cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika" : 9 Documents clear
PENGARUH UMUR KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR E. Heriyanta; M. Nur Ihsan; N. Isnaini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.787 KB)

Abstract

Peranakan Etawah berdasarkan umur telah dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan mengamati kualitas semen segar yang meliputi; volume, konsentrasi, motilitas individu, total spermatozoa motil dan jumlah spermatozoa yang di dapat dari 8 pejantan yang telah diklasifikasikan menjadi 4 kelompok berdasarkan umur 1-2, 3-4, 5-6 dan > 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pejantan tidak memberi pengaruh nyata terhadap volume semen, tetapi. berpengaruh nyata terhadap motilitas individu, konsentrasi, jumlah spermatozoasemen, dan berpengaruh sangat nyata terhadap total spermatozoa motil. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tua umur kambing PE, maka makin turun kualitas semen dengan kualitas semen yang terbaik pada umur 3-4 tahun. Dari hasil penelitian dapat disarankan penggunaan pejantan umur 3-4 tahun untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas  semen yang baik.
TAMPILAN REPRODUKSI SAPI PERAH PADA BERBAGAI PARITAS DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG L. Wahyudi; T. Susilawati; S. Wahyujingsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.135 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatanoleh DO, S / C dan CI dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam kinerja reproduksisapi perah di paritas yang berbeda di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata seratus susu sapi betina memiliki setidaknya dua kali untuk partus dikenal CI. Sampeldipilih secara acak. Analisis deskriptif digunakan untuk menentukan deviasi rata-rata danstandar DO, S / C dan CI dan menggunakan metode Kruskall Wallis dengan analisis ChiSquare untuk membandingkan penampilan reproduksi pada berbagai paritas berdasarkan DO,S / C dan CI. Rata-rata dari DO, S / C dan CI masing-masing adalah 202,45 ± 165,84 hari, 2,93± 1,73, dan 461,74 ± 152,37 hari. Statistik menunjukkan bahwa antara DO pada paritas yangberbeda, antara S / C pada berbagai paritas, dan CI pada berbagai paritas tidak berbeda nyata(P> 0,05). Dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi AI berdasarkan rata-rata DO, S / C dan CI:202,45; 2,93 dan 472,19 membuktikan bahwa keberhasilan inseminasi buatan yang dilakukanbelum maksimal.Kata Kunci:, reproduksi Sapi Perah, Paritas
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PAKAN LOKAL MELALUI INTEGRASI TERNAK SAPI POTONG DENGAN USAHATANI Herni Sudarwati; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.568 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada amoniasi jerami padi dan jerami padi fermentasi, dengantujuan untuk meneloti kualitas dan kecernaan in vitro. Beberapa kendala pemanfaatan jerami padisebagai pakan ternak adalah kualitas yang sangat rendah dengan kandungan serat yang tinggi,kadar protein dan daya cerna rendah. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak kelompok,dengan 4 perlakuan yang digunakan jerami padi (kontrol), amoniasi jerami padi, dan jeramifermentasi I dan jerami fermentasi II. Bahan Kering dan Bahan Organik dicerna amoniasi jeramipadi dan fermentasi jerami padi cenderung naik. Hal ini disebabkan adanya mikroorganismeprobiotik dan penambahan molase pada fermentasi jerami merupakan sumber karbohidrat yangmembantu dalam perbaikan tingkat ketersediaan nutrisi jerami.Kata Kunci: sumberdaya pakan local, integrasi ternak dan usahatani
VARIASI FENOTIPE MORFOMETRI BURUNG KENARI DEWASA ANTARA WARNA BULU TERANG KUNING DAN PUTIH M. Auzaini; Mudawamah Mudawamah; D. Sunarto; M. Z. Fadli
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.044 KB)

Abstract

Burung kenari merupakan salah satu jenis burung berkicau yang banyak digemarimasyarakat Indonesia. Burung kenari yang menjadi favorit peternak diantarnya adalah burungkenari warna bulu kuning dan putih. Tujuan penelitian untuk melihat perbedaan ukuran tubuhburung kenari dewasa dengan warna bulu terang kuning dan putih. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode survei di lapangan dengan pengambilan sampel secara purposivesampling yaitu sampel kenari yang sudah jadi induk dan pejantan dengan warna bulu kuning danputih. Variabel yang diamati meliputi panjang femur, panjang tibia, panjang shank, panjang jari,panjang mandibula, panjang tubuh, panjang tulang sayap, panjang tulang dada, panjang lingkarshank. Hasil penelitian menujukkan bahwa ukuran tubuh pada burung kenari kuning jantanberbeda nyata (P < 0,05) lebih panjang dibandingkan dengan kenari putih jantan dan burungkenari kuning betina dibandingkan dengan burung kenari putih betina. Sebaliknya ukuran tubuhtidak berbeda nyata (P > 0,05) antara burung kenari kuning jantan dan burung kenari putih jantandan antara burung kenari warna bulu kuning betina dengan burung kenari warna bulu putihbetina. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah rataan morfometri burung kenari warna bulukuning lebih panjang dibandingkan dengan burung kenari warna bulu putih; Variasi fenotipemorfometri (panjang tibia, jari, tubuh, sayap, dan dada) pada burung kenari jantan warna bulukuning polos nyata lebih panjang dibandingkan dengan warna bulu putih polos. Variasi fenotipemorfometri (panjang femur, tibia, shank, jari, mandibula dan dada) pada kenari betina warna bulukuning polos nyata lebih panjang dibandingkan dengan warna bulu putih polos.Kata kunci: fenotipe, morfometri, warna bulu, kenari
PEMBEKUAN VITRIFIKASI SEMEN KAMBING BOER DENGAN TINGKAT GLISEROL BERBEDA Moh. Nur Ihsan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.438 KB)

Abstract

Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa kambing padapenambahan konsentrasi gliserol yang berbeda dalam pengencer telah dilakukan dandiharapkan dapat menentukan kadar gliserol yang tepat untuk mempertahankan kualitasspermatozoa kambing hasil pembekuan secara vitrifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemberian gliserol memberikan pengaruh berbeda terhadap motilitas spermatozoa pascathawing, yaitu 0% (30,00±12,25%), 7% (30,00±12,65%), 14% (13,33±9,31%) dan 21%(7,50±2,74%). Pengencer Andromed tanpa penambahan gliserol dapat memberikan motilitasindividu post thawing yang lebih baik dibandingkan dengan penambahan gliserol 7%, 14% dan21%. Dengan demikian untuk pengencer Adromed disarankan untuk tidak perlu dilakukanpenambahan gliserol lagi, untuk pembekuan semen kambing karena mampu mempertahankanmotilitas spermatozoa post thawing.Kata Kunci: kualitas semen kambing, pembekuan vitrifikasi dan gliserol
NATURAL INCRESAE SAPI BALI DI WILAYAH INSTALASI POPULASI DASAR PROPINSI BALI A. Budiarto; L Hakim; Suyadi Suyadi; V. M. Ani Nurgiartiningsih; G Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.955 KB)

Abstract

Kemampuan daya reproduksi sapi Bali yang dikenal tinggi tidak akan mampumeningkatkan populasi dan calon bibit sapi Bali, apabila dalam populasi tersebut tidakdiketahui kelompok umurnya. Jumlah ternak usia produktif sangat penting dalam menyusunprogram breeding di wilayah populasi dasar. Penelitian ini dilakukan secara survey di empatwilayah populasi dasar di daerah pulau Bali pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini untukmengetahui nilai natural increase dan Out put sapi Bali. Varibel yang diperlukan adalahstruktur populasi, lama pemeliharaan, persentase kebutuhan dan sisa ternak muda. Diharapkandengan nilai out put dapat menentukan jumlah sapi Bali yang dapat keluar dari wilayah sumberbibit dan dapat digunakan untuk menyusun program breeding. Dari penelitian ini diperolehhasil : 61,39% betina dan 2,49% jantan yang terdistribusi dalam 6 kelompok umur; NI 27,40%;kebutuhan ternak muda 11,48% dan ketersediaan 26,77% sehingga masih ada sisa 15,29%;serta out put 22,08%. Populasi sapi Bali di Wilayah Instalasi populasi dasar akan tetap konstanapabila pengeluaran bibit sapi Bali tidak melebihi 22,08% dan wilayah tersebut mempunyaipotensi sebagai sumber bibit dengan net replacement rate yang tinggi.Kata kunci : Sapi Bali ; Instalasi Populasi dasar, NI; out put
PENGARUH BOBOT BADAN TERHADAP KUALITAS DAN KUANTITAS SEMEN SAPI SIMMENTAL M. Adhyatma; Isnaini Nurul; Nuryadi Nuryadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.288 KB)

Abstract

This research was to compare semen quality and quantity of simmental cattle on thevariation of weight. The research used six heads of cattle. The method of this research wassurvey method and analyze data using variety analyzing method, thus would be continuedusing duncan test if there are present significan differences. Simmental cattle at mediumweight (840 and 846 kg) had more quality than other two groups of weight, which showedfrom highest scale of colour, and consistency. Simmental cattle at low weight (764 and 797 kg)showed a highest scale of pH and mass motility rather than other two groups of weight. Theresearch of quantity of Simmental cattle at medium weight (840 and 846 kg) group showedhighest scale of volume average at 8,5 ± 0,92 ml, individual motility average at 60,6 ± 7,95%and amount of motil spermatozoa average at 6.082,6 ± 1.204,06 (106) rather than other groups.Highest scale concentration had showed on low weight (746 and 797 kg) Simmental cattlegroup average at 1.355,7 ± 153,60 (106/ml). The high weight (942 and 952 kg) group ofSimmental cattle showed highest amount of spermatozoa average at 10.826,9 ± 1.777,16 (106).Simmental cattle at medium weight (840-846 kg) had better semen quality and quantity thanothers.Keywords : Simmental cattle, cattle weight, quality and quantity of semen
UJI KUALITAS SPERMATOZOA KAMBING BOER HASIL PEMBEKUAN MENGGUNAKAN MR. FROSTY ® PADA TINGKAT PENGENCERAN ANDROMED® BERBEDA Anis Mei Munazaroh; Sri Wahjuningsih; Gatot Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.142 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer Andromedpada level yang berbeda dengan menggunakan Mr. Frosty® selama proses pembekuan terhadapkualitas spermatozoa kambing Boer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahpercobaan atau eksperimental dengan jenis rancangan percobaan Rancangan Acak Lengkap(RAL) dengan 4 perlakuan masing-masing 10 kali ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalahspermatozoa kambing Boer diencerkan menggunakan Andromed dengan perbandingan 1:4 (P1),1:8 (P2), 1:12 (P3), dan 1:16 (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan pengencerAndromed memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap viabilitas, motilitas danabnormalitas spermatozoa kambing Boer setelah pendinginan dan pembekuan. Nilai rataanviabilitas, motilitas dan abnormalitas spermatozoa terbaik pada perlakuan P1 baik padapendinginan dengan nilai masing-masing sebesar 88,67+4,16 %; 66,33+1,53, dan 4,67+0,57 %.Pada pembekuan nilai rataan viabilitas, motilitas dan abnormalitas spermatozoa kambing Boersebesar 61,6+8,6 %; 51+6,5 % dan 8,4+1,77 %. Kesimpulan dari penelitian ini diperolehmotilitas, viabilitas dan abnormalitas terbaik pada tingkat pengenceran Andromed sebanyak 1:4(P1).Kata kunci: Kambing Boer, spermatozoa, pembekuan, pengencer andromed, Mr. Frosty®
HUBUNGAN BAHAN DAN TINGKAT KEBERSIHAN LANTAI KANDANG TERHADAP KEJADIAN MASTITIS MELALUI UJI CALIFORNIA MASTITIS TEST (CMT) DI KECAMATAN TUTUR KABUPATEN PASURUAN A.S. Aziz; P. Surjowardojo; Sarwiyono Sarwiyono
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.064 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara bahan dantingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis pada sapi perah. Materi yangdigunakan dalam penelitian adalah peternakan sapi perah laktasi yang berjumlah 60 ekor yangmenggunakan bahan lantai kandang bambu, kayu dan karet. Metode yang digunakan adalahmetode studi kasus, penentuan lokasi dan materi menggunakan multi state sampling, denganmenggunakan 2 tahap yaitu purposive sampling dan random sampling. Data dianalisis denganregresi linier berganda untuk mengetahui hubungan bahan dan tingkat kebersihan lantai kandangterhadap kejadian mastitis. Persamaan regresi dan korelasi berganda diuji dengan r productmoment. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara bahan dan tingkat kebersihan lantaikandang terhadap kejadian mastitis (r)= bambu -0,68, kayu -0,92 dan karet -0,95 dan koefisiendeterminasi antara bahan dan tingkat kebersihan lantai kandang terhadap kejadian mastitis (R²)=bambu 46%, kayu 85% dan karet 90%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan yangmemiliki permukaan yang masif, mempermudah dalam pembersihan dan diperoleh kejadianmastitis rendah. Semakin tinggi tingkat kebersihan lantai kandang maka mastitis akan semakinrendah. Berdasarkan kesimpulan yang didapatkan maka diharapkan peternak dapat lebih selektifdalam memilih bahan lantai kandang, agar mudah dalam membersihkan, dan memiliki daya tahanyang lama. Peternak juga harus selalu menjaga kebersihan lantai kandang dan ternak agar tidakterkontaminasi oleh mikroorganisme patogen.Kata kunci : Bahan, kandang, kebersihan dan mastitis

Page 1 of 1 | Total Record : 9


Filter by Year

2013 2013


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue