cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Intelektualita
ISSN : -     EISSN : 23545984     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Intelektualita adalah jurnal berkala ilmiah yang berbasis open-accass yang memuat hasil-hasil penelitian, book review dalam bidang kajian Pendidikan, Manajemen Pendidikan, Supervisi, Kepemimpinan dan Psikologi. Jurnal intelektualita diterbitkan oleh Prodi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Jurnal ini memfokuskan diri pada pengkajian ilmu bidang pendidikan, manajemen pendidikan, supervisi Psikologi dan Konseling. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun (Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 266 Documents
MANAJEMEN TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN Murni Murni
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen tenaga pendidik dan kependidikan adalah aktivitas yang harus dilakukan mulai dari tenaga pendidik dan kependidikan itu masuk ke dalam organisasi pendidikan sampai akhirnya berhenti melalui proses perencanaan SDM, perekrutan, seleksi, penempatan, pemberian kempensensi, penghargaan, pendidikan dan latihan pengembangan dan pemberhentian. Manajemen tenaga kependidikan (guru dan pegawai) mutlak harus diterapkan oleh kepala sekolah agar dapat mendayagunakan tenaga kependidikan secara efektif dan efesien untuk mencapai hasil yang optimal. Sesuai dengan hal ini, maka seorang kepala sekolah harus dapat mencari, memposisikan, mengevaluasi, mengarahkan, memotivasi, dan mengembangkan bakat setiap guru dan pegawainya serta mampu menyelaraskan tujuan individu dan organisasi.
PENDIDIKAN DINIYAH PADA SEKOLAH UMUM DI BANDA ACEH (SUATU TINJAUAN ULANG) Mumtazul Fikri, Mumtazul Fikri
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini dinamika perilaku remaja di kota Banda Aceh terlihat cukup fluktuatif dan meresahkan. Diantaranya temuan kasus penyebaran aliran sesat Millata Abraham dan kasus munculnya anak punk di kota Banda Aceh. Kasus pertama menunjukkan penyimpangan pada akidah dan keimanan dalam memahami ajaran Islam yang benar, sedangkan kasus kedua menunjukkan penyimpangan perilaku dan akhlak pada remaja di Banda Aceh. Muara dari kedua kasus ini adalah dicanangkannya Program Pendidikan Diniyah pada sekolah-sekolah sebagai wadah pengawal akidah dan pembimbing perilaku remaja di Banda Aceh. Tulisan ini adalah hasil penelitian penulis tentang evaluasi program pendidikan diniyah pada sekolah umum di kota Banda Aceh. Penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian evaluasi program yang bertujuan untuk melihat ketercapaian dan efektifitas pelaksanaan program untuk menjadi landasan kebijakan di masa mendatang. Pilihan lokasi penelitian dilakulan secara purposive sampling, yaitu SMU 1 Banda Aceh, SMU 8 Banda Aceh dan SMU Labschool Unsyiah. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen wawancara, observasi, angket dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, implementasi Program Pendidikan Diniyah pada Sekeloh Menengah Umum di kota Banda Aceh secara umum telah berjalan baik. Hal ini terlihat dari beberapa aspek yaitu, adanya mekanisme perekrutan formal dan sistematis, adanya pemerataan program di seluruh jenjang pendidikan, adanya reward dan punishment, penggunaan media pembelajaran, sumber belajar yang sesuai dengan tujuan program, dan adanya kerjasama pengelola sekolah dengan guru pengajar. Kedua, Program Pendidikan Diniyah pada Sekolah Menengah Umum di kota Banda Aceh telah berjalan sesuai dengan visi dan misi program. Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bahwa misi program adalah penguatan akidah dan pembinaan akhlak. Ketiga, beberapa kendala pelaksanaan Program Pendidikan Diniyah pada Sekolah Menengah Umum di kota Banda Aceh, diantaranya: (1) kurangnya kerjasama antara guru diniyah dan pihak sekolah; (2) minimnya sumber daya guru yang mumpuni; (3) lemahnya keterlibatan keluarga dan masyarakat; (4) belum adanya kebijakan tentang kelanjutan program di perguruan tinggi.
PERENCANAAN SDM MELALUI MANAJEMEN STRATEGIK DI LEMBAGA PENDIDIKAN Sri Rahmi Sri Rahmi
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan merupakan hal yang sangat fundamental sebelum melaksanakan suatu kegiatan dalam berbagai hal, baik dalam sebuah perusahaan, lembaga pendidikan ataupun berbagai instansi yang lain. Perencanaan dianggap penting karena akan menjadi penentu dan sekaligus memberi arah terhadap tujuan yang ingin dicapai. Penjelasan ini semakin menguatkan posisi strategis perencanaan dalam sebuah lembaga. Perencanaan merupakan proses yang dikerjakan oleh seorang manajer dalam usahanya untuk mengarahkan segala kegiatan untuk meraih tujuan. Manajemen strategik dapat didefinisikan sebagai gabungan antara seni dan ilmu dalam hal mengformulasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan–keputusan lintas fungsi, yang memungkinkan suatu organisasi untuk mencapai tujuannya di masa dating. Hal yang membedakan antara manajemen konvensional dengan manajemen strategik adalah adanya Mengembangkan visi dan misi strategik, Menentukan tujuan, Menformulasikan strategi untuk mencapai tujuan, Mengidentifikasikan dan melaksanakan strategik, Mengevaluasi strategik dengan melakukan analisa SWOT terhadap visi dan misi yang dibuat.
PERAN PENTING TENAGA ADMINISTRASI DALAM PENGUATAN BUDAYA FAKULTAS UNTUK IMPLEMENTASI PEMBINAAN KARAKTER Nurussalami Nurussalami
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter di Fakultas tidak dapat dilaksanakan oleh sebagian pihak saja.Begitu pun implementasinya tidak hanya menlalui pengajaran.Seluruh warga Fakultas memiliki tanggung jawab bersama dalam penguatan budaya Fakultas untuk implementasi karakter.Selain oleh tenaga pengajar, pendidikan karakter juga dilaksanakan oleh tenaga administrasi sekolah.Tulisan ini bermaksud untuk mengungkapkan gagasan ataupun pemikiran penulis mengenai peran penting tenaga administrasi fakultasdalam menguatkan budaya fakultas untuk implementasi pembinaan karakter.Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif.Tenaga administrasi fakultas terdiri atas kepala tenaga administrasi fakultas, pelaksanaan urusan, dan petugas layanan khusus. Mereka merupakan pihak yang mendukung terlaksananya proses pembinaan Karakter  di fakultas. Fakultas sebagai pusat pembudayaan berperan mengimplementasikan pembinaan  karakter melalui pendekatan pengembangan budaya fakultas. Tenaga administrasi fakultas sebagai earga fakultas berkewajiban membentuk budaya fakultas yang kondusif bagi implementasi pembinaan karakter.mereka memberikan layanan prima terhadap para pihak yang terlibat dalam proses pembinaan karakter  di fakultas, seperti , Dekan, KTU, Keuangan, Kepengawaian, Akademik dan Bagian Umum dan para Tenaga Mengajar Fakultas. Pelayanan prima yang dilakukan dengan iklas, ramah, cermat, santun, serta tertib.Studi Kiranya dapat menjadikan contoh teladan bagi mahasiswa yang berada difakultas dan para pihak yang membutuhkan pelayanan administrasi. Karakter yang harus dimiliki tenaga administrasi  secara tersirat tercantum pula dalam kompetensi kepribadian, kompetensi social dan kompetensi teknis, ketika kompetensi tersebut dilaksanakan dengan baik, begitu pula budaya fakultas yang kuat terbentuk dan idealnya bagi imple,mentasi pendidikan karakter.
KONSEP MANAJEMEN HUMAS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Murni Murni
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pembahasan mengenai humas dalam lembaga pendidikan masih belum difungsikan secara baik oleh lembaga pendidikan terutama dalam lembaga pendidikan Islam. Hal ini tidak terlepas dari kurangnya informasi dan pengetahuan yang dimiliki oleh para pengelola atau pelaksana dalam lembaga tersebut kecuali mungkin di level pendidikan Tinggi sudah ada staf atau petugas sendiri  bagian humas. Fungsi humas untuk lembaga pendidikan sangatlah penting. Karena dengan adanya humas yang baik, lembaga pendidikan dapat melanjutkan eksistensi lembaganya supaya bisa menggunakannya sebagai salah satu cara yang efektif untuk membuat lembaganya menjadi “ada” dan mempunyai citra (image) yang baik di masyarakat.  Konsep dan aplikasi humas dalam suatu lembaga pendidikan bisa dan relatif mudah untuk dilaksanakan. Yang penting dalam hal ini adalah adanya keinginan dari lembaga tersebut untuk sadar akan fungsi dan tugas kehumasan. Masalah Sumber Daya Manusia (SDM) dan peran serta masyarakat (stakeholder) untuk merealisasikan lembaga sekolah yang memiliki citra (image) yang baik disinyalir menjadi problem utama di lembaga pengertian antar kedua belah pihak dan memiliki rasa toleransi. Berdasarkan beberapa penjelasan  di atas, maka yang dimaksud dengan pengembangan lembaga pendidikan Islam adalah suatu upaya yang sistematis dalam merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan lembaga pendidikan dengan segala aspeknya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien agar seluruh komponen sistem lembaga pendidikan Islam berkembang ke arah yang lebih baik, lebih besar dan lebih sempurna.
PRINSIP-PRINSIP DAN PENDEKATAN DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR Irhamni Irhamni
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap lembaga pendidikan sangat mengharapkan tercapainya proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang baik akan berimplikasi pada hasil belajar yang baik. Untuk hasil belajar yang baik, sangat dibutuhkan penilaian yang baik pula. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memperhatikan berbagai aspek dan prinsip-prinsip penilaian. Adapun prinsip-prinsip umum penilaian diantaranya: kontinuitas, komprehensif, objektivitas dan kooperatif.
PENGARUH PROFESI ORANG TUA SEBAGAI GURU TERHADAP KELANGSUNGAN PENDIDIKAN ANAK (Penelitian Di Desa Matang Sijuek Timu Kecamatan Baktiya Barat Kabupaten Aceh Utara) Irhamni, Asniati
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang tua yang berprofesi sebagai guru merupakan suatu profesi yang sangat mulia. Guru adalah pendidik yang tugas utamanya mengajar dan memiliki karakteristik kepribadian yang sangat berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh profesi orang tua sebagai guru terhadap kelangsungan pendidikan anak, faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan pendidikan anak, dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar anak di Desa Matang Sijuek Timu, Kecamatan Baktia Barat, Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian deskriptif analisis, penetapan sampel dilakukan dengan cara Total Sampling (penarikan seluruh anggota populasi). Subjek penelitian adalah orang tua yang berprofesi sebagai guru yang berjumlah 25 orang. Hasil penelitian: 1) Terdapat pengaruh yang signifikan antara profesi orang tua sebagai guru terhadap kelangsungan pendidikan anak di Desa Matang Sijuek Timu, hal ini terlihat bahwa orang tua yang berprofesi sebagai guru selalu memberikan  motivasi kepada anak untuk melanjutkan pendidikan. 2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kelangsungan pendidikan anak di Desa  Matang Sijuek Timu di antaranya: HP (Hand Phone), teknologi informasi, dan  lingkungan sekitar. 3) Perhatian orang tua yang berprofesi sebagai guru  terhadap prestasi belajar anak sangat bagus. Hal ini terlihat bahwa, orang tua memberikan pujian/hadiah apabila anak memperoleh prestasi, orang tua selalu mengingatkan anak agar rajin dalam belajar, serta datang ke sekolah untuk menanyakan kepada guru kesulitan belajar anak di sekolah.
MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT DENGAN LEMBAGA SEKOLAH Fithriani Fithriani
Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan masyarakat dengan sekolah merupakan suatu kegiatan yang bertujuan memperoleh kepercayaan dan sangat penting dalam manajemen guna untuk mencapai tujuan yang spesifik dari organisasi lembaga pendidikan. Pengertian hubungan masyarakat dengan sekolah mempunyai pemikiran yang berbeda namun tujuan dan fungsinya sama yaitu untuk menciptakan opini publik yang menguntungkan sekolah dan lembaga pemerintah yang bersangkutan .Berupa mengatur informasi internal dan eksternal dengan memberikan informasi serta penjelasan seluas mungkin kepada publik mengenai kebanyakan baik program maupun tindakan –tindakan lembaga. tujuan dan tugas utama hubungan masyarakat dengan sekolah yaitu salah satunya menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan yang melibatkan masyarakat dalam kegiatan pendidikan baik secara individual seperti membuka kesempatan konsultasi antara orang tua peserta didik dengan guru sekolah ,komite sekolah, organisasi atau alumni. Demikian juga respon yang timbul di kalangan masyarakat menjadi umpan balik dan informasi yang disampaikan harus mendapat perhatian yang sepenuhnya . Berbagai teori mengatakan baik mengenai definisi sistem informasi manajemen maupun penjelasan arti dan tujuan. Jika sebuah fungsi manajemen kurang dilaksanakan dan diabaikan oleh sebuah lembaga maka lembaga pendidikan akan hancur dan tidak lagi diminati masyarakat Karena kurang sosialisasi dan berkomunikasi dengan masyarakat baik secara langsung maupun melalui media.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR KRITIS DAN PENGUASAAN KONSEP IPA SISWA MI Jannah, Misbahul
Intelektualita Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ji.v3i1.10409

Abstract

Problem Based Learning (PBL) merupakan suatu pembelajaran dimana guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menerapkan topik masalah dan proses pembelajaran diarahkan agar siswa mampu menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. PBL merupakan salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk memperbaiki system pembelajaran. Dengan PBL siswa dihadapkan pada pengalaman belajar yang otentik dan keterampilan memecahkan masalah, yaitu dengan cara siswa dihadapkan pada masalah – masalah yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui dan menganalisis peningkatan keterampilan berfikir keritis dan penguasaan konsep IPA pada kelas V Madrasah Ibtidaiyah dengan menerapkan model problem based learning (PBL). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain “A Randomize pre test ps test group design”. Pada kelas eksperimen menggunakan model PBL dan pada kelas kontrol menggunakan model non PBL. Subyek penelitian adalah para siswa kelas V MIN model dan MIN rukoh kota banda aceh. Pengelolaan data dilakukan menggunakan analisis statistik melalui teknik uji beda rata rata satu pihak (1-tailed) dengan batas signifikansi 95%. Peningkatan penguasaan konsep dan keterampilan terpikir kritis siswa dilihat melalui N-Gain siswa. Hasil pengelolaan data menunjukkan bahwa N-Gain penguasaan konsep IPA siswa kelas V MIN melalui Pembelajaran Model PBL 0,58 dan model non PBL 0,21, sedangkan N-Gain keterampilan berfikir kritis siswa melalui pembelajaran model PBL 0,24 dan Model Non PBL 0,23. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa terdapat peningkatan penguasaan konsep IPA dan keterampilan berfikir kritis siswa kelas V MIN melalui pembelajaran model PBL dibandingkan dengan model non PBL (Konvensional). Dengan hasil tersebut diharapkan model Problem based Learning dapat dijadikan guru sebagai alternative pembelajaran IPA di madrasah Ibtidaiyah.
PERAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU DI SMP ABULYATAMA ACEH BESAR Ismail Anshari; Ela Zahara
Intelektualita Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran kepala sekolah sangatlah penting dalam peningkatan profesionalisme guru, karena guru merupakan seorang pendidik yang harus memiliki kompetensi yang bagus sebelum mendidik peserta didiknya, namun permasalahan yang terjadi yaitu : pertama, guru masih kurang professional dalam proses pembelajaran terbukti bahwa adanya proses belajar mengajar tapi guru belum membuat RPP. kedua, karena tidak adanya pembuatan RPP bagi guru yang mengajar sehingga membuat guru tersebut susah memahami materi yang akan di ajarkan. Ketiga, guru masih kurang memahami metode yang harus diterapkan di dalam pembelajaran sehingga siswa yang sedang belajar keluar masuk kelas, oleh karena itu metode dan disiplin guru sangatlah di butuhkan dalam profesionalisme guru. Tujuan penelitian dalam Skripsi ini adalah untuk Untuk mengetahui peran sekolah dalam peningkatan profesionalisme guru di SMP Abulyatama Aceh Besar dan Untuk mengetahui kendala dan solusi kepala sekolah dalam peningkatan pofesionalisme guru di SMP Abulyatama Aceh besar. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dalam bentuk deskriptif, subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan dua orang guru. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah SMP Abulyatama Aceh Besar menggunakan perannya sebagai educator dan supervisor. Kendala kepalasekolah SMP Abulyatama Aceh besar dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah banyak guru yang masih gaptek dalam menggunakan teknologi, adapun solusi yang kepala sekolah lakukan yaitu semua guru diwajibkan membawa laptop bagi yang mempunyainya untuk belajar bersama di saat ada waktu luang, dan kepala sekolah SMP Abulayatama juga sedang mencari solusi lainnya yang sedang dilakukan yaitu bermusyawarah dengan dinas pendidikan untuk bisa menentukan solusi yang tepat, karena memang itu yang menjadi permasalahan pendidikan saat ini.

Page 6 of 27 | Total Record : 266


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol 13, No 2 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 13 No. 2 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol. 13 No. 1 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol 13, No 1 (2024): Intelektualita: Journal of Education Sciences and Teacher Training Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Intelektualita: Journal Education Sciences and Teacher Training Vol 11, No 02 (2022): Jurnal Intelektualita Vol 11, No 01 (2022): Jurnal Intelektualita Vol 10, No 02 (2021): Jurnal Intelektualita Vol 10, No 01 (2021): Jurnal Intelektualita Vol 9, No 02 (2020): Jurnal Intelektualita Vol 9, No 01 (2019): Jurnal Intelektualita Vol 7, No 02 (2019): Jurnal Intelektualita Vol 7, No 01 (2018): Jurnal Intelektualita Vol. 7 No. 01 (2018): Jurnal Intelektualita Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Intelektualita Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 02 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Intelektualita Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Intelektualita Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) More Issue