cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 206 Documents
Preferensi Pemilihan Perumahan Di Pinggiran Kota Surakarta Berdasarkan Motivasi Pembelian Rumah Nugroho, Sigit; Djunaedi, Achmad; Iskandar, Doddy Aditya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.01.2

Abstract

Rapid population growth in Surakarta requires the need for land for housing. Due to limited land available, the fulfillment of housing needs spread to the suburbs around the city of Surakarta. In choosing a home, whether it be consumption or investment, the convenience of individuals or households will have different preferences depending on the characteristics. The purpose of this study is to determine the preferences of housing selection based on the motivation of home purchase and to know the relationship of household characteristics with motivation of home purchase. The method used is quantitative descriptive method with percentage tendency and mean analysis to know housing selection preferences and cross tabulation analysis and Chi-Square test to know the relation between household characteristics and motivation of home purchase. The result of the analysis of housing preferences is, in households that buy houses for consumption, the main preference in housing selection is: 1) the physical condition of the environment (2.84); 2) home financing (2.76); and 3) location and accessibility (2.76). While in households that have motivations for investment, the main preference in housing selection is: 1) the physical condition of the house (2.83); 2) location and accessibility (2.80); and 3) the physical condition of the environment (2.78). Characteristics of households that influence the motivation of home purchase is the level of education (sig. 0.000); households income level (sig 0.001) and housing type (sig 0.006. With the knowledge of housing selection preference based on purchasing motivation, it is hoped that it can be used as input in making policy for the government in housing development especially in fulfilling the needs of housing for the right target, especially for low income people who mostly still have difficulty access to own housing.Keywords: selection of housing, motivation of home purchase, sub-urban area
Pelestarian Pola Permukiman di Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara Fitriya, Adhiya Harisanti; Antariksa, Antariksa; Sari, Nindya
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 1 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Adat Bayan merupakan salah satu desa tradisional di Pulau Lombok yang masih menjalankan dan menjaga adat istiadat kehidupan asli Suku Sasak-Bayan. Pola permukiman mengelompok di Desa Adat Bayan terbentuk oleh kondisi alam yang berbukit-bukit dan berdasarkan sistem kekerabatan yang kuat dalam kehidupan masyarakatnya. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi karakteristik pola permukiman di Desa Adat Bayan dan mengidentifikasi permasalahan pelestarian pola permukiman. Metode yang digunakan adalah deskriptif-eksploratif. Hasil studi, diketahui bahwa pola permukiman di Desa Adat Bayan terdapat pembagian wilayah berdasarkan stratifikasi sosial kemasyarakatannya. Adanya awig-awig adat Bayan yang mengatur pembentukan pola perumahan sebagai bagian dari pola permukiman di Desa Adat Bayan. Selain itu, pola ini juga terbentuk berdasarkan kegiatan adat yang masih dilaksanakan masyarakat Desa Adat Bayan.Kata kunci: Pola permukiman, Sasak-Bayan, Pelestarian
Potensi Reduksi Sampah Melalui Pengelolaan Sampah Perkotaan Di Tps Kecamatan Mataram Rahmaniah, Rasyidatur; Meidiana, Christia; Dwi Ari, Ismu Rini
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing of service in waste management without any effort in reducing the waste can cause the increasing volume of waste. Thus, we need waste processing activity close to waste source, such as in transfer point. The use of high-effectively tools and infrastructures are able to increase the performance of waste processing. There is increase of waste management performance which needs to be balance with economic-valued waste management activity. This research aims to recognize the right recommendation for waste management at transfer point in Subdistrict of Mataram related to its potential waste reduction by identify operational performance, factors effecting the waste processing, and knowing of potential of waste reduction in transfer point in Subdistrict of Mataram. The research methodology used are analysis of operational performance in waste processing, analysis of binary logistic regression, dan analysis of mass balance. Result shows of 18 transfer points are 6 transfer point classified to have appropriate performance and 12 transfer point classifeid to have not appropriate performance. Factors effecting the waste processing in Subdistrict of Mataram are waste colecting tools, frequency of waste collecting, waste collecting pattern, frequency of waste transfer, waste transportation tools, frequency of waste transport, and waste transport pattern. If waste processing activity, potential of waste reduction are 5%. There is potential of waste reduction which can reduce amount of waste tramsfered to TPA.Keywords: Transfer point, Municipal Solid Waste Management,Waste Reduction.
Manfaat Aplikasi Biogas Di Desa Argosari Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Nuriska, Siti; Meidiana, Christia; Sari, Kartika Eka
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah dari kotoran sapi dalam jumlah besar dapat dimanfaatkan sebagai biogas dan menjadi sumber pemenuhan energi terbarukan. Proses ini merupakan peluang besar untuk memanfaatkan energi alternatif sehingga akan mengurangi dampak penggunaan energi fosil yang tidak dapat diperbaharui. Desa argosari didominasi oleh peternak dengan jumlah ternak sapi sebanyak 1510 ekor dan merupakan desa arahan pemanfaatan biogas oleh pemerintah Kabupaten Malang. Menurut hasil survei primer 201, pemanfaatan eksisiting biogas berkisar 57% dari keseluruhan KK peternak di Desa Argosari. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi manfaat ekonomi lingkungan dan sosial terhadap peternak dalam pemanfaatan biogas. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis manfaat biaya dan analisis location quotient, metode perhitungan emisi, analisis manfaat sosial. Analisis manfaat biaya menunjukkan seluruh jenis biodigester berdasarkan besaran volumenya memberikan keuntungan secara signifikan dan terdapat sektor unggulan yang berpotensi diolah melalui industri rumah tangga dengan pemanfaatan biogas. Terjadi pengurangan emisi Gas Metan dan Gas nitrooksida setelah adanya pemanfaatan biogas. Manfaat sosial terbesar menurut persepsi masyarakat adalah peningkatan minat dalam pemanfaatan biogas.Kata Kunci : Biogas, Limbah Kotoran, Analisis Manfaat Biaya.
IDENTIFIKASI OBJEK WAYFINDING BERDASARKAN PENDAPAT PENGGUNA DI KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA Firjatullah, Hafiz; Kurniawan, Eddi Basuki; Purnamasari, Wulan Dwi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayfinding merupakan suatu kegiatan yang berhubungan dengan orientasi dan pergerakan dari suatu tempat asal menuju ke tempat tujuan. Manfaat wayfinding dalam kawasan pendidikan, yaitu sebagai sarana yang membantu mengarahkan seseorang ke tempat tujuan sehingga dapat mengurangi ketersesatan dan membantu pengguna dalam mengingat ruang dan jalan melalui peran objek wayfinding. Sejumlah 48% mahasiswa baru Universitas Brawijaya tahun 2015 menyatakan bahwa pernah tersesat saat memasuki kampus. Hal ini menunjukkan perlu adanya konsep wayfinding kepada seseorang yang masih asing dengan wilayah sekitar, seperti mahasiswa baru. Penelitian ini bertujuan untuk mencari objek-objek yang berpotensi dari pendapat responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni analisis mental map sebagai penentuan hirarki objek wayfinding berdasarkan pengguna. Hasil dari analisis menunjukkan terdapat hirarki objek wayfinding berupa elemen pada environmental information dalam proses wayfinding di kampus Universitas Brawijaya.
Manajemen Lalu Lintas untuk Mengatasi Masalah Tundaan pada Ruas Jl. Ranugrati Kota Malang Baskoro, Pratomo Yoga; Wicaksono, Achmad; Kurniawan, Eddi Basuki
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 2, No 2 (2010)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan transportasi akan terus meningkat seiring dengan berkembangnya daerah perkotaan. Jika kebutuhan sarana transportasi tidak diimbangi dengan prasarana transportasi (jaringan jalan) maka timbul masalah transportasi. Kondisi ini terjadi pada ruas Jl. Ranugrati Kota Malang, dimana jumlah volume kendaraan tidak seimbang dengan kapasitas jalan dan persimpangan terpengaruhnya, sehingga timbul tundaan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kinerja Jl. Ranugrati beserta tiga persimpangan terpengaruh, yaitu persimpangan tidak bersinyal SKI, Gapura Perumahan Sawojajar, dan persimpangan bersinyal Ranugrati_Raya Sawojajar, selain itu juga mengidentifikasi faktor-faktor penyebab tundaan serta penyelesaian masalah melalui skenario manajemen lalu lintas. Kinerja Jl. Ranugrati pada hari kerja adalah E-F dengan nilai DS di atas 0,85, sedangkan pada hari libur, kinerja adalah C-D dengan nilai DS 0,45 sampai dengan 0,84.Untuk persimpangan SKI, kinerja pada hari kerja adalah F, dengan nilai kapasitas sisa di bawah nol (minus), persimpangan Gapura Perumahan Sawojajar paling buruk terjadi pada peak pagi hari kerja dengan kapasitas sisa 2,87. Sedangkan persimpangan Ranugrati_Raya Sawojajar paling buruk terjadi pada hari kerja di semuapeak yaitu ITP F, dengan nilai tundaan per kendaraan lebih dari 60 detik. Faktor-faktor penyebab tundaan dipengaruhi oleh perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas ruas jalan yang tidak sesuai sehingga kecepatan kendaraan dibatasi bahkan berhenti, kemudian terjadi penumpukan kendaraan, dan terjadi tundaan. Selain itu aktivitas hambatan samping juga mempengaruhi tundaan, antara lain parkir on street, kendaraan keluar masuk guna lahan dan gang-gang di sepanjang ruas Jl. Ranugrati. Dari permasalahan di atas,penyelesaian masalah melalui manajemen lalu lintas dengan menerapkan skenario-skenario, yaitu pelebaran ruas jalan dan pendekat jalan, penertiban parkir on street, dan sistem satu arah (pengalihan arus) pada ruas Jl.Ranugrati. Skenario yang paling optimal adalah dengan pemberlakuan sistem satu arah dari timur menuju barat pada pukul 06.00-12.00 dan sebaliknya pemberlakuan sistem satu arah dari barat menuju timur pada pukul12.00-20.00 , karena penurunan nilai DS rata-rata mencapai lebih dari 30%% sehingga merubah kinerja ruasjalan dari E menjadi level B dan C.Kata kunci :Tingkat pelayanan jalan, Persimpangan tidak bersinyal persimpangan bersinyal, Faktor penyebab tundaan, Skenario penyelesaian masalah
Pola Permukiman Desa Petungsewu Kecamatan Dau, Kabupaten Malang S, Endratno Budi; Antariksa, Antariksa; Surjono, Surjono
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The settlement order is affected by non-physical aspects of the residents, one of which is the culture and beliefs. This condition occurs also in the Java community, which has unique characteristics, which is referred to as community aboge (Alief-Rebo-wage). Embodiment neighborhoods in Javanese culture is divided into components longkangan, palungguhan, panepen and panggonan, while community characteristics that affect the space between the other side of the trust, social ties, personal expression and meaning.Using a descriptivequalitative analysis tools, mental mapping and behavior mapping approach, it can eventually be known to the unique characteristics of its people, and of course the settlement pattern is formed. The purpose of this paper is to formulate the settlement patterns formed in the village Petungsewu, which is associated with the unique aspects of the characteristics of the population and community beliefs. Based on existing studies found that at least the character of the existing society is divided into three communities, namely kejawen aboge, community of santri, and ordinary kejawen, which is spreading on the West side, Central, and East Village. Special characteristics of the community kejawen aboge main puller factor of this study is the use of a calendar that affect the use of time, and in turn also affects the fabric of space. Each community has a specification of the characteristics, the one that belongs to the kejawen (regular or aboge) is of the belief in pedhanyangan space, and also the conception sedulur / keblat papat lima pancer, as well as the principles of neighberhood harmonization, namely moncopat. Settlement pattern which is formed from the merger of clusters and linear patterns, formed by the linkage between the various components of the type of longkangan space, palungguhan, panepen and panggonan in a variety of scales, linear orientation toward the west-to-Srandil Panderman Mountain and the direction of Qiblah, and also the hierarchy existing space to put the home space aboge figures, pedhanyangan space, and fields loom as the most important space-forming pattern of the village space.Keywords : Settlement Patterns, aboge Javanese community, Petungsewu Village
Pengaruh Sosial Ekonomi Penumpang Terhadap Pemilihan Moda Penyeberangan Untuk Perjalanan Kerja (Studi Kasus: Penyeberangan Ternate-Sofifi) Margono, Eko; Wicaksono, Achmad; Abusini, Sobri
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan ibu kota sementara dari Ternate ke Sofifi telah menyebabkan tingginya permintaan jasa transportasi penyeberangan dua pulau tersebut. Sehingga tentunya akan menambah jadwal operasi penyeberangan. Hal ini disebabkan karena kondisi sarana dan prasarana yang tidak berubah yang akan berpengaruh pada pelayanan kepada masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat. Faktor keamanan, kenyamanan dan keselamatan merupakan indikator utama dalam pemilihan transportasi penyeberangan yang dilatarbelakangi oleh tingkat sosial ekonomi masyarakat Oleh karena itu diperlukan analisis mengenai status sosial ekomoni terhadap pemilihan transportasi penyeberangan Ternate – Sofifi. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifiksi karakteristik penggunaan moda, menganalisa pengaruh faktor status sosial ekonomi, mengidentifikasi dan menyusun arahan perbaikan pelayanan transportasi penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry dengan tujuan Ternate-Sofifi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Stated Preference dengan logit binomial dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik pengguna angkutan penyeberangan Speed Boat dan Kapal Ferry yaitu: Tujuan Perjalanan sebagian besar adalah perjalanan dinas untuk Speed boat dan urusan keluarga untuk pengguna Kapal Ferry. Dari segi penghasilan kedua pengguna moda ini berpenghasilan Rp. 1.000.000 – 3.000.000 dan alasan memilih angkutan penyeberangan Speed Boat adalah waktu tempuh sebesar 45% dan biaya yang relatif murah untuk Kapal ferry sebesar 68%. Didapat persamaan model pemilihan moda yaitu: Y= -9.145 – 0.00008105X dengan atribut X 1 =ΔCost, X 2 =ΔTime, X 3 Jurnal Tata Kota dan Daerah Volume 7, Nomor 1, Juli 2015 23 1 – 0.031X =ΔHeadway. Hasil pengukuran presentase pengaruh semua atribut (R ) diperoleh 43.1%. Hasil penggambaran pada diagram analisis SWOT, posisi pada kuadran III (negatif, positif), artinya posisi ini menandakan bahwa perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi di lain pihak perusahaan menghadapi bebeapa kendala atau kelemahan internal. Untuk itu diperlukan perbaikan, penataan dan perhatian lebih sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan efisien dengan mempertimbangkan potensi wilayah misalnya penambahan jumlah armada, peningkatan sumber daya manusia pengelola transportasi dan mengatur ulang jadwal keberangkatan.Kata Kunci : Kapal Ferry, pemilihan moda, speed boat, staded preference, SWOT, rute Ternate-Sofifi
Karakteristik Moda Angkutan Umum Berbasis Online Di Jakarta Selatan Mustaqima, Zahra Zakiyya; Agustin, Imma Widyawati; Utomo, Dadang Meru
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2018.010.02.5

Abstract

South Jakarta as the center of residential and economic activities in Jakarta, experienced population growth every year. The increasing population of Jakarta Selatan resulted in an increase in various needs, such as the need for mobilization. The need for mobilization is supported by the transportation in South Jakarta in the form of private vehicles and public transportations. Along with the technology development, the information technology began to be applied in public transport as a solution to the problem of congestion and the problem of conventional public transport. The main purpose of this research is to determine the characteristics and differences of online-based public transportation is South Jakarta. This research use descriptive analysis. Based on the results of descriptive analysis, the differences of online-based transportaion depend on the service provider company. Differences from every online-based public transportation companies are origin country and service coverage, type of vehicle used, service facilities, payment method, point and reward features, peak hours, motorcycles and cars fare, as well as additional fees of cancellation.Keywords: Online based public transportation, South Jakarta
PENYELENGGARAAN PENANGGULANGAN BENCANA DI DESA KEMBANG KECAMATAN PACITAN KABUPATEN PACITAN Rinawati, R.; Sukmawati, Annisa Mu'awanah
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2020.012.01.2

Abstract

Desa Kembang adalah salah satu desa di Kabupaten Pacitan yang rentan mengalami bencana banjir. Desa Kembang telah ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) sejak tahun 2012. Meskipun dana tanggap darurat, dana untuk Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk program Destana Desa Kembang sudah tersedia, dan penyelenggaraan pendanaan sudah dilakukan dengan baik, namun masih terdapat indikator-indikator pada penyelenggaraan penanggulangan bencana yang belum efektif. Artikel ini bertujuan untuk menilai penyelenggaraan penanggulangan bencana program Destana di Desa Kembang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan Skala Likert dan skoring. Indikator yang digunakan, meliputi peta dan kajian risiko, peta dan jalur evakuasi serta tempat pengungsian, sistem peringatan dini, pelaksanaan mitigasi struktural, pola ketahahan ekonomi masyarakat, perlindungan kesehatan pada kelompok rentan, pengelolaan sumber daya manusia untuk PRB, dan pengelolaan aset produktif masyarakat. Sumber data diperoleh dengan metode pengumpulan data primer melalui kuesioner, observasi, dan wawancara, serta metode pengumpulan data sekunder melalui telaah dokumen. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel 100 responden, meliputi pemerintah desa, tim siaga dan tanggap bencana (TSB), Karang Taruna, serta masyarakat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana Desa Kembang melalui program Destana sudah efektif karena delapan indikator yang digunakan berada pada daerah respon efektif. Indikator yang paling efektif adalah ketersediaan peta dan jalur evakuasi, serta tempat pengungsian (74%). Sedangkan indikator yang paling tidak efektif adalah perlindungan aset produktif utama masyarakat (63%). Maka dapat disimpulkan bahwa, dari segi perencanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana telah dipersiapkan dengan baik dengan membuat dokumen kajian risiko bencana dan tempat serta jalur evakuasi bencana. Namun, jika dilihat dari aspek ketahanan ekonomi atau terkait produktivitas masyarakat masih belum optimal. Padahal, aspek ekonomi adalah salah satu aspek yang paling terdampak bencana dan perlu diantisipasi langkah tindak lanjutnya. Diperlukan upaya dari pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam mencari alternatif ekonomi untuk ketahanan ekonomi masyarakat.

Page 9 of 21 | Total Record : 206