cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Utilization of Fermented Water Hyacinth as an Alternative Feed to Improve the Production Performance of Muscovy Ducks Hamiyanti, Adelina Ari; Putri, Ardyah Ramadhina Irsanti; Ciptadi, Gatot
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.5

Abstract

Muscovy duck is a poultry commodity that has the potential to breed. In Indonesia, various types of Muscovy duck are local and imported. These types of wild ducks have different morphological characteristics. This type has more or less influenced the potential development of muscovy livestock. Entok or in Indonesia, known as Muscovy ducks, are domesticated livestock. This study aimed to evaluate the effect of fermented water hyacinth (Eichhornia crassipes) supplementation on the growth performance and body morphometric traits of Muscovy ducks (Cairina moschata). The research used 90 ducks aged four weeks, arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three replications. The treatments consisted of P0 (100% commercial feed), P1 (80% commercial feed + 20% fermented water hyacinth), P2 (70% commercial feed + 30% fermented water hyacinth), and P3 (60% commercial feed + 40% fermented water hyacinth). The fermentation process involved adding 2 mL EM4 and 5% bran per kilogram of wilted water hyacinth, fermented anaerobically for 14 days. Growth data were collected weekly for eight weeks and analyzed using ANOVA at a 95% confidence level. The results showed that the addition of 30% fermented water hyacinth (P2) produced the highest final body weight (2,650 ± 58 g), average weekly gain (225.0 ± 4.8 g/week), body length (43.7 ± 1.2 cm), and chest circumference (35.5 ± 0.8 cm). Higher inclusion levels (≥40%) resulted in reduced growth performance, likely due to excessive fiber content that limited nutrient digestibility. It is concluded that fermented water hyacinth can replace up to 30% of commercial feed without negatively affecting growth, making it a sustainable, low-cost, and environmentally friendly feed alternative for Muscovy duck production.
Korelasi Litter Size Terhadap Bobot Lahir, Bobot Sapih, Dan Mortalitas Ternak Babi Di Peternak Rakyat Kabupaten Kediri Harianto, Eirene; Ciptadi, Gatot; Putri, Ardyah Ramadhina Irsanti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara litter size (jumlah anak babi yang lahir) dengan berat lahir, berat sapih, dan mortalitas anak babi pada peternak rakyat di Kabupaten Kediri. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data 10 ekor induk babi persilangan Landrace × Duroc yang dipelihara dalam skala peternak rakyat. Variabel yang diamati meliputi jumlah anak babi yang lahir (litter size), berat lahir, berat sapih, dan tingkat mortalitas pra sapih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata litter size adalah 8-14 anak babi, dengan rata-rata berat lahir 1,45 ± 0,28 kg dan rata-rata berat sapih 9,08 ± 1,08 kg. Analisis korelasi Pearson menunjukkan bahwa litter size tidak berhubungan nyata dengan berat lahir (r = –0,0267, dengan penentuan R2 = 0,0556; maupun dengan berat sapih (r = 0,3047 dengan penentuan R2 = 0,0929). Selama periode penelitian, tidak ditemukan kasus kematian (0%), pada seluruh unit pengamatan sehingga tidak dapat diolah secara statistik. Disimpulkan bahwa pada peternak rakyat Kabupaten Kediri, litter size tidak berkorelasi signifikan terhadap performa anak babi. Rendahnya koefisien determinasi mengindikasikan bahwa factor manajemen dan lingkungan lebih dominan mempengaruhi bobot lahir dan bobot sapih dibandingkan dengan jumlah anak sekelahiran.
Evaluasi Kualitas Silase Berdasarkan Jenis Hijauan Pakan Ternak Dan Pemberian Molase Winarti, Atik; Muarifah, Hanum; Wahyuni, Rini Dwi; Ardilla, Yohana Nanita Nansy; Helmi, Muhammad; Meirantika, Ruping
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.7

Abstract

Ketersediaan pakan yang stabil merupakan tantangan utama dalam peternakan, dan silase adalah metode pengawetan yang efektif melalui fermentasi. Kualitas silase ditentukan oleh bahan baku dan aditif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi secara kualitatif pengaruh kombinasi hijauan pakan ternak dan tingkat penambahan molase terhadap kualitas silase. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 perlakuan P1 (rumput gajah), P2 (rumput gajah + molase), P3 (tebon jagung), P4 (tebon jagung + molase), P5 (gamal), P6 (gamal + molase), P7 (lamtoro), P8 (lamtoro + molase), P9 (rumput gajah + gamal), P10 (rumput gajah + gamal + molase), P11 (tebon jagung + gamal), P12 (tebon jagung + gamal + molase), P13 (rumput gajah + lamtoro), P14 (rumput gajah + lamtoro + molase), P15 (tebon jagung + lamtoro), dan P16 (tebon jagung + lamtoro + molase) dan 2 ulangan. Silase diinkubasi secara anaerob selama 21 hari. Parameter yang dianalisis meliputi warna, aroma, tekstur, kontaminasi jamur, dan pH. Data dianalisis secara deskriptif pada variabel organoleptik dan menggunakan RAL untuk variabel kuantitatif. Seluruh perlakuan menunjukkan proses fermentasi yang optimal. Aroma seluruh sampel adalah asam segar, warna berubah konsisten menjadi hijau kecokelatan dan tekstur berubah dari segar/keras menjadi layu/lunak. pH seluruh perlakuan turun secara signifikan dari netral (6,7–7,4) menjadi asam (3,9–4,9), menunjukkan fermentasi yang efektif oleh BAL. Jenis hijauan dan penambahan molase tidak memengaruhi aroma, warna, tekstur, maupun pH akhir silase. Kontaminasi jamur pasca-fermentasi terjadi pada 75% sampel, namun sebagian besar terbatas pada salah satu ulangan (68,75%), dengan hanya 6,25% (P6) yang terkontaminasi pada semua ulangan. Seluruh perlakuan menghasilkan silase berkualitas baik dengan ciri-ciri fisik dan kimia yang seragam (aroma asam segar, hijau kecokelatan, pH rendah, tekstur lunak).
Pengaruh Durasi Stimulasi Termal Terhadap Perkembangan Embrio Ayam Persilangan Andri, Faizal; Afrianto, Achmad; Marwi, Filoza; Arif, Ani Atul; Prayogi, Heni Setyo; Hamiyanti, Adelina Ari; Sudjarwo, Edhy
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2025.026.02.9

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh stimulasi termal dengan durasi yang berbeda terhadap perkembangan embrio hasil persilangan ayam Bangkok dan ayam layer strain Lohmann Brown yang meliputi panjang embrio, bobot dan persentase embrio, serta bobot dan persentase yolk sac. Penelitian ini menggunakan 200 butir telur fertil yang didistribusikan secara acak pada percobaan menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan stimulasi termal. Perlakuan yang diberikan yaitu P0: penetasan pada suhu standar tanpa stimulasi termal (kontrol), P1: penetasan dengan stimulasi termal selama 2 jam/hari, P2: penetasan dengan stimulasi termal selama 4 jam/hari, dan P3: penetasan dengan stimulasi termal selama 6 jam/hari. Suhu standar yang digunakan adalah 37,5 °C, sedangkan suhu penetasan pada saat stimulasi termal ditingkatkan menjadi 39,5 °C pada umur embrio 10-18 hari. Data dianalisis menggunakan analysis of variance. Stimulasi termal dengan durasi yang berbeda (0, 2, 4, dan 6 jam/hari) pada umur embrio 10-18 hari tidak menunjukkan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap panjang embrio, bobot dan persentase embrio, serta bobot dan persentase yolk sac. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stimulasi termal dapat diterapkan dengan aman tanpa mengganggu perkembangan embrio ayam persilangan.
Kualitas Telur Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Dengan Substitusi Pakan Menggunakan Produk Samping Kacang Hijau Pada Masa Puncak Produksi Widyananda, Sandi Arya; Lisnanti, Ertika Fitri; Mukmin, Amiril
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.1

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dampak substitusi pakan buatan dengan bahan sisa dari pengolahan kacang hijau terhadap parameter fisik seperti berat telur, ketebalan cangkang, indeks kuning telur, serta perbandingan antara kuning dan putih telur pada burung puyuh petelur (Coturnix coturnix japonica). Studi ini dilangsungkan di di kandang kerja sama program studi peternakan UNISKA yang terletak di Desa Tanjungsari, Tulungagung, dari tanggal 3 November sampai 15 Desember 2024. Metodologi yang diterapkan ialah eksperimen di lapangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup 5 perlakuan dan diulang 5 kali. Perlakuan tersebut meliputi P0 (100% pakan kontrol), P1 (95% kontrol dan 5% Hasil Samping Pengolahan Kacang Hijau), P2 (90% kontrol dan 10% HSPKH), P3 (85% kontrol dan 15% HSPKH), serta P4 (80% kontrol dan 20% HSPKH). Parameter yang diamati mencakup indeks kuning telur, rasio kuning dan putih telur, ketebalan cangkang, bobot cangkang, dan skor warna kuning telur. Data yang berhasil dikumpulkan akan dianalisis melalui uji F menggunakan metode analisis sidik ragam, dan jika ditemukan perbedaan yang signifikan, akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Merujuk pada hasil analisis, substitusi pakan dengan Hasil Samping Pengolahan Kacang Hijau (HSPKH) sebesar 20% terbukti memberikan dampak signifikan terhadap Indeks Kuning Telur (IKT) dengan nilai yang berkisar antara 0,35 hingga 0,45, yang relevan terhadap standar yang ditentukan pada penelitian sebelumnya. Sementara itu, rasio kuning dan putih telur tidak menunjukkan dampak yang signifikan. Ketebalan cangkang telur dalam seluruh perlakuan mengindikasikan hasil yang cukup stabil, yakni ada di rentang antara 0,25 hingga 0,28 mm, yang tetap memenuhi kriteria ketebalan ideal untuk cangkang telur puyuh. Proporsi berat cangkang telur memperlihatkan nilai yang konsisten antara 8,00 sampai 10,00 dari total berat telur pada seluruh perlakuan. Indeks warna kuning telur juga menunjukkan hasil yang umumnya serupa, dengan nilai berkisar antara 6,0 hingga 6,5 pada skala Roche Yolk Color Fan.
Penambahan Ekstrak Daun Pepaya (Carica Papaya L.) Pada Pakan Kambing Jawarandu Terhadap Nilai Trigiliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL) Angriani, Ririn; Hartono, Madi; Ermawati, Ratna; Wanniatie, Veronica
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.2

Abstract

Konsumsi daging kambing yang berlebihan berisiko meningkatkan kadar kolesterol dan penyakit kardiovaskular. Modifikasi pakan dengan bahan herbal menjadi salah satu strategi pengendalian kolesterol. Pepaya (Carica papaya) memiliki potensi farmakologis untuk memperbaiki profil lipid. Penelitian ini mengevaluasi efek ekstrak daun pepaya terhadap trigliserida, High Density Lipoprotein (HDL), dan Low Density Lipoprotein (LDL) pada kambing jawarandu. Sebanyak 12 kambing dibagi dalam empat perlakuan (0, 75, 150, 225 mg/kg bobot badan) dengan tiga ulangan, menggunakan rancangan acak lengkap. Ekstrak diberikan melalui pakan selama 30 hari, lalu profil lipid dianalisis dari sampel darah. Analisis ragam menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan ekstrak daun pepaya terhadap trigliserida, HDL, maupun LDL. Hasil ini menyiratkan bahwa dosis hingga 225 mg/kg belum efektif memodifikasi profil lipid, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis dan metode pemberian yang optimal.
Perbandingan Penggunaan Krioprotektan Dengan Dosis Berbeda Pada Pengencer Sitrat-Kuning Telur Terhadap Kualitas Spermatozoa Beku Kambing Kacang Hayati, Kristina Meldiana; Nalley, Wilmientje; Hine, Thomas Mata
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.6

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menganalisis dampak perbedaan dosis krioprotektan dalam bahan pengencer sitrat-kuning telur (S-KT) terhadap viabilitas spermatozoa beku pada kambing kacang. Pengamatan terhadap mutu spermatozoa dilakukan sebelum dan sesudah tahap pembekuan, memanfaatkan materi semen yang diperoleh dari tiga ekor kambing kacang berumur sekitar tiga tahun dengan status kesehatan yang baik. Zat krioprotektan yang diuji dalam penelitian ini mencakup etilen glikol, dimetil sulfoksida, dan gliserol. Masing-masing bahan tersebut dilarutkan ke dalam pengencer S-KT dengan tiga tingkatan dosis yang berbeda, yakni 4,5%, 6%, dan 7,5%. Rancangan acak lengkap (RAL) berbasis pendekatan eksperimen diaplikasikan sebagai prosedur utama dalam pelaksanaan penelitian ini. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Beberapa variabel yang diukur guna menilai mutu semen tersebut meliputi persentase viabilitas, kondisi membran plasma yang utuh, motilitas spermatozoa, serta tingkat abnormalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan (P < 0,05) antara dosis krioprotektan terhadap kualitas spermatozoa beku, dengan dosis terbaik krioprotektan gliserol dan etilen glikol 7,5% dalam pengencer S-KT sedangkan DMSO 6% merupakan konsentrasi optimal yang mampu mempertahankan kualitas terbaik setelah pencairan. Dari temuan penelitian ini, disimpulkan bahwa mutu semen beku kambing kacang mengalami peningkatan optimal saat menggunakan DMSO pada kadar 6%. Sementara itu, untuk jenis krioprotektan etilen glikol dan gliserol, efektivitas tertinggi dalam pengencer S-KT dicapai pada dosis 7,5%.
Evaluasi Pertumbuhan Larva dan Karakteristik Limbah Tenebrio molitor Dengan Perlakuan Pakan Berbeda Sebagai Kandidat Pakan Ternak Alfikri, Muhammad Fauzan; Salundik; Islami, Amelia Kamila; Nuraini, Henny; Mendrofa, Verika Armansyah; Endrawati, Yuni Cahya
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.5

Abstract

Ulat tepung adalah larva dari kumbang Tenebrio molitor. Ulat tepung memiliki kemampuan untuk memakan berbagai bahan organik yang dapat digunakan sebagai pakan. Ulat tepung memiliki sistem pencernaan yang pendek sehingga menghasilkan limbah yang mengandung bahan organik tinggi. Oleh karenanya perlu dikaji komposisi kimia limbah yang dihasilkan ulat tepung dengan jenis pakan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pertumbuhan larva dan karakteristik limbah dari ulat tepung (Tenebrio molitor) yang diberi perlakuan jenis pakan berbeda (pollard, onggok, bungkil sawit, dan kombinasi antar pakan). Ulat tepung yang diberi pakan berbeda menghasilkan pertumbuhan larva dan rendemen limbah yang signifikan antar perlakuan (P<0,05). Pakan onggok menghasilkan pertumbuhan ulat tepung yang paling rendah sebesar 106,67±61,10 g selama 15 hari pemeliharaan. Ulat tepung yang diberi pakan berupa pollard (P), onggok (O), bungkil sawit (BS), campuran pollard dan onggok (PO), campuran pollard dan bungkil sawit (PBS), serta campuran onggok dan bungkil sawit (OBS) menghasilkan limbah masing-masing sebesar 67,05%, 69,54%, 78,18%, 69,88%, 75,13%, dan 79,68%. Pakan pollar, bungkit sawit, dan kombinasi pollar dan bungkil sawit menghasilkan limbah dengan protein kasar dan serat kasar serupa dedak padi. Hal ini menjadikan limbah ulat tepung tersebut dapat berpotensi sebagai pakan ternak dengan beberapa kajian lebih lanjut terkait kecernaan dan produktifitas ternak target.
Parameter Metabolit Darah Domba Sakub Jantan Pada Kelompok Umur Yang Berbeda Nurasih, Ari Dwi; Haryoko, Imbang; Yuwono, Pambudi; Setyaningrum, Agustinah; Meliana, Denis Agita; Sodiq, Akhmad
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.3

Abstract

Domba Sakub merupakan plasma nutfah lokal Indonesia yang memiliki potensi sebagai sumber daging yang berkualitas. Profil metabolit darah seperti glukosa, trigliserida, dan kreatinin dapat digunakan sebagai indikator status metabolisme dan kesehatan ternak. Umur ternak mempengaruhi metabolisme, namun informasi mengenai umur terhadap metabolit darah domba Sakub masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar glukosa, trigliserida, dan kreatinin pada domba Sakub jantan berdasarkan kelompok umur muda dan dewasa. Penelitian menggunakan desain komparatif dengan total sampel 50 ekor domba Sakub jantan, terdiri dari kelompok muda (n=33) dan kelompok dewasa (n=17). Pemeriksaan kadar metaolit darah dilakukan menggunakan metode ELISA. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, data yang terdistribusi normal dianalisis menggunakan Independent Sample T-test, sedangkan data yang tidak normal dianalisis menggunakan Mann-Whitney test. Kadar glukosa menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok muda dan dewasa (p<0.05). Kadar trigliserida tidak berbeda signifikan (p>0.05). Sedangkan kadar kreatinin lebih tinggi pada kelompok dewasa (2.15±0.51 mg/dL) dibandingkan dengan kelompok muda (1.90±0.45 mg/dL), namun tidak signifikan (p>0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa umur berpengaruh terhadap kadar glukosa darah domba Sakub jantan, sedangkan kadar trigliserida hampir sama antar kelompok umur, dan kreatinin lebih tinggi pada kelompok dewasa. Glukosa dapat dijadikan biomarker metabolisme yang lebih sensitif terhadap perubahan fisiologis akibat penuaan.
Bioconversion of Hospitality Food Waste Using Hermetia illucens Larvae: Effects of Food Waste Loading Rate and Larval Density on Waste Reduction and Biomass Production Safikalianty, Bella; Lestari, Febrianti; Viruly, Lily
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2026.027.01.4

Abstract

Hospitality food waste constitutes a major fraction of organic waste generated by the hospitality sector and poses significant environmental challenges if not properly managed. This study evaluated the effectiveness of bioconversion of hospitality food waste using Hermetia illucens larvae in reducing organic waste and producing larval biomass, while also assessing the nutritional characteristics of bioconversion products. The experiment employed a completely randomized design with two factors, namely food waste loading rate (50, 200, and 400 g) and larval density (1, 4, and 8 g), resulting in nine treatment combinations. Bioconversion performance was evaluated based on organic waste reduction efficiency, larval biomass production, and kasgot formation. Proximate analysis was conducted at the end of the experiment using composite samples obtained from treatments with optimal bioconversion performance. Data were analyzed using two-way analysis of variance (ANOVA). The results showed that Hermetia illucens-based bioconversion effectively reduced hospitality food waste, achieving a maximum waste reduction efficiency of 93.66%. Higher substrate loading combined with lower larval density resulted in improved waste reduction efficiency and larval biomass production. Proximate analysis of the composite sample (duplicate analysis) indicated a protein content of 31.23%, total fat content of 39.65%, ash content of 14.31%, carbohydrate content of 11.20%, and a total caloric value of 526.64 kcal/100 g, demonstrating that nutritionally rich bioconversion products were generated under optimal treatment conditions. These findings indicate that Hermetia illucens-based bioconversion is an effective and sustainable approach for hospitality food waste management, capable of reducing organic waste while producing nutritionally valuable larval biomass.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 27 No. 1 (2026): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue