cover
Contact Name
Surjono
Contact Email
surjono@ub.ac.id
Phone
+62817381534
Journal Mail Official
tatakota@ub.ac.id
Editorial Address
Jurusan Perencanaan WIlayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Brawijaya Jalan MT. Haryono No. 167 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tata Kota dan Daerah
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2338168X     EISSN : 26865742     DOI : 10.21776/ub.takoda
Jurnal Tata Kota dan Daerah (TAKODA) is an Indonesian journal, peer-reviewed publication of original research and review article covering new concepts, theories, methods, and techniques related to urban and regional planning. The journal will cover, but is not limited to, the following topics: Urban planning and design Environment and settlement Regional planning and development Rural studies Disaster management Transportation planning
Articles 216 Documents
PENGEMBANGAN WISATA BERKELANJUTAN TERHADAP PULAU LUSI DI KABUPATEN SIDOARJO Wulandari, Mega; Hasyim, Abdul Wahid; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.5

Abstract

Pulau Lusi merupakan pulau buatan terbentuk sebagai solusi dari penanganan endapan sedimen muara Sungai Porong oleh semburan lumpur panas yang kemudian menjadi objek wisata pada 2015. Namun pengelolaan dan pengembangan Pulau Lusi sebagai daya tarik wisata jangka panjang belum tersedia. Potensi dan keunikan Pulau Lusi apabila dikelola dengan baik dapat memiliki peran signifikan dalam pembangunan situs wisata berkelanjutan yang menekankan pada terciptanya pengelolaan berkelanjutan terhadap ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat terdampak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas strategi dalam upaya mengembangkan situs wisata berkelanjutan pada Pulau Lusi menggunakan analisis AHP dengan memperhatikan empat kriteria yaitu: (1) Daya Tarik Wisata, (2) Lingkungan, (3) Aksesibilitas, (4) Fisik; dengan 18 alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan kriteria persentase tertinggi yaitu aspek lingkungan (41,31%). Hal tersebut dikarenakan lingkungan merupakan aspek primer pada situs wisata, yaitu pengunjung cenderung lebih tertarik pada destinasi yang menawarkan lingkungan bersih dan indah. Persentase tertinggi untuk alternatif strategi adalah penambahan dan perbaikan transportasi air menuju Pulau Lusi (14,72%). Pulau Lusi tidak memiliki akses langsung ke daratan utama sehingga penambahan dan perbaikan transportasi air menjadi alternatif tertinggi pada penelitian ini.
PATHWAYS TO NET ZERO: CASE STUDIES FROM THAILAND ON THE ROLE OF SMART TECHNOLOGIES IN URBAN PLANNING Rana, Shreema; Pokharel , Rojina
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.8

Abstract

This paper explores the pivotal role of smart technologies in advancing net zero emissions within urban environments. With cities as major contributors to global carbon emissions, incorporating smart technologies into urban sustainability emerges as a critical strategy. This study employs a qualitative literature review to investigate how smart technologies contribute to net zero emissions in urban planning, focusing on smart infrastructure, environmental monitoring, and traffic management, with case studies carried out in emerging smart cities in Southeast Asia, namely Bangkok, Chiang Mai, and Phuket, illustrating practical applications. The study acknowledges potential biases, including regional focus and publication bias, that may impact the generalizability of the findings. The findings demonstrate that smart infrastructure significantly lowers energy consumption. Environmental monitoring provides actionable insights into air quality and pollutant levels, enabling targeted interventions, while intelligent traffic management systems reduce congestion and optimize transportation networks, significantly lowering vehicular emissions. The results underscore the effectiveness of these smart technologies in achieving net zero emissions, highlighting their potential to reshape urban landscapes into sustainable, low-carbon environments. The paper concludes by addressing the broader implications for urban planning and policy-making while promoting integrated approaches that align with net zero goals, offering a strategic roadmap for cities to implement smart technologies in their sustainability efforts.
REVITALIZING ABANDONED INFRASTRUCTURE: A COMPREHENSIVE FRAMEWORK FOR THE TRANSFORMATION OF ABANDONED BUILDINGS IN URBAN AREAS Moh Suma Firman Romadhoni; Veronica C Amanda; Fido A Yanuar; Muhammad Farrel; Muh Rifki N Aprialdi
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.7

Abstract

The phenomenon of abandoned buildings in urban areas creates significant aesthetic, economic and social challenges for the surrounding neighbourhood. The adaptive reuse strategy is emerging as an innovative solution that focuses on the reutilization of disused buildings through functional transformation for new purposes. This concept not only provides economic benefits through construction cost savings and increased property values, but also supports environmental sustainability by reducing material waste and preserving the historical value of architecture. This research emphasizes the importance of multi-stakeholder collaboration, policy integration, and the application of appropriate technology and design in the implementation of adaptive reuse by using the Systematic Literature Review (SLR) method to collect, identify and critically analyze, and present a literature review of studies relevant to a particular research question or discussion. By adopting such an approach, abandoned buildings can be transformed into productive assets that contribute to urban revitalization, provision of affordable housing, and improvement of the quality of living environment in modern cities.
IDENTIFIKASI UNSUR PESTLE DALAM PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA RESILIEN DI KAMPUNG WARNA-WARNI KOTA MALANG Desderius, Kevie; Prana Iswara , Aditya; Hargono, Arief
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.1

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi unsur-unsur PESTLE (Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, dan Hukum) dalam pengembangan Kampung Wisata Resilien di Kampung Warna-Warni Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif untuk mengeksplorasi bagaimana setiap unsur PESTLE mempengaruhi dinamika pengembangan kampung wisata tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan kebijakan dari pemerintah dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan pariwisata. Selain itu, aspek ekonomi memberikan dampak positif terhadap pendapatan masyarakat melalui peluang usaha baru yang muncul. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa kesadaran lingkungan dan teknologi memainkan peran penting dalam keberlanjutan Kampung Warna-Warni. Meskipun terdapat tantangan seperti pencemaran dan pengelolaan sampah, upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan penggunaan teknologi dalam pemasaran dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya sangat diperlukan untuk mengoptimalkan potensi Kampung Wisata Resilien di Kampung Warna-Warni, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi komunitas lokal dan lingkungan sekitar.
THE IMPACT OF SOCIAL INTERACTIONS ON THE STREETS ON URBAN MENTAL HEALTH OF UNIVERSITY STUDENTS IN BANDUNG, INDONESIA Arifatul Hasanah; Imas Nurrahmah Priandani; Hanson Endra Kusuma
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.9

Abstract

Urbanization is associated with increased psychological problems among urban dwellers, including university students. Streets, as public social spaces, can play a crucial role in reducing loneliness and improving mental health and resilience. Convivial street interactions, such as meeting strangers, can build social capital, increase community engagement, and enhance social well-being. This research aims to explore university students' perspectives on the streets they frequent daily and the impact of these streets on their mental health. Employing a mixed-methods approach, an online questionnaire with both open- and close-ended questions was distributed to 100 university students in Bandung. Results indicate that 79% of respondents perceive street interactions as positive as enhancing their mood, while 21% view them negatively. Despite this, interactions with strangers on the streets are infrequent. The study finds a significant correlation between street interactions and mental health, with 73% of respondents reporting moderate to high-stress levels linked to low interaction frequency, particularly with vendors/sellers. The poor physical conditions of streets and their primary role as vehicular passageways discourage on-street interactions. The findings underscore the importance of designing streets as "bumping places" and third places with human-centric designs to improve the mental health of university students in Bandung.
ANALISIS PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PENGELOLAAN MANGROVE DI DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Renanda Hastuti, Fatin; Mussadun
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.01.10

Abstract

Desa Bedono mengalami tingkat abrasi tertinggi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, yang mendorong berbagai pihak untuk melakukan upaya kebertahanan untuk menghadapi abrasi dan banjir rob yang terjadi, salah satunya adalah dengan pengelolaan mangrove. Penelitian ini menganalisis pemangku kepentingan yang terlibat dalam pengelolaan mangrove sebagai landasan untuk melakukan pengelolaan kolaboratif yang lebih baik. Analisis pemangku kepentingan dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang didukung dengan pendekatan kuantitatif. Data hasil wawancara yang terkumpul kemudian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif dan triangulasi data yang bersumber dari wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis matriks kepentingan - pengaruh untuk mengklasifikasikan pemangku kepentingan dan matriks hubungan antar pemangku kepentingan untuk mengetahui hubungan antar pemangku kepentingan. Berdasar hasil analisis, didapatkan bahwa luas ekosistem mangrove di Desa Bedono mengalami fluktuasi namun cenderung menurun, yang diakibatkan oleh adanya perubahan guna lahan dari mangrove menjadi tambak, tidak adanya perawatan dan pemeliharaan mangrove, serta masalah sampah yang menumpuk di mangrove. Terdapat 10 (sepuluh) pihak yang terlibat dalam pengelolaan mangrove di Desa Bedono dan terklasifikasi menjadi 4 (empat) kelompok, pemangku kepentingan kunci adalah Pemerintah Desa Bedono, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah Timur, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, OISCA, dan Kelompok Mangrove Bahari. Subjek adalah masyarakat. Pemangku kepentingan pendukung adalah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak. Pengikut lain adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Demak, Universitas Diponegoro, dan Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Kepolisian Daerah Jawa Tengah. Terdapat 3 (tiga) bentuk hubungan antar pemangku kepentingan yang teridentifikasi, yaitu potensi konflik, potensi saling mengisi, dan potensi bekerja sama. Berdasarkan hasil tersebut, maka integrasi kebijakan pada seluruh tingkatan harus dilakukan untuk memastikn bahwa konservasi dan rehabilitasi mangrove di Desa Bedono terus berjalan secara berkelanjutan.
MODEL REGRESI TINGKAT KENYAMANAN BERJALAN BERDASARKAN INDEKS WALKABILITY Fatichatul Izzah Dwi Lestari; Surjono; Budi Sugiarto Waloejo
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.1

Abstract

Kawasan Pasar Besar merupakan kawasan yang berpengaruh bagi perekonomian Kota Malang. Namun pada kondisi eksisting, fungsi perdagangan dan jasa kawasan ini masih belum optimal, sehingga menciptakan ketidakteraturan dan kurang tertatanya kawasan. Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Kota Malang berupaya mengembangkan kawasan ini melalui revitalisasi secara bertahap, dengan konsep kawasan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan dengan fungsi optimal. Maka dari itu perlu adanya penelitian untuk mengukur apakah kawasan tersebut memiliki potensi untuk menjadi kawasan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan, serta memiliki daya tarik, guna menunjang keberlanjutan lingkungan perkotaan ke depannya, melalui salah satu koridor utamanya. Adapun permasalahan yang terjadi didominasi oleh mobilitas kawasan yang belum tertata, sehingga penelitian ini berfokus pada aspek sirkulasi, terutama walkability-nya. Penelitian dengan topik serupa sudah banyak dilakukan, tetapi penelitian ini menggunakan pendekatan melalui model regresi untuk menentukan apa yang harus menjadi prioritas dalam peningkatan kualitas jalur pedestrian pada wilayah studi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model regresi, yang nantinya dapat dijadikan acuan penilaian apabila terdapat upaya perencanaan peningkatan kualitas jalur pedestrian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis regresi linier untuk menganalisis tingkat kenyamanan berjalan berdasarkan indeks walkability. Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwasannya enam indeks walkability berpengaruh secara signifikan terhadap Visual yang menarik dan Terasa aman, sehingga dirumuskan dua model regresi untuk mengukur masing-masing variabel tersebut. Dari kedua model regresi tersebut, terdapat kesamaan tiga variabel bebas yang masuk ke dalam model, yaitu Perilaku Pengendara, Perawatan dan Kebersihan Jalur Pedestrian, dan Kelengkapan Infrastruktur Jalur Pedestrian. Sehingga tiga variabel tersebut dapat dijadikan acuan prioritas perbaikan.
KARAKTER KAWASAN BERSEJARAH BERDASARKAN SIGNIFIKANSI BUDAYA PADA KORIDOR KAYUTANGAN Ariani Salam, Rahmi; Antariksa; Parlindungan, Johannes
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.3

Abstract

Koridor Kayutangan di Kota Malang memiliki sejarah yang panjang sejak masa penjajahan Belanda pada tahun 1914, dengan demikian, koridor ini merupakan rumah bagi banyak contoh arsitektur kolonial. Urbanisasi yang terjadi di Kota Malang menyebabkan banyak bangunan kolonial berganti menjadi bangunan modern yang menyebabkan berkurangnya nilai dan ciri khas pada Koridor tersebut baik secara fisik maupun secara non-fisik, sehingga membahayakan karakter asli Koridor. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter Koridor Kayutangan sebagai warisan bersejarah berdasarkan nilai signifikansi budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis coding. Kami mengumpulkan data melalui observasi lapangan dan wawancara bersama para ahli. Berdasarkan hasil diskusi, Koridor Kayutangan saat ini memiliki nilai estetitka yang tinggi dari aspek jalan, desain street furniture, dan bangunan. Meskipun desain street furniture, terutama lampu jalan, sempat menuai kontroversi, namun minat pengunjung tetap tinggi. Nilai arsitektur memperlihatkan berbagai langgam arsitektur pada bangunan di Koridor Kayutangan. Nilai sejarah menguraikan asal-usul nama Kayutangan, sejarah jalan, penggunaan lahan, dan bangunan di koridor tersebut. Nilai sosial mencerminkan hubungan antara masyarakat dan Koridor Kayutangan dalam aktivitas ruang publik, serta dampak revitalisasi dan pengaturan lalu lintas terhadap interaksi sosial. Nilai ilmiah mengungkap ketahanan struktur dan perkembangan teknologi terhadap bangunan bersejarah di Koridor Kayutangan.
STRATEGI ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN BERSEJARAH GUEST HOUSE DI KOTA MALANG Prastiwi, Arindi; Yusran, Yusfan; Antariksa; Santoso, Joko Triwinarto
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.4

Abstract

Kota Malang mengalami perkembangan pesat pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sehingga sampai saat ini masih banyak ditemukan bangunan bersejarah sebagai warisan budaya yang seharusnya dilindungi. Kondisi pada bangunan bersejarah tersebut beragam, tidak sedikit yang terbengkalai namun beberapa lainnya mulai diupayakan untuk dikonservasi. Adaptive reuse merupakan salah satu upaya pelestarian cagar budaya dengan mengalihkan peran fungsi lama bangunan menjadi fungsi yang lebih baik dan bermanfaat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi penerapan adaptive reuse pada salah satu bangunan cagar budaya di Kota Malang yaitu Fendi’s Guest House yang awalnya berupa rumah tinggal dan telah beralih fungsi menjadi guest house.  Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, kajian studi kasus (case study) digunakan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penerapan adaptive reuse berdasarkan teori strategi desain adaptive reuse beserta teknik renovasi dalam transformasi bangunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fendi’s Guest House mengalami strategi installation tingkat 4 di tahun 2007 dan strategi insertion tingkat 7 di tahun 2013. Pada bangunan induk, teknik renovasi cenderung diterapkan secara semi permanen atau dalam bentuk penambahan yang tidak merusak struktur dan kondisi fisik bangunan.
THEORETICAL FRAMEWORKS OF SOCIAL INTERACTION IN URBAN SPACES: A SYSTEMATIC REVIEW OF SPACE SYNTAX PERSPECTIVES Audri, Delia Suci; Kusdiwanggo, Susilo; Asikin, Damayanti
Tata Kota dan Daerah Vol. 17 No. 2 (2025): Jurnal Tata Kota dan Daerah
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.takoda.2025.017.02.5

Abstract

This systematic review of 138 peer-reviewed articles published in the past decade, sourced from ScienceDirect, examines the role of spatial connectivity in shaping social life. Employing the PRISMA methodology, 18 high-quality articles were meticulously analyzed using targeted keywords such as “space syntax,” “social interaction,” “connectivity,” and “integration.” The review identifies three key domains that structure social life: spatial accessibility, urban design configuration, and mobility infrastructure. Drawing from urban planning, sociology, and architectural theory, a conceptual model emerges, elucidating how spatial connectivity fosters interaction, well-structured design supports engagement, and integrated mobility enhances social capital. These findings provide actionable insights for planners and policymakers, enabling them to develop post-pandemic resilience and inclusive spatial strategies. However, the limited dataset signals the need for future research that incorporates broader contexts and advanced analytical technologies.