cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Evaluasi Pelaksanaan Kewajiban Dalam Izin Lingkungan di Kabupaten Limapuluh Kota Amalia Amalia; Fadjar Goembira; Ardinis Arbain
Dampak Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.2.51-61.2020

Abstract

The research aims to evaluate the implementation of obligations in environmental permits for several businesses or activities in the Limapuluh Kota Regency. The analysis implemented the survey methods. The implementation of environmental management and monitoring in the UKL - UPL documents was highlighted in the evaluation. Interviews were used to assess the barriers to adopting environmental management, monitoring, and oversight by the Environmental Services Agency Lima Puluh Kota. A business having an environmental permit serves as the research sample. The samples were selected based on size and repetitiveness of complaints. Three samples were taken. Based on the results of this study, the research found that businesses and activities in the Limapuluh Kota Regency have not yet entirely carried out environmental management and monitoring as stipulated in the UKL / UPL documents they have. A lack of willingness to work brought about the findings. Furthermore, the business or activities do not feel compelled to meet their duties. Environmental Services Agency Lima Puluh Kota also maintains its preventive supervision responsibilities. Preventive supervision is carried out without innovation, only routine activities according to the existing budget in the office, and are still waiting for written complaints from the public regarding alleged pollution by businesses and activities. While repressive supervision, namely implementing strict sanctions for violating businesses or activities, has not been carried out. Therefore businesses and or activities do not feel the deterrent effect and are not afraid of breaking the obligations in the environmental permit.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan kewajiban izin lingkungan pada beberapa usaha atau kegiatan di Kabupaten Limapuluh Kota. Analisis menggunakan metode survei. Pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan dalam dokumen UKL – UPL menjadi sorotan dalam evaluasi tersebut. Wawancara digunakan untuk menilai hambatan penerapan pengelolaan, pemantauan, dan pengawasan lingkungan oleh Badan Lingkungan Hidup Lima Puluh Kota. Suatu perusahaan atau kegiatan yang memiliki izin lingkungan dijadikan sebagai sampel penelitian, yang ditentukan berdasarkan pengaduan yang kasusnya cukup besar dan atau pengaduan yang berulang, sebanyak tiga  sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini, penelitian menemukan bahwa usaha dan kegiatan di Kabupaten Limapuluh Kota belum sepenuhnya melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sebagaimana diatur dalam dokumen UKL/UPL yang dimilikinya. Hal ini dikarenakan tidak adanya kemauan untuk melaksanakannya karena lebih cendrung berorientasi meningkatkan pelayanan konsumen, meningkatkan produksi yang pada akhirnya akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Selain itu, usaha dan/atau kegiatan belum merasakan manfaat dari melaksanakan kewajiban dalam izin lingkungan. Lebih jauh lagi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Limapuluh Kota melaksanakan tugas pengawasan masih bersifat preventif. Pengawasan preventif dilakukan tanpa ada inovasi, hanya rutinitas kegiatan sesuai anggaran yang ada di Dinas Lingkungan Hidup dan masih menunggu  pengaduan tertulis dari masyarakat terkait dugaan pencemaran oleh usaha dan/atau kegiatan. Sementara pengawasan represif, yaitu menerapkan sanksi yang tegas bagi usaha dan/atau kegiatan yang melanggar belum dilakukan. Sehingga usaha dan/atau kegiatan tidak merasakan efek jera dan tidak takut melanggar kewajiban dalam izin lingkungan.         
Kerentanan Ketersedian Air Bersih dan Penyakit Akibat Perubahan Iklim dan Strategi Adaptasi Muchsin Riviwanto; Defriani Dwiyanti
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.123-130.2019

Abstract

 Climate change is characterized by a prolonged dry season, which has an effect on decreasing water availability. Before a drought strikes, the community needs to make a self-defense effort by adapting to conditions. This research was aimed to determine the vulnerability of clean water and diseases due to climate change and adaptation strategy efforts. This research was conducted with a quantitative positivistic-deductive approach. The unit of research analysis is the community in mountainous and coastal areas. The location of the study is in the South Solok Regency for the mountainous regions and the City of Padang representing the coastal area of West Sumatra Province. Samples were taken by means of multistage cluster random sampling. The level of vulnerability was analyzed descriptively against the dimensions of adaptive capacity, sensitivity and exposure. The results showed that the adaptive capacity index of coastal communities was 2.6 (low class) and mountainous area was 4.6 (high class). The sensitivity index in coastal areas is 9.2 (low class) and mountainous areas 10.4 (slightly higher class). The exposure index for coastal areas is 9.2 (vulnerable classes) and mountainous regions is 3.6 (non-vulnerable classes). The prevalence of diarrheal disease tends to be high in mountainous communities (13.3%) and malaria is more likely to occur in coastal communities (28.9%). Vulnerability index is a positive function of outcrop and sensitivity as well as a negative function of adaptability. The index of clean water and disease vulnerability due to climate change in coastal areas is 15.9 (slightly high class) and mountainous areas 3.6 (low class). The adaptation strategy of coastal communities in facing water crisis is to use the economic dimension. Whereas in the mountainous area is to use the social dimension.Keywords: vulnerability, clean water, diseases, strategy      ABSTRAK  Perubahan iklim ditandai dengan musim kemarau berkepanjangan, sehingga berpengaruh pada penurunan ketersediaan air. Sebelum terjadi bencana kekeringan, masyarakat perlu melakukan usaha pertahanan diri dengan cara adaptasi terhadap perubahan kondisi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerentanan air bersih dan penyakit akibat perubahan iklim serta upaya strategi adaptasi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif positivistik-deduktif. Unit analisis penelitian adalah masyarakat di daerah pegunungan dan pantai. Lokasi penelitian adalah di Kabupaten Solok Selatan untuk daerah pegunungan dan Kota Padang mewakili daerah pantai Provinsi Sumatera Barat. Sampel diambil dengan cara multistage cluster random sampling. Tingkat kerentanan dianalisis secara deskriptif  terhadap dimensi kapasitas adaptif, sensitivitas dan paparan. Hasil penelitian menunjukkan Indeks kapasitas adaptif masyarakat daerah pantai sebesar 2,6 (kelas rendah) dan daerah pegunungan sebesar 4,6 (kelas agak tinggi). Indeks sensitivitas di daerah pantai sebesar 9,2 (kelas rendah) dan daerah pegunungan 10,4 (kelas agak tinggi).  Indeks paparan daerah pantai sebesar 9,2 (kelas rentan) dan daerah pegunungan sebesar 3,6 (kelas tidak rentan). Prevalensi penyakit diare cendrung pada masyarakat pegunungan (13,3%) dan penyakit malaria lebih cendrung pada masyarakat Pantai (28,9%).  Indeks kerentanan merupakan fungsi positif dari singkapan dan kepekaan serta fungsi negatif dari kemampuan adaptasi. Indeks kerentanan air bersih dan penyakit akibat perubahan iklim pada daerah pantai sebesar 15,9 (kelas agak tinggi) dan daerah pegunungan  3,6 (kelas rendah). Strategi adaptasi masyarakat daerah pantai dalam menghadapi krisis air adalah dengan menggunakan dimensi ekonomi. Sedangkan pada daerah pegunungan adalah menggunakan dimensi sosial.Kata kunci: kerentanan , air bersih ,penyakit dan strategi                                          
Elektrokoagulasi untuk Penurunan Kadar Kromium (Cr), Chemical Oxygen Demand (COD), dan Total Suspended Solid (TSS) pada Limbah Industri Penyamakan Kulit di Singosari Kabupaten Malang Tunggul Sutanhaji; Bambang Suharto; Shofiyunniswah Shofiyunniswah
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.131-138.2019

Abstract

The chromium compounds in the leather tannery wastewater come from the leather tanning process, which is uses 60-70% chromium sulphate compound. Electrocoagulation process generally uses aluminum or iron electrode which can act as sacrificial electrode (electrode acting as anode and cathode). The purposes of this research were to investigate the the removal of Chromium (total Cr), Chemical Oxygen Demand (COD) and Total Suspended Solid (TSS), to find the optimum voltage and contact time in Total Chromium, COD and TSS in tannery wastewater. Method used was the laboratorical method with descriptive data analysis. Mathematical model used was experimental model. Aluminium the plate with 15 cm length and 7 cm width electrodes with voltage variation that are 6, 12 , and 24 Volt. The contact time variation were 20, 40, and 60 second. The observation parameter were Total Chromium, COD and TSS in triplicate. The results showed the quality standards parameter Total Chromium, COD and TSS reached at contact time 70 second by extrapolation. The most optimal electrocoagulation process of tannery wastewater in reducing total Total Chromium, COD and TSS concentrations occurred at 24 Volt with contact time 70 second. The removal efficiency of Total Chromium, COD and TSS were 99,99%; 97,33%; and 84,89%. The energy requirement at the time of 24 Volt voltage and contact time of 70 second, was 0.056 KWH. Determination test value (R2) for each parameter by to the voltage has a value range from 0.961314 to 1. Keywords : COD, Electrocoagulation Method, Tannery Wastewater, Total Chromium, TSS  ABSTRAK Industri penyamakan kulit yang proses produksinya menggunakan kromium sulfat 60-70% berpotensi mencemari lingkungan sekitar pabrik melalui pembuangan limbah cairnya.  Salah satu metode yang efektif untuk pengolahan limbah cair penyamakan kulit adalah dengan metode elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi umumnya menggunakan elektroda aluminium ataupun besi yang dapat berperan sebagai sacrificial electrode (elektroda yang berperan sebagai anoda dan katoda).  Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penurunan kadar Kromium (Cr total), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS) pada limbah cair penyamakan kulit dengan menggunakan metode elektrokoagulasi, serta mengetahui tegangan dan waktu kontak yang optimum dalam menurunkan kadar logam Kromium (Cr total), Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solid (TSS).  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode laboratorik dengan menggunakan analisis data grafik nomograf.  Metode elektrokoagulasi menggunakan aluminium sebagai plat elektroda dengan variasi tegangan 6 Volt, 12 Volt, dan 24 Volt, serta variasi waktu kontak 20 menit, 40 menit, dan 60 menit. Parameter yang diamati, yaitu logam krom total (Cr total), TSS, dan COD dengan 3 kali pengulangan.  Proses elektrokoagulasi limbah cair penyamakan kulit paling optimal dalam menurunkankonsentrasi logam krom total (Cr total), TSS, dan COD terjadi pada tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70 menit. Persentase efisiensi removal pada logam krom total (Cr total) sebesar 99,99%. Persentase efisiensi removal pada TSS sebesar 84,89%; sedangkan % (persen) efisiensi removal pada COD sebesar 97,33%. Kebutuhan energi yang dibutuhkan pada saat tegangan 24 Volt dengan waktu kontak 70, yaitu 0,056 KWH.Nilai uji determinasi (R2) untuk masing-masing parameter yang di uji dengan variasi besarnya tegangan memiliki nilai range 0.961314 hingga 1. Kata Kunci : Elektrokoagulasi, Limbah Cair Penyamakan Kulit, Logam Krom, COD, TSS   
KUALITAS AIR BAKU UNTUK DEPOT AIR MINUM AIR ISI ULANG (STUDI KASUS DI DEPOT AIR MINUM ISI ULANG ANGKE TAMBORA) Puspitarini, Rizqa; Ismawati, Riva
Dampak Vol 19, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.1.1-7.2022

Abstract

Water for consumption purposes must be standardized, in terms of quality, physical, chemical and biological parameters, therefore will not cause side effects to health. Water quality standards indicate the recommended and permitted concentration value for all parameters. This research aims to examine the quality of water sourced from the Salak mountain springs. The location of clean water sampling was carried out on Ciapus Mount Salak raw water. Water quality test results from physical parameters of clean water including turbidity, color, total dissolved solid, temperature and odor have. Chemical parameters int the clean water standard are pH, iron, fluoride, hardness, Manganese, Nitrate, nitrite, cyanide, mercury, arsenic, cadmium, chromium, selenium, zinc, sulfate, lead and organic. Biological parameters of clean water including MPN coliform and Escherichia coli have standardized quality standards. Based on research results that all parameter of clean water including physical, chemical and biological have standardized quality can used to treatment drinking water.Keywords: clean water, drinking water, water quality standard, chemical parameter, biological parameterABSTRAKAir yang dikonsumsi harus memenuhi standar kualitas fisika, kimia dan biologi agar tidak menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Baku mutu kualitas air mengidikasikan batas kadar tertinggi yang disarankan untuk semua parameter. Penelitian ini bertujuan menguji kualitas air yang bersumber dari mata air Gunung Salak. Parameter uji kualitas air fisika meliputi kekeruhan, warna, padatan terlarut, suhu dan bau. Parameter uji kualitas air kimia meliputi pH, besi, fluorida, kesadahan, mangan, nitrat, nitrit, sianida, merkuri, arsen, kadmium, khromium, selenium, seng, sulfat, timbal dan zat organik. Parameter uji kualitas air fisika meliputi MPN coliform and Escherichia coli. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semua parameter kualitas air bersih yang meliputi fisika, kimia dan biologi memenuhi baku mutu yang dapat digunakan bahan baku pengolahan air minum.Kata Kunci: air bersih, air minum, standar kualitas air, pamateter kimia, parameter fisika
Potensi Emisi Gas Rumah Kaca dari Pengolahan Air Limbah Domestik di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Bojongsoang, Kabupaten Bandung Fanny Novia
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.1-6.2021

Abstract

Greenhouse gas emissions potential of CH4 and CO2 from domestic wastewater treatment at WWTP Bojongsoang are emitted from wastewater treatment process in anaerobic pond, facultative pond and maturation pond each on Set A and Set B. Emission factor of CH4 and CO2 are based on IPCC standard and the value depends on type of treatment. Greenhouse gas as CO2e emission from each stage on Set A started from anaerobic pond was about 29.18 ton/day, from facultative pond was about 4.36 ton/day and from maturation pond was about 3.42 ton/day. Greenhouse gas as CO2e emission from each stage on Set B started from anaerobic pond was about 229.01 ton/day, from facultative pond was about 8.98 ton/day and from maturation pond was about 11.15 ton/day. Emissions of Set B was much higher than Set A due to different sampling day causing different initial concentration of COD. Initial concentration of COD on Set B was higher than on Set A. Total emissions of greenhouse gas from wastewater treatment in WWTP Bojongsoang was about 279.46 ton/day Keywords: greenhouse gas; wastewater treatment plant, emission, CO2e, pond ABSTRAK Potensi emisi gas rumah kaca CH4 dan CO2 dari pengolahan air limbah domestik di IPAL Bojongsoang dipancarkan dari proses pengolahan air limbah di kolam anaerobik, kolam fakultatif dan kolam maturasi masing-masing pada Set A dan Set B. Faktor emisi CH4 dan CO2 didasarkan pada standar IPCC dan nilainya tergantung pada jenis perawatan. Gas rumah kaca sebagai emisi CO2e dari setiap tahapan pada Set A mulai dari kolam anaerobik sebesar 29,18 ton/hari, dari kolam fakultatif sebesar 4,36 ton/hari dan dari kolam maturasi sebesar 3,42 ton/hari. Gas rumah kaca sebagai emisi CO2e dari setiap tahapan pada Set B mulai dari kolam anaerobik sebesar 229,01 ton/hari, dari kolam fakultatif sebesar 8,98 ton/hari dan dari kolam maturasi sebesar 11,15 ton/hari. Emisi Set B jauh lebih tinggi dari Set A karena hari pengambilan sampel yang berbeda menyebabkan konsentrasi awal COD yang berbeda. Konsentrasi awal COD pada Set B lebih tinggi dari pada Set A. Total emisi gas rumah kaca dari pengolahan air limbah di IPAL Bojongsoang adalah sekitar 279,46 ton/hari Kata kunci: gas rumah kaca; instalasi pengolahan air limbah, emisi, CO2e, kolam
Analisis Kualitas Air Limbah Tahu di Kecamatan Kuranji Kota Padang Ariyetti, Ariyetti; Anggia, Malse; Wijayanti, Ruri
Dampak Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.19.2.1-6.2022

