cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Andalas
Published by Universitas Andalas
ISSN : 23017406     EISSN : 26151138     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.
Arjuna Subject : -
Articles 1,294 Documents
Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang Tiara Dwi Pratiwi; Masrul Masrul; Eti Yerizel
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v5i3.595

Abstract

AbstrakStatus gizi merupakan salah satu indikator kesehatan anak. Masa lima tahun (masa balita) adalah periode penting dimana anak membutuhkan kecukupan gizi untuk menunjang pertumbuhan fisiknya. Anak bergantung pada ibu yang berperan dalam pengasuhan dan perawatan anak. Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan pola asuh ibu dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Belimbing. Telah dilakukan penelitian dengan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 163 ibu dengan 163 anak berumur 12-60 bulan. Ibu sebagai responden, diwawancarai langsung dengan menggunakan kuesioner. Status gizi balita diukur dengan indikator berat badan/tinggi badan dan diinterpretasikan berdasarkan klasifikasi status gizi WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 84,7% balita memiliki status gizi normal dan 15,3% balita memiliki status gizi kurang. Pola asuh berdasarkan pola asuh makan terbanyak pada kategori sedang yaitu 40,5%, berdasarkan pola asuh kesehatan terbanyak pada kategori baik sebanyak 44,8% dan pola asuh psikososial terbanyak pada kategori sedang sebanyak 78,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh makan dan pola asuh kesehatan dengan status gizi (p=0,014; p=0,006). Pola asuh psikososial tidak terdapat adanya hubungan signifikan dengan status gizi (p=0,842). Kesimpulan studi ini menyarankan kepada ibu-ibu agar memperhatikan asupan makan serta perawatan kesehatan anak. Ibu juga seharusnya membawa anak secara rutin ke posyandu atau pelayanan kesehatan terdekat.Kata kunci: pola asuh, status gizi, balita AbstractNutritional status is one of child’s health indicator. The first five year of children life is the important period whereby child needs proper nutrition to support the growth. In order to fulfill this, as a caregiver for the children, every mother has an important role. The objective of this study was to determine the association care practices to nutritional status in children.This study was cross sectional on 163 mothers from 163 children whose age were 12-60 months old. Care practices was measured by interviewed mother by using questionnaire and nutritional status was measured by using body weight/body height according to WHO growth chart. The study showed that 84,7% children were normal nutritional status and 15,3% children were underweight. The study also found that 40,5% children with moderate care for feeding, 44,8% with good care for health and 78,5% with moderate care for psychosocial. There was significant association between care for nutrition and care for health with child nutritional status (p=0,014; p=0,006) and there was no significant association between care for psychosocial with child nutritional status (p=0,842). The conclusion suggest  the mothers have to pay attention with food intake and child health care. Mothers should take their children regularly to public health center. Keywords: care practices, nutritional status, children
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Enterobiasis pada Anak Panti Asuhan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawang Sri Shinta Agustin; Selfi Renita Rusjdi; Desmawati Desmawati
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i3.755

Abstract

Enterobiasis merupakan penyakit akibat infeksi cacing Enterobius vermicularis. Enterobiasis dapat terjadi pada orang-orang yang memiliki personal hygiene buruk dan kelompok orang yang hidup dalam lingkungan yang sama, seperti panti asuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan personal hygiene dengan kejadian enterobiasis pada anak panti asuhan di wilayah kerja Puskesmas Rawang. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan April 2016 - Maret 2017. Penelitian dilakukan di Panti Asuhan Wira Lisna dan Panti Asuhan Ridho Rahmat. Teknik pengambilan sampel dengan metode total sampling. Personal hygiene dinilai dengan menggunakan kuesioner dan kejadian enterobiasis dinilai dengan pemeriksaan parasitologi di laboratorium. Data dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan kejadian enterobiasis sebesar 6% dan yang memiliki personal hygiene baik sebanyak 70,1%. Uji statistik mendapatkan hubungan yang tidak bermakna antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis (p=0,076). Simpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna antara personal hygiene dengan kejadian enterobiasis.
Pengaruh Perbedaan Lama Kontak Sabun Ekstrak Daun Sirih Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Secara In Vitro Yonna Yolanda Y; Roslaili Rasyid; Arni Amir
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.650

Abstract

Candida albicans adalah jamur penyebab kandidiasis vulvovaginalis dengan manifestasi klinis gatal pada vulva dan keputihan. Penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan cara mengusapkan sabun pada area genitalia dapat mengurangi keputihan. Ekstrak daun sirih yang terkandung pada sabun diketahui memiliki sifat fungistatik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan Candida albicans secara invitro. Metode yang digunakan adalah Percentage Kill dengan tiga kali pengulangan.  Metode yang dilakukan untuk melihat persentase kemampuan sabun ekstrak daun sirih dalam membunuh Candida albicans dengan lama kontak 1 menit, 2 menit, dan 5 menit. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh perbedaan lama kontak sabun ekstrak daun sirih terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Nilai Persentase Kill yang baik (≥ 90%) pada menit 1, 2, dan 5 yaitu 97%, 95%, dan 93%. Disimpulkan bahwa penggunaan sabun ekstrak daun sirih dengan lama kontak 1 menit sudah memberikan hasil yang baik.
Gambaran Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Angkatan 2013 tentang Stroke Karina Prasasti Helhid; Yuliarni Syafrita; Ennesta Asri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i1.787

Abstract

Stroke merupakan penyebab utama kecacatan pada kelompok usia diatas 45 tahun dan penyebab nomor dua kematian secara global. Stroke dapat dicegah, salah satunya dengan memberikan pengetahuan kepada mahasiswa sebagai generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Andalas angkatan 2013 tentang stroke. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel adalah consecutive sampling dengan jumlah sampel 85 orang. Penelitian ini dilakukan bulan Januari 2016 sampai Juni 2016. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan menggunakan analisis manual. Hasil penelitian didapatkan gambaran pengetahuan responden pada kategori baik sebanyak 47,1% dan kategori sedang sebanyak 52,9%. Gambaran sikap responden kategori baik sebanyak 77,6% dan kategori sedang 22,4%. Gambaran tindakan responden pada kategori baik sebanyak 75,3% dan kategori sedang 24,7%. Simpulan penelitian ini adalah didapatkan pengetahuan pada kategori sedang terdapat pada lebih dari separuh responden, sikap dan tindakan sebagian besar responden pada kategori baik.
DNA MITOKONDRIA (mtDNA) SEBAGAI SALAH SATU PEMERIKSAAN ALTERNATIF UNTUK IDENTIFIKASI BAYI PADA KASUS INFANTISIDA Taufik Hidayat
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v6i1.673

Abstract

Forensik molekuler merupakan salah satu cabang ilmu kedokteran forensik yang memanfaatkan perkembangan teknologi biologi molekuler dalam memecahkan berbagai kasus forensik seperti pencarian orang hilang, pelacakan pelaku pembunuhan, kasus ragu ayah dan infantisida. Infantisida atau pembunuhan anak sendiri merupakan pembunuhan yang dilakukan oleh ibu kandung terhadap bayinya segera setelah bayi tersebut lahir karena takut ketahuan. Salah satu hal penting dalam pengelolaan kasus infantisida adalah pengungkapan identitas jenazah orok dan pelaku infantisida agar proses hukum terhadap tersangka pelaku menjadi jelas. Penggunaan DNA (Deoxyribose Nucleic Acid) mitokondria atau mtDNA sebagai salah satu cara untuk mengetahui hubungan antara barang  bukti  medis  dengan  pelaku  berkembang  pesat  setelah  era  90an.  DNA  mitokondria memiliki beberapa kelebihan dalam identifikasi yaitu laju mutasi mtDNA lebih tinggi daripada nDNA (variasi tinggi dalam  populasi), mtDNA diturunkan hanya dari pihak ibu dan sel manusia dapat memiliki ribuan kopi mtDNA yang sama serta dapat diterapkan pada jenazah bayi dalam keadaan busuk lanjut. Perbandingan antara sampel DNA bayi dengan sampel DNA tersangka ibu menggunakan metode sekuensing PCR (Polymerase Chain Reaction). Pengambilan kesimpulan akhir pada pemeriksaan hubungan keibuan pada mtDNA harus dikombinasi dengan pemeriksaan forensik lainnya.
Analisis Hubungan Pengetahuan dan Persepsi Pasien dengan Partisipasi Pasien di Instalasi Paviliun Ambun Pagi RSUP DR. M. Djamil Padang Ditinjau dari Aspek Hukum Keselamatan Pasien Anshar Bonas Silfa; Hardisman Hardisman; Aumas Pabuti
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.796

Abstract

Pasien bisa memainkan peranan penting dalam peningkatan keselamatan pasien dengan terlibat aktif dalam proses perawatan mereka. Partisipasi pasien dipandang sebagai hak hukum pasien serta standar emas sistem pelayanan kesehatan internasional. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi pasien tentang aspek hukum keselamatan pasien dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien di Instalasi Paviliun Ambun Pagi RSUP Dr. M. Djamil Padang. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study. Sampel ditentukan dengan cara systematic random sampling. Data dikumpulkan selama bulan Maret tahun 2016. Hasil penelitian terhadap 75 orang responden menunjukkan bahwa sebagian besar memiliki pengetahuan kurang (42 [56.00%]) dan persepsi negatif (49 [65.33%]), serta sebagian besar memiliki partisipasi yang rendah (46 [61,33%]). Ada hubungan antara pengetahuan (p=0,024) dan persepsi pasien (p=0,007) tentang aspek hukum keselamatan pasien dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan persepsi pasien tentang aspek hukum dalam keselamatan pasien memiliki hubungan dengan partisipasi pasien dalam keselamatan pasien. Perlu ditingkatkan edukasi dan informasi tentang hak pasien dalam keselamatan pasien bagi pasien dan keluarga, guna mendorong peningkatan partisipasi pasien.
CHRONIC MIELOMONOSITIC LEUKEMIA PADA USIA MUDA Rangga Lunesia; Irza Wahid
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.828

Abstract

Chronic Mielomonositic Leukemia (CMML) adalah keganasan heterogen yang ditandai dengan monositosis di darah perifer (>1x109/L), terdapat kelainan mielodisplastik dan mieloproliferatif di sumsum tulang, dan memiliki kecendrungan untuk bertransformasi menjadi leukemia myeloid akut. Angka kejadian CMML sangat jarang, di Indonesia tercatat hanya 2,5 % kasus dari keseluruhan MDS. Pengobatan pada MP-CMML dengan jumlah blast sedikit adalah pemberian terapi sitoreduktif yaitu hydroxyurea yang bertujuan mengontrol proliferasi myelomonositic sel dan mengurangi organomegali. Telah dilaporkan suatu kasus laki-laki 28 tahun dengan keluhan pucat. Pada pemeriksaan fisik ditemukan konjungtiva anemis dan splenomegali. Pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 6.5 gr/dl, leukosit: 93.540/mm3, hitung jenis: 1/0/6/42/8/27. Pemeriksaan BMP menunjukkan aktivitas Granulopoeitik: meningkat, ditemukan mieloblast 3%, Promielosit 3%, monoblast 2%, Promonosit 1%, dominasi monosit 33%, ditemukan juga dysplasia seperti pseudo pelgerhuet, dengan kesan sesuai gambaran Chronic Mielomonositic Leukemia. Pada pasien ini dengan jumlah leukosit > 13 x 109/L termasuk kedalam MP-CMML diberikan terapi hydroxyurea. Follow up setelah pemberian terapi Hb 8.8 gr/dl, Leukosit 38.200/mm3, pada hitung jenis: 0/1/5/45/7/23.
Gambaran Morfologi Eritrosit Packed Red Cell Berdasarkan Waktu Penyimpanan Di Bank Darah RSUP Dr. M. Djamil Padang Risma Isti; Zelly Dia Rofinda; Husni Husni
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.819

Abstract

Packed red cell (PRC) merupakan komponen darah terbanyak yang digunakan dalam transfusi dan dapat disimpan sekitar tiga puluh lima hingga empat puluh dua hari di bank darah. Penyimpanan PRC mengakibatkan jejas penyimpanan, yaitu perubahan morfologi eritrosit, deformabilitas, fragilitas osmotik, kemampuan untuk agregasi, dan viskositas intraseluler. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran morfologi eritrosit PRC berdasarkan waktu penyimpanan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan potong lintang pada tujuh sampel PRC. Tiap sampel diperiksa pada hari penyimpanan ke nol, tujuh, empat belas, dua puluh satu, dan dua puluh delapan. Penelitian dilaksanakan mulai September 2016 hingga Agustus 2017. Pemeriksaan morfologi eritrosit dilihat dari sediaan hapus darah tepi dengan menghitung bentuk eritrosit abnormal per 1.000 eritrosit. Hasil penelitian disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Penelitian ini dilakukan pada tujuh sampel PRC yang berasal dari tujuh donor, terdiri dari enam donor laki-laki (85,7%) dan satu orang donor perempuan (14,3%). Rerata umur pendonor ialah 29 (5) tahun. Rerata kadar Hb pendonor ialah 14,5 (1,2) g/dL. Rerata kadar Hb sampel ialah 21,2 (2,5) gr/dL.Perubahan bentuk diskoid menjadi bentuk sfero-ekinosit didapatkan pada seluruh sampel penelitian. Perubahan bentuk eritrosit semakin meningkat seiring dengan waktu penyimpanan. Penyimpanan eritrosit mengakibatkan adanya perubahan morfologi eritrosit, yaitu perubahan bentuk eritrosit normal dari diskoid menjadi sfero-ekinosit. Penelitian lain diperlukan untuk mengetahui perubahan morfologi eritrosit dengan waktu penyimpanan berbeda lainnya dan adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui korelasi antara parameter eritrosit dengan jejas penyimpanan.
Perbedaan Paparan Tungau Debu Rumah dengan Status Rhinitis Alergi Berdasarkan Kriteria ISAAC pada Anak di Dua Panti Asuhan Kecamatan Koto Tangah Dwi Fitria Nova; Selfi Renita Rusjdi; Fachzi Fitri
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i2.810

