cover
Contact Name
Agung Setia Budi
Contact Email
agungsetiabudi@ub.ac.id
Phone
+62341-577911
Journal Mail Official
jtiik@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya Gedung F FILKOM Lt. 8, Ruang BPJ Jalan Veteran No. 8 Malang Indonesia - 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23557699     EISSN : 25286579     DOI : http://dx.doi.org/10.25126/jtiik
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK) merupakan jurnal nasional yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya (UB), Malang sejak tahun 2014. JTIIK memuat artikel hasil-hasil penelitian di bidang Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer. JTIIK berkomitmen untuk menjadi jurnal nasional terbaik dengan mempublikasikan artikel berbahasa Indonesia yang berkualitas dan menjadi rujukan utama para peneliti. JTIIK di akreditasi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 36/E/KPT/2019 yang berlaku sampai dengan Volume 11 Nomor 2 Tahun 2024.
Articles 1,288 Documents
Evaluasi Tata Kelola Teknologi Informasi PT Pertamina Hulu Energi Menggunakan Framework COBIT 4.1 Fokus Domain Plan and Organise (PO) dan Acquire and Implement (AI) Khusus pada Implementasi Enterprise Achitecture Ghiffari, Muhammad; Mursityo, Yusi Tyroni; Suprapto, Suprapto
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5: Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022913859

Abstract

Aplikasi Enterprise Architecture (EA) dikembangkan sebagai salah satu wujud implementasi tata kelola teknologi informasi (TI) perusahaan yang baik. Pengembangan EA pada perusahaan bertujuan untuk misi peningkatan secara berkelanjutan atau continuous improvement pada divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Manajemen Data (ICT & DM) PT. Pertamina Hulu Energi. Pengembangan aplikasi EA berdasar dari hasil rekomendasi penilaian Audit TI tahun sebelumnya. Audit TI yang membuahkan sugesti untuk pelaksanaan implementasi aplikasi EA perusahaan masih minim hasil rekomendasi. Evaluasi diperlukan untuk memberikan kegiatan rekomendasi yang diperlukan. Evaluasi adalah kegiatan yang dimulai dari observasi objek, kemudian dianalisa hingga menghasilkan keluaran yang sifatnya merubah objek semula. Evaluasi menggunakan kerangka kerja Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 4.1 untuk mengukur tingkat kematangan proses TI. Kerangka kerja dipilih karena sesuai dengan kebutuhan stakeholder dan untuk melanjutkan penilaian yang sudah dilakukan di tahun sebelumnya.  Data untuk evaluasi didapatkan dari beberapa instrumen seperti kuesioner dan wawancara dengan narasumber. Domain penilaian berupa Plan and Organise (PO) dan Acquire and Implement (AI). Domain dipilih berdasarkan daftar kebutuhan bisnis stakeholder perusahaan. Domain tersebut mewakili aspek aplikasi EA yang sedang diimplementasikan. Fungsi ICT & DM sudah mencapai tingkat kematangan level 3 (Defined Process) pada hasil penilaian tahun sebelumnya. Hasil penilaian ketika penelitian masih berada di level 3 dengan detail skor sejumlah 3,466 untuk domain PO dan 3.642 untuk domain AI. Hal ini bermakna perusahaan sudah memiliki beberapa proses yang dilakukan secara berkala dan terdefinisi dengan baik namun belum terkelola seutuhnya termasuk aspek implementasi aplikasi EA. AbstractDeveloping an Enterprise Architecture is a form of implementation of good corporate IT governance. The development of EA in the company aims for a continuous improvement mission in the Information and Communication Technology and Data Management (ICT & DM) division of PT. Pertamina Hulu Energi. EA application development based on the results of the previous year's IT Audit assessment recommendations. IT audit resulted in suggestions for the implementation of the company's EA application is still minimal. Evaluation is needed to create more those suggestions. Evaluation is an activity that starts from observing the object, then analyzes it to produce an output that changes the original form. Evaluation aspects used in this paper uses the Control Objective for Information and Related Technology (COBIT) 4.1 framework to measure the IT maturity level of the IT process. The assessment domain is Plan and Organization (PO) and Acquire and Implement (AI). The selected domains are on a list of the company's stakeholder business needs. The domains represent an aspect of the EA application which currently implementing. Based on the results of the previous year's assessment, the ICT & DM division has already reached IT-maturity level 3 (Defined Process). Assessments results when the research commended were still at level 3 with a detailed score of 3.466 for the PO domain and 3.642 for the AI domain. It means the company already has several processes which carried out regularly and are well defined but not yet fully managed, including the implementation aspects of the EA application.
Perancangan Data Warehouse Untuk Menunjang Akreditasi Program Studi Insani, Rokhmatul; Asfari, Ully; Armando, Rio; Melyantara, I G AG Kom Agnam
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5: Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022954495

Abstract

Akreditasi diperlukan oleh setiap perguruan tinggi sebagai bentuk pengakuan mutu dari pihak eksternal. Dalam proses akreditasi diperlukan data untuk mengisi formulir sesuai dengan standar yang diperlukan. Permasalahannya adalah perguruan tinggi tersebut biasanya memiliki beberapa aplikasi dengan media penyimpanan data yang beragam untuk menjalankan proses bisnis perguruan tinggi tersebut. Akibatnya, dalam penyediaan data untuk proses akreditasi masih dilakukan secara manual dengan mengambil dari berbagai sumber dari berbagai aplikasi sehingga akan memakan waktu yang lama. Diperlukan Data Warehouse untuk melakukan integrasi data sehingga dapat membantu mengelola data untuk menunjang proses akreditasi. Pada penelitian ini digunakan pendekatan Kimball untuk merancang skema data warehouse dalam menunjang akreditasi program studi. AbstractAccreditation is required by every university as a form of quality assessment from external parties. In the accreditation process, data is required to fill out forms according to the required standards. In addition, these colleges usually have several applications with various data storage to carry out the college's business processes. As a result, the provision of data for the accreditation process is manually by taking from various sources from various existing applications so that it will take a long time. Data Warehouse is required to integrate data so that it can help manage data so that it supports the accreditation process. In this study, the Kimball approach was used to design a data warehouse scheme to support the accreditation of the study program.
Penerapan Metode K-Means Berbasis Jarak untuk Deteksi Kendaraan Bergerak Sari, Yuslena; Baskara, Andreyan Rizky; Prakoso, Puguh Budi
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022945768

Abstract

Deteksi kendaraan bergerak adalah salah satu elemen penting dalam aplikasi Intelligent Transport System (ITS). Deteksi kendaraan bergerak juga merupakan bagian dari pendeteksian benda bergerak. Metode K-Means berhasil diterapkan pada piksel cluster yang tidak diawasi untuk mendeteksi objek bergerak. Secara umum, K-Means adalah algoritma heuristik yang mempartisi kumpulan data menjadi K cluster dengan meminimalkan jumlah kuadrat jarak di setiap cluster. Dalam makalah ini, algoritma K-Means menerapkan jarak Euclidean, jarak Manhattan, jarak Canberra, jarak Chebyshev dan jarak Braycurtis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dan mengevaluasi implementasi jarak tersebut pada algoritma clustering K-Means. Perbandingan dilakukan dengan basis K-Means yang dinilai dengan berbagai parameter evaluasi yaitu MSE, PSNR, SSIM dan PCQI. Hasilnya menunjukkan bahwa jarak Manhattan memberikan nilai MSE = 1.328 , PSNR = 21.14, SSIM = 0.83 dan PCQI = 0.79 terbaik dibandingkan dengan jarak lainnya. Sedangkan untuk waktu pemrosesan data memperlihatkan bahwa jarak Braycurtis memiliki keunggulan lebih yaitu 0.3 detik. AbstractDetection moving vehicles is one of important elements in the applications of Intelligent Transport System (ITS). Detection moving vehicles is also part of the detection of moving objects. K-Means method has been successfully applied to unsupervised cluster pixels for the detection of moving objects. In general, K-Means is a heuristic algorithm that partitioned the data set into K clusters by minimizing the number of squared distances in each cluster. In this paper, the K-Means algorithm applies Euclidean distance, Manhattan distance, Canberra distance, Chebyshev distance and Braycurtis distance. The aim of this study is to compare and evaluate the implementation of these distances in the K-Means clustering algorithm. The comparison is done with the basis of K-Means assessed with various evaluation paramaters, namely MSE, PSNR, SSIM and PCQI. The results exhibit that the Manhattan distance delivers the best MSE = 1.328 , PSNR = 21.14, SSIM = 0.83 and PCQI = 0.79 values compared to other distances. Whereas for data processing time exposes that the Braycurtis distance has more advantages 
Tool Refactoring Otomatis untuk Menangani Lazy Class Code Smell dengan Pendekatan Software Metrics Sa'adah, Umi; Permatasari, Desy Intan; Hardiansyah, Fadilah Fahrul; Yunanto, Andhik Ampuh; Hasim, Jauari Akhmad Nur; Wulandari, Irma; Pahlevi, Muhammad Reza; Shihab, Dufan Quraish
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022934646

Abstract

Keberadaan lazy class sebagai code smell dapat meningkatkan jumlah class yang tidak begitu perlu pada perangkat lunak, sehingga meningkatkan biaya pemeliharaan dari segi waktu dan usaha. Ancaman tersebut dapat diatasi dengan restrukturisasi internal atau refactoring perangkat lunak. Namun, akibat keterbatasan tool, mengharuskan proses refactoring dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu dan biaya pemeliharaan yang tinggi. Penelitian ini mengajukan sebuah tool yang dapat mendeteksi dan me-refactoring lazy class secara otomatis. Penelitian yang diajukan ini bertujuan untuk menghindari refactoring lazy class secara manual. Input dari tool merupakan lokasi sebuah projek. Proses dimulai dari mendeteksi file dan class pada projek. Kemudian dilakukan proses deteksi lazy class dengan mengukur karakteristik perangkat lunak atau software metrics. Tahapan terakhir yaitu proses refactoring otomatis, yang dilakukan dengan membuat, me-replace, atau menghapus file, untuk menghasilkan projek yang telah di-refactor. Berdasarkan hasil percobaan, tool yang dikembangkan ini mampu mendeteksi dan me-refactoring lazy class dengan tingkat akurasi sama dengan manual dan proses kecepatannya hanya 5,71 detik. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa tool dapat bekerja secara akurat dan lebih cepat dibandingkan dengan cara manual. Serta tool ini diharapkan dapat membantu para pengembang untuk meminimalisir effort dari segi biaya dan waktu dalam melakukan refactoring. AbstractThe existence of lazy classes as code smells can increase the number of unnecessary classes in software, thus increasing maintenance costs in terms of time and effort. These threats can be overcome by internal restructuring or software refactoring. However, due to limited tools, the refactoring process is required to be done manually, which requires time and high maintenance costs. This research proposes a tool that can detect and refactor lazy class automatically. This research is proposed to avoid refactoring lazy class manually. The input of the tool is the location of a project. The process starts with detecting files and classes in the project. Then the lazy class detection process is carried out by measuring the characteristics of the software or software metrics. The final stage is the automatic refactoring process, which is done by creating, replacing, or deleting files, to produce a refactored project. Based on the experimental results, the tool developed is able to detect and refactoring lazy classes with the same accuracy level as manual and the process speed is only 5.71 seconds. So this shows that the tool can work accurately and faster than the manual method. And this tool is expected to help developers to minimize the effort in terms of cost and time in refactoring.
Pembentukan Daftar Stopword Goffman Transition Point dengan Pembobotan Emoji pada Analisis Sentimen di Twitter Iqbal, Rizky Maulana; Sari, Yuita Arum; Santoso, Edy
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5: Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022954706

Abstract

Analisis sentimen atau opinion mining merupakan proses mengekstrak data teks sehingga didapatkan informasi yang terkandung dalam suatu data. Dalam proses ekstraknya, terdapat tahapan stopword removal untuk menghapus kata-kata tidak penting dengan menggunakan stopword. Stopword telah banyak disediakan dalam digital library dengan berisikan kata-kata tidak penting, tetapi tidak semua kata-kata tersebut tidak penting dalam suatu data atau kasus tertentu. Penelitian ini berfokus pada perbandingan terhadap stopword Tala dengan pembentukan stopword dari data latih menggunakan metode Goffman Transition Point yang merupakan pengembangan dari metode Zipf Law dengan menggunakan metode klasifikasi K-Nearest Neighbour (KNN) serta menambahkan pembobotan emoji dalam proses pembobotannya. Hasil penelitian ini menunjukkan dengan pembentukan stopword menggunakan metode Zipf Law menunjukkan nilai akurasi sebesar 73,6% dan menggunakan pembobotan emoji dengan nilai K yang dipakai metode KNN K = 17 tetapi jika tidak menggunakan pembobotan emoji akurasinya menjadi 72.9%. Formula jarak yang digunakan adalah Cosine distance. Jika dengan menggunakan stopword Tala dengan parameter yang sama menghasilkan akurasi sebesar 73% dengan pembobotan emoji dan 71,9% tanpa pembobotan emoji. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pembentukan stopword dan pembobotan emoji dapat meningkatkan akurasi. AbtractSentiment analysis or opinion mining is the process of extracting text data, so that the information contained in the data is obtained. In the extracting process, there are stopword removal steps to remove unnecessary words by using a stopword. Many stopwords have been provided in digital libraries containing unimportant words, but not all of these words are not important in a particular data or case. This study focuses on the comparison of the stopword tala with the formation of a stopword from training data using the Goffman Transition Point which is a development of the Zipf Law method using the K-Nearest Neighbor (KNN) classification method and adding emoji weighting in the weighting process. The results of this study indicate that the formation of a stopword using the zipf law method shows an accuracy value of 73.6% and using emoji weighting with the K value used by the KNN method with K = 17 but if you don’t use emoji weighting the accuracy will be 72.9%. The distance formula used is the cosine distance. Using a stopword Tala with the same parameters produces an accuracy of 73% with emoji-weighted and 71.9% without emoji-weighted. Based on these results it can be concluded that the formation of stopwords and weighting of emojis can improve accuracy.
Analisis Kualitas Website Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo (BBTNGGP) menggunakan Metode Webqual 4.0 Qadhafi, Muhammad Syahid; Pertiwi, Atit
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2021864933

Abstract

Di abad ini pemanfaatan teknologi informasi sudah menjadi kebutuhan krusial bagi tiap individual, oganisasi, pendidikan, bisnis hingga ke pemerintahan. Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo (BBTNGGP) terus berusaha memberikan pelayanan, informasi dan edukasi prima kepada masyarakat dan pengunjung. Namun tidak sedikit di dapatkan pengunjung dan pengguna merasa kesulitan dalam mendapatkan informasi saat mengakses website Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo. Seperti terbatasnya metode pembayaran yang menyulitkan pengunjung dalam pemesanan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) secara daring, Tampilan website yang kurang menarik dan up to date, Kualitas informasi yang kurang efisien dimana pengunjung melakukan transaksi ganda yaitu registrasi secara online , pengambilan tiket secara offline dan mengantri saat cek kesehatan, Kualitas layanan interaksi antara pengelola taman nasional dan pengunjung yang belum maksimal. Sehingga dibutuhkan evaluasi peningkatan kualitas layanan website dengan menganalisis kualitas website tersebut. Penelitian ini membatasi permasalahan yang di bahas yaitu menganalisis kualitas website resmi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo dari sisi end-user dengan menerapkan WebQual 4.0 dengan memakai 3 variable yaitu Usability, Quality Information dan Service Interaction sehingga dari ketiga variable tersebut dapat menghasilkan kepuasan pengguna User Satisfaction. Data penelitian ini menggunakan data 151 responden yang di bantu olah dengan software SPSS dan melalui beberapa tahap uji, seperti uji reliabilitas data, uji validasi data, analisis deskriptif, uji korelasi dan uji regresi linier berganda.  Kualitas website Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo dengan WebQual 4.0 menggunakan teknik WQI (Webqual Index) dalam menentukan standar (benchmark). Dengan harapan mengetahui tingkat kualitas layanan website Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangranggo dari persepsi pengguna akhir dengan menganalisis system yang sesuai harapan para penggunanya. AbstractIn this century the use of information technology has become a crucial need for each individual, organization, education, business to government. In carrying out its duties and functions, the Gunung Gede Pangranggo National Park Center (BBTNGGP) continues to strive to provide services, information and education to the public and visitors. However, many visitors find it difficult to get information when accessing the Gunung Gede Pangranggo National Park website. Such as limited payment methods for ordering Conservation Area Entry Permits (SIMAKSI) online, less attractive website appearance, less efficient quality of information where visitors register online by taking tickets and health checks offline, quality of interaction services between national park managers and visitors who have not been maximized. Therefore it is necessary to evaluate the quality of the website service. This study limits the problems discussed, namely analyzing the quality of the official website of the Gunung Gede Pangranggo National Park Center from the end user side by applying the WebQual 4.0 using 3 variables, namely Usability, Quality Information and Service Interaction so that the three variables can produce user satisfaction.The data of this study used data from 151 respondents who were assisted by SPSS software and through several test stages, such as data reliability test, data validation test, descriptive analysis, correlation test and multiple linear regression test.  The results of the analysis of the quality of this website concluded that the variable usability and information quality had a good value compared to the variable service interaction quality. This it is necessary to improve the quality of the website of the Gunung Gede Pangranggo National Park Center by analyzing the website according to the perceptions of the end user and the expectations of its users.
Sistem Pendeteksi Banjir dan Badai Angin serta Monitoring Cuaca Berbasis Internet of Things Pradirta, Ida Bagus Made Lingga; Piarsa, I Nyoman; Dharmaadi, I Putu Arya
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5: Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022955983

Abstract

Curah hujan yang tinggi disertai badai angin biasanya terjadi saat musim pancaroba, hal tersebut dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat. Perlu adanya teknologi yang dapat memberikan peringatan dini agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan, salah satunya yaitu Internet of Things yang merupakan teknologi yang memungkinkan manusia untuk mengontrol dan menjalankan tugas secara otomatis pada suatu objek yang terhubung melalui internet. Penelitian ini menciptakan sebuah prototipe alat dengan menggunakan konsep Internet of Things yang dapat memberikan peringatan dini dan monitoring ketinggian air ketika terjadi banjir, kecepatan angin, suhu, kelembaban, intensitas cahaya, dan hujan pada suatu tempat secara spesifik dan real time yang ditampilkan pada aplikasi mobile Android untuk user dan aplikasi web untuk admin. Perangkat yang digunakan yaitu seperti mikrokontroler Arduino Mega 2560, sensor ultrasonik, sensor anemometer, sensor suhu dan kelembaban, sensor intensitas cahaya, sensor hujan, buzzer, Liquid Crystal Display (LCD), modul Wi-Fi ESP8266, modul SIM800L V2, stepdown LM2596 DC-DC, modul GPS NEO-6M, baterai 18650, dan switch on off dengan 3 pin. Hasil pengujian pada prototipe alat menghasilkan pengujian yang cukup baik dan akurat yang terdiri dari pengujian keseluruhan sensor, kalibrasi setiap sensor, serta pengiriman data ke server, demikian pula pada pengujian perangkat lunak yang terdapat pada setiap fungsi aplikasi Android dan web dapat berjalan dengan optimal. AbstractHigh rainfall accompanied by windstorms usually occurs during the transition season, this can affect community activities. It is necessary to have technology that can provide early warning to minimize the impact, one of which is the Internet of Things which is a technology that allows humans to control and perform tasks automatically on an object that is connected via the internet. This research creates a prototype tool using the concept of the Internet of Things that can provide early warning and monitoring of water levels in the event of flooding, wind speed, temperature, humidity, light intensity, and rain in a specific and real time place displayed on an Android mobile application for users and web applications for admins. The devices used are Arduino Mega 2560 microcontroller, ultrasonic sensor, anemometer sensor, temperature and humidity sensor, light intensity sensor, rain sensor, buzzer, Liquid Crystal Display (LCD), ESP8266 Wi-Fi module, SIM800L V2 module, stepdown LM2596 DC-DC, NEO-6M GPS module, 18650 battery, and on off switch with 3 pins. The measurement results of the prototype tool produce a fairly good and accurate test consisting of testing the entire sensor, calibrating each sensor, and sending data to the server, as well as testing the software contained in every function of Android and web applications that can run optimally.
Teknologi Internet of Things (IoT) Sistem Kelistrikan 3 Phasa dengan Data Real Time Pengukuran Besaran Listrik (Studi Kasus: Pengaruh Covid-19 pada Konsumsi Listrik di Fakultas Teknik Universitas Lampung) Despa, Dikpride; Nama, Gigih Forda; Muhammad, Meizano Ardhi; Septiana, Trisya
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022934269

Abstract

Listrik menjadi salah satu sumber daya wajib dalam dunia modern. Perkantoran menggunakan sistem listrik 3 phasa karena kebutuhan listriknya yang tinggi. Untuk dapat menggunakan listrik dengan efektif dan efisien, perlu diketahui jumlah konsumsi energi listrik yang digunakan. Teknologi Internet of Things (IoT) Sistem Kelistrikan 3 Phasa dengan Data Real Time Pengukuran Besaran Listrik dikembangkan untuk dapat mengukur perubahan besaran listrik pada sistem listrik 3 phasa. Pengamatan terhadap penggunaan teknologi tersebut dilakukan terhadap perubahan energi listrik pada masa sebelum dan sesudah pandemi COVID-19 untuk menguji kemampuan perangkat dan melihat bagaimana pengaruh pandemi COVID-19 terhadap variabel besaran listrik yang tentu juga akan mempengaruhi sistem kelistrikan secara umum. Pengukuran besaran listrik dilakukan menggunakan perangkat Prototype Smart Monitoring pengukuran listrik tiga phasa yang menyimpan data pada sistem private cloud di UPT TIK Universitas Lampung. Dengan menganalisis data hasil pengukuran besaran listrik pada gedung H Jurusan Teknik Elektro, diketahui bahwa kejadian COVID-19 telah memberikan efek terhadap penurunan grafik hasil pengukuran arus hingga 90% (kondisi work from home) dan 60% (kondisi New Normal) yang memberikan indikasi bahwa penggunaan beban juga menurun. Sementara besaran listrik lainnya tegangan dan frekuensi cenderung stabil. Sistem Kelistrikan 3 Phasa dengan Data Real Time Pengukuran Besaran Listrik terbukti dapat digunakan untuk melakukan analisis terhadap perubahan besaran listrik pada sistem listrik 3 phasa. AbstractElectricity is one of the mandatory resources in the modern world. Offices use a 3-phase electrical system because of their high electricity requirements. To use electricity effectively and efficiently, it is necessary to know the amount of electrical energy consumption used. 3 Phase Electrical System Internet of Things (IoT) Technology with Real-Time Data of Electricity Measurement was developed to be able to measure changes in the amount of electricity in a 3 phase electrical system. Observations on the use of this technology were carried out on changes in electrical energy in the period before and after the COVID-19 pandemic to test device capabilities and see how the influence of the COVID-19 pandemic on the variable amount of electricity which of course will also affect the electrical system in general. The measurement of the amount of electricity is carried out using the Prototype Smart Monitoring device, which is a three-phase electricity measurement that stores data in a private cloud system at the UPT TIK, University of Lampung. Measurement was done using 3 Phase Electrical Smart Monitoring Prototype device and stored data in a private cloud system at UPT TIK University of Lampung. By analyzing data at Gedung H Department of Electrical Engineering. This research result has shown the COVID-19 pandemic has the effect of decreasing the electricity load close to 90% (Work from Home) and 60% (New Normal) indicated by degression the amount of current and power consumption data. In contrast, voltage and frequency remain stable. 3 Phase Electrical System Internet of Things (IoT) Technology with Real-Time Data of Electricity Measurement is proven valid to analyze changes in electrical quantities in 3-phase electrical systems.
Implementasi Simple Additive Weight pada Sistem Pendukung Keputusan Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Berbasis Web di Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Magelang Pamungkas, Eko Joko; Yudatama, Uky; Artha, Emilya Ully
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 4: Agustus 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022944697

Abstract

Salah satu program pemerintah yang sedang berjalan yaitu program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan targetnya adalah masyarakat berpenghasilan rendah dan memiliki rumah yang belum layak huni. Rumah Tidak Layak Huni yang selanjutnya disingkat RTLH adalah rumah yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan bangunan, kecukupan minimum luas bangunan, dan kesehatan penghuni. Adapun kriteria yang harus dipenuhi untuk mendapatkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya ini Kondisi Atap, Dinding, Pintu & Jendela, Lantai, Pondasi,Sanitasi, dan calon penerima harus merupakan warga negara Indonesia dan mempunyai sertifikat hak milik atas tanah rumah tersebut. Dalam menentukan Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman masih kurang efektif dalam penentuan penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya seperti banyaknya calon penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya sedangkan dana bantuan stimulan perumahan swadaya yang turun dari pusat hanya sedikit dari banyaknya calon penerima bantuan stimulan perumahan swadaya maka di perlukan perangkingan dari setiap kriteria-kriteria dari calon penerima bantuan yang ada. Selain itu data survey masih ditulis menggunakan kertas secara manual sehingga rawan untuk hilang ataupun rusak dan juga proses pemilihan Penerima Bantuan Selama ini belum terpublikasi. Metode Simple Additive Weighting digunakan untuk penentuan diterima/ tidak berdasarkan urutan rangking prioritas. Selain itu dengan menggunakan Aplikasi Web bertujuan untuk mempublikasi hasil penilaian Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dengan dibangunnya sistem ini dapat mempermudah Surveyor dalam proses penginputan data penduduk dan penginputan data nilai sehingga membantu dalam proses pemilihan Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Sistem yang telah dibuat ini dapat membantu dalam pemilihan Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya karena selain  memberikan hasil perhitungan perankingan tetapi juga menampilkan grafik visualisasi sehingga mempermudah dan mempercepat dalam pengambilan keputusan. AbstractOne of the ongoing government programs is Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) program with the target being people who have low income and have houses that are not yet suitable for habitation. Unfit for habitation, hereinafter abbreviated as RTLH, is a house that does not meet the requirements for building safety, minimum adequacy of building area, and occupant health. The criteria that must be met to get this Self-Help Housing Stimulant Assistance are Conditions of Roof, Walls, Doors & Windows, Floor, Foundation, Sanitation, and prospective recipients must be Indonesian citizens and have a certificate of title to the land of the house. In determining Recipients of Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman is still ineffective in determining recipients of Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya such as the number of prospective recipients of Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya while the funds for Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya that have come down from the center are only a few of the many potential recipients of Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. then it is necessary to rank each of the criteria of the existing beneficiary candidates. In addition, the survey data is still written using paper manually so it is prone to loss or damage and the process of selecting aid recipients has not been published. The Simple Additive Weighting method is used to determine whether it is accepted or not based on the priority ranking order. In addition, using the Web application aims to publish the results of the assessment of Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya in Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman. With the construction of this system, it can facilitate Surveyors in the process of inputting population data and inputting value data to assist in the selection process of Penerima Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. The system that has been created can assist in the selection of Self-help Housing Stimulant Assistance Recipients because, in addition to providing ranking results, it also displays visualization graphs to simplify and speed up decision making.
Natural Language Processing untuk Otomatisasi Pengenalan Pronomina dalam Kalimat Bahasa Indonesia Naufal, Mohammad Farid; Kusuma, Selvia Ferdiana
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 5: Oktober 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.2022946394

Abstract

Pronomina (kata ganti) adalah jenis kata yang dapat dipakai untuk menggantikan posisi kata benda atau orang dalam suatu kalimat. Penggunaan pronomina akan mudah dipahami apabila serangkaian kalimat dibaca secara utuh. Namun jika rangkaian kalimat tersebut hanya dibaca pada kalimat-kalimat tertentu, maka akan sulit memahami kalimat yang memiliki pronomina. Pada pengolahan bahasa alamiah, diperlukan kejelasan konteks dari sebuah kalimat. Dalam konteks otomatisasi pengolahan bahasa alamiah, adanya pronomina dapat menyulitkan komputer untuk memahami kalimat tersebut. Oleh sebab itu, dalam pengolahan bahasa alamiah yang mengandung pronomina diperlukan pre proses berupa pengubahan pronomina ke dalam bentuk subjek atau objek asli yang dirujuk. Metode yang diusulkan untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah pendekatan berbasis sintaktik. Pendekatan ini menitikberatkan pada struktur kata yang digunakan dan struktur komponen kata yang digunakan. Metode yang diusulkan memiliki 4 tahapan yakni pengumpulan data, pembangkitan aturan, otomatisasi pengenalan pronominal, dan terakhir adalah evaluasi.  Metode yang diusulkan telah diujicobakan untuk mengenali adanya pronomina dari kalimat-kalimat pada materi Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial di jenj­­ang sekolah dasar. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dapat digunakan untuk mengubah subjek yang berbentuk pronomina menjadi subjek atau objek asli yang dirujuk. Rata-rata akurasi yang didapatkan sebesar 81%. Akurasi tersebut didapatkan dari perbandingan antara jumlah kata ganti yang berhasil diidentifikasi subjeknya dengan keseluruhan data uji. Hasil dari penelitian ini dapat digunakan peneliti di bidang Natural Language Processing untuk melakukan praproses terhadap teks yang akan diolah. AbstractA pronoun is a word that can be used to replace a noun or person in a sentence. The use of pronouns will be easy to understand if a series of sentences is read in its entirety. However, if the sentence series is only read in specific sentences, it will be difficult to understand sentences with pronouns. In natural language processing, it is necessary to clarify the context of a sentence. In the context of automation of natural language processing, the existence of pronouns can make it difficult for computers to understand the sentence. Therefore, in processing natural language containing pronouns, it is necessary to pre-process in the form of converting pronouns into the form of the original subject or object referred to. The method proposed to solve this problem is a syntactic-based approach. This approach focuses on the structure of the words used and the word components used. The proposed method has 4 stages, namely data collection, rule generation, automation of pronoun recognition and the last is evaluation. The proposed method has been evaluated to identify the existence of pronouns from sentences in the Natural Sciences and Social Sciences material at the elementary school level. The evaluation results show that the proposed method can be used to change the subject in the form of a pronoun into the original subject or object referred to. The average accuracy obtained is 81%. The accuracy is obtained from the comparison between the number of pronouns that have been identified with the overall test data. Researchers in natural language processing can use the results of this study to pre-process their text.  

Page 75 of 129 | Total Record : 1288


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 6: Desember 2025 Vol 12 No 5: Oktober 2025 Vol 12 No 4: Agustus 2025 Vol 12 No 3: Juni 2025 Vol 12 No 2: April 2025 Vol 12 No 1: Februari 2025 Vol 11 No 6: Desember 2024 Vol 11 No 5: Oktober 2024 Vol 11 No 4: Agustus 2024 Vol 11 No 3: Juni 2024 Vol 11 No 2: April 2024 Vol 11 No 1: Februari 2024 Vol 10 No 6: Desember 2023 Vol 10 No 5: Oktober 2023 Vol 10 No 4: Agustus 2023 Vol 10 No 3: Juni 2023 Vol 10 No 2: April 2023 Vol 10 No 1: Februari 2023 Vol 9 No 7: Spesial Issue Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa Informasi (SENTRIN) 2022 Vol 9 No 6: Desember 2022 Vol 9 No 5: Oktober 2022 Vol 9 No 4: Agustus 2022 Vol 9 No 3: Juni 2022 Vol 9 No 2: April 2022 Vol 9 No 1: Februari 2022 Vol 8 No 6: Desember 2021 Vol 8 No 5: Oktober 2021 Vol 8 No 4: Agustus 2021 Vol 8 No 3: Juni 2021 Vol 8 No 2: April 2021 Vol 8 No 1: Februari 2021 Vol 7 No 6: Desember 2020 Vol 7 No 5: Oktober 2020 Vol 7 No 4: Agustus 2020 Vol 7 No 3: Juni 2020 Vol 7 No 2: April 2020 Vol 7 No 1: Februari 2020 Vol 6 No 6: Desember 2019 Vol 6 No 5: Oktober 2019 Vol 6 No 4: Agustus 2019 Vol 6 No 3: Juni 2019 Vol 6 No 2: April 2019 Vol 6 No 1: Februari 2019 Vol 5 No 6: Desember 2018 Vol 5 No 5: Oktober 2018 Vol 5 No 4: Agustus 2018 Vol 5 No 3: Juni 2018 Vol 5 No 2: April 2018 Vol 5 No 1: Februari 2018 Vol 4 No 4: Desember 2017 Vol 4 No 3: September 2017 Vol 4 No 2: Juni 2017 Vol 4 No 1: Maret 2017 Vol 3 No 4: Desember 2016 Vol 3 No 3: September 2016 Vol 3 No 2: Juni 2016 Vol 3 No 1: Maret 2016 Vol 2, No 2 (2015) Vol 2 No 2: Oktober 2015 Vol 2, No 1 (2015) Vol 2 No 1: April 2015 Vol 1, No 2 (2014) Vol 1 No 2: Oktober 2014 Vol 1, No 1 (2014) Vol 1 No 1: April 2014 More Issue