cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 146 Documents
ANALISIS UJI BIOLOGIS BISKUIT DAUN KATUK PELANCAR ASI SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN IBU MENYUSUI Mutiara, Erli
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini: 1) mempelajari aspek keamanan makanan tambahan pelancar ASI untuk ibu menyusui melalui pengamatan kondisi fisiologis binatang percobaan; 2)Menganalisis pengaruh pemberian biskuit daun katuk pelancar ASI terhadap peningkatan volume ASI binatang percobaan. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari Mei-November 2014. Lokasi penelitian di laboratorium percobaan hewan  Fakultas Farmasi USU.Sampel penelitian 12 ekor tikus yang menyusui. Tikus di intervensi dengan biskuit daun katuk pelancar ASI selama 28 hari. Tikus dibagi 2 kelompok. K1 : diberi biskuit daun katuk pelancar ASI sebanyak 4 gr/hari. K2 : diberi ransum standar. Pengukuran volume ASI melalui pengamatan frekuensi  lama menyusu dalam 24 jam dengan asumsi volume ASI: lama menyusu <15 menit volume ASI 20 ml, dan lama menyusu ≥15 volume ASI 60 ml. Penimbangan volume ASI 2 kali sebelum dan setelah pemberian biskuit. Penimbangan berat badan bayi tikus sebelum intervensi dan sesudah intervensi. Data yang diperoleh dianalisis  secara deskriptif dan uji t untuk melihat perbedaan volume ASI tikus yang diberi biskuit daun katuk pelancar ASI dan tikus yang diberi ransum standar (sebagai kontrol). Hasil penelitian menunjukkan konsidi fisiologis  tikus diberi biskuit daun katuk pelancar ASI tidak menunjukkan kelainan selama pengamatan, seluruh tikus mengalami pertumbuhan normal dan tidak ada yang mati, keadaan feses, kerontokan bulu, keadaan bulu dan flek-flek dalam keadaan normal baik induk tikus maupun bayi tikus.Berdasarkan hasil uji t terdapat perbedaan signifikan antara volume ASI tikus yang diberi biskuit pelancar ASI dengan volume ASI tikus yang tidak diberi biskuit pelancar ASI baik pada penimbangan I, II dan ke III.Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pemberian biskuit daun katuk pelancar ASI dapat meningkatkan volume ASI tikus yang menyusui.
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG BEKICOT (Acathina fulica) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KITOSAN ,, Ridwanto; Utama, Fazrul Amin; Syahputra, Ricky Andi
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak, Bekicot (Achatina fulica) termasuk keong darat yang memakan berbagai tanaman termasuk tanaman budidaya, oleh karena itu bekicot termasuk salah satu hama bagi tanaman. Banyaknya tanaman yang mati meneyebabkan petani menggunakan pestisida untuk membasmi hewan ini, sehingga hewan ini mati dan meninggalkan cangkangnya. Cangkang yang ditinggalkan akan membusuk sehingga akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu altenatif pemanfaatan limbah cangkang bekicot (Achatina fulica) yang memilki nilai ekonomis tinggi yaitu pengolahan menjadi kitosan. Tujuan penelitian ini adalah pemanfaatan limbah cangkang bekicot menjadi kitosan, menganalisa gugus fungsi menggunakan spektrofotometer FTIR dan uji kadar air, kadar abu dan rendemen.Berdasarkan spektra FTIR yang dihasilkan telah terkonversi kitin menjadi  kitosan dengan nilai derajat deasetilasi 65%. Hasil karakteristik kitosan yang diperoleh kadar air, kadar abu dan rendemen secara berurutan sebesar 7,33; 1,99; 15,6%.
PEMANFAATAN MINYAK BIJI KARET (HAVEA BRASILIENSIS MUELL. ARG) SEBAGAI BAHAN DASAR PEMBUATAN SABUN TRANSPARAN Yuniarti, Rafita; Daulay, Anny Sartika; Syahputra, Ricky Andi; Pasaribu, Mesi Wilia Afrima
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biji karet (Havea brasiliensis) selama ini tidak memiliki nilai ekonomis, hanya dijadikan benih generatif pohon karet dan selebihnya terbuang menjadi limbah berserakan di sekitar pohon karet. Biji karet mengandung minyak nabati yang dapat dimanfaatkan sebagai pembuatan sabun. Pengambilan minyak dari biji karet dilakukan dengan metode ekstraksi sokletasi lalu pemisahan dari pelarutnya menggunakan alat rotary evaporator. Selanjutnya dilakukan analisa kandungan minyak biji karet menggunakan GC-MS dan metode pembuatan sabun mengikuti formula Hambali dengan melakukan pengujian terhadap sabun yang sesuai dengan persyaratan Standart Nasional Indonesia (SNI) 06-3532-1994, meliputi: pengujian organoleptis, kadar air, pH, minyak mineral, tinggi busa, alkali bebas, dan uji iritasi. Hasil ekstraksi biji karet didapat rata-rata minyak 3,36 g dengan kadar minyak 14,12%, analisa GC-MS menunjukan bahwa biji karet mengandung asam palmiat, stearat, linoleat. Berdasarkan hasil pengujian organoleptis, sabun yang dihasilkan transparan, pengujian kadar air: F1, F2, F3 memiliki kadar air lebih sedikit yaitu 5%. Pada uji pH: semua formula memenuhi syarat SNI yaitu pada pH 8-11, minyak mineral: semua formula memenuhi syarat SNI yaitu negatif, tinggi busa: kestabilan tertinggi pada F7, alkali bebas: F1, F2 lebih kecil yaitu 0,039%, dan pada hasil uji iritasi: semua formulasi menunjukan hasil negatif. Secara keseluruhan sabun transparan yang dihasilkan memenuhi persyaratan SNI
SISTEM PENJADWALAN KULIAH DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Simamora, Purwanto; ., Tulus; Batubara, Fakhruddin R.