Abstract

Tungau Debu Rumah (TDR) merupakan tungau yang berasal dari famili Pyroglyphidae yang hidup bersama debu rumah. TDR memiliki feses yang dapat menimbulkan penyakit alergi yang salah satunya rhinitis alergi. Rhinitis alergi muncul sekitar 15% anak usia 6-7 tahun dan 40% pada 13-14 tahun. International Study of Asthma and Allergies of Childhood (ISAAC) merupakan organisasi dunia yang melakukan studi prevalensi rhinitis alergi dengan menggunakan kuesioner yang telah distandarisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan paparan tungau debu rumah dengan status rhinitis alergi berdasarkan kuesioner ISAAC pada anak. Penelitian ini merupakan cross sectional study yang dilakukan di Panti asuhan Kecamatan Koto Tangah dari November 2017 sampai Januari 2018. Teknik pengambilan sampel secara total sampling. Debu tempat tidur diambil dengan vacum cleaner dan dilakukan wawancara dengan menggunakan kuesioner ISAAC. Debu diperiksa di laboratorium Parasitologi Fk Unand. Dari penelitian didapatkan 41 sampel. Famili terbanyak adalah Famili Pyrogliphydae yaitu 34,6% (81 tungau). Individu dengan rhinitis alergi berdasarkan kuesioner ISAAC berjumlah 17 orang (41,5%). Kepadatan TDR pada penderita rhintis alergi yaitu 6.29 tungau dan non rhinitis alergi sebanyak 6.33 tungau. Simpulan adalah tidak terdapat perbedaan bermakna antarapaparan tungau debu rumah dengan status rhinitis alergi pada anak.
Imunopatogenesis dan Implikasi Klinis Alergi Makanan pada Dewasa Alexander Kam; Raveinal Raveinal
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 7 (2018): Supplement 2
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v7i0.842

Abstract

Alergi makanan adalah gangguan kesehatan yang timbul akibat respon imun spesifik terhadap makanan. Prevalensi alergi makanan pada anak adalah 6%, sementara pada dewasa 3 – 4%. Strategi pencegahan alergi makanan yang belum optimal menjadi salah satu penyebab insiden yang terus meningkat. Imunopatogenesis pada alergi makanan melibatkan reaksi antara alergen dengan antibodi yang dimediasi oleh immunoglobulin E, non-immunoglobulin E, atau kedua-duanya. Implikasi klinis alergi makanan pada dewasa bisa mengenai sistem gastrointestinal, kutaneus, respirasi, dan sistemik. Standar baku emas diagnosis alergi makanan adalah oral food challenge. Tatalaksana yang paling tepat adalah menghindari faktor pencetus. Terapi spesifik dan nonspesifik terhadap alergen dapat diberikan walaupun masih dalam perdebatan.

Page 58 of 130 | Total Record : 1294


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): March 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): November 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): March 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): November 2024 Vol 13, No 2 (2024): July 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): July 2024 Vol 13, No 1 (2024): March 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): March 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Online November 2023 Vol 12, No 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Online July 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Online March 2023 Vol 12, No 1 (2023): Online March 2023 Vol 11, No 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 3 (2022): Online November 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 2 (2022): Online July 2022 Vol 11, No 1 (2022): Online March 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Online March 2022 Vol 10, No 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 3 (2021): Online November 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 2 (2021): Online July 2021 Vol 10, No 1 (2021): Online March 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Online March 2021 Vol 9, No 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 4 (2020): Online December 2020 Vol. 9 No. 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 3 (2020): Online September 2020 Vol 9, No 2 (2020): Online June 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Online June 2020 Vol 9, No 1S (2020): Online January 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Online March 2020 Vol 9, No 1 (2020): Online March 2020 Vol. 9 No. 1S (2020): Online January 2020 Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019 Vol 8, No 3 (2019): Online September 2019 Vol 8, No 2 (2019): Online Juni 2019 Vol 8, No 1 (2019): Online Maret 2019 Vol 8, No 2S (2019): Suplemen 2 Vol 8, No 1S (2019): Suplemen 1 Vol 7, No 4 (2018) Vol 7, No 3 (2018) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7 (2018): Supplement 4 Vol 7 (2018): Supplement 3 Vol 7 (2018): Supplement 2 Vol 7 (2018): Supplement 1 Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 3 (2015) Vol 4, No 2 (2015) Vol 4, No 1 (2015) Vol 3, No 3 (2014) Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 2, No 3 (2013) Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol 2 (2013): Supplement Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 3 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) More Issue