cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
PEMODELAN PENGERINGAN KUNYIT (CURCUMA DOMESTICA VAL.) BERBASIS MACHINE VISION DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Zakaria, Muchammad; Hendrawan, Yusuf; Djojowasito, Gunomo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.636 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.01.2

Abstract

ABSTRAKPengeringan pada kunyit (Curcuma Domestica Val.) bertujuan untuk memperpanjang umur simpan serta mengurangi kadar air hingga batas perkembangan mikroorganisme dan kegiatan enzim yang menyebabkan pembusukan menjadi terhambat. Saat ini, pengeringan kunyit menggunakan sinar matahari dan alat pengering mekanis dengan kontrol waktu dan suhu. Banyaknya kendala pada proses pengeringan meyebabkan dibutuhkannya suatu teknologi yang dapat memonitoring kadar air dari kunyit secara pasti dan akurat, yaitu dengan mesin pengering berbasis machine vision dan artificial neural network (ANN). Tujuan penelitian untuk mengetahui waktu terbaik untuk pengeringan kunyit berbasis machine vision dengan menggunakan ANN, mengetahui perbedaan grafik ANN untuk gambar yang memenuhi syarat kadar air standar pengeringan kunyit, mengetahui ANN terbaik dalam proses pengeringan kunyit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang terdiri dari lama waktu pengeringan yaitu 5 jam dengan 5 kali pengulangan dan menggunakan bahan kunyit. Metode aplikasi mesin pengering yang dilengkapi dengan machine vision sebagai pengambil data gambar pada bahan, kemudian di ekstrak warnanya untuk mengetahui nilai (red, green, dan blue). Proses pembangunan model ANN digunakan learning rate sebesar 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, dan 0.5 pada momentum rate sebesar 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, dan 0.9. Hasil learning process terbaik adalah learning rate 0.3 dan momentum rate 0.9. Model ANN dengan nilai error terendah yaitu untuk training 0.005 MSE, dan 24.59% ARE (Average Error), untuk validasi 0.005 MSE dan 25.35% ARE ABSTRACTTo maintain turmeric (Curcuma domestica Val.) to be durable is by drying. The purpose of drying to reduce the moisture content up to limit the development of microorganisms and enzyme activities that cause spoilage. Nowadays, turmeric drying is using sunlight and mechanical drier with time and temperature control. However, drying process often arise various problems, therefore require a technology to monitor the moisture content of turmeric definitively and accurately, that is using drying machine-based machine vision and ANN (Artificial Neural Network). The purpose of this study to determine the best time for drying turmeric-based machine vision by using ANN, to know the difference of ANN’s graph for image that qualify the standard of moisture content in drying turmeric, to know the best ANN in the turmeric drying process. This research use descriptive method that consisted of duration of drying time, 5 hours with five repetitions. The application of drying machine equipped with a machine vision is to take data image on the materials, then color was extracted to know the value of (red, green, and blue). In the development process of ANN model, use learning rate of 0.1, 0.2, 0.3, 0.4, and 0.5 on the momentum rate of 0.5, 0.6, 0.7, 0.8, and 0.9. Best results is showed on the learning process of learning rate 0.3 and momentum rate 0.9. ANN models with the lowest error value is for training 0005 MSE and 24.59% ARE, for validation MSE 0005 and 25.35% ARE
PENGARUH PENYANGRAIAN DENGAN TEKNOLOGI VIBRO-FLUIDIZED TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI KAKAO Wibowo, Tri Yogo; Manalu, Lamhot P.; Astuti, Astuti; Jakfar, Jusuf
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.436 KB)

Abstract

ABSTRAKProses penyangraian biji kakao dapat mempengaruhi mutu kakao. Akibat suhu yang tinggi pada proses penyangraian, aktivitas antioksidan biji kakao dapat menurun. Oleh karena itu, untuk mengurangi tingkat penurunan aktivitas antioksidan biji kakao maka perlu dilakukan proses penyangraian yang lebih efektif (waktu penyangraian yang lebih cepat dan pemanasan yang lebih merata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyangraian biji kakao secara cepat dan efektif dengan menggunakan alat vibro-fluidized roaster, sehingga penurunan aktivitas antioksidan biji kakao dapat dikurangi. Biji kakao yang tidak di fermentasi dipilih untuk disangrai menggunakan alat vibro-fluidized roaster atau disangrai menggunakan penyangrai konvensional. Proses penyangraian dilakukan pada suhu 140 °C selama waktu tertentu sehingga kadar airnya mencapai 2–2.5%. Selanjutnya, biji hasil sangrai dipecah dan dipisah antara nib kakao dengan kulit kakao. Nib kakao dianalisa antioksidannya dan laju penurunan kadar airnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biji kakao yang dihasilkan dari proses penyangraian menggunakan vibro-fluidized roaster memiliki kandungan anti oksidan sebesar 46.86%, sedangkan produk yang dihasilkan menggunakan penyangrai konvensional sebesar 38.16%. Laju penurunan kadar air dari hasil penyangraian menggunakan alat vibro-fluidized roaster lebih cepat dari pada menggunakan penyangrai konvensional ABSTRACTA roasting process of cocoa beans can influence to the quality of cocoa beans product, specifically the use of high temperature on roasting process could reduce the activity of antioxidant. Therefore, in order to diminish levels of reducing activity of antioxidant on cocoa beans, it needs to manage the effectivity of a roasting process such as time and temperature. This research aims to determine the effect of length of roasting time using vibro-fluidized roaster which could reduce the decreasing of level the antioxidant activity of cocoa bean. In this experiment, the unfermented cocoa beans were selected for a roasting process using a vibro-fluidized roaster or roasted apparatus using conventional roasters. The roasting process was carried out at 140 °C for a certain time resulted the water content reached 2-2.5%. Furthermore, roasted beans were broken down and separated between cocoa nib with cocoa shell. The antioxiant activity of cocoa nib and the decreasing of water content were analyzed and the results showed that cocoa beans produced contains antioxidant 46.86% while the conventional products 38.16%. It can be conclude that the rate of decreasing moisture content from roasting process using a vibro-fluidized roaster is faster than a conventional roaster
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN DENGAN METODE FUZZY – SERVQUAL DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (STUDI KASUS CAFÉ RIGHT TIME MALANG) Yushila, Aulia Bayu; Effendi, Mas’ud; Effendi, Usman
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.883 KB)

Abstract

ABSTRAKPerkembangan bisnis cafe yang semakin pesat, menuntut cafe agar selalu membuat inovasi dan konsep baru yang mampu menarik lebih banyak konsumen. Kunci utama dalam menarik konsumen selain inovasi dan konsep baru adalah kemampuan cafe untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan atribut yang menjadi prioritas utama dan menentukan respon teknis yang menjadi target utama dalam usulan perbaikan pada cafe Right Time untuk meningkatkan kepuasan konsumen. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode fuzzy-servqual dan quality function deployment (QFD). Pengintegrasian logika fuzzy dan servqual bertujuan untuk mengurangi ambigu dari subjektivitas hasil metode servqual. Usulan perbaikan pada penelitian ini menggunakan metode QFD. Berdasarkan pengolahan data dengan metode fuzzy-servqual, atribut yang menjadi prioritas utama yaitu penyajian makanan dan minuman yang cepat serta tepat sesuai pesanan, kejelasan dan kewajaran harga yang ditawarkan, dan porsi penyajian makanan dan minuman yang konsisten. Pengolahan data menggunakan metode QFD menunjukkan respon teknis yang menjadi target utama dalam usulan perbaikan adalah membuat standar operasional prosedur pelayanan terhadap konsumen, mengadakan pelatihan komunikasi dan etika karyawan secara rutin, dan memperbaiki sarana dan prasarana ABSTRACTThe boost expansion of cafe business has currently required the innovation and provided a new concept which could attract and retain consumers. The purpose of this research is to determine the attributes that are main priorities and determine the technical responses of purposing improvements of customer satisfaction for cafe “Right Time”. The method used in this research are fuzzy-servqual and Quality Function Deployment (QFD). Integration of fuzzy logic and servqual aim to reduce the ambiguous results of subjectivity servqual method. While the QFD was used to propose the café improvement. Based on fuzzy-servqual data processing, the attributes that are main priorities are presentation of the food and drinks were prompt and appropriate to order (-0.96), clarity and reasonability of the price offered and portion of the food and drink are consistent. Data processing using QFD showed technical response resulted that the creation of standard operating procedure of customer services, communication training, ethics for employee, improvement of facilities and infrastructure are the main target of development cafe business
KINERJA ALSIN SANGRAI KOPI TIPE FLUIDISASI DAN UJI KUALITAS KOPI SANGRAI Widodo, Wahyu Eko; Atmaji, Gigih; Yohanes, Heryoki; Astuti, Astuti
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.79 KB)

Abstract

Citarasa kopi merupakan aspek utama dalam menentukan kualitas kopi. Banyak hal yang mempengaruhi citarasa kopi yaitu jenis, lokasi tumbuh, iklim, proses panen dan pasca panen, proses sangrai, grinding dan cara seduhan. Proses sangrai kopi bertujuan untuk mengembangkan aroma dan rasa kopi dengan karakteristik tertentu dan memudahkan proses grinding dan ekstraksi, tetapi dengan proses sangrai yang benar akan diperoleh kopi sangrai yang mempunyai aktivitas antioksidan. Secara umum terdapat dua tipe utama sangrai kopi yaitu silinder berputar dan fluidisasi. Pusat Teknologi Agroindustri (PTA) - BPPT telah merancang bangun mesin sangrai model fluidisasi dengan kapasitas 500 g/batch. Sangrai kopi tipe fluidisasi menggunakan udara panas bertekanan untuk mengaduk dan menyangrai kopi, perpindahan panas dominan secara konveksi, sedangkan silinder berputar dominan konduksi. Kopi yang digunakan adalah Kopi Arabika Java Sindoro Sumbing. Pengujian dilakukan untuk 4 jenis kopi Natural, dry, Honey dan Labu dengan 3 derajat kematangan yang berbeda yaitu Light (200 °C), Medium (220 °C), dan Dark (230 °C). Hasil pengujian proses sangrai menunjukkan kinerja alsin bekerja dengan baik, ditunjukkan dengan konsistensi profil temperatur selama proses sangrai dan produk yang dihasilkannya. Semua Proses roasting dengan derajat kematangan, Light roasting (200 °C) menghasilkan kopi dengan nilai citarasa diatas 80 (kategori specialty). Sebagai pembanding digunakan kopi jenis dry, yang diproses menggunakan rotating cylinder dengan derajat kematangan Light. Hasil pengukuran aktivitas antioksidan tipe fluidisasi menghasilkan 51%, sedang tipe Silinder Berputar 43% atau selisih 8%, sementara hasil uji cita rasa tidak menunjukkan perbedaan yang berarti, nilai total tipe fluidisasi 84.13, dan silinder berputar 84.38. 
PERPINDAHAN MASSA SELAMA PROSES VACUUM IMPREGNATION BUAH PEPAYA DALAM LARUTAN SUKROSA Yulianingsih, Rini; Sugiarto, Yusron; Putranto, Angky Wahyu
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.374 KB)

Abstract

Vacuum Impregnation (VI) adalah teknik untuk memasukkan suatu larutan ke dalam media berpori melalui mekanisme hidrodinamik yang ditimbulkan oleh perubahan tekanan. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mempelajari karakteristik perpindahan massa pada proses VI pada tekanan yang berbeda pada buah pepaya. Buah pepaya yang telah dipotong berbentuk kubus dengan ukuran 60 x 30 x 10 mm, ditempatkan dalam larutan sukrosa 30%, dan di impregnasi pada tekanan 50, 40, dan 30 mBar, serta tekanan atmosfer sebagai kontrol, selama 5, 10, 15, dan 20 menit. Data penelitian menunjukkan bahwa perlakuan VI pada buah pepaya dalam larutan sukrosa, memberikan nilai koefisien perpindahan gula yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan dehidrasi osmosis, yaitu berkisar antara 10.4–37.11/m2h pada VI dan 7.85–15.319/m2h pada dehidrasi osmosis, sedangkan untuk perpindahan massa air nilai koefisien pindah massa berkisar 12.264–15.267/m2 pada dehidrasi osmosis dan 0.612–12.317/m2 pada perlakuan impregnasi 40 dan 50 mBar, sedangkan pada perlakuan tekanan 30 mBar terjadi penambahan kandungan air dengan koefisien pindah massa air -1.732 -9.8/m2.
STUDI EKSPERIMENTAL INKUBATOR TENAGA SURYA TIPE PANEL PELAT DATAR DENGAN EFEK TERMOSIPON Al Riza, Dimas Firmanda; Damayanti, Retno; Izza, Ni'matul
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1612.212 KB)

Abstract

Inkubator telah banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam proses seperti penetasan telur dan proses lain yang memerlukan ruang dengan suhu terkendali umumnya pada sekitar 40 °C. Penggunaan inkubator yang relatif lama memerlukan jumlah energi yang cukup besar. Penggunaan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk inkubator akan memberikan hasil berupa penggunaan energi yang lebih murah dan lebih bersih. Pada penelitian ini telah dilakukan studi mengenai potensi pemanfaatan tenaga surya dengan tipe panel pelat datar untuk inkubator. Prinsip aliran fluida alami dengan efek termosipon digunakan untuk meminimalisir penggunaan energi tambahan seperti pompa. Panel surya dapat bekerja dengan baik pada kondisi cuaca normal dengan temperatur maksimum mencapai lebih dari 60 °C. Efek termosipon dapat terjadi dengan perbedaan temperatur minimum sekitar 10 °C. Perbedaan temperatur maksimum yang diamati dari performansi kerja panel surya yakni 22.7 °C. Rekomendasi untuk sistem kontrol dan menajemen energi diberikan berdasarkan fenomena yang diamati dari hasil eksperimen.
Antioxidant Activity and Toxicity of Seagrass Cymodocea sp. Extracts Permana, Alvika Hayyu Chandra; Husni, Amir; Budhiyanti, Siti Ari
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.522 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui bagian-bagian lamun Cymodocea sp. yang berpotensi sebagai antioksidan dan uji toksisitasnya. Ekstrak daun dan batang Cymodocea sp. dibuat dengan cara maserasi menggunakan tiga macam pelarut, yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan. Pengujian kadar total fenol menggunakan metode Follin-Ciocalteu. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode spektrofotometri menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sedangkan kadar toksisitas dilakukan dengan uji BSLT (Brine Shrimp Lethality Test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Cymodocea sp. mempunyai kandungan total fenol  paling tinggi (26,73 mg GAE/gram ekstrak) dengan aktivitas antioksidan (IC50) sebesar 518,57 ppm. Berdasarkan nilai IC50, sampel tersebut tergolong antioksidan lemah. Hasil uji toksisitas menunjukkan semua sampel Cymodocea sp. bersifat toksik terhadap larva udang Artemia salina Leach. Ekstrak etil asetat daun Cymodocea sp. mempunyai toksisitas terbesar dengan nilai LC50 sebesar 67,14 ppm. Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak Cymodocea sp. mengandung senyawa golongan saponin, steroid, flavanoid, fenol hidrokuinon, dan terpenoid.
Extraction of Phenolic Compounds from Cosmos caudatus Using Pulse Electric Field (PEF) Izza, Ni'matul; Dewi, Shinta Rosalia; Putranto, Angky Wahyu; Yuneri, Dian R; Dachi, Maria Yeniaska S.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenikir (Cosmos caudatus) merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di Indonesia. Selama ini kenikir hanya dimanfaatkan sebagai sayuran atau lalapan, padahal daun kenikir mempunyai kandungan kimia yang mempunyai sifat antioksidan, antibakteri, dan dapat digunakan sebagai obat. Senyawa fenolik merupakan salah satu senyawa dalam daun kenikir yang mempunyai sifat antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang berpotensi untuk melawan oksidan berbahaya yang dapat merusak sel tubuh. Pada penelitian ini dilakukan ekstraksi senyawa fenolik daun kenikir dengan Pulse Electric Field (PEF). Proses ekstraksi dilakukan dengan variasi rasio bahan: pelarut yaitu 1:4, 1:6, dan 1:8. Sedangkan waktu pemaparan PEF yang digunakan adalah 3, 6, 9, 12 detik. Hasil penelitian menunjukkan total fenol dan aktivitas antioksidan tertinggi didapatkan pada ekstraksi dengan rasio bahan:pelarut 1:8 selama 6 detik yaitu 65.27 mg GAE/g fw dan 70.74%.
Analysis of Seed Sweet Corn in Terms of Water Content, Refraction, and Germination Ihwah, Azimmatul; Putra, Haka Marhendra
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.904 KB)

Abstract

Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Salah satu jenis jagung yang menjadi komoditas unggulan adalah jagung manis. PT Bisi International Tbk adalah produsen benih jagung, beras hibrida dan benih sayuran di Indonesia. Pengendalian mutu merupakan bagian dari manajemen mutu yang difokuskan pada pemenuhan persyaratan mutu. Dengan kata lain, pengendalian mutu adalah suatu tahapan dalam prosedur yang dilakukan untuk mengevaluasi suatu aspek teknis pengujian dan/atau kalibrasi. Pengendalian mutu produk akhir dilakukan pada benih hasil proses ayak gravity, work in process (WIP), dan benih siap packing. Pengendalian mutu meliputi uji kadar air, uji refraksi, dan uji daya tumbuh. Standar kadar air maksimal pada benih jagung manis PT BISI International Tbk. adalah 10%. Waktu pelaksanaan pengujian dilakukan mulai tanggal 27 Januari 2016 hingga 4 Februari 2016. Bahan yang digunakan dalam pengujian ini adalah benih jagung manis. Alat yang digunakan untuk pengujian ini adalah untuk uji kadar air: Moisture Tester dan blanko validasi, uji refraksi: pinset, timbangan digital, kertas alas, raw data purity & refraction analysis, uji daya tumbuh: kertas CDplano, plastik, karet gelang, raw data vigor & germination, pensil, dan germinator. Uji kadar air dengan menggunakan alat Moisture Tester. Dari 4 sampel yang digunakan, uji kadar air hanya menggunakan salah satu sampel. Hal ini karena diasumsikan bahwa sampel diambil dari varietas dan job yang sama, sehingga kadar air pada salah satu sampel dapat mewakili kadar air seluruh sampel. Pada pengujian kadar air dilakukan 2 kali ulangan. Uji refraksi atau kemurnian fisik dilakukan dengan metode sortir manual. Uji refraksi dengan sortir manual dilakukan dengan cara menghamparkan benih diatas kertas alas dan diamati secara teliti berdasarkan kriteria refraksi yang sudah ditentukan. Uji vigor dan daya tumbuh dengan metode Uji Kertas Digulung dalam plastik (UKDdp). Uji vigor dan daya tumbuh dilakukan dengan mengecambahkan benih diatas media tumbuh kertas CDplano dengan 4 ulangan pada setiap perlakuan. Dari hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bahwa benih jagung manis yang lolos gravity memiliki kualitas paling baik.
Malondialdehyde (MDA) and Cholesterol in Quail Eggs With Feed Addition Pegagan Flour (Centella asiatika) Nurfianti, Arina; Tribudi, Yuli Arif
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.008 KB)

Abstract

Telur puyuh merupakan jenis telur dengan kadar kolesterol tertinggi kedua setelah telur bebek. Telur puyuh memiliki kadar kolesterol dua kali lebih tinggi (844 mg/dl) dibanding telur ayam (423 mg/dl) namun kandungan gizi yang lebih baik daripada susu sapi segar. Telur puyuh banyak diminati karena terjangkau secara ekonomi dan tampilan yang unik.Antioksidan dari kuning telur dapat dilihat dari kadarMalondialdehida (MDA) atau penanda indikator radikal bebas. Antioksidan dalam telur puyuh dapat mengurangi efek oksidasi kolesterol dalam darah yang berpengaruh pada penyempitan arteri.Ekstrak daun pegagan (Centella asiatika) ditambahkan pada tepung pakan burung puyuh.Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektivitas pakan tambahan tepung pegagan burung puyuh terhadap penurunan nilai MDA dan kolesterol produk telur.Dua ratus burung puyuh (Coturnix coturnix japonica L.) betina terbagi dalam 4 kelompok diberi intervensi pakan dengan tambahan tepung pegagan selama 3 bulan. Berdasarkan analisis ANOVA pada kuning telur puyuh didapatkan bahwa kelompok puyuh yang diberi pakan dan tepung daun pegagan 1.5 % menunjukkan penurunan kadar MDA (1.77± 0.22 µg/mL) dan kolesterol (19.26±1.49mg/dl) dibandingkan kelompok lainnya dengan kadar tepung pegagan yang lebih rendah. Penelitian ini menunjukkan bahwa tepung daun pegagan mampu menurunkan nilai MDA dan kolesterol pada telur puyuh sehingga berimplikasi pada peningkatan kadar antioksidan

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue