cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Transformasi Global
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 24069531     EISSN : 27163873     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Islam in Japan: When an Unstoppable Force Meets an Immovable Object Faris, Muhammad Ilyan; Ramadhan, Ananda Ilham; Triwahyu, Athaillah Arkan
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.01.3

Abstract

Japan’s case of inclusivity is distinctive when one considers its homogenous nature, which brings a challenge for foreign influences to integrate into its culture. However, several cases like the tolerance of Christianity in the contemporary era shows that external influences and cultures can be accepted in Japan as long as those said influences and cultures can integrate into the nation. As for Islam, its steadily growing population in Japan has raised an urgent issue in the discourse of Japan as an inclusive society. The main problem Japan had—specifically after the 9/11 attack—in regards to Islam was the biassed public perceptions which tend to generalise and stigmatise Islam and its adherents. Such perceptions were mainly caused by the few numbers of Muslims in Japan at that time and the narratives Japanese mass media brought to the public. However, recent times have seen a glimpse of light for Islam in Japan. The rising number of native Japanese that convert to Islam and the influx of refugees has counterbalanced the negative perceptions the Japanese public had prior to the current circumstances. Keywords: Islam, Islamophobia, Japan, Mass media, Inclusivity, Perception
Upaya Mediasi Utusan Khusus PBB Lakhdar Brahimi dalam Resolusi Konflik Suriah Tahun 2012-2014 Rayhan Indy Razani; Arfin Sudirman; Falhan Hakiki
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.01.4

Abstract

Sejak tahun 2011, Suriah telah dilanda perang saudara terbesar di Timur Tengah. Beberapa upaya mediasi telah dilakukan, terutama oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), namun sampai saat ini belum ada hasil yang memuaskan. Konflik ini merubah kondisi kehidupan jutaan warga Suriah. Dengan mengangkat resolusi konflik, penelitian ini berusaha untuk menelaah langkah-langkah upaya mediasi yang dilakukan oleh PBB, khususnya oleh Utusan Khusus untuk Suriah Lakhdar Brahimi. Analisis ini ditujukan untuk mengulas dan mengeksplorasi bagaimana langkah-langkah mediasi yang diterapkan oleh PBB dalam berupaya untuk mengatasi konflik di Suriah serta pengaruh eksternal dari negara-negara lain. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan 2 jenis sumber data, yaitu penelitian berbasis dokumen resmi dan penelitian berbasis internet. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa langkah yang diterapkan oleh Lakhdar Brahimi yang merugikan Suriah dan gagal dalam mengakhiri perang saudara di Suriah. PBB telah menunjuk dua utusan khusus setelah Lakhdar Brahimi dan satu sebelumnya. Langkah-langkah yang dilakukan sebagian besar sama dan tidak dapat disetujui oleh setiap pihak yang terlibat dalam konflik ini. Keywords: Conflict resolution, Lakhdar Brahimi, United Nations, Suriah, Mediation
Enhancing Protection of Indonesian Migrant Workers: A Case Study of Erwiana Pattinussa, Jhon Maxwell Yosua; Rasyid, Abdullah Ghazy
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.01.5

Abstract

ABSTRAK Warga Negara Indonesia (WNI) masih melihat bahwa bekerja di luar negeri merupakan pilihan dan peluang emas untuk mendapatkan penghasilan lebih baik. Namun, ditengah era modern saat ini kekerasan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih terus terjadi. Kasus Erwiana Sulistyaningsih, seorang pekerja migran Indonesia di Hong Kong, mencerminkan bagaimana sistem kekerasan dan perbudakan masih ada sampai saat ini. Lantas, bagaimana peran negara berdaulat seperti Indonesia merespons dan melindungi WNI dalam kasus pelanggaran HAM yang terjadi? Dengan berfokus pada pertanyaan tersebut tulisan artikel ini dibuat untuk memberikan gambaran jelas mengenai upaya-upaya pemerintah dalam menyelesaikan kasus Erwiana. Pemerintah Indonesia, melalui entitas seperti Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), dan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia, memainkan peran penting dalam menangani kasus Erwiana dan memperjuangkan hak-haknya. Kerja sama antara otoritas Indonesia dan Hong Kong menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam persepektif Liberalisme Klasik dalam melindungi pekerja migran dan mencari keadilan bagi korban penindasan. Berlandaskan pada teori klasik liberalisme dan konsep utama diplomasi perlindungan, yang digunakan sebagai pemikiran utama. Data-data primer hasil wawancara, data sekunder dari penelusuran daring dan kepustakaan menjadi data penting yang membuktikan relevansi teori dan konsep utama yang diangkat. Kata Kunci: HAM, diplomasi perlindungan, kerja sama internasional, liberalisme klasik, kedaulatan ABSTRACT Indonesian citizens still see working abroad as an option and golden opportunity to earn a better income. However, amidst the modern era, violence and violations of Human Rights (HR) continue to occur. The case of Erwiana Sulistyaningsih, an Indonesian migrant worker in Hong Kong, reflects how systems of violence and slavery still persist to this day. So, how does a sovereign state like Indonesia respond to and protect its citizens in cases of HR violations? Focusing on this question, this article is crafted to provide a clear overview of the government's efforts in resolving the Erwiana case. The Indonesian government, through entities such as the Consulate General of Indonesia in Hong Kong, the Indonesian Migrant Worker Protection Agency (BP2MI), and the Directorate of Indonesian Citizen Protection, plays a crucial role in handling Erwiana's case and advocating for her rights. Cooperation between Indonesian and Hong Kong authorities emphasizes the importance of international cooperation from the perspective of Classical Liberalism in protecting migrant workers and seeking justice for victims of oppression. Based on the classical liberalism theory and the main concept of protection diplomacy, which are used as the main framework. Primary data from interviews, secondary data from online searches, and literature become crucial evidence proving the relevance of the main theory and concepts. Keywords: human rights, protection diplomacy, international cooperation, classical liberalism, sovereignty
Analisis Dampak Bantuan Infrastruktur China Bagi Pembangunan Ekonomi Fiji Luh Eka Puja Aryanti
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.01.7

Abstract

Studi ini menganalisis dampak bantuan infrastruktur yang diberikan Tiongkok terhadap pembangunan ekonomi di Fiji. Dengan latar belakang disetujuinya beberapa perjanjian kerja sama antara Tiongkok dan Fiji sejak tahun 2009, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi seberapa signifikan bantuan tersebut dalam mendorong pembangunan ekonomi Fiji. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini memanfaatkan data sekunder dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah yang relevan. Hasilnya menunjukkan bahwa bantuan infrastruktur Tiongkok memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi Fiji, terutama dalam hal pembangunan fasilitas umum dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Fiji. Namun penelitian ini juga mencatat tantangan dan hambatan yang perlu diatasi untuk memaksimalkan manfaat bantuan. Kata Kunci: Bantuan Infrastruktur, Pembangunan Ekonomi, Tiongkok, Fiji
Analisis Bantuan Luar Negeri India Sebagai Emerging Donor Terhadap Krisis Ekonomi di Sri Lanka Sri Wahyuni, Gusti Ayu
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.01.2

Abstract

ABSTRACT Sri Lanka was hit by the worst economic crisis in its history, especially since gaining independence in 1948. The economic crisis reached the point where Sri Lanka declared itself unable to pay its debts or was in default. India, as a neighboring country and emerging donor, has emerged to help Sri Lanka restore its economy. India is providing foreign assistance totaling USD 5 billion in 2022 to Sri Lanka. This research aims to analyze India's interests in providing foreign assistance to recover from the Sri Lankan economic crisis using the concept of national interest explained by Nuechterlein. Nuechterlein's concept of national interests consists of four interests, namely economic interests, defense interests, ideological interests, and world order interests. This research uses a qualitative approach whose explanation is descriptive with secondary data obtained through library study techniques. Based on the analysis carried out, of the four interests, there are three interests that are the most prominent and behind India's allocation of foreign aid to the Sri Lankan economic crisis, namely economic interests, defense interests and world order interests Keywords: Economic Crisis, Sri Lanka, India. Foreign Aid ABSTRAK Sri Lanka dilanda krisis ekonomi terburuk sepanjang sejarah mereka terutama sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1948 silam. Krisis ekonomi tersebut sampai pada titik yang membuat Sri Lanka menyatakan diri tidak mampu membayar utang atau mengalami default. India sebagai negara tetangga sekaligus emerging donor muncul membantu Sri Lanka memulihkan perekonomiannya. India memberikan bantuan luar negeri dengan total mencapai USD 5 miliar pada tahun 2022 kepada Sri Lanka. Penelitian ini hadir dengan tujuan untuk menganalisis kepentingan India dalam memberikan bantuan luar negeri terhadap pemulihan krisis ekonomi Sri Lanka dengan menggunakan konsep kepentingan nasional yang dipaparkan oleh Nuechterlein. Konsep kepentingan nasional Nuechterlein terdiri dari empat kepentingan, yakni economy interest, defense interest, ideology interest, dan world order interest. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang penjelasannya bersifat deskriptif dengan data-data sekunder yang diperoleh melalui teknik studi pustaka. Berdasarkan analisis yang dilakukan, dari empat kepentingan, terdapat tiga kepentingan yang paling menonjol dan melatarbelakangi alokasi bantuan luar negeri India kepada krisis ekonomi Sri Lanka, yakni economy interest, defense interest, serta world order interest. Kata Kunci: Krisis Ekonomi, Sri Lanka, India, Bantuan Luar Negeri
Enhancing Regional Cooperation for Human Security: Insights from ASEANAPOL's 2023 Committee A Raihanah Dinda Alyfia Rahman
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.02.1

Abstract

Integration of human security concepts in the 41st ASEANAPOL Meeting, Committee A focusing on enhancing regional cooperation to address complex global security threats. With analyzes how initiatives within ASEANAPOL aim to protect individuals' well-being from various transnational threats, encompassing aspects like personal protection, health, environment, economic, and community security. By using the theory of liberal institutionalism in viewing the existence of ASEANAPOL, and integrating the results of the Commission A meeting at the 41st ASEANAPOL with the concept of human security. The findings underscore the significance of regional institutional cooperation, particularly through ASEANAPOL, in bolstering human security for citizens of member countries and combating transnational crimes effectively. Through discussions on transnational crimes like drugs trafficking, terrorism, arms smuggling, trafficking in persons, and wildlife crimes, the outcomes of the 41st ASEANAPOL Meeting, which include the establishment of specialized task forces and enhanced information sharing, the study underscores the commitment of member countries to enhance collaboration enforcement capacities. the journal emphasizes the importance of human security from diverse transnational threats in the Southeast Asian region.
Peran ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dalam Mengukuhkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia Juan Handika; Tasya Amini; Josephine Michelle
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.02.2

Abstract

Dunia mengenal Indonesia sebagai negara maritim, maka tak heran jika Indonesia memiliki visi sebagai poros maritim dunia. Dalam mewujudkan hal ini, tentu Indonesia memerlukan kebijakan luar negeri yang tepat sebagai suatu strategi dengan disesuaikan kepentingan nasional yang dimiliki. ASEAN Outlook on Indo-Pacific (AOIP) dianggap tepat untuk diadopsi Indonesia sebagai upaya dalam mewujudkan hal tersebut. Penelitian ini ditujukan guna mengalisis lebih lanjut bagaimana AOIP bertransformasi menjadi salah satu strategi Indonesia dalam upaya mencapai visi poros maritim dunia. Tulisan ini didukung dengan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi literatur dalam upaya memperkuat analisis topik penelitian. Penggunaan teori realisme dan konsep kebijakan luar negeri turut dipilih sebagai kerangka pemikiran dalam mengkaji lebih lanjut topik ini. Analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa AOIP merupakan strategi yang tepat dalam membantu kepentingan nasional Indonesia yang berkaitan dengan visi poros maritim dunia, dengan AOIP menyokong aspek ekonomi dan pembangungan, mempertahankan kedaulatan, serta menjaga stabilitas dan kerja sama kawasan
Addressing Corruption and Government Challenges: The Case of Uganda’s Strategic Developments Policies Nambassa, Gloria; Qodir, Zuly
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.02.3

Abstract

A country’s development is fundamentally influenced by how strategic its policies are in addressing citizens' pressing needs. These policies reflect the actions, or inactions, of governments. National Development Policies focus on crucial socio-economic sectors to bring significant changes. This paper examines Uganda’s National Agriculture Policy of 2013 and Renewable Energy Policy of 2007. We analyze how Uganda’s strategic policy implementation combats corruption and addresses developmental shortcomings. The National Agriculture Policy aims to enhance agricultural productivity and ensure food security, while the Renewable Energy Policy promotes sustainable energy solutions and reduces dependency on non-renewable sources. By prioritizing these sectors, Uganda seeks to foster socio-economic development, mitigate corruption, and improve overall governance. This study highlights the successes and challenges in implementing these policies, providing insights into the role of strategic policy-making in addressing corruption and development issues in Uganda, ultimately contributing to the country's socio-economic advancement.
Faktor-Faktor di Balik Penangguhan Aksesi Kosovo ke Uni Eropa: Perspektif Keputusan Kolektif Puspitaningrum, Dinda; Yuniarti
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.02.4

Abstract

The opportunity for membership expansion and the economic and political integration that was offered by the EU, Kosovo decided to join the EU. However, Kosovo's integration process into the European Union is still suspended due to several factors. Therefore, this research aims to explain the reason of the European Union has suspended Kosovo's membership application. This research uses an explanatory method with primary and secondary data. The data analysis technique used in this research is qualitative. This research uses the Decision-Making theory of Richard C. Snyder, H. W. Bruck and Burton Sapin. Research results show that the EU's decision to suspend Kosovo's membership application was influenced by internal and external factors. This internal factor is related to the normative values adopted by the European Union, which requires a unanimous decision of the European Council consisting of the heads of EU member states. However, there were 5 countries that rejected Kosovo's membership application proposal, namely Spain, Greece, Cyprus, Romania, and Slovakia because the five countries did not recognize Kosovo's sovereignty. Then there are external factors related to the Serbia-Kosovo conflict. After these considerations, the European Union suspended Kosovo's membership application. The European Union also supports the progress of Kosovo's accession process which is accompanied by the normalization of Kosovo-Serbia relations.  The normalization of the Kosovo-Serbia relationship will also provide changes in the decisions of the five EU member states related to the recognition of Kosovo's sovereignty.
Kemitraan Strategis Perdagangan Indonesia-Amerika Serikat: Menavigasi Tantangan Global dan Potensi Keunggulan Kompetitif Qoni'ah, Risa
Jurnal Transformasi Global Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Transformasi Global (JTG)
Publisher : Department of International Relations, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtg.011.02.5

Abstract

Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1949, dan kedua negara sepakat untuk memperkuat kerja sama melalui Kemitraan Komprehensif yang dimulai pada tahun 2010. Menindaklanjuti keberhasilan tersebut, kedua negara meningkatkan hubungan Indonesia-AS melalui Kemitraan Strategis untuk memperluas kerja sama yang terkait dengan isu-isu regional dan global. Bagi Indonesia, Amerika Serikat merupakan salah satu mitra dagang utama perekonomian Indonesia. Indonesia telah mengalami surplus neraca perdagangan dengan AS selama kurun waktu 5 tahun terakhir. Namun demikian, masih terdapat berbagai risiko yang dapat menghambat perdagangan global seperti ketegangan geopolitik, melemahnya permintaan global, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peluang dan tantangan kerja sama ekonomi Indonesia dan AS di tengah permasalahan perdagangan global. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif yang mengumpulkan informasi yang relevan dari buku, artikel jurnal, dan publikasi pemerintah. Hasil peneltian menunjukkan bahwa tantangan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan AS antara lain kondisi makro ekonomi Amerika Serikat yang mempengaruhi permintaan atas produk Indonesia, meningkatnya peluang proteksionisme yang lebih mengutamakan industri dalam negerinya, tertundanya pemberian fasilitas Generalized System of Preference (GSP), dan adanya kebijakan Inflation Reduction Act (IRA). Namun, Indonesia mempunyai peluang yaitu masih terbukanya peluang untuk peningkatan pangsa pasar, perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat menjadi peluang adanya perpindahan market demand atas produk Indonesia dan keikutsertaan Indonesia dalam IPEF diharapkan dapat meningkatkan akses pasar ke Amerika Serikat.