cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
PENGARUH HEAT MOISTURE TREATED (HMT) TERHADAP PROFIL GELATINISASI TEPUNG JAGUNG Lestari, Oke Anandika; Kusnandar, Feri; Palupi, Nurheni Sri
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.11 KB)

Abstract

Tepung jagung merupakan salah satu bahan baku yang potensial untuk membuat mi jagung. Hasil pembuatan mi jagung terdahulu menghasilkan mi dengan kehilangan padatan selama pemasakan dan kelengketan yang tinggi, serta elastisitas yang rendah. Salah satu metode yang diketahui dapat memperbaiki kualitas tersebut adalah dengan melakukukan modifikasi pati secara Heat Moisture Treated (HMT). Tujuan dari penelitian ini adalah melihat pengaruh HMT terhadap profil gelatinisasi tepung jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan profil gelatinisasi tepung jagung dari tipe B menjadi tipe C.
KARAKTERISTIK BISKUIT BERBASIS TEPUNG UBI JALAR ORANYE (Ipomoea batatas L.), TEPUNG JAGUNG (Zea mays) FERMENTASI, DAN KONSENTRASI KUNING TELUR Widyastuti, Endrika; Claudia, Ricca; Estiasih, Teti; Ningtyas, Dian Widya
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.02

Abstract

Biskuit merupakan salah satu produk olahan pangan yang memiliki tekstur renyah dimana kebanyakan dibuat dari bahan baku tepung terigu. Salah satu potensi bahan lokal yang dapat digunakan sebagai pengganti tepung terigu adalah ubi jalar oranye dan jagung. Kedua tanaman ini mengandung karbohidrat yang tinggi serta gizi yang cukup baik sebagai bahan baku pembuatan biskuit. Kelemahan jagung sebagai bahan pembuatan biskuit yaitu adanya anti nutrisi berupa asam fitat sehingga perlu dilakukan proses pendahuluan yaitu fermentasi. Bahan tambahan yang digunakan dalam membantu memperbaiki tekstur biskuit adalah kuning telur. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui proporsi pembuatan biskuit mengunakan tepung ubi jalar oranye, jagung fermentasi dan kuning telur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor. Faktor I adalah proporsi tepung ubi jalar : tepung jagung (50:50%, 70:30%, 90:10%) dan faktor II konsentrasi kuning telur (3, 6, dan 9%). Penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode De Garmo. Penambahan konsentrasi kuning telur menunjukkan peningkatan pada kadar air, lemak dan protein. Sedangkan, pada rerata kadar pati dan serat kasar akan menurun seiring dengan meningkatnya konsentrasi kuning telur. Perlakuan terbaik secara fisik kimia diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 70 : 30 dan konsentrasi kuning telur 9%. Sedangkan biskuit perlakuan terbaik dari segi organoleptik diperoleh pada perlakuan proporsi ubi jalar oranye dengan tepung jagung fermentasi 50 : 50 dan konsentrasi kuning telur 3%. Faktor proporsi tepung ubi jalar oranye dan tepung jagung fermentasi serta konsentrasi kuning telur berpengaruh nyata (α = 5%) terhadap kadar protein, air, serat kasar, lemak, daya patah, pati, kecerahan serta kekuningan biskuit.
PENGGANDAAN SKALA MI KERING DARI UBI JALAR (Ipomea batatas L.) Dewi, Ika Atsari; Mulyadi, Arie Febrianto; Ikawati, Nur Qayyum Fitria Ikawati
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (306.866 KB)

Abstract

Produk mi merupakan salah satu jenis olahan pangan yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Jenis produk mi yang mampu bersaing di pasar ialah mi kering. Tingginya peningkatan konsumsi dan kebutuhan mi ini akan seiring meningkatkan volume impor gandum sebagai bahan baku utama. Ubi jalar merupakan salah satu komoditas pangan sumber karbohidrat yang cukup penting di Indonesia. Penelitian tentang mi kering dari ubi jalar telah dilakukan. Skala laboratorium merupakan acuan dasar dari sebuah proses produksi mi kering ubi jalar. Dalam proses pembuatan industri, skala laboratorium tidak cukup untuk memenuhi tingginya kebutuhan konsumen sehingga diperlukan proses penggandaan skala untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mutu fisik dan kimia mi kering ubi jalar skala ganda dibandingkan dengan skala laboratorium dan untuk mengetahui mutu organoleptik mi kering hasil skala ganda dibandingkan dengan mi kering yang beredar di pasaran. Penelitian dibagi dalam dua tahap yaitu perbaikan formulasi skala laboratorium dan penggandaan skala mi kering ubi jalar yang terbaik dari skala laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan pada proses penggandaan skala mi kering ubi jalar hasil yang didapatkan berbeda dengan skala laboratorium. Kualitas organoleptik (rasa, aroma, tekstur dan warna) mi kering ubi jalar pada skala ganda lebih rendah dibandingkan mi kering hasil skala laboratorium. Kualitas fisik mi kering ubi jalar hasil penggandaan skala pada parameter hidrasi mi dan rasio pengembangan lebih rendah, namun daya patah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hasil skala laboratorium. Kualitas kimia mi kering ubi jalar yang dihasilkan masih dibawah standar SNI untuk kadar protein, kadar air, dan kadar abu.
KARAKTERISTIK EKSTRAK KASAR POLISAKARIDA LARUT AIR DARI BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus Murr.) Herlina, -; Lindriati, Triana; Wantoro, Dicki Hardi
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.154 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2015.016.01.03

Abstract

Ekstrak kasar Polisakarida Larut Air (PLA) sering disebut sebagai serat pangan larut air yang bersifat hidrokoloid, aplikasinya untuk produk pangan sebagai pembentuk tekstur, pengental, dan bahan pengikat air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian yang tepat agar didapatkan rendemen yang tinggi dan mengetahui karakteristik fisik, kimia dan fungsional teknis ekstrak kasar PLA biji buah durian untuk lebih mudah pengaplikasiannya pada produk pangan. Variasi perlakuan ekstraksi ekstrak kasar PLA biji buah durian meliputi rasio bahan dan pelarut, suhu ekstraksi, waktu ekstraksi, kecepatan sentrifusi dan rasio penggunaan etanol untuk penggumpalan ekstrak kasar PLA biji buah durian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen optimal untuk mengekstrak ekstrak kasar PLA biji buah durian adalah rasio bahan : pelarut 1:2 (b/v), suhu ekstraksi 50 oC, lama waktu ekstraksi 2 jam, kecepatan sentrifusi 4500 rpm dan rasio bahan:etanol 1:4 (v/v) dengan rendemen 2.3±0.039% (db). Ekstrak kasar PLA yang dihasilkan mempunyai karakteristik kecerahan warna (36.16±1.54o), kadar air (12.22±0.11%, db), kadar protein ( 19.98±2.59%, db), kadar abu (12.01±0.24%,db), kadar lemak (1.30±0.14%, db), karbohidrat (66.71±2.31, db%), kadar gula total (63.84±7.02%, db), kelarutan (47.74±0.25%),  daya emulsi (52.26±3.86 m2/g), stabilitas emulsi 20.21±0.58 menit), daya buih (150.95±1.42%), stabilitas buih selama 2 jam (15.72± 5.45%), Oil Holding Capacity/OHC (425.36±13.77%) dan Water Holding Capacity/WHC (2339.36±76.61%), viskositas ekstrak kasar PLA biji buah durian mengalami kenaikan hingga 30% dengan adanya kenaikan suhu pada kisaran 30–90 °C dan pada pH 9 viskositas ekstrak kasar PLA sebesar 22.25 mp. Dari hasil karakterisasi menunjukkan bahwa ekstrak kasar PLA biji buah durian cocok diaplikasikan sebagai pembentuk tekstur (sosis, bakso, nugget), pengental pada  kecap dan penstabil pada es krim.
EVALUASI NILAI CERNA IN VITRO SEREAL FLAKE BERBASIS UBI JALAR ORANYE TERSUPLEMENTASI KECAMBAH KACANG TUNGGAK Wijayanti, Sudarma Dita; Widyaningsih, Tri Dewanti; Utami, Dzulvina
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.249 KB) | DOI: 10.21776//ub.jtp.2015.016.01.04

Abstract

Ubi jalar merupakan komoditas sumber karbohidrat utama setelah padi, jagung dan ubi kayu. Diversifikasi produk pangan berbasis ubi jalar telah banyak dilakukan salah satunya dalam bentuk flake. Sebagai  salah satu jenis sereal siap saji dari bahan utama tepung yang  praktis, kandungan gizi yang lengkap sangat diperlukan untuk memenuhi asupan gizi konsumen terbesarnya yaitu anak-anak.  Ubi jalar memiliki kadar protein yang rendah, maka dari itu perlu ditambahkan kecambah kacang tunggak yang mampu meningkatkan kadar protein. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh proporsi tepung (tepung ubi jalar terfermentasi : tepung kecambah kacang tunggak) dan lama perkecambahan kacang tunggak daya cerna pati dan protein flake secara in vitro. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang secara faktorial dengan dua faktor, yaitu faktor I : proporsi tepung ubi jalar terfermentasi dan tepung kecambah kacang tunggak dan faktor II : lama perkecambahan kacang tunggak. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Pengamatan dan analisa produk akhir meliputi kadar air, kadar pati, kadar protein, daya cerna pati dan daya cerna protein. Perlakuan terbaik didapatkan pada flake dengan proporsi tepung 60:40 (tepung ubi jalar terfermentasi : tepung kecambah kacang tunggak) serta lama perkecambahan 48 jam dengan kadar air 2.43%, kadar protein 6.95%, kadar pati 25.58%, total kalori 371.41 kkal, daya cerna protein 37.04%, daya cerna pati 18.28%. Data organoleptic menunjukkan bahwa sebagian besar panelis mampu membedakan flake perlakuan terbaik dengan cornflake Nestle dan sebanyak 90% panelis dapat menerima flake perlakuan terbaik dari segi rasa, tekstur dan warna.
ANALISIS PENGAWASAN DAN KOMPETENSI MELALUI KINERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PADA PT. EAST WEST SEED INDONESIA Fitria, Fitria; Utami, Merry Muspita Dyah; Iskandar, Ridwan
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.585 KB)

Abstract

Perusahaan PT. East West Seed Indonesia adalah perusahaan benih sayuran lokal yang memiliki tenaga ahli dalam perkembangan produksi benih dan menciptakan benih–benih sayuran unggul, memiliki mitra, dan karyawan yang siap dan mampu dalam meningkatkan kinerja perusahaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan PT. East West Seed dengan kinerja sebagai variabel antara. Penelitian ini merupakan penelitian penjelasan dengan menggunakan analisis SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan tidak berpengaruh signfikan terhadap kinerja karyawan PT. East West Seed Indonesia dengan nilai CR= 0.870 dan P value= 0.38. Kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. East West Seed Indonesia dengan nilai CR= 7.456 dan P value= 0.000. Pengawasan berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. East West Seed Indonesia dengan nilai CR= 3.30 dan P value= 0.000. Kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. East West Seed Indonesia dengan nilai CR=-0.11 dan P value= 0.91. Kinerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. East West Seed Indonesia dengan nilai CR= 3.06 dan P value= 0.002
SINTESIS TRIGLISERID RANTAI SEDANG MELALUI ESTERIFIKASI ENZIMATIS GLISEROL DAN ASAM LAURAT DARI MINYAK INTI SAWIT Wibowo, Tri Yogo; Handayani, Wiwik; Astuti, Astuti; Setianto, Wahyu B
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.341 KB)

Abstract

Minyak inti sawit (PKO) merupakan minyak yang diolah dari kernel sawit. Minyak ini mengandung asam lemak rantai sedang seperti asam kaprilat, asam kaprat, asam kaproat, dan asam laurat, dimana asam lemak ini dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan bahan kimia yang banyak manfaatnya seperti trigliserid rantai sedang (medium chain triglyceride). Produk MCT telah dimanfaatkan untuk pengobatan penderita HIV, kanker, gangguan jantung, dan gangguan pada pencernaan. Rancangan percobaan Box-Behnken dipakai untuk menguji parameter proses pada produksi medium chain triglyceride (MCT) dari asam laurat melaui proses esterifikasi enzimatis menggunakan katalis enzim Rhizomucor miehei. Parameter esterifikasi yang diuji mencakup rasio mol gliserol dan asam laurat, suhu reaksi dan waktu reaksi. Produk MCT mencapai nilai terbaik pada kondisi operasi rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:6, selama 6 jam, dan pada suhu 60 °C dengan rendemen MCT 48.81% dan konversi asam laurat sebesar 88.19%. Sementara itu, konversi terendah dihasilkan pada kondisi operasi selama 24 jam, pada suhu 55 °C dan rasio mol gliserol dengan asam laurat 1:9 dengan konversi hanya 24%
IDENTIFIKASI SENYAWA ANTIMIKROBA EKSTRAK MIKROALGA LAUT TETRASELMIS CHUII (KAJIAN METODE EKSTRAKSI MASERASI, JENIS PELARUT, DAN WAKTU EKSTRAKSI) Maligan, Jaya Mahar; Widayanti, Vindhya Tri; Zubaidah, Elok
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1162.386 KB)

Abstract

Tetraselmis chuii dikenal sebagai mikroorganisme photoautotroph yang mampu menghasilkan senyawa antimikroba sebagai metabolisme atau senyawa alelopati. Berkenaan dengan metabolit yang berharga, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang ekstraksi dan identifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii menggunakan metode maserasi. Pada penelitian, rancangan acak dikerjakan untuk mengekstrak dan mengidentifikasi senyawa antimikroba oleh T. chuii. Dua faktor dan tiga tingkat yang diperlukan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah jenis pelarut (metanol (L1), kloroform (L2), dan aseton (L3)), kedua adalah waktu ekstraksi (24 (T1), 48 (T2), dan 72 (T3) jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara jenis pelarut dan waktu ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan (P<0.05) pada ekstrak hasil senyawa antimikroba. Hasil tertinggi dan terendah ekstrak senyawa antimikroba yang diperoleh di Runs L3T3 dan L2T1 sekitar, 29.92 dan 2.01%. Hasil menunjukkan bahwa diameter tertinggi zona bening diperoleh di Run L2T3, sekitar 14.30; 16.30; 13.33; 14.33 mm E. coli, S. aureus, C. albicans, dan A. flavus. GC-MS digunakan sebagai alat bantu analisa senyawa antimik-roba T.chuii yang meliputi asam lemak (asam 9-hexadecanoic, asam heksadekanoat (asam palmitat), asam 9-octadecenoic), alcane (Docosane, Tricosane, Eicosane, Nonadecena), cycloalcene (Cyclohexene), senyawa ester (asam heksadekanoat (etil ester), asam 1,2-benzenedicarboxylic), senyawa alkohol (Benzil alkohol), dan di-terpenoide (fitol dan 2,6,10 trimetil). Oleh karena itu, didapatkan hasil bahwa perlakuan terbaik dicapai ketika kloroform digunakan sebagai pelarut dengan waktu ekstraksi 72 jam (L2T3) dan menyebabkan diameter zona bening.
Study of Reducing Total Microbial on Fresh Cow Dairy Pasteurization Using Direct Steam Injection Methode Dewanti, Beauty S. D; Yuwono, Sudarminto Setyo; Widhianingputri, Karunia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.854 KB)

Abstract

Susu segar sangat mudah terkontaminasi oleh berbagai bakteri patogen sehingga tidak tahan lama. Banyaknya jumlah mikroba dalam susu segar pada proses pengolahan menjadikan metode uap panas (Direct Steam Injection) sebagai cara untuk mengolah susu dengan suhu yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh tekanan dan kecepatan laju alir terhadap sifat fisik, kimia dan mikrobiologi susu sapi pasteurisasi. Penelitian ini disusun menggunakan rancangan percobaan jenis Rancangan Acak Kelompok ( RAK ) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama adalah kecepatan laju aliran susu yaitu  1,724 ml/detik dan 0,877 ml/detik.  Faktor kedua adalah tekanan uap panas yaitu 0,75 atm, 1 atm, 1,25 atm.. Data pengamatan yang diperoleh kemudian dianalisa secara statistik menggunakan metode analisa ragam ANOVA (Analysis of Variance), dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) atau DMRT (Duncan Multiple Range Test ) menggunakan selang kepercayaan 5 %.  Pemilihan perlakuan terbaik dilakukan dengan metode De Garmo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada interaksi yang signifikan antara dua faktor suhu produk & stabilitas emulsi. Perlakuan tekanan steam memberikan efek yang signifikan (α = 0,05) pada Total Plate Count (TPC), dan kadar air. Perlakuan terbaik dihasilkan oleh tekanan uap dari 1,25 atm & laju 0.877 ml/detik mengalir. Produk ini ditandai dengan TPC 5,68 log cfu/ml, kadar air 92,75%, viskositas 0,96 cps, emulsi stabilitas 11 jam, tingkat protein 1,8% dan kadar lemak 6,42%.
Analysis of Halal and Safety Assurance Cost in Mie Jogja Pak Karso Restaurant Triagus, Danang; -, Sucipto; Khairunnisa, Syifa
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.235 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titik kritis dan menghitungan biaya kehalalan dan keamanan mie siap saji di restoran Mie Jogja Pak Karso. Analisis ini mengacu pada titik kritis kehalalan dan keamanan serta perhitungan dimodifikasi dari biaya kualitas. Hasil penelitian menunjukkan titik kritis kehalalan terdapat pada bahan baku ayam dan sapi, sedang titik kritis keamanan terdapat pada tahap pencucian dan penanganan bahan. Rerata total biaya kehalalan dan keamanan per bulan Rp. 6.122.279,88 dengan rincian biaya berdasarkan metode PAF yaitu prevention cost sebesar Rp. 5.699.885,56 (93.10%), appraisal cost sebesar Rp. 253.612,27 (4.14%), internal failure cost Rp. 159.282,06 (2.60%), external failure cost Rp. 9,500.00 (0.16%).  Dengan metode process cost diperoleh cost of conformance Rp. 5.953.497,82 (97.24%), dan cost of non – conformance Rp. 168.782,06 (2.76%). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa manajemen restoran Mie Jogja Pak Karso dapat mempertahankan proses yang dijalankan sehingga menghasilkan biaya kegagalan rendah dan berupaya mengurangi biaya pencegahan yang masih tinggi. 

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol 21, No 3 (2020) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue