cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PERANAN HUTAN KEMASYARAKATAN TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN PETANI SEKITAR BAGIAN KAWASAN PEMANGKUAN HUTAN (BKPH) RAWALO(ROLE OF SOCIAL FORESTRY ON INCOME OF FARMERS AROUND PART OF RAWALO FORREST SERVICES AREA) N, Dyah Ethika
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan hutan kemasyarakatan terhadap tingkat pendapatan petani sekitar bagian kawasan pemangkuan hutan Rawalo. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa problern lokal di daerah penelitian dibuktikan dengan adanya kerusakan hutan karena kepadatan penduduk, defisit lahan, kebutuhan kayu bakar, kayu pertukangan dan defisit hijauan makanan ternak. Pelaksanaan program kehutanan sosial dilakukan dengan sistem turnpangsari antara jenis tanaman pokok kehutanan(pinus dan jati), tanaman kayu bakar, buah-buahan dan tanaman pangan dengan jarak yang bervariasi namun sudah ditentukao nleh Perurn Perhutani. Penyediaan bibit tanaman kehutanan dan pupuk Urea, TSP, KCL (merupakan pinjaman) disediakan oleh Perurn Perhutani. Semua hasil tanaman pertanian semusim(palawija) dan hasil sampingan menjadi milik Kelompok Tani Hutan (KTH), kecuali untuk jenis-jenis yang sudah diatur terlebih dahulu pemanfaatanya hasilnya. Pendapatan pesanggem pada tahun pertama belum memberikan keuntungan hal ini disebabkaan danya penggunaa tenaga kerja cukup banyak terutama pada pengolahan tanah. Pada analisis finansial dilakukan proses discounting dengan tingkat bunga riil yang dalam penelitian ini ditetapkan sebesar 19%. Besarnya tingkat bunga riil merupakan selisih rata-rata suku bunga deposito Berjangka selama10 tahun terakhir yaitu sebesar 19% dengan laju inflsi rata-rata 10 Tahun terakhir. Dari hasil analisis data, menunjukkan bahwa usahatani yang dilakukan Desanggem cukup menguntungkan. Dari hasil analisis finansial untuk 5 tahun,( karena Lebih dari itu tanaman sudah ternaungi) masih memberikan harapan keuntungan financial Bagi pesanggem yang ditunjukkan oleh besar NPV sebesar 945.577,70 (positif), BCR > I (1,746) dan nilai IRR sebesar 42,89%. Penggunaan tingkat suku bunga KUT yang Berlaku sebesar 4% memberikan harapan keuntungan bagi pesanggem ditunjukkan oleh Besarnya nilai. NPV sebesar 1.031.303,69 (positifl) BCR> I yaitu sebesar 1,753 dan IRR Sebesar 38,35%.
PENERAPAN JUBUNG SEBAGAI ALAT PENURUN JUMLAH BUIH PADA PROSES PEMBUATAN GULA KELAPA Yanto, Tri; Naufalin, Rifda
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan gula kelapa pada prinsipnya melalui dua tahap utama yaitu penguapan air dan solidifikasi. Pada waktu pemasakan nira mencapai fase jenuh akan terjadi pembuihan (foaming) dan menghasilkan buih-buih yang berwarna putih hingga kekuningan. Para pengrajin gula kelapa biasanya menambahkan minyak kelapa untuk menghilangkan atau menurunkan buih (defoaming). Kecuali itu dapat juga menggunakan “jubung” atau anyaman yang terbuat dari bambu, diletakan di tengah-tengah wajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pemberian minyak kelapa dan penggunaan jubung terhadap pembentukan buih dan kualitas gula kelapa cetak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan dua kali ulangan. Faktor yang dicoba meliputi pemberian minyak kelapa (M) yang tertdiri atas 0% (M0), 0,005% (M1), 0,01% (M2), 0,015% (M3), dan 0,02% (M4). Serta penggunaan jubung (J) yang terdiri atas tanpa menggunakan jubung (J0), jubung model I (J1), jubung moel II (J2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak kelapa dalam pembuatan gula kelapa menyebabkan tinggi buih menurun sebesar 53,10 persen, kadar lemak meningkat sebesar 0,1013 perseb bk dan tekstur gula kelapa semakin keras dengan nilai 0,0168 mm/g/dt – 0,0054 mm/g/dt. Penggunaan jubung menyebabkan buih terlokalisasi di dalam jubung dan menurunkan jumlah nira di luar jubung. Jubung model I (J1) memberikan tinggi buih sebesar 14,78 cm, sedangakan jubung model II (J2) memberikan tinggi buih sebesar 7,75 cm. Kombinasi pemberian minyak kelapa 0,015% dan jubung model II (M3J2) menghasilkan gula kelapa cetak terbaik ditinjau dari sifat fisikokimia dan sensoris yaitu dengan tinggi nira akan berbuih 4,84 cm; tinggi buih 7,5 cm; kadar lemak gula kelapa 0,0793 persen bk; kadar air 8,42 persen bb; kadar abu 1,70 persen bk; kadar gula reduksi 7,57 persen bk; tekstur 0,0047 mm/g/dt; total pdatan 1,18 persen bk; warna coklat tua (2,4); tekstur keras (3,3); aroma mendekati khas gula kelapa (2,5); rasa berminyak mendekati tidak terasa (3,7) dan memiliki nilai kesukaan mendekati suka (2,5).
KEEFEKTIFAN VAKSIN Aeromonas hydrophila UNTUK MENGENDALIKAN PENYAKIT MAS(MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA) PADA GURAMI (Osphronemus gouramy Lac.) EFFICACY OF Aeromonas hydrophila VACCINE TO CONTROL MOTILE AEROMONAS SEPTICEMIA (MAS) DISEASE ON GOURAMY (Osphronemus gouramy Lac.) Mulia, Dini Siswani
Pembangunan Pedesaan Vol 7, No 1 (2007)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study was aimed to find an antigen (Ag) O and Ag H of Aeromonas hydrophila vaccines as immunogenic antigen and to evaluate the efficacy of these vaccines to control Motile Aeromonas Septicemia (MAS) disease on gouramy. The research was carried out by Completely Randomized Design with three treatments and five replicates, i.e., Ag O of A. hydrophila vaccine, Ag H of A. hydrophila vaccine, and control. Ten gouramy fishes with length of 10-12 cm and average 8 weight of 28 g were used. Soaking method was used with dosage of 10 for 90 minutes. Booster was conducted a week after vaccination and challenging test was conducted a weeks after booster. Parameters observed were antibody titer, Relative Percent Survival (RPS), survival rate, mean time to death (MTD), and water quality. Data were analyzed by Analysis of Variance followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). The results showed that Ag O and Ag H of A. hydrophila vaccines could increase antibody titer, survival rate, and RPS (P
PENGARUH PUPUK P DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG HIJAU Vigna Radiata L PADA MEDIA TANAH PASIR PANTAI(THE EEFECTS OF P AND K FERTILIZERS TO THE DEVELOPMENT AND YIELDS OF GREEN BEAN PLANTS Vigna Radiata L IN THE BEACH SAND SOIL MEDIA) Widarawati, Rosi; Harjoso, Tri
Pembangunan Pedesaan Vol 11, No 1 (2011)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this study were to see the effect of P fertilizer on the growth and yield of green beans in the highest dose, the effect of K fertilizer on growth and yield of green beans in the highest dose, the interaction effect of fertilizer P and K on growth and yield of green beans in the best treatment combination. The experiment was conducted in the plastic house experiment station Faculty of Agriculture, Unsoed from February 2010-April 2010. The design was Randomized Block Design with three replications. Factors tested the P fertilizer consisted of four levels: without P fertilizer (P0), P fertilization at 45 kg P2O5/ha (P1), P fertilization at a dose of 90 kg P2O5/ha (P2), P fertilization at a dose of 135 P2O5/ha kg (P3). K fertilizer consisted of four levels: without fertilizer K (K0), K fertilization at a dose of 50 kg K2O/ha (K1), K fertilization at a dose of 75 kg K2O/ha (K2), K fertilization with 100 kg K2O (K3 ). The combination of the two factors was 16. The observed variables were plant height, leaf number trifoliat, leaf area, canopy dry weight, root dry weight, total root length, number of pods per plant, seed number per pod, 100 seed weight, seed weight per plant and harvest index. The results showed that P fertilizer affected on plant height, leaf area, canopy dry weight, root dry weight, and weight of seeds per plant. Fertilizer K did not affect all variables. Interactions between fertilizer P and K to produce 135 kg of fertilizer P P2O5/ha to provided the highest root dry weight (7.79 g) when given fertilizer K 50 kg K2O. Provision of 90 kg fertilizer P P2O5/ha to provided the highest number of pods per plant (12.57 pieces) when given 50 kg K2O K fertilizer. Provision of 90 kg fertilizer P P2O5/ha to provided the highest seed weight per plant (7.66 g) when given 50 kg K2O K fertilizer.
PERANAN ZAKAT DALAM PENGEMBANGAN PENDAPATAN DAN PENDIDIKAN KELUARGA PETERNAK (Studi Kasus di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur,Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah)THE ROLE OF TITHE IN DEVELOPING INCOME AND EDUCATION OF ANIMAL FARMERFAMILIES(A Case Study at Kepakisan Village, Batur Subdistrict, Banjarnegera Regency, Central Java) Nuskhi, Muhammad
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 3 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at studying the role of tithe in developing income of animal farmer families and the effect of the tithe on educational continuity of the family members. Result of the research showed that the families (MPZ) received the tithe had food and tak-food outcome in amount of Rp 345,228.80 larger than tak-tithe receiver families (MNZ) Rp 205,152.84. The long tithe fund giving period resulted in the occurrence of life style difference between MPZ and MNZ families. Obviously, there was a tendency that MPZ families had an opportunity to educate on Elementary School level compared to MNZ families.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG BIJI NIMBA TERHADAP HAMA PUTIH PALSU (Cnaphalocrosis medinalis Guenee) DAN HASIL PADA SISTEM MINA PADI EFFECTS OF NEEM SEED FLOUR UTILIZATION TO THE LEAFFOLDER Cnaphalocrosis medinalis Guenee AND YIELD ON RICE-FISHERY SYSTEM , Sudjarwo
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 2 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung biji nimba terhadap: 1) populasi hama putih palsu, 2) intensitas serangan hama putih palsu, dan 3) hasil panen pada sistem budidaya padi monokultur, mina padi penyelang dan tumpang sari. Pelaksanaan penelitian di Desa Kutasari Kecamatan Baturaden Kabupaten Banyumas, mulai bulan Juli - Desember 2003. Penelitian dilakukan secara eksperimen menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga kali ulangan. Petak utama terdiri atas tiga macam sistem budidaya, yaitu: (A ) padi monokultur, (A ) mina padi 0 1 penyelang dan (A ) mina padi tumpang sari. Anak petak adalah dosis tepung 2 biji nimba, terdiri atas tiga taraf yaitu: (D ), 0 kg/ha, (D ) 20kg/ha, dan (D ) 0 1 2 40 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi hama putih palsu lebih tinggi pada areal yang tidak disemprot dengan tepung biji nimba pada budidaya monokultur daripada mina padi. Intensitas serangan hama putih palsu tergolong ringan pada padi monokultur dan mina padi yang disemprot dengan tepung biji nimba. Hasil panen tertinggi dijumpai pada perlakuan dosis tepung biji nimba 20 kg/hektar dengan sistem budidaya mina padi penyelang yaitu rata-rata 4,16 ton/ha padi dan 7.500 ikan/ha.
PENGANEKARAGAMAN PENGOLAHAN UBI JALAR UNTUK PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA DAN MASYARAKAT PEDESAAN DIVERSIFICATION OF SWEET POTATO PROCESSING TO DEVELOP HOME INDASTRY AND RURAL COMMUNITY Aini, Nur
Pembangunan Pedesaan Vol 2, No 3 (2002)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan meningkatnya industri pangan dan industri lain yang menggunakan tepung terigu, maka kebutuhan tepung terigu juga meningkat. Untuk keperluan tersebut, Indonesia banyak mengimpor terigu sehingga membebani keuangan negara. Oleh karena itu berbagai upaya untuk memenuhi kebutuhan akan terigu merupakan tantangan dan peluang yang baik untuk pengembangan produk lokal. Salah satu jenis bahan pangan yang potensial sebagai pengganti terigu adalah tepung ubi jalar. Produksi ubi jalar di Indonesia pada tahun 2001 mencapai 1.707.348 ton. Penggunaan tepung ubi jalar masih terbatas sehingga perlu ada upaya perluasan pengetahuan mengenai pengolahan tepung ubi jalar menjadi bermacam macam produk. Dengan berbagai teknik pengolahan yang tepat, tepung ubi jalar dapat dibuat menjadi bermaca –macam produk seperti yang dapat dibuat dari terigu, dengan mengganti sebagian atau seluruh bagian terigu dengan tepung ubi jalar. Produk yang dapat disubstitusi sebagian adalah roti tawar, sedangkan produk-produk lain seperti kue-kue basah cookies atau mie dapat dibuat dari tepung ubi jalar 100 persen. Usaha pengolahan ini dapat dilakukan pada industri skala rumah tanggaa tau industri kecil. Dengan adanya usaha ini diharapkan dapat lebih mengkatkan nilai tambah ubi jalar sehingga dapat memperbaiki status ekonomi maupun status social masyarakat pedesaan.
STRATEGI KONSERVASI MANGROVE DALAM MENGURANGI DAMPAK BENCANA DI PESISIR(Mangrove Conservation Strategy To Reduce Disaster Effect in Coastal Area) Hilmi, Endang; , Parengrengi
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 2 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan suatu populasi tumbuhan yang hidup pada daerah pasang surut, bersifat toleran terhadap garam, dan memiliki kelenjar pengeluaran garam.Degradasi mangrove telah menyebabkan terjadinya abrasi, hilangnya kemampuan terhadap tsunami dan banjir gelombang pasang. Penelitian ini dilakukan di Bengkalis dan Cilacap dengan menggunakan metode sistem informasi geografis, analisis vegetasi, dan Analytical HierarchyProcess (AHP). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) potensi mangrove di Bengkalis sekitar 75.761 ha dengan kondisi sangat rusak sekitar 43.160 ha dan rusak sekitar5 28.391 ha, dengan kerapatan pohon antara 51 pohon/ha – 582 pohon/ha. Sedangkan potensi mangrove di Cilacap didominasi oleh Avicennia spp., Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Bruguiera gymnorrhizaand Sonneratia alba. (2) potensi abrasi di Bengkalis sekitar 2.238 ha, sedangkan di Cilacap abrasi terjadi di Cilacap Selatan, Cilacap Utara, Adipala, Binangun dan Nusawungu (3). Untuk mengurangi dampak abrai perlu dibangun jalur hijau dan pemecah gelombang. Jalur hijau di Cilacap antara 66 – 396 m dan jalur hijau di Bengkalis sekitar 92.4 – 409.2 m. jalur hijau yang dapat digunakan di Bengkalis dan Cilacap adalah revetment, seawall dan groin.
QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) UNTUK PENINGKATAN KINERJA KUALITAS PRODUK INDUSTRI KECIL MAKANAN KHAS TRADISIONAL DANGKE DI KABUPATEN ENREKANG SULAWESI SELATAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) TO INCREASE SMALL INDUSTRIAL PRODUCT QUALITY PERFORMANCE OF DANGKE TRADITIONAL SPECIAL FOOD AT ENREKANG REGENCY SOUTH SULAWESI Ridwan, Muh.
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 3 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at analyzing customer, product engineering competitive assessment, and operational strategy for increasing small industrial product quality performance of dangke traditional special food on the fulfillment of consumer need and desire. The research used analysis tool of Quality Function Deployment (QFD) to describe structured mechanism in deciding consumer need. QFD consisted of monitor and right control operational process. Result of the research showed that there were three attributes used for mainly consideration to consume dangke, i.e., aroma, taste, and price. Performance of the industry was satisfy enough for cow dangke and satisfy for water buffalo one. Price and package was the most critical attribute and needed to be developed and managed seriously. Economical production cost without decreasing its quality was needed to product cheaper dangke reached by consumer. The use of good and attractive package would give positive value of the product so that the consumer could pay it with higher pricewithout decreasing satisfaction value received. Smaller package of the product (economical package) would give reachable price per unit. Package with leaves needed to be modified or changed with polypropylene plastic or aluminum foil one because it could protect water transpiration, texture, and color.
BUDIDAYA TEMPUYUNG (Sonchus arvensis L) MELALUI PENYEMPROTAN TRIAKONTANOL DAN PEMUPUKAN NITROGEN CULTIVICATION OF ANNUAL SEWTHISTLE (Sonchus arvensis L) BY TRIACONTANOL AND UREA ADDITION Budisantoso, Iman; Wigati, Santi; Dwiati, Murni
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 1 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyemprotan triakontanol dan pemupukan urea terhadap pertumbuhan vegetatif tempuyung serta untuk mengetahui konsentrasi triakontanol dan dosis pupuk urea yang optimal dalam memacu pertumbuhan vegetatif tempuyung. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan rancangan dasar berupa Rancangan Acak Lengkap yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi penyemprotan trakontanol dengan 4 taraf yaitu: T (0 0 ppm), T (2 ppm), T (4 ppm), dan T (6 ppm). Faktor kedua dosis 1 2 3 pemberian pupuk nitrogen dengan 4 taraf: N (0 kg/ha), N (100 kg/ha), N 0 1 2 (200 kg/ha), dan N (300 kg/ha). Parameter yang diamati adalah luas daun, 3 bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, laju asimilasi bersih (LAB), laju pertumbuhan relatif (LPR) dan hasil tanaman (bobot kering daun). Data yang diperoleh dianalisis dengan uji F, apabila menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyemprotan triakontanol dan pemupukan urea dapat meningkatkan pertumbuhan vegetatif tempuyung terutama pada luas daun umur 10 mst dan 12 mst serta bobot kering tanaman umur 10 mst. Konsentrasi triakontanol 4 ppm dan dosis urea 200 kg/ha (T N ) merupakan kombinasi perlakuan 2 2 yang dapat memacu pertumbuhan vegetatif tempuyung terutama luas daun dan bobot kering tanaman.