cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
Technical Evaluation of Leaves Composting in UPT Kompos Universitas Brawijaya Muktiningsih, Satwika Desantina; Wirosoedarmo, Ruslan; Sutan haji, Alexander Tunggul; Anugroho, Fajri; Sulianto, Akhmad Adi; Lusiana, Novia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.871 KB)

Abstract

Besarnya kandungan sampah daun pada sampah yang dihasilkan di lingkungan UB memberikan peluang penanganan dengan pengomposan sebagai salah satu upaya daur ulang.   Tujuan penelitian ini adalah mengetahui teknis pengomposan sampah daun eksisting yang dilakukan di UPT Kompos UB dan menentukan karakteristik teknis yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan proses pengomposan. Metode penelitian yang dilakukan berdasarkan perlakuan eksisting di UPT. Kompos UB yaitu tumpukan sampah daun umur 2 - 3 bulan yang telah dilembabkan dengan perbedaan bahan campuran meliputi tetes tebu 10 mL dan EM4 20 mL (P1) serta tetes tebu 2 L dan fastdec 1 L/ton tumpukan (P2). Karakteristik pengujian diamati pada selama proses pengomposan dan produk kompos yaitu reduksi berat, pH, kadar air, rasio C/N, kadar P, kadar K dan suhu. Proses pengomposan sampah organik yang dilakukan di UPT. Kompos UB terdiri dari penumpukan sampah daun hingga 2 – 3 bulan, pencacahan, fermentasi, pengayakan dan pengemasan kompos. Lama proses pengomposan yang diperlukan di UPT. Kompos UB adalah 2,5 – 4 bulan. Karakteristik awal pengomposan yang belum sesuai untuk mencapai kondisi optimum adalah kadar air yaitu 4,7 % dan perbandingan C/N sebesar 17,3, sedangkan karakteristik akhir pematangan kompos yang belum memenuhi standar SNI adalah K yaitu 0,0032 % dan rasio C/N sebesar 9,33.
PENERAPAN METODE FMEA DAN AHP DALAM PERUMUSAN STRATEGI PENGELOLAAN RESIKO PROSES PRODUKSI YOGHURT Prasetiyo, Muchlis Dwi; Santoso, Imam; Mustaniroh, Siti Asmaul; Purwadi, Purwadi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.729 KB)

Abstract

ABSTRAKAnalisis risiko produksi merupakan aspek penting dalam menjamin keberhasilan produksi dan bisnis. Riset ini bertujuan menganalisis risiko produksi yoghurt, mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya risiko produksi yoghurt, dan strategi untuk meminimalkan risiko produksi yoghurt. Metode FMEA merupakan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko produksi  yoghurt. AHP digunakan untuk membantu penentuan alternatif strategi dalam meminimalkan risiko produksi yoghurt. Hasil penelitian menunjukkan risiko tertinggi dari masing-masing variabel. Risiko tersebut yaitu kualitas susu segar (susu mengandung bakteri patogen), proses produksi (kualitas bakteri starter menurun/mati), dan produk jadi (pesaing produk sejenis). Strategi untuk meminimasi risiko produksi yoghurt yaitu kualitas susu segar (pelatihan intensif bagi peternak), produk (kemitraan dengan pelaku bisnis lain), dan proses produksi (meningkatkan perawatan mesin dan peralatan). ABSTRACTProduction risk analysis is an important aspect for ensuring the success of the production and business. This research aimed to analyze the risks of yoghurt production, identify the factors that influence the risks of yoghurt production, and formulate the strategies to minimize the risks of yoghurt production. FMEA method was used to identify risk production and AHP was used to determine alternative strategies for minimizing the risk of yoghurt production. The results showed there are some the highest risks of each variable namely: milk contains bacterial pathogens, quality starter bacteria decreased/dead, and competitors that produce similar products. Strategies to manage the risk of the production of yoghurt, namely intensive training for the breeders to ensure the quality of fresh milk, partnership with other business person, and improving performance machinery and equipment
IDENTIFIKASI KANDUNGAN ASAM FENOLAT DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BERAS KETAN MERAH (ORYZA SATIVA VAR. GLUTINOSA) Prasmita, Hera Sisca; Muchlisyiyah, Jhauharotul; Widyaningsih, Tri Dewanti; Purbasari, Sabrina W
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.668 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.01.5

Abstract

ABSTRAKBeras ketan (Oryza sativa var. glutinosa) yang umum dikenal dan dimanfaatkan masyarakat saat ini adalah beras ketan putih dan beras ketan hitam, sedangkan beras ketan merah sangat jarang diketahui oleh sebagian besar masyarakat. Masyarakat di daerah tertentu seperti di Pakis, kabupaten Pacitan telah lama mengenal, menanam, dan mengolah beras ketan merah menjadi snack seperti tape ketan merah, rengginang ketan merah, dan lain sebagainya. Diduga ketan merah sama seperti beras berpigmen lainnya mengandung asam fenolat dan senyawa bioaktif lainnya serta memiliki aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk identifikasi kandungan asam fenolatat pada ketan pecah kulit, ketan sosoh dan bekatulnya. Setiap sampel diekstrak kandungan fenolat bebas, fenolat terikat dan fenolat terkonjugasi kemudian hasil ekstraksi dianalisis total fenolat metode folin-ciocalteau serta aktivitas antioksidan metode DPPH. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif, dengan tiga kali ulangan. Pada semua sampel, baik pada ketan pecah kulit, ketan sosoh (bagian endosperm) maupun bekatul (bran) mengandung lebih banyak total fenolat terikat dan terkonjugasi (bebas-terikat) daripada fenolat bebas. Aktivitas antioksidan ekstrak senyawa fenolat tertinggi terdapat pada ketan merah pecah kulit meliputi semua jenis fenolat yaitu ekstrak fenolat bebas IC50 4.52 mg/ml, fenolat terkonjugasi 3 IC50 9.92 mg/ml dan fenolat terikat IC50 30.65 mg/ml ABSTRACTThe most common Glutinous rice (Oryza sativa var. glutinosa) is white glutinous rice and black glutinous rice, but red glutinous rice rather infrequently. However, only few people have known about red glutinous rice, local glutinous cultivars in Pakis, Pacitan, East Java. People in there are used to cultivating red glutinous rice for long time ago and processing into various kinds of snack, such as tape, rengginang. Like the other pigmented rice, red glutinous rice contained phenolic and other bioactive compounds which contained antioxidant activity. This study investigated the phenolic compounds of unpolished red glutinous rice, polished red glutinous rice and bran red glutinous rice. Free phenolic compounds was extracted from each samples, as well as the bound-free phenolic and bound phenolic, then analyzed total phenolic and antioxidant activity by using DPPH method. This research was quantitative descriptive with triplicate measurements. The total phenolic content (TPC) of both bound phenolic acids extract and free/ conjugated phenolic acids extract were higher than free phenolic acids extract in all samples, including unpolished red glutinous rice, polished red glutinous rice and bran red glutinous rice. Antioxidant capacity of all kinds of phenolic acids extract was highest in unpolished red glutinous rice, that is free phenolic acids extract IC50 4.52 mg/ml, free/conjugated phenolic acids extract 3 IC50 9.92 mg/ml and bound phenolic acids extract IC50 30.65 mg/ml
ANALISIS KELEMBAGAAN RANTAI PASOK AGROINDUSTRI KOPRA (STUDI KASUS DI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR) Rosidi, Asri Rachmat; Mustaniroh, Siti Asmaul; Deoranto, Panji
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.241 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.10

Abstract

ABSTRAKHalmahera Timur merupakan salah satu daerah yang berkembang dengan agroindustri kopra. Pada pengembangan agroindustri kopra di Halmahera Timur saat ini diperlukan adanya perbaikan sistem kelembagaan rantai pasok. Rantai pasok agroindustri kopra sendiri dipengaruhi oleh lembaga rantai pasok yang menanganinya. Tujuan penelitian ini adalah menentukan struktur atau model kelembagaan rantai pasok agroindustri kopra di Kabupaten Halmahera Timur menggunakan metode Interpretive Structural Modelling (ISM). Hasil analisis pengembangan sistem kelembagaan rantai pasok menggunakan metode ISM menunjukkan bahwa struktur baru kelembagaan rantai pasok untuk agroindustri Kopra di kabupaten Halmahera Timur yang didasarkan pada empat elemen analisis yakni elemen kebutuhan, elemen kendala, elemen tujuan, serta elemen lembaga yang terlibat ABSTRACTEast Halmahera is an area that is growing copra as one of agro-industries comodities. In the development of copra agro-industry in East Halmahera institutional system need to improve their supply chain. Copra agro-industry supply chain itself influenced by supply chain handle.The purpose of this study was to determine the structure or institutional model of agro-industry supply chain copra in East Halmahera using Interpretive Structural Modeling (ISM). The results showed that the new structure of institutional supply chain for copra agro-industry in East Halmahera that is based on the four elements of the analysis of the elements needs, element constraints, elements of interest, and elements of the agencies involved
FORMULASI LARU ANGKAK (PENGARUH JENIS BAHAN PENGISI TERHADAP VIABILITAS MONASCUS PURPUREUS DAN KADAR LOVASTATIN ANGKAK HASIL FERMENTASI) Zubaidah, Elok; Nadzira, Nadzira; Sriherfyna, Feronika Heppy
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.776 KB)

Abstract

Angkak merupakan produk fermentasi beras menggunakan kapang Monascus purpureus. Proses pembuatan angkak membutuhkan waktu yang cukup lama. Penambahan kultur jamur dalam bentuk laru diduga mampu mempercepat proses fermentasi angkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi bahan pengisi terhadap viabilitas Monascus purpureus dan lovastatin angkak hasil fermentasi laru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan 2 faktor yaitu jenis bahan pengisi (tepung beras, tepung maizena, dan tepung tapioka) dan konsentrasi bahan pengisi (0%, 10%, 20%, dan 30%). Data dianalisa secara statistik menggunakan ANOVA dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahan pengisi berupa tepung beras konsentrasi 10% merupakan perlakuan terbaik, jumlah Monascus purpureus 6.22 LOG CFU/g dan kadar air laru 7.34%. Angkak hasil fermentasi laru dengan kombinasi perlakuan tesebut memiliki intensitas pigmen merah 1.73 AU, kadar lovastatin 29.75 mg/100 g, derajat kecerahan 45.96, derajat kemerahan 19.53 dan kadar air 7.35%.
PENGARUH FREKUENSI DAN WAKTU PRETREATMENT ULTRASOUND ASSISTED EXTRACTION (UAE) TERHADAP RENDEMEN DAN KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL Mulyadi, Arie Febrianto; Dewi, Ika Atsari; Wignyanto, Wignyanto; Sucipto, Sucipto; Prayudi, Rahmat
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.64 KB)

Abstract

Kelapa merupakan salah satu penghasil minyak nabati yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Daging buah kelapa dapat dijadikan berbagai macam olahan produk, salah satunya dijadikan Virgin Coconut Oil (VCO). Proses pembuatan VCO terbaik selama ini menggunakan metode sentrifugasi. Perlakuan pretreatment ultrasound diharapkan mampu membantu proses pemecahan emulsi sebelum dilakukan sentrifugasi pada santan kelapa untuk menghasilkan rendemen dan kualitas VCO yang lebih optimal. Secara teoritis pemecahan emulsi dicapai dari tiga mekanisme utama yaitu flokulasi, koagulasi, dan peleburan sehingga pretreatment ultrasound diasumsikan meningkatkan momentum dan kekuatan melalui getaran mekanik. Faktor yang dikaji dalam penelitian ini adalah alat sonikator dan lama waktu perlakuan yang menghasilkan rendemen dan kualitas VCO tertinggi. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan besaran frekuensi dan lama waktu pretreatment ultrasound yang menghasilkan rendemen dan kualitas VCO terbaik. Pemilihan perlakuan terbaik menggunakan metode Zeleny dengan multiple atribute. Parameter yang dipilih sebagai atribut antara lain rendemen, kadar air, berat jenis, dan FFA. Hasil perlakuan UAE kondisi terbaik menurut perhitungan Zeleny terdapat pada frekuensi 20 kHz dengan waktu 15 menit menghasilkan rendemen 14.88%, berat jenis 0.85, kadar air 0.05% dan FFA 0.17%. Perlakuan terbaik UAE memenuhi standar APPC dan SNI untuk kadar air dan asam lemak bebas, sementara berat jenisnya belum memenuhi standar APPC.
Apple Chip’s Material Requirement Planning at UD. Ramayana Agro Mandiri Citraresmi, Ardaneswari Dyah Pitaloka; Santoso, Imam; Deoranto, Panji; Asmaul, Siti; Rahayu, Endah; Ikasari, Dhita Morita; Silalahi, Rizky Lutfian Ramadhan
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.398 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kebutuhan dan pengadaan bahan baku apel di UD. Ramayana Agro Mandiri, serta pengendalian persediaan agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan Material Requirement Planning (MRP). Dari hasil penelitian tersebut UD. Ramayana dapat melakukan perencanaan kebutuhan bahan baku keripik apel menggunakan perhitungan MRP dengan teknik EOQ. Pemesanan buah apel dilakukan sebanyak 12 kali dalam satu tahun sedangkan untuk bahan baku yang lain, seperti aluminium foil, vitamin C, minyak goreng, dan kardus dipesan oleh UD. Ramayana sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Pemesanan buah apel dilakukan setiap bulan, sedangkan aluminium foil dipesan pada periode ke 0 (sebelum proses produksi) dan bulan ke 8, vitamin C dan kardus dipesan pada periode ke 0 (sebelum proses produksi) dan bulan ke 7, minyak goreng dipesan pada periode ke 0 (sebelum proses produksi) dan bulan ke 11. Total biaya pengendalian persediaan bahan baku pembuatan keripik apel sebesar Rp 40.975.424,80 / tahun atau sebesar 1,265% dari total pendapatan penjualan keripik apel / tahun.
Gluten Free Biscuit Made of Sweet Potato Puree (Ipomea batatas L.) for Autistic Disorder Waziiroh, Elok; Istianah, Nur
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1896.858 KB)

Abstract

Anak autis mempunyai masalah di saluran pencernaannya, makanan yang mengandung kasein, gluten, bahan tambahan pangan (food additives), kacang-kacangan, telur, gula, dan penyebab alergi harus dihindari. Namun, ketersediaan produk yang aman bagi penderita autis sulit ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula biskuit non-gluten untuk mendapatkan karakteristik biskuit sesuai standart menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi penderita autis. Bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, tepung millet dan pure ubi jalar oranye. Optimasi formula bahan baku dilakukan menggunakan Design expert metode Mixture Design dengan 16 perlakuan. Analisis respon yang dilakukan berupa organoleptik (rasa, warna dam tekstur), warna dan tekstur secara objektif, serta ditambah analisis proksimat saat verifikasi. Formula optimum biskuit non-gluten adalah konsentrasi tepung tapioka 18.722%, tepung millet 26.313% dan puree ubi jalar oranye 34.915%. Karakteristik biskuit non-gluten dengan formula optimum terverifikasi, yaitu daya patah 9.35 N,  Hue 79.15, warna 5.74, rasa 6.38, tekstur 5.94, karbohidrat 62.96%, lemak 30.56%, air 3.66%, protein 1.15% dan abu 1.67%. Karakteristik biskut yang dihasilkan telah sesuai dengan Standart Nasional Indonesia (SNI) dan aman dikonsumsi penderita autis.Anak autis mempunyai masalah di saluran pencernaannya, makanan yang mengandung kasein, gluten, bahan tambahan pangan (food additives), kacang-kacangan, telur, gula, dan pe-nyebab alergi harus dihindari. Namun, ketersediaan produk yang aman bagi penderita autis sulit ditemukan di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah optimasi formula biskuit non-gluten untuk mendapatkan karakteristik biskuit sesuai standar menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi penderita autis. Bahan baku yang digunakan adalah tepung tapioka, tepung millet, dan pure ubi jalar oranye. Optimasi formula bahan baku dilakukan menggunakan Design Expert metode Mixture Design dengan 16 perlakuan. Analisis respon yang dilakukan berupa organolep-tik (rasa, warna, dan tekstur), warna dan tekstur secara objektif, serta ditambah analisis prok-simat saat verifikasi. Formula optimum biskuit non-gluten adalah konsentrasi tepung tapioka 18.72%, tepung millet 26.31% dan pure ubi jalar oranye 34.91%. Karakteristik biskuit non-gluten dengan formula optimum terverifikasi, yaitu daya patah 9.35 N,  Hue 79.15, warna 5.74, rasa 6.38, tekstur 5.94, karbohidrat 62.96%, lemak 30.56%, air 3.66%, protein 1.15%, dan abu 1.67%. Karak-teristik biskuit yang dihasilkan telah sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan aman dikonsumsi penderita autis
Economic Analysis for Sago Grater Machine in Teluk Bintuni Papua Barat Thoriq, Ahmad; Sampurno, Rizki Mulya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.257 KB)

