cover
Contact Name
Zaqlul Iqbal, STP, M.Si
Contact Email
zaqluliqbal@ub.ac.id
Phone
+62341580106
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya Jl. Veteran, Malang, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 2656243X     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jkptb
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem (JKPTB) (ISSN: 2656-243X) has published the state-of-art articles which focus on both fundamental studies and applied engineering including Power and Agricultural Machinery, Mechatronics and Agro-industrial Machinery, Food and Post-Harvest Technology and Soil and Water Engineering. By providing an update issue and current topic in agricultural technology field, JKPTB becomes the reference for many scientist and stakeholders who work on Agricultural Engineering
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019)" : 10 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM KENDALI PENGEMAS KEDELAI SEMI OTOMATIS Guyup Mahardhian Dwiputra; Diah Ajeng Setiawati
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.516 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.1

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, akhir - akhir ini bidang elektronika mengalami kemajuan yang pesat. Hampir peralatan elektronik di buat dengan canggih untuk mempermudah pekerjaan manusia. Penelitian ini bertujuan merancang bangun alat alat sistem kendali pengemas kedelai semi otomatis. Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dengan pendekatan desain struktural dan fungsional sistem kendali. Alat yang digunakan antara lain sensor load cell, modul HX711, LCD, arduino UNO sedangkan bahan yang digunakan adalah campuran kedelai dengan ragi tempe. Hasil penelitian ini menunjukkan sistem ini mampu membaca massa benda dengan akurat dengan standar devaiasi 6,4  dan dapat di baca melalui LCD. Sistem pengendalian juga telah bekerja dengan baik sesuai dengan set poin yang telah ditetapkan sebesar 3 kg pintu hopper akan tertutup.
PENGARUH KONSENTRASI KARAGENAN DAN RASIO DAGING WORTEL: AIR TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA VEGETABLE LEATHER WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) Yusuf Hendrawan; Muhamad Amar Nadhif; Yusuf Wibisono; Sandra Malin Sutan
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.176 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.6

Abstract

Vegetable Leather merupakan jenis makanan yang terbuat dari bahan dasar daging sayur yang dihancurkan menjadi bubur lalu dikeringkan baik dengan alat ataupun sinar matahari. Permasalahan utama dalam pembuatan vegetable leather adalah sifat plastisnya karena komposisi dari bahan-bahan yang digunakan. Dimana bahan yang cukup berpengaruh diantaranya adalah konsentrasi karagenan dan rasio daging buah: air dari bahan utama. Pada proses pembuatannya vegetable leather. Karagenan sendiri merupakan bahan hidrokoloid yang dapat membantu pembentukan gel sehingga dapat memperbaiki tekstur. Selain itu juga rasio perbandingan antara daging buah: air dimana dapat mempengaruhi sifat plastis dan fisikokimia  pada vegetable leather yang dibuat. Sehingga  tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi karagenan dan rasio wortel: air serta menemukan kombinasi terbaik dari kedua faktor tersebut. Hasil analisa statistik dengan ANOVA dua jalur menunjukan bahwa perbedaan proporsi wortel: air berpengaruh nyata terhadap parameter kuat tarik dan kadar abu. Lalu untuk parameter perbedaan penambahan konsentrasi karagenan berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, persen pemanjangan, dan kuat tarik. Kombinasi perlakuan terbaik dengan metode Multiple Attribute TOPSIS diperoleh dari kombinasi penambahan karagenan dengan konsentrasi 4.5% dan proporsi wortel: air 1:1 dengan nilai kadar air 11.7%, aktivitas air 0.654, kadar abu 2.84%, kuat tarik 2.2 N, dan persen pemanjangan 7.3%.Dari hasil perlakuan terbaik pada penelitian ini telah memenuhi Standar Nasional Indonesia manisan kering.
PENGARUH PENAMBAHAN LAPISAN KARET PADA STATOR DAN VARIASI DIAMETER TONGKOL JAGUNG (Zea Mays L.) TERHADAP KINERJA MESIN PEMIPIL JAGUNG TIPE DMP J-2 Muhamad ikhsanudin; Gunomo Djoyowasito; Sandra Malin Sutan; Ary Musthofa Ahmad
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.252 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.7

