cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENGARUH PROPORSI TEPUNG SORGUM DAN TEPUNG SAGU AREN TERHADAP SIFAT FISIK MI KERING BEBAS GLUTEN Aprilia Putri Rahayu; Nur Istianah; Dego Yusa Ali
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik serta mengetahui perlakuan terbaik mi kering. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren terdiri dari 7 level (80:20 ; 75:25 ; 70:30 ; 65:35 ; 60:40 ; 55:45 ; 50:50 (g)). Hasil penelitian menunjukkan proporsi tepung sorgum dan tepung sagu aren berpengaruh terhadap karakteristik fisik daya patah, daya putus, elongasi, cooking time, cooking loss, tetapi tidak berpengaruh terhadap kapasitas penyerapan air dan warna. Proporsi 60 g tepung sorgum coklat dan 40 g tepung sagu aren ialah mi kering perlakuan terbaik. Mi sorgum dengan perlakuan terbaik menghasilkan sifat fisik daya patah 3.68N, daya putus 0.41N, Elongasi 20%, kapasitas penyerapan air 174%, waktu pemasakan 618 detik, cooking loss 16% dan kecerahan L* 47.
ATRIBUT FISIK, KIMIA DAN SENSORIS MINUMAN JELI SUSU KERBAU Nura Malahayati; Friska Syaiful; Harumi Sujatmiko
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.3

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh penambahan karagenan dan susu kerbau pada karakteristik fisik, kimia, dan sensoris minuman jeli susu kerbau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian, JurusanTeknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 perlakuan, yaitu formulasi karagenan dan rasio susu dengan air. Parameter yang diamati dalam penelitian ini meliputi karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi karagenan dan rasio susu dengan air berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (tekstur), karakteristik kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, dan karbohidrat), dan karakteristik sensoris (aroma, rasa, dan tekstur). Minuman jeli susu kerbau dengan penambahan karagenan (0.65%) dan rasio susu dengan air (60% : 40%) adalah perlakuan terbaik berdasarkan nilai tertinggi dari kandungan kadar abu (0.78%), protein (4.23%), dan skor tertinggi untuk  penerimaan panelis terhadap rasa 3.4 (suka) dan tekstur (3.52).
IDENTIFIKASI GLUKOSILTRANSFERASE (gtf) PENYANDI EKSOPOLISAKARIDA PADA STRAIN Weisella confusa PROBIOTIK ASAL AIR SUSU IBU (ASI) Nosa Septiana Anindita
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.3

Abstract

Identifikasi gen gtf dan kemampuan produksi EPS digunakan sebagai parameter dalam seleksi isolat probiotik yang memenuhi syarat Generally Recognized as Safe (GRAS). Penelitian ini bertujuan sebagai salah satu upaya dalam memperoleh isolat lokal kandidat probiotik potensial indigenus asal ASI sebagai penghasil EPS. Metode penelitian ini meliputi identifikasi gen gtf menggunakan primer spesifik (DegFor dan DegRev) dan produksi EPS selama fermentasi. Berdasarkan hasil studi, identifikasi keberadaan gen gtf  pada 4 strain Weisella confusa asal ASI terdeteksi pada 660 bp dan Weisella confusa strain AS3 memiliki kemampuan menghasilkan EPS tertinggi yaitu 1883 ± 56 mg/L. Sehingga, Weisella confusa kandidat probiotik potensial asal ASI memiliki kemampuan produksi EPS berdasarkan identifikasi molekuler dan produksi EPS selama fermentasi.
PENGARUH LAMA WAKTU PEMASAKAN DAN KONSENTRASI RAGI TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KADAR ALKOHOL TAPE UBI UNGU Deviko Mardyansah; Ainin Nadiroh; Yuni Rohmawati; Lintang Aurelia Syahri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.6

Abstract

Ubi ungu (Ipomoea batatas var Ayamurasaki) termasuk dalam komoditas pertanian yang jumlah produksinya melimpah di Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh lama waktu pemasakan ubi dan konsentrasi ragi tape yang optimal untuk mendapatkan tape ubi jalar ungu dengan kualitas terbaik. Metode penelitiannya eksperimental dengan sembilan perlakuan dan tiga ulangan. Tahapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan tape ubi ungu, setelah itu tape diuji organoleptik dan kadar alkoholnya, serta analisis data. Hasil menunjukkan bahwa lama waktu pemasakan yang terbaik adalah 35 menit dan konsentrasi ragi yang terbaik adalah 2%. Kesimpulannya lama waktu pemasakan dan konsentrasi ragi terbaik untuk kualitas tape ubi ungu adalah 35 menit dengan konsentrasi ragi sebesar 2%.
SIFAT ORGANOLEPTIK DAN INDEKS GLIKEMIK PRODUK SORGUM BAR YANG DIFORMULASI MENGGUNAKAN BERBAGAI JENIS PENYALUT NIRA Nur Avidha Surayya; Maulidia Hilaili; Elvia Rahmawati; Elinna Primadiani; Jamaluddin Asy Syauqi; Anggara Nur Rushydi; Siti Narsito Wulan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.1

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit dimana tubuh mengalami gangguan metabolisme glukosa dan penggunaan insulin secara efektif. Sorgum merupakan serealia dengan kandungan gizi tinggi serta kaya pati resisten dan senyawa polifenol seperti proanthocyanidin (tannin terkondensasi). Sorgum dapat dijadikan bahan utama pembuatan makanan selingan (snack) penderita DM tipe 2 dengan berbentuk batangan/ bar yang dilapisi penyalut glucose syrup, karamel nira sorgum atau karamel nira tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah menemukan formulasi sorgum bar yang memiliki Indeks Glikemik (IG) rendah dengan berbagai penyalut. Pada pengujian organoleptik metode Hedonic test dengan 80 panelis, formulasi 20% penyalut lebih disukai. Sorgum bar diuji kemampuannya meningkatkan respon glukosa darah pada 12 responden orang sehat pada waktu ke-0, 30, 60, 90, dan 120 menit untuk mengetahui nilai IG. Indeks Glisemik sorgum-bar berpenyalut karamel nira sorgum 45.04 (terendah), karamel nira tebu 53.72, dan glucose syrup 81.41.
KARAKTERISTIK SENSORI TEMPE KACANG TUNGGAK HITAM DAN TEMPE KEDELAI Hyldegardis Naisali; Siti Narsito Wulan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.4

Abstract

Kacang tunggak hitam merupakan salah satu potensi lokal Pulau Timor-Nusa Tenggara Timur. Kacang ini biasanya di masak bersama  jagung bose sebagai makanan khas Nusa Tenggara Timur dengan waktu memasak yang lama sehingga mengurangi kandungan gizi. Jumlah kandungan gizi kacang tunggak setara dengan kedelai tetapi kacang tungggak memiliki kandungan protein yang rendah. Tempe adalah hasil fermentasi biji kedelai oleh Rhizopus sp. Yang berbentuk padatan, beraroma khas dan berwarna putih serta murah dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap tempe kacnag tunggak hitam dibandingkan dengan tempe kedelai. Metode yang digunakanan adalah metode skala hedonik 1-5 (tidak suka-sangat suka) dengan atribut sensori warna, arima, tekstur da rasa. Hasil uji sensori menunjukkan panelis lebih suka tempe kedelai (SBT) dibandingkan tempe kacang tunggak hitam (KNT). Kata kunci: Kacang tunggak hitam, Perbandingan, Tempe
KARAKTERISTIK BISKUIT DARI TEPUNG KORO KRATOK (Phaseolus lunatus L.) TERMODIFIKASI DAN MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Bayu Octavian Prasetya; Nurud Diniyah; Riska Rian Fauziah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.5

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan organoleptik biskuit terbaik yang disukai panelis. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 6 perlakuan yaitu rasio tepung terigu, MOCAF dan tepung koro kratok termodifikasi P0 (kontrol, 100% terigu); P1 (25%:30%:45%); P2 (25%:25%:50%); P3 (25%:20%:55%); P4 (25%:15%:60%); P5 (25%:10%:65%) dan P6 (25%:5%:70%). Hasil dianalisis menggunakan SPSS versi 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik dari formulasi dengan rasio penambahan tepung terigu, MOCAF dan tepung koro kratok termodifikasi (25%:25%:50%) dengan karakteristik warna (lightness) 60.10; tekstur 573g/0.5mm; kadar air 4.59%; abu 1.19%; protein 10.31%; lemak 17.33%; karbohidrat 66.58%; serat kasar 0.94%; kesukaan warna, aroma, rasa, tekstur dan kenampakan keseluruhan berturut-turut 3.48; 3.68; 3.84; 3.56; 3.68 (agak suka-suka).
PENGARUH KONSENTRASI KARAGENAN DAN TEPUNG TERIGU TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK FRUIT LEATHER APEL ANNA (Malus domestica) Yossy Eka Winifati; Ahmad Zaki Mubarok
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.4

