cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2023)" : 6 Documents clear
Analisis Karbon Monoksida (CO) Menggunakan Metode Gaussian Plume di Persimpangan Margorejo Ahmad Yani Surabaya Naufal, Muhammad Taffarel Faridzi; Munfarida, Ida; Yusrianti, Yusrianti
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.16-25.2023

Abstract

Carbon monoxide is a pollutant that can interfere with human life and the environment. One of the sources of carbon monoxide pollutants comes from motor vehicle emissions. Heavy traffic can result in poor air quality. The city of Surabaya is the largest metropolitan city after Jakarta. One of the heavy traffic in the city of Surabaya is the Margorejo Ahmad Yani intersection, this intersection is the link between Surabaya and Sidoarjo. The purpose of this study is to determine the results of carbon monoxide in the field, predict the Gaussian Plume model, and calculate the results of field data validation and model data. Determination of the location of the sampling point is based on SNI 19-7119.6.9, 2005 section 6, so that a total of 6 sampling points can represent the intersection. The average yield of carbon monoxide in the field on Saturday, Sunday, and Monday in a row is 14,336 μg/m3, 13,615 μg/m3, 16,881 μg/m3. The distribution distance of the Gaussian model simulation on Saturday Morning; Afternoon; The afternoon in a row is 54 m; 64; 76 m, Sunday Morning; Afternoon; The afternoon in a row is 34 m; 53 m; 54 m, Monday Morning; Afternoon; The afternoon in a row is 62 m; 65 meters; 62 m. The results of field data validation and model data with the MAPE formula are 15.17%. Keywords: motor vehicles, carbon monoxide, gaussian  ABSTRAK Karbon monoksida merupakan polutan yang dapat mengganggu kehidupan manusia dan lingkungan. Salah satu sumber pencemar karbon monoksida berasal dari emisi kendaraan bermotor. Lalu lintas yang padat dapat mengakibatkan kualitas udara yang buruk. Kota Surabaya merupakan kota metropolitan terbesar setelah Jakarta. Salah satu lalu lintas yang padat di Kota Surabaya adalah simpang Margorejo Ahmad Yani, simpang ini merupakan penghubung antara Surabaya dengan Sidoarjo. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil karbon monoksida di lapangan, memprediksi model Gaussian Plume, dan menghitung hasil validasi data lapangan dan data model. Penentuan lokasi titik pengambilan sampel didasarkan pada SNI 19-7119.6.9 tahun 2005 pasal 6, sehingga sebanyak 6 titik pengambilan sampel mewakili titik potong tersebut. Hasil rata-rata karbon monoksida di lapangan pada hari Sabtu, Minggu, dan Senin berturut-turut adalah 14.336 μg/m3, 13.615 μg/m3, 16.881 μg/m3. Jarak distribusi simulasi model Gaussian pada Sabtu Pagi; Sore; Sore berturut-turut adalah 54 m; 64; 76 m, Minggu Pagi; Sore; Sore berturut-turut adalah 34 m; 53 m; 54 m, Senin Pagi; Sore; Sore berturut-turut adalah 62 m; 65 meter; 62 m. Hasil validasi data lapangan dan data model dengan rumus MAPE sebesar 15,17%. Kata kunci: kendaraan bermotor, karbon monoksida, gaussian      
Karakteristik Fisik dan Mekanik Bioplastik Berbahan Dasar Pati Limbah Kulit Pisang Raja Bulu (Musa paradisiaca L. var sapientum) dengan Variasi Jenis Plasticizer dan Kitosan Fitria, Annisaa’; Nilandita, Widya; Hakim, Abdul
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.26-32.2023

