cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Efek Pemberian Suntikan Subkutan Vitamin C Terhadap Luka Insisi Dermal Surya Darma; Menkher Manjas; Deddy Saputra; Salmiah Agus; Erkadius .
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 2, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v2i3.247

Abstract

Abstrak Vitamin C berfungsi sebagai kofaktor enzyme prolil dan lysil hydroxilase. Enzym tersebut berfungsi dalam proses hidroksilasi yang membentuk ikatan hidroksiprolin dan hidroksilisin pada fibroblast dalam membentuk kolagen. Selain itu Vitaimin C juga berfungsi meregulasi dan menstabilkan trankripsi gen mRNA prokolagen pada proses pembentukan kolagen di dermis. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti tertarik untuk membuktikan apakah pemberian vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal berefek pada pembentukan kolagen yang lebih padat dalam proses penyembuhan luka. Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan tikus Wistar sebanyak 32 ekor, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 16 ekor sebagai kontrol dan 16 ekor lagi sebagai perlakuan. Pada kedua kelompok dilakukan insisi di punggung sepanjang 2 cm. Kelompok perlakuan diberi suntikan vitamin C subkutan disekitar luka insisi dermal sebanyak 9 mg (0,09ml), sedangkan kelompokkontrol tidak diberikan.Pada hari kelima dilakukan pengambilan jaringan luka pada kedua sampel untuk pemeriksaan kepadatan kolagen secara mikroskopik. Hasil:Kepadatan kolagen pada hari kelimamenunjukkan perbedaan yang bermakna dari efek penyuntikan vitamin C subkutan terhadap kepadatan kolagen (χ2 = 5,833; P
Tumor Sinus Paranasal Dengan Perluasan Intrakranial dan Metastasis ke Paru Sukri Rahman; M. Abduh Firdaus
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 1, No 3 (2012)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v1i3.246

Abstract

Abstrak Keganasan hidung dan sinus paranasal (sinonasal) merupakan tumor yang jarang ditemukan, hanya merupakan 1% dari seluruh tumor ganas di tubuh dan 3 % dari keganasan di kepala dan leher. Diagnosis secara dini dan pengobatan sampai saat ini masih merupakan tantangan. Pasien dengan tumor sinonasal biasanya datang pada stadium yang sudah lanjut, dan umumnya sudah meluas ke jaringan sekitarnya. Tidak jarang keluhan utama pasien justru akibat perluasan tumor seperti keluhan mata dan kepala dan bahkan gejala akibat metastsis jauh. Prognosis keganasan ini umumnya buruk. Hal ini karena anatomi sinus yang merupakan rongga yang tersembunyi dalam tulang, yang tidak akan dapat dideteksi dengan pemeriksaan fisik biasa dan sering asimptomatik pada stadium dini serta lokasinya yang berhubungan erat dengan struktur vital. Dilaporkan satu kasus tumor sinus paranasal pada seorang lali-laki berusia 52 tahun yang telah mengalami perluasan ke intrakranial dan metastasis ke paru. Kata kunci: tumor sinonasal, perluasan intrakranial, metastasis paru. Abstract Malignancies of the nasal cavity and paranasal sinuses (sinonasal) are rare, comprising only 1 % of all human malignancies and only 3 % of those arising in the head and neck. Early diagnosis and treatment are still a challenge. A patient with sinonasal tumors usually comes at the advanced stage, and generally has spread to surrounding tissue. Not infrequently the patient's main complaint due to the expansion of the tumors such as eye or head complaints and sometimes even result of distant metastases. It has been associated with a poor prognosis. This is because the anatomy of the sinuses, which is a hidden cavity in the bone, which can not be detected by regular physical examination, tend to be asymptomatic at early stages, and located close anatomic proximity to vital structures. A case of paranasal sinus tumors in a 52-year-old man who has experienced intracranial expansion and pulmonary metastases is reported. Keywords: sinonasal tumor, intracranial expansion, pulmonary metastases.
Gambaran Fungsi Ginjal pada Pasien Gagal Jantung yang Dirawat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode 1 Januari 2010-31 Desember 2012 Putri Reno Indrisia; Saptino Miro; Detty Iryani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.262

Abstract

AbstrakHubungan hemodinamik antara jantung dan yang disebut sebagai cardiorenal connector bertanggung jawab dalam perburukkan fungsi ginjal. Gagal jantung yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal termasuk dalam kategori sindrom kardiorenal. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran fungsi ginjal pada pasien gagal jantung. Desain penelitian menggunakan study retrospektif dengan populasi adalah pasien gagal jantung yang dirawat di RSUP Dr. M. Djamil periode 2010-2012. Lebih dari setengah pasien gagal jantung (63,63%) mengalami penurunan fungsi ginjal sedang, 18,18% penurunan fungsi ginjal ringan dan 18,18% penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien dengan CHF I, 40% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan dan 20% mengalami penurunan fungsi ginjal sedang. Pada pasien dengan CHF II, 18,92% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan, 59,56% mengalami penurunan fungsi ginjal sedang, 2,7% mengalami penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien CHF III terdapat 35,85% penurunan fungsi ginjal ringan, 50,94% penurunan fungsi ginjal sedang dan 3,77% penurunan fungsi ginjal berat. Pada pasien CHF IV 14,81% mengalami penurunan fungsi ginjal ringan, 62,97% sedang dan 7,41% mengalami penurunan fungsi ginjal berat. Nilai rerata LFG pasien CHF semakin menurun sesuai dengan peningkatan derajat klasifikasi fungsional gagal jantung.Kata kunci : gagal jantung, sindroma kardiorenal, fungsi ginjal AbstractHemodinamic relation between heart and kidney called cardiorenal connector is responsible for worsening kidney function. The objective of this study was to description kidney function among heart failure patients, more than half (about 63.63%) had moderate worsening kidney function, 18.18% mild worsening kidney function and 18.18% severe worsening kidney function. Patients who were diagnosed with CHF I, 40% mild worsening kidney function and 20% moderate worsening kidney function. In CHF II patients, 18.92% mild worsening kidney function, 59.56% moderate worsening kidney function and 2.7% severe worsening kidney function. In CHF III patients, about 35.85% had mild worsening kidney function, 50.94% moderate worsening kidney function and 3.77% severe worsening kidney function. Mild worsening kidney function occurs in 14.81% patients with CHF IV, moderate worsening kidney function occurs in 62.97% patients with CHF IV and severe worsening kidney function occurs in 7.41% patients with CHF IV. Mean of GFR level in CHF patient is desreasing consistent to its enhancement functional class of HF.Keywords: heart failure, cardiorenal syndrome, kidney function
baran Luka Korban Kecelakaan Lalu Lintas yang Dilakukan Pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang Isnu Lucky Riandini; Rika Susanti; Amel Yanis
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.283

Abstract

AbstrakKecelakaan lalu lintas adalah suatu peristiwa dijalan yang melibatkan kendaraan atau pemakai jalan lainnya, mengakibatkan korban manusia atau kerugian harta benda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran luka korban kecelakaan lalu lintas yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang, mencakup jumlah kasus korban kecelakan lalu lintas berdasarkan jenis kelamin, usia, kategori pengguna jalan, jenis luka, lokasi luka dan patah tulang. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif dengan cara mengumpulkan data sekunder yang diambil dari rekam medis korban kecelakaan lalu lintas (hidup dan meninggal) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari 1 Juli 2010 sampai 30 Juni 2012. Didapatkan 100 kasus kecelakaan lalu lintas (korban meninggal) dan 73 kasus (korban hidup) yang dilakukan pemeriksaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dengan korban terbanyak laki laki dibanding perempuan. Rentang usia terbanyak yaitu usia dewasa awal (19 – 35 tahun). Kategori pengguna jalan yang banyak mengalami kecelakan lalu lintas adalah pengendara roda dua. Jenis luka terbanyak yaitu luka lecet. Ada 39,2% (korban meninggal) dan 42,6% (korban hidup). Lokasi luka terbanyak pada daerah kepala dan lokasi patah tulang terbanyak pada daerah ekstremitas bawah.Kata kunci: kecelakaan lalu lintas, luka, VeR AbstractTraffic accident is a condition involving vehicle or other street user, causing human victim or material loss. The objective of this study was to find the description of injuries to the victims of traffic accidents conducted an examination at RSUP Dr. M. Djamil Padang, Including total traffic accident victim cases which had been done a corps examination, distribution based on gender, age, street user category, type of wound, location of wound and fracture. This descriptive retrospective research conducted by taking secondary data of traffic accident victims (death and survivor) from RSUP Dr. M. Djamil Padang during period 1 July 2010 – 30 June 2012. It had been gotten 100 cases the victims of traffic accident for deaths and 73 cases for survivors at RSUP Dr. M. Djamil Padang. Male victims were larger than female victim,. The largest age group were found 19 – 35 years old. The many street user category that experiencing traffic accidents are motor bikers. The most common wounds were found abrasion wounds which 39.2% for deaths and 42,6% for survivors. The wounds usually were found at the head areas and the fractures were found at the lower limb region.Keywords: traffic accident, wound, VeR
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dokter dengan Kualitas Visum et Repertum Perlukaan di Rumah Sakit Wilayah Sumatera Barat Periode Januari 2011 sampai Desember 2012 Muhammad Ridho Azhari; Rika Susanti; Noza Hilbertina
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.349

Abstract

Abstrak Visum et Repertum (VeR) perlukaan ialah salah satu bentuk VeR untuk korban hidup yang berguna sebagai alat bukti pengganti tubuh korban yang dibuat oleh seorang dokter sesuai permintaan tertulis dari penyidik. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas VeR perlukaan salah satu nya tingkat pengetahuan dokter. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki hubungan antara tingkat pengetahuan dokter dengan kualitas VeR perlukaan. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional study di delapan rumah sakit di wilayah Sumatera Barat yangmemenuhi kriteri inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner yang dikembangkan sendiri dan teknik skoring kualitas VeR dari FKUI. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa rerata tingkat pengetahuan dokter sebesar 57.05% (cukup) dan rerata kualitas VeR perlukaan sebesar 19.67% (buruk). Hasil analisis bivariat denganmenggunakan uji korelasi produk moment diperoleh hasil tidak ditemukan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dokter dengan kualitas VeR perlukaan p = 0.485 (p > 0,05). Tidak terdapatnya hubungan dikarenakan setiap rumah sakit memiliki suatu format untuk membuat VeR perlukaan. Penelitian yang akan datang dapat menganalisis faktor lain yang mempengaruhi kualitas VeR dan instansi terkait diharapkan dapat memperbaiki pengarsipan, meningkatkan pengetahuan dokter terkait VeR dan menyediakan buku pedoman penulisan VeR. Kata kunci: tingkat pengetahuan, kualitas VeR, VeR perlukaanAbstract Visum et Repertum (VeR) of injury is a form of VeR for living victim used as the evidence to represent the victim’s body which is made by a doctor according to the written request from investigating officer. There are several factors influencing the quality of Ver of injury, one of which is the doctor’s knowledge level. The objective of this study was to investigate the relation between doctor’s knowledge level and the quality of VeR of injury by using Cross Sectional Study method. This study was conducted at eight hospitals in West Sumatera region that met the inclusion criteria. The research instruments used were the questionnaire developed by the reseacher and the quality scoring technique from Faculty of Medicine University of Indonesia. The results of this research showed that the average of doctor’s knowledge level was 57.05% (fair) and the average of VeR of injury quality was 19.67% (bad). The result of bivariat analysis by using product moment correlation test showed that there is no any relation between doctor’s knowledge level and the quality of VeR of injury p = 0.485 (p> 0,05). The relation was absent because every hospital has its own form in making the VeR of injury. It is recommended for the future study to analyse other factors influencing the quality of VeR of injury dan hopefully this study can be useful for improve archiving, increase doctor’s knowledge level and provide VeR manuals book. Keywords: knowledge level, quality of VeR, VeR of injury
Pengaruh Aplikasi Bahan Pemutih Gigi Karbamid Peroksida 10% dan Hidrogen Peroksida 6% secara Home Bleaching terhadap Kekerasan Permukaan Email Gigi Meiyestri Dwi Riani; Fadil Oenzil; Nila Kasuma
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.252

Abstract

AbstrakHome bleaching adalah teknik pemutihan gigi vital yang dilakukan oleh pasien di rumah dalam pengawasan dokter gigi dengan konsentrasi karbamid peroksida 10-16% atau 3-6% hidrogen peroksida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dan hidrogen peroksida 6% secara home bleaching terhadap kekerasan permukaan email gigi. Metode penelitian adalah true experimental dengan pretest-posttest control group design. Sampel berupa gigi premolar satu rahang atas yang sudah diekstraksi sebanyak 32 buah yang dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi karbamid peroksida 10% dengan lama aplikasi 1 jam perhari selama 14 hari dan kelompok II adalah kelompok aplikasi bahan pemutih gigi hidrogen peroksida 6% dengan lama aplikasi 10 menit perhari selama 14 hari. Selama aplikasi kedua sampel berada dalam inkubator 370C. Kekerasan permukaan email gigi diukur dengan alat Vickers Harndness Tester. Analisis data yang digunakan adalah uji t independen dan uji t dependen (p<0,05). Hasil uji statistik menunjukkan terjadinya penurunan yang sangat signifikan 0,000 (p<0,05) pada rerata nilai kekerasan permukaan email gigi antara sebelum dan setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Kedua bahan pemutih gigi ini mempunyai perbandingan yang cenderung tidak signifikan 0,073 (p>0,05) terhadap kekerasan permukaan email gigi setelah aplikasi bahan pemutih gigi. Disimpulkan bahwa bahan pemutih gigi dapat menyebabkan penurunan kekerasan permukaan email gigi yang sangat signifikan karena terjadinya demineralisasi.Kata kunci: karbamid peroksida, hydrogen peroksida, home bleaching, kekerasan permukaan email gigiAbstractHome bleaching is whitening treatment of vital teeth conducted by a patient at home with under control of a dentist. The consentration of bleaching agents are 10-16% of carbamid peroxide or 3-6% of hidrogen peroxide. The objective of this study was to investigate the effect of application bleaching agents 10% of carbamide peroxide and 6% of hidrogen peroxide in home bleaching on enamel hardness surface.The method that used in this study is using true experimental with pre test-post test contol group design. Sample of the study using first premolar maxillary had been extracted into 32 pieces that divided into two treatments groups. Group I was applied by 10% of carbamide peroxide for 1 hours a day and group II was applied by 6% of hidrogen peroxide for 10 minutes a day and the duration of application was 14 days. Both of the groups were in the incubator 370C. Enamel hardness surface was measure by Vickers Hardness Tester. This study used independent t-test and paired sample t-test (p<0.05).The result of this study showed that significant decrasing 0.000 (p<0.05) of enamel hardness surface in average between before and after applied. Both of bleaching agents have the comparison that tend to be not significantly 0.073 (p>0.05) on enamel hardness surface after application of bleaching agents with significant value were. The conclusion is bleaching agents can affect enamel by decreasing enamel hardness surface value which are marked significant because demineralizion.Keywords:carbamide peroxide, hidrogen peroxide, home bleaching, enamel hardness surface
Faktor-faktor yang Memengaruhi Insiden Miopia Pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Padang Martga Bella Rahimi; Yanwirasti Yanwirasti; Kemala Sayuti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.384

Abstract

Abstrak Miopia merupakan kelainan refraktif yang paling banyak ditemukan di dunia. Hampir 90% miopia terjadi di negara berkembang. Berbagai faktor diduga berhubungan dengan insiden miopia seperti jenis kelamin, indeks masa tubuh (IMT), aktivitas dekat (dengan atau tanpa layar), aktivitas jauh (dengan atau tanpa layar), sosioekonomi, orangtua menderita miopia, serta riwayat kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR). Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara faktor-faktor tersebut dan insiden miopia pada siswa Sekolah Menengah Atas(SMA) di Kota Padang. Penelitian dilakukan pada siswa SMA di Kota Padang yang berusia 15-17 tahun, dengan desain case-control study, population based dengan jumlah sampel 140 orang, yang terdiri dari 70 orang untuk kelompok kontrol dan 70 orang untuk kelompok kasus. Dikelompokkan setelah menguji ketajaman visus. Kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tinggi badan, berat badan, serta pengisian kuesioner. Selanjutnya, data diolah dengan uji statistik chi-square. Aktivitas dekat dengan layar, IMT dan aktivitas jauh dengan layar merupakan faktor dominan yang memengaruhi insiden miopia pada siswa SMA di Kota Padang. Dibuktikan juga bahwa jenis kelamin, sosioekonomi, orangtua menderita miopia, riwayat lahir prematur ataupun BBLR tidak  memengaruhi insiden miopia. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan positif antara faktor risiko dengan insiden miopia.Kata kunci: miopia, faktor risiko, pelajar SMAAbstract Myopia is the most common refractive error in the world. Almost 90% of myopia patients are found in the developing countries. There are several factors suspected to be related to the incidence of myopia, such as gender, body mass index, close-range activities (with or without screen), distance activities (with or without screen), socioeconomic state, history of myopia in parents, and history of prematurity or low birth weight. The objective of this study was to determine the relation of those factors and the incidence of myopia on senior high school students in Padang city.This study was conducted on senior high school students in Padang city aged 15-17 years old. This study used population based case control design with 140 samples, consisted of 70 students for the control group and 70students for the case group. The process of data collection was conducted by initially classifying the respondents into case or control group using visual acuity test. It was followed by measuring body height and weight and filling the questionnaire.  Finally, those data were analyzed by using the chi square statistic test.The result of this study proved that the close-range activities with screen, were the dominant variable influencing myopia in senior high school students in Padang city, followed by BMI and distance activities with screen. It was also proved that none of thegender, socioeconomic state, history of myopia in parents, and history of prematurity or low birth weight have any influence toward myopia incidence. Conclusion of this study is that a positive correlation between suspected factors with myopia incidence. Keywords: myopia, risk factors, high school students
Aspirasi Benda Asing Paku dengan Komplikasi Atelektasis Paru dan Aspirasi Benda Asing Jarum Pentul Tanpa Komplikasi Novialdi Novialdi; Fachzi Fitri; Histawara Subroto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.311

Abstract

Abstrak Aspirasi benda asing bronkus adalah masalah yang sering  pada anak-anak dan merupakan masalah seriusserta bisa berakibat fatal. Sebagian besar aspirasi benda asing di bronkus pada anak-anak karena kecenderunganmemasukkan sesuatu ke mulut, pertumbuhan gigi molar yang belum lengkap, kurangnya pengawasan dari orang tuadan lain-lain. Aspirasi jarum pentul di bronkus biasanya terjadi pada wanita remaja muslim yang menggunakan jilbab.Benda asing tajam di bronkus harus segera dikeluarkan dalam kondisi dan peralatan optimal untuk mencegahkomplikasi yang timbul. Komplikasi akibat aspirasi benda asing tajam yang paling sering berupa perforasi jalan nafas,trakeitis, bronkitis, jaringan granulasi, efusi pleura dan atelektasis. Tindakan bronkoskopi merupakan pilihan untukekstraksi benda asing tajam yang teraspirasi. Dilaporkan dua kasus aspirasi benda asing tajam di bronkus yaitu padaseorang anak laki-laki, berusia 6 tahun dengan aspirasi paku dengan komplikasi atelektasis paru dan seorang anakperempuan, berusia 14 tahun dengan aspirasi jarum pentul tanpa komplikasi yang telah berhasil diekstraksimenggunakan bronkoskopi kaku.Kata kunci: benda asing tajam di bronkus, aspirasi paku, aspirasi jarum pentul, atelektasis, bronkoskopi kaku  Abstract Bronchial foreign body aspiration is a common problem in children and it is a serious problem that can befatal. Most of bronchial foreign body aspiration occur in children because of the tendency to put something into themouth, the molar growth is not yet complete, the lack of supervision from parents and others situation . Aspiration of apin in the bronchi usually occurs in adolescent Muslim women who wear headscarf. Sharp foreign bodies in thebronchi must be removed immediately and the optimal equipment to prevent complications. Complications due tosharp foreign bodies aspiration most often in the form of perforation, tracheitis, bronchitis, granulation tissue, pleuraleffusion and atelectasis. Bronchoscopy is the management  for aspirated sharp foreign body extraction   Reported two cases of a sharp foreign body aspiration is a boy, aged 6 year old with nail aspiration complication withlung atelectasis and a girl, aged 14 year old with aspirations of a pin without complications that have been successfully extract  using rigid bronchoscopy . Arial 9 italicKeywords:  sharp foreign bodies in the bronchi, nail aspiration, pin aspiration, atelectasis, rigid bronchoscopy
Hubungan Kejadian Perdarahan Postpartum dengan Faktor Risiko Karakteristik Ibu di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Januari 2012 - April 2013 Fathina Friyandini; Yuniar Lestari; Bobby Indra Lipoeto
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.375

Abstract

Abstrak  Banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya perdarahan postpartum, yaitu karakteristik ibu seperti: usia, paritas dan tingkat pendidikan ibu. Tujuan penelitian ini adalah meneliti lebih lanjut tentang hubungan perdarahan postpartum dengan faktor risiko karakteristik ibu. Penelitian dilakukan di Sub bagian Rekam Medik RSUP Dr. M. Djamil, Padang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 64 orang. Pengambilan sampel dilakukan mulai pada Januari 2012 hingga bulan April 2013. Analisis statistik yang digunakan adalah uji chi-square dengan α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perdarahan terbanyak adalah perdarahan postpartum primer (81,3%). Untuk etiologi terbanyak adalah sisa plasenta (35,9%). Berdasarkan segi faktor risiko karakteristik ibu, dari segi usia kejadian perdarahan postpartum banyak dialami oleh responden dengan usia reproduksi sehat (20 – 34 tahun) sebesar 76,6%, dari segi faktor risiko paritas yang tertinggi adalah multiparitas (59,4%) dan faktor risiko tingkat pendidikan ibu yang tertinggi yaitu pada ibu dengan tingkat pendidikan tinggi (SMA keatas) sebesar 70,3%. Uji statistik chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan yangbermakna antara perdarahan postpartum dengan usia, paritas dan tingkat pendidikan (p > 0,05). Dari hasil penelitian diatas diharapkan kepada peneliti selanjutnya meneliti faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kejadian perdarahan postpartum, dari faktor risiko karakteristik ibu misalnya jarak kehamilan yang pendek, lama partus, riwayat persalinanburuk sebelumnya, riwayat perdarahan antepartum ataupun postpartum, riwayat operasi caesar, makrosomia, kehamilan multipel dan faktor dari tenaga penolong partus serta faktor tempat partus/ fasilitas bersalinKata kunci: perdarahan postpartum, faktor risiko ibu, tingkat pendidikan ibuAbstract Many factors that increase the risk of postpartum hemorrhage, one of them is mothers characteristics risk factor. Some of which are age, parity and maternal education level. The objective of this study was to  investigate the relevance postpartum hemorrhage incidence with mothers characteristics risk factors. The research was conducted at the medical records subsection in RSUP Dr. M Djamil, Padang. This research is a cross sectional design with a total samples were 64 subject . Sampling was conducted starting in January 2012 until April 2013. Statistical analysis used was the chi square test with α = 0.05. Results of this research showed that highest hemorrhage is of primary postpartum hemorrhage (81.3%). For highest etiology is retained placenta (35.9%). Based on mothers characteristics aspect of risk factors, viewed in terms of age, the incidence of postpartum hemorrhage experienced by respondents with healthy reproductive age (20-34 years) was 76.6%. In terms of the parity of the highest risk factors are multiparity (59.4%). And the highest risk factors for maternal education levels are women with a high education level (above the senior high school) was 70.3%. Chi Square statistical test showed no significant correlation between postpartum hemorrhage with age, parity and educational level (p> 0.05). Keywords: postpartum hemorrhage, mothers risk factors, maternal education levels 
Decription of Students’ Learning Style Laila Isrona
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.302

Abstract

AbstrakBelajar adalah perubahan mental yang terjadi sebagai repreentasi dan hubungan dari hasil pengalaman dalam jangka panjang. Vermunt mengklasifikasikan empat tipe belajar: meaning-directed, application-directed, reproduction-directed dan undirected learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara deskriptif bagaimana tipe belajar mahasiswa di FK-UNAND. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang dan mendeskripsikan tipe belajar empat orang mahasiswa. Kuesioner ILS dari Vermunt dibagikan kepada enam mahasiswa dan hanya empat kuesioner yang kembali serta bisa dianalisis. Dari hasil penelitian didapatkan: (1) mahasiswa A mempunyai tipe beajar yang tidak spesifik, mahasiswa ini lebih cenderung ke tipe undirected dan reproduction directed, (2) mahasiswa B menunjukkan lebih mahir dalam kegiatan belajar, tipe belajarnya lebih mengarah kepada reproduction dan application directed, (3) mahasiswa C mendapatkan nilai yang lebih tinggi pada tipe undirected, (4) mahasiswa D menunjukkan mahasiswa yang lebih mampu untuk melakukan self regulation, construction of knowledge dan mempunyai motivasi internal yang baik, namun skor yang diperoleh masih terkategori tipe undirected. Kesimpulan penelitian ini ialah terdapat tumpang tindih pola belajar pada mahasiswa, namun profile yang tepat ditunjukkan pada skor yang dominan. Rekomendasi untuk perbaikan proses belajar mengajar di FK-UNAND disampaikan berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh.Kata kunci: ILS, mahasiswa, tipe belajar AbstractDefinition of learning is as changing of mental representation or associations for long term as a result of experience. Vermunt states four learning styles: meaning-directed, application-directed, reproduction-directed and undirected learning styles. The objective of this study was to explore descriptively how is students’ learning style in the MFAU. The research approach was qualitative method and apply cross sectional studies as well as concern at the descriptive of learning style of four MFAU students. The Vermunt’s ILS questionnaire was administered to the six medical students. Four questionnaires were returned and usable for further analysis. The results of the survey that, firstly, student A adopts unspecific learning process and she is more undirected and reproduction directed type. Secondly, the student B performances more advance at learning activities. Her score is higher at reproduction and application directed type. Thirdly, student C gets higher score at undirected type. Then, student D performs an expert learner due to self-regulation, construction of knowledge and personal interested, but the student is still more undirected type.All in all, it was found some overlapping of learning styles among students surveyed, the means of profile showed the dominant type of learning of each student. The results of the survey should provide advises for students and teachers to improve the learning-teaching process in the MFAU as succinctly presented earlier.Keywords: learning style, ILS, student

Page 24 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue