cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Diagnosis dan Penatalaksanaan Tumor Ganas Laring Dolly Irfandy; Dolly Irfandy; Sukri Rahman
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.310

Abstract

Abstrak Laring berperan dalam koordinasi fungsi saluran aerodigestif atas seperti bernafas, berbicara dan menelan.Laring terbagi tiga yaitu supraglotis, glotis dan subglotis. Laring merupakan daerah tersering kedua untuk kasuskarsinoma sel skuamosa kepala-leher, biasanya berhubungan dengan tembakau dan alkohol. Lebih dari 95% kasustumor ganas laring adalah karsinoma sel skuamosa. Pasien tumor ganas laring datang dengan berbagai keluhanseperti disfonia, obstruksi jalan napas, disfagia, odinofagi dan hemoptisis. Diagnosis tumor ganas laring ditegakkanberdasarkan anamnesis, pemeriksaan klinis menggunakan endoskopi kaku, serat optik dan biopsi. Penatalaksanaantumor ganas laring tergantung stadium dengan modalitas berupa operasi, kemoterapi, radiasi atau terapi kombinasi.Dilaporkan kasus laki-laki 53 tahun dengan karsinoma glotis stadium III (T3N0M0) squamous cell ca keratinized welldifferentiated. Penatalaksanaan pada pasien ini dengan melakukan laringektomi total.Kata kunci: Tumor ganas laring, karsinoma, laringektomi, tembakau Abstract Larynx plays a certain role in coordinating functions of the upper aerodigestive tract, such as respiration,speech, and swallowing. The larynx is divided into three region; supraglottic, glottic, and subglottic. Larynx is thesecond most common site for squamous cell carcinoma in the head and neck and usually related to tobacco andalcohol exposure. Primary malignant tumors of the larynx are squamous cell carcinomas can found more than 95% ofcases. Patients with laryngeal tumors usually present with complaints of hoarseness, respiratory obstruction,dysphagia, odynophagia and hemoptysis. Diagnosis of laryngeal cancer is made by medical history, clinicalexamination using a rigid or fiberoptic endoscope and biopsy. Management of laryngeal tumour depends on stadiumwith various modality included surgery, chemotheraphy, radiotheraphy or combined therapy. Reported case of 53years old male with Glottic carcinoma of the larynx stage III (T3N0M0) squamous cell ca keratinized well differentiatedis presented. The treatment undergoes with total laryngectomy.Keywords:  Laryngeal cancer, carcinoma, laryngectomy, tobacco
Identifikasi Bakteri Coliform pada Air Kobokan di Rumah Makan Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur Ervan Arditya Kusuma; Roslaili Rasyid; Endrinaldi Endrinaldi
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.374

Abstract

Abstrak Air kobokan merupakan media untuk cuci tangan yang banyak digunakan di rumah makan di  Kota Padang. Diare adalah penyakit yang ditularkan melalui air yang terkontaminasi oleh bakteri. Angka perkiraan kasus diare di Padang Timur merupakan yang tertinggi di Kota Padang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas mikrobiologi air kobokan di rumah makan di Kelurahan Andalas Kecamatan Padang Timur. Sebanyak 21 sampel yang diambil dan dibagi sesuai dengan sumber airnya yaitu 12 sumber air PDAM dan 9 sumber air sumur bor. Penelitian ini dibagi dalam dua tahap, tahap pertama:  pengambilan sampel dan observasi faktor yang mempengaruhi kontaminasi. Kedua: uji bakteriologi dengan metode Most Propable Number (MPN) yang meliputi uji penduga, uji konfirmasi dan uji lengkap.Seluruh sampel air kobokan mengandung bakteri coliform. Sebagian besar sampel tidak memenuhi syaratmikrobiologis sesuai dengan PERMENKES no 46 tahun 1990 dan hanya satu sampel yang berasal dari air PDAM memenuhi syarat mikrobiologis. Sampel yang berasal dari PDAM didapatkan 4 yang mengandung E.coli dan dari sumber sumur bor didapatkan 3 sampel mengandung E.coli dan lainnya mengandung bakteri lain seperti Klebsiella, Enterobacter dan Pseudomonas. Hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti kebersihan wadah, lokasi rumah makan dan lokasi sumur bor.Kata kunci: air kobokan, most propable number (MPN). Abstract Water is the common use for hand washing in restaurant in Padang city. The research was conducted at restaurant in Andalas, East Padang. Diarrhea is a disease transmitted through water contaminated by bacteria.Morbidity of diarrhea in East Padang is the highest in Padang. The objective of this study was to identify microbiological quality of water for cleaning hand at Restaurant in Andalas sub-district, East Padang district. Total 21 sampels were taken and divided according to the water source is 12 by PDAM and 9 from dug well. This research implemented in two steps: taking the water for cleaning hand sample and also observing factor affecting contamination of the water for cleaning hand, then bacteriologi inspection using Most Propable Number (MPN) methods to presumptive test, confirmation test and complementary test. All of them sampel containing coliform bacteria. Almost of the sample unqualified according PERMENKES no 46 tahun 1990 and just only one sample from PDAM sourcequalified with microbiological requirement. Four sample from PDAM source contain E.coli bacteria and three sample from dug well contain E.coli bacteria too and the others contain another bacteria like Klebsiella, Enterobacter and Pseudomonas. It can be cause many factor like hygiene of container, restaurant location and dug well location.Keywords: water for cleaning hand, most propable number (MPN)
Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatologi Kanker Hubungan Usia dengan Gambaran Klinikopatolo Aisha Rahmatya; Daan Khambri; Henny Mulyani
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.277

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan kanker yang paling sering mengenai perempuan dan menjadi penyebab kematian terbanyak akibat kanker pada perempuan. Angka kejadian kanker payudara bervariasi secara global dimana terjadi peningkatan insiden di negara berkembang tetapi cenderung menurun di negara maju. Gambaran klinikopatologi kanker payudara dapat bervariasi sesuai kelompok usia dan memiliki peran penting dalam faktor prognostik penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia dengan gambaran klinikopatologi kanker payudara. Gambaran klinikopatologi meliputi stadium klinis, subtipe histologi, dan gradasi histologi. Penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan metode cross sectional dengan teknik total sampling. Sampel penelitian yaitu data pasien kanker payudara primer di bagian bedah RSUP Dr. M. Djamil Padang periode Januari 2012 – Desember 2012. Dari 112 penderita kanker payudara primer hanya 46 yang memenuhi kriteria. Sampel penelitian dianalisis dengan uji chi square (p ≤ 0,05). Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar penderita berusia ≥ 40 tahun (78,3%) dan <50 tahun (67,4%), datang pada stadium lanjut (69,6%) dengan tipe invasive ductal carcinoma (87%) dan bergradasi rendah (78,3%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia dengan gambaran klinikopatologi kanker payudara.Kata kunci: kanker payudara, gambaran klinikopatologi, stadium klinis, subtipe histologi, gradasi histologi AbstractBreast cancer is now become the most common cancer diagnosed in women and the leading cause of deaths from cancer among women. The incidences of the disease vary globally, it has been reported to be increasing in developing countries while slightly down in developed countries. The clinicopathologic features of breast cancer may vary from each age groups and it has an important role as a prognostic factors. The objective of this study was to determine the relationship between age of the breast cancer patients and their clinicopathologic features. The clinicopathologic features i.e. staging, histologic subtypes, and histologic grades. This was an analythical study by using cross sectional method with total sampling technique. Samples were patients with primary breast cancer in Dr. M. Djamil General Hospital period January 2012 – December 2012. From 112 patients with primary breast cancer there were only 46 who fulfilled the criteria. The samples were analyzed by chi square test (p ≤ 0.05). The result of this study has revealed that most of the patients ≥ 40 years of age (78.3%) and < 50 years of age (67.4%), diagnosed in late stage (69.6%) with invasive ductal carcinoma (87%) and low histologic grade (78.3%). Bivariat analyze found that there is no significant relation between age and clinicopathologic features of breast cancer.Keywords: breast cancer, clinicopathologic features, staging, histologic subtypes, histologic grades
Hubungan Stres dengan Kejadian Dismenore Primer pada Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Diana Sari; Adnil Edwin Nurdin; Defrin Defrin
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.301

Abstract

AbstrakDismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang dijumpai tanpa kelainan yang nyata pada alat-alat genital. Lebih dari 50% wanita mengalami dismenore primer dan 15% diantaranya mengalami nyeri yang hebat.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore primer. Penelitian dilakukan pada mahasiswi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Andalas angkatan 2009 dan 2010. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study dengan jumlah subjek 165 orang. Pengumpulan data dari responden dilakukan dengan wawancara terpimpin (pengisian kuesioner). Analisa statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan uji koefisien korelasi sederhana. Uji chi-square menunjukan ada hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian dismenore primer dan uji statistik koefisien korelasi sederhana menunjukkan ada hubungan yang bermakna dengan korelasi agak lemah antara tingkat stres dengan derajat dismenore primer.Kata kunci: stres, dismenore primer, mahasiswi fakultas kedokteran AbstractPrimary dysmenorrhoea is menstrual pain founded without real abnormalities in genital organs. More than 50% woman experiance it and 15% had severe pain. The objective of this study was to determine relationship between stress and primary dysmenorrhoea. Research was executed to education medical female students medical faculty of Andalas University class of 2009 and 2010. This research use cross sectional study design with 165 subjects. Data was collected by guided interview. Statistic analysis use chi-square test and simple correlation test. Chi-square test show there is significant relationship between stress and primary dysmenorrhoea and simple coefficient test show there is weak correlation between stress levels and degree of primary dysmenorrhoea.Keywords: stress, primary dysmenorrhoea, female student of medical faculty
Identifikasi Bakteri Coliform yang Terdapat pada Minuman Es Teh di Rumah Makan Tepi Laut Purus Padang Barat Muhammad Nurman Ariefiansyah; Netti Suharti; Eliza Anas
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.363

Abstract

Abstrak Minuman es teh merupakan minuman yang paling digemari konsumen rumah makan. Sampel penelitian ini adalah minuman es teh dirumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan kualitas minuman es teh di rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat secara mikrobiologis. Sampel diambil dari 14 rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat. Penelitian dilaksanakan dua tahap; 1. pengambilan sampel minuman es teh disertai observasi dan wawancara, 2. pemeriksaan mikrobiologis dengan metode Most Propable Number (MPN) terhadap sampel yang terdiri dari tes presumtif, tes konfirmatif dan tes pelengkap. Hasil penelitian mendapatkan seluruh sampel minuman es teh mengandung bakteri Coliform. Tiga belas dari empat belas sampel positif mengandung E. coli, sedangkan satu sampel lain mengandung bakteri Klebsiella. Dari penelitian ini dapat disimpulkan minuman es teh di rumah makan Tepi Laut Purus Padang Barat tidak memenuhi syarat mikrobiologis yang telah ditetapkan pemerintah.Kata kunci: minuman es teh, bakteri coliform, most propable number (MPN) Abstract Ice tea is the common consumer favorite beverage at restaurant. Samples of this research is ice tea beverages at Purus Beach restaurant West Padang. The objective of this study was to identify the quality of ice tea sold at Purus Beach Restaurant in Purus West Padang microbiological. Samples were taken from restaurant of Purus Beach in West Padang. This research implemented in two steps; First, taking the ice tea sample and observing also interviewing. Second, microbiological inspection using Most Propable Number (MPN) methods to the sample consist of presumptivetest, confirmation test and complementary test. All of the sample of the ice tea beverage containing Coliform bacteria. Thirteen of fourteen positive contained E.Coli and the other contain Clebsiella. This result showed that ice tea from Purus Beach West Padang restaurant is unqualified as government has set required microbiological.Keywords: ice tea beverage, coliform bacteria, most propable number (MPN)
Mastoidektomi Revisi pada Otitis Media Supuratif Kronik Tipe Bahaya Jacky Munilson; Tuti Nelvia
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.399

