cover
Contact Name
Dr. Saiful, M.Ag
Contact Email
saiful.saiful@ar-raniry.ac.id
Phone
085361728880
Journal Mail Official
jurnal.mudarrisuna@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam
ISSN : 20895127     EISSN : 24600733     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal MUDARRISUNA (JM) publishes scholarly articles on education science and Islamic education in particular, based on researches and project reports, book reviews. Jurnal MUDARRISUNA (JM) accepts submission in the field of education science and Islamic education science in scope Aqeedah, Morals, Jurisprudence, Islamic Law, Qoran, Hadith, History and Islamic Civilization to help spread new insights and concept, as well as highlights best-practices by and for many Islamic educational practitioners, teachers, lectures, and various education policy makers in the field. Published by Center for Research and Publication Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh in cooperation with Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. This journal is published biannually in January-Juny and July-December. Registered with Print ISSN 2089-5127 and Online ISSN 2460-0733.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 3 (2023)" : 10 Documents clear
GANGGUAN DALAM PEMBELAJARAN ONLINE PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (DISTRACTION IN ONLINE LEARNING OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION) Rakhmad Mulyana, Rakhmad Mulyana; Miswar Saputra, Miswar Saputra
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.20457

Abstract

ABSTRAKPembelajaran tatap muka di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang lalu tidak optimal dilaksanakan, sehingga dialihkan dengan pembelajaran online secara jarak jauh yang terpisah antara pendidik dan peserta didik. Namun dalam pelaksanaan pembelajaran online didapati adanya gangguan terhadap lancarnya proses pelaksanaannya. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan landasan berfikir terhadap awal mula Pembelajaran online dilaksanakan dan menguraikan bentuk gangguan belajar online beserta alternatif solusi. Metode penulisan ini dilakukan melalui kajian pustaka dengan menjelajahi literatur-literatur secara manual dan online seperti buku, jurnal ilmiah maupun sumber bacaan lainnya terkait bahasan pembelajaran online beserta gangguan-gangguan yang terjadi dalam pelaksanaannya. Secara umum gangguan yang muncul terdapat pada tiga aspek, yaitu aspek pendidik yang masih minim penguasaan teknologi informasi, aspek peserta didik yang juga masih minim menguasai teknologi media belajar online maupun minimnya ekonomi keluarga, serta pada aspek belum meratanya ketersediaan layanan sinyal jaringan telekomunikasi informasi. Karena itu, perlu upaya pembenahan pengembangan sumber daya manusia pendidik dan peserta didik melalui pembinaan dan pelatihan penguasaan teknologi yang dilakukan oleh stakeholder pendidikan khususnya pendidikan agama Islam, serta upaya pemerataan dan penguatan sistem jaringan teknologi informasi oleh penyedia jasa telekomunikasi untuk mengatasi gangguan-gangguan yang terjadi pada pembelajaran online tersebut.
LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DAN TANTANGAN DUNIA GLOBAL ida mutiawati, ida mutiawati
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.20956

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi merupakan ciri dari era globalisasi. Globalisasi bisa menjelma menjadi peluang, bisa pula tantangan bagi pendidikan Islam. Era globalisasi menuntut untuk berkompetisi dalam semua aspek kehidupan. Globalisasi ditandai dengan kemajuan dan inovasi teknologi, arus informasi dan komunikasi yang tanpa batas, akumulasi kapital yang semakin tinggi intensitasnya, munculnya arus investasi keuangan dan perdagangan global, dan semakin tingginya intensitas pendidikan man usia, pertukaran budaya, nilai-nilai dan ide yang lintas batas negara. Untuk mengantisipasi era globalisasi ini  maka pendidikan Islam harus melakukan rekonstruksi paradigma pendidikan menuju paradigma pendidikan yang berbasis kontekstual kritis. Lembaga pendidikan Islam harus bisa menganalisa secara kritis dan bebas serta mengidentifikasi persoalan-persoalan yang melingkupi masyarakat global untuk transformasi sosial. Lembaga-lembaga pendidikan harus mengalami perubahan dari paradigma lama ke paradigma baru dalam menghadapi pengaruh globalisasi
PAI TEACHER STUDENTS' PERCEPTIONS ON THE IMPLEMENTATION OF ONLINE ASSESSMENT APPLICATIONS IN LEARNING ningsih, yuni setia; Nurdin, Realita; Muslim, Buhori
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.21285

Abstract

In the digital era, Islamic Religious Education (PAI) teacher students are required to be familiar with forms of assessment in learning. The assessment can be done online via certain applications. One of the online assessment applications is Quizizz. The students who are potentially to improve the quality of education in the future must be able to understand the Quizizz online assessment application. They must be able to think critically by criticizing the advantages and disadvantages of the Quizizz application in learning assessment. This research aims to describe the perceptions of PAI teacher students regarding the implementation of the Quizizz application as an online assessment platform. This research was done in October 2023. To collect field data, researchers used a descriptive qualitative research design by using questionnaire. The questionnaire used is a Likert scale. The results of research on 44 PAI teacher students revealed that they tend to have very good perceptions on the implementation of the Quizizz application as an online assessment platform in learning. This is shown by the overall perception value of 85.15% in the very good category.  Thus, it can be concluded that Quizizz as online assessment platform can be useful for teacher-candidate students and is possible to be applied in the future.
Pola Asuh Anak Perempuan Pada Keluarga Imran: Telaah Q.S Ali Imran Ayat 35-37 Iskandar, Riki; Munadi, Muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.17759

Abstract

The purpose of this study is to identify the background of Imran's wife vowing to give up her son to serve in Baitul Maqdis; describe the reaction of Imran's wife after learning that the child she gave birth to was a girl; find out the reason Imran's wife entrusted the care of Maryam to Zakaria as.  This research is a library research. Primary data sources in this study are Q.S Ali Imran verses 35-37 which are reviewed from Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Ibn Katsir, Hurlock's Child Development book, and Santrock's Children book. While secondary data sources are obtained from other literature related to parenting girls. The data collection technique used is documentation. Data validity in this research is contingency technique. Furthermore, the technique used in analyzing this data is content analysis. The results showed that: 1) The parenting of girls in Imran's family can be observed from the efforts to fulfill the vow of Imran's wife who gave up her son to serve in Baitul Maqdis. In the perspective of psychology, Q.S Ali Imran [3]:35 describes the prenatal period. The parenting pattern that Hannah applied at that time, namely authoritarian parenting. 2) Then Q.S Ali Imran [3]:36 expresses the disappointment of Imran's wife for giving birth to a girl, trying to accept and give the best name for her child, and asking Allah Swt. so that the child and his descendants are protected from the temptation of the accursed devil. In general, this verse discusses the post-natal period. It is during this period that Hannah applies democratic parenting characterized by giving good names and praying for goodness to child. 3) Maryam was raised and educated under the care of Zakaria as by applying democratic parenting, which is supported by dialogue and supervision as stated in Q.S Ali Imran [3]:37.
Modernisasi Kurikulum Pendidikan Dayah Pada Ma’had `Aly hanafiah, muhibuddin muhib
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.19234

Abstract

A number of major pesantrens (Islamic boarding schools) in Indonesia have already had an Islamic religious education unit at the higher education level, known as Ma’had Aly. According to the PMA No. 71 of 2015, Ma’had Aly refers to an Islamic religious college that organizes academic education in the field of mastery of Islamic religious knowledge (tafaqquh fi al-din) based on the kitab kuning (traditionally religious text books printed in yellow papers) administered by and used within the pesantren environment. Ma’had Aly is an institution established for high-level ulama (Islamic clerical) education as a continuation of diniyah education at the Ulya/Madrasah Aliyah level or equivalent education. The learning system implementated at Ma’had Aly follows the curriculum guidelines as decreed in the Decree of the Director General of Islamic Religious Institutional Development. In the Ma’had Aly curriculum guidelines, the curriculum is described as study plans and learning programs to achieve the quality for professional competency and the quality of academic competencies. The quality standards are predetermined by relevant Ma’had Aly administrator and negotiated with the Majlis Masyaikh. The standard academic quality aims at creating Ma’had Aly graduates to have competences as the ulama who can carry out their functions for community development in counselling, role modelling, educating, and giving religious fatwas in response to global challenges in the future. Ma’had Aly is one of the latest developments in the world of Islamic education in Indonesia.
PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MADRASAH BERBASIS RISET YMPI TANJUNG BALAI SUMATERA UTARA Budiman, T. Yusril Hari
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.22009

Abstract

ABSTRACKOne approach that has emerged as a response to the challenges of today is the development of PAI curriculum in research-based Madrasahs. This approach places emphasis on the use of scientific evidence, empirical data, and research methods in curriculum design and implementation. Research-based curriculum development allows Islamic education to be more adaptive and responsive to social change and contemporary challenges, while still adhering to the core values of Islam.This study used a qualitative approach with a descriptive method. This research attempts to describe the development of PAI curriculum at YMPI Tanjung Balai, covering the subjects of Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, and History of Islamic Culture. The development of research-based PAI curriculum at YMPI Tanjung Balai is not much different from the development of PAI curriculum in other madrasas. The difference is that at the stages of curriculum development, YMPI Tanjung Balai has: (1) Basic formulation and clear objectives (2) Adequate facilities and infrastructure. (3) Experienced educators in the field of religious research. (4) The strategy used to implement the research curriculum is to create a program that is oriented towards the formation of research (5) The Islamic Religious Education curriculum at YMPI Tanjung Balai has not been fully developed using a research-based curriculum, but is still much adapted to the development in the 2013 curriculum, which uses other learning models that encourage the creation of a research culture, such as the How to Learn Active Students (CBSA) learning model. Keywords: PAI Curriculum, Research-Based Madrasah, Curriculum Development ABSTRAKSalah satu pendekatan yang muncul sebagai respons terhadap tantangan di zaman sekarang adalah pengembangan kurikulum PAI pada Madrasah berbasis riset. Pendekatan ini menempatkan penekanan pada penggunaan bukti ilmiah, data empiris, dan metode penelitian dalam perancangan dan implementasi kurikulum. Pengembangan kurikulum berbasis riset memungkinkan pendidikan Agama Islam menjadi lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan sosial dan tantangan kontemporer, sambil tetap berpegang pada nilai-nilai inti agama Islam.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini berupaya mendeskripsikan pengembangan kurikulum PAI di YMPI Tanjung Balai, meliputi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, dan Sejarah Kebudayaan Islampengembangan kurikulum PAI berbasis riset di YMPI Tanjung Balai tidak jauh berbeda dengan pengembangan kurikulum PAI pada madrasah lain. Yang membedakan di antaranya pada tahap-tahap pengembangan kurikulum, YMPI Tanjung Balai mempunyai: (1) Rumusan dasar dan tujuan yang jelas (2) Sarana dan prasarana yang memadai. (3) Tenaga pendidik yang berpengalaman di bidang riset keagamaan. (4) Strategi yang digunakan untuk menerapkan kurikulum riset yaitu dengan membuat program yang berorientasi pada terbentuknya riset (5) Kurikulum Pendidikan Agama Islam di YMPI Tanjung Balai belum sepenuhnya dikembangkan menggunakan kurikulum berbasis riset, melainkan masih banyak disesuaikan dengan pengembangan yang ada di kurikulum 2013, yang mana menggunakan model pembelajaran lain yang mendorong terciptanya budaya riset, seperti model pembelajaran Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA). Keyword: Kurikulum PAI, Madrasah Berbasis Riset, Pengembangan Kurikulum
URGENSI PENDIDIKAN NILAI-NILAI KARAKTER RABBANI BAGI GENERASI DIGITAL NATIVE Suriana, Suriana
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.19293

Abstract

The digital native in their daily life coexists a lot and takes advantage of time with digital technology. Therefore, to eliminate various negative impacts, both physically, psychologically, socially, religiously and even in character, requires character education that leads them to become the rabbaniyyun generation who are able to filter themselves in facing the digital world that is pouring over their lives. This library research study found appropriate character education values to be instilled in digital natives, namely rabbani characters. A character that God wants in humans listed in QS. Ali Imran (3): 79, which forms the basis of rabbani character education. The digital native who are rabbaniyyun are keen to learn useful knowledge, teach it to others, and put their knowledge into practice
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI MELALUI ANIMASI DENGAN APLIKASI KINEMASTER BERBASIS ANDROID mabrur, muhammad
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.21876

Abstract

ABSTRACTTechnology can be utilized in the learning process both in developing learning tools and learning media. Based on this, the author formulates the problem, "How is the development, feasibility and student response to animated media on Fiqh learning material Thaharah with the Android-based Kinemaster application?" This study aims to develop animated media on Fiqh learning material Thaharah with Android-based Kinemaster application, feasibility and usefulness of learning media in the learning process. This study uses the Research and Development (R&D) method with the development procedure used in this study refers to the ADDIE development model developed by Dick and Carry (1996) in Endang Mulyatinigsih which consists of 5 stages which include analysis, design, development, implementation, and evaluation. The test subjects involved were one material expert, one media expert, one linguist, and 37 students of class VII MTsN 1 Nagan Raya. The results showed that the material expert obtained a score of 4.61 which was included in the "Very Feasible" category, the learning media expert obtained a score of 4.36 which was included in the "Very Feasible" category, the linguist obtained a score of 4.63 which was included in the "Very Feasible" category, and from 37 students of class VII MTsN 1 Nagan Raya obtained positive response results with a percentage obtained ≥ 65%.ABSTRAKTeknologi dapat digunakan dalam proses pembelajaran baik dalam mengembangkan perangkat pembelajaran maupun media pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut, penulis merumuskan masalah, “Bagaimana pengembangan, kelakyakan serta responden peserta didik terhadap media animasi pada pembelajaran Fiqih materi Thaharah dengan aplikasi Kinemaster berbasis Android?” Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media animasi pada pembelajaran Fiqih materi Thaharah dengan aplikasi Kinemaster berbasis Android, kelayakan dan kemanfaatan media pembelajaran di dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Reserch and Development (R&D) dengan Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu model pengembangan ADDIE yang dikembangkan oleh Dick and Carry (1996) dalam Endang Mulyatinigsih yang terdiri dari 5 tahap yang meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek uji coba yang terlibat adalah satu orang ahli materi, satu orang ahli media, satu orang ahli bahasa, dan 37 peserta didik kelas VII MTsN 1 Nagan Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ahli materi mendapatkan nilai 4,61 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak”, ahli media pembelajaran mendapatkan nilai 4,36 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak”, ahli bahasa mendapatkan nilai 4,63 yang termasuk dalam kategori “Sangat Layak”, dan dari 37 peserta didik kelas VII MTsN 1 Nagan Raya mendapkan hasil respon positif dengan presentase yang diperoleh ≥ 65%.
KESEIMBANGAN PENGGUNAAN AKAL DAN WAHYU : PRAKTIK ISLAM WASATHIYAH DALAM PEMBELAJARAN DI INSTITUSI PENDIDIKAN DAYAH Zulkhairi, Teuku; Fakhruddin, Fakhruddin
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.20708

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana pendidikan Santri Dayah di Aceh memberikan keseimbangan antara penerapan akal dan wahyu. Keseimbangan ini, yang menjadi landasan bagi pertumbuhan di masa depan, bertujuan untuk mendorong “moderasi beragama” dalam pendidikan dayah, atau “Islam Wasathiyah.” Islam Wasathiyah didasarkan pada gagasan untuk mencapai keseimbangan di segala bidang. Penyelidikan utama berkaitan dengan cara pengalaman pendidikan siswa Dayah menggunakan akal dan wahyu sebagai sarana untuk menunjukkan keseimbangan ini. Esai ini menggali pertanyaan ini secara mendalam. Dalam penelitian kualitatif ini wawancara merupakan sumber data primer, dan observasi serta dokumentasi merupakan sumber data sekunder. Delapan orang Guru Besar Dayah menjadi sumber informasi utama. Subjek penelitian utama adalah Dayah Mishrul Huda Malikussaleh di Banda Aceh, Dayah Babussalam Al-Aziziyah di Bireuen, dan Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah di Aceh Utara. Data yang telah dikumpulkan dijelaskan secara deskriptif. Temuannya menunjukkan bahwa santri Dayah secara konsisten menjaga keseimbangan yang sehat antara wahyu dan akal dalam mengejar ilmu aqidah, fiqh, dan tasawuf. Harmoni ini menunjukkan komitmen Dayah dalam menjunjung tinggi model pendidikan Islam Wasathiyah sebagaimana sekolah Islam konvensional di Aceh dalam seluruh proses pembelajarannya. Menemukan paradigma pembelajaran ideal yang berhasil memadukan akal dan wahyu menjadi tujuan penelitian ini.
Aplikasi Nilai-Nilai Emosional Dan Spiritual Terhadap Anak Razali, Muslim
Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam Vol 13, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jm.v13i3.20740

Abstract

Abstract: Intellectual intelligence is apparently not enough to guarantee decision making, so that today people are starting to talk about other intelligences, namely emotional intelligence and spiritual intelligence. Emotional and spiritual intelligence helps someone to find meaning in life and happiness. Successful people are not only sufficient with intellectual intelligence but need emotional intelligence to feel happy about their success. In addition, spiritual intelligence is also needed to feel pious and serve sincerely. Abstrak: Kecerdasan intelekrual ternyata belum cukup untuk menjamin ketetapan keputusan, sehingga dewasa ini orang mulai membicarakan tentang kecerdasan lain, yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional dan spiritual membantu seseorang untuk menemukan makna hidup dan kebahagian. Orang sukses tidak hanya cukup dengan kecerdasan intelektual saja tetapi perlu kecerdasan emosional agar merasa gembira atas kesuksesannya. Selain itu kecerdasan spiritual juga diperlukan agar merasa bertakwa dan mengabdi secara tulus. 

Page 1 of 1 | Total Record : 10