cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
RANCANGAN MODEL PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT PEDESAAN BERBASIS AGRIBISNIS DI DAERAH RIAU MODELING OF ECONOMIC EMPOWERMENT OF RURAL COMMUNITY BASED ON AGRO-BUSINESS ACTIVITIES IN RIAU Syahza, Almasdi
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor pendukung pembangunan ekonomi pedesaan. Pelaksanaan pembangunan pertanian di pedesaan harus dirancang dengan sistem agribisnis yang melibatkan berbagai lembaga ekonomi dan penunjang, antara lain: perguruan tinggi, lembaga perkreditan, pengusaha, pengusaha tani (petani), dan koperasi. Koperasi merupakan motor penggerak pada program pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan. Koperasi berfungsi sebagai badan usaha di pedesaan dan pelaksana penuh sistem agribisnis. Koperasi agribisnis dapat menciptakan peluang usaha dalam kegiatan ekonomi pedesaan sehingga menyebabkan naiknya pendapatan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan.
STUDI KERUSAKAN AKIBAT SERANGAN BELALANG PADA TIGA GENOTIPE TANAMAN PEARL MILLET (Pennisetum thiphoideum Rich)(STUDY OF DAMAGE AS RESULT OF GRASSHOPPER INFESTATION TO THE THREE GENOTYPES OF PEARL MILLET (Pennisetum typhoideum Rich) Surahmat, Mamat; , Herminanto; D.H., Totok Agung
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui infornasi belalang sebagai hama pada tanaman pearl millet dan pertumbuhan pearl millet di Desa Serang Karangreja Kabupaten Purbalingga Pelaksanaan penelitian pada bulan Juni sarnpai dengan Oktober 2000. Penelitian menunjukkan bahwa belalang yang berpotensi sebagai hama adalah spesies Oxya chinensis, Tagasta marginella dan Phlaeoba fumosa. Populasi belalang terbesar spesies T . marginella. Pada umur tanaman 49 hari sebanya 54k belalang O, . chinensis pada umur tanaman70 hari sebanyak 52 belalang dan P .fumosa pada umur tanaman 70 hari sebanyak 51 belalang Intensitas serangan terbesar terjadi pada Gl dengan jarak tanaman 50 x l0 cm, yaitu 44,53 persen / petak tanaman sedangkan G2 dengan jarak tanam 40 x20cm mengalami intensitas se rangan terendahya itu sebesar 33 persen/petak tanaman Tanaman tertinggi G3 dengan jaratk tanam 50 x 10 crn, . jumlah tongkol terbanyak pada Gl dan G2 dengan.iarak antara 45 x 15 crn dan bobot tongkol terberat pada G3 dengan jarak tanam 45 x 15 cm, yaitu sebesar 9,77g / petak sampel.
RISIKO PRODUKSI DAN KEEFISIENAN RELATIF USAHATANI BAWANG PUTIH DI KABUPATEN KARANGANYAR( PROCUDTION RISK AND RELATIVE EFFICIENCY OF GARLIC FARMING IN KARANGANYAR REGENCY) , Sriyadi
Pembangunan Pedesaan Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aimed at analyzing the income risk, the farmer behavior toward risk, and the level of relative efficiency of garlic farming. This research has been done in Karanganyar Regency using multistage cluster sampling method, with the sample of 200 farmers chosen using simple random sampling method. The income risk was measured by variation coefficient. Analytical method of farmer behavior toward risk used utility function of quadratic form and analysis the level of relative efficiency used profit dynamic maximize. The result of analysis showed that the risk of garlic farming was high. Most of farmers were ever behavior toward risk and the garlic farming inefficient. To develop the garlic farming more investment, input subsidy, and on time planting were required.
PERAN WANITA TANI DALAM PENGEMBANGAN USAHATANI SAYURAN ORGANIK DAN PENINGKATAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNGBANTENG Widyarini, Indah; Putri, Dindy Darmawati; Karim, Akhmad Rizkul
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 2 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita tani dalam pengambilan keputusan usahatani sayuran organik; mengetahui curahan jam kerja yang dilakukan wanita tani dalam usahatani sayuran organik; dan menganalisis pendapatan usahatani sayuran organik dan sumbangannya bagi peningkatan pendapatan keluarga. penelitian dilakukan di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis, analisis biaya dan pendapatan, serta analisis sumbangan pendapatan usahatani terhadap pendapatan keluarga. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam usahatani sayuran organik di Desa Melung wanita tani berperan sebagai manajer sekaligus pelaksana dalam usahatani sayuran organik. Curahan waktu kerja wanita tani dalam usahatani sayuran organik setara dengan 5 jam per hari. Sedangkan pendapatan dan sumbangan pendapatan dari usahatani sayuran organik relatif rendah.
PENINGKATAN KADAR SULFUR DAN SELENIUM HIJAUAN Zea mays saccharata OLEH PEMUPUKAN FOSFOR DALAM SUSPENSI FERMENTASI Acetobacter-Saccharomyces SULFUR AND SELENIUM CONTENT IMPROVEMENT OF Zea mays saccharata WITH PHOSPHORUS FERTILIZATION IN THE FERMENTED Acetobacter-Saccharomyces SOLUTION Lukiwati, Dwi Retno; Nurhidayat, Novik; Winarbie, Saputro Hari
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A greenhouse experiment was conducted during 6 weeks on acid latosolic soil and low phosphorus availability. A completely randomized design with 5 treatments and 4 replicates was used. The treatments were control, RP, SP, RP+FSAS, and SP+FSAS. Phosphorus fertilizer level was 200 kg P2O5/ha (2.96 g RP/pot or 2.22 g SP/pot). Sweet corn was cut and measured for S and Se content on 6 weeks after planting. All data were analyzed by the GLM procedure of SAS. Significant differences among the treatments were calculated by DMRT. The results show that SP+FSAS increased S and Se content significantly higher compared to control and RP (P
RESPON PETANI TERHADAP PROGRAM PENINGKATAN PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH (Kasus di Wilayah Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas)FARMERS’ RESPONSE TO THE PROGRAM OF INCREASING THE PRODUCTION AND INCOME OF RICE FARMING(A Case Study of the Subdistrict of Sokaraja, Banyumas Regency) P., Pudji Hastuti; Sriningsih, Endang
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program peningkatan produksi dan pendapatan usahatani padi sawah terdiri atas intensifikasi dan perluasan areal usahatani (pencetakan sawah) baru. Peningkatan ini banyak menghadapi kendala baik pada aspek teknis penyediaan sarana produksi maupun aspek ekonomi usahatani. Tujuan penelitian untuk mengetahui 1) respon petani terhadap program intensifikasi padi sawah, dan 2) komponen pembentuk respon tersebut baik pada aspek ketersediaan sarana produksi maupun aspek harga sarana produksi dan produk usahatani (gabah/beras). Metode penelitiannya adalah survei dengan teknik penarikan sampel Simple Random Sampling. Metode analisis yang digunakan untuk tujuan pertama adalah Likert’s Summated Ratings (LSR), dan hasil dari LSR dengan bantuan tabulasi dapat digunakan untuk mencapai tujuan kedua. Lokasi penelitian di wilayah kecamatan Sokaraja, kabupaten Banyumas. Hasil penelitian adalah 1) respon sikap petani terhadap program intensifikasi padi sawah adalah negatif, dalam arti respon petani terhadap persediaan sarana produksi positif dan respon terhadap harga produksi dan harga jual produk (gabah/beras) adalah sangat negatif, 2) komponen pembentuk respon negatif pada program intensifikasi adalah (a) ketidaktahuan petani atas persediaan benih unggul berlabel, pupuk K dan pupuk pelengkap cair (PPC); (b) mahalnya harga benih unggul berlabel, pupuk urea, pupuk SP-36, dan pestisida; (c) ketidaktahuan petani atas harga pupuk pelengkap cair (PPC) dan harga pestisida; dan (d) rendahnya harga jual gabah/beras di tingkat petani.
VARIABILITAS TINGKAT KETERSERAPAN FE BERAS ANTAR VARIETAS PADI VARIABILITY IN BIOAVAILABILITY OF FE IN RICE VARIETIES , Suwarto; , Nasrullah; , Taryono; Sulistyaningsi, Endang
Pembangunan Pedesaan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Many papers have reported that Fe deficiency caused anemia is a worldwide problem. It has also been reported that most of the Fe intake of people came from cereals. To improve Fe nutrition of rice consumers, grain Fe concentration must not only be increased, but it must also be in a form that available to consumers of rice. This study set out to determine the bioavailability of Fe in rice of 10 varieties. Results indicated that bioavailability of rice grain Fe varied among different varieties. Three varieties (Maligaya Sp., Bengawan Solo, and Gilirang) had a higher Fe bioavailability than the standard of IR 64. There was no correlation between bioavailability of Fe and grain Fe concentration in rice grain.
PRODUKSI DAN KUALITAS TELUR ITIK LOKAL DI DAERAH SENTRA PETERNAKAN ITIK Egg Production and Quality of Local Ducks in Ducks Farming Center Area , Ismoyowati; Purwantini, Dattadewi
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi dan kualitas telur merupakan indicator nilai ekonomi dari usaha peternakan unggas. Produksi dan kualitas telur itik penting dilakukan penelitian untuk mengetahui kemampuan genetic itik dan upaya penyediaan bahan pangan asal ternak yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produksi dan kualitas telur antara itik lokal disentra peternakan itik di pulau Jawa (Tegal, Magelang dan Mojosari) yang dipelihara di Brebes, Magelang dan Mojosari, serta antara itik Bali dan Alabio yang dipelihara peternak di daerah sentra peternakan itik yaitu di daerah Mengwi, Denpasar Bali dan Amuntai, Sungai Hulu Utara Kalimantan Selatan. Penelitian dilakukan secara survai dengan sampel peternakan itik sebanyak 4 peternak dan dari masing-masing peternakan diambil sampel telur itik sebanyak 40 butir. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dengan factor pembeda adalah galur itik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik Mojosari memghasilkan telur yang paling tinggi dibandingkan dengan itik Tegal dan Magelang. Bobot telur dan kuning telur itik Magelang lebih rendah dibandingkan dengan itik Tegal dan Mojosari, akan tetapi memiliki nilai haugh unit paling tinggi. Telur itik Mojosari memiliki score warna yolk paling tinggi. Bobot albumen dan tebal kerabang pada tiga galur itik di sentra peternakan di pulau Jawa relative sama. Galur itik bali putih menghasilkan telur yang paling rendah dibandingkan dengan itik Bali strain coklat maupun kombinasi serta itik Alabio, namun memiliki tebal kerabang yang paling tinggi. Bobot telur itik Bali dan alabio relative sama. Itik Alabio menghasilkan telur dengan nilai haught unit, bobot albumen dan skor kuning telur yang paling tinggi akan tetapi bobot yolknya paling rendah. Kesimpulan penelitian adalah telur yang dihasilkan pada galur itik Tegal, Magelang dan Mojosari memiliki kualitas yang berbeda. itik Alabio menghasilkan produksi dan kualitas telur yang lebih baik dibandingkan dengan itik Bali.
MODEL KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA PARTICIPATIVE LEADERSHIP MODEL IN ENDEAVORING SOCIETY AND VILLAGE Sayogo, Budi
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 1 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local leadership was demanded to have a number of capacities so that they can be able to conduct their roles and functions as changing and reforming agensiats in any community. Some of those capacities were articulative, aspirative, and accommodative capabilities toward the adjacent developing social dynamic. Therefore, the local leader for their own credibility must be will do and able to be actively involved in initiative form for every substantially and strategically decision maker activity at the local level.
ANALISIS IDENTIFIKASI DAN PERANAN SEKTOR PERTANIAN DALAM MENGHADAPI OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN BOYOLALI IDENTIFICATION ANALYSIS AND ROLE OF AGRICULTURAL SECTOR IN FACING REGIONAL AUTONOMY AT BOYOLALI REGENCY Sodiq, Akhmad
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ternak ruminansia kecil seperti domba dan kambing memiliki peran sangat penting pada sebagian besar masyarakat pedesaan di Indonesia. Mendekati 99 persen ternak ruminansia kecil dikelola oleh petani kecil di pedesaan. Sumbangan usaha beternak ruminansia kecil terhadap pendapatan petani adalah sangat berarti, demikian pula potensi ternak ruminansia kecil untuk mengurangi kemiskinan di pedesaan besar peranannya. Tulisan ini bertujuan untuk meninjau ternak ruminansia kecil di Indonesia dan implikasinya pada pengentasan kemiskinan di pedesaan. Beberapa strategi penelitian dan pengembangan ternak ruminansia kecil kaitannya dengan aspek pengentasan kemiskinan di pedesaan juga dibahas.