cover
Contact Name
Fadhila Inas Pratiwi
Contact Email
fadhila.inas@fisip.unair.ac.id
Phone
+6285333282505
Journal Mail Official
jhi@journal.unair.ac.id
Editorial Address
Jurnal Hubungan Internasional, Cakra Studi Global Strategis, Ruang A203 Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kampus B Universitas Airlangga, Jl. Dharmawangsa Dalam Selatan, Surabaya 60286.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Hubungan Internasional
Published by Universitas Airlangga
ISSN : 14119382     EISSN : 27151565     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Hubungan Internasional is a scientific journal published twice a year, every June and December. JHI invite discussions, reviews, and analysis of contemporary against four main themes: international peace and security; international political economy; international businesses and organization; as well as globalization and strategy. JHI published by Cakra Studi Global Strategis (CSGS), center of studies that examine the issues of international relations and this center of studies was under control by Airlangga University International Relations Department.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL" : 15 Documents clear
Upaya Arab Saudi Menggapai Saudi Vision 2023: Nation Branding via Event F1 Tahun 2020-2022 Ibnuyasa, Abiyu; Rasyidah, Resa
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.41698

Abstract

Pada tahun 2016 Arab Saudi memperkenalkan kepada dunia terkait visi ambisius yang disebut dengan Saudi Vision 2030. Melalui Vision 2030 Arab Saudi berusaha membangun kualitas hidup yang lebih baik serta berusaha mendiversifikasi negaranya dari ketergantungan terhadap minyak. Salah satu cara yang dilakukan oleh Arab Saudi adalah dengan memanfaatkan sektor olahraga. Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir menginvestasikan dana yang cukup besar di berbagai bidang olahraga. Salah satunya adalah Formula 1. Pada tahun 2020 negara tersebut mengumumkan secara resmi bahwa akan bergabung dengan Formula 1 dan balapan pertama akan diadakan ditahun 2021. Berbagai Langkah nation branding dilakukan oleh Arab Saudi guna membangun citra positif bagi negara tersebut sekaligus mempromosikan potensi yang dimilikinya. Balapan pertama di negara tersebut akan dilangsungkan disirkuit terbaru yang mana hal tersebut memiliki daya Tarik bagi para penggemar. Melalui berbagai potensi yang dimiliki Formula 1, Arab Saudi berusaha memanfaatkan potensinya guna membangun citra bagi negaranya.
Political, Economic, and Environmental Implications for Policies of the COVID-19 Pandemic: Global Perspective Lucca, Anggie Parawitha; priambodo, bayu; Perbawani, Firsty Chintya Laksmi
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.41928

Abstract

The coronavirus pandemic has brought the world into an era that was previously unimaginable. Many life arrangements have changed a lot. This study looks at how the political, economic and environmental arrangements have changed due to COVID-19. The method in this study uses qualitative where the data search uses a library study. The results of the study show that from a political perspective, the pandemic poses a challenge to democracy as a value system and political system. The experience of an authoritarian country facing a pandemic, such as China, is promoted as the most ideal model for dealing with crises. From an economic perspective, as the business world was hit, the trend emerged was the rise of the state as the actor who played the most role in the economy. This can be seen from various policies such as nationalizing important sectors, saving corporations, and providing assistance to affected people.
Cheque Book Diplomacy di Balik Kebijakan Peralihan Hubungan Diplomatik Solomon Islands dari Taiwan ke Tiongkok pada Tahun 2019 Numadi, Katong Ragawi
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.44353

Abstract

Sejak mendapatkan kemerdekaannya, Solomon Islands menjadi partner strategis bagi Taiwan di kawasan Pasifik Selatan. Di tengah keputusan internasional terkait pengakuan kedaulatan Tiongkok atas dasar One China Principle, Solomon Islands bersama beberapa Negara-negara Pasifik Selatan tetap konsisten dalam mendukung ketergantungan Taiwan. Sebagai timbal baliknya, Solomon Islands menjadi negara penerima bantuan pembangunan terbesar dari Taiwan di Kawasan Pasifik Selatan. Akan tetapi pada akhir tahun 2019 secara mengejutkan Pemerintah Solomon Islands menetapkan kebijakan peralihan hubungan diplomatik dari Taiwan ke Tiongkok. Hal ini ditandai dengan kunjungan langsung jajaran pemerintahan Solomon Islands ke Beijing sekaligus menandatangani keikutsertaannya dalam program pembangunan Belt and Road Initiative (BRI) rancangan Tiongkok. Tulisan ini menampilkan bahwasanya keputusan peralihan dukungan Solomon Islands tidak lepas dari dinamika cheque book diplomacy Tiongkok dan Taiwan di Pasifik Selatan. Dalam dua dekade terakhir pengaruh Tiongkok meningkat secara signifikan dilihat dari intensitas bantuan dan lingkup kerjasama lainnya terhadap negaranegara "aliansinya” di kawasan. Sebaliknya intensitas bantuan dan kerjasama yang dilakukan Taiwan di kawasan, khususnya bagi Solomon Islands terbilang konstan dan terbatas.
Netherlands Vaccine Diplomacy Towards Indonesia During Covid-19 Pandemic Muawal, Fakhri Sabiq; Sari, Deasy Silvya
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.44486

Abstract

Vaccine diplomacy is diplomacy that uses vaccines as the main tool of diplomacy. The Covid-19 pandemic presents an opportunity for vaccine producing countries and producing countries to conduct vaccine diplomacy. The Netherlands as a vaccine producing country has made Indonesia one of the targets for vaccine diplomacy. This research aims to explain the instruments and strategies used by the Netherlands in conducting vaccine diplomacy against Indonesia during the Covid-19 Pandemic. This research uses a qualitative method with secondary data in the form of books, journal articles, news, and document reports on the websites of the Netherlands Government and Indonesian Government institutions, as well as the results of interviews from the Ministry of Foreign Affairs of the Republic of Indonesia. the analysis technique used is thematic data. The findings from this research are that the Netherlands Government uses collaborative instruments with the More Formal Collaborative Instruments approach which was raised by the interaction of various international actors such as countries, international organizations and multinational vaccine manufacturing companies.
Diplomasi Komersial Indonesia ke Brasil untuk Meningkatkan Ekspor Minyak Kelapa Sawit Tahun 2019-2021 Angela, Francesca Klarensia; Suryadipura, Dadan
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.45244

Abstract

Terlepas dari pergerakan global tahun 2019-2021 yang menyebabkan sektor perdagangan internasional mengalami ketidakstabilan, tren ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Brasil selama periode tersebut justru mengalami kenaikan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Penulis akan meninjau upaya diplomasi komersial Indonesia terhadap Brasil untuk meningkatkan ekspor minyak kelapa sawit menggunakan konsep diplomasi komersial dengan kerangka kerja input-throughput-output. Penulis menggunakan metode kualitatif melalui studi kepustakaan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa faktor diplomasi komersial Indonesia ke Brasil adalah kemampuan produksi dan kapasitas ekspor minyak kelapa sawit Indonesia yang tergolong tinggi, penetrasi produk ekspor unggulan ke negara-negara pasar non-tradisional di kawasan Amerika Latin, dan pandangan komunitas bisnis Indonesia terhadap pasar Brasil yang tergolong positif. Hal ini disertai dengan kondisi Brasil yang bergantung pada pasar internasional untuk memenuhi permintaan minyak kelapa sawit di negaranya. Aktivitas diplomasi komersial yang dilakukan Indonesia terbagi menjadi kegiatan network activities, intelligence, image campaign, dan support business. Manfaat diplomasi komersial dari segi politik berupa perlawanan kampanye negatif minyak kelapa sawit sedangkan dari segi ekonomi terjadi peningkatan kepercayaan konsumen dan transaksi minyak kelapa sawit.
Australian Government's Public Diplomacy through the MAMPU Program in Indonesia (2016-2020) Haerani Destiningrum; Elvianti, Witri
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.45739

Abstract

This paper discusses the Australian government's public diplomacy effort through the MAMPU program phase II (2016 - 2020) which focuses on gender equality and women's empowerment issues in Indonesia. The author used the concept of public diplomacy in this paper to analyse what the Australian government has done to achieve its interest through the MAMPU program. The paper uses a qualitative method with a descriptive approach, by using secondary and primary data which are program MAMPU's social media, website, various documents, entries from the internet, and an interview with MAMPU Program Manager from BaKTI Foundation. This paper finds that efforts conducted by the Australian government in the MAMPU program are compatible with four of the five relational initiatives characteristics in public diplomacy. Furthermore, because of its public diplomacy through the MAMPU program, the Australian government gained positive images as a country that supports the women empowerment issue in Indonesia. In addition, the Australian government could also strengthen its relationship with the Indonesian government.
Kerjasama Uni Eropa-Indonesia: Implementasi European Council Regulation 1005/2008 dalam Aktivitas Perikanan Pelabuhan Nizam Zachman Yulia, Lisda; Nashir, Asep Kamaluddin; Kusumajanti, Kusumajanti
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.48108

Abstract

Komoditas ikan tangkap di Indonesia dinilai mampu mendukung pertumbuhan ekonomi melalui perdagangan perikanan, namun dari segi pengelolaannya, perikanan tangkap masih terkendala oleh hambatan-hambatan internal dan eksternal, sehingga membuat sertifikasi hasil tangkap ikan rendah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak ratifikasi Europeaan Council regulation (ECR) 1005/2008 sebagai satu upaya meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan dan mendukung ekspansi pasar ekspor ikan Indonesia. Penelitian ini masuk kedalam fokus studi Bisnis Internasional, oleh karena itu penulis menggunakan konsep kerjasama internasional untuk menganalisis dampak ratifikasi hukum internasional ECR 1005/2008 di Indonesia dan menggunakan teori perdagangan internasional keunggulan kompetitif untuk menganalisis indikator perdagangan sempurna komoditas perikanan tangkap di lokus penelitian. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus tunggal di lokus penelitian Pelabuhan Nizam Zachman. Proses pengumpulan data dilakukan menggunakan wawancara tidak terstruktur terhadap 3 informan dan observasi mendalam. Hasil temuan penelitian menunjukkan ratifikasi ECR 1005/2008 di Pelabuhan Nizam Zachman mampu meningkatkan sertifikasi hasil tangkap ikan yang diperoleh dengan mengedepankan sinergi antara Dewan Uni Eropa, Pelabuhan Perikanan, dan Unit Pengolah Ikan.
Turkey's Humanitarian Aid Through Education Provision of the Syrian Children School-Aged Refugees Muttaqien, Audi Izzat; Surwandono, Surwandono
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.48931

Abstract

The article explains how the Turkish government carries out a policy of providing education for Syrian school-age refugees. Turkey is the largest recipient and the second largest contributor of Syrian refugee aid, primarily as a transit country with many refugees bound for Europe via Turkey before continuing to their destination countries. As the host of refugees, a significant amount requires Turkey to help and facilitate them to access various services, such as social services, health, and especially education for school-age children. The study uses qualitative methods through data collection in literature studies and descriptive data analysis. The study uses qualitative methods through data collection in literature studies and descriptive data analysis. Research has found that Turkey's education policy has shown significant results, helping Syrian refugees at school age because of the ease of access to education that can be obtained, including rights and benefits equal to other Turkish children. Policies imposed by Turkey, such as psychological assistance for children who are still experiencing trauma and the provision of facilities in temporary education or Turkish public schools, have been successfully adopted.
Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan di Kenya oleh UN Women pada Tahun 2020-2022 Salma, Nurul Azizah; Hapsari, Renitha Dwi
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.49419

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan adalah permasalahan global yang melanggar hak asasi manusia serta bentuk diskriminasi gender di banyak negara, termasuk Kenya. Selain berdampak pada kesehatan dan ekonomi, pandemi COVID-19 juga menyebabkan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan di Kenya. Ini terjadi karena kebijakan lockdown, pembatasan sosial, dan faktor lain seperti masalah ekonomi, budaya patriarki, dan kesalahpahaman praktik budaya. Dampak kekerasan terhadap perempuan tidak hanya bersifat fisik, namun juga pada kesejahteraan psikologis dan ekonomi perempuan. Sebagai organisasi internasional yang fokus pada kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, UN Women bertindak untuk mengatasi masalah kekerasan terhadap perempuan di Kenya. UN Women menjalankan perannya sesuai dengan teori peran organisasi internasional yang dikemukakan oleh Kelly-Kate S. Pease, yang mencakup peran sebagai problem solver, capacity builder, dan aid provider melalui Forum Kesetaraan Generasi, advokasi, kampanye, bantuan terkait COVID-19 hingga layanan bagi korban kekerasan selama periode 2020-2022.
Sebuah Ironi: Kegagalan Amerika Serikat dan Bank Dunia dalam Upaya Menyelesaikan Konflik Bendungan GERD Bernadeta Ninditha Herdianti; Rr. Hermini Susiatiningsih
Jurnal Hubungan Internasional Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL HUBUNGAN INTERNASIONAL
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jhi.v16i2.49712

Abstract

Keterlibatan pihak ketiga kerap kali dijumpai di sejumlah konflik. Kehadirannya ini bagai pedang bermata dua. Pihak ketiga dapat mendamaikan pihak yang berkonflik, tapi tidak jarang justru memperkeruh suasana yang sudah kelam sebelumnya. Tidak terkecuali keterlibatan Amerika Serikat serta Bank Dunia dalam upaya menyelesaikan konflik Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) yang menjadi sengketa selama beberapa tahun terakhir antara Mesir, Sudan, dan Etiopia. Sumber daya yang terbatas dan ketergantungan banyak pihak akan sumber daya tersebut telah menciptakan konflik kepentingan yang sampai saat ini tak kunjung mencapai kata sepakat. Kehadiran pihak ketiga ini nyatanya tidak menyelesaikan konflik dan justru berujung pada kegagalan negosiasi. Artikel ini hendak menganalisis faktor penyebab kegagalan negosiasi internasional yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Bank Dunia dalam konflik Bendungan GERD. Penelitian ini akan dianalisis menggunakan teori kegagalan negosiasi internasional serta menggunakan metode kualitatif eksplanatif sebagai landasan penelitian dalam mengupas faktor yang melatarbelakangi kegagalan negosiasi ini. Penelitian ini menemukan bahwa aktor yang terlibat, proses formulasi dalam negosiasi, dan strategi yang dipilih negosiator merupakan faktor penyebab kegagalan negosiasi tersebut.

Page 1 of 2 | Total Record : 15