cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
PIONIR: Jurnal Pendidikan
ISSN : 23392495     EISSN : 25496611     DOI : -
Core Subject : Education,
PIONIR: Journal of Education is an open-access Education scientific journal managed by the Study Program of Madrasah Ibtidaiyah Teacher Education (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Teaching Ar-Raniry State Islamic University (UIN) Banda Aceh. PIONIR: Educational Journal is a forum for researchers and educational staff to develop knowledge in the field of educational studies, in order to fulfill the Tri Dharma of Higher Education, especially in the field of Basic Education.
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
STRATEGI DAN ARAH PEMBINAAN AKHLAK ANAK DI JENJANG PENDIDIKAN DASAR Nidawati Nidawati
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i2.6231

Abstract

Pendidikan akhlak sebagai suatu usaha yang dilakukan oleh lembaga dalam rangka untuk membentuk dan membina tabi’at, budi pekerti yang baik, mulia, dan terpuji. Sedangkan pembentukan akhlak yang baik di kalangan pelajar dapat dilakukan dengan latihan-latihan berbuat baik, takwa, berkata benar, menepati janji, ikhlas dan jujur dalam bekerja, tau kewajiban membantu yang lemah, berdikari, selalu bekerja dan tau harga waktu. Begitu pentingnya pembinaan akhlak pada peserta didik karena salah satu faktor penyebab kegagalan pendidikan Islam selama ini karena peserta didik banyak yang kurang dan masih rendah akhlaknya. Hal ini karena kegagalan dalam menanamkan pembinaan akhlak. Dalam mempelajari pendidikan Islam haruslah di mulai sejak usia dini yaitu pada jenjang dasar. Pembelajaran sejak usia dini lebih efektif dan akan memiliki banyak hal positif  karena arah atau tujuan dalam pendidikan Islam pada jenjang dasar, pelajaran merupakan tujuan yang harus dicapai sebagai tujuan utama dari pendidikan Islam. Pembelajaran dapat dilakukan dengan mengajarkan rukun Islam dan rukun Iman yang merupakan hukum dasar Islam yang sesuai dengan anak sekolah dasar. Arah dan tujuan sebagai pencapaian akhir yang diharapkan mampu terwujud dalam pendidikan Islam agar segala sesuatu yang berhubungan dengan keberlangsungan generasi Islam yang berilmu pengetahuan Islam dengan sempurna.
KEMAMPUAN PENGUASAAN BAHASA INDONESIA MAHASISWA PRODI PGMI IAIN LHOKSEMAWE Irwandi Irwandi
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4584

Abstract

Prodi PGMI membekali kompetensi profesional para mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang keahlian antara lain: Bahasa Indonesia MI-I dan II. Dengan mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam melakukan proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menguasai ketiga konsep tersebut dengan luas dan mendalam. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh data bahwa penguasaan konsep Bahasa Indonesia mahasiswa prodi PGMI masih berada pada kategori rendah. Selain itu, mereka juga mengalami beberapa kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka ada beberapa permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini yaitu: bagaimanakah kemampuan tingkat penguasaan konsep Bahasa Indonesia mahasiswa prodi PGMI, kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi mahasiswa prodi PGMI dalam menguasai konsep Bahasa Indonesia, dan bagaimanakah upaya jurusan PGMI dalam memanfaakan hasil penelitian penguasaan konsep dan kesulitan materi Bahasa Indonesia untuk peningkatan kompetensi mahasiswa PGMI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah tes penguasaan konsep dengan soal tes, dan teknik wawancara dengan menggunakan pedoman wawancara terstruktur serta studi dokumentasi. Pengolahan data dianalisis sederhana dengan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penguasaan konsep konsep Bahasa Indonesia berada pada kategori baik. Sedangkan kesulitan yang dihadapi pada ketiga bidang tersebut adalah kurangnya praktek langsung dan media dalam mempelajari teori. Oleh sebab itu prodi PGMI akan menindaklanjuti hasil penelitian ini dengan perbaikan kurikulum dan pembelajaran.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN DALAM AL-QUR’AN BAGI PENDIDIK ERA MILENIAL Nurdin Nurdin
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4594

Abstract

Problematika ummat Islam dewasa ini adalah jarangnya berinteraksi dengan Al-Qur’an baik mempelajarinya maupun mengambil i’tibar di dalammnya terutama berkaitan dengan cara mendidik. Dalam Al-Qur’an akan ditemukan berbagai cara, proses, teknik, strategi ataupun metode yang sangat efektif untuk diterapkan dalam dunia pendidikan, sehingga akan menghasilkan generasi  qur’ani. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui berbagai metode mendidik berdasarkan Al-Qur’an serta mengimplementasikannya dalam dunia pendidikan khususnya bagi guru era milenial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literatur Al-Qur’an. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kajian pustaka, analisis ayat-ayat al-qur’an. Dan hasil yang diperoleh merupakan hasil kata-kata, gambaran dan bukan berupa angka-angka. Laporan penelitian tersebut berupa kutipan-kutipan data yang memberi gambaran penyajian. Temuan dalam penelitian adalah dalam Al-Quran terdapat beberapa metode dalam mengajar dan mendidik yang sangat efektif dan efesian untuk diterapkan oleh pendidik era milenial, metode tersebut telah terbukti keampuhannya di dunia pendidikan, yaitu melalui metode Bilhikmah, Al-Mau’izah Hasanah, Al-Jadil Dan Al-Layyinah sebagaimana digambarkan dalam Al-Qur’an surat An-nahl ayat 125. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa  jarangnya para pendidik, orang tua mengetahui dan mengimplementasikan metode mendidik sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an sehingga menghasilkan generasi yang jauh dari Al-Qur’an.
NILAI KEARIFAN LOKAL DIDONG DALAM UPAYA PEMBINAAN KARAKTER PESERTA DIDIK Daniah Daniah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4585

Abstract

Era globalisasi yang ditandai dengan kemajuan yang pesat pada bidang ilmu dan teknologi membuat manusia hidup menjadi tanpa batas yang jelas. Di era globalisasi ini pergeseran dan saling menpengaruhi antar nilai-nilai budaya tidak dapat dihindarkan lagi. Seiring perkembangan zaman, eksistensi budaya dan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh bangsa Indonesia sampai saat ini belum optimal dalam upaya membangun karakter warga negara, fenomena sosial yang muncul akhir-akhir ini cukup mengkhawatirkan, fenomena kekerasan dalam menyelesaikan masalah, meningkatnya perilaku merusak diri, seperti narkoba, alkohol dan seks bebas, menurunnya perilaku sopan santun, menurunnya perilaku kejujuran, menurunnya rasa kebersamaan, dan menurunnya rasa gotong royong di antara anggota masyarakat. Nilai seni Didong berunsur keindahan, religius dan kebersamaan yang tertransformasi dari pesan kebijaksanan lokal, yaitu mukemel, tertib, setie, semayang-gemasih, mutentu, amanah, genap-mupakat, alang-tulung, dan bersikekemelen. Pendidikan Islami dari pertunjukan Didong tidak lepas dari adat, syari’at, dan lebih bisa diserap oleh masyarakat dengan begitu sifat toleransi yang terbina menciptakan perdamaian dan menciptakan suasana Islami sebagai daerah penegak syari’at Islam. Semua keindahan yang terbentuk dari kesenian Didong merupakan kebijaksaaan setempat atau kearifan lokal dan sebagai sarana dakwah dan pendidikan bagi masyarakat.
TAHAP PROFESIONALISME GURU DUAL JOBS JENJANG PENDIDIKAN DASAR DI KOTA BANDA ACEH Lailatussaadah Lailatussaadah; Salma Hayati; Cut Nelvi Ariska
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i2.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahap profesionalisme guru Sekolah Dasar di Kota Banda Aceh dalam persepsi peserta didik. Dual Jobs bisa diartikan sebagai peran ganda, peran ganda merupakan bagian yang dimainkan individu pada setiap keadaan dan cara tingkah lakunya untuk menyelaraskan diri dengan keadaan. Dual jobs sering diperankan oleh profesi guru yang memiliki tugas profesional. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode survei melalui pembagian angket kepada 271 responden (peserta didik). Analisis data menggunakan statistik deskriptif (frekuensi, mean dan persentase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap profesionalisme guru dual jobs dalam persepsi peserta didik adalah sedang, baik dilihat pada aktifitas pengajaran dan pembelajaran maupun aktifitas non-jobs pembelajaran. Penelitian ini mengimplikasikan pada dampak aktifitas guru dual jobs di lingkungan sekolah terhadap rendahnya kualitas proses dan hasil pembelajaran.
CONTEXTUAL TEACHING LEARNING PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Naimah Agustina Rambe
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4590

Abstract

Pendidikan Islam sebagai inspirasi pencerahan umat perlu untuk disesuaikan dengan konteks perkembangan manusia saat ini. Senada dengan itu, teori-teori pendidikan Islam juga harus ikut berkonstribusi guna akselerasi dan penyesuaian dengan gerak zaman. Contextual Teaching Learning sebagai salah satu metode pendidikan yang berkembang saat ini yang didengung-dengungkan oleh Jhon Dwey ternyata tidak serta merta bisa ditelan mentah-mentah oleh pendidikan Islam. Oleh karenanya, artikel ini hadir sebagai pengisi papan kosong dan menghadirkan teori pendidikan Islam kontemporer dengan tidak menghilangkan karakteristiknya yang Islami. Artinya, metode pembelajaran yang dimuat oleh artikel ini sepenuhnya berangkat dari teks-teks agama yang otoritatif lalu kemudian dianalisis dengan pembacaan pendidikan sekarang setidaknya menjadi filter ketika ingin menerapkan CTL dalam pendidikan Islam.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SD NEGERI MAGUWOHARJO 1 YOGYAKARTA Indah Hari Utami; Aswatun Hasanah
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i2.6232

Abstract

Kompetensi Profesioal Guru merupakan kemampuan guru dalam meguasai pembelajaran menncakup: merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran yang sesuai dengan bidang keahliannya Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi profesional guru sekolah dasar dalam pelaksanaan pembelajaran tematik kurikulum 2013. Penelitian ini merupakan penelitian studi lapangan. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik pada kelas IV B SD Negeri Maguwoharjo 1 Kecamatan Depok kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi profesional gurumerupakan seorang guru yang memilki kecakapan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga mampu melaksanakan tugasnya secara maksimal. Indikator ketercapian seorang guru dikatan profesional meliputi 1) guru menguasai materi mata pelajaran yang diampunya, 2) guru menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar, 3) guru mampu mengembangkan pembeelajaran secara kreatif, 4) guru mampu melakukan tindakan reflektif, dan 5) guru mampu menguasai teknologi informasi dalam melakukan komunikasi. Dan cara yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kompetensi profesional guru bisa dilalui dengan 1) Pemantapan Kerja Guru (PKG), 2) Kelompok Kerja Guru (KKG), dan 3) g uru dapat mengikuti secara aktif pada organisasi Persatuan Guru Republik Indonesi (PGRI).
APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING LEARNING MODELS TO IMPROVE MATHEMATICAL LEARNING RESULTS AND CRITICAL STUDENTS Niken Bekti Utami; Firosalia Kristin; Indri Anugraheni
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.5048

Abstract

This study aims to improve critical thinking skills and student learning outcomes through the application of Problem Based Learning (PBL) learning models in Grade 4 Mathematics learning. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with two cycles. The subjects of this study were 4th grade students of SDN Randuacir 02, amounting to 25 students. Data collection techniques are carried out using tests in the form of questions and non-tests in the form of rubrics. This study uses qualitative and quantitative descriptive data analysis techniques. The results of this study indicate that there is an increase in critical thinking skills and learning outcomes of 4th grade students of SDN Randuacir 02 through application using the Problem Based Learning (PBL) learning model. This is evidenced by the increase in students' critical thinking, namely in the first cycle the average value is 58.92. Whereas, in cycle 2 there was an increase in the average value of 80.28. Experiencing an increase in the completeness of students' mathematics learning outcomes in the pre-cycle stage as many as 7 students with an average value of 55.00, then increasing in the first cycle as many as 10 students with the average score of 63.52 and increasing again in cycle 2 to 22 students with an average score of 82.00
INTEGRASI ILMU DALAM KURIKULUM SEKOLAH ISLAM TERPADU DI ACEH (Studi Kasus SD IT Aceh Besar dan Bireuen) Rafidhah Hanum
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4586

Abstract

Aceh telah melakukan reformasi pendidika Islam yang dikotomi dengan penerapan kurikulum integrase berbasil al-Qur’an dengan tidak lupa mengakomodasi kuriulum pendidikan Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen, untuk mengetahu implementasi model integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen, dan untuk mengetahu kelebihan dan kelemahan integrasi ilmu dalam kurikulum di SD IT Aceh Besar dan Adzkiya Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1). Model integrasi ilmu dalam kurikulum SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen adalah mengarah kepada model purifikasi-connected karena dilihat dari konsep kurikulum, konsep tujuan, konsep materi sampai pada konsep proses pembelajaran serta evaluasi yang dilaksanakan serta purifikasi (penyucian) yang berusaha menyelenggarakan pendidikan yang sesuai dengan nilai dan normal Islam secara kaffah dan commitment dalam menjaga dan memelihara ajaran Islam dalam segala aspek kehidupan. 2). Implementasi model integrasi ilmu dalam pembelajaran di SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen dimulai dengan tahap perencanaan: penyusunan silabus, RPP dan buku siswa. Tahap pelaksanaan dan Tahap evaluasi. 3). Kelebihan dan kekurangan model integrasi ilmu dalam kurikulum SD Islam Terpadu di Aceh Besar dan Bireuen adalah sebagai berikut: a. Kelebihannya adalah: (1) siswa lebih mendekatkan dan mendalami seluk-beluk pengetahuan al-Qur’an, (2) penanaman al-Qur’an sejak dini kepada siswa, (3) siswa lebih termotivasi dalam belajar, (4) menumbuh kembangkan kebanggaan siswa terhadap Islam dan al-Qur’an, (5) senantiasa mencintai al-Qur’an dan menambah keimanan dalam mentauhidkan Allah Semata. b. Kekurangannya adalah: (1) kesulitan guru dalam menyeleksi ayat al-Qur’an yang sesuai dengan materi, (2) keterbatasan kemampuan guru dalam menafsirkan ayat al-Qur’an atau Hadits, (3) keterbatasan waktu dalam persiapan materi berbasis al-Qur’an pada setiap harinya, (4) pembelajaran integrasi al-Qur’an (fahmul Qur’an) sulit dijalankan dengan maksimal oleh guru yang belum training.
MEMBANGUN BUDAYA LITERASI MEMBACA DENGAN PEMANFAATAN MEDIA JURNAL BACA HARIAN Silvia Sandi Wisuda Lubis
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v9i1.7167

Abstract

Membaca permulaan merupakan tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas Berbagai penelitian memperlihatkan kebiasaan membaca bacaan bermutu berkontribusi terhadap tingkat kecerdasan seseorang. Dengan membaca, seseorang terbantu untuk melihat permasalahan dari berbagai sudut pandang dan menganggapnya sebagai tantangan yang harus diselesaikan. Ada banyak manfaat membaca, di antaranya membantu pengembangan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir, meningkatkan pengetahuan, meningkatkan memori dan pemahaman. Dengan sering membaca, seseorang mengembangkan kemampuan untuk memproses ilmu pengetahuan, mempelajari berbagai disiplin ilmu, dan menerapkan dalam hidup. Budaya literasi membaca bukanlah sebuah hal mudah untuk dibangun karena butuh kesadaran dan semangat untuk membawa perubahan. Literasi membaca bukanlah sekedar kegiatan membaca biasa melainkan sebuah kegiatan yang bisa membangun budaya itu sendiri. Kegiatan literasi memang merujuk pada kemampuan dasar seseorang dalam membaca dan menulis. Sehingga selama ini, strategi yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan tersebut adalah menumbuhkan minat membaca dan menulis. Budaya literasi membaca menghasilkan dua manfaat yaitu membangun minat membaca dan membangun kegiatan membaca itu sendiri. Melalui membaca sama halnya dengan menggenggam seisi dunia, karena dalam bacaan bisa mengakses informasi dari seluruh dunia. Membangun budaya literasi membaca bisa dilakukan melalui banyak hal yang salah satunya dengan memanfaatkan media jurnal baca harian. Jurnal baca harian memiliki manfaat yang besar bagi pengembangan literasi membaca. Apabila dikolaborasikan dengan jam khusus membaca, selain menumbuhkan minat baca, jurnal baca harian dapat mengasah pemahaman akan isi buku. Jurnal baca harian merupakan cermin kompetensi dan kebiasaan berliterasi.