cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
KUALITAS SEMEN CAIR SAPI BALI SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG MENGGUNAKAN PENGENCER SKIM MILK DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT KECAMBAH KACANG HIJAU Zenni Nur Fadilah; Nurul Isnaini; Muhammad Nur Ihsan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.126 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2016.017.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas semen cair sapi Bali yang menggunakan pengencer skim milk dengan penambahan filtrat kecambah kacang hijau selama penyimpanan di suhu ruang (29oC). Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi kajian ilmiah serta sumber informasi bagi akademisi dan Balai Inseminasi Buatan. Materi penelitian yang digunakan adalah semen segar sapi Bali yang dipelihara secara intensif di BBIB Singosari Malang dengan kriteria umur 6-11 tahun, motilitas massa ++ dan motilitas individu 50-70%. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan laboratorium menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan, P0 sebagai kontrol (100% Skim Milk + 0% Filtrat Kecambah Kacang hijau); P1 (98% SM + 2% FKKH); P2 (96% SM + 4% FKKH) dan P3 (94% SM + 6% FKKH). Analisis data yang yang digunakan adalah Analisis Ragam atau Analysis of Variant (ANOVA), apabila terdapat perbedaan yang nyata atau sangat nyata maka dilakukan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan filtrat kecambah kacang hijau ke dalam pengencer skim milk memberikan perbedaan yang tidak nyata (P>0,05) terhadap kualitas semen cair sapi Bali selama penyimpanan suhu ruang (29oC) baik motilitas individu, viabilitas maupun abnormalitas spermatozoa. Kata kunci: antioksidan, motilitas, viabilitas, abnormalitas
PENGARUH PENAMBAHAN GLUTATHIONE PADA PENGENCER TRIS AMINOMETHANE KUNING TELUR DALAM MEMPERTAHANKAN KUALITAS SPERMATOZOA SAPI LIMOUSIN SELAMA PENYIMPANAN SUHU RUANG Rahman Maulana; Nurul Isnaini; Sri Wahjuningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO)
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.442 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2016.017.01.7

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari pada bulan Maret sampai April 2016. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian glutathione pada pegencer Tris Aminomethane kuning telur dalam mempertahankan kualitas semen sapi Limousin selama penyimpanan suhu ruang. Materi yang digunakan adalah semen segar dengan motilitas individu 45-55%. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan. Metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam. Perlakuan pada penelitian ini P0 ( 0 mM glutathione), P1 (0,5 mM glutathione), P2 (1 mM glutathione) dan P3 (1,25 mM glutathione) dengan 10 ulangan. Hasil penelitian menyatakan bahwa penambahan glutathione pada pengencer Tris Aminomethane kuning telur berbeda sangat nyata (P<0,01) persentase motilitas individu selama penyimpanan 3 dan 24 jam, sedangkan viabilitas dan abnormalitas spermatozoa pada semua perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05). Penyimpanan semen 3 jam dan 24 jam disuhu ruang sebaiknya menggunakan penambahan 0,75 mM glutathione dalam Tris Aminomethane kuning telur agar mempertahankan motilitas spermatozoa.Kata kunci : abnormalitas, Motilitas, Pengencer,semen, viabilitas
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG PORANG (Amorphophallus oncophyllus) PADA TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KADAR AIR, PROTEIN, LEMAK, RASA DAN TEKSTURNUGGET AYAM Lionel Cato; Djalal Rosyidi; Imam Thohari
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.412 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.3

Abstract

Tujuan dari penelitian nugget ayam yang ditambahkan tepung porang ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung porang yang berbeda jumlahnya dalam nugget ayam dan mengetahui pengaruh tepung porang terhadap sifat kimia dan organoleptik nugget ayam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan. Perlakuan yang dilakukan adalah: P0 = nugget ayam dengan 0% tepung porang; P1 = nugget ayam dengan 5% tepung porang; P2 = nugget ayam dengan 10% tepung porang; P3 = nugget ayam dengan 15% tepung porang; dan P4 = nugget ayam dengan 20% tepung porang. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan tepung porang pada nugget ayam memberikan perbedaan yang sangat nyata (P<0.01)terhadap kadar air, rasa, dan tekstur, sedangkan pada  kadar protein dan lemak tidak memberikan perbedaan yang sangat nyata (P>0.05). Perlakuan terbaik pada penelitiian ini adalah penambahan tepung porang 10% pada nugget ayam, hasilnya menunjukan pada kadar air (9,65±1,98%), kadar protein (11,19±0,13%), kadar lemak (3,19±0,06%), rasa (3,68±0,62) dan tekstur (3,52±0,50). Kata Kunci : tepung porang, nugget ayam, uji kima, uji organoleptik
AKTIVITAS ANTIBAKTERI JUS DAUN SIRIH (Piper bettle linn) TERHADAP BAKTERI PATOGEN DAN KUALITAS TELUR SELAMA PENYIMPANAN Nining Haryuni; Eko Widodo; Edhy Sudjarwo
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.85 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.8

Abstract

Antibacterial activity of Piper bettle linn juice on pathogenic bacteria and its effect on egg quality during storage were studied. The method used in this study was experiment arranged in  Completely Randomized Design. The Piper bettle linn juice was tested for their antibacterial activities against Escherichia coli, Salmonella sp and lactic acid bacteria in in vitro experiment. All of tested bacteria were challenged by different levels of Piper bettle linn juice dilution namely 0%, 25%, 50%, 75% and 100%. Increased Piper bettle linn juice level very significant affected (P<0,01). Growth inhibition of all tested bacteria was shown in diameter of inhibition zone (mm). The effects of Piper bettle linn juice were also tested on storage time legth of egg.  Two hundred fifty 69-week-old Isa Brown layers were received different levels of 0%; 2,5%; 5%; 7,5%; 10% and 12,5% of Piper bettle linn juice added to the basal feed. The treatment has no effect on Salmonella total plate count of eggs but it very significant affected (P<0,01) egg quality especially on Escherichia coli total plate count and length of storage time. Key word : antibacterial activity, Piper bettle linn juice, pathogen bacteria, egg quality,storage time
PENGARUH PEMBERIAN FEED SUPPLEMENT VITERNA PADA AIR MINUM TERHADAP PENAMPILAN AYAM PEDAGING Bayu Sutomo; Muhammad Nur Ihsan; Adelina Ari Hamiyanti
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.752 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.4

Abstract

Pemberian feed supplement Viterna melalui air minum, dan dilakukan mulai hari ke 1 sampai hari ke 35. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan lapangan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 perlakuan dan masing–masing perlakuan diulang 6 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit percobaan terdiri dari 5 ekor ayam. Penelitian ini dilakukan dengan penambahan Viterna dalam air minum ternak dengan jumlah sebagai berikut :1) P0 : air minum tanpa Viterna, 2) P1: air minum+0,1% Viterna/liter air, 3) P2: air minum+0,2% Viterna/liter air, 4) P3 : air minum+0,3% Viterna/liter air. Variabel pengamatan meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konversi pakan dan bobot badan akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Viterna dalam air minum tidak mempengaruhi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan bobot badan akhir, dengan penambahan Viterna sebanyak 2 cc/liter air minum ternak menurunkan nilai konversi pakan dan level pemberian terbaik. Kata Kunci : konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, konfersi pakan
DAYA HAMBAT DEKOK KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestris Mill) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli DAN Streptococcus agalactiae PENYEBAB MASTITIS PADA SAPI PERAH Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilorini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.642 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.11

Abstract

Kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) mengandung banyak zat aktif yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan dari dekok kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Streptococcus agalactiae penyebab mastitis pada sapi perah dan menentukan konsentrasi optimal dalam menghambat pertumbuhan bakteri tersebut. Metode yang digunakan yaitu metode difusi sumuran dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari konsentrasi 10%, 20%, 30% dan iodips sebagai perlakuan standart. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dekok kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30% mampu menghambat pertumbuhan bakteri, dimana perlakuan yang paling baik yaitu pada konsentrasi 30%. Hasil perhitungan rata-rata luas zona hambat dekok kulit apel manalagi (Malus sylvestris Mill.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli adalah berbeda sangat nyata (P<0,01) dan hasil perhitungan pada bakteri Streptococcus agalactiae adalah tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah konsentrasi 10%, 20% dan 30% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Streptococcus agalactiae. Konsentrasi 10%, 20% dan 30% belum dapat mengimbangi kekuatan daya hambat dari iodips dalam menghambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli, akan tetapi pada  bakteri Streptococcus agalactiae mampu untuk menghambat pertumbuhannya. Kata kunci: kulit apel manalagi, dekok, daya hambat antibakteri, bakteri patogen.
PERFORMANS REPRODUKSI SAPI PERANAKAN ONGOLE DAN PERANAKAN LIMOUSIN PADA PARITAS BERBEDA DI KECAMATAN PACIRAN KABUPATEN LAMONGAN Laili Windah Fauziah; Woro Busono; Gatot Ciptadi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.343 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.7

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan performans reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin pada paritas 2 dan 3. Penelitian ini dilakukan di Paciran, Kabupaten Lamongan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin yang masing-masing terdiri dari 2 paritas yaitu paritas 2 dan 3 dimana setiap paritas terdiri dari 30 ekor ternak. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah survei dengan pengumpulan data primer dan data sekunder. Variabel yang diamati adalah Service per Conception (S/C),Days open (DO), Calving Interval (CI) dan Conception Rate (CR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata S/C, DO, CI dan CR dari sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin pada paritas 2 dan 3 sebesar masing-masing sebesar1,2 ± 0,4; 117,8 ± 16,5 hari; 397,6 ± 16,6 hari dan79%. Disimpulkan bahwa nilai tampilan reproduksi sapi Peranakan Ongole dan Peranakan Limousin di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan memiliki nilai yang baik akan tetapi perlu perbaikanmengenai DO dan CI yang masih panjangKata kunci: calving interval, conception rate, days open, service per conception.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN PAKAN ALTERNATIF SEBAGAI SUMBER ENERGI, SERAT DAN VITAMIN SERTA PAKAN BIJIAN TERHADAP KONSUMSI DAN BOBOT BADAN BURUNG KENARI (Serinus canaria) Zheny Erwin Handiono; Woro Busono; Heny Setyo Prayogi
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.34 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.4

Abstract

Secara alami burung kenari mengkonsumsi pakan berupa bijian, namun burung kenari juga mengkonsumsi beberapa jenis sayuran dan bahan pakan alternatif seperti, sawi putih, selada, wortel dan jagung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alternatif (jagung, sawi putih dan wortel) serta interaksinya dengan pakan biji-bijian terhadap konsumsi dan pertambahan bobot badan burung kenari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jagung memiliki tingkat konsumsi paling tinggi dibandingkan dengan tingkat konsumsi sawi putih dan wortel, dengan rataan konsumsi (7,7 ± 5.4) g/ekor/hari dengan persentase (49,7) %. Rataan konsumsi dan presentase pakan alternatif sangat berpengaruh terhadap konsumsi dan persentase pakan bijian, dimana konsumsi pakan alternatif tinggi, konsumsi dari bijian menjadi seimbang. Perlakuan pemberian pakan alternatif dan bijian berpengaruh terhadap pertambahan bobot badan dari burung kenari yaitu (1,75 ± 0,86). Disimpulkan bahwa konsumsi jagung mempunyai tingkat konsumsi yang paling tinggi. Konsumsi pakan alternatif sangat berpengaruh terhadap konsumsi bijian dan perlakuan pemberian pakan alternatif dan bijian berpengaruh terhadap bobot badan burung kenari.Kata  kunci: konsumsi pakan, presentase konsumsi pakan
KUALITAS SEMEN SEGAR DAN PRODUKSI SEMEN BEKU SAPI SIMMENTAL PADA UMUR YANG BERBEDA Annisa Nyuwita; Trinil Susilawati; Nurul Isnaini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.58 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.01.10

Abstract

Penelitian dilakukan di Balai Inseminasi Buatan Daerah Ungaran Jawa Tengah. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan kualitas semen segar dan produksi semen beku sapi Simmental pada umur yang berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah catatan produksi semen yang terdiri dari kualitas semen segar dan jumlah straw semen beku dari 8 ekor sapi Simmental. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan Nested Design. Variabel yang diamati meliputi volume semen, pH, motilitas massa, persentase motilitas individu, konsentrasi spermatozoa, total spermatozoa, total spermatozoa motil dan jumlah straw semen beku. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kualitas dan kuantitas semen segar pada 4 kelompok umur 3, 4, 7 dan 8 tahun secara berturut-turut adalah volume: 6,9±1,7; 7,3±0,5; 7,8±0,3 dan 9,2±1,6 ml, pH: 6,4±0,1; 6,5±0,1; 6,5±0,1 dan 6,5±0,1, motilitas massa: 2±0,04; 2±0; 2±0,05 dan 1,8±0,22 (+), persentase motilitas individu: 72.1±1.2; 71.3±0.8; 70.3±0.5 dan 66.3±5%, konsentrasi spermatozoa: 1.703,3±167,2; 1.612,2±172,2; 1.450,7±172,2 dan 1.254,6±113,6 (juta/ml), total spermatozoa: 11.586,5±1945,6; 10.468,1±1148,8; 12.593,6±947,8 dan 11.570,2±2642,2 juta sel, total spermatozoa motil: 8.341,8±1.282,5; 7.471,7±845,6; 8.857,6±662,7 dan 7.820,3±2.229,4 juta sel, jumlah straw semen beku: 300±38,2; 263,6±57,8 dan 236,6±180,1 buah straw. Kata kunci: semen beku, motilitas, konsentrasi, spermatozoa motil
DAYA HAMBAT DEKOK KULIT APEL MANALAGI (Malus sylvestrs Mill.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus dan Pseudomonas sp. PENYEBAB MASTITIS PADA SAPI PERAH Puguh Surjowardojo; Tri Eko Susilawati; Gabriel Ruth Sirait
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.983 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtapro.2015.016.02.6

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat dekok kulit apel Manalagi terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonassp. Metode penelitian adalah Percobaan dan data dianalisis dengan menggunakan Analisis Varians (ANOVA) dari Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan kemudian hasil perlakuan yang berbeda dianalisis oleh Duncan Beberapa Rentang Test (DMRT), dengan 4 perlakuan, dan 5 pengulangan. Perlakuan yang P0 (iodips), P1 (10% dekok kulit apel), P2 (20% dekok kulit apel) dan P3 (30% dekok kulit apel). Variabel yang diamati adalah zona hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas sp.Hasil penelitian menunjukan bahwa dekok kulit apel memberi hasil yang berbeda sangat nyata (p<0,01) dalam menghambat pertumbuhan bakteriStaphylococcus aureus danPseudomonas sp. Konsentrasi tertinggi dekok kulit apel  P3 (30%) belum dapat mengimbangi kemampuan P0 (iodips) dalam menghambat bakteri Gram positif Staphylococcus aureus.Daya hambat dekok kulit apel dengan konsentrasi P3 (30%) dapat mengimbangi P0 (iodips) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Gram negatifPseudomonas sp. Saran untuk penelitian selanjutnya meninggkatkan konsentrasi dekok kulit apel untuk larutan herbal teat dipping Kata kunci : kulit apel, mastitis, antibakteri

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue