cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
PERBEDAAN KECEPATAN PUBERTAS CALON PEJANTAN SAPI P.O YANG DIPELIHARA PADA KELOMPOK SEX YANG BERBEDA Muchamad Lutfhi; Trinil Susilawati; Nurul Isnaini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.862 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengidentifikasi perbedaan kecepatan pubertas calon pejantan sapi PO yang dipelihara pada kelompok sex yang berbeda. Materi yang dipergunakan 28 ekor pedet jantan dan 9 ekor pedet betina dengan umur 8 - 11 bulan, yang dibagi menjadi tiga perlakuan A (kontrol) yaitu satu ekor sapi jantan/kandang ditempatkan dalam kandang  individu; B yaitu empat ekor sapi jantan (sex sejenis ditempat dalam kandang kelompok) dan C yaitu empat ekor sapi jantan dan tiga ekor sapi betina muda (sex beda jenis yang ditempatkan dalam kandang kelompok) dengan tiga ulangan. Kegiatan ini dilaksanakan enam bulan di kandang percobaan Loka Penelitian Sapi Potong, Grati, Pasuruan. Data yang diperoleh dianalisa dengan Two Way Anova menggunakan program Microsoft Excel 2007. Hasil penampungan semen dengan elektroejakulator menunjukkan spermatozoa dengan persentase motilitas individu minimal 10 % dan konsentrasi minimal 50 juta/ml yaitu sapi kandang A = 1 ekor; B= 4 ekor dan C=3 ekor. Hasil analisis ragam terhadap hasil penampungan semen tidak berbeda nyata (P>0,05) dari ketiga perlakuan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa calon pejantan sapi PO yang dipelihara pada kelompok sex sejenis maupun beda jenis memiliki waktu pubertas yang  sama cepatnya (15 bulan) dibandingkan pada kandang individu (16 bulan). Kata Kunci : Calon Pejantan sapi PO, kelompok sex dan pubertas
PERBEDAAN KUALITAS SEMEN DAN PRODUKSI SEMEN BEKU PADA BERBAGAI BANGSA SAPI POTONG Karim Khalifa Zamuna; Trinil Susilawati; Gatot Ciptadi; Marjuki Marjuki
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.887 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produksi semen beku pada berbagai bangsa sapi potong dan untuk mengetahui produksi semen pada masing-masing  individu pada bangsa yang sama. Penelitian dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Daerah Ungaran Jawa Tengah Indonesia. Materi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah catatan produksi semen yang terdiri kualitas semen segar dan jumlah straw semen beku pada bulan Januari sampai Desember tahun 2014  sebanyak  39 ekor sapi  yang terdiri dari 18 ekor sapi Simental, 8 ekor sapi  Limousin, 8 ekor PO dan 5 ekor sapi Brahman. Pengencer yang dipergunakan adalah skim kuning telur.  Metode yang dipergunakan adalah studi kasus dengan rancangan acak kelompok. Variabel yang diamati adalah Volume semen, Konsentrasi, Motilitas individu, total spermatozoa dan total spermatozoa yang motil. Hasilnya menunjukkan volume sapi Limousin yang terbanyak = 7,2 + 1,3 ml, diikuti oleh  oleh sapi simental = 6,8 + 1,6 ml,  sapi PO = 6,1 + 1,2 ml dan yang paling sedikit adalah sapi Brahman = 4,2 + 1,8 ml. Rata-rata volume semen pada berbagai bangsa terdapat perbedaan yang nyata (P<0,05). Rata-rata persentase motilitas spermatozoa sapi  Simental =  57,8 + 13,05 %, Sapi  Limousin = 61,17 +1.37%, sapi PO = 63,5 + 6,62 %  dan  Brahman = 44,8 + 25,33 %, Rata-rata persentase motilitas pada berbagai bangsa tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Rata-rata Total spermatozoa dan total spermatozoa yang motil pada sapi Simental adalah 9.320,3 + 2.461,2 and 5.532,9 + 2.314,2 ; Sapi Limousin = 11.266,9 + 1.159,6 dan  7.908,9 + 3.851,2; Sapi PO = 8.995,1 + 2.860,8 dan  5.651,6 + 2.418,4 , Sapi  Brahman =  6.189,3 + 22,6 dan  3.053,3 + 4.356,6. Rata-rata kedua parameter ini tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada berbagai bangsa sapi  (P>0,05). Rata-rata produksi semen beku per hari pada sapi  Simental 280,67 + 68,57 straw ; sapi Limousin 315,6 + 44,32 straw ;  sapi PO 275,15 +70,61  straw  dan sapi   Brahman 225,18 + 59,74 straw. Rata-rata produksi semen beku tidak menunjukkan perbedaan yang nyata pada berbagai bangsa sapi  (P>0,05). Volume semen, motilitas individu dan produksi semen beku harian masing-masing  individu pada bangsa yang sama pada sapi Limousin, Simental, PO dan Brahman terdapat perbedaan yang sangat nyata (P<0,05). Keyword: Sapi Limousin , Sapi Simental, Sapi PO dan Sapi Brahman
PENGARUH PENAMBAHAN CACING TANAH (Lumbricusrubellus) SEGARDALAM PAKAN TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, DAN BOBOT TETAS ITIK MOJOSARI Aditya Wahyu Utomo; Edhy Sudjarwo; Heny Setyo Prayogi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.726 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi efek penambahan pakan cacing tanah segar dalam pakan terhadap fertilitas, daya tetas dan bobot tetas itik Mojosari. Metode penelitian ini adalah metode percobaan dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), perlakuan yang diberikan adalah penambahan cacing tanah (Lumbricus rubellus) segar (PO = perlakuan kontrol; P1 = penambahan 1% cacing tanahsegar; P1 = penambahan 3% cacing tanah segar; P3 = penambahan 5% cacing tanah segar). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cacing tanah memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot tetas. Penambahan cacing tanah segar terhadap fertilitas dan daya tetas tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05). Kata kunci: itik mojosari, fertilitas, daya tetas, bobot tetas, cacing tanah segar
PENGARUH BANGSA PEJANTAN TERHADAP PERTUMBUHAN PEDET HASIL IB DI WILAYAH KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG Indria Susanti; M Nur Ihsan; Sri Wahjuningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.55 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.7

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh bangsa pejantan Simmental dan Limousin terhadap pertumbuhan pedet hasil Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedet hasil IB dengan indukan Limpo yang disilangkan dengan pejantan Simmental 50 ekor dan Limousin 50 ekor pada umur 3−3,5 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey secara purposive sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangsa pejantan berpengaruh terhadap pertumbuhan pedet yang dihasilkan. Berbeda nyata pada bobot lahir, bobot badan 3-3,5 bulan, dan lingkar dada dari pejantan Simmental x Limpo berturut-turut adalah 35,46+2,86 kg; 134,42+54,61 kg; 120,74+10,64 cm, dan dari pejantan Limousin x Limpo  34,16+2,10 kg; 116,01+14,52 kg; 115+12,06 cm. Tidak berbeda nyata pada panjang badan dan tinggi gumba dari pejantan Simmental x Limpo berturut-turut adalah 99,02+8,81 cm; 105,38+10,13 cm, dan dari pejantan Limousin x Limpo 97,08+7,41 cm; 105,38+8,31 cm. Pedet hasil persilangan Simmental x Limpo memberikan performans produksi yang lebih baik dari pada Limousin x Limpo. Simmental merupakan salah satu pejantan yang berpengaruh cukup tinggi terhadap pertumbuhan pedet yang dihasilkan. Kata kunci: Pedet, Limousin, Simmental, Limpo, Performans Produksi
PENGARUH LAMA EKUILIBRASI PADA PROSES PEMBEKUAN TERHADAP KUALITAS SEMEN SAPI WAGYU MENGGUNAKAN PENGENCER ANDROMED Hirzi Hanifi; Muhammad Nur Ihsan; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.349 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2016.017.01.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama ekuilibrasi semen sapi Wagyu terhadap kualitas semen dan untuk mengetahui pengaruh individu sapi Wagyu terhadap kualitas semen pada lama ekuilibrasi yang berbeda. Materi yang digunakan berupa semen segar sapi Wagyu yang berasal dari 9 kali proses penampungan dari 3 ekor sapi. Proses penampungan dilakukan 1 kali seminggu setiap sapi dengan menggunakan vagina buatan. Sapi dipelihara dengan manajemen yang baik di unit pembibitan PT. Austasia Stockfeed. Semen segar yang digunakan memiliki nilai rata-rata persentase motilitas individu 75% dan motilitas massa 3+. Pengencer yang digunakan adalah AndromedÒ. Metode penelitian ini eksperimental laboratorium dengan 3 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan yang diberikan tiga rentang waktu lama ekuilibrasi semen dengan P1 (3 jam 30 menit), P2 (4 jam), dan P3 (4 jam 30 menit). Variabel yang diamati diantaranya persentase motilitas individu, pada saat sebelum pembekuan (before freezing) dan setelah pembekuan (post thawing) serta total spermatozoa motil (TSM). Analisis data menggunakan analisis ragam, dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) tersarang dua tahap. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan lama ekuilibrasi (P1, P2, dan P3) tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase motilitas individu spermatozoa sapi Wagyu. Perbedaan individu bull sapi Wagyu memberikan pengaruh terhadap kualitas semen before freezing dan post thawing. Individu bull 1 memiliki nilai persentase kualitas spermatozoa terbaik dengan nilai persentase motilitas individu spermatozoa before freezing dan post thawing dengan nilai 61,67±2,50% dan 35,51±7,71%. Total spermatozoa motil terbaik pada lama ekuilibrasi 4,5 jam (P3) 14,0±1,0 juta spermatozoa/straw. Kata kunci: kualitas semen, motilitas individu, post thawing
PENGARUH LAMA MASSAGE DAN LAMA MILK FLOW RATE TERHADAP LAJU PANCARAN PRODUKSI SUSU SAPI FRIESIAN HOLSTEIN DI PT GREENFIELDS INDONESIA Puguh Surjowardojo; Pratiwi Trisunuwati; Suratul Khikma
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.448 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2016.017.01.6

Abstract

Produksi susu sapi perah dipengaruhi oleh manajemen pemerahan. Lama massage dan milk flow rate merupakan bagian dari manajemen pemerahan yang dapat mempengaruhi laju pancaran produksi susu sapi perah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari sampai April 2016 di PT Greenfields Indonesia.Tujuan dari penelitian ini mengetahui adanya pengaruh interaksi lama massage dan lama milk flow rate yang berbeda pada sapi FH (Friesian Holstein) terhadap laju pancaran produksi susu. Materi penelitian menggunakan sapi FH periode laktasi sebanyak 64 ekor dengan bulan laktasi 3.Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimen yang dilakukan 8 pengulangan.Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola Faktorial, dan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam/Analysis of Variant (ANOVA), dan apabila terdapat perbedaan yang nyata maka untuk mengetahui perlakuan yang optimal menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi lama massagedenganlama milk flow rate yaitu memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap laju pancaran produksi susu.  Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan M4 MFR2 (lama massage 4 detik dengan lama milk flow rate 60-120 detik) dengan rata-rata laju pancaran produksi susu 9,64±0,38liter/ekor/milk flow rate. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang nyata interaksi lama massage, lama milk flow rate terhadap laju pancaran produksi susu. Berdasarkan dari hasil rata-rata laju pancaran produksi susu pada perlakuan dapat diketahui bahwa semakin lama waktu massage dan lama milk flow rate akan meningkatkan laju pancaran produksi susu. Kata kunci: lama massage, milk flow rate, laju pancaran produksi  susu dan sapi perah FH.
KARAKTERISTIK SAPI MADURA BETINA BERDASARKAN KETINGGIAN TEMPAT DI KECAMATAN GALIS DAN KADUR KABUPATEN PAMEKASAN Angga Putra Pradana; Woro Busono; Sucik Maylinda
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.712 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik sapi Madura betina yang dipelihara di ketinggian tempat yang berbeda di Kabupaten Pamekasan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Madura betina umur kurang dari 1 sampai 1,5 tahun sebanyak 12 ekor pada dataran rendah, 21 ekor pada dataran tinggi dan sapi Madura betina umur lebih dari 1,5 sampai 2 tahun sebanyak 28 ekor pada dataran rendah, 19 ekor pada dataran tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sapi Madura betina pada umur dan ketinggian tempat yang berbeda memiliki sifat kualitatif yang sama yakni warna dominan tubuh merah kecoklatan, memiliki tanduk, memiliki warna putih pada kaki, memiliki garis punggung, serta memiliki warna hitam di bagian bawah telinga dan ujung ekor berwarna hitam. Berdasarkan hasil penelitian rataan lingkar dada di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 141,1±7,8 cm dibanding dengan rataan lingkar dada di dataran rendah yakni 133,6±10,4 cm. Rataan panjang badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 116,7±7,1 cm dibanding dengan rataan panjang badan di dataran rendah yakni 111,1±6,6 cm. Rataan tinggi badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 114,0±3,8 cm dibanding dengan rataan tinggi badan di dataran rendah yakni 112,1±5,4 cm. Rataan bobot badan di dataran tinggi lebih tinggi yaitu 212,8±26,8 kg dibanding dengan rataan bobot badan di dataran rendah yakni 154,0±36,8 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu rektal di dataran tinggi lebih rendah yaitu 37,9±0,6oC dibanding dengan rataan suhu rektal di dataran rendah yakni 38,0±0,5oC. Rataan frekuensi pernapasan di dataran tinggi lebih rendah yaitu 28,7±2,8/menit dibanding dengan rataan frekuensi pernapasan di dataran rendah yakni 30,7±1,89/menit. Rataan HTC di dataran tinggi lebih rendah yaitu 2,2±0,1 dibanding dengan rataan HTC di dataran rendah yakni 2,3±0,1.Kata Kunci: HTC, sapi Madura betina, statistik vital.
PENGARUH PEMBERIAN BIJI-BIJIAN BEBAS PILIH TERHADAP KONSUMSI PAKAN DAN BOBOT BADAN BURUNG KENARI (Serinus canaria) Rahmat HIdayat; Woro Busono; Heny Setyo Prayogi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.548 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.2

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase jumlah konsumsi biji-bijian sehingga diperoleh komposisi yang tepat untuk pemberian biji-bijian pada burung kenari dan untuk melihat pengaruh pemberian biji-bijian terhadap pertambahan bobot badan burung kenari yang diberikan biji-bijian dengan cara bebas pilih. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan informasi mendasar mengenai komposisi pakan dari biji-bijian untuk pakan burung kenari. Materi penelitian ini adalah burung kenari lokal berumur 2 bulan sebanyak 16 ekor tanpa dibedakan jenis kelamin yang diperoleh dari peternak burung kenari di Kota Malang. Metode penelitian ini adalah metode percobaan. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan uji t berpasangan untuk melihat pengaruh pemberian pakan biji-bijian terhadap pertambahan bobot badan. Biji-bijian tersebut adalah jewawut, canary seed, millet, biji sawi dan niger. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bijian yang paling digemari yaitu canary seed sebanyak 2,75±0,34 g/ekor/hari (48,1%), biji sawi sebanyak 1,39±0,16 g/ekor/hari (24,3%), biji niger sebanyak 0,97±0,12 g/ekor/hari (16,9%), biji jewawut sebanyak 0,32±0,05 g/ekor /hari (5,6%) dan biji millet sebanyak 0,27±0,04 g/ekor/hari (4,8%).  Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi biji-bijian tertinggi hingga terendah adalah konsumsi canary seed, biji sawi, biji niger, biji jewawut dan biji millet. Pemberian bijian bebas pilih tidak menunjukkan pertambahan bobot badan yang berbeda pada burung kenari (Serinus canaria). Saran yang dapat diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah agar meneliti pengaruh pemberian biji-bijian bebas pilih terhadap produksi telur dan daya tetas telur burung kenari (Serinus canaria). Kata kunci : burung kenari, pakan biji -bijian, konsumsi, pertambahan bobot badan
KARAKTERISTIK SAPI SONOK DAN SAPI KERAPAN PADA UMUR YANG BERBEDA DI KABUPATEN PAMEKASAN PULAU MADURA Chairdin Dwi Nugraha; Sucik Maylinda; Moch Nasich
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.254 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.9

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sifat kuantitatif pada sapi Sonok dan sapi Kerapan pada umur yang berbeda di kabupaten Pamekasan, Madura. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor sapi Sonok dan 24 ekor sapi Kerapan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalahsurvey dan pengukuran di lapang. Variabel yang diamati meliputi lingkar dada (LD), panjang badan (PB), tinggi badan (TB), tinggi pinggul (TP) dan bobot badan (BB). Hasil penelitian diperoleh rata-rata LD, PB, TB, TP dan BB berturut-turut pada sapi Sonok PI0: (121,34 ± 11,23 cm), (99,90 ± 9,35 cm), (101,55 ± 7,46 cm), (101,00 ± 6,94 cm) dan (141,68 ± 30,15 kg) sedangkan Sapi Sonok PI1: (138,00 ± 8,89 cm), (115,36 ± 5,87 cm), (111,50 ± 4,29 cm), (109,33 ± 4,95 cm) dan (201,29 ± 25,14 kg). Ukuran statistik vital sapi Kerapan PI0: (116,05 ± 12,33 cm), (104,10 ± 10,47 cm), (101,22 ± 6,30 cm), (101,98 ± 5,49 cm) dan (130,90 ± 33,09 kg) sedangkan Sapi Kerapan PI1: (122,00 ± 17,36 cm), (102,78 ± 18,61 cm), (102,90 ± 8,70 cm), (105,80 ± 6,32 cm) dan (205,60 ± 179,13 kg). Hasil uji-t tidak berpasangan menunjukkan bahwa pengaruh umur terhadap statistik vital pada sapi Sonok adalah sangat nyata (P<0,01) sedangkan pada sapi Kerapan tidak nyata. Statistik vital sapi Sonok kelompok umur PI1 (18-24 bulan) lebih tinggi dari kelompok umur PI0 (<18 bulan). Kata kunci: Statistik vital, lingkar dada, panjang badan, tinggi badan, tinggi pinggul, bobot badan, sifat kuantitatif, sifat kualitatif.
PENGARUH PENGGUNAAN PENGENCER SKIM MILK DENGAN BERBAGAI LEVEL FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU (Phaseolus radiates L.) TERHADAP KUALITAS SEMEN CAIR SAPI SIMMENTAL PADA SUHU RUANG Inna Yatusholikhah; Nurul Isnaini; Muhammad Nur Ihsan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.374 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pengencer susu skim  dengan berbagai level filtrat kecambah kacang hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap kualitas semen cair yaitu motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa sapi Simmental yang di simpan papda suhu ruang. Manfaat pada penelitian menjadi studi ilmiah sebagai sumber daya untuk akademisi dan untuk pelaksanaan teknis IB. Materi penelitian yang digunakan yaitu semen segar dari sapi Simmental yang dipelihara di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari Malang, umur 5-7 tahun, motilitas massa ++ dan motilitas individu ≥ 50%.. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan percobaan laboratorium dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu P0 sebagai kontrol (1 ml susu skim + 0,1 semen), P1 (0,02 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0,98 ml susu skim + 0,1 semen), P2 (0,04 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0,96 ml susu skim + 0,1 semen) Dan P3 (0,06 ml filtrat (Phaseolus radiatus L.) + 0.94 ml susu skim + 0,1 semen). Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA dalam Rancangan Acak, adanya pengaruh yang signifikan akan diuji oleh Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motilitas individu dan abnormalitas spermatozoa tidak berbeda nyata (P> 0,05) untuk semua penyimpanan pada 0, 2, 4 dan 6 jam, sedangkan viabilitas spermatozoa memberikan perbedaan yang nyata (P <0,05) untuk P3 (69,34 ± 11,01) pada penyimpanan 4 jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh pengencer susu skim dengan berbagai level filtrat kecambah kacang hijau terhadap kualitas semen cair sapi Simmental pada suhu ruang hanya memberikan pengaruh pada vaibilitas spermatozoa dengan level 4% yang di simpan pada 4 jam. Kata Kunci : semen cair, motilitas, viabilitas, abnormalitas

Page 11 of 32 | Total Record : 314


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue