cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ternak Tropika
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 25031007     EISSN : 25031007     DOI : -
Core Subject :
TERNAK TROPIKA, Journal of Tropical Animal Production (JTAP) provides for rapid publication of full-length papers, short communication and review articles describing of new finding or theory in Animal Production area. TERNAK TROPIKA has 1 volume with 2 issues per year. TERNAK TROPIKA is published by Department of Animal Priduction, Faculty of Animal Husbandry, Brawijaya University Indonesia in collaboration with Indonesian Society of Animal Science (ISPI
Arjuna Subject : -
Articles 314 Documents
PENGARUH UMUR INDUK TERHADAP POTENSI KETERSEDIAAN SUMBER OOSIT KAMBING Moh Nur Ihsan
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.325 KB)

Abstract

Suatu penelitian dengan tujuan untuk mengetahui mengetahui potensiketersediaan oosit berdasarkan kelompok umur kambing telah dilakukan, dandiharapkan akan bermanfaat sebagai informasi bagi perkembangan teknologireproduksi, khususnya penyediaan oosit matang di laboratotium.Penelitian dilakukan dengan metode percobaan laboratorium, menggunakansampel ovarium kambing dari Rumah Potong kambing, yang dikelompokkan masingmasingkambing dengan umur <1 th,1-14 th dan > 4 th.Variabel yang diamati ukurandan jumlah folikel antral.Disimpulkan bahwa kelompok umur induk berpengaruh nyata terhadap potensipenyediaan oosit, dimana induk dengan umur > 4 th menghasilkan oosit tertinggi.Kata Kunci: umur induk kambing dan potensi ketersediaan oositINFLUENCES OF AGES GOAT ON POTENTIAL OVARIES FORPROVIDING OOCYTES GOATSABSTRACTThe research with aim to study the potential of different age female goats onproviding oocytes was carry out. It was expected give information about reproductivetechnology development especially providing laboratory oocytes.Research was conducted by experiment laboratory method, with abatoir ovaryfemale goats sample with grouped ages goat < 1 year, 1-4 year and > 4 year. Variablewas observed ovary size and number follicle of ovaries.It was concluded that ages of goat significant difference to potentials providingoocyte where age 4 year goat highest produced oocytes.Keywords: ages of goat and potentials providing oocytes.
VARIASI FENOTIPE F1 CROSSBREED DARI HASIL PERSILANGAN BURUNG BLACK THROAT DENGAN BERBAGAI BURUNG KENARI LOKAL (Serinus Canaria) Mudawamah Mudawamah; Susilowati S; Trijaya Trijaya
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.315 KB)

Abstract

Burung kenari merupakan burung berkicau yang dipelihara bukan hanya untukhobi tetapi sudah mengarah ke komersial dengan harga jualnya ditentukan oleh warnabulu, ukuran tubuh dan suara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variasifenotipe F1 crossbreed hasil persilangan kenari lokal dengan Black throat. Metodepenelitian adalah eksperimen dan data dianalisis menggunakan Chi-square. Materipenelitian yang digunakan satu ekor pejantan burung black throat, sembilan ekorindukan burung kenari lokal warna bulu hijau, starblue dan kuning. Perkawinandilakukan dengan perkawinan alam dengan ulangan tiga kali. Variasi fenotipe yangdiamati adalah warna bulu, ukuran tubuh dan suara. Hasil penelitian menunjukkanbahwa F1 crossbreed mempunyai postur tubuh lebih besar dari Black throat dan lebihkecil dari kenari lokal dengan suara lebih tinggi dan tebal dibandingkan dengan kenarilokal serta warna bulunya merupakan kombinasi kenari lokal dengan Black throat.Dari hasil análisis dengan chi-square menunjukkan bahwa variasi fenotipe persilanganblack throat dengan berbagai kenari lokal tidak berbeda nyata (P > 0.05) denganstándar penilaian Malang Canary Club. Tetapi ada kecenderungan bahwa skor hasilpersilangan antara black throat dengan kenari kuning (26,6) menghasilkan rata-rataskor terendah dibandingkan dengan hijau (27) dan starblue (27,55).Kata Kunci : kenari, persilangan, variasi fenotipe.(PHENOTYPE VARIATION OF F1 CROSSBREED DERIVED FROM BLACKTHROAT WITH LOCAL CANARY BIRDS (Serinus Canaria))ABSTRACTBirds singing canary is maintained not just for a hobby but has already led tothe commercial and selling price determined by feather color, body size and voice. Thepurpose of this study was to determine the phenotype variation of F1 crossbreed whichwas the result of crossbreeding of local canary with Black throat. The research methodwas experimental and data were analyzed using Chi-square test. Research materialsused one tail of black throat male, nine tails of local canary female of feather color ofgreen, and yellow starblue. Mating performed by natural mating with threereplications. Phenotypic variation observed was the color of hair, body size and voice.The results showed that F1 crossbreed had a bigger body posture of Black throat andsmaller than the local canary with a voice higher and thicker than the local canary andthe feather color was a combination of local with Black throat. From the results of thechi-square analysis showed that phenotypic variation F1 crossbreed were notsignificantly different (P> 0.05) with a standard assessment of Malang Canary Club.But there is a tendency that the score from crosses between the black throat with ayellow canary (26.6) yielded the lowest average score compared with the green canary(27) and starblue canary (27.55).Key words: canary, crosses, phenotypic variation.
PENGARUH LAMA SIMPAN SEMEN TERHADAP KUALITAS SPERMATOZOA AYAM KAMPUNG DALAM PENGENCER RINGER’S PADA SUHU 4 C D.R. Danang; N. Isnaini; P. Trisunuwati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.767 KB)

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh lama simpan semen padasuhu 40C terhadap kualitas spermatozoa ayam kampung dalam pengencer Ringersolution. Hasil penelitian diharapkan berguna sebagai informasi tentang waktu optimallama simpan spermatozoa ayam kampung dalam pengencer Ringer solution pada suhu40C sehingga dapat menunjang keberhasilan IB. Materi yang digunakan adalah semenayam Kampung berasal dari empat ekor ayam kampung jantan berumur 1 - 1,5 tahun,bobot badan ± 2,2 kg. Penelitian dilakukan menggunakan metode percobaan denganperlakuan larutan pengencer Ringer’s pada suhu 4 0C menggunakan enam waktupengamatan yang berbeda yaitu pada jam ke 0, 6, 12, 18, 24 dan 30. Ulangan 10kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam. Rancangan yangdigunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL), apabila hasil yang diperolehmenunjukkan perbedaan pengaruh yang nyata (P<0,05) atau sangat nyata (P<0,01)maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter yang diamati:motilitas individu, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa lama simpan pada suhu 40C memberikan pengaruh yang sangatnyata (P<0.01) terhadap kualitas spermatozoa ayam kampung yang meliputi motilitasindividu, persentase viabilitas, dan persentase abnormalitas dalam pengencer Ringer.Kualitas semen dapat dipertahankan sampai 18 jam yang memiliki kualitas semen yaitu: motilitas individu 47 + 5.87, viabilitas 69.4 + 3.34 dan abnormalitas 15 + 0.82.Disimpulkan bahwa kualitas semen ayam Kampung yang diencerkan dengan Ringer’syang disimpan pada suhu 4 0C mengalami penurunan secara bertahap dan dapatdigunakan untuk IB dalam waktu tidak lebih dari 18 jam setelah penampungan.Kata kunci : kualitas spermatozoa ayam Kampung , pengencer Ringer’s , suhu 4 0CTHE EFFECT OF STORAGE TIME ON NATIVE CHIKENSSPERMATOZOA QUALITY BY RINGER SOLUTION DILUENT IN 4 0CTEMPERATUREABSTRACTThe aim of the study was to find out endurance of Kampung chicken semen qualitydiluted by Ringer’s of various storage time at 4 0C. The result of the study can be usedas infomation resource about the optimal time to store the Native chicken spermatozoawith Ringer’s diluent at 4 0C to support the successful of Artificial Inseminationprogram. The research material was semen of Native chicken from four rooster from 1-1.5 years old and about ± 2.2 kg body weight. The research was design byCompletely Randomized Design (CRD) with 6 treatment and 10 replication, if therewere significant influence, it would be tested by least significant Different Test. Thevariable’s observed were individual motility, sperm viability, and sperm abnormality.The result showed that the quality of semen in Ringer’s diluter significantly influencedby long storage at 4 0C temperature. Semen quality can be used up to 18 hours with:47 ± 5.87 individual motility, 69.4 ± 3.34 percentage of viability, and 15 ± 0.82abnormalities. The conclution is the quality of native chicken semen decreasegradually in the ringer solution at 4oC storage.To support the successful of AI, it willbe better if the semen of Native chicken diluted by Ringer’s and stored not more than18 hours at 4 0C temperature.
PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN SAPI BRAHMAN CROSS PADA BOBOT BADAN DAN FRAME SIZE YANG BERBEDA Ardhina Firdausi; T. Susilawati; M. Nasich; Kuswati Kuswati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.846 KB)

Abstract

This research was conducted at PT. Widodo Makmur Perkasa Feedlot onAugust until October 2011. The purpose is to assess average daily gain of Brahmancross with frame sizetype(M andL) anddifferentbodyweights(<300 kg, 300-350kg,and>350 kg) and theinteractionbetween theframe sizeanda differentbodyweights.Thematerialsused for this research were 3052 head SteerBrahmanCrosscattle with initialbody weights250 kg-380 kg. This research was using study casus. data obtained wassecondary data. The obtained data was analyzed using Completely Random Design(CRD) inbalanced factorial.The result showed that frame size has significant effect(P<0,01) on Brahman cross steer average daily gain. The average daily gain is 1.15 ±0.367 kg for M frame size group and 1.3 ± 0.354 kg for L frame size group. Initialbody weight was also has a significant effect on Brahman cross steer average dailygain. The average daily gain of <301; 301-350; and >350 group were 1.329±0.366;1.22±0.348; and 1.13±0.357 kg. The interaction between frame size and initial bodyweight give significant effect on Brahman cross steer daily gain. The gain of <301kg ofinitial body weight group with L framesize is 1.34 kg/day and M frame size is 1.29kg/day. The gain of 301-350kg of initial body weight group with L frame is 1.31kg/day. And the gain of >350kg of initial body weight group with L frame size is 1.21kg/day and M frame size is 0.93 kg/day.Key word : Average Daily Gain, Brahman cross, Frame size, Initial Body Weight
STUDI SITOGENETIK TERNAK LOKAL UNTUK STANDARISASI KROMOSOM DAN DETEKSI ABNORMALITAS GENETIK TERNAK RUMINANSIA LOKAL Gatot Ciptadi; M, Nur Ihsan; V.M. Ani Nurgiartiningsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.352 KB)

Abstract

Analisis kromosom ternak lokal di Indonesia sangat penting artinya karenamasih sangat terbatasnya data-data genetik dasar yang ada selama ini. Bagi ternak bibitanalisis kromosom perlu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan munculnya cacatgenetik yang heriditer. Hal ini perlu dicermati mengingat bahwa peluang pewarisankepada generasi berikutnya adalah sangat besar terkait jumlah anak keturunan yangbisa dihasilkan dari seekor pejantan. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmenganalisis kromosom ternak ruminansia lokal di Indonesia yaitu sapi, kerbau dankambing. Pada ternak lokal Indonesia masih sangat terbatas dilakukan analisiskromosom, padahal sangat penting terutama bagi ternak bibit. Hasil penelitian ini dapatdigunakan sebagai bahan pertimbangan bagi strategi peningkatan kualitas genetikternak ruminansia lokal.Metode digunakan standart kariotyping menggunakan sampel darah (wholeblood/) dengan G banding. Kariotyping dilakukan dengan dasar standart yang sudahada. Preparasi kromosom menggunakan medium Karyo MAX (GIBCO/BRL),Colcemic Solution, Giemsa Stain dan Potasium chloride solution. Kultur sel dilakukanberdasarkan medode standar karyotyping mamalia. Minimal jumlah 5 buah spreadingMetafase II kromosom terbaik, dilakukan microfotografi dan kemudian dilakukananalisis kromosom dengan software cytovision image analysis, ditentukan normaltidaknya kromosom berdasarkan standart kariotyping.Hasil Penelitian ini tidak ditemukan ternak ruminansia dengan abnormalitasjumlah kromosom, sehingga bisa diartikan bahwa tidak ada beberapa abnormalitaskromosom karena genetik seperti translokasi roberston (2N=58) atau kelainan jumlahkromosom yang lain. Pada semua ternak yang diamati kromosomnya ditemukankromosom 2 N (sapi Madura 2 N = 60), kerbau (swamp buffalo, 2 N=50 ) danKambing (kambing PE dan kacang 2 N= 60) yang terdiri atas 58, 48 dan 58 autosomdan 2 seks kromosom. Analisis perlu ditingkatkan ketelitiannya menggunakan teknikFISH, immunofluorescent, cytovision image analysis dilengkapi soft ware yang sesuai.Ruminansia lokal Indonesia perlu dilakukan penyusunan standart kariotyping,khususnya pada ruminansia yang diproduksi sperma bekunya untuk keperluanimplementasi Inseminasi Buatan, sangat direkomendasikan untuk dilakukankariotyping sebagai jaminan normalitas genetik serta bebas cacat genetik heriditer.Kata Kunci: Kariotyping, Kromosom, Ruminansia, Abnormalitas Genetik.CYTOGENETIC ANALYSIS FOR KARYOTYPE STANDARITATION ANDDETECTION OF GENETIC ABNORMALITY OF LOCAL RUMINANTABSTRACTOn the basis of the important of chromosome abnormalites and their negative effectin the near future, chromosomal investigation of breeding domestic animals and theirprogeny began in different countries. Chromosomal abnormality are usually consideredto be a plague and are to eliminate. In Indonesia, where Artificial Insemination (AI)implementation have started intensively, chromosomal aberration can be identified andculled from breeding program. This work has so far has been neglected in Indonesia.Method performed by collecting blood samples from ruminant (Madura, Buffaloand Goat) Sample of 0.5 ml of blood sample per animal was added to 5 mlchromosomal medium (Karyo MAX ^Gibco), placed in incubator at 38 oC. After 70hours, culture tube were removed from incubator, add to 1 ml working solution ofcolchicines and kept for 2 – 3 hours. The tubes were centrifuge at 1000 RPM for 10minute using PBS and supernatant was discarded, doing for 2 times respectively. Thepellet toghly packed cells added then by fixative solution. Slides were prepared bydropping the cell suspension on the glass slide and dried then stainned with Giemsastain for 10 minute. Slides were examined under high power phase-contrastmicroscope to study the chromosome spread in the single cells.Result showed that the 2N diploid number of chromosome or 3 ruminat werenormal (cattle 2N=60, Swamp buffalo 2N=50 Goat 2N=60), there were 58 autosomeand 2 sex chromosome in all animals observed. It was observed that all ruminanttested in these research were normal categories. The karyotype analysis showed thatthe chromosomes of one cell and different individual each breed varied in size, shapeand position of centromere. How ever, it was strongly recommended to performedchromosomal investigation of breeding ruminants especially for Artificial Inseminationbull purposes and others Indonesia local specific species using advanced sophisticatedtools of analysis like cytovision image analysis of fluorescent technique.Key Words: Karyotiping, Ruminant Chromosome, Abnormalities.
PRODUKTIVITAS SAPI RAMBON DI BANYUWANGI Kuswati Kuswati; Eko Nugroho; Andra Widiastutik
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.923 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas sapi Rambon diKecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi yang meliputi aspek produksi danreproduksi. Penelitian dilaksanakan di Desa Kemiren, Olehsari dan Kampunganyardi Kecamatan Glagah Kabupaten Banyuwangi pada bulan Maret-April 2006.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Materi penelitianyang digunakan adalah 59 peternak sapi Rambon dengan jumlah sapi 126 ekor.Data dianalisis secara deskriptif. Komposisi ternak jantan dan betina masing–masing sebesar 20,63 % dan 79,37 %; tingkat kelahiran dan kematian ternakmasing-masing sebesar 23,81 % dan 0,79 %; pertambahan populasi sebesar23,02 %; mutasi ternak yang masuk dan keluar masing-masing sebesar 29,37 %dan 19,05 % antar peternak. Penampilan reproduksi sapi Rambon antara lainmeliputi umur pertama kawin 24,80 ± 2,21 tahun; service per conception untukperkawinan alami, IB dan campuran masing-masing sebesar 1,68 ± 0,95; 1,50 ±0,65 dan 1,40 ± 0,89; calving interval sebesar 12,38 ± 0,59 bulan; estrus postpartum sebesar 60,25 ± 5,66 hari; service post partum 84,48 ± 7,96 hari.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa produktivitas sapi Rambondalam kategori baik dengan persentase kelahiran 65,22% dari populasi induk;22,81 persen dari total populasi dan persentase kematian 0,79 persen dari totalpopulasi, sehingga diperoleh pertambahan populasi 23,02 persen. Sedangkan dariaspek reproduksi menunjukkan bahwa calving interval berada dalam kondisi ideal.Program untuk meningkatkan angka panenan pedet hendaknya perlu diperhatikanmanajemen reproduksi terutama betina produktif dengan meningkatkan kelahiran.Kata kunci: Produktivitas, Sapi RambonABSTRACTThe study was conducted at the Village Kemiren, Olehsari and Kampunganyar inGlagah District-Banyuwangi Regency from March to April 2006. The Objectives of theresearch were to study about the productivity of Rambon cattle throughout the productionand reproduction performance. Fifty nine farmers who keep 126 head of Rambon cattlewere selected and interviewed using purposive sampling method. Descriptive andstatistical analyses were applied to the data available. It was found that the compositionpercentage of bull and steer were 20,63 and 79,37 percent; the birth percentage of thecattle was 22,81% while the mortality was 0,79%; natural increase was 23,02%; thepercentage of mutation including inside and outside research area were 29,37% and19,05% gradually; the first age for mating was 24,80 ± 2,21 year; service per conceptiontoward natural mating, artificial insemination and combination of both were 11,68 ± 0,95;1,50 ± 0,65 and 1,40 ± 0,89; calving interval was 12,38 ± 0,59 month; estrus post partumwas 60,25 ± 5,66 days; service post partum was 84,48 ± 7,96 days. Based on thestatements above, the conclusion of the study state that the productivity of Rambon cattlewas good. From the study, in order to increase the calf harvest, it is suggested to paymore attention to the reproduction management, especially the productive cows byincreasing natality.Key words: Productivity, Rambon Cattle
PENGARUH UMUR KAMBING PERANAKAN ETAWAH (PE) TERHADAP KUALITAS SEMEN SEGAR E. Heriyanta; M. Nur Ihsan; N. Isnaini
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.787 KB)

Abstract

Peranakan Etawah berdasarkan umur telah dilaksanakan di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan mengamati kualitas semen segar yang meliputi; volume, konsentrasi, motilitas individu, total spermatozoa motil dan jumlah spermatozoa yang di dapat dari 8 pejantan yang telah diklasifikasikan menjadi 4 kelompok berdasarkan umur 1-2, 3-4, 5-6 dan > 6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur pejantan tidak memberi pengaruh nyata terhadap volume semen, tetapi. berpengaruh nyata terhadap motilitas individu, konsentrasi, jumlah spermatozoasemen, dan berpengaruh sangat nyata terhadap total spermatozoa motil. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa semakin tua umur kambing PE, maka makin turun kualitas semen dengan kualitas semen yang terbaik pada umur 3-4 tahun. Dari hasil penelitian dapat disarankan penggunaan pejantan umur 3-4 tahun untuk mendapatkan kuantitas dan kualitas  semen yang baik.
TAMPILAN REPRODUKSI SAPI PERAH PADA BERBAGAI PARITAS DI DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG L. Wahyudi; T. Susilawati; S. Wahyujingsih
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.135 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keberhasilan Inseminasi Buatanoleh DO, S / C dan CI dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan dalam kinerja reproduksisapi perah di paritas yang berbeda di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang yang. Metode penelitian ini adalah studi kasus. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata seratus susu sapi betina memiliki setidaknya dua kali untuk partus dikenal CI. Sampeldipilih secara acak. Analisis deskriptif digunakan untuk menentukan deviasi rata-rata danstandar DO, S / C dan CI dan menggunakan metode Kruskall Wallis dengan analisis ChiSquare untuk membandingkan penampilan reproduksi pada berbagai paritas berdasarkan DO,S / C dan CI. Rata-rata dari DO, S / C dan CI masing-masing adalah 202,45 ± 165,84 hari, 2,93± 1,73, dan 461,74 ± 152,37 hari. Statistik menunjukkan bahwa antara DO pada paritas yangberbeda, antara S / C pada berbagai paritas, dan CI pada berbagai paritas tidak berbeda nyata(P> 0,05). Dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi AI berdasarkan rata-rata DO, S / C dan CI:202,45; 2,93 dan 472,19 membuktikan bahwa keberhasilan inseminasi buatan yang dilakukanbelum maksimal.Kata Kunci:, reproduksi Sapi Perah, Paritas
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PAKAN LOKAL MELALUI INTEGRASI TERNAK SAPI POTONG DENGAN USAHATANI Herni Sudarwati; Trinil Susilawati
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.568 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada amoniasi jerami padi dan jerami padi fermentasi, dengantujuan untuk meneloti kualitas dan kecernaan in vitro. Beberapa kendala pemanfaatan jerami padisebagai pakan ternak adalah kualitas yang sangat rendah dengan kandungan serat yang tinggi,kadar protein dan daya cerna rendah. Rancangan yang digunakan Rancangan Acak kelompok,dengan 4 perlakuan yang digunakan jerami padi (kontrol), amoniasi jerami padi, dan jeramifermentasi I dan jerami fermentasi II. Bahan Kering dan Bahan Organik dicerna amoniasi jeramipadi dan fermentasi jerami padi cenderung naik. Hal ini disebabkan adanya mikroorganismeprobiotik dan penambahan molase pada fermentasi jerami merupakan sumber karbohidrat yangmembantu dalam perbaikan tingkat ketersediaan nutrisi jerami.Kata Kunci: sumberdaya pakan local, integrasi ternak dan usahatani
VARIASI FENOTIPE MORFOMETRI BURUNG KENARI DEWASA ANTARA WARNA BULU TERANG KUNING DAN PUTIH M. Auzaini; Mudawamah Mudawamah; D. Sunarto; M. Z. Fadli
TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika
Publisher : Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.044 KB)

Abstract

Burung kenari merupakan salah satu jenis burung berkicau yang banyak digemarimasyarakat Indonesia. Burung kenari yang menjadi favorit peternak diantarnya adalah burungkenari warna bulu kuning dan putih. Tujuan penelitian untuk melihat perbedaan ukuran tubuhburung kenari dewasa dengan warna bulu terang kuning dan putih. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode survei di lapangan dengan pengambilan sampel secara purposivesampling yaitu sampel kenari yang sudah jadi induk dan pejantan dengan warna bulu kuning danputih. Variabel yang diamati meliputi panjang femur, panjang tibia, panjang shank, panjang jari,panjang mandibula, panjang tubuh, panjang tulang sayap, panjang tulang dada, panjang lingkarshank. Hasil penelitian menujukkan bahwa ukuran tubuh pada burung kenari kuning jantanberbeda nyata (P < 0,05) lebih panjang dibandingkan dengan kenari putih jantan dan burungkenari kuning betina dibandingkan dengan burung kenari putih betina. Sebaliknya ukuran tubuhtidak berbeda nyata (P > 0,05) antara burung kenari kuning jantan dan burung kenari putih jantandan antara burung kenari warna bulu kuning betina dengan burung kenari warna bulu putihbetina. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah rataan morfometri burung kenari warna bulukuning lebih panjang dibandingkan dengan burung kenari warna bulu putih; Variasi fenotipemorfometri (panjang tibia, jari, tubuh, sayap, dan dada) pada burung kenari jantan warna bulukuning polos nyata lebih panjang dibandingkan dengan warna bulu putih polos. Variasi fenotipemorfometri (panjang femur, tibia, shank, jari, mandibula dan dada) pada kenari betina warna bulukuning polos nyata lebih panjang dibandingkan dengan warna bulu putih polos.Kata kunci: fenotipe, morfometri, warna bulu, kenari

Page 7 of 32 | Total Record : 314


Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 26 No. 2 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 26 No. 1 (2025): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 2 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 25 No. 1 (2024): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 2 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 24 No. 1 (2023): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 2 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol. 23 No. 1 (2022): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 2 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 22, No 1 (2021): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 2 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 21, No 1 (2020): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 2 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 20, No 1 (2019): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 2 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 19, No 1 (2018): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 2 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production Vol 18, No 1 (2017): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 2 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 17, No 1 (2016): TERNAK TROPIKA Journal of Tropical Animal Production (JTAPRO) Vol 16, No 2 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 16, No 1 (2015): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 2 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 15, No 1 (2014): TERNAK TROPIKA Vol 14, No 2 (2013): Ternak Tropika Vol 14, No 1 (2013): Ternak Tropika Vol 13, No 1 (2012): Ternak Tropika Vol 12, No 2 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 12, No 1 (2011): Ternak Tropika Vol 11, No 2 (2010): Ternak Tropika Vol 11, No 1 (2010): Ternak Tropika Vol 9, No 2 (2008): Ternak Tropika Vol 7, No 2 (2007): Ternak Tropika Vol 6, No 2 (2007): Ternak Tropika More Issue