+2,36. Hasil uji independen t-test menunjukan terdapat perbedaan bermakna rerata kadar CRP serum antara kelompok KPDdengan kelompok kehamilan normal (p<0,05). Kata Kunci: C-reactive protein, ketuban pecah dini, kehamilan normalAbstract Pregnancy with prematur rupture of membrane (PROM) still become an important matter in obstetric, as it relates to complication which can increase maternal and perinatal morbidity and mortality. Infection is one of many risk factors of PROM. C-reactive protein is a protein which elevated when there is an infection. The objective of this study was to determine the difference of maternal C - reactive protein serum levels in term pregnancy with prematur rupture of membrane and normal pregnancy. This is an observational study with cross-sectional design. This study takes place in maternity room of RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi in 2014. Samples in this study are 60 aterm pregnant women which have been chosen by consecutive sampling, samples divided with pregnant women with PROM and normal pregnant women. CRP levels measured with ELISA method. Data were analyzed using analysis ofindependent t-test, and p<0.05 was considered to be significantly different. CRP serum levels mean in term pregnancy with PROM group is 12.40±0.70 and in normal pregnancy group is 6.44+2.36. Independent t-test analysis showed that there was significant difference of maternal C - reactive protein serum levels between in term pregnancy with PROMand normal pregnancy with p value < 0.05. Keywords: C – reactive protein, preterm rupture of membrane, normal pregnancy
Prevalensi Depresi pada Pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang Mengambil Dana Pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang Finna Dwi Putri; Amel Yanis; Elmatris Syamsir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.258

Abstract

AbstrakPensiun seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba, sebagian orang sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan seperti apa yang akan dihadapi kelak. Individu yang memiliki kondisi mental yang tidak stabil sering menjadi akar penyebab terjadinya gangguan mental semasa pensiun yaitu depresi. Depresi merupakan salah satu gangguan mood yang ditandai oleh hilangnya perasaan kendali seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang. Penelitian ini bersifat deskriptif dan subjek dipilih secara consecutive sampling dengan jumlah 277 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Beck Depression Inventory dan hasil yang didapatkan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil yang mengambil dana pensiun di Bank BTPN Cabang M. Yamin Padang sebesar 27,8%. Usia terbanyak berada pada kategori usia ≥60 tahun, gejala depresi terbanyak terjadi pada pensiunan laki-laki, prevalensi depresi terbanyak pada pensiunan Pegawai Negeri Sipil golongan IIIa. Prevalensi terbanyak adalah pensiunan yang menjalani lama pensiun ≤10 tahun.Kata kunci: depresi, pensiun, pegawai negeri sipil AbstractRetirement is often regarded as unpleasant fact that before it’s time comes, most people are worried because they do not know what kind of life to be faced later. Individuals who have an unstable mental condition is often the root causes of mental disorders during retirement i.e depression. Depression is a mood disorder characterized by loss of control of one’s feelings. The objective of this study was to determine the prevalence of depression in retired civil servants who take the retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang. This was a descriptive study and subjects were chosen by consecutive sampling with total sampling 277 persons. Instrument of this study was questionnaire of Beck Depression Inventory and the results obtained are presented in the form of a frequency distribution table. The result of this study indicated that the prevalence of depression in retired civil servants who take retirement funds in BTPN Bank branch M. Yamin Padang was 27.8%. Most of them are at the age category of ≥60 years, most of symptoms of depression is in men, the largest prevalence of depression in retired civil servant class IIIa. The most of them are the retirees who have retired for ≤10 years.Keywords: depression, retirement, civil servants
Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Toksoplasma pada Ibu Hamil di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Tahun 2010-2013 Rika Andriyani; Kiki Megasari
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.278

Abstract

AbstrakToksoplasmosis pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran dan kematian pada bayi yang dilahirkan, hal ini dikarenakan terjadinya infeksi pada saat bayi dalam kandungan. Berdasarkan SDKI tahun 2007, tercatat 35% ibu hamil mengalami toksoplasma. Tahun 2008 kejadian toksoplasma pada ibu hamil meningkat menjadi 47%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian Toksoplasma pada ibu hamil di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang mengalami infeksi toksoplasma yaitu sebanyak 30 orang. Pada penelitian ini seluruh populasi dijadikan sebagai subjek yaitu 30 orang (kelompok kasus) dan 30 orang kelompok (kontrol). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain case control. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi-square dan multivariat. Hasil penelitian diperoleh bahwa variabel yang berhubungan bermakna dengan kejadian toksoplasmosis yaitu variabel pendidikan. Hasil analisis multivariat, didapatkan OR dari variabel pendidikan adalah 4.344 (CI 95% : 1.804-16.427) artinya ibu hamil dengan pendidikan rendah beresiko 4 kali mengalami toksoplasmosis daripada ibu hamil yang berpendidikan tinggi.Kata kunci: faktor risiko, ibu hamil, toxoplasma AbstractToxoplasmosis in pregnant women, can lead to miscarriage and death in babies born due to infection by the time the baby in the womb. SDKI 2007, there were 35% of pregnant women experience toxoplasma and in 2008 the incidence of toxoplasmosis in pregnant women increased to 47%. The objective of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of toxoplasma in pregnant women at Arifin Achmad Pekanbaru in 2013. Population in this study were all pregnant women who become infected with Toxoplasma as many as 30 people. The entire population of this study serve as a subjects in this study, in the number of samples of 30 persons (cases) and 30 person group (control). This research used quantitative analytical research with case control design. The data were analyzed using univariate, bivariate with chi-square test and multivariate. The results showed that the variables significantly associated with the incidence of toxoplasmosis is the variable of education. Multivariate analysis of variables obtained OR education is 4.344 (95% CI: 1804-16427) means that pregnant women with low education are at risk 4 times suffered from toxoplasmosis in pregnant women with high education.Keywords: risk factor, pregnant woment, toxoplasma
Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat Badan Lahir Rendah di RSUP Dr. M. Djamil Padang Sagung Adi Sresti Mahayana; Eva Chundrayetti; Yulistini Yulistini
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.345

Abstract

Abstrak  Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 g. BBLRmerupakan prediktor utama angka kesakitan dan kematian bayi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan faktorrisiko ibu, plasenta, janin dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR. Penelitian ini bersifat analitikdengan desain cross-sectional dengan mengumpulkan data retrospektif rekam medis ibu yang melahirkan bayi BBLRdi RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari sampai Desember 2012. Pada 72 sampel yang didapatkan, faktor risikojanin dengan jenis kelamin laki-laki (61,1%) dan status sosioekonomi rendah (52,8%) memiliki proporsi yang lebihbesar pada kejadian BBLR. Analisis bivariat chi-square menunjukkan faktor risiko anemia (p=0,001) dan kelainanplasenta (p=0,049) memiliki hubungan statistik yang signifikan terhadap kejadian BBLR prematur dan dismatur.Pengaruh terbesar secara statistik terdapat pada faktor risiko anemia (p=0,001) dan paritas (p=0,022) pada analisismultivariat regresi logistik. Anemia, kelainan plasenta dan paritas merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadapkejadian BBLR prematur dan dismatur di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: BBLR, prematur, dismatur, faktor risikoAbstract Low birthweight (LBW) is a birth weight under 2500 g. LBW is a major predictor of infant morbidity and mortality.The objective of this study was to determine maternal, placental, fetal and environmental risk factors that influencingLBW. This was a cross-sectional study by obtaining retrospective datas from medical records of mother who deliveredLBW babies at RSUP Dr. M. Djamil Padang from January until December 2012 period. Male fetal sex (61.1%) and lowsocioeconomic status (52.8%) were found in high rates on total 72 cases of LBW. Chi-square test showed anemia(p=0.001) and placental abnormalities (p=0.049) were statistically significant in LBW with premature and dysmature.Logistic regression test indicates anemia (p=0.001) and parity (p=0.022) are statistically influence LBW. Anemia,placental abnormalities and parity are significant risk factors resulting low birth weight babies with premature anddismature in RSUP Dr. M. Djamil Padang.Keywords:  LBW, premature, dysmature, risk factors
Profil Pasien Rinosinusitis Kronik di Poliklinik THT-KL RSUP DR.M.Djamil Padang Hesty Trihastuti; Bestari Jaka Budiman; Edison Edison
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.380

Abstract

Abstrak Rinosinusitis kronik adalah inflamasi kronik pada mukosa hidung dan sinus paranasal yang sering terjadi, tetapi belum ada data mengenai profil pasien rinosinusitis kronik di RSUP Dr.M.Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengambil data rekam medis THT-KL RSUP Dr.M.Djamil periode 1 Januari – 31 Desember 2012 dengan metode total sampling. Terdapat 63 kasus rinosinusitis kronik di poliklinik THT-KL RSUP Dr.M.Djamil Padang periode 1 Januari – 31 Desember 2012. Kasus rinosinusitis kronik paling banyak terjadi pada kelompok usia 46 – 55 tahun (22,22%) dan banyak terjadi pada perempuan (60,32%). Berdasarkan tanda dan gejala yang ditemukan paling banyak adalah deviasi septum (41,27%). Gejala klinik paling banyak adalah hidung tersumbat (88,89%). Berdasarkan pemeriksaan rinoskopi anterior dan nasoendoskopi ditemukan kelainan pada kavum nasi, konka inferior, konka media, dan sekret. Disimpulkan bahwa rinosinusitis kronik banyak terjadi pada usia dewasa, jenis kelamin perempuan, tanda dan gejala yang ditemukan deviasi septum, gejala berupa hidung tersumbat, sertaditemukan kelainan berdasarkan pemeriksaan rinoskopi anterior dan nasoendoskopi.Kata kunci: rinosinusitis kronik, pemeriksaan rinoskopi anterior, pemeriksaan nasoendoskopi AbstractChronic rhinosinusitis is a common chronic inflammation of the nose and paranasal sinuses mucosa, but there  is no data about profile of chronic rhinosinusitis patients at ENT clinic Dr.M.Djamil general hospital Padang. This research uses descriptive method by taking the data from the medical records at ENT clinic of Dr.M.Djamil general hospital during 1 January – 31 December 2012 with the method is total sampling. There are 63 chronic rhinosinusitis cases at ENT clinic Dr.M.Djamil Padang general hospital during 1 January – 31 December 2012. Most cases of chronic rhinosinusitis occurred in the age group 46 – 55 years old (22.22%) and higher in female (60.32%). The most sign and symptom finding is septal deviation (41.27%). The most clinical symptom is nasal obstruction (88.89%). Fromanterior rhinoscopy and nasoendoscopy examination, there are founded abnormalility of nasal cavity, inferior turbinate, middle turbinate, and nasal discharge. The conclusion is chronic rhinosinusitis often happened at adult ages, female, septal deviation as the most sign and symptom finding, nasal obstruction as the clinical symptom, and abnormal findings from anterior rhinoscopy and nasal endoscopy examination.Keywords: chronic rhinosinusitis, anterior rhinoscopy examination, nasal endoscopy examination

Page 25 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue