cover
Contact Name
Aditya Pandu Wicaksono, S.ST
Contact Email
adityapandu23@ub.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpt@ub.ac.id
Editorial Address
Department of Agronomy, Faculty of Agriculture Universitas Brawijaya, Jl. Veteran Malang, Indonesia, 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Plantropica: Journal of Agricultural Science
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25416677     DOI : http://dx.doi.org/10.21776/ub.jpt
Core Subject : Agriculture,
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science aims to provide a forum for international researchers on applied agricultural science to publish the original articles. The scope of PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science are crop science, agronomy, horticulture, plant breeding, agricultural environmental resources, agricultural climatology and plant physiology.
Articles 312 Documents
HUBUNGAN KEKERABATAN DURIAN MERAH BANYUWANGI DENGAN DUGAAN TETUA BERDASARKAN ANALISIS MORFOLOGI DAN ISOENZIM Putri, Puput Pelita; Kendarini, Niken; Ashari, Sumeru
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 2 No. 2 (2017)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara mega biodiversitas karena memiliki kawasan hutan tropika basah dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi. Salah satunya adalah durian. Durian merah Banyuwangi merupakan plasma nutfah lokal yang memiliki ciri khas pada warna daging buahnya. Durian merah Banyuwangi diduga silangan amalami antara Durio graveolens dan Durio zibethinus, untuk itu dilakukan pendugaan hubungan kekerabatan diantara durian merah Banyuwangi dengan dugaan tetua. Salah satu pendekatan untuk mengembangkan marka genetik koleksi ialah dengan penanda protein (isoenzim) dan didukung dengan penanda morfologi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengetahui hubungan kekerabatan durian merah dengan dugaan tetua. Penelitian telah dilakukan di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati pada bulan April sampai Juni 2016. Sampel yang digunakan adalah Dubang, Wayut, Musang Merah, Tretes Benel, Red King, Balqis, D. zibethinus putih dan kuning, D. graveolens dan D. kutejensis. Penelitian menggunakan metode analisis isoenzim yang telah dimodifikasi oleh Ariestin (2014) sedangkan analisis morfologi menggunakan buku panduan IPGRI. Hasil penelitian menujukan Dubang, Musang Merah, Wayut dan Tretes Benel diduga memiliki kemiripan dengan D. graveolens sebesar 83%. Semakin besar nilai koefisien kemiripan, menunjukkan bahwa memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Pendugaan Nilai Heterosis Tujuh Hibrida Jagung Manis (Zea mays L. var. Saccharata Strut) Armandoni, Eggy Akhmad; Purnamaningsih, Sri Lestari; Rifianto, Aziz
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.2

Abstract

Jagung manis (Zea mays L. var. Saccharata Strut) merupakan tanaman penting pangan di dunia. Produktivitas jagung di indonesia masih rendah sehingga perlu dilakukan pengembangan varietas hibrida unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai heterosis tujuh hibrida jagung manis pada hasil dan komponen hasil serta mengetahui perbedaan hasil dan komponen hasilnya. Penelitian ini dilakukan di lahan PT. BISI International Tbk, yang berada di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang yang berada pada ketinggian 550 mdpl. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan Maret hingga Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 pengulangan. Genotip jagung manis yang digunakan ialah 7 genotipe jagung manis sebagai perlakuan, serta 7 tetua yang ditanam untuk menghitung nilai heterosis hibrida. Kode tetua yang digunakan ialah SWBS19001, SWBS19002, SWBS19003, SWBS19004, SWBS19005, SWBS19006 dan SWBS19007. Kode hibrida yang digunakan ialah SC019, SC007, SC008, SC040, SC042, SC044 dan SC054. Pengamatan pada penelitian ini meliputi karakter hasil dan komponen hasil jagung manis. Hibrida yang memiliki nilai heterosis, heterobeltiosis serta produktivitas yang tinggi pada karakter hasil ialah SC044, SC054, SC008 dan SC040 yang memberikan hasil sebesar 24,40 t ha-1, 23,20 t ha-1, 23,16 t ha-1 dan 22,22 t ha-1.
Dampak Perubahan Iklim Terhadap Produktivitas Tanaman Jeruk (Citrus sp) Di Kota Batu Sitepu, Deslyati Putri Br; Fajriani, Sisca; Sulistyono, Roedy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.3

Abstract

Climate change is one of the most important problems today because it affects the agricultural sector which results in decreased production of food crops, both vegetables and fruits. Citrus is one of the leading horticultural commodities and has a demand that tends to increase in 2015 - 2017, namely 22,772 tons, 23,827 tons and 26,313 tons per year. The aim of this research is to find out the effect of climate change on the productivity of citrus Batu 55 and to get the climatic elements that most influence the productivity of citrus Batu 55. The research was conducted from February 2020 to May 2020 in Batu City. Climate change in Batu city affects the peroduktivitas of Tangerine Stone 55 with a correlation value of 0.011. The most influential climate element to the productivity of  Batu 55 Citrus is rainfall with multiple linear regression equations as follows: : Y = -7,212 + 0.741 X1 + 0.686 X2 + 0.119 X3. Based on the equation, rainfall variables have a regression coefficient value of 0.741, a variable regression coefficient of wind speed of 0.686 and a temperature variable regression coefficient value of 0.119.
Rekayas Lingkungan Mikro untuk Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Brokoli (Brassica oleracea L. var italica) di Lahan Kering Muanifa, Siti; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.6

Abstract

Tanaman brokoli (Brassica oleracea L. var. italica) dikenal oleh masyarakat karena banyak manfaat untuk kesehatan. Akan tetapi produksi nasional brokoli menurun akibat semakin sempitnya luas lahan di dataran tinggi. Upaya yang harus dilakukan yaitu dengan pengembangan usahatani di lahan kering, akan tetapi adanya beberapa kendala seperti suhu yang tinggi dan ketersediaan air rendah, maka dilakukan rekayasa lingkungan mikro melalui sistem tumpangsari untuk mendapatkan hasil tanaman brokoli yang optimal. Penelitian dilaksanakan di Agro Techno Park Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Januari-Mei 2020. Metode penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Jarak tanam ditempatkan sebagai petak utama terdiri dari 3 taraf yaitu J1: 75 cm x 25 cm, J2: 60 cm x 25 cm dan J3: 45 cm x 25 cm. Sedangkan waktu tanam tanaman jagung ditempatkan sebagai anak petak terdiri dari 3 taraf yaitu T-7: 7 hari sebelum penanaman tanaman brokoli, T0: bersamaan dengan waktu tanam tanaman brokoli dan T+7: 7 hari setelah penanaman tanaman brokoli. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam (Uji F). Apabila terdapat pengaruh diantara perlakuan maka dilakukan uji lanjut dengan menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan jarak tanam 60 cm x 25 cm dengan waktu penanaman tanaman jagung 7 hari setelah tanaman brokoli (T+7) diperoleh bobot konsumsi brokoli tertinggi dibandingkan dengan waktu penanaman yang lain, yaitu sebesar 6,67 ton ha-1. Nisbah Kesetaraan Lahan menunjukkan tumpangsari antara tanaman jagung dengan tanaman brokoli pada semua jarak tanam lebih efisien dibandingkan dengan monokultur.
Study of Length of Time to Reach Heat Unit due to Various Volumes and Frequencies of Watering in Garlic Plant (Allium sativum L.) Amin, Bahrul Mubin; Suminarti, Nur Edy
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.5

Abstract

Garlic is one of the important horticultural commodities in Indonesia which is widely used its tubers as a cooking and medicinal ingredient. The large number of land conversion activities and competition between horticultural crops in the highlands have led to the development of garlic plants directed to lower land with different environmental conditions. The aim of this research is to study the volume and frequency of watering to length of time to reach heat unit of garlic. The research was carried out in February-May 2020 at the Greenhouse of the Faculty of Agriculture, Brawijaya University in Jatimulyo, Lowokwaru, Malang. The tools used are polybags, hoe, measuring cup, knife, tape measure, leaf area meter, camera, treatment board, stationery, lux meter, alcohol thermometer and thermohigrometer. The materials used are Lumbuh Putih variety, soil, and NPK fertilizer. This research was compiled with Split Plot Design with volume of watering as a main plot: J1: 400 mm / season, J2: 600 mm / season, J3: 800 mm / season, and J4: 1000 mm / season, while the frequency watering as a sub-plot: P1: watering once a day, P2: watering once every 2 days, and P3: watering once every 3 days. Total combination of treatments from the two factors was 12 treatments, each treatment repeated 3 times, so there were 36 experimental plots. Each experimental plot consist of 15 plants so there were 540 plants in total. Data observations were analyzed using the F test. If there is an interaction or effect of the treatment, a further test is carried out using the HSD test at 5% level. The results of J4 and P1 treatments required a longer time to reach the heat unit for each phase of garlic plant growth.
Comparison Population of Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) and Damage Cereals During Storage Period Hendrival, Hendrival; Rahmi, Cut; Yusnellis, Yusnellis; N, Muhammad Yusuf; Wirda, Zurrahmi
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.10

Abstract

Storage of cereal is a section of the stage post-harvest and helpful for maintaining food availability against crop failures and natural disasters. The losses yield commodity cereal happened at the stage storage caused by Rhyzopertha dominica. This study aimed to determine the comparison population R. dominica and damage to rice and sorghum based on the storage period. The types of cereals used are rice and sorghum. The research was arranged in a completely randomized design (CRD) with the treatment of storage periods for rice and sorghum consisting of five levels is storage for 40, 60, 80, 100, and 120 days. Observation parameters included population R. dominica and damage as well increased moisture content of rice and sorghum. Data obtained from the observations were analyzed using analysis of variance.  The results showed that the population of R. dominica and damage more happened to sorghum than rice based on the storage period. The storage period of 120 days could increase population R. dominica, damage and moisture content of rice and sorghum. Knowledge of the storage period for rice and sorghum give information so that not to stored rice and sorghum for long time periods
Respon Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Pakcoy (Brassica rapa L.) terhadap Durasi Pengaliran Nutrisi pada Sistem Hidroponik NFT (Nutrients Film Technique) Zakaria, Bagus Zharfan; Wicaksono, Karuniawan Puji
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.4

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomis. Hidroponik merupakan salah satu penerapan urban farming yang merupakan upaya peningkatan kualitas produk pertanian. Namun dalam praktiknya memerlukan memerlukan biaya investasi dan operasional yang tinggi, salah satunya pada sistem NFT(Nutrients Film Technique). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil dua varietas pakcoy terhadap perlakuan durasi pengaliran nutrisi sebagai upaya menekan biaya pengeluaran budidaya secara hidroponik NFT. Penelitian dilaksanakan di Desa Jalmak, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur pada bulan Januari-April 2021. Lokasi penelitian berada pada ketinggian ±20 m dpl dengan suhu rata-rata yaitu 30˚C. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi. Faktor pertama sebagai petak utama adalah durasi pengaliran nutrisi yang terdiri dari empat taraf, diantaranya durasi 24 jam(P1), 15 jam(P2), 13 jam(P3), dan 11 jam(P4). Faktor kedua sebagai anak petak adalah varietas yang terdiri dari dua taraf, yaitu varietas Green(V1) dan Nauli F1(V2). Analisis data menggunakan analisis ragam dengan taraf 5% yang dilanjutkan dengan uji BNT dengan taraf 5%. Analisis kelayakan usahatani menggunakan B/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi kelayakan usahatani pada perlakuan durasi pengaliran nutrisi 15 jam dengan varietas Nauli F1 menghasilkan nilai B/C ratio terbaik yaitu sebesar 1,75. Sehingga, durasi pengaliran nutrisi 15 jam dengan varietas Nauli F1 dapat digunakan dalam kegiatan budidaya tanpa harus mensirkulasikan nutrisi selama 24 jam.
Analisa Daya Simpan Rimpang Kencur Aksesi Blitar dan Banyuwangi pada Budidaya di Bawah Naungan 50% dengan Pemupukan MgSO4 Dalilah, Alifia Rizky; Saitama, Akbar; Zaini, Akbar Hidayatullah; Widaryanto, Eko
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.1

Abstract

Kencur (Kaempferia galanga L.) salah satu tanaman obat yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena memiliki khasiat yang banyak untuk mengobati atau mencegah penyakit. Pada penelitian yang sebelumnya telah dilakukan yaitu melihat pertumbuhan pada beberapa aksesi di Jawa Timur salah satunya adalah aksesi Kab. Blitar dan aksesi Kab. Banyuwangi dengan perlakuan pemberian naungan tanaman jati dan tanpa naungan, perlakuan naungan tanaman jati menghasilkan pertumbuhan yang optimal namun intensitas yang didapatkan oleh tanaman kencur masih kurang optimal sehingga perlu diberikannya naungan 50% agar intensitas yang masuk tidak terlalu tinggi maupun rendah.  Pupuk sulfur dapat digunakan untuk membantu tanaman kencur mengalami penyusutan yang lebih rendah pada rimpang selama masa penyimpanan dan dapat meningkatkan bobot tanaman kencur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk MgSO4 terhadap penyusutan bobot rimpang pada dua aksesi kencur  Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama adalah aksesi Kab. Bitar dan aksesi Kab. Banyuwangi dan anak petak adalah dosis pupuk sulfur 0, 60, 90 dan 120 kg ha-1.  Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa dengan pemberian dosis pupuk sulfur pada kedua aksesi akan menghasilkan penyusutan sebesar 13% hingga 19% dan apabila tanpa pemberian pupuk sulfur sebesar 34%, dengan pemberian dosis pupuk sulfur 90 kg ha-1 mengalami penyusutan yang lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya.   
Effect of Planting Media and Dose of Goat Manure on the Growth and Yield of Lettuce in the Urban Faming System Junaidi, Tassha; Tyasmoro, Setyono Yudo
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2022.007.2.4

Abstract

The high population and the lack of productive land in Indonesia cause environmental problems caused by pollution and waste. Urban farming could be a solution to provide food needs and can also improve urban environmental conditions. Lettuce are suitable for cultivation in urban areas, the taste and benefits make lettuce have good prospects. Reusing waste such as roasted husks and goat manure as fertilizer also beneficial for the environment. This research aimed to study the best combination of media and dosage of goat manure and its effect on increasing lettuce growth and yield. The hypothesis is that the application of goat manure can increase the growth and yield of lettuce and the difference in yield between the combinations of planting media on lettuce. The research was conducted from October to December 2020 at Greenhouse CV. Kurnia Kitri Ayu. This research used a Randomized Block Design with 10 treatment combinations. P1: Soil + 0 g, P2: Soil + 25 g, P3: Soil + 50 g, P4: Soil + 75 g, P5: Soil and Roasted Husk (2:1) + 25 g, P6: Soil and Roasted Husk (2:1) + 50 g, P7: Soil and Roasted Husk (2:1) + 75 g, P8: Soil and Roasted Husk (1:1) + 25 g, P9:Soil and Roasted Husk (1:1) + 50 g, and P10: Soil and Roasted Husk (1:1) + 75 g. The combination of planting media and goat manure can support the growth of lettuce compared to the use of media without the combination and addition of manure. P7 and P9 have the best results, the highest average is giving P7 treatment with an average weight of 44.67g and an average economic weight of 40.67g.
Pengaruh Penambahan Lama Penyinaran dan Volume Air terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) Varietas Florida Yusriza, Firhan Ihza; Barunawati, Nunun; Murdiono, Wisnu Eko
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 8 No. 1 (2023)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2023.008.1.3

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu komoditas yang berpotensi sebagai komoditas di pasar dalam negeri maupun ekspor. Daerah Malang memiliki suhu dan kelembapan yang tidak menentu akibatnya pertumbuhan jamur tiram tidak optimal sehingga perlu dilakukan lama penyinaran dan volume air. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari lama penyinaran dan volume air yang tepat mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil yang optimum oleh jamur tiram putih  varietas florida. Penelitian ini dilakukan di Griya Jamur  Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang berada di Desa Pucangsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Kegiatan penanaman dilakukan pada bulan April hingga Mei 2020. Penelitian dilakukan menggunakan percobaan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Experiment) yang terdiri dari petak utama dan anak petak. Petak utama yaitu penambahan lama penyinaran, penambahan cahaya 2 jam, penambahan cahaya 3 jam, penambahan cahaya 4 jam. Petak anakan yaitu volume air 1 liter, 1,25 liter, 1,5 liter. Perlakuan penambahan cahaya 1 jam menghasilkan jumlah badan buah jamur tiram tertinggi sebesar 10,47 buah. Penambahan cahaya bersifat sebagai pendorong pembentukan badan buah.