Abstract

The rapid development of the tofu industry will have the potential to increase environmental pollution. Before the waste is discharged into the environment, it is necessary to identify and measure the contamination in order to get the proper waste treatment. This study aims to identify and measure contamination from tofu industrial wastewater that has the potential to pollute the environment, especially in Kuranji District, Padang City. The samples were taken at three locations and two sampling points, near the wastewater discharge and near community settlements. The parameters were BOD, COD, pH, TSS, N-NH3, and N-Total. Values of BOD, COD, pH, TSS, N-NH3 and N-Total at the first location and the first point were 544 mg/L; 278 mg/L; 4.87; 324 mg/L; 10.2 mg/L and 12.5 mg/L repectively, while at the second point the value were 210 mg/L; 432 mg/L; 5.56; 124 mg/L; 3.12 mg/L and 5.16 mg/L. At the second location and the first point: 413 mg/L; 876 mg/L; 4.21; 165 mg/L; 3.45 mg/L and 5.24 mg/L, while at the second point: 155 mg/L; 289 mg/L; 5.43; 89 mg/L; 2.15 mg/L and 3.11 mg/L. Next, the third location and the first point: 325 mg/L; 610 mg/L; 4.63; 190 mg/L; 3.87 mg/L and 4.28 mg/L, while at the second point: 121 mg/L; 287 mg/L; 5.87; 134 mg/L; 2.07 mg/L and 2.89 mg/L. The results obtained indicate the pH of tofu wastewater at all locations and points were not within the effluent quality standard limits according to the Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 and prove that indeed tofu wastewater in Kuranji District, Padang City has polluted the environment. Keywords: tofu wastewater, BOD, COD, TSS  ABSTRAK Perkembangan industri tahu yang semakin pesat akan berpotensi meningkatnya pencemaran lingkungan. Sebelum limbah dibuang ke lingkungan, maka perlu dilakukan identifikasi dan mengukur cemaran sehingga mendapatkan pengolahan limbah yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur cemaran dari air limbah industri tahu yang berpotensi mencemari lingkungan, terutama di Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Metoda penelitian yang dilakukan yaitu dengan mengambil sampel limbah cair industri tahu pada tiga lokasi dan dua titik pengambilan sampel untuk masing-masing lokasi, yaitu didekat tempat pembuangan air limbah dan didekat pemukiman masyarakat. Parameter pengujiannya meliputi : BOD, COD, pH, TSS, N-NH3, dan N-Total. Hasil pengujian pada lokasi pertama dan titik pertama, nilai parameter secara berurutan dari BOD, COD, pH, TSS, N-NH3 dan N-Total adalah 544 mg/L; 278 mg/L; 4,87; 324 mg/L; 10,2 mg/L dan 12,5 mg/L, sedangkan pada titik kedua nilainya 210 mg/L; 432 mg/L; 5,56; 124 mg/L; 3,12 mg/L dan 5,16 mg/L. Selanjutnya, lokasi kedua dan titik pertama : 413 mg/L; 876 mg/L; 4,21; 165 mg/L; 3,45 mg/L dan 5,24 mg/L, sedangkan pada titik kedua: 155 mg/L; 289 mg/L; 5,43; 89 mg/L; 2,15 mg/L dan 3,11 mg/L. Selanjutnya, lokasi ketiga dan titik pertama : 325 mg/L; 610 mg/L; 4,63; 190 mg/L; 3,87 mg/L dan 4,28 mg/L, sedangkan pada titik kedua:121 mg/L; 287 mg/L; 5,87; 134 mg/L; 2,07 mg/L dan 2,89 mg/L. Hasil yang didapatkan menunjukkan kondisi air limbah tahu dengan parameter pH pada semua lokasi dan titik melewati batas baku mutu yang diizinkan menurut Permen Lingkungan Hidup No.5 Tahun 2014 dan membuktikan bahwa memang air limbah tahu di Kecamatan Kuranji Kota Padang telah mencemari lingkungan.   Kata kunci: air limbah tahu, BOD, COD, TSS         
Kajian Penerapan Sistem Pengelolaan Sampah dengan Pendekatan Metode 3R di Kabupaten Padang Pariaman Rizki Aziz; Taufiq Ihsan; Datin Suhaila
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.31-37.2020

Abstract

 This study aims to determine the existing conditions of solid waste management in Padang Pariaman Regency and the problems faced, as well as to assess the potential of implementing a municipal solid waste management system using the reduce-reuse-recycle (3R) method through a 3R based Solid Waste Treatment Plant (3R-SWTP) for region scale and Integrated Solid Waste Treatment Plant (ISWTP) for the city scale as a solution to municipal solid waste problems. This study was conducted through surveys, observations and interviews with solid waste management institutions, collection of secondary solid waste management data and literature studies. From the survey, observation, and interview it was found that the solid waste generation of Padang Pariaman Regency was 1,396 m3/day and only 1,35% of the total solid waste was served. The problem of waste management faced were  the high amount of waste that is not served, the inadequate facilities and infrastructure for operational solid waste handling and the low level of solid waste minimization practices. Through the implementation of the 3R-SWTP and ISWTP-based solid waste management system, it is estimated that it will be able to minimize the city solid waste by 23% by operation of 7 unit of 3R-SWTP and 1 unit of ISWTP within 5 years. Keywords: solid waste management system, 3R method, 3R-SWTS, ISWTP, Padang Pariaman Regency  ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting pengelolaan sampah di Kabupaten Padang Pariamandan permasalahan yang dihadapi, serta mengkaji potensi penerapan sistem pengelolaan sampah kota dengan pendekatan metode reduce-reuse-recycle (3R) melalui sistem pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah (TPS3R)untuk skala kawasan dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk skala kota sebagai solusi permasalahan sampah kota kedepan. Studi ini dilakukan melalui survey, observasi dan wawancara dengan lembaga pengelola sampah, pengumpulan data skunder pengelolaan sampah dan studi literatur. Dari survey, observasi, dan wawancara diketahui bahwa timbulan sampah Kabupaten Padang Pariaman sebesar 1.396 m3/hari dan hanya1,35% sampah yang terlayani.Permasalahan pengelolaan sampah yang dihadapi adalah besarnya timbulan sampah yang tidak terlayani, sarana dan prasarana teknis operasional penanganan sampah yang belum memadai serta rendahnya praktik minimisasi sampah. Melalui penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis TPS3R dan TPST diperkirakan akan dapat meminimisasisampah kota sebesar23% dengan operasional 7 buah TPS3R dan 1 buah TPST dalam jangka waktu 5 tahun. Kata Kunci: Sistem pengelolaan sampah, metode 3R, TPS3R, TPST, Kabupaten Padang Pariaman         
Penyisihan Senyawa Organik pada Air Limbah Tahu Menggunakan Proses Elektrokoagulasi Pasangan Elektroda Aluminium Ansiha Nur; Puti Sri Komala; Uttiya Annisa D
Dampak Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.2.62-71.2020

Abstract

This study aims to determine the efficiency of organic removal in the form of Chemical Oxygen Demand (COD), Nitrate (NO3), and TSS of tofu wastewater with electrocoagulation process of aluminum electrode pairs with the monopolar arrangement. A two liters batch reactor and aluminum electrode (aluminum content of 95.7%) were used. Variations in current density (21 - 104 A / m2) and contact time (2 - 60 minutes). The optimum conditions were obtained at a current density of 104 A / m2 in 10, 15, and 2 minutes for COD, NO3, and TSS, respectively. The optimum removal efficiency for COD, NO3, and TSS were 95%, 69.64%, and 99.99%, respectively at a current density of 104 A/m2. Increases in current density and contact time were directly correlated with improvements in COD, NO3, and TSS removal effectiveness. The pH of wastewater has increased to 8.5. While the temperature of wastewater only increased in the 2nd minute to 27°C. Meanwhile, conductivity in wastewater decreases with increasing contact time. The decrease in conductivity is inversely proportional to the efficiency of pollutant reduction. The effluent of the results of this study has met the quality standards of Minister of Environment Regulation No. 5 of 2014 Attachment XVIII concerning Wastewater Quality Standards for Soybean Processing Businesses and/or Activities.Keywords: COD, electrocoagulation, aluminum electrodes, tofu wastewater, monopolar.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menentukan efisiensi penyisihan senyawa organik berupa Chemical Oxygen Demand (COD),Nitrat (NO3), dan Total Suspended Solid (TSS) air limbah pabrik tahu dengan proses elektrokoagulasi pasangan elektroda aluminium dengan susunan monopolar. Penelitian menggunakan reaktor batch dua liter dan elektroda aluminium (kandungan aluminium sebesar 95,7%). Variasi yang dilakukan adalah variasi rapat arus ( 21 - 104 A/m2) dan waktu kontak (2 – 60 menit). Kondisi optimum diperoleh pada kerapatan arus 104 A/m2 selama 10, 15, dan 2 menit untuk masing-masing COD, NO3, dan TSS. Efisiensi penyisihan optimum untuk COD, NO3 dan TSS masing-masing sebesar 95%, 69,64% dan 99,99 % pada rapat arus 104 A/m2. Peningkatan efisiensi penyisihan COD, NO3 dan TSS berbanding lurus dengan peningkatan rapat arus dan waktu kontak. pH air limbah mengalami peningkatan hingga 8,5. Temperatur air limbah hanya meningkat pada menit ke-2 menjadi 27°C. Sementara itu konduktivitas pada air limbah menurun seiring dengan bertambahnya waktu kontak. Penurunan konduktivitas berbanding terbalik dengan efiisiensi penyisihan polutan. Efluen hasil penelitian ini telah memenuhi baku mutu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 5 Tahun 2014 Lampiran XVIII tentang Baku Mutu Air Limbah Bagi Usaha dan/ atau Kegiatan Pengolahan Kedelai.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI SUBSTRAT TAMBAHAN TERHADAP PROSES PENGOLAHAN AIR BUANGAN SECARA ANAEROBIK Budhi Primasari; Ansiha Nur
Jurnal Dampak Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.14.2.104-112.2017

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini menyelidiki pengaruh penambahan glukosa, fruktosa dan sukrosa terhadap pengolahan air buanganrumah tangga dengan proses mikroba anaerobik menggunakan reaktor batch. Parameter yang diamati adalahCOD (Chemical Oxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), VSS (Volatile Suspended Solid) dand volumebiogas. Proses pengolahan dievaluasi dari jumlah polutan yang berkurang dan jumlah biogas yang terbentuk.Tiga jenis gula dengan kisaran konsentrasi yang bervariasi ditambahkan ke lumpur sebelum proses pengolahanair buangan. Proses pengolahan itama adalah proses fermentasi gelap anaerobik, dengan reaktor aerobikdiguncang di atas shaker pada kecepatan 200 rpm.Ph diatur menjadi 5 dan suhu 30oC. Hail menunjukkan bahwaglukosa dengan jumlah biakan bakteri 20%, dan konsentrasi guil 2% adalah substrat tambahan yang pling efisien,mengurangi kadar COD hampir 100%. Volume biogas yang dihasilkan 9,5 mL dan TSS serta TSS adalah 37 mg/Ldan 460 mg/L.Kata kunci: glukosa, sukrosa, fruktosa, substrat, pengolahan air buanganABSTRACTThis research investigate effects of addition of glucose, sucrose dan fructose to the sewage wastewater treatmentprocess by anaerobic microbial process using batch reactor. The observed parameters are COD (ChemicalOxygen Demand), TSS (Total Suspended Solid), VSS (Volatile Suspended Solid) and volume of biogas. Thetreatment process was evaluated by reduction of pollutant and biogas production. Three types of sugar at a rangeof concentration was added to the sludge prior to wastewater treatment . The main treatment was anaerobic darkfermentation process, shaken at 200 rpm. pH was set to be 5 and temperature was 30oC. The results shows thatglucose at 20% inoculum size and 2% sugar concentnration in the most efficient substrate, reduced COD to almost1005. The volume of biogas produced is 9.5 mL, and TSS and VSS were 37 mg/L and 460 mg/L respectively.Keywords: glucose, sucrose, fructose, substrate, wastewater treatment
Persepsi Mahasiswa UIN Walisongo Terhadap Pemilahan Sampah (The Perception of UIN Walisongo Student Toward Waste Segregation) Milati Azka; Yunita Kurnia Rahman; Fauzan Hidayatullah
Dampak Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.18.1.26-31.2021

Abstract

Indonesia is a country with a higher population growth rate and is directly proportional to the waste produced. Likewise, the growth of students of UIN Walisongo Semarang is getting more and more years. Efforts that can be made as a solution to overcome this by selecting waste. This research observes the behavior of students towards waste segregation efforts on campus. Especially waste management by the faculty. This research method uses quantitative analysis research methods, namely in-depth data analysis in the form of numbers. Data collection methods used in the form of a questionnaire using Google form that we spread through social media. Based on the results of the study, the general knowledge of students about waste sorting is largely aware of various types of waste, according to them most need to be organized in terms of waste sorting because of the importance of waste segregation. Most of the students' behavior toward waste sorting has behaved in the form of disposing garbage in its place. The completeness of waste sorting facilities for most of each faculty building does not yet have an adequate trash bin. Students' expectations of waste segregation include the improvement of trash facilities by providing various types of garbage bins supported by the campus Keywords: Perception, Behavior, Waste Sorting, Students ABSTRAK Indonesia adalah negara dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, yang sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan. Begitu juga, pertumbuhan jumlah mahasiswa di UIN Walisongo Semarang semakin tahun semakin bertambah. Upaya yang dapat dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan pemilahan sampah. Penelitian ini mengamati perilaku mahasiswa terhadap upaya pemilahan sampah di kampus, khususnya pengelolaan sampah oleh fakultas. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis kuantitatif, yaitu analisis data mendalam dalam bentuk angka. Metode pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner yang disebarkan melalui Google Form melalui media sosial. Berdasarkan hasil penelitian, pengetahuan umum mahasiswa tentang pemilahan sampah sebagian besar menyadari berbagai jenis sampah, menurut mereka sebagian besar perlu diatur dalam hal pemilahan sampah karena pentingnya pemisahan sampah. Sebagian besar perilaku mahasiswa terhadap pemilahan sampah berupa membuang sampah pada tempatