cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.teknologi.pertanian@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145 Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pertanian
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 14115131     EISSN : 25282794     DOI : -
Jurnal Teknologi Pertanian diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya untuk penyebarluasan hasil penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari dalam dan luar Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Jurnal Teknologi Pertanian terbit tiga kali dalam setahun, memuat tulisan hasil penelitian yang termasuk dalam lingkup disiplin ilmu pengetahuan yang terkait dengan Ilmu-ilmu Teknologi Pertanian guna menunjang pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Arjuna Subject : -
Articles 578 Documents
INOVASI PRODUK CITRUS INFUSED HONEY TEA DENGAN PENAMBAHAN ROSELA (HIBISCUS SABDARIFFA LINN.) (KAJIAN KONSENTRASI ROSELA DAN LAMA INFUSING) Kurniasari, Anastasia Intan; Murtini, Erni Sofia
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.544 KB)

Abstract

ABSTRAKCitrus infused honey tea di Indonesia merupakan produk inovasi dari pengolahan madu yang diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan produk turunan madu lainnya. Rosela ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kenampakan dan memberikan warna merah alami pada produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh serta kombinasi konsentrasi rosela dan lama infusing pada kualitas citrus infused honey tea serta mengetahui karakteristik fisikokimia perlakuan terbaik citrus infused honey tea. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor, yaitu konsentrasi rosela (10%, 15%, dan 20%), serta lama infusing (1 hari dan 7 hari). Perlakuan terbaik ditentukan dengan metode Zeleny. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi rosela, lama infusing, dan interaksinya berpengaruh nyata terhadap parameter organoleptik. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi rosela 15% dan lama infusing 7 hari. Karakteristik perlakuan terbaik pekatan citrus infused honey tea meliputi warna (L* 28.3; a +17.6; b +3.9), TPT 66.27%, viskositas 11.210 cps, kadar air 30.37%, vitamin C 35.66 mg/100 g, total gula 58.30%, aktivitas antioksidan 965.3 ppm, dan pH 2.7. Seduhannya memiliki karakteristik warna (L* 38.9; a +12.9; b +5.6), TPT 14.27%, vitamin C 14.08 mg/100 g, total gula 17.06%, aktivitas antioksidan 3370 ppm, dan pH 2.9 ABSTRACTCitrus infused honey tea in Indonesia is a product of honey processing innovation which is expected to provide greater benefits than existing others derivatived honey products. Roselle added to improve appearance and give the red color products. The purpose of this study is to determine the effect and the combination of concentration of rosela and the period of infusing in producing citrus infused honey tea and to know the physicochemical characteristics of the best treatment of citrus infused honey tea. This study was using Complete Random Design method (RAL) factorial with two factors, namely concentration of roselle (10%, 15%, and 20%), and period of infusing (1 day and 7 days). The best treatment is determined with Zeleny method. The result showed that concentration of roselle, period of infusing, and its interaction influences significantly the organoleptic parametrics. The best treatment was obtained by roselle concentration of 15% and the period of infusing for 7 days. Characteristics of the best treatment of citrus infused honey tea consists of color (L* 28.3; a +17.6; b +3.9), TDS 66.27%, viscosity 11.210 cps, water content 30.37%, vitamin C 35.66 mg/100 g, total sugar 58.30%, antioxidant activity 965.3 ppm, and pH 2.7. The infusion has characteristics of colors (L* 38.9; a +12.9; b +5.6), TDS 14.27%, vitamin C 14.08 mg/100 g, total sugar 17.06%, antioxidant activity 3370 ppm, and pH 2.9
OPTIMASI PROSES PEMANASAN OHMIC TERHADAP PERUBAHAN WARNA DAN TOTAL MIKROBA SARI BUAH MANGROVE (SONNERATIA CASEOLARIS) dewi, erika arisetiana; Sofia, Erni Murtini; Lastriyanto, Anang
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.01.7

Abstract

ABSTRAKMetode pemanasan pada pengolahan sari buah umumnya menggunakan pemanasan konvesional yang menyebabkan perubahan gizi dan sensori. Pemanasan ohmic merupakan alternatif untuk mempertahankan mutu dan meminimalkan kerusakan produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kondisi pemanasan ohmic yang optimal untuk meminimalkan perubahan warna dan menurunkan total mikroba sari buah mangrove. Optimasi dilakukan dengan metode Respons Surface Method (RSM) menggunakan rancangan Central Composite Design (CCD) dengan variabel bebas yaitu suhu dan waktu pemanasan dan respon yang diamati perubahan warna dan total mikroba. Respon perubahan warna mengikuti persamaan model kuadratik Y = +15.10 + 4.30A + 0.95B + 0.75AB + 2.98A2 + 0.96B2 dengan R2 0.9912, dan respon total mikroba Y = +120 – 27.37A – 33.41B + 10AB + 35A2 + 15B2 dengan R2 0.9811. Titik optimum suhu pemanasan 63.15 oC dan waktu pemanasan selama 62.87 detik dengan nilai desirability 0.951, respon perubahan warna 14.62 dan respon total mikroba 1.1 x 102 koloni/ml. Tingkat ketepatan hasil verifikasi respon dengan prediksi optimum adalah 96.25% untuk respon warna, dan 99.16% untuk respon total mikroba. Hasil uji lanjut sari buah mangrove dengan pemanasan ohmic memiliki kandungan vitamin C 27.66 mg/100 ml, L* 71.9 ± 0.50, -a -6.4 ± 4.50, +b 32.8 ± 1.60, ΔE 6.2 ± 7.45, dan total mikroba 1.2 × 102 koloni/ml. Nilai pH 3.00-3.06, viskositas 30-35 Cp, total padatan terlarut 17% Brix, kadar total gula 18.21% dan tidak menunjukkan adanya cemaran bakteri coliform dan E.Coli ABSTRACTHeating method for fruit extract processing generally use conventional heating that cause the change of nutrient and sensory. Ohmic heating become an alternative to maintain quality and minimize failure of food product. The aim of this study is knowing optimal condition of ohmic heating to minimize discoloration and decrease total microbe in mangrove fruit extract. The optimization used Response Surface Method (RSM) with Central Composite Design (CCD), dependent variables consist of temperature and heating time. The color changing response followed quadratic model equation Y = +15.10 + 4.30A + 0.95B + 0.75AB + 2.98A2 + 0.96B2 with R2 0.9912, and total microbe Y = +120 – 27.37A – 33.41B + 10AB + 35A2 + 15B2 with R2 0.9811. The optimum heating temperature is 63.15 oC and heating time 62.87 seconds with desirability value 0.951, discoloration response 14.62 and total microbe response 1.1 x 102 colony/ml. The accuracy level between response verification result and optimum prediction was 96.25% for color response and 99.16% for total microbe response. Result of continued test (Tukey test) for mangrove fruit extract with ohmic heating were vitamin C content 27.66 mg/100 ml, L* 71.9±0.50, -a -6.4 ± 4.50, +b 32.8 ± 1.60, ΔE 6.2 ± 7.45 and total microbe 1.2 × 102 colony/ml. pH value 3.00-3.06, viscosity 30–35 Cp, total solid dissolved 17% Brix, total sugar content 18.21%, and showed there was no coliform and E. coli bacteria 
KARAKTERISTIK SIFAT FISIKO KIMIA UBI KAYU BERBASIS KADAR SIANIDA Ariani, Lina Novi; Estiasih, Teti; Martati, Erryana
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 18, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.767 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtp.2017.018.02.12

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan dua tahap, yaitu tahap karakterisasi sifat fisik dan karakterisasi sifat kimia ubi kayu. Rancangan penelitian yang digunakan pada karakterisasi fisik yaitu metode skoring oleh panelis semi terlatih dengan faktor yang dikaji meliputi ukuran, bentuk, warna kulit ubi, kehalusan tekstur kulit, warna kulit luar, warna kulit dalam, warna daging umbi serta kehalusan tekstur daging umbi. Karakterisasi kimia meliputi analisa proksimat dan HCN bebas. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisa sidik ragam (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT apabila terdapat beda nyata. Hasil penelitian menunjukkan tingkat sianida memberikan pengaruh yang nyata terhadap sifat fisik dan kimia ubi kayu. Karakteristik kimia ubi kayu Darul Hidayah yaitu mengandung kadar air 60.88 ± 0.06% bk, kadar abu 2.13 ± 0.02% bk, kadar protein 3.22 ± 0.05% bk, kadar lemak 1.21 ± 0.08% bk, kadar karbohidrat (by different) 33.69 ± 0.25%, kadar pati 24.49 ± 0.08% bk, kadar serat kasar 2.44 ± 0.10% bk, HCN bebas 39.56 ± 0.18 mg/kg. Ubi kayu Adira 4 mengandung kadar air 74.48 ± 0.20%bk, kadar abu 0.87 ± 0.16%bk, kadar protein 0.53 ± 0.04% bk, kadar lemak 0.185 ± 0.10% bk, kadar karbohidrat (by different) 24.08 ± 0.20%, kadar pati 19.13 ± 0.27% bk, kadar serat kasar 1.18 ± 0.17%bk, HCN bebas 63.46 ± 0.30 mg/kg. Ubi kayu Malang 4 mengandung kadar air 66.78 ± 0.07% bk, kadar abu 0.83 ± 0.09% bk, kadar protein 0.56 ± 0.12% bk, kadar lemak 0.13 ± 0.04% bk, kadar karbohidrat (by different) 31.95 ± 0.05%, kadar pati 22.7 ± 0.28% bk, kadar serat kasar 1.39 ± 0.07% bk, HCN bebas 116.37 ± 0.12 mg/kg ABSTRACTThe objective of this study was to know physicochemical characteristic of cassva from different levelof cyanide.This research was conducted in two stages as follows physic characteristic and chemical characteristic. Research design was used scoring method with 40 panelis with physic factor contain of size, form, skin color, smoothness, and texture. Chemical characteristic analyze use proximate and cyanide analysis. The data analysis using ANOVA and followed by DMRT (α = 0.05) were significant. The results revealed that different cyanide level of cassava had a significant effect (0.05) on physicochemical characteristic. Chemical characteristic of the Darul Hidayah variety was contain moisture content 60.88 ± 0.06% bk, ash content 2.13 ± 0.02% bk, protein content 3.22 ± 0.05%bk, fat content 1.21 ± 0.08% bk, carbohydrate content (by different) 33.69 ± 0.25% bk, starch content 24.49 ± 0.08% bk, crude fiber content 2.44 ± 0.10% bk, cyanide content 39.56 ± 0.18 mg/kg. Adira 4 was contain moisture content 74.48 ± 0.20% bk, ash content 0.87 ± 0.16% bk, protein content 0.53 ± 0.04% bk, fat content 0.185 ± 0.10% bk, carbohydrate content (by different) 24.08 ± 0.20%, starch content 19.13 ± 0.27% bk, crude fiber content 1.18 ± 0.17% bk, cyanide content 63.46±0.30 mg/kg. Malang 4 was contain moisture content 66.78±0.07 %db, ash content 0.83 ± 0.09% bk, protein content 0.56 ± 0.12% bk, fat content 0.13 ± 0.04% bk, carbohydrate content (by different) 31.95 ± 0.05%, starch content 22.7 ± 0.28% bk, crude fiber content 1.39 ± 0.07% bk, and cyanide content 116.37 ± 0.12 mg/kg.
STUDI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN CUKA SALAK DARI BERBAGAI VARIETAS BUAH SALAK (Salacca zalacca) Zubaidah, Elok; Austin, -; Sriherfyna, Feronika Heppy
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.128 KB)

Abstract

Buah salak adalah salah satu buah tropis asli Indonesia yang tersebar di berbagai daerah nusantara dan panen sepanjang tahun. Buah salak memiliki kandungan fenol yang tinggi sebesar 274.56 ± 3.21 mg/100 g. Namun, daya simpan buah salak terbatas sehingga perlu dilakukan alternatif pengolahan menjadi cuka. Cuka adalah produk hasil fermentasi alkohol oleh yeast dan fermentasi asam asetat oleh bakteri asam asetat. Varietas buah salak sangat beragam namun belum diketahui varietas yang menghasilkan cuka dengan aktivitas antioksidan tertinggi. Cuka salak berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi karena kandungan total fenol dan asam-asam organik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu varietas salak (Pondoh, Suwaru, Gula Pasir, Madu, dan Bangkalan) yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Hasil perlakuan terbaik dengan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu cuka salak Suwaru dengan karakteristik total asam sebesar 1.046%, pH 2.94, total gula 0.126%, TPT 3.27 ◦Brix, total fenol 233 mg/L GAE, aktivitas antioksidan 68.113%, dan kadar alkohol 0%.
PENGARUH MOTIVASI, KEPEMIMPINAN, BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA DENGAN KEPUASAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING DI PTPN X JEMBER Widyawatiningrum, Endang; Suryadi, Ujang; Rizal, Rizal
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.817 KB)

Abstract

Sebuah organisasi yang kompetitif memerlukan dukungan dari semua sumber daya yang ada untuk meningkatkan kinerja dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis adanya pengaruh motivasi, kepemimpinan, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember melalui kepuasan kerja. Sebagai objek penelitian ini adalah karyawan tetap dan sementara PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember, dengan sampel 154 karyawan yang menjadi responden. Berdasarkan analisis menggunakan SEM, menunjukkan bahwa motivasi dan budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember sementara kepemimpinan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan di PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember. Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi berpengaruh signifikan. Kepuasan berpengaruh signifikan terhadap kinerja di PTPN X Kebun Ajong Gayasan Jember.
KARAKTERISTIK RHEOLOGI SUSU PADA BERBAGAI PROSES PENGOLAHAN Purwantiningrum, Indria; Nisa, Fithri Choirun; Yuwono, Sudarminto Setyo; Fathuroya, Vivien
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 16, No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.705 KB)

Abstract

Sifat reologi susu sapi berbeda-beda tergantung pada berbagai kondisi proses pengolahannya. Sampel susu sapi diperoleh dari petani di desa Jabung. Pengukuran rheologi dilakukan untuk sampel susu segar, yang telah di pasteurisasi pada suhu 72 oC selama 10 menit, dan kondisi sterilisasi (UHT) pada suhu 95 oC selama 3 menit. pengukuran rheologi susu juga di-lakukan untuk susu pasteurisasi dan sterilisasi pada berbagai merek komersial. pengukuran rheologi yang dilakukan antara lain nilai viskositas, protein, dan lemak. Hasil analisa kedua sampel, yaitu susu segar dan susu merek komersial dibandingkan untuk mendapatkan informasi untuk meningkatkan kualitas susu lokal. Data yang dihasilkan dari pengukuran sampel dianalisa dengan menggunakan uji-t. Hasil uji-t menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (P<0.01) pada nilai viskositas, protein, dan kandungan lemak susu lokal dari desa Jabung dengan kondisi pengolahan yang berbeda dan sampel susu pada merek komersial. Viskositas rata-rata susu segar dengan perlakuan pasteurisasi dan sterilisasi UHT adalah 2.33 cp, 3.21 cp, dan 3.4 cp. Kandungan protein rata-rata susu segar pada perlakuan pasteurisasi dan UHT adalah 3.2%, 3.18% dan 2.98%, sedangkan kandungan lemak 3.05%, 3.3% dan 3.34%.
Reaction Optimization Study on Extraction of Crude Glucosamine Siwalan Fruit Seeds (Borassus flabellifer L.) Rahmah, Nur Lailatul; Dewi, Ika Atsari; Dewanti, Beauty S. Diah; Perdani, Claudia Gadizza; Prayudi, Danang Triagus; Ihwah, Azzimatul; Rohmah, Wendra G.
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.107 KB)

Abstract

Glukosamin (C6H13NO5) atau (3R,4R,5S)-3-Amino-6-(hidroksimetil) oksana-2.4.5-triol atau 2-Amino-2-deoksiglukosa merupakan gula amino dan prekursor penting dalam sintesis biokimia. Glukosamin dapat berfungsi sebagai obat osteoarthritis dan rematik. Glukosamin terkandung dalam biji buah siwalan (Borassus flabellifer L.) yang banyak tersebar di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah bagian timur, Madura, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi. Penelitian ini menggunakan Metode Respon Permukaan yaitu Rancangan Komposit Terpusat (Central Composit Design) dengan menggunakan dua faktor yaitu konsentrasi NH4Cl dan lama perendaman.  Digunakan NH4Cl 2 M sebagai batas bawah dan 4 M sebagai batas atas, sedangkan waktu ekstraksi selama 6 jam sebagai batas bawah dan 24 jam sebagai batas atas. Kedua faktor tersebut menghasilkan sebanyak 13 perlakuan. Respon dari penelitian ini  adalah kadar, pH dan  rendemen glukosamin. Model hubungan pengaruh antara konsentrasi NH4Cl dan lama waktu perendaman terhadap kadar dan rendemen glukosamin siwalan adalah model linier, sehingga tidak bisa ditentukan solusi optimum untuk masing-masing faktor. Namun yang ditemukan adalah respon terbesar yang terdapat pada konsentrasi NH4Cl 4 M dan lama perendaman 24 jam dengan kadar glukosamin 858,772 ppm, pH glukosamin 4,383 dan rendemen glukosamin  0,285%. Ekstrak glukosamin hasil respon terbesar ini memiliki ciri fisik larut dalam air, sedikit larut dalam methanol, dan berwarna coklat.
Formulation of Moringa leaves and by-product of green grass jelly as Composite Flours in Noodle Making Priyanto, Anugerah Dany; Nisa, Fithri Choirun
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.926 KB)

Abstract

Daun kelor mengandung tinggi protein dan ampas daun cincau hijau merupakan sumber pektin yang penggunaannya belum maksimal. Diversifikasi produk merupakan hal yang penting dalam mendukung ketahanan pangan dan salah satunya yaitu terigu yang menjadi bahan utama dari mie instan. Substitusi parsial menjadikan kualitas mie instan menurun akibat kerkurangnya kadar gluten. Untuk itu, perlu ditambahkan hidrokoloid dimana pektin yang terdapat pada daun cincau. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui proporsi tepung terigu : tepung daun kelor dan penambahan tepung ampas daun cincau hijau yang memiliki respon terbaik terhadap karakteristik kimia, fisik, dan organoleptik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah proporsi tepung terigu : tepung daun kelor terdiri dari 3 level (90 : 10, 85 : 15, 80 : 20) dan faktor kedua adalah penambahan tepung ampas daun cincau hijau yang terdiri dai 2 level (10%, 20%). Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dilanjutkan menggunakan BNT α = 5%. Pemilihan perlakuan terbaik dihitung dengan metode indeks efektivitas. Perlakuan terbaik didapatkan pada proporsi tepung terigu : tepung daun kelor 90 : 10 dengan penambahan tepung ampas daun cincau hijau 10%.
Low Frequency Ultrasound to Reduce Malathion Pesticides Residues in Water (Effect of Amplitudo) ST., MT, Vivien Fathuroya,; Hanik, Sella Umy
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.964 KB)

Abstract

Penelitian mengenai aplikasi ultrasonik frekuensi rendah untuk menurunkan residu pestisida malathion dalam air dengan kajian amplitudo masih dalam tahap pengerjaan. akuabides yang telah ditambahkan pestisida malathion komersil sebanyak 500 ppm diberi perlakuan ultrasonik frekuensi 20 kHz selama 15 menit dengan variasi amplitudo 20, 60, 100%. Sampel yang telah diberi perlakuan ultrasonik, diidentifikasi by produk yang dihasilkan dengan kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS). Perlakuan terbaik akan diuji dengan FTIR untuk mengetahui ikatan yang terputus dalam senyawa setelah diberi perlakuan ultrasonik. Pengambilan sampel air baku didaerah Punten, Batu, Malang telah dilakukan dari 3 titik sumber air. Sampel air baku tersebut kemudian dilakukan pengujian kadar residu pestisida dengan GC-MS. Progress selanjutnya yang akan dilakukan yaitu simulasi pembuatan sampel air dengan penambahan pestisida 500 ppm kemudian diberi perlakuan ultrasonik, identifikasi penurunan kadar residu pestisida malathion dan by produk yang dihasilkan setelah perlakuan ultrasonik dan analisa hasil yang didapatkan.
The Effects of Corn Tempeh Fermentation on Protein and Carotenoid Levels Anandika, Oke; Mayasari, Eva
Jurnal Teknologi Pertanian Vol 17, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.932 KB)

Abstract

Tempe merupakan makan khas dari Indonesia yang berbahan dasar kedelai. Upaya pengayaan bahan baku tempe untuk meningkatkan penggunaan bahan baku lokal, maka dalam penelitian ini dilakukan pembuatan tempe dari jagung. Penelitian ini juga melihat pengaruh pengolahan jagung hingga menjadi tempe jagung terhadap kandungan protein dan karotenoid tempe jagung yang dihasilkan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan one-way Anova dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fermentasi menurunkan kandungan protein 3,85% dan karotenoid 40.95%. Pemenuhan standar kadar protein pada tempe jagung dapat tercapai dengan substitusi 20% jagung dan 80% kedelai.

Filter by Year

2000 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 3 (2025) Vol. 26 No. 2 (2025) Vol. 26 No. 1 (2025) Vol. 25 No. 3 (2024) Vol. 25 No. 2 (2024) Vol. 25 No. 1 (2024) Vol. 24 No. 3 (2023) Vol. 24 No. 2 (2023) Vol. 24 No. 1 (2023) Vol. 23 No. 3 (2022) Vol. 23 No. 2 (2022) Vol. 23 No. 1 (2022) 6th International Conference on Green Agro-industry and Bioeconomy (ICGAB) July 2022 - Special Issue Vol. 22 No. 3 (2021) Vol 22, No 2 (2021) Vol 22, No 1 (2021) Vol. 22 No. 1 (2021) Vol. 21 No. 3 (2020) Vol 21, No 3 (2020) Vol 21, No 2 (2020) Vol 21, No 1 (2020) Vol 20, No 3 (2019) Vol 20, No 2 (2019) Vol 20, No 1 (2019) Vol 19, No 3 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 2 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 19, No 1 (2018) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 3 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 2 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 18, No 1 (2017) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 3 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 2 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 17, No 1 (2016) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 3 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 2 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 16, No 1 (2015) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 3 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 2 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 15, No 1 (2014) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 3 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 2 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 14, No 1 (2013) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 3 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 2 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 13, No 1 (2012) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 3 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 2 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 12, No 1 (2011) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 3 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 2 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 11, No 1 (2010) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 3 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 2 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 10, No 1 (2009) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 3 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 2 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 9, No 1 (2008) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 3 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 2 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 8, No 1 (2007) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 3 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 2 (2006) Vol 7, No 1 (2006) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 3 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 2 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 6, No 1 (2005) Vol 5, No 3 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 2 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 5, No 1 (2004) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 3 (2003) Vol 4, No 2 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 4, No 1 (2003) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 2 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 3, No 1 (2002) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 3 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 2 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 2, No 1 (2001) Vol 1, No 3 (2000) Vol 1, No 3 (2000) More Issue