Abstract

Apel (Malus domestica) merupakan buah dengan kandungan pektin dan senyawa antioksidan yang tinggi. Kota Batu terkenal sebagai penghasil apel dimana apel Anna menjadi salah satu varietas yang cukup berhasil dibudidayakan di kota tersebut. Namun dibandingkan varietas lainnya apel Anna memiliki umur simpan yang paling singkat. Salah satu cara untuk memperpanjang umur simpan apel Anna yaitu dengan mengolahnya menjadi fruit leather. Fruit leather berbahan baku apel Anna memiliki plastisitas yang kurang baik dan mudah robek sehingga perlu penambahan karagenan sebagai gelling agent dan tepung terigu sebagai filler. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi karagenan dan tepung terigu terhadap sifat fisik fruit leather berbahan baku apel Anna. Percobaan dilaksanakan dengan Rancangan Acak Kelompok dengan dua faktor, dimana faktor pertama adalah konsentrasi karagenan (0%; 0.5%; 1%) dan faktor kedua adalah konsentrasi tepung terigu (1%; 2%; 3%). Perlakuan terbaik fruit leather apel Anna yaitu dengan penambahan karagenan 1% dan tepung terigu 3%.
PENGARUH PENAMBAHAN MALTODEKSTRIN DAN PUTIH TELUR TERHADAP KARAKTERISTIK BUBUK KALDU JAMUR TIRAM Ahmad Faruq Abidin; Sudarminto Setyo Yuwono; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 7 No. 4 (2019)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2019.007.04.6

Abstract

Jamur tiram merupakan komoditas pangan yang cukup dikenal di Indoneisa dan angka produksinya besar. Bubuk kaldu jamur merupakan salah satu produk olahan jamur. Pembuatan bubuk kaldu jamur umumnya dilakukan dengan metode spray drying. Namun metode tersebut sulit diaplikasikan pada UKM. Teknologi yang lebih sesuai untuk UKM adalah foam mat drying (pengeringan busa). Pembuatan bubuk kaldu jamur menggunakan metode foam mat drying membutuhkan adanya bahan pengisi dan bahan pembusa agar dihasilkan produk dengan karakteristik yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta interaksi penambahan putih telur dan konsentrasi penambahan maltodekstrin terhadap karakteristik fisik, kimia, dan organoleptik bubuk kaldu jamur tiram putih yang dihasilkan menggunakan metode foam mat drying.Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor I adalah konsentrasi maltodekstrin (10%, 15% dan 20%) dan faktor II adalah konsentrasi putih telur (10%,15% dan 20%). Data dianalisa menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNT atau DMRT. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi maltodekstrin dan konsentrasi putih telur memberikan pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik dari bubuk yang dihasilkan. Berdasarkan organoleptik, perlakuan terbaik adalah penambahan maltodekstrin 10% dan putih telur 20%. Produk yang dihasilkan memiliki karakteristik warna L*, a*, b* sebesar 76,9;  9,35;  18,44, Densitas busa sebesar 0,20 g/mL, rendemen 29,10%, daya larut 96,41%, kadar air sebesar 6,58%, kadar protein sebesar 5,77%.
PROCESSING BILIMBI INTO JUMBO RAISIN WITH DIFFERENT SUGAR ADDITIONS Ema Lestari; Adzani Ghani Ilmannafian; Saripah Saripah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.3

Abstract

Based on its nutritional content, bilimbi contains high vitamin C, high water content, and has a relatively short shelf life. This study aimed to make jumbo raisins to produce raisins preferred by consumers, and analyze its quality based on its water content, vitamin C content, and the level of panelist acceptance. This study used a completely randomized design (CRD) single factor with variations of concentration of sugar solution (50%, 75% and 100%). The quality tests were including water content by drying using an oven, vitamin C content by iodometry, and the level of acceptance through organoleptic tests (taste, color and aroma). The results showed that bilimbi raisin with 100% sugar is preferred by panelists based on its taste (score 3) and aroma (score 3), and had a water content of 11.91% and vitamin C content of 5.13 mg / 100g.

Page 96 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026