cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Pembangunan Pedesaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 199 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN FUNGISIDA SINTETIS DAN Trichoderma sp. SECARA TUNGGAL ATAU GABUNGAN TERHADAP PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN PADI EFFECT OF SYNTHETIC FUNGICIDAL APPLICATION ALONE OR MIXED WITH Trichoderma sp. ON SHEAT BLIGHT OF RICE Susilo, Pambudi; Soesanto, Loekas; Wachjadi, Muljo
Pembangunan Pedesaan Vol 5, No 1 (2005)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed at knowing the application effect of synthetic fungicide tebuconazole 25% alone or mixed with Trichoderma sp. on sheath blight disease and rice yield. The research was carried out at the Plant Disease Laboratory and the experimental field, the Faculty of Agriculture, the University of Jenderal Soedirman. Split Plot Design was used with Trichoderma sp. as main factor consisted of without and with antagonistic Trichoderma sp. applied on rice at 15, 30, and 45 and 55 days after transplanting (dat), and concentration of tebuconazole -1 25% as sub-plot consisted of 0, 0.5, 1.0, 1.5, and 2.0 g l . The combination was repeated three times. Variables observed were incubation period, disease intensity, phytoxicity, effectiveness of the fungicide, number of young crops, and dry weight of harvested unhulled rice. Data were analyzed with F test and continued with LSD at level of 5%. Result of the research pointed out that average of incubation period was in the range of 20-30 dat. The application of Trichoderma sp. at 15 and 30 dat could suppress the disease development around 17.01 and 10.73%, respectively. The fungicide tebuconazole 25% applied at all concentration could suppress the disease development around 20.01-23.34%; did not cause toxicity to the crops, less effectiveness, and could not increase the numbers of young crops and rice yield. Trichoderma sp. applied at 15, 30, 45, and 55 dat could not increase the numbers of young crops and rice yield. The combination did not affect the disease intensity, numbers of young crops, and rice yield.
IMPLEMENTASI PROGRAM PENGEMBANGAN KECAMATAN : IDENTIFIKASI PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PROGRAM DI DESA LINGGASARI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS IMPLEMENTATION OF THE SUBDISTRICT DEVELOPMENT PROGRAM: IDENTIFYING BENEFICIARIES’ PERCEPTION ON THE PROGRAM IN VILLAGE OF LINGGASARI, SUBDISTRICT OF KEMBARAN, BANYUMAS REGENCY , Sukarso
Pembangunan Pedesaan Vol 3, No 1 (2003)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ketidak-berdayaan masyarakat tampak jelas kita lihat tetapi perlakuan terhadap fenomena tersebut tampaknya tidak jelas. Di satu pihak, selama ini terdapat banyak program yang dikatakan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat tetapi di lain pihak, masih banyak sekali kaum papa yang hidup dalam lingkaran kemiskinan, bahkan terus bertambah njumlahnya. Tidak ditemui adanya hasil evaluasi yang menyeluruh mengenai bagaimana proses pemberdayaan ini berjalan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi masyarakat tentang Program Pengembangan Kecamatan, sebagai satu program yang mengklaim sebagai program pemberdayaan masyarakat, Hasilnya, mereka cenderung menilai program yang mereka terima bersitat ekonomis, cukup berhasil, namun pemerintah adalah instansi yang paling berwenang untuk membuat program dan masyarakat sebaliknya sehingga kita dapat mengatakan bahwa masyarakat cenderung tidak berdaya dalam proses pelaksanaan program. Oleh karena itu, implikasinya adalah peran pemerintah cukup sebagai fasilitator saja, sementara masyarakat harus dibuat lebih aktif sehingga dapat secara nyata memiliki program. Konsekuensinya, institusi asli lokal harus direvitalisasi sehingga mereka dapat mendesain program yang mereka butuhkan bagi pemberdayaan mereka.
PEARL MILLET (Pennisetum Typhoideum Rich.): JAMUR-JAMUR PATOGEN TULAR.BENIHNYA (PEARL MILLET (Pennisetum Typhoideum Rich.): ITS SEED BORNE PATHOGENIC FUNGI) Pujiarto, Djoko; Soesanto, Loekas; D.H., Totok Agung
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 2 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan metode deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis jamur patogen tular-benih Pearl Millet, khususnya dari produksi pertanaman di desa Karangwangkal, Purwokerto Utara, K abupaten Banyumas, serta mengetahui persentase benih Pearl M illet yang terinfeksi.Tiga genotipe benih Pearl Millet digunakan dalam penelitian ini, yaitu Gl – populasi tinggi, G2 : populasi pendek, dan G3 : hasil seleksi G2 untuk bobot biji. Sampel diambil secara acak, dan identifikasi dilakukan dengan metode pencucian benih dan inkubasi di atas kertas merang, di bawah mikroskop dan dengan bantuan beberapa pustaka. Parameter yang diamati adalah morfologi jamur (bentuk, warna, jumlah sekat,dan ukuran konidium / spora) jenis jamur, dan persentase Benih yang terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwadi semua genotipe dijumpai jarnur-jamur patogen tular-benih. Jamur – jamur patogen tular-benih yang d ijumpai dengan metode inkubasi pada kertas merang, yaitu Curvularia geni culata, Fusarium graminearum, F. equiseti, CoLletotrichum grarninicola, dan Nectria fragariae. Pada metode pencucian hanya dijumpai jamur C. geniculata dan F . graminearum. Persentase benih yang tidak berkecambah dan terinfeksi tertinggi dijumpai pada G2 yaitu 33%, diikuti G3 sebesar 29% dan G1 sebesar 28%. Persentase benih berkecambah dan terinfeksi tertinggi ditemukan pada G3 sebesar 60%, diikuti G2 dan Gl masing-masing sebesar 58 dan 53%.
SCREENING KLON-KLON HASIL SELEKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)PADA MUSIM PENGHUJAN TERHADAP HASIL DI DESA KLAMPOK KABUPATEN BREBES CLONES SCREENING RESULTED FROM SHALLOT (Allium ascalonicum L.) SELECTION IN THE RAINY SEASON ON YIELD AT KLAMPOK VILLAGE BREBES REGENCY Putrasamedja, Sartono
Pembangunan Pedesaan Vol 10, No 1 (2010)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this experiment is to know clone-resistant and better production than the screening results of shallot (Allium ascalonicum L.) clone selection in the rainy season. Ten clones were used, i.e., clone no. 1 to 10, local cultivars and Yellow Bima Brebes as controls. The experiments were carried out at the farmer garden in Klompok Brebes, Central Java. The soil was Aluvial with pH 5.6 to 6.2 at an altitude of approximately 4 meters above sea level started from December 2008-March 2009. The method used was randomized design with 12 treatment groups repeated 3 times using spacing of 15 × 20 cm. The results showed that clones no. 6 was able to survive, grow well, and produce the highest yield in the rainy season with a production of 7.78 tons -1 ha . These clones still could be improved when the plant was cultivated at a proper planting season.
DESAIN BENTUK DAN KEMASAN UNTUK MEMPERTAHANKAN MUTU GULA KELAPA Mold Design and Packaging to Maintain Palm Sugar Quality Naufalin, Rifda; Sustriawan, Budi; , Sakhidin; Sularso, Kusmantoro Edy; Yanto, Tri
Pembangunan Pedesaan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembuatan gula kelapa pada prinsipnya melalui dua tahap utama yaitu penguapan air dan solidifikasi. Sifat gula kelapa mudah menarik air (higroskopis) sehingga gula tersebut cepat menjadi lembek. Alternatif pemecahan permasalahan tersebut adalah dengan desain cetakan dan kemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mendesain cetakan dan kemasan gula kelapa terhadap mutu gula kelapa. Penelitian dilakukan dengan mendesain cetakan gula yang biasanya menggunakan potongan bambu digantikan dengan aluminium dengan bererapa bentuk (kotak dan tabung) dan ukuran (tinggi cetakan gula 2 dan 4 cm). Kemasan pada gula kelapa yang umumnya menggunakan plastik dan ditumpuk sehingga gula kelapa yang ada pada bagian bawah sering mengalami kerusakan dan meleleh. Desain kemasan sekunder yang tepat dapat mempertahankan mutu gula kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain cetakan dan kemasan menghasilkan gula kelapa dengan sifat fisikokimia dan sensoris yang dapat diterima selama penyimpanan 2 bulan.
PENURUNAN BOD DAN COD LIMBAH CAIR INDUSTRI TAPIOKA DI KABUPATEN PURBALINGGA DENGAN METODE PELAPISAN TANAH BERGANDA DECREASING BOD AND COD OF TAPIOCA INDUSTRIAL LIQUIDWASTE AT PURBALINGGA REGENCY BY MULTI SOIL LAYERING METHOD , Suyata; , Irmanto; , Warsinah
Pembangunan Pedesaan Vol 6, No 2 (2006)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Multi Soil Layering (MSL) method for decreasing BOD (Biochemical Oxygen Demand) and COD (Chemical Oxygen Demand) of tapioca industrial liquidwaste at Purbalingga has been developed. MSL is a method of liquidwaste treatment enhancing function of soils to purify the waste. The research aimed at determining optimum loading rate and efficiency of MSL system to decrease BOD and COD. Results showed that optimum loading rate of the waste to the system was 320 L m- 2day-1 and efficiency of the system to decrease BOD and COD was 94.50 and 91.50%, respectively. Keywords: Multi Soil Layering method, Tapioca industrial liquidwaste, BOD, COD.
PERANAN PENDAPATAN LUAR USAHATANI DALAM MENGURANGI TEKANAN PENDUDUK THE ROLE OFF-FARM INCOME TO REDUCE THE POPULATION PRESSURE Subagjo, Sardju
Pembangunan Pedesaan Vol 4, No 3 (2004)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sempitnya luas lahan usahatani yang diakibatkan tingkat pertumbuhan penduduk serta bertambah luasnya lahan pertanian untuk kepentingan takpertanian mengakibatkan naiknya tekanan penduduk. Namun, perkembangan keaktifan petani di luar usahatani membawa konsekuensi turunnya tekanan penduduk atas sumberdaya alam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) tekanan penduduk baik di tingkat rumah tangga maupun wilayah dan (2) peranan pendapatan luar usahatani terhadap tekanan penduduk. Penelitian yang dilaksanakan di dua desa di Kabupaten Banyumas dengan Sampel Acak Sederhana dalam memilih petani sampelnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai tekanan penduduk lebih besar dari satu yang berarti bahwa kebutuhan dasar penduduk di dua desa penelitian belum terpenuhi dan (2) pendapatan luar usahatani berperan dalam mengurangi tekanan penduduk.
PERILAKU BIROKRASI DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN (BUREAUCRACY BEHAVIOURS ON POVERTY ALLEVIATION) Setyoho, Paulus Israwan
Pembangunan Pedesaan Vol 1, No 1 (2001)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hambatan utama pelaksanaan program penanggulangan kerniskinan di Indcnesia Adalah perilaku birokrasi. D i sini birokrasi sering memposisikan dirinya sebagi pemilik orogram program. Pelaksanaan kegiatan program lebih diwarnai oleh kepentingan birokrasi Dari pada kepentingan kelompok masyarakat miskin. Meskipun peraturan dan mekanisme program telah dilakukan perubahanya itu lebih mengutamakan kepentingan kelornpok masyarakat miskin, namun perilaku birokrasi dalam pelaksanaan program t idak pernah berubah Dalam pelaksanaan program Inpres Desa Tertinggal (lDT), birokrasi cenderung tetap mendominasi aktivitas dan kegiatan prograrn. Keadaan ini selanjutnya berakibat pada rendahnya kesesuaian hasil program dengan kebutuhan riil kelornpok masyarakat miskin, yang pada akhirnya berakibat pada rendahnya tingkat keberhasilan penlaksanaan program IDT.
KETAHANAN PANGAN PADA RUMAH TANGGA MISKIN(PERBANDINGAN KASUS DI PERDESAAN DAN PERKOTAAN KAB. BANYUMAS) Widayaningsih, Neni
Pembangunan Pedesaan Vol 12, No 1 (2012)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan membandingkan ketahanan pangan dan pendapatan rumah tangga miskin, yang memiliki kriteria tahan pangan di perdesaan dan perkotaan. Populasi adalah rumah tangga sasaran (RTS) penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Pada perdesaan dan perkotaan masing-masing diambil sampel 100, dengan teknik Multiple Stages Sampling. Metode analisis dengan analisis kualitatif, yaitu Current Population Survey (CPS) Food Security Suplement, dan tabulasi. Hasil penelitian menunjukkan 69 persen rumah tangga miskin di perdesaan dan 49 persen di perkotaan pada status rawan pangan tanpa kelaparan. Hal tersebut terjadi baik pada kelompok rumah tangga yang memiliki maupun tidak memiliki anak di bawah 18 tahun. Status rawan pangan tersebut 73,8 persen di perdesaan dan 72,72 persen di perkotaan dengan kategori miskin kriteria BPS. Rumah tangga yang termasuk tidak miskin maupun hampir miskin tidak selalu pada status tahan pangan, begitu juga sebaliknya. Batas pendapatan rumah tangga tahan pangan di perdesaan >Rp800.000/bulan; di perkotaan >Rp1.100.000/bulan. Dilihat dari pendapatan rumah tangga dan jumlah tanggungan keluarga, terjadi kesamaan perilaku antara perdesaan maupun perkotaan, yaitu rumah tangga dengan pendapatan rendah justru menanggung lebih banyak orang dibandingkan rumah tangga dengan pendapatan lebih tinggi. Kondisi tersebut terjadi pada rumah tangga rawan pangan, baik tanpa kelaparan maupun kelaparan sedang dan lebih parah. Kebijakan yang dapat dilakukan di perdesaan: mengurangi laju konversi lahan produktif; optimasi pemanfaatan irigasi dan jalan desa; konservasi sumberdaya tanah dan air, mempromosikan aneka-ragam pangan berbasis sumberdaya lokal. Di perkotaan melalui P2KP yaitu pengembangan kapasitas masyarakat miskin perkotaan, akses sumber daya kunci, bantuan langsung masyarakat dan badan keswadayaan masyarakat, serta melembagakan budaya kemitraan.
HUBUNGAN ANTARA DINAMIKA KELOMPOK DENGAN TANGGAP ADOPSI INOVASI BUDIDAYA SALAK PONDOH THE RELATIONSHIP BETWEEN GROUP DYNAMICS AND RESPONSE TO INNOVATION ADOPTION OF SNAKE FRUIT PONDOH CULTIVATION , Djoni; Maulana, Feri Arif
Pembangunan Pedesaan Vol 9, No 1 (2009)
Publisher : Pembangunan Pedesaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives were to find out group dynamics and the farmers response and to analyze their relationship on innovation adoption of snake fruit Pondoh cultivation, partially and simultaneously. A case study was used in the research. Kelompok Tani Mekar Jaya II in Ciakar Village, Cibeureum District and Kelompok Tani Sinarjaya in Urug Village, Kawalu District, Tasikmalaya City was purposively chosen. All members (40 farmers of each group) were chosen as respondents. The primary data on the dynamics and the response were analyzed descriptively and the relationship was analyzed using non-parametric statistics test. The hypothesis test was simultaneously done by the W Kendall’s test and partially by the Rank Spearman’s correlation test. The research results showed that the dynamics and the response was categorized high; simultaneously there was relationship between the dynamics and the adoption or the more dynamic the group the higher the adoption would be. Partially, it was shown that: a) there was relationship between the groups objective, task structure, solidness, and the response to the adoption b) there was no relationship between the group assistance, pressure, effectiveness, and the response to the adoption; c) there was no relationship between the group structure and the response to the adoption of either in the Mekar Jaya II or the Sinarjaya; d) there was relationship between the group atmosphere and the response to the adoption of the Mekar Jaya II farmer’s, on the contrary, there was no relationship between the structure and the response to the adoption of the Sinarjaya.