cover
Contact Name
Teti Estiasih
Contact Email
-
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
jpathp@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pangan dan Agroindustri
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 26852861     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jpa
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 1,080 Documents
KARAKTERISTIK FISIK, KIMIA DAN MIKROBIOLOGI SABUN SUSU KAMBING Putri Dian Wulansari; Dwi Wijayanti
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.4

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis potensi sabun susu kambing ditinjau dari karakteristik fisik, kimia dan mikrobiologi. Parameter yang diukur pada karakteristik fisik adalah nilai kekerasan, daya busa, warna, bau dan tekstur sabun. Karakteristik kimia sabun yang dianalisis terdiri dari kadar air, massa jenis, pH, total asam lemak, asam lemak bebas, lemak netral, alkali bebas, dan minyak mineral, sedangkan karakteristik mikrobiologi yaitu uji daya hambat terhadap bakteri kulit (Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Pseudomonas aeruginosa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun susu kambing menghasilkan total asam lemak dan lemak mineral yang kualitasnya lebih rendah dibandingkan dengan sabun kontrol. Sabun susu kambing memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus, akan tetapi tidak memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Pseudomonas aeruginosa. Kesimpulan sabun susu kambing yang dihasilkan memenuhi syarat mutu sabun batang yang ditetapkan oleh SNI 06-3532-1994, kecuali kandungan minyak mineralnya. 
PENGEMBANGAN PRODUK KOPI PREMIUM DENGAN METODE QFD SEBAGAI PRODUK UNGGULAN KELOMPOK TANI KOPI MAKMUR ABADI Jaya Mahar Maligan; Muhammad Aditya Dwisaputra; Siti Asmaul Mustaniroh
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.2

Abstract

Kelompok Tani Kopi Makmur Abadi (KTKMA) merupakan salah satu produsen kopi  yang berada di Jawa Timur dengan produk kopi bubuk Tri Tunggal. Permasalahan yang dihadapi adalah kualitas bubuk kopi yang cukup rendah. Oleh karena itu, diperlukan langkah pengembangan produk kopi baru dengan kualitas lebih baik yang dilabeli sebagai kopi premium. QFD merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menerjemahkan Voice of Customer (VoC) menjadi produk baru yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen. Variabel kualitas kopi yang digunakan adalah fragrance/aroma, flavor, aftertaste, salt/acid, bitter/sweet, mouthfeel, balance, uniform cups, clean cups, dan overall. Responden penelitian berjumlah 96 orang untuk mengisi kuesioner VoC dan 10 orang sebagai panelis terlatih. Melalui analisis dengan metode QFD diketahui bahwa untuk memenuhi kebutuhan konsumen, KTKMA perlu melakukan pelatihan operator sesuai instruksi kerja, kontrol pascapanen buah dan biji kopi, kontrol tahap sortasi biji kopi, kontrol konsistensi suhu dan durasi penyangraian, dan kontrol durasi pendinginan biji kopi.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI KHAMIR THERMOTOLERANT DAN ETHANOL-TOLERANT PADA BUAH LOKAL INDONESIA Mochamad Nurcholis; Dendy Fernando; Elok Zubaidah; Jaya Mahar Maligan
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.2

Abstract

Pemanfaatan buah lokal di Indonesia salah satunya sebagai sumber bioetanaol karena kandungan pati yang besar. Pada pembuatannya terdapat proses hidrolisis yang dihasilkan oleh yeast (khamir). Kekurangan pada khamir ialah memiliki toleransi terbatas terhadap etanol dan juga tidak tahan terhadap suhu diatas 40˚C. Penelitian ini bertujuan memperoleh isolat khamir penghasil etanol yang memiliki toleransi tinggi terhadap etanol dan suhu. Penelitian ini melalui beberapa tahap yakni isolasi khamir, uji thermotolerant, uji ethanol tolerant, kemudian uji kadar alkohol dengan Gas Cromatography, uji morfologi koloni dan sel, pembuatan inokulum, dan pembuatan kurva pertumbuhan khamir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat B01 (Kenitu) dan B14 (Coklat) diduga genus Candida sp. Sedangkan isolat B02 (Pisang) dan B03 (Pepaya) diduga genus Saccharomyces sp. Pada uji ethanol toleran isolat  B01, B02, B14,dan  B03  memiliki toleransi yang baik terhadap etanol 14%, dan pada isolat  B01 dan B14  masih dapat toleran pada konsentrasi 15%. Sedangkan pada uji thermotolerant semua sampel bertahan hingga suhu 48˚C. Untuk kemampuan dalam produksi etanol isolat B01 sebesar 2,41 % (b/v) pada jam ke-48, B02 sebesar 2,54 % (b/v) pada jam ke-48, B14 sebesar 2,63 % (b/v) pada jam ke-48, dan  B03 sebesar 3,07 % (b/v) pada jam ke-48. 
FORMULASI PEMBUATAN COOKIES DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING Maimunah Hindun Pulungan; Salsabila Ramadanti Gayu Putri; Claudia Gadizza Perdani
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.4

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui formulasi cookies berbahan tepung Mocaf, tepung biji nangka dan biji labu kuning yang memiliki biaya minimal dan memenuhi standar SNI cookies menggunakan metode simplex linear programming, serta mengetahui sifat fisik, kimia, dan organoleptik produk cookies. Fungsi tujuan berupa minimasi biaya bahan baku. Fungsi kendala berupa batasan minimal dan kandungan kimia bahan baku sesuai SNI No. 01-2973-1992. Formulasi cookies terpilih memiliki komposisi tepung Mocaf 25 g, tepung biji nangka 5 g, biji labu kuning 5 g, telur 20 g, margarin 15 g, gula halus 22 g dan susu skim 8 g dengan biaya minimal sebesar Rp 3.748,00. Karakteristik kimia cookies yaitu 75.38% karbohidrat, 5.36% protein, 15.65% lemak, 2.89% kadar air, 0.72% kadar abu, dan total kalori sebesar 463.81 kkal/gram serta daya patah 723.31 gram/cm. Preferensi konsumen untuk kajian indikator warna, rasa, aroma, dan tekstur cookies adalah netral.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA KERUPUK SABRANG (COLEUS TUBEROSUS) PADA VARIASI PEMBERIAN UMBI SABRANG Yuli Kusuma Dewi
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.6

Abstract

Sabrang (Coleus tuberosus) merupakan umbi lokal pulau Lombok yang kandungan utamanya adalah karbohidrat/pati namun memiliki kandungan protein dan mineral yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan kerupuk. Dalam penelitian digunakan lima variasi pemberian Sabrang mulai dari konsentrasi 0% hingga 60% pada formulasinya. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan formulasi kerupuk Sabrang yang menghasilkan karakteristik fisikokimia kerupuk yang terbaik. Parameter yang dianalisa yaitu kadar air, abu, protein, lemak, karbohidrat, nilai pH dan daya kembang dari kerupuk Sabrang. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa variasi konsentrasi Sabrang berpengaruh secara nyata terhadap karakteristik fisikokimia kerupuk. Kadar air, abu, protein, karbohidrat, dan daya kembang kerupuk cenderung meningkat dengan penambahan konsentrasi Sabrang hingga batas tertentu, sedangkan untuk nilai pH dan lemak sebaliknya. Variasi konsentrasi umbi Sabrang yang menghasilkan karakteristik fisikokimia terbaik adalah P2 dengan konsentrasi Sabrang 30%. Dimana kerupuk yang dihasilkan memiliki kandungan lemak rendah, protein, mineral yang tinggi serta daya kembang yang baik.
OPTIMASI PROSES PEMBUATAN SOHUN DARI PATI UBI BANGGAI (DIOSCOREA ALATA) Feri Kusnandar; Mimah Mutmainah; Tjahja Muhandri
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 3: July 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.03.6

Abstract

Ubi Banggai merupakan ubi lokal yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi di Kepulauan Banggai Sulawesi Tengah. Ubi Banggai banyak mengandung karbohidrat, terutama pati. Pati ubi Banggai mengandung amilosa yang tinggi yang sesuai untuk bahan baku pembuatan sohun. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses pembuatan sohun pati ubi Banggai (Dioscorea Alata). Pati Banggai dari tiga varietas (Baku Pusus, Baku Tuu Oloyo dan Baku Boan) diekstraksi dan diproses menjadi sohun. Optimasi proses dilakukan dengan menggunakan pati Baku Pusus. Sohun dibuat dengan mencampurkan pati ubi Banggai dengan air, dilewatkan dalam ekstruder ulir tunggal dan dikeringkan. Sepuluh kombinasi percobaan yang memvariasikan persen air (50-60% dari berat pati) dan suhu barrel (95-100oC) dirancang dengan response surface methodology. Optimasi proses berdasarkan parameter kehilangan padatan akibat pemasakan (KPAP), daya serap air dan elongasi. Proses optimum pembuatan sohun adalah kombinasi air (61%) dan suhu barrel ekstruder (99oC). Sohun memiliki KPAP 6.16% KPAP rendah, dan daya serap air dan elongasi tinggi (278.08% dan 236.95%). Dibandingkan sohun dari pati Baku Puyus, sohun pati Baku Tuu Oloyo dan Boan yang diproses pada kondisi proses menunjukkan KPAP lebih tinggi (7.12% dan 8.54%), daya serap air (204.05% dan 201.90%) dan elongasi (310.94% dan 320.70%) yang lebih rendah. Ketiga sohun menunjukkan sifat translusen dan berwarna keabu-abuan.
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN DAN BAHAN PENGAWET TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA NIRA AREN (Arenga pinnata Merr) Ferymon Mahulette; Zadrak Rupilu; Merry Pattipeilohy
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 8 No. 4: October 2020
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2020.008.04.5

Abstract

Nira aren (Arenga pinnata Merr) merupakan bahan dasar berbagai produk yang bernilai ekonomis, seperti gula aren. Pengolahan gula aren memerlukan nira segar sehingga masyarakat sering menggunakan berbagai pengawet untuk mencegah proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan pengawet alami dan lama penyimpanan terhadap karakteristik fisikokimia nira aren. Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial. Bahan pengawet yang digunakan adalah kulit buah manggis, kulit buah langsat, dan sabut kelapa, sedangkan parameter fisikokimia yang diukur adalah suhu, pH dan kadar gula. Penggunaan bahan pengawet dan penyimpanan tidak berpengaruh terhadap suhu, tetapi sangat berpengaruh terhadap pH dan kadar gula nira aren. Bahan pengawet terbaik adalah kulit buah langsat dengan penyimpanan sehari karena memiliki nilai pH dan kadar gula yang tinggi masing-masing 3.65 dan 3.0%. Petani sebaiknya menggunakan kulit langsat untuk mengawetkan nira aren.
THE EFFECT OF CHIA AND SESAME FLOUR SUBSTITUTION TO NUTRIENT CONTENT AND SENSORY QUALITY OF MINI CROISSANT Mira Sofyaningsih; Imas Arumsari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.4

Abstract

The use of flour made from sesame seed and chia seed could be applied into bakery products, such as croissant which made into “mini” form fits for one bite-size. Sesame flour contains considerable amount of calcium, fiber, and essential fatty acids compared to wheat flour. Chia flour also can be used as a substitution along with sesame flour as it is one source of linoleic acid. This study aims to develop a substituted mini croissant with added nutrient value and sensory acceptable. This is an experimental study with three levels of flour substitution (0%, 10%, and 20%), each experiment was performed duplicate with sesame flour and chia flour ratio was set at 1:2. The results showed that sesame and chia flour substitution significantly increased the fiber and calcium content of mini croissant, but not the carbohydrate content. Substitution significantly affected sensory profile, both for hedonic test and sensory quality.
KAJIAN PENAMBAHAN PATI KENTANG (Solanum tuberosum L.) TERHADAP KARAKTERISTIK SOSIS DAGING SAPI Macicha Elvira Yuniar; Dewi Nur Azizah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 3: July 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.03.1

Abstract

Sosis merupakan produk olahan daging yang memiliki nilai gizi tinggi. Pada pembuatan sosis diperlukan bahan tambahan lain sebagai pengisinya. Pati kentang memiliki kadar amilopektin sebesar 78.96% yang baik dalam pembentukan tekstur apabila digunakan sebagai bahan pengisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sosis daging sapi dengan penambahan pati kentang dan mengetahui konsentrasi pati kentang yang tepat untuk menghasilkan produk dengan karakteristik yang baik dan disukai panelis. Desain penelitian yang digunakan terdiri dari satu faktor yaitu perbedaan konsentrasi pati kentang dengan 4 perlakuan (10%; 20%; 30%; 40%) dan 1 ulangan. Secara keseluruhan, karakteristik sosis daging sapi dengan penambahan pati kentang memiliki warna merah dan berbintik, aroma daging dan rempah, tekstur kenyal, dan rasa gurih. Sosis daging sapi dengan konsentrasi pati kentang 30% memperoleh nilai rata-rata tertinggi terhadap kesukaan panelis pada seluruh atribut yang meliputi warna, aroma, tekstur, dan rasa.
PEMANFAATAN TEPUNG TULANG IKAN PATIN DAN TEPUNG TULANG IKAN TUNA UNTUK PEMBUATAN COOKIES Widya Pangestika; Fitria Widyasari Putri; Kusuma Arumsari
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 9 No. 1: January 2021
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2021.009.01.5

Abstract

Limbah tulang ikan dapat dimanfaatkan sebagai tepung tulang ikan untuk bahan tambahan dalam pembuatan cookies kaya kalsium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil rendemen, tingkat penerimaan konsumen, kadar kalsium, serta daya simpan cookies. Penambahan tepung tulang ikan patin P1 (8%); P2 (16%); P3 (24%) dan tuna T1 (8%); T2(16%); T3 (24%) dilakukan sebagai substitusi tepung terigu. Cookies tanpa penambahan tepung tulang ikan (K) juga dibuat pada penelitian ini. Dari hasil perhitungan, diketahui rendemen tepung tulang ikan patin dan tuna, masing-masing sebesar 38.6% dan 43.6%. Tingkat penerimaan konsumen dilihat dari uji hedonik dimana diketahui bahwa cookies tanpa penambahan tepung tulang ikan (K) adalah yang paling disukai konsumen, dengan rata-rata 7.5. Kandungan kalsium pada cookies tulang ikan patin (P1) dan tuna (T1) adalah 47.7 mg/100 g dan 120.2 mg/100 g. Setelah 14 minggu penyimpanan, diketahui bahwa seluruh parameter sensori cookies tulang ikan patin dan tulang ikan tuna tidak berubah secara signifikan.

Page 98 of 108 | Total Record : 1080


Filter by Year

2013 2026