Abstract

This study aims to determine the physical and mechanical characteristics of bioplastics made from Raja Bulu banana peel waste starch, which include tensile strength, elongation, thickness values, water absorption values, and how long this bioplastic can be decomposed. This research is experimentally based in a laboratory, starting with the manufacture of starch extraction, the process of making bioplastics, the testing process, and data analysis. Other additives used are plasticizers, which include glycerol and sorbitol, as well as the addition of chitosan. There are 2 variations in this study. The first variation is bioplastic with glycerol, sorbitol, and a mixture of glycerol + sorbitol without the addition of chitosan (A1, B1, and C1), while the second variation is bioplastic with glycerol, sorbitol plasticizer, and a mixture of glycerol + sorbitol with the addition of chitosan (A2, B2, and C2). The results of the tensile strength test for bioplastics made from banana peel waste starch ranged from 1.9 to 21.17 Mpa, with the highest tensile strength value being sample B2 and the lowest tensile strength value being sample A1. The resulting elongation value ranges from 12.62 to 64.22%, with the highest elongation value being sample A1 and the lowest elongation value being sample B2. The value of the resulting absorption ranges from 43.4–120.2% with the highest absorption value being sample B1 and the lowest absorption value being A2. The results of the biodegradability test show that bioplastics without chitosan can decompose for 14–15 days, while bioplastics with chitosan can decompose within 19–20 days. Keywords: bioplastic, plasticizer, chitosan, skin flour of Raja Bulu banana  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mekanik bioplastik berbahan baku pati kulit pisang Raja Bulu yang meliputi kuat tarik, kemuluran, nilai ketebalan, nilai daya serap air, dan berapa lama bioplastik ini dapat terurai. Penelitian ini berbasis eksperimen di laboratorium, dimulai dengan pembuatan ekstraksi pati, proses pembuatan bioplastik, proses pengujian, dan analisis data. Aditif lain yang digunakan adalah plasticizer, yang meliputi gliserol dan sorbitol, serta penambahan kitosan. Ada 2 variasi dalam penelitian ini. Variasi pertama adalah bioplastik dengan gliserol, sorbitol, dan campuran gliserol + sorbitol tanpa penambahan kitosan (A1, B1, dan C1), sedangkan variasi kedua adalah bioplastik dengan gliserol, plasticizer sorbitol, dan campuran gliserol + sorbitol. dengan penambahan kitosan (A2, B2, dan C2). Hasil uji kuat tarik bioplastik berbahan pati limbah kulit pisang berkisar antara 1,9 hingga 21,17 Mpa, dengan nilai kuat tarik tertinggi pada sampel B2 dan nilai kuat tarik terendah pada sampel A1. Nilai elongasi yang dihasilkan berkisar antara 12,62 hingga 64,22%, dengan nilai elongasi tertinggi pada sampel A1 dan nilai elongasi terendah pada sampel B2. Nilai serapan yang dihasilkan berkisar antara 43,4-120,2% dengan nilai serapan tertinggi adalah sampel B1 dan nilai serapan terendah adalah A2. Hasil uji biodegradabilitas menunjukkan bahwa bioplastik tanpa kitosan dapat terurai selama 14–15 hari, sedangkan bioplastik dengan kitosan dapat terurai dalam waktu 19–20 hari. Kata kunci: bioplastik, plasticizer, kitosan, pati kulit pisang raja bulu      
Rancangan Teknis Reklamasi Lahan Bekas Penambangan Sirtu di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan Larasati, Indah; Hakim, Abdul; Yusrianti, Yusrianti; Pribadi, Arqowi; Utama, Teguh Taruna
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.33-42.2023

Abstract

This study aims to assess the land damage caused by mining activities in the village of Trosono, Parang District, Magetan Regency, and to determine the plan for the reclamation of ex-mining land, namely by restoring the function of the ex-mining mining land according to its designation according to the Regional Regulation of Magetan Regency Number 15 of 2012 as production forest land and plantations. Based on the evaluation of land damage criteria that have been carried out on topography, soil, and vegetation conditions, 75% of these parameters are still feasible to be used as forest and plantation areas. The existing condition of the ex-situ mining area based on the results of surveys and field mapping, there are remnants of cliffs as high as 9.5 m where the slope is almost perpendicular to the bottom of the excavation. The planned reclamation activities include land surface arrangement by adjusting the geometry of the slopes with a maximum cliff height of 3 m,  a terrace width of 2.1 m, and a slope angle of 30o at the end of the mining. Plants planned for revegetation are sengon and ginger with a spacing of 2 m x 3 m and ginger spacing of 0.3 m x 0.6. The dimensions of the sengon planting space used are 0.4 m x 0.4 m x 0.4 m and for ginger plants 0.3 m x 0.3 m x 0.3 m. With mathematical calculations, it is planned that the number of seeds of sengon plants to be planted is 56 seeds and 9.833 seeds of ginger plants. Keywords: ex-situ, ginger, mining, plantation, sengon  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kerusakan lahan akibat kegiatan penambangan di Desa Trosono Kecamatan Parang Kabupaten Magetan, serta menentukan rencana reklamasi lahan bekas tambang yaitu dengan mengembalikan fungsi lahan bekas tambang. sesuai peruntukannya menurut Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 15 Tahun 2012 sebagai kawasan hutan produksi dan perkebunan. Berdasarkan evaluasi kriteria kerusakan lahan yang telah dilakukan terhadap kondisi topografi, tanah, dan vegetasi, 75% dari parameter tersebut masih layak untuk dijadikan kawasan hutan dan perkebunan. Kondisi eksisting area penambangan ex situ berdasarkan hasil survei dan pemetaan lapangan terdapat sisa-sisa tebing setinggi 9,5 m yang kemiringannya hampir tegak lurus dengan dasar galian. Kegiatan reklamasi yang direncanakan meliputi penataan permukaan tanah dengan menyesuaikan geometri lereng dengan tinggi tebing maksimal 3 m, lebar teras 2,1 m, dan sudut kemiringan lereng 30o di ujung penambangan. Tanaman yang direncanakan untuk revegetasi adalah sengon dan jahe dengan jarak tanam 2 m x 3 m dan jarak tanam jahe 0,3 m x 0,6. Dimensi ruang tanam sengon yang digunakan adalah 0,4 m x 0,4 m x 0,4 m dan untuk tanaman jahe 0,3 m x 0,3 m x 0,3 m. Dengan perhitungan matematis, direncanakan jumlah bibit tanaman sengon yang akan ditanam sebanyak 56 bibit dan 9.833 bibit tanaman jahe. Kata kunci: ex-situ, ginger, mining, plantation, sengon      
Dosis Koagulan Optimum pada Proses Koagulasi Flokulasi Menggunakan Koagulan Serbuk Biji Hanjeli dalam Menurunkan Kekeruhan Febrianti, Melinda; Pramitasari, Noven; Kartini, Audiananti Meganandi
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.1-7.2023

Abstract

One of the methods in post-disaster water treatment is coagulation-flocculation. Hanjeli seeds are a natural coagulant material that can be used. This study was conducted to determine the effect of the dose of hanjeli seed powder coagulants and pH in reducing turbidity in the coagulation-flocculation process in water. Initial turbidity (50 and 75 NTU) and pH of artificial raw water (8,9), the number of water samples is 200 ml, the coagulation speed is 50 rpm for 90 seconds, and the flocculation is 50 rpm for 25 minutes, and the deposition is 60 minutes. Influence analysis is using R Studio software. The method in the process of making natural coagulants from Hanjeli seeds is Sun Drying, and it is sifted with 80 mesh. The coagulant of hanjeli seed powder can reduce turbidity in water with the highest elimination efficiency value of 96%, whose final turbidity value is 3.74 NTU. The optimum dose is obtained at 300 ppm, while the optimum pH is 4. Keywords: coagulation, dose, flocculation, hanjeli, turbidity  ABSTRAK Salah satu metode dalam pengolahan air pascabencana adalah koagulasi flokulasi. Biji Hanjeli merupakan bahan koagulan alami yang dapat digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dosis koagulan serbuk biji hanjeli dan pH dalam menurunkan kekeruhan pada proses koagulasi-flokulasi dalam air. Kekeruhan awal (50 dan 75 NTU) dan pH air baku buatan (8,9), jumlah sampel air 200 ml, kecepatan koagulasi 50 rpm selama 90 detik, dan flokulasi 50 rpm selama 25 menit, dan pengendapan adalah 60 menit. Analisis pengaruh menggunakan software R Studio. Metode dalam proses pembuatan koagulan alami dari biji Hanjeli ini adalah Sun Drying, dan diayak dengan ukuran 80 mesh. Koagulan bubuk biji hanjeli dapat menurunkan kekeruhan pada air dengan nilai efisiensi penyisihan tertinggi sebesar 96%, dengan nilai kekeruhan akhir sebesar 3,74 NTU. Dosis optimum diperoleh pada 300 ppm, sedangkan pH optimum adalah 4. Kata kunci: koagulasi, dosis, flokulasi, hanjeli, kekeruhan      
Pemanfaatan Sampah Organik dan Serbuk Kayu Menjadi Biobriket sebagai Energi Alternatif Retnawati, Eka; Apriani, Isna; Sulastri, Aini
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.43-48.2023

Abstract

The rapid economic and population growth of Pontianak City has triggered an increase in domestic waste. The composition of Pontianak City waste in 2020 is dominated by organic waste (91.8%). The wood processing industry will produce 50% of its waste, as sawdust. One of the efforts to reduce the generation of organic waste and sawdust is to use it as fuel in the form of environmentally friendly bio-briquettes. This paper studies the chemical characteristics of calorific value, moisture content, and ash content as they variations in the composition of the resulting bio-briquettes. The research methods include drying, curing, sieving at 40 mesh, mixing charcoal with 15% starch adhesive, and compaction. The composition variations in this study were sawdust (SG): organic waste (SO) (85%:15%, 75%:25%, and 65%:35%). The results showed that the highest calorific value was found in the composition variation of sawdust (SG) at 85%:15% organic waste (SO) of 49 cal/gr, while the highest water content was 20.52% and the highest ash content was 14.57% in the variation of the composition of sawdust (SG) 65%:35% organic waste (SO). The results of the chemical characteristics of calorific value, moisture content, and ash content of bio-briquettes did not meet the requirements of SNI 01-6235-2000. Keywords: bio-briquettes, alternative energy, organic waste, sawdust  ABSTRAK Pesatnya pertumbuhan ekonomi dan penduduk Kota Pontianak memicu peningkatan sampah domestik. Komposisi sampah Kota Pontianak tahun 2020 didominasi oleh sampah organik (91,8%). Industri pengolahan kayu akan menghasilkan 50% limbahnya berupa serbuk gergaji. Salah satu upaya untuk mengurangi timbulan sampah organik dan serbuk gergaji adalah dengan memanfaatkannya sebagai bahan bakar berupa biobriket ramah lingkungan. Makalah ini mempelajari karakteristik kimia nilai kalor, kadar air, dan kadar abu sebagai variasi komposisi biobriket yang dihasilkan. Metode penelitian meliputi pengeringan, pemeraman, pengayakan pada ukuran 40 mesh, pencampuran arang dengan perekat kanji 15%, dan pemadatan. Variasi komposisi pada penelitian ini adalah serbuk gergaji (SG): sampah organik (SO) (85% : 15%, 75% : 25%, dan 65% : 35%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor tertinggi terdapat pada variasi komposisi serbuk gergaji (SG) 85% : 15% sampah organik (SO) sebesar 49kal/gr, sedangkan kadar air tertinggi 20,52% dan kadar abu tertinggi 14,57% pada variasi komposisi serbuk gergaji (SG) 65% : 35% sampah organik (SO). Hasil karakteristik kimia nilai kalor, kadar air dan kadar abu biobriket tidak memenuhi persyaratan SNI 01-6235-2000. Kata kunci: biobriket, energi alternatif, sampah organik, serbuk gergaji      
Studi Pengolahan Air Limbah Batik pada Skala Industri Rumah Tangga dan Usaha Kecil Menengah di Cirebon, Indonesia Diyah, Nazuwatussya’; Ratuannisa, Tyar; Ekawati, Estiyanti; Yulia, Elfi; Purwasasmita, Bambang Sunendar; Nugraha, Ashari Budi
Dampak Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.20.1.8-15.2023

Abstract

Since the admission of batik as a world cultural heritage by the United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, the public interest in batik and the batik industry has been increasing. However, the problem arises when the development of the batik industry is not accompanied by batik wastewater treatment that fits the wastewater quality standard. Hence it causes environmental pollution, especially for the aquatic body. This paper discusses the conditions and awareness for batik wastewater treatment in the batik industry on household and small-to-medium scales in Plered District, Cirebon, Indonesia. It examines the pollutant load of batik wastewater in the area, the respondent's knowledge about wastewater processing systems, wastewater impact on the environment, and the need for education about batik wastewater treatment plants (WWTPs). The examination of wastewater samples showed that batik wastewater did not meet the waste quality standards and potentially harmed the environment. The respondents generally use synthetic dyes, and were unaware of its impact on the surrounding environment. Keyword: batik, WWTPs, batik production process, dye, wastewater impact  ABSTRAK Sejak ditetapkannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization, minat masyarakat terhadap batik dan industri batik semakin meningkat. Namun permasalahan muncul ketika pengembangan industri batik tidak dibarengi dengan pengolahan air limbah batik yang sesuai dengan baku mutu air limbah. Oleh karena itu menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama untuk badan air. Tulisan ini membahas tentang kondisi dan kesadaran pengolahan air limbah batik pada industri batik skala rumah tangga dan kecil-menengah di Kecamatan Plered, Cirebon, Indonesia. Kajian ini mengkaji beban polutan air limbah batik di wilayah tersebut, pengetahuan responden tentang sistem pengolahan air limbah, dampak air limbah terhadap lingkungan, dan perlunya penyuluhan tentang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) batik. Pemeriksaan sampel air limbah menunjukkan bahwa air limbah batik tidak memenuhi baku mutu limbah dan berpotensi merusak lingkungan. Responden umumnya menggunakan pewarna sintetis, dan tidak mengetahui dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Kata kunci: COD, elektrokoagulasi, elektroda aluminium, air limbah tahu, monopolar.      

Page 1 of 1 | Total Record : 6