Abstract

Abstrak Operasi mastoid berkembang sebagai penanganan terhadap Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK). Mastoidektomi revisi dilakukan bila tujuan operasi pertama tidak tercapai. Kegagalan operasi mastoid bisa disebabkan oleh berbagai hal, diantaranya penanganan air cell yang tidak adekuat, facial ridge yang tinggi, kegagalan membuang semua kolesteatom, meatoplasti yang tidak adekuat dan ketidakpatuhan pasien untuk kontrol setelah operasi. Operasi mastoid revisi biasanya lebih sulit dan berbahaya karena anatomi telinga tengah menjadi tidak jelas, landmark dapat hilang dan struktur berbahaya sudah terpapar. Dilaporkan satu kasus operasi mastoid revisi pada seorang laki-laki berumur 25 tahun, yang ditatalaksana dengan timpanomastoidektomi dinding runtuh.Kata kunci: otitis media supuratif kronik, mastoidektomi revisi, kolesteatom, meatoplasti Abstract Surgery of the mastoid developed as a treatment for chronic suppurative otitis media. Revision mastoid surgery done if the aim of first surgery not achieved. Failure of  mastoid operation may caused by many things, including handling of air cells are not adequate, high facial ridge,  failure to remove all cholestetoma  meatoplasty in adequate and non adherence of patient to control after surgery. Revision  mastoid surgery is usually more difficult and dangerous, because anatomy of the middle ear may be altered, some of the important landmarks can be loss and dangerous  structure has been exposed. It was reported one case revision mastoid surgery in a man aged 25 years old, management with canal wall down tympanomastoidectomy.Keywords: chronic suppurative otitis media, revision mastoidectomy, cholesteatoma, meatoplasty
Gambaran Morfologi Spermatozoa pada Perokok Sedang di Lingkungan PE Group yang Datang ke Bagian Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Vinda Dwi Apriora; Arni Amir; Oea Khairsyaf
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.266

Abstract

AbstrakTingginya angka pria perokok di seluruh dunia dan fakta bahwa asap rokok mengandung lebih dari 4000 bahan berbahaya yang dapat mengganggu sistem reproduksi. Gangguan yang terjadi dapat berupa penurunan kualitas spermatozoa yang dapat dilihat melalui analisis sperma. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran morfologi spermatozoa pada Perokok sedang di Lingkungan PE Group. Ini merupakan penelitian deskriptif dari September 2012 hingga 2013, menggunakan metode total sampling sebanyak 33 pria perokok yang mendatangi Laboratorium Biologi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang. Parameter kelainan morfologi spermatozoa (teratozoospermia) diukur menurut kriteria WHO yaitu apabila jumlah sperma dengan bentuk normal yang dicacah ≥ 30%. Semua sampel menunjukkan hasil yang normal. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah perokok sedang yang diteliti memiliki gambaran morfologi spermatozoa yang normal, dengan abnormalitas kepala sebagai abnormalitas terbanyak dan bentuk kelainan kepala besar sebagai bentuk kelainan yang paling banyak ditemukan.Kata kunci: rokok sigaret, analisis sperma, morfologi sperma, teratozoospermia AbstractThe large number of men worldwide smoke and the fact that cigarette smoke contains detriment substances that can affect the health holistically and especially fertility it self is the main reason. It contains more than four thousands of detrimental substances for instance oxidants, carcinogenic and mutagenic agents. The objective of this study was to evaluate sperm parameters especially it’s morphology among medium smokers in PE Group, ltd. In this descriptive study, started from September 2012 until 2013. A total of thirty three males who were classified as medium smokers were enrolled to Biology Laboratory Medical Faculty of Andalas University Padang. Teratozoospermia parameters were measured according to the World Health Organization criteria and Biology Infertility Division’s in which the normal Sperm morphology counts ≥30%. All of samples showed normal results, with the sperm-head abnormality as the major abnormality. The conclusions is all participants showed normal spermatozoa morphology counts and the head abnormality is the major detriments.Keywords: cigarette smoking, sperm analyzing, sperm morphology, teratozoospermia
Gambaran Angka Kejadian Gangguan Anxietas pada Warga Batu Busuk Kelurahan Padang Besi Kecamatan Lubuk Kilangan Kota Padang Akibat Banjir Bandang 24 Juli 2012 Rigo Junaidi; Adnil Edwin Nurdin; Rosfita Rasyid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i2.287

Abstract

AbstrakAnxietas atau kecemasan disebabkan oleh faktor psikis dan fisik pada seseorang. Anxietas disebabkan faktor psikis yang timbul karena respons secara emosional atau psikis terhadap ancaman dari luar yang dianggap membahayakan dirinya, sedangkan faktor fisik bisa menjadi penyebab terjadinya kecemasan oleh karena penyakit tubuh dan obat-obatan yang digunakan. Survei komunitas menunjukkan sekitar 2-5% orang dewasa menderita gangguan anxietas menyeluruh, dengan prevelensi seumur hidup lebih dari 25%. Gangguan anxietas menyeluruh biasanya dimulai pada awal masa dewasa usia 15 dan 25 tahun, tetapi angka terus meningkat setelah usia 35 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prevalensi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menggambarkan jumlah kasus gangguan anxietas pada warga Kelurahan Padang Besi Kecamatan Lubuk Kilangan akibat banjir bandang 24 Juli 2012 di RT 2 RW 1 dan RT 6 RW 1 dengan menggunakan studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan data primer melalui kusioner HAR-s yang dibagikan kepada warga sejak dari Maret sampai April 2013. Ditemukan sebagian warga mengalami anxietas, terutama di RT 2 RW 1 dengan golongan usia 21-40, berjenis kelamin wanita, pekerjaan ibu rumah tangga, sudah menikah dan kelompok dengan pendidikan tingkat SD.Kata kunci: anxietas, gambaran, banjir AbstractAnxiety caused by psychological and physical factors of the person. Anxiety due to psychological factors arising from emotional or psychological response to external threats are considered dangerous to themselves and physical factors could be the cause of anxiety such as illness and the drug using. The community survey shows about 2-5% of adults suffer from anxiety disorders, with a lifetime prevalence more than 25%. The anxiety disorder usually begins in early adulthood, 15 and 25 years old, but the incidence increase after the age of 35 years old.The objective of this study was to identify the prevalence. The results of this study are expected to be useful to describe the number of anxiety disorders incidence in Kelurahan Padang Besi Kecamatan Lubuk Kilangan by flash floods on July 24th, 2012 in RT 2 RW 1 and RT 6 RW 1 by using the cross sectional study. This study used primary data by using HAR-s questionnaire were distributed to residents in March-April 2013. It was found that some people experience anxiety, particularly in the RT 2 RW 1 with the 21-40 age group, female, housewife, married and elementary school of educational level.Keywords: anxiety, overview, flood
Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Askariasis dan Trikuriasis pada Siswa SD N 29 Purus Padang Hildya Kusmi; Nuzulia Irawati; Husnil Kadri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.353

Abstract

Abstrak Prevalensi infeksi kecacingan masih tinggi terutama pada anak usia sekolah dasar. Cacing yang sering menginfeksi yaitu Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura. Infeksi ini erat kaitannya dengan masalah lingkungan, perilaku manusia dan manipulasi terhadap lingkungan. Tujuan penelitian adalah menentukan hubungan sanitasi lingkungan rumah yaitu kepemilikan jamban keluarga yang sehat, ketersediaan sumber air bersih, sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan kejadian askariasis dan trikuriasis. Ini adalah penelitian analitikdengan desain cross-sectional study. Jumlah populasi sebanyak 71 orang dengan jumlah subjek sebanyak 55 orang.Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan tinja dan kuesioner. Metode analisis data menggunakan uji chisquare.Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase infeksi kecacinganpada siswa SD Negeri 29 Purus Padang adalah 38%, terdiri dari; infeksi Ascaris lumbricoides (33%), Trichuris trichiura (9,1%) dan infeksi kedua spesies (3,6%). Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara kepemilikan jamban keluarga, ketersediaan sumber air bersih, kepemilikan sarana pembuangan sampah dan jenis lantai rumah dengan angka kejadian askariasis dan trikuriasis (p > 0,05). Masih tingginya infeksi kecacingan pada siswa sekolah dasar perluperhatian yang lebih baik misalnya diadakannya program pemberantasan kecacingan baik oleh sekolah maupun petugas kesehatan setempat.Kata kunci: infeksi kecacingan, sanitasi lingkungan, askariasis, trikuriasis Abstract Prevalence of worms infestation is still high, especially found among children at the elementary school age. Type of worms that often infect are Ascaris lumbricoides and Trichuris trichiura. The infection is  related to envi ronment issues, human behavior and manipulation of the environment.  The objective of this study was to determine the relationship between environmental sanitation of home, consist of latrine ownership, availability of clean water source, garbage disposal facilities and the type of floor home to ascariasis and trichuriasis incidences . This  was an analyticwith cross sectional study design. The population were  71  students of State Elementery School 29 Purus Padang, but the subjecs were  55 students. Research instruments were stool examination and questionnaire. Bi variate analysis was chi-square test. The results showed that the worm infection rate in student of Elementary School 29 Purus Padangwas 38 %, consist of Ascaris lumbricoides infection (33%), Trichuris trichiura infection (9.1%) and infection of both species (3.6%). The statistical test indicated no significant relationship between latrine ownership, availability of clean water source, garbage disposal facilities, and the type of floor home to the incidence of ascariasis and trichuriasis (p > 0.05). The high worm infection in elementary school students need better attention, like worm eradication program by the school and local health authorities.Keywords: worm infestations, environmental sanitation, ascariasis, trichuriasis 
Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Bawaan pada Anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang Periode Januari 2010 – Mei 2012 Nur Ain; Didik Hariyanto; Sovina Rusdan
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 4, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v4i3.388

Abstract

Abstrak Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan defek lahir yang sering ditemukan dan merupakan penyebab kematian terbanyak dari semua jenis kelainan bawaan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa adanya variasi secara geografik yang penting pada insiden PJB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi karakteristik dari penderita PJB anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan melihat karakteristik penderita anak dengan PJB pada data rekam medik. Sampel penelitian ini adalah 55pasien anak yang menderita penyakit jantung bawaan di RSUP Dr. M. Djamil Padang dari Januari 2010 sampai Mei 2012. Mayoritas penderita adalah perempuan (61,8%), dan mayoritas umur sampel terdapat pada kelompok umur kurang dari 1 tahun (56.4%). Jenis PJB terbanyak adalah TF (21,8%) dan gejala yang paling sering dijumpai adalah sesak nafas (50,9%). Sebanyak (34,5%) penderita memiliki penyakit kongenital lain, dengan penyakit nonsindroma terbanyak adalah atresia ani dan omfalokel dengan masing-masing (22,2%) dan penyakit sindroma terbanyak adalahsindroma Down (40%). Gagal tumbuh terdapat pada (49,1%) penderita. Nilai Hb PJB sianotik lebih tinggi berbanding asianotik. Tingkat tindakan operatif kasus PJB anak di RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah 1,8%. Terdapat variasi karakteristik dari penderita PJB yang ada di RSUP Dr. M. Djamil Padang.Kata kunci: penyakit jantung bawaan, anak, variasi karakteristik Abstract Congenital heart disease (CHD) is a common birth defect, and a leading cause of deaths linked to birth defects. Many studies show that the presence of significant geographic variation in the incidence of CHD. The objective of this study was to determine the variation of the characteristics of patients with CHD in Dr. M. Djamil Hospital Padang. This research is a descriptive research by observing at the characteristics of children with CHD using the medical record data. The total sample of this study was 55 children, which are suffering from CHD in Dr. M. Djamil Hospital Padang from January 2010 - May 2012. The results of this study showed that majority of the patients were female (61.8%), and the majority of samples are at the age group of less than 1 year (56.4%). The most common of CHD was Tetralogy of Fallot (21.8%), and shortness of breath was the highest (50.9%) symptom that had been found. A total of (34.5%)patients had another congenital diseases, the most common nonsyndromic disease are anus atresia and omfalocele (22.2%) respectively, and the most common syndromic disease is Down Syndrome (40%). Failure to thrive presents in 49.1% patients. The level of Hb in patient with cyanotic CHD is higher than the acyanotic CHD. The number of the surgery of CHD cases in children at Dr. M. Djamil Hospital Padang is 1.8%. There are variations in the characteristic of children with CHD in Dr. M. Djamil Hospital Padang. Keywords:  congenital heart disease, children, variation of characteristics

Page 33 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue