cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 212 Documents
Potential of Endophytic Fungi as Plant Growth-Promoting Fungi (PGPF) Against Growth of Single Bud Set Seedlings on Sugarcane Plants (Saccharum officinarum L) Antok Wahyu Sektiono; Novency Habtuti; Yohana Avelia Sandy; Yogo Setiawan
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.8

Abstract

Increase of sugarcane productivity must be followed by improvements to a more environmentally sound cultivation system. One of them is the use of endophytes. Endophytic fungi are indeed included in the group of growth-promoting fungi or Plant Growth Promoting Fungi / PGPF and are known to secrete growth hormones such as Indole Acetic Acid (IAA), gibberellin so that they can spur growth. This study aims to determine the type of endophytic fungus that can potentially be PGPF in sugarcane breeding. The research uses sampling methods, exploration, and application of PGPF in sugarcane plants. The results of the identification of endophytic exploration fungi of sugarcane plants obtained five colonies consisting of 4 genera and four species from Trichoderma sp., Aspergillus sp., Penicillium sp., and Fusarium sp. From the results of the potency test, the results were obtained that the soaking of bud set seeds with isolates of the fungus Trichoderma sp., Penicillium sp. Noticeable effect on plant height, stem diameter, and the number of leaves.
The Effectiveness of Three Strains of Beauveria bassiana (Balsamo) Vuillemin Isolate with Different Densities and Tobacco Leaf Extract on Plutella xylostella Linnaeus (Lepidoptera: Plutellidae) Mochammad Syamsul Hadi; Intan Siringoringo; Tita Widjayanti; Yogo Setiawan
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jpt.2023.008.1.9

Abstract

This study aims to determine the pathogenicity and feeding inhibition of three B. bassiana isolate strains with different densities and concentrations of EDT (Tobacco Leaf Extract) in controlling P. xylostella. Research conducted in the Lab. Brenjonk Biological Agency and Lab. BPTPH Pasuruan from October to December 2022. This study used a Randomized Block Design (RAK) to examine the mortality and feeding inhibition of B. basiana and EDT strain isolates against P. xylostella. And probit analysis to find out the LC50 value and LT50 value. In this study, there were 17 treatments consisting of 15 larvae in each treatment and 4 repetitions were carried out. The results showed that the highest mortality percentage of P. xylostella was found in B. bassiana isolates of Bojonegoro and Jatisari strains at densities of B. bassiana 108 and 1010. The lowest LC50 value of B. bassiana isolates was the Bojonegoro strain and the EDT LC50 value was 43.79 ml/lt. Meanwhile, the lowest LT50 value was found in the EDT treatment at 28.40 hours. Based on the test results, it was also known that B. bassiana and EDT had potent feeding inhibition against P. xylostella. However, the use of EDT in controlling P. xylostella was less effective and efficient than the application of B. bassiana.
Pemanfaatan Mulsa dan Pupuk Kandang Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Stevia (Stevia rebaudiana Bert.) Erlin Rohaini; Cahyoadi Bowo
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jpt.2023.008.1.10

Abstract

Produksi GKP (Gula Kristal Putih) periode 2015-2021 diestimasikan menurun hingga 0,66% setiap tahunnya, padahal gula menjadi salah satu komoditi pokok di Indonesia. Perlu adanya diversifikasi pemanis alami yaitu dengan memanfaatkan tanaman stevia. Upaya meningkatkan produksi stevia adalah dengan menggunakan pupuk kandang sapi dan pengaplikasian mulsa. Penelitian dilaksanakan di Lahan Agriranch, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan November 2021 hingga Februari 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor petak utama ialah jenis mulsa dengan 3 taraf M0 (tanpa mulsa), M1(mulsa plastik hitam putih) (MPHP), M3 (mulsa jerami). Faktor anak petak ialah dosis pupuk kandang sapi dengan 3 taraf P1 (6 t ha-1), P2 (12 t ha-1), P3 (20 t ha-1). Metode analisis data menggunakan ANOVA (Analysis of Varians) dengan uji lanjut Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa jerami dan mulsa plastik hitam putih (MPHP) mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman stevia. Perlakuan pupuk kandang sapi dosis 20 t ha-1 menghasilkan pertumbuhan terbaik tanaman stevia pada beberapa variabel pengamatan. Tidak terdapat interaksi antara perlakuan jenis mulsa dan dosis pupuk kandang sapi, tetapi masing-masing faktor tunggal memengaruhi pertumbuhan stevia. Mulsa jerami memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar tanaman, dan kadar air tanah, sedangkan MPHP memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan panjang akar, bobot kering hasil panen, suhu tanah, dan kadar air tanah. Pupuk kandang sapi dosis 20 t ha-1 memberikan hasil terbaik pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun, dan panjang akar.
Studi Keberhasilan Persilangan Empat Genotipe Ercis (Pisum sativum L.) Eryck Azwary Abraham Surbakti; Budi Waluyo; Darmawan Saptadi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi ercis di Indonesia belum dapat mencukupi permintaan pasar sehingga perlu upaya peningkatan produksi. Salah satu kendala peningkatan produksi adalah belum tersedianya varietas tahan terhadap embun tepung. Pengembangan varietas unggul ercis berdaya hasil tinggi dan tahan embun tepung dapat dilakukan dengan persilangan genotip tahan dengah genotip berdaya hasil tinggi. Struktur bunga ercis memungkinkan terjadinya penyerbukan sendiri sebelum bunga mekar sehingga diperlukan informasi tentang keberhasilan persilangan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan rancangan perkawinan full dialel. Persilangan dilakukan dengan menyilangkan empat tetua pada setiap kombinasi yang memungkinkan sebagai taraf perlakuan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret - Juni 2022 di Kecamatan Karang Ploso, Kabupaten Malang. Variabel pengamatan adalah persentase keberhasilan persilangan pada masing-masing kombinasi persilangan menunjukkan tidak ada perbedaan pada set persilangan satu dengan yang lainnya. Keberhasilan total diperoleh adalah sebesar 72,22%. Analisis uji wilcoxon pada karakter kuantitatif menunjukkan terdapat perbedaan perlakuan selfing dan crossing pada karakter bobot polong segar, panjang polong, jumlah biji per polong, berat 100 biji segar, dan tebal biji. Pengamatan karakter kualitatif hasil persilangan menunjukkan terdapat efek xenia pada karakter bentuk biji.
Analisa Perubahan Iklim dan Pengaruhnya pada Produktivitas Tanaman Padi di Kabupaten Malang Akbar Hidayatullah Zaini; Akbar Saitama
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.2.08

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu rata - rata sebesar 27-30oC, suhu yang sangat sesuai untuk di budidayakan berbagi jenis komoditas pertanian. selanjutnya, kondisi itu telah berubah disebabkan adanya perubahan iklim yang mempengaruhi pergeseran musim dan perubahan pola distribusi curah hujan yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap produksi tanaman pangan terutama padi. Dampak yang terlihat akibat dari perubahan iklim pada sektor tanaman padi adalah menurunnya hasil produksi tanaman padi karena perubahan iklim yang tidak sesuai dengan syarat tumbuh tanaman padi. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara penelitian survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan melakukan pengamatan di Kabupaten Malang untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Pemilihan dua lokasi tersebut dikarenakan Kecamatan Wajak dan Gondanglegi merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Malang yang dapat dikatakan mempengaruhi sebagian besar produksi padi di Kabupaten Malang. Dari hasil perhitungan tipe iklim, iklim di Kabupaten Malang dalam 2 dekade tidak terlihat adanya perubahan iklim yang signifikan yang mempengaruhi produktivitas tanaman padi. Kabupaten Malang memiliki tipe iklim C3 yang berarti hanya dapat ditanam padi 1 kali dalam kurun waktu setahun dan selanjutnya ditanami oleh tanaman palawija. Pada uji korelasi unsur-unsur iklim, curah hujan dan hari hujan memiliki keeratan hubungan dengan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang. Selanjutnya berdasarkan hasil regresi linier berganda unsur iklim curah hujan dan hari hujan menentukan produktivitas tanaman padi di Kabupaten Malang.
Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang Ayam dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong (Solanum melongena L.) Oktavia Dwi Ariyanti; nurul aini
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eggplant (Solanum melongena L.) is a type of fruit vegetable that is liked by many people and has an ever-increasing demand. Productivity needs to be increased starting from technical improvements in eggplant cultivation to post-harvest treatment. One of the things that need to be considered in cultivating is the availability of sufficient nutrients to support the growth and yield of eggplant plants. The addition of nutrients can be done by fertilizing. The fertilizers given consist of two types, namely organic fertilizers and inorganic fertilizers. This study aims to study and analyze the effect of the right dose of a combination of NPK fertilizer and chicken manure on the growth and yield of eggplant plants. This research was carried out from November 2020 to February 2021 in Situbondo City. This study used a randomized block design (RBD) with 10 treatments and was repeated 3 times. The dose of chicken fertilizer consisted of 5, 10 and 15 tons ha-1, the dose of NPK fertilizer consisted of 200, 300 and 400 kg ha-1. The results showed that the addition of chicken manure and NPK fertilizer had a significant effect on eggplant growth and yield. The treatment of 300 kg ha-1 NPK + 5 tons ha-1 chicken manure had a significant effect on plant height and fruit weight per plant, while 200 kg ha-1 NPK + 15 tons ha-1 chicken manure had a significant effect on the number of leaves, area leaves, number of flowers, fruit length, and fruit diameter.
Respon Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo L.) terhadap Pemangkasan Pucuk dan Pengaturan Jumlah Cabang Produksi Fauzia Nilakandi; Nurul Aini; Euis Elih Nurlaelih
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi dan kualitas buah pada melon dapat dilakukan dengan cara memperbaiki cara budidaya tanaman yaitu dengan memangkas pucuk. Jumlah cabang yang terlalu banyak akan mengakibatkan berkurangnya kualitas dan kuantitas buah yang akan dihasilkan, sehingga perlu dilakukan pengaturan jumlah cabang. Tujuan penelitian adalah untuk mempelajari pengaruh dari kombinasi pengaturan jumlah cabang dan pemangkasan pucuk terhadap pertumbuhan dan hasil melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2022 di greenhouse Desa Ngreco Kabupaten Blitar. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan. Perlakuan pemangkasan pucuk dan pengaturan jumlah cabang terdiri atas 6 perlakuan, yaitu: T0 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-25), T1 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20), T2 (2 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15), T3 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-25), T4 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20), dan T5 (1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15). Hasil penelittian menunjukkan bahwa tanaman yang dipelihara 1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-15 menurunkan jumlah daun sebesar 9,88%, menurunkan luas daun sebesar 4,10%, menurunkan bobot kering tanaman sebesar 16,62%, menurunkan bobot buah per buah dan bobot buah per tanaman sebesar 9,85%, menurunkan diameter buah sebesar 3,81%, menurunkan ketebalan daging buah sebesar 10,29% dan indeks kemanisan buah sebesar 6,20% dibandingkan dengan tanaman yang dipelihara 1 cabang produksi+pemangkasan pucuk ruas ke-20.
Efek Xenia dan Metaxenia pada Persilangan Labu Kuning (Cucurbita maxima Duch) Terhadap Buah dan Biji Azeri Gautama Arifin; Nurul Ainurrohmah; Noer Rahmi Ardiarini; Arifin Noor Sugiharto
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Labu kuning memiliki banyak kandungan nutrisi bermanfaat, akan tetapi konsumsinya di Indonesia masih rendah yaitu 5 kg per kapita per tahun dikarenakan labu kurang populer dalam penampilan dan rasa untuk konsumsi sehari-hari. Oleh karena itu dilakukan pendekatan pemuliaan tanaman berupa persilangan untuk memperoleh varietas unggul. Perakitan varietas unggul diawali dengan penentuan tetua unggul. Xenia dan metaxenia memberikan efek secara langsung kepada tetua betina pada karakter buah dan biji sehingga tetua jantan berpotensi dapat ditentukan lebih awal dan mempersingkat waktu pemilihan tetua. Penelitian dilakukan bulan Februari-Juli di greenhouse CV. Blue Akari, Dadaprejo Junrejo Kota Batu. Penelitian dilakukan dengan menanam 6 galur betina yaitu KJ-19, KJ19A, KJ-24, KJ-25, HIB-59, dan JP-70 dan 2 galur jantan yaitu KJ-17 dan JP-F1 pada baris baris. Persilangan dilakukan secara sibmate antar tetua betina, crossing KJ-17 dan JP-F1 yang masing-masing dilakukan pada 6 tanaman. Data hasil pengamatan pada karakter kuantitatif dilakukan analisis menggunakan uji t independen 5%. Karakter kualitatif diskoring kemudian dilakukan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat efek metaxenia pada karakter buah yaitu diameter buah, bobot buah, tingkat kemanisan warna kulit dan daging buah. Efek xenia pada karakter biji yaitu jumlah biji, biji isi, biji kosong, bobot biji, bobot 100 biji, warna biji, bentuk biji, panjang biji dan lebar biji. Efek xenia dan metaxenia yang muncul menunjukkan bahwa terdapat pengaruh polen tetua jantan terhadap karakter buah dan biji pada tetua betina. 
Diversity of Fruit Flies (Diptera: Tephritidae) Attracted by Methyl Eugenol in Carambola and Papaya Orchads in Malang Regency, East Java, Indonesia Yogo Setiawan; Fatimah Hauroinsiyah; Fadel Muhammad Hamdoen; Mia Prastika Devi; Hagus Tarno
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fruit flies (Diptera: Tephritidae) are among the significant pests in horticultural commodities. Methyl eugenol has been widely used for the detection, monitoring, and control of fruit fly worldwide. This study aimed to investigate the diversity of fruit flies attracted by methyl eugenol in carambola and papaya orchards in Malang Regency, East Java, Indonesia. Fruit flies were collected using modified plastic bottle traps, which were transformed into the Steiner trap model and attracted by methyl eugenol. The traps were placed in two study sites: papaya and carambola orchards. The results showed that three species of fruit flies were captured using methyl eugenol in this study: B. dorsalis, B. umbrosa, and B. carambolae. The most predominant species were B. dorsalis (86.02%), followed by B. carambolae (11.26%), and B. umbrosa (2.72%). Bactrocera dorsalis was the dominant species at both study sites.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Npk Pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Asal Benih True Shallot Seeds (TSS) Ervina Wahidiya Rohma; Titin Sumarni
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan kesuburan tanah sehingga berdampak terhadap penurunan produktivitas bawang merah. Oleh karenanya tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang dan pupuk anorganik pada pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kandang terdiri dari 3 taraf, yakni : 0 t ha-1, 10 t ha-1, dan 20 t ha-1. Faktor kedua yakni dosis pupuk NPK anorganik yang terdiri dari 4 taraf, yaitu : dosis pupuk NPK anorganik 100%, dosis pupuk NPK anorganik 80%, dosis pupuk NPK anorganik 60%, dan dosis pupuk NPK anorganik 40%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil panen umbi per hektar perlakuan dosis pupuk kandang 0 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 100% (19,07 t ha-1) tidak berbeda nyata dengan perlakuan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dengan dosis pupuk NPK anorganik 80% (19,32 t ha-1). Sehingga, penggunaan dosis pupuk kandang 10 t ha-1 dapat menurunkan dosis pupuk NPK anorganik sebesar 20%.