cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA MENCIT JANTAN PUTIH OLEH CINCAU KULIT BUAH NAGA MERAH Nela Agustin Kusuma Wardani; Dinda Ina Sarinastiti; Putri Tari Indriani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.2

Abstract

Kadar kolesterol tinggi dapat diturunkan dengan mengkonsumsi pangan fungsional berupa cincau kulit buah naga merah. Penelitian bertujuan membuktikan kemampuan cincau kulit buah naga merah dalam menurunkan kadar kolesterol pada mencit jantan putih hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini adalah true experimental design dengan melakukan pengujian kolesterol total pada mencit sebelum dan sesudah perlakuan (pretest-posttest design). Pengkondisian hiperkolesterolmia dengan memberikan pakan tinggi kolesterol yaitu kuning telur puyuh secara oral pada kelompok 2, 3, dan 4 selama 15 hari. Selanjutnya selama 15 hari, kelompok 3 diberi simvastatin secara oral dengan dosis 0.10 mg/ kg BB dan kelompok 4 diberi cincau kulit buah naga dengan dosis 0.26 mg/ kg BB. Hasil penelitian menunjukkan pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total sebanyak 26.18%. Sedangkan simvastatin hanya menurunkan kadar kolesterol total sebesar 11.77%. Kesimpulannya bahwa pemberian cincau kulit buah naga merah dapat menurunkan kadar kolesterol total.
APPLICATION OF OBJECTIVE MATRIX (OMAX) METHOD FOR MEASURING PRODUCTIVITY OF PROL TAPE PROCESSING IN UD PURNAMA JATI Dhanang Eka Putra; Khanifatul Maula Mursid
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.1

Abstract

The main motivation of this research is to see the level of productivity in prol tape production division of UD. Purnama Jati. in order to increase the prol tape productivity with the Objective Matrix (OMAX) method. The research also performed by evaluating the worst performance ratio with the Traffic Light System. The result shows that the measurement period in June 2019 with a productivity index value of 118% being the highest productivity index value. Meanwhile, the lowest productivity occurred in the period of July 2019 with a productivity index of (−47.89%). Based on the evaluation results of utilizing the Traffic Light System technique, the ratio at the level of "CRITICAL" was a ratio of 1 that is the ratio of productivity of raw materials. UD. Purnama Jati requires to focus on the variables that cause a decline in productivity and can be improved according to the proposed improvements.
KARAKTERISTIK FISIK, SENSORI, SERTA AKTIVITAS ANTIOKSIDAN ROTI GANDUM DENGAN TAMBAHAN SERBUK TEH HIJAU Monika Rahardjo; Franzesca Dwi Wahyu; Erfina Trivena Nadia
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 1: January 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.01.6

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik fisik, sensori, serta aktivitas antioksidan roti gandum dengan tambahan serbuk teh hijau. Digunakan lima formulasi dalam penelitian ini yang terdiri dari penambahan serbuk teh hijau dengan konsentrasi berbeda yaitu F1 (1%), F2 (2%), F3 (3%), F4 (4%), dan F5 (5%). Hasil uji tekstur menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada karakteristik fisik roti gandum dengan penambahan serbuk teh hijau untuk parameter tingkat kekerasan, kekenyalan, fraktur, daya rekat, dan kekakuan (α=5%). Untuk parameter warna, penambahan serbuk teh hijau dalam formulasi roti gandum menunjukkan penurunan nilai L dan a*, sedangkan nilai b* meningkat secara signifikan (α=5%). Evaluasi sensori tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter tekstur, warna, rasa, dan keseluruhan. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa penambahan serbuk teh hijau pada formulasi roti gandum berefek signifikan pada peningkatan aktivitas antioksidan. Kata kunci: Aktivitas antioksidan, Roti gandum, Sifat fisik, Sensori, Serbuk teh hijau
OPTIMASI PENAMBAHAN KITOSAN DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP FISIKOKIMIA CABAI KERITING (Capsicum Annuum L.) MENGGUNAKAN RSM Benediktus Hendra Perkasa; Joni Kusnadi; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.2

Abstract

Cabai adalah produk hortikultura yang cepat rusak. Produk tersebut dapat rusak akibat dari pengaruh fisik, kimiawi, mikrobiologi, dan fisiologis. Kerusakan tidak bisa dihentikan namun dapat dikurangi dengan cara pemberian kitosan sebagai pengawet. Kitosan merupakan pengawet alami yang tidak beracun dan berfungsi sebagai pelapis produk yang aman untuk kesehatan. Dalam penelitian berikut, optimasi konsentrasi kitosan, lama waktu perendaman kitosan dan lama waktu penyimpanan cabai merah keriting pada suhu ruang untuk menghasilkan warna, tekstur dan susut bobot dianalisis menggunakan metode RSM dan perangkat lunak Design Expert D.X 7.5.1 trial (Stat-Ease Inc., Minneapolis, MN, USA) serta analisis ANOVA dan uji lanjut Fisher dengan tingkat kepercayaan 95% menggunakan software MINITAB. Konsentrasi optimasi perlakuan terbaik yaitu konsentrasi kitosan 2.22%, lama perendaman 10.52 menit dan lama penyimpanan 13.65 hari menghasilkan susut bobot 5.80%, warna a+ 34.20 dan tekstur 17.06 N.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN BUAH MANGGA CENGKIR KERING DENGAN METODE AKSELERASI BERDASARKAN PENDEKATAN ARRHENIUS Endah Wulandari; Heni Radiani Arifin; Gemilang Lara Utama; Vania Griselda Panjaitan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.1

Abstract

Buah mangga adalah produk yang mudah rusak sehingga perlu dilakukan pengolahan salah satunya menjadi buah kering. Pengeringan osmosis merupakan salah satu metode baru dalam pengeringan buah mangga. Pengeringan osmotik menggunakan larutan gula memungkinkan gula berperan sebagai penarik air sekaligus bahan pengawet alami sehingga dapat memperpanjang umur simpan buah mangga cengkir kering. Perhitungan umur simpan produk buah mangga kering ini dilakukan dengan pendekatan metode Arhhenius dengan pertumbuhan mikroorganisme sebagai titik kritis dengan model regresi linear y = -5659,4x + 13,67. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur simpan buah mangga kering adalah 4,47 bulan jika disimpan di suhu 30⁰C. 
PENGARUH ISOLAT PROTEIN KEDELAI TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN KIMIA KEFIR BUBUK Heni Rizqiati; Nurwantoro Nurwantoro; Andi Febrisiantosa; Claradhita Ayu Shauma; Rani Khasanah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.1

Abstract

Pembuatan kefir bubuk melalui pengeringan merupakan pengolahan lanjutan yang dapat menghindari pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan, dapat memperpanjang masa simpan, mempermudah distribusi, dan memperkecil ruang penyimpanan kefir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan Isolat Protein Kedelai (IPK) terhadap rendemen, total padatan terlarut, aw, pH, derajat kecerahan, kadar air, kelarutan, total asam kefir bubuk. Penelitian ini meliputi pembuatan kefir, pembuatan kefir bubuk dengan penambahan IPK berbagai konsentrasi, pengujian parameter, dan analisis data yang diperoleh. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan variasi perlakuan yang diberikan adalah (T0) tanpa penambahan IPK 0%, (T1) penambahan IPK 2.5%, (T2) penambahan IPK 5%, (T3) penambahan IPK 7.5%, dan (T4) penambahan IPK 10%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan IPK memberikan pengaruh nyata (p<0.05) terhadap peningkatan rendemen dan nilai pH, serta penurunan total padatan terlarut, derajat kecerahan, kadar air, kelarutan, dan total asam. Kefir bubuk dengan penambahan IPK 2.5% merupakan perlakuan terbaik.
EFFECTS OF FERMENTATION DURATION ON PHYSICOCHEMICAL AND ORGANOLEPTIC CHARACTERISTICS OF THREE AGARWOODS (Aquilaria) LEAVES TEA Anisa Leksono; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 2: April 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.02.1

Abstract

     Aquilaria is one of the plant genus-producing agarwood. Aquilaria leaves have pharmacological effects which the potential to be processed into black tea. The aim of this study is to determine the effect of fermentation duration on physicochemical and organoleptic characteristics of Aquilaria leaves tea. This study employed a Completely Randomized Design with two factors; the plant species (A. crassna, A. malaccensis, and A. subintegra) and fermentation duration (0 minutes, 70 minutes, and 90 minutes). Parameters analyzed including water content, total phenol, and antioxidant activity. Organoleptic tests were performed on the color, taste, and aroma of the brewed tea. The results summarized that A. subintegra had the highest total phenol and antioxidant activity, but the taste of the tea was not favored. A. crassna fermented 70 minutes and A. malaccensis fermented 0 minutes were the most preferred, but both have lower total phenol and antioxidant activity than A. subintegra. 
STUDI PEMBUATAN NAGET DARI CAMPURAN NANGKA MUDA DAN TEMPE BUNGKIL KACANG TANAH DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA Geyka Ken Sadewa; Erni Sofia Murtini
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.3

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh proporsi nangka muda: tempe bungkil kacang tanah (TBKT) dengan penambahan tapioka terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik naget. Penelitian disusun secara acak kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang digunakan proporsi nangka muda: TBKT (25:75,50:50,75:25) dan persentase tapioka dari berat total (10,15 dan 20%) dengan 3 ulangan. ANOVA dan uji BNT dengan α=0.05 digunakan untuk analisis statistik data. Uji organoleptik menggunakan uji hedonik dan perlakuan terbaik menggunakan Zeleny. Hasil penelitian menunjukan perlakuan proporsi nangka muda: TBKT dengan penambahan konsentrasi tapioka memberikan pengaruh signifikan (α<0.05) pada kadar protein, pati, lemak, daya serap minyak dan tekstur dan tidak terjadi interaksi. Kombinasi perlakuan terbaik diperoleh dari proporsi nangka muda: TBKT 75:25 dengan penambahan tapioka 15%. Naget tersebut memiliki karakteristrik: kadar protein 5.64%, pati 44.27%, serat kasar 0.16%, lemak 21.02%, daya serap minyak 16.23%, tekstur 4.90 N/cm2, dengan hasil uji sensori warna 3.05, aroma 2.75, rasa 2.88, tekstur 3.33.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN SITOTOKSISITAS IN VITRO EKSTRAK METANOL BUAH NANAS (Ananas comosus) PADA SEL KANKER PAYUDARA T-47D Rahma Micho Widyanto; Johanna Angkasa Putri; Yosfi Rahmi; Wahyu Diah Proborini; Budi Utomo
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 2: April 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.02.5

Abstract

Jenis kanker yang paling umum ditemui di rumah sakit di Indonesia adalah kanker payudara (28.7%) disusul kanker serviks (12.8%). Salah satu upaya terapi pendukung untuk kanker adalah melalui konsumsi buah-buahan. Buah Nanas (Ananas comosus) banyak diteliti potensinya sebagai antikanker. Buah nanas merupakan sumber antioksidan dan berfungsi sebagai agen antikanker lewat mekanisme aktivasi apoptosis sel kanker serta penghambatan aktivitas reseptor tirosin kinase. Tujuan penelitian ini untuk mengamati aktivitas antioksidan dan sitotoksisitas ekstrak metanol buah nanas terhadap sel T-47D secara In Vitro. Proses ekstraksi daging buah nanas dilakukan dengan memakai pelarut metanol, selanjutnya diuji aktivitas antioksidan dengan DPPH dan sitotoksisitas menggunakan uji MTT pada sel kanker payudara T-47D. Nilai IC50 aktivitas antioksidan menunjukkan hasil sebesar 1549.88 μg/ml dan IC50 untuk uji sitotoksisitas sebesar 741.46 μg/ml. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak metanol buah nanas mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat lemah dan sitotoksisitas moderat terhadap sel T-47D secara in vitro sehingga bisa sebagai agen kemopreventif.
PEMANFAATAN CHITOSAN DARI LIMBAH UDANG GALAH SEBAGAI EDIBLE COATING BUAH TOMAT DENGAN VARIASI WAKTU PENYIMPANAN Nenengsih Verawati; Nur Aida; Khairul Muttaqin
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.3

Abstract

Limbah kulit dan kepala udang mengandung senyawa kitin yang bermanfaat dalam bidang pangan. Sintesis kitin menjadi chitosan dapat bermanfaat sebagai edible coating pada buah tomat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kadar air, abu dan protein pada chitosan cangkang udang galah dan mengetahui pengaruh penambahan chitosan terhadap lama penyimpanan buah tomat. Analisis data dalam penelitian menggunakan Rancang Acak Kelompok (RAK) dua faktor yaitu lama penyimpanan tomat dengan 5 taraf, yaitu 0; 3; 6; 9; dan 12 hari, dan konsentrasi serbuk chitosan dengan 4 taraf, yaitu 0%; 1%; 1.5% dan 2%. Hasil analisis chitosan yaitu kadar air 7.90%; abu 3.72% dan protein 4.01%. Penambahan konsentrasi chitosan memberikan pengaruh terhadap jumlah dissolved solids, susut berat, total acidity dan vitamin C selama penyimpanan buah tomat. 

Page 97 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026