cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Habitat
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 08535167     EISSN : 23382007     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 291 Documents
PROSES DAN DAMPAK PROGRAM NASIONAL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (PNPM) MANDIRI PERDESAAN PADA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT (Kasus di Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar) Muspita, Novi Catur; Hidayat, Kliwon; Yuliati, Yayuk
Habitat Vol 25, No 3 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian kesejahteraan rakyat atau negara tidak pernah terpisah dari masalah  kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Indonesia  bulan Maret 2013, mencapai 28,07 juta orang (11,37 persen), di daerah perkotaan adalah 8,39 persen, sementara penduduk miskin di daerah perdesaan sebesar 14,32 persen. (BPS 2013). Untuk mengurangi kemiskinan Indonesia bersama bangsa-bangsa dunia ikut menandatangani Millenium Developmeny Goals (MDG’s) agenda besar pembangunan di seluruh dunia terdiri dari 8 butir,  urutan nomor satu dan prioritas : (1) Eradicate Extreme Poverty And Hunger (Pemberantasan kemiskinan dan Kelaparan Ekstrim). Tujuan penelitian: (1) mendeskripsikan bentuk kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar, (2) mendeskripsikan proses pelaksanaan  Program PNPM Mandiri Perdesaan, (3) mendeskripsikan dampak Program PNPM Mandiri Perdesaan (4) mendeskripsikan makna Program PNPM Mandiri Perdesaan. Metode Penelitian adalah penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. (1) Kegiatan pilihan open menu dan close menu, (2) Pelaksanaan Program PNPM dimulai sosialisasi awal, pemetaan potensi, perencanaan, dan pelaksanaan program,  serta evaluasi program (3) Dampak Positif Program: Pemanfaatan waktu, pemanfaatan  teknologi, Kesejahteraan sosial meningkat,  transportasi,  dan pendidikan, (4) Makna Program bagi  perempuan  membantu meningkatkan pemberdayaan dan kesejahteraan ekonomi. Program PNPM Mandiri Perdesaan telah membantu meningkatkan pemberdayaan masyarakat secara ekonomi dan membantu memajukan pembangunan desa. Kata kunci: Proses dan dampak, Pemberdayaan, Program PNPM mandiri, dan Desa Dayu Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar
ANALISIS EFISIENSI EKONOMIS USAHATANI KEDELAI DALAM RANGKA MENDUKUNG KEANEKARAGAMAN PANGAN (Studi di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk) Ningsih, Indah Mustiko; Dwiastuti, Rini; Suhartini, Suhartini
HABITAT Vol 25, No 3 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas yang memiliki peran dalam terwujudkan penganekaragaman. Konsumsi kedelai mengalami peningkatan pada periode lima tahun terakhir, namun pada tahun 2010 hingga 2012 produksi berangsur-angsur menurun. Dengan demikian, peningkatan produksi kedelai domestik perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah usahatani kedelai sudah mencapai efisiensi teknis, ekonomis, dan peran efisiensi dalam penganekaragaman pangan di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Metode analisis data yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb Douglas Stochastic Frontier untuk menghitung nilai Efisiensi Teknis (ET) dan Fungsi Biaya Cobb Douglas Stochastic Frontier untuk menghitung nilai Efisiensi Ekonomis (EE). Hasil dari penelitian ini adalah rata-rata efisiensi teknis di Desa Mlorah 71,5 persen (standar 100 persen), artinya petani hanya mencapai 71,5 persen dari produksi potensialnya. Selanjutnya, Rata-rata efisiensi ekonomis di Desa Mlorah adalah 85,1 persen (standar 100 persen) artinya petani perlu menghemat 14,9 persen biaya produksinya, khususnya untuk biaya irigasi. Penganekaragaman pangan dapat tercapai melalui ketersediaan pangan yang beragam, salah satunya adalah ketersediaan kedelai. Apabila petani di Desa Mlorah Kabupten Nganjuk mampu mencapai efisiensi teknis maka produksi kedelai dapat meningkat dari ton 693 ton menjadi 890 ton. Kata kunci: kedelai, efisiensi teknis, efisiensi ekonomis
ANALISIS VOLATILITAS, TRANSMISI HARGA DAN VOLATILITAS SPILLOVER BAWANG MERAH (Allium ascolanium L) DI JAWA TIMUR Pertiwi, Vi'in Ayu; Anindita, Ratya; Dwiastuti, Rini
HABITAT Vol 24, No 3 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fluktuasi harga bawang merah yang tidak stabil dan unpredictable karena terjadinya shock pada demand dan supply menyebabkan volatilitas harga. Harga yang berfluktuasi tinggi dan unpredictable berkaitan erat dengan pasar produsen dan konsumen karena harga terbentuk dari demand dan supply. Harga yang unpredictable juga diduga memberi peluang kepada pedagang untuk memanipulasi informasi harga di tingkat petani sehingga harga belum ditransmisikan secara sempurna dari pasar konsumen kepada petani. Terkait dengan volatilitas dan transmisi harga bawang merah di tingkat produsen dan konsumen maka dilakukan juga analisis volatilitas spillover. Metode yang digunakan yaitu ARCH/GARCH, VAR dan GARCH-BEKK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volatilitas harga yang terjadi di tingkat produsen dan konsumen adalah low volatility tetapi volatilitas di tingkat produsen lebih rendah daripada di tingkat konsumen. Hasil juga menunjukkan terdapat transmisi harga dan volatilitas spillover pada harga produsen dan konsumen. Kata kunci: Volatilitas, transmisi harga, volatilitas spillover  
ANALISIS SIKAP DAN KEPUASAN PETANI DALAM MENGGUNAKAN BENIH KENTANG BERSERTIFIKAT (Solanum tuberosum L.) (Kasus di Kecamatan Bumiaji Kota Batu) Wicaksana, Bayu Eka; Muhaimin, Abdul Wahib; Koestiono, Djoko
HABITAT Vol 24, No 3 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usahatani kentang memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan di Kota Batu. Produksi kentang di Kota Batu yang hanya mencapai 11 ton/ha dari potensi sebesar 35 ton/ha. Pada umumnya petani di lokasi penelitian menggunakan benih lokal dalam kegiatan usahataninya. Hal ini yang menyebabkan produktivitas tidak optimal. Sikap dan kepuasan petani dalam menggunakan benih kentang bersertifikat merupakan hal yang perlu dicermati oleh produsen benih kentang bersertifikat dalam memahami keinginan petani dalam menghadapi persaingan yang ketat. Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa atribut-atribut yang menentukan sikap dan kepuasan petani adalah potensi produksi, daya tahan, daya tumbuh benih, keseragaman benih, ukuran benih, ketersediaan benih, harga beli benih, asal produksi dan label sertifikasi.  Petani memiliki sikap netral terhadap benih kentang bersertifikat dan berdasarkan analisis CSI menunjukkan bahwa petani termasuk dalam kategori puas dalam menggunakan benih kentang bersertifikat, guna meningkatkan kepuasan petani menggunakan benih kentang bersertifikat perlu perbaikan kinerja atribut harga beli benih kentang bersertifikat yang tergolong mahal. Kata kunci: benih kentang bersertifikat, atribut, analisis sikap dan kepuasan
PENGARUH INFORMASI ASIMETRIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI TEBU DALAM KEMITRAAN DI WILAYAH PG KREBET BARU Purwanto, Heri; Dwiastuti, Rini; Mustadjab, Mochammad Muslich
HABITAT Vol 24, No 3 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemitraan yang dibangun antara petani tebu dengan PG Krebet Baru diharapkan dapat menguntungkan kedua belah pihak. Namun, ketidaksempurnaan informasi yang dimiliki petani tebu mengenai biaya usahatani tebu kemitraan menyebabkan biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pada biaya riil yang seharusnya dibayarkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat biaya transaksi dalam usahatani tebu yang dikeluarkan petani tebu mitra akibat informasi asimetris yang dimiliki dan pengaruhnya terhadap pendapatan yang diterima. Hasil penelitian menunjukkan biaya transaksi akibat informasi asimetris meliputi biaya transaksi tebang, biaya transaksi angkut, biaya transaksi pupuk, biaya transaksi bunga kredit, biaya transaksi bunga OTA, biaya transaksi mandor tebang, biaya transaksi kelompok tani, dan biaya transaksi KUD. Rata-rata biaya transaksi akibat informasi asimetris pada pihak petani tebu di Desa Bakalan Rp.1,886,303.00 dari total biaya usahatani Rp.16,293,621.00. Sedangkan rata-rata biaya transaksi akibat informasi asimetris pada pihak petani tebu di Desa Petungsewu Rp.3,247,304.00 dari total biaya usahatani      Rp.17,519,758.00.  Penerimaan yang diperoleh petani tebu mitra di Desa Bakalan adalah rata-rata Rp.50,021,739.00  dan di Desa Petungsewu adalah sebesar Rp.38,516,328.00.  Pendapatan yang diterima petani tebu mitra di Desa Bakalan adalah rata-rata Rp. 33,728,118.00  dan di Desa Petungsewu Rp.20,996,570.00. Kata Kunci : Kemitraan, PG Krebet Baru, Informasi Asimetris
DAMPAK KEBIJAKAN PEMERINTAH TERHADAP PENGEMBANGAN USAHATANI BAWANG MERAH DI KECAMATAN BULAKAMBA KABUPATEN BREBES Suharyani, Anita; Setiawan, Budi; Mustadjab, Mochammad Muslich
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas yang diperdagangkan secara internasional. Perdagangan bebas menuntut komoditas ini harus memiliki keunggulan komparatif agar dapat bersaing. Akan tetapi, masih terdapat kebijakan pemerintah yang kurang mendukung pengembangan komoditas bawang merah seperti pengurangan kuota pupuk bersubsidi di daerah penelitian dan penghapusan tarif bawang merah impor. Kabupaten Brebes merupakan sentra penghasil bawang merah terbesar di Indonesia. Namun, pengembangan komoditas ini masih belum optimal karena kebijakan yang kurang mendukung padahal produktivitas bawang merah nasional cenderung meningkat dari tahun 2009-2012 (BPS, 2013). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana dampak kebijakan pemerintah terhadap pengembangan usahatani bawang merah. Metode analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian adalah dengan menggunakan Domestic Resources Cost (DRC), Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa dampak kebijakan pemerintah berdampak negatif terhadap pengembangan komoditas bawang merah di daerah penelitian karena menurunkan pendapatan petani. Kata kunci: Bawang Merah, Kebijakan Pemerintah, Policy Analysis Matrix
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) KOMODITAS PISANG MAS KIRANA (Kasus Pada Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang) Amir, Nur Ocvanny; Syafrial, Syafrial; Koestiono, Djoko
HABITAT Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pisang mas Kirana merupakan produk yang banyak dibudidayakan di Desa Srimulyo, Desa Sukodono, Desa Baturetno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Untuk mengembangkan produksinya, ketiga desa tersebut membentuk asosiasi petani pisang mas “Sridonoretno”. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis 1) Kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana, 2) Tingkat performansi pemasok (KUB dan CV Sukadana), 3) Hubungan kemitraan rantai pasokan pisang mas Kirana antara KUB dengan CV Sukadana dan antara CV Sukadana dengan UD Aneka Buah Segar, 4) Prioritas masing-masing level dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana di daerah penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Kondisi rantai pasokan pisang mas Kirana yang menyangkut aliran barang, aliran uang, dan aliran informasi termasuk dalam kategori baik, 2) Performansi KUB terbaik adalah KUB Tani Maju dan KUB Sekar Rindu (100 persen) dan performansi KUB terendah adalah KUB Tugu Sari (20 persen), selanjutnya performansi CV Sukadana memiliki nilai 90.5 persen, 3) Rata-rata semua pihak merasa percaya, memiliki komitmen sangat baik, sering melakukan komunikasi, merasa puas, dan sangat tergantung terhadap kinerja mitranya, 4) Perumusan prioritas masing-masing tingkatan dalam pengukuran kinerja rantai pasokan pisang mas Kirana menunjukkan bahwa yang menjadi prioritas pertama disetiap tingkatan adalah proses pengadaan (0,384), atribut reliabilitas (0,322), dan indikator pemenuhan pesanan sempurna (0,399). Kata Kunci: Pisang mas Kirana, rantai pasokan, performansi, hubungan kemitraan, prioritas
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFISIENSI TEKNIS USAHATANI KENTANG ( Solanum Tuberosum L ) DENGAN PENDEKATAN STOCHASTIC PRODUCTION FRONTIER (Studi Kasus Desa Sumber Brantas Kecamatan Bumiaji Kota Batu) Rizkiyah, Noor; Syafrial, Syafrial; Hanani, Nuhfil
Habitat Vol 25, No 1 (2014)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kentang adalah tanaman hortikultura jenis sayuran  yang mengandung gizi  dan sumber pangan, karena kandungan karbohidratnya yang tinggi. Kentang dibudidayakan di dataran tinggi  sekitar 1300 – 1700 mdpl. Desa Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji penduduknya mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan salah satu hasil produksi pertaniannya adalah kentang dengan produksi kentang mencapai 7332 ton dan produktivitas 17,93 ton/ha. Tanaman kentang yang ditanam di Desa Sumber Brantas adalah varietas granola jika dibudidayakan dengan baik maka produktivitas tanaman kentang varietas granola bisa mencapai  26,5 ton/ha. Adanya kesenjangan produktivitas antara kondisi aktual dan potensial ini diduga disebabkan  penggunaan input produksi yang tidak sesuai dengan dosis anjuran dan standar sistem budidaya kentang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah stochastic production frontier  dengan pendekatan Maximum Likelihood Estimation (MLE).Pengambilan sampel secara simple random sampling didapatkan 72 petani responden. Hasil analisis stochastic production frontier menunjukkan rata-rata efisiensi teknis di daerah penelitian sebesar 0,73. Artinya petani masih memilki peluang 27 persen  untuk meningkatkan produksinya jika dilakukan secara efisien. Kata kunci : Stochastic Production,Efisiensi Teknis,Produktivitas
ANALISIS PEMETAAN DALAM RANGKA DETEKSI DINI KERAWANAN PANGAN TINGKAT DESA Hanani, Nuhfil; Tyasmoro, Setyono Yudo; Sujarwo, Sujarwo; Asmara, Rosihan
Habitat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.508 KB)

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu sentral dalam pembangunan nasional. Hal ini mendasarkan pada pemikiran bahwa ketahanan pangan suatu wilayah,  yang berarti terpenuhinya kebutuhan pangan yang layak bagi masyarakat, merupakan hak asasi manusia. Kedua, ketahanan pangan memiliki dimensi pembangunan yang berspektrum luas. Analisis dan pemetaan dalam rangka deteksi dini kerawanan pangan tingkat desa merupakan terobosan baru untuk meningkatkan akurasi penanganan kerawanan pangan di daerah. Penelitian ini memiliki 2 (dua) tahap penting, yaitu: (1) seleksi indikator yang representatif untuk   mendeteksi tingkat kerawanan pangan desa, dan (2) menyusun model yang bisa digunakan untuk  melakukan simulasi kebijakan. Seleksi indikator kerawanan pangan tingkat desa dilakukan menggunaan analisis faktor dengan metode ekstraksi Principal Components Analysis (PCA). Analisis kerawanan pangan menggunakan References Based Analysis (RBA). Berikutnya dilakukan analisis model rawan pangan dengan menggunakan pendekatan ekonometrika untuk selanjutnya dilakukan simulasi kebijakan dalam meningkatkan ketahanan pangan. Berdasarkan  ketersediaan data dan analisis yang telah digunakan, maka telah  mampu disusun  indikator  dan cara penilaian  kerawanan desa  yang  dapat  digunakan untuk menilai tingkat kerawanan desa  serta faktor penyebabnya. Di samping itu telah disusun model  ekonometrika kerawanan desa,  yang konsisten dengan teori, mempunyai  daya prediksi yang  baik, dan dapat digunakan untuk simulasi kebijakan penurunan  kerawanan pangan Kata kunci: rawan pangan, analisis  faktor,  pemetaaan.
ANALISIS MARKETING MIX YANG DIPERTIMBANGKAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN SUSU PASTEURISASI “DAU FRESH MILK” DI KUD DAU MALANG Nugroho, Bambang Ali; Dewanto, Prahargono
Habitat Vol 22, No 1 (2011)
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.731 KB)

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di KUD DAU Malang, pada tanggal 22 Februari sampai 20 Maret 2010. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui atau mendeskriptifkan faktor-faktor marketing mix yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian produk susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” dan untuk mengetahui faktor marketing mix dominan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian produk susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk”. Responden penelitian adalah konsumen susu pasteurisasi KUD DAU yang diambil secara accidental sampling. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 50 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara menggunakan kuisioner untuk mendapatkan data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 variabel penelitian yang diuji dengan Measures of Adequacy (MSA) terdapat variabel yang dikeluarkan yaitu X4 (Kualitas Produk) dan X16 (Pelayanan Pendukung), sehingga pengujian selanjutnya hanya mengikutkan 14 variabel. Hasil analisis dari 14 variabel tersebut diperoleh nilai determinant matriks korelasi sebesar 0,03, nilai Keiser-Meyer-Olkin (KMO) sebesar 0,65 dan nilai Bartlett test sebesar 0,000, sehingga variabel-variabel tersebut sudah bisa dianalisis lebih lanjut. Pengujian faktor menghasilkan 6 faktor yang terbentuk yaitu : 1) Indeks harga dengan nilai keragaman sebesar 24,42%. Indeks ini didukung variabel perbandingan harga, perubahan harga, dan public relation, 2) Indeks kemudahan dan selera dengan nilai keragaman sebesar 12,97%. Indeks ini didukung variabel ukuran, daya tarik iklan dan kenyamanan tempat, 3) Indeks intensitas promosi dengan nilai keragaman sebesar 10,29%. Indeks ini didukung variabel frekwensi iklan dan jumlah pengecer, 4) Indeks label dengan nilai keragaman sebesar 8,74%. Indeks ini didukung variabel label dan persepsi harga, 5) Indeks diversifikasi produk dengan nilai keragaman sebesar 7,67%. Indeks ini didukung variabel variasi produk dan sponsorship, 6) Indeks kemasan produk dengan nilai keragaman sebesar 7,20%. Indeks ini didukung variabel kemasan. Kesimpulan dari penelitian ini yang pertama yaitu ada 6 faktor marketing mix yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” yaitu indeks harga, indeks kemudahan dan selera, indeks intensitas promosi, indeks label, indeks diversifikasi produk, dan indeks kemasan produk. Kedua, faktor dominan yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian susu pasteurisasi “Dau Fresh Milk” adalah kemasan produk yang memiliki factor loading terbesar yaitu 0,873. Kata Kunci: Marketing Mix, Kepuasaan Konsumen, Analisis Faktor

Page 5 of 30 | Total Record : 291