Abstract

Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu tanaman pangan di Indonesia yang memiliki peranan strategis dan bernilai ekonomis. Oleh karena itu, dibutuhkan teknologi penanganan pascapanen yang dapat meminimalisir tingkat kehilangan hasil pada proses pemipilan jagung yaitu dengan cara menambah lapisan karet pada stator. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan lapisan karet pada stator dan variasi diameter tongkol jagung terhadap kinerja mesin pemipil jagung tipe DMP J-2, dan menganalisis pengaruh penambahan lapisan karet pada stator dan variasi diameter tongkol jagung terhadap kualitas hasil pipilan jagung. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor 1 yaitu penambahan lapisan karet pada stator. Faktor 2 yaitu variasi diameter tongkol jagung, dengan diameter tongkol besar ≥4,71 cm, sedang ˂4,71 s.d ˃4,105 cm dan kecil ≤4,105 cm. Kinerja mesin pemipil menghasilkan kapasitas pemipilan jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 231,912 kg/jam dan 281,202 kg/jam. Kapasitas jagung terpipil jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 175,160 kg/jam dan 221,803 kg/jam. Persentase biji jagung tidak terpipil jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 34,069% dan 14,218%. Efisiensi pemipilan jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan katet yaitu 65,931% dan 85,782%. Hasil persentase biji jagung rusak jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 0,794% dan 0,575%. Persentase berat kotoran jagung besar tanpa dan dengan penambahan lapisan karet yaitu 0,158% dan 0,078%.
PENGARUH PEMAPARAN CAHAYA LED MERAH BIRU DAN SONIC BLOOM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWI SENDOK (BRASSICA RAPA L.) Prasetyo, Joko; Mukaromah, Sintya Laylie; Argo, Bambang Dwi
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.642 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.8

Abstract

Selama ini luas area persawahan di Indonesia semakin berkurang. Sistem penanaman didalam greenhouse menjadi salah satu alternatif menumbuhkan tanaman. Penanaman dalam greenhouse juga mempunyai kekurangan yaitu tanaman yang tumbuh di dalamnya mengalami etiolasi akibat dari struktur bangunan yang kurang tepat. Sehingga, perlu adanya penanganan lebih lanjut untuk masalah tersebut. Salah satu metode alternative yang dapat digunakan adalah menggunakan tekonologi cahaya LED red and blue dan sonic bloom yang dirancang secara otomatis, sehingga dapat mengatasi masalah etiolasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari dan memahami mekanisme dan pengujian alat, mengetahui cara pengaplikasian otomatisasi alat, dan pengaruh alat terhadap pertumbuhan sawi sendok dibandingkan dengan tanaman sawi kontrol. Berdasarkan hasil panen yang diperoleh terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara tanaman dengan perlakuan dan tanaman tanpa perlakuan. Pada tanaman sawi yang diberi perlakuan menghasilkan total panen sebesar 160,67 kg/200m2 sedangkan tanaman sawi tanpa perlakuan menghasilkan total panen sebesar 97,22 kg/200m2. Dari data hasil panen tersebut dapat dilihat bahwa tingkat produktivitas sayuran meningkat sebesar 65%. Sehingga dengan penggunaan alat ini dapat meningkatkan hasil panen serta mempersingkat umur tanam tanaman. 
OPTIMASI EKSTRAKSI ULTRASONIK DAUN KECUBUNG SEBAGAI AGEN ANTI BAKTERI JERAWAT PROPIONIBACTERIUM ACNES (KAJIAN: RASIO PELARUT TERHADAP BAHAN DAN LAMA WAKTU SONIKASI) Imam Taris Mahrani; Sri Suhartini; Sucipto Sucipto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.736 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.4

Abstract

Kecubung (Datura metel L.) memiliki  senyawa fitokimia seperti alkaloid, tannin, saponin, fenolik, dan sebagainya. Senyawa ini memiliki manfaat farmakologis diantaranya sebagai anti mikroba, anti fungi, anti inflamasi, anti oksidan, analgesik, anastesi, dan sebagainya. Berdasar hal tersebut, kecubung diduga dapat dijadikan agen antibakteri jerawat, salah satunya Propionibacterium acnes. Penelitian ini berfokus pada optimasi ekstraksi daun kecubung menggunakan metode respon permukaan (RSM). Optimasi ekstraksi mempelajari rasio pelarut terhadap bahan (v/b) (X1)  dan lama sonikasi (menit) (X2). Respon yang diamati yaitu rendemen ekstrak kental (%) (Y1) dan aktivitas antibakteri ekstrak daun kecubung terhadap Propionibacterium acnes (mm) (Y2). Batas atas percobaan faktor X1 yaitu 15:1 dan batas bawah 5:1. Batas atas X2 yaitu 15 menit dan batas bawah 5 menit. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa faktor rasio pelarut terhadap bahan dan lama sonikasi berpengaruh terhadap rendemen (P 0,001). Uji aktivitas antibakteri menunjukkan zona hambat sebesar 7-12 mm yang mengindikasikan bahwa ekstrak kental daun kecubung memiliki kemampuan antibakteri. Selanjutnya, optimasi rasio pelarut terhadap bahan 15:1 dan lama sonikasi 15 menit menghasilkan prediksi respon rendemen 8,155%. Pada tahap verifikasi didapat rendemen sebesar 8,262% dengan selisih 1,31% dibanding prediksi model.
APLIKASI PIPA PVC (Poly Vynil Cloride) DALAM KARUNG CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) SEBAGAI SARANA AERASI PADA KEMASAN SELAMA PROSES TRANSPORTASI Indah Purnamasari, Desi Rahmawati; Djoyowasito, Gunomo; Sutan, Sandra Malin; Ahmad, Ary Musthofa
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.92 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.9

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan jenis produk sayuran yang memiliki buah kecil dengan rasa yang pedas yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan dibutuhkan dalam bentuk segar. Sifat cabai rawit yang mudah rusak sehingga tidak tahan lama untuk disimpan menjadi salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pendistribusiannya. Apabila tidak dilakukan distribusi dengan segera, cabai akan mengalami kerusakan baik kualitas maupun kuantitas. Secara sifat fisiologi, setelah dipanen cabai rawit akan tetap melakukan kegiatan metabolisme seperti respirasi dimana laju respirasi tergantung dari kondisi lingkungannya. Sehingga pengemasan dan transportasi menjadi titik kritis pascapanen untuk menjaga kesegaran produk saat didistribusikan sampai ke konsumen. Jarak antara sentra produksi cabai dengan pasar yang tidak dekat sehingga berpotensi menimbulkan kerusakan. Oleh karena itu, pengemasan dan transportasi yang tepat menjadi hal yang harus diperhatikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pipa PVC pada karung cabai rawit searah horizontal sebagai sarana aerasi yang dapat mengurangi uap panas selama simulasi transportasi berlangsung. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor perlakuan menggunakan kemasan karung dengan jumlah pipa PVC  0 ; 2 ; 4 buah dan faktor  lama simulasi transportasi 1 jam ; 2 jam ; 3 jam dengan 3 kali  ulangan, masing-masing perlakuan menggunakan kecepatan 200 rpm (frekuensi 3,3 Hz). Hasil dari penelitian dianalisa menggunakan analisa ragam beda nyata terkecil (BNT) 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Rancang Bangun Sistem Aerator Tambak Udang Bertenaga Bayu Djoyowasito, Gunomo; Ahmad, Ary Musthofa; Khasanah, Asmaul
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.784 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.2

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya udang. Udang merupakan komoditas perikanan andalan Indonesia yang menjadi komoditas ekspor (Jenderal Perikanan, 2014). Menurut Suyanto dkk (2009), berkurangnya kualitas air tambak akibat rendahnya kadar oksigen dapat menyebabkan wabah penyakit untuk tambak udang. Selama ini, masyarakat menggunakan aerator listrik untuk meningkatkan kualitas air tambak udang, sehingga tidak hemat energi. Oleh karena itu, dibuatlah aerator dengan tenaga kincir angin. Penelitian ini dilakukan didaerah tambak Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Dimana proses pelaksanaannya dilakukan pada bulan Oktober 2017 - Februari 2018. Dari hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh rata-rata kecepatan angin sebesar 3,16 m/s, dengan jumlah putaran kincir angin sebesar 26,64 rpm dan jumlah putaran pompa spiral sebesar 2,664 rpm. Sedangkan untuk besarnya daya angin teoritis yang diperoleh adalah 15,79 Wh dan besarnya daya angin actual adalah 9,36 Wh. Kemudian besarnya debit air rata-rata sebesar 8,42 cm3/s dengan tinggi tekannya sebesar 52,8 cm. Dari pengujian dengan DO meter, dapat diketahui bahwa aerator pompa spiral ini mampu meningkatkan kandungan oksigen terlarut sebesar 2,08 mg/L.
PENGARUH RASIO MASSA ADSORBEN DENGAN VOLUME ETANOL DAN WAKTU ADSORBSI TERHADAP KENAIKAN KADAR ETANOL PADA PEMURNIAN BIOETANOL DARI NIRA AREN (Arenga pinnata) Yusuf Hendrawan; Sukses Agustin Nahmudiyah; Bambang Susilo
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.353 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.3

Abstract

Meningkatnya permintaan minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan menipisnya cadangan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya krisis energi. Bioetanol merupakan sumber energi alternatif yang dapat menggantikan bahan bakar fosil. Bioetanol dapat digunakan sebagai BBM harus mempunyai kemurnian minimal 99,5 (%vol). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan lama waktu adsorpsi pada pemurnian bioetanol dari nira aren dengan metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dengan konsentrasi feed campuran etanol-air sebesar 93 (%vol). Penelitian ini menggunakan analisis Rancang Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan dua faktor. Faktor I yaitu rasio massa adsorben dengan volume etanol (b/v) terdiri dari 3:5, 4:5, dan 1:1. Faktor II yaitu waktu adsorpsi terdiri dari 1 jama, 2 jam, dan 3 jam. Pada penelitian ini diperoleh hasill berpengaruh sangat nyata terhadap pengaruh rasio massa adsorben dengan volume etanol dan waktu adsorbsi.  Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode adsorpsi menggunakan adsorben nanozeolit dapat digunakan untuk memurnikan etanol sampai konsentrasi absolut pada perlakuan rasio massa adsorben dengan volume etanol 1:1 (b/v) dan waktu adsorpsi selama 3 jam, pada perlakuan ini dadapatkan hasil kadar etanol sebesar 95,565 (%vol). Pada penelitian ini, didapatkan hasil bahwa semakin banyak adsorben yang digunakan dan semakin lama waktu adsorbsi, maka kadar etanol yang dihasilkan semakin tinggi.
KARAKTERISTIK DERET SENSOR GAS MOS DALAM IDENTIFIKASI PATCHOULI ALCOHOL PADA MINYAK NILAM MENGGUNAKAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN Arief Sudarmaji; Agus Margiwiyatno; Susanto Budi Sulistyo; Purwoko Hari Kuncoro; Niken Sri Wahyuningsih
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1060.356 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.5

Abstract

Penentuan kualitas minyak nilam menggunakan metode Gas Chromatography and Mass Spektrometry (GC-MS) secara laboratorium tidak memungkinkan dilakukan oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk itu, perlu ada suatu alat dan analisis yang dapat mengidentifikasi minyak nilam yang lebih sederhana dan murah yaitu menggunakan alat ukur aroma dan volatil berbasis sensor gas. Penelitian ini menggunakan jenis sensor gas Metal Oxide Semiconductor (MOS) yang terdiri dari 9 deret sensor gas MOS (TGS-2600, TGS-2602, TGS-2620, MQ-3, MQ-135, MQ-137, F-AQ1, F-SB30, dan FIS-12A) dan sistem akuisisi data. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui respon sensitifitas individu sensor gas terhadap konsentrasi patchouli alcohol pada minyak nilam, (2) mengetahui tingkat keberhasilan sensor gas dengan perbedaan modulasi pada sensor gas dalam mengklasifikasi konsentrasi patchouli alcohol pada minyak nilam menggunakan metode jaringan syaraf tiruan backpropagation. Luaran sensor MOS dinyatakan dengan Sensitivitas, yaitu perbandingan antara resistansi saat pengukuran udara kering dengan resistansi saat pengukuran minyak nilam. Hasil penelitian menunjukkan sensor TGS-2602 memberikan respon sensitifitas paling tinggi. Modulasi terbaik selama pengukuran yaitu pada frekuensi 0,25Hz duty cycle 75% dengan 9 neuron hidden layer menghasilkan akurasi pelatihan 98,6% dan akurasi pengujian 81,9%. Rata-rata akurasi sistem identifikasi ini adalah 90,3%.
Analisis Laju Penurunan Kadar Air pada Pengeringan Benih di Dalam Dryer Box Warianti Warianti; Darmanto Darmanto
Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.423 KB) | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2019.007.02.10

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis penurunan kadar air pada pengeringan benih di dalam dryer box. Alat dan bahan yang digunakan untuk pengamatan adalah satu unit dryer box, termometer ruang digital, termometer ruang konvensional, kantung aerasi, timbangan, dan benih kangkung. Dryer box yang digunakan adalah dryer box 1 yang dekat dengan heater dan dryer box 2 yang paling jauh dari heater. Suhu heater berkisar antara 38oC sampai dengan 42oC. Pengeringan dilakukan hingga kadar air bahan mencapai 11%-10%. Hasil penelitian diketahui bahwa ada perbedaan suhu dan kelembaban relatif udara pengering di dalam dyer box. Dyer box yang terletak paling jauh dari heater (DB2) justru memiliki suhu udara pengering lebih tinggi dibanding dyer box yang paling dekat dengan heater (DB1). Suhu udara pengering di dalam dryer box cenderung naik dan turun sesuai dengan suhu lingkungan di sekitar tempat pengering. Suhu kontrol yang tercatat pada sensor cenderung naik dan turun sesuai dengan suhu lingkungan disekitar ruang pengering. Suhu di dalam dryer box selalu berada diantara suhu kontrol dan suhu lingkungan. Suhu dryer box berkisar antara 33,6oC hingga 38oC. Rata-rata RH udara pengering dalam DB 1 dan DB 2 adalah 55,37% dan 54,51%. Rata-rata penurunan kadar air pada 24 jam pertama sebesar 1,357% dan rata-rata penurunan kadar air pada 24 jam kedua sebesar 0,963%. Rata-rata laju penurunan kadar air pada 24 jam pertama pengeringan lebih besar dibanding pada 24 jam kedua. Dimana rata-rata laju penurunan kadar air pada DB 2 lebih besar dibanding pada DB 1.

Page 1 of 1 | Total Record : 10