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Course scheduling is process of placing courses into available time-and classroom slots. As number of course activities and requirement needed increase, the solution to scheduling problem become more complicated. In order to get a good course scheduling, there are some important components such as lecturer, subject, student, curriculum, classroom and time. The limitation of rooms and time is often become a problem in making the course scheduling. The addition number of the students and the subjects due to the application of the new curriculum, and the other activity in university give the effects the using of times and rooms. Course scheduling systems which is adaptable in every changing that happened. The course scheduling must be able to overcome the limitation of each component such as the number of the lecturer, times and rooms. This research uses two methods in making the course scheduling which are by using the scheduling algorithm and without using the scheduling algorithm. These two methods will be combined into the genetic algorithm in order to get a course scheduling which can reduce the problem in the availability of rooms and times.             The research result shows without using the schedule algorithm these are 2 faults appear in the time schedule and the minimum number of room which used is 9 rooms and converged in the 127th generation. But, by using the schedule algorithm the number of the fault is no longer appear, the using of the room becomes 8 rooms and converget in the 85th generation. It is concluded that making the course scheduling by combining the schedule algorithm and genetic algorithm is a right method in reducing the time fault and minimizing the using of the room.
GROWTH AND CHARACTERIZATION OF ZnS NANOPARTICLE ., Motlan; Sirait, Makmur
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ZnS nanoparticle has been syntesized from zinc asetat and thiorea 0.2 M using copresipitation method. The structure of the ZnS nanoparticle are wurtzite with hexagonal and blende (sphalerit) with cubic shape with average size of 39.56 nm. The elements of the ZnS measuring using EDS it was found that Zn has a mass of sebesar 52.20% with disperse energy of 8.630 keV and S element of 18.92% with disperse energy of 2.307 keV
FILTRASI JERUK NIPIS YANG DITAMBAHKAN NaCl + Na-EDTA SEBAGAI ELEKTROLIT BATERAI DENGAN CHARGER SOLAR CELL Mungkin, Moranain; Ikhsan, Tulus
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang studi filtrasi air jeruk nipis yang ditambahkan NaCl + Na-EDTA sebagai elektrolit baterai. Selama ini elektrolit baterai dipakai H2SO4. Karena H2SO4 mengakibatkan gatal-gatal dan luka, bahkan bersifat racun bagi tubuh bila terhirup, maka saya mencari elektrolit alternatif yang ramah lingkungan dari nabati yaitu menggunakan filtrasi air jeruk nipis (FJN) sehingga didapat tegangan sampai 7,40 Volt sedangkan elektrolit  H2SO4 sampai dengan 12 Volt. Untuk kedepan akan dilanjutkan bagaimana dapat meningkatkan karakteristik elektrolit FJN sehingga sampai sama dengan elektrolit H2SO4.
EFEK PEMBERIAN MIE GOMAK MENGANDUNG BORAKS TERHADAP JUMLAH TOTAL LEUKOSIT TIKUS PUTIH ZANTAN (Rattus novergicus) STRAIN WISTAR Sidabutar, Sihar E
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA VOL 18, No. 1 (2017) JURNAL PENELITIAN SAINTIKA
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mie gomak merupakan kuliner khas samosir yang sangat diminati oleh masyarakat dikawasan Kabupaten Samosir. Berdasarkan uji pendahuluan , mie gomak merek x yang digunakan dalam penelitian ini mengandung kadar boraks 2.298 %. Tujuan dari penelitan ini untuk mengetahui efek pemberian mie gomak mengandung boraks terhadap profil darah Tikus putih  wistar. Penelitian ini berlangsung selama 21 hari dengan menggunakan 20 ekor tikus wistar yang dibagi kedalam 5 kelompok secara acak : Tanpa pemberian mie gomak berboraks (P0), mie gomak berboraks 0.57 % (P1), mie gomak berboraks 1.14 % (P2), mie gomak berboraks 1.72 % (P3),  mie berboraks 2.298 % (P4). Pengabilan sampel darah dilakukan setiap minggu melalui vena coronalis dan diuji leukosit total (WBC) dengan menggunakan Hematology analyzer. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi sebesar 0.92 antara mie gomak berboraks dengan jumlah total leukosit tikus.
RANCANG BANGUN SENSOR KIMIA SEBAGAI INSTRUMEN ANALISIS DALAM DETEKSI SPEKTROFOTOMETRI UNTUK PENENTUAN PENGAWET NITRIT Sinaga, Marudut; Sihombing, Kawan; Saputra, Agam; Hakim, Lukman; Situmorang, Manihar
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 14, No 2 (2013): SEPTEMBER 2013
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian rancang bangun sensor kimia sebagai instrumen analisis dalam deteksi spektrofotometri untuk penentuan pengawet nitrit bertujuan untuk mendapatkan instrumen analisis yang memiliki daya analisis akurat, selektif, sensitif, cepat dan sederhana untuk penentuan pengawet nitrit. Penelitian dilakukan terdiri atas pembuatan matriks polityramin pada permukaan plastik transparan, mengimobilasi senyawa aktif asam sulfanilat di dalam polymer sehingga menjadi bahan aktif sensor, dan diintegrasikan pada detektor spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah awal pembuatan sensor kimia untuk penentuan senyawa nitrit telah berhasil dilakukan. Polityramin berbentuk polimer yang transparan dan dapat dipergunakan untuk mengikat senyawa aktif yang memberi respon pada nitrit diintegrasikan dengan deteksi spektrofotometri UV-Vis. Sensor kimia menunjukkan linearitas yang cukup baik, yaitu berada pada skala konsentrasi 0,1-10 ppm, dan batas deteksi berada pada 0,1 ppm nitrit.
MODEL INTELLECTUAL CAPITAL UNTUK MENINGKATKAN ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN SEKTOR INFORMAL DI KOTA MEDAN Hanu, La; Ane, La
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 17, No 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk menemukan model pembinaan sektor informal di Kota Medan berbasis orientasi kewirausahaan dan secara operasional penelitian ini bertujuan untuk 1).Mengidentifikasi kondisi human capital, social capital dan organizational capital sektor informal di Kota Medan dan pengaruhnya terhadap orientasi kewirausahaan. 2).Merumuskan model pembinaan sektor informal yang harus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi intellectual capital dan orientasi kewirausahaan yang ada pada pelaku sektor informal.Pendekatan dalam penelitian ini adalah ex post facto. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian adalah pelaku sektor informal Kota Medan sebanyak 100 orangyang diambil secara proportional random sampling dengan memperhatikan faktor wilayah atau lokasi dan faktor jenis usaha yang dikelola. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan uji hipotesis menggunakan uji t.Hasil analisis data untuk uji hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa thitung berturut-turut adalah sebesar 2,18 untuk H1, 1,99 untuk H2 dan 2,43 untuk H3 dengan signifikansi < 0,05. Hasil tersebut membuktikan bahwa: 1) terdapat pengaruh antara human capital terhadap orientasi kewirausahaan, 2) terdapat pengaruh antara social capital terhadap orientasi kewirausahaan dan 3) terdapat pengaruh antara organisasional capital terhadap orientasi kewirausahaan. Dengan demikian dapat disimpulkan dalam penelitian ini bahwa:1) Semakin rendah human capital pelaku sektor informal maka akan semakin rendah orientasi kewirausahaannya; 2) Semakin rendah social capital pelaku sektor informal maka akan semakin rendah orientasi kewirausahaannya;3) Semakin rendah organisasional capital pelaku sektor informal maka akan semakin rendah orientasi kewirausahaannya
PENINGKATAN SIFAT MEKANIK DAN TERMAL KAYU KELAPA SAWIT DENGAN TEKNIK KOMPREGNASI REAKTIF ., Nurfajriani; Hutabarat, Wesly; ., Thamrin; Wirjosentono, Basuki; Gea, Saharman
JURNAL PENELITIAN SAINTIKA Vol 15, No 2 (2014): SEPTEMBER 2014
Publisher : JURNAL PENELITIAN SAINTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Characterization of Oil Palm Trunks (OPT) in height rod different OPT that compregnated with polystyrene resin modifications have been done, polystyrene resins modified with acrylic acid and benzoyl peroxide incorporated into the OPT pore size 15x2x2 cm3 shaped beam that is placed in the compregnator has been modified with -5 atm pressure for 15 minutes. Based on the tensile tests conducted showed that the optimum mechanical properties of the OPT on the bottom of the stem height. with the addition of 20% resin. Similarly, the thermal properties OPT marked increases with increasing temperature degradation of OPT compregnated modified polystyrene resin at a concentration of 20%. From the above two tests showed that OPT improved quality of prior treatment compregnation, analysis of thermal degradation by using Thermogravimetry

Page 4 of 15 | Total Record : 146