Abstract

Sebanyak  dua puluh delapan unit mesin pemarut sagu tipe silinder hasil rancangan Thoriq dan Sutejo telah dikirim dan dipergunakan oleh masyarakat pengolah sagu di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat. Aplikasi mesin tersebut tentunya membutuhkan analisis ekonomi untuk mengetahui keuntungan dan manfaatnya sehingga dapat di gunakan sebagai referensi pada daerah lain dalam mengusahakan pengolahan sagu khususnya di Papua. Metode yang digunakan pada penelitian ini analisis eknomi yang meliputi biaya produksi, biaya pokok produksi dan titik impas serta  kelayakan usaha yang meliputi Net Present value (NPV),  benefit cost ratio analysis (BC Rasio), Internal Rate of Return (IRR) dan payback period analysis(PP). Suatu usaha dikatakan layak secara ekonomi apabila NPV > 0, BC Ratio > 1, IRR > suku bunga MARR dan semakin singkat pengembalian investasi akan semakin baik. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan diskusi dengan masyarakat pengguna mesin pemarut sagu. Berdasarkan analisis teknoekonomi aplikasi mesin pemarut sagu didapatkan biaya pokok produksi sagu adalah Rp. 852,12 perkg, dengan titik impas produksi 7367 kg perbulan BC rasio sebesar 1.22, NPV sebesar Rp. 363.884.510,-,  IRR sebesar 38,97%  dan  payback period selama  2 bulan maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan mesin pemarut sagu layak secara ekonomi.
Design of a Secondary Packaging for Chicken Eggs Race Long Distance Transportation using Quality Function Deployment Method (Case Study in Sugiarto Farm Company) Violetasari, Putri Intan; Hidayat, Nur; Sucipto, Sucipto
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.01 KB)

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah merancang desain visual kemasan sekunder transportasi telur ayam ras yang lebih tepat dan lebih baik. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD). Hasil yang dicapai adalah terdapat enam atribut yang dianggap penting oleh perusahaan dan dapat digunakan untuk mengukur kualitas produk kemasan sekunder transportasi jarak jauh yaitu ketahanan, desain, distribusi, ukuran kemasan, praktis dan biaya. Prioritas respon teknis paling tinggi adalah dapat ditumpuk dengan bobot sebesar 188,46. Prioritas teknis tertinggi kedua adalah standar dimensi dengan bobot respon teknis sebesar 118,43. Prioritas respon teknis tertinggi ketiga adalah atribut harga terjangkau dengan bobot sebesar 118,04. Kemasan sekunder telur ayam ras berbahan kayu lebih kuat dari kemasan berbahan kertas yang selama ini digunakan mengemas saat distribusi. Kemasan sekunder berbahan kayu lebih melindungi produk yang dikemas, kemasan tidak mudah berubah bentuk. 

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue