cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DAN EFISIENSI USAHATANI JAGUNG Zea mays(Kasus di Kecamatan Tarogong Kabupaten Garut Jawa Barat)LABOR PRODUCTIVITY AND EFFICIENCY OF CORN ASING INPUT FARM Zea mays(Case in Tarogong of Garut Regency West Java) , Tobari; Sukahar, Lukito; HK2, Maman; Ma’mun, Deddy
Pembangunan Pedesaan Vol 2, No 2 (2002)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia usaha tani jagung diusahakan oleh para petani dalam skala kecil dan tersebar dalam suatu hamparan. Penignkatan produksi jagung memiliki kaitan dengan tuntutan konsumen seiring dengan tumbuhnya industry pangna dan pakan yang menggunakan bahan baku jagung. Peningkatan produktifitas juga berkaitan dengan introduksi kultivar hibrida dan perbaikan bididaya jagung. Produktifitas tenaga kaerja pada usaha tani jagung menurut usaha kultifar yang dibudidayakan petani, tingkat efisiensi penggunakan factor produksi, dan skala usaha pada usaha tani jagung. Survey diKecamatan terogong, kabupaten garut jawa barat. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara menggunakan daftar pertanyaan kepada petani dengan respon terpilih, dan dilaksanakan pada bulan maret s.d Mei 2001. Analisis data menggunakan F anova, uji t dan uji LSD. Produktifitas tenaga kerja pada usaha tani jagung berbeda menurut kultifar; usaha tani jagung kultifar hibrida dan produktif dan lebih efisien dengan kultifar lainya. Pada kultifar hibrida luas lahan SP-#^. KCI, pestisida belum efisien dan benih urea tenaga kerja tidak efisien, pada kultifar komposit, luas lahan benih, urea, KCI, pestisida tenaga kerja belum efisien dan SP -36 tidak efisien. Pada kultifar local, luas lahan, pestisida belum efisien dan benih urea SP – 36 KCI, tenaga kerj atidaj efisien. Saran : sebaiknya para petani jagung menggembangkan kultifar hibrida.
PEMANFAATAN PENGGUMPAL ALAMI EKSTRAK BUAH NENAS PADA PEMBUATAN TAHU DARI KEDELAI VARIETAS SLAMET UTILITY OF NATURAL COAGULANT EXTRACTED FROM PINEAPPLE IN TOFU PROCESSED FROM SLAMET VARIETY SOYBEAN , Mustaufik; Sitoresmi, Ike
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed at obtaining the appropriate concentration of natural coagulant from pineapple extract, extraction ratio for the best quality tofu, and comparison of tofu quality. Split-Split Plot Design was used with main plot were soybean variety (V1=Slamet and V2= import soybeans). The subplot was concentration of pineapple extract (K1= 1%, K2=1.5%, K3=2% v/v) and extraction ratio of soybeans and water (R1 = 1:6, R2 = 1:7, and R3 = 1:8 w/v). Results of the research showed that the optimum extract concentration in soybeans tofu processing was 1% (v/v) and the optimum ratio was 1:6 (w/v). Based on yield and texture, tofu from Slamet variety soybeans was better than the imported soybean but based on chemical composition, tofu from Slamet variety was relatively similar to tofu from import soybean. The best quality of soybeans tofu was produced from Slamet soybean with 1% (v/v) concentration of the extract and 1:6 (w/v) extraction ratio, with physicochemical and organoleptic characteristic as followed: 26.664% (db) protein, 5.797% (db) lipid, 0.9% (db) ash, 74.501% (wb) water, 9.696% (wb) or 96.96 g/1000 ml yield, 21.75 mm/g/dt texture, and 6.55 pH.
PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI PEDESAAN(Studi Tentang Perilaku Seks dan Reproduksi Sehat Remaja di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas)THE SEXUAL BEHAVIOUR OF THE ADOLESCENCE IN RURAL SOCIETY(Study about Sex Behaviour and The Reproduction Health of The Adolescence in Kedungbanteng District, Banyumas Regency) Wulan, Tyas Retno; , Muslihudin
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 2 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku seksual para remaja di daerah pedesaan serta bagaimana pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas dengan sasaran para remaja yang berusia 10-24 tahun. Mengingat persoalan seks masih dianggap persoalan yang sensitif, informan dijaring dengan teknik snowball sampling. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan observasi. Informan berjumlah 13 orang, terdiri dari 5 orang perempuan dan 8 orang laki-laki. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan para remaja tentang kesehatan reproduksi sangat tidak memadai dan lebih banyak dipenuhi oleh mitos yang mereka yakini. Perilaku seks para informan, juga tidak bisa lepas dari bagaimana masyarakat mengkonstruksikan seksualitas laki-laki dan perempuan. Namun semua informan beranggapan bahwa hubungan seks yang dilakukan sebelum menikah, apalagi sampai menimbulkan kehamilan merupakan aib yang harus dihindari, mengingat kontrol sosial masyarakat desa yang masih cukup tinggi. Mengingat minimnya pengetahuan para remaja pada umumnya dan para orang tua di pedesaan pada khususnya terhadap kesehatan reproduksi, sudah selayaknya pendidikan seks menjadi agenda untuk ditransformasikan di pedesaan. Pendidikan seks tidak berarti mengajarkan cara untuk melakukan hubungan seks namun mengenalkan kepada para remaja fase-fase reproduksinya dan orang tua dituntut kepekaan untuk lebih memperhatikan masalah kesehatan reproduksi anak-anaknya.
PEMANFAATAN LIMBAH IKAN DAN ONGGOK TAPIOKA UNTUK PEMBUATAN SILASE DENGAN MENGGUNAKAN INOKULA MIKROBIA DARI CAIRAN ASINAN KOBIS(UTILIZATION OF FISHERY WASTES AND TAPIOCA BY-PRODACTS IN PRODACTION OF SIIAGE BY USING MICROBIAL INOCULATION FROM CABBAGE EXTRAC) , Sunarto; Wiogo, Rosani; AS., Yuni
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 3 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai Negara kepulauan dengan lebih dari 75 persen wilayahnya berupa perairan sangat potensial bagi pengembangan budidaya perairan seperti perikanan Dalam pengolahan produksi perikanan seringkali organ dalam tubuh ikan, kepala ,lembar insang tidak ikut diolah. Demikian juga hasil ikutan dari penangkapan ikan seperti ikan rucah dan ikan yang rusak selama pengangkutan dibuang begitus aja, sehingga sering menimbulkan pencemaran lingkungan. Dalam kondisi krisis ekonomi seperti saat ini Nampak bahwa nutrisi dan makanan ternak merupakan aspek penting dalam sistem industri peternakan di Indonesia. Kebutuhan bahan pakan ternak sampai sekarang masih sanga tergantung pada Negara lain. Pemanfaatan limbah perikanan dan pertanian untuk pakan ternak dalarn bentuk silase dapat merupakan salah satu upaya mengatasi kekurangan pakan ternak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahu persentase penambahan karbohidrat dari onggok tapioca dan cairan kobis yang digunakan sebagai inokula pada pembuatan silase ikan. Metode penelitian yang digunakana dalah eksperirnen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial 3 x 2. Faktor pertarna penambahan onggok (A) terdiri dari 3 (tiga) taraf yaitu A1 = onggok 20 g, A2 : onggok 25 g, A3 : onggok 30 g. sedang factor kedua, cairan kobis (B) terdiri dari2 (dua) taraf, yaitu Bl : cairan kobis 12,5r nl danB 2 : cairan kobis 25 ml. Masing-masing perlakuan diulangg 3 (tiga) kali. Variabel yang diamati adalah pH silase, pada tanterlarut, kadar asam total (kandungan asamla ktat), nilai normol dan jurnlah koloni mikrobia. Analisis statistic menunjukkan bahwa penarnbahan karbohidrat dari onggok tapioca dan cairan kobis berpengaruh sangat nyata(P < 0,01) terhadap pH , kadar asam total, nilai formol dan jumlah koloni mikrobia, tetapi tidak berpengaruh (P > 0,05) terhadap padatan terlarut (N-terlarut), penambahan onggok tapioca 30g dengan cairan kobis 12,5 ml menunjukkan hasil silase yang terbaik, .dengan waktu pemeratan (inkubasi) empat minggu
POTENSI JAMUR ENTOMOPAGEN Beauveria bassiana VUILL. UNTUK MENGENDALIKAN ULAT GRAYAK (Spodoptera litura F.) POTENCY OF THE ENTOMOPATHOGENIC FUNGUS Beauveria bassiana VUILL. FOR CONTROLLING ARMYWORM (Spodoptera litura F.) Wibawanti, Ratri; , Herminanto
Pembangunan Pedesaan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A research has been conducted to know the potency of the entomopathogenic fungus Beauveria bassiana for controlling Spodoptera litura on soybean of Slamet variety, the most effective concentration of the fungus for controlling it, and effect of the fungus on the development of S. litura larvae. It was done in the Laboratory of Plant Pests, the Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The factorial CRD rd th was used with three replicates. The first factor was larval instars, i.e., 3 and 4 instar. The second -1 8 one was concentration of the fungus, i.e., control, B. bassiana of 2 g l aquadest (1.34 x 10 conidia -1 -1 8 -1 -1 8 -1 -1 8 -1 -1 l ), 4 g l (2.58 x 10 conidia l ), 6 g l (4.17 x 10 conidia l ), 8 g l (5.30 x 10 conidia l ), 10 g l 8 -1 -1 8 -1 (6.69 x 10 conidia l ), and 12 g l (8.12 x 10 conidia l ). Result of the research performed that B. bassiana was potency for controlling S. litura on soybean of Slamet variety. The highest -1 th concentration (12 g l ) of the fungus killed 56.67% of the 4 larvae instar. This fungus could lenghten development time of the larvae.
REVITALISASI MEDIA TRADISIONAL SEBAGAI INSTRUMEN DIFUSI INOVASI DI PEDESAAN Sayoga, Budi
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media tradisional adalah media lokal yang memiliki fungsi sebagai instrumen pemeliharaan identitas budaya lokal. Namun saat ini keberadaannya semakin terpinggirkan di tengah komunitas pendengarnya. Peran dan fungsinya semakin terdegradasi. Untuk itu perlu suatu intervensi dalam menguatkan kembali eksistensinya. Harus ada program aksi dan intervensi dalam mewujudkan hal itu. Salah satunya adalah dengan mendekonstruksi media ini dari media penyebar mitos dan pemelihara identitas budaya lokal ke arah media insrumen difusi inovasi.Media tradsisional harus mampu menjadi media general spectacle dari informasi kontemporer yang bersifat lintas budaya.
DESENTRALISASI IRIGASI: STUDI KASUS PENGELOLAAN IRIGASI DI DAERAH IRIGASI TAJUM KABUPATEN BANYUMAS DECENTRALIZATION IN THE IRRIGATION SECTOR: A CASE STUDY ON IRRIGATION MANAGEMENT IN TAJUM IRRIGATION AREA, BANYUMAS REGENCY Harsanto, Bambang Tri; , Simin
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at finding out the role of local government in facilitating irrigation management held by P3A and identifying factors determining P3A in irrigation management. Results of the research showed that (1) the role of local government in facilitating the management was undertaken by providing supervision to P3A. Supervisions were included institutionalization, financial, and technical assistance, (2) supervision was not said successful yet in good manners since there were the following obstacles: (a) technical, (b) knowledge, and (c) institutional obstacles. (3) the role of P3A in the management was undertaken in irrigation infrastructure and water distribution activities. However, such a role had not been generated optimal benefits for making P3A autonomy in overcoming arising conflicts among its members. and (4) factors of P3A development were determined by P3A capability in organizational management as an internal factor, and effects of natural condition, population, and market pressures, and government intervention as external factors.
SOSIALISASI DAN PELEMBAGAAN GERAKAN SAYANG IBU Suatu Studi Sosiologis Tentang Kepedulian dan Respons Masyarakat Pedesaan Terhadap Perawatan lbu Hamil di Banyumas)(SAVE MOTHERHOOD SOCIALIZATION AND INSTITUTIONALIZATION (ASocialogical study about care and Response of Rural community on Motherhood Save in Banyumas) Priyono, Rawuh Edy; , Soebiantoro; Rosyadi, Slamet; Effendi, Yazid
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kematian ibu harnil di Indonesia masih cukup tinggi. Penyebab utamanya Adalah perdarahan, tekanan darah tinggi, infeksi, keterlambatan dalam mengambil Keputusan, keterlambatan menuju pelayanan kesehatan dan mendapatkan pertolongan. Penelitian ini ingin mengetahui kepedulian masyarakat dalam merespons persoalan di Seputar kehamilan. Penelitian dengan teknik surve ini dilakukan di Kabupaten banyumas Dengan sasaran pasangan usia subur yang memiliki anak balita. Pengambilan sampel Dilakukan dengan teknik gugus bertahan pd responden yang terpilih sebagai sampel Berjumlah l0% dari populasi. Analisis data dilakukan baik dengan metode kuantitatif Maupun kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan antar berbagai Kelornpok masyarakat dalam merespons persoalan di seputar kehamilan dan kelahiran. Dalarn hal pandangaan antara kaum wanita dan lelaki, terdapat perbedaan terutama dalam Merespons kebiasaan yang berlaku dalam masyarakat. Pabila dikaitkan dengan program Gerakan Sayang lbu, maka belum sepenuhnya program ini melembaga.
POTENSI Lactobacillus acidophillus dan Lactobacillus plantarum UNTUK PENURUNKAN KOLESTEROL PADA MINUMAN PROBIOTIK OKARA Handayani, Isti; Sustriawan, Budi
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi L. acidophillus dan L. plantarum sebagai agensia probiotik penurun kolesterol pada minuman probiotik okara. Produk dibuat menggunakan tepung ampas tahu sebagai bahan dasar. Penurunan kolesterol dipelajari secara in vitro dengan menambahkan kolesterol pada produk. Dipelajari juga perubahan pH produk selama fermentasi. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok. Faktor yang dicoba berupa bakteri asam laktat yang terdiri dari 2 jenis yaitu L. acidophillus dan L. plantarum, dan lama fermentasi yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0, 2, 4 dan 6 hari. Hasil penelitian menunjukkan L. acidophillus dan L. plantarum potensial sebagai agensia probiotik pada minuman probiotik okara. Penggunaan L. plantarum menghasilkan jumlah sel sebesar 7,94x10 7 CFU/ml, sedangkan penggunaan L. acidophilus menghasilkan jumlah sel sebesar 6,17x10 7 CFU/ml. L. acidophillus dan L. plantarum mampu menurunkan kolesterol pada minuman probiotik okara. L. acidophilus lebih mampu menurunkan kolesterol dibandingkan L. plantarum. Selama fermentasi juga terjadi penurunan pH, tetapi penggunaan jenis bakteri yang berbeda tidak menyebabkan perbedaan pada pH
PENGENDALIAN PENYAKIT LAYU FUSARIUM TOMAT: APLIKASI ABU BAHAN ORGANIK DAN JAMUR ANTAGONIS CONTROL OF TOMATO FUSARIAL WILT: APPLICATION OF ORGANIC ASH AND ANTAGONISTIC FUNGI Rahayuniati, Ruth Feti; Mugiastuti, Endang
Pembangunan Pedesaan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aims of this research were to determine the effect of organic ash and antagonistic fungi on controlling tomato Fusarium wilt. Factorial Completely Randomized Design has been used in hisresearch. There were paddy husk and legume ash as organic ash factor, and T. harzianum and Gvirensasantagonistic fungi factor. The result showed that combination of antagonistic fungi (Tharzianum and G. virens) and organic ash (paddy husk and legume ash) could suppress the disease growth, incubation period, disease severity, and disease rate. The effectiveness of the combination were about 36.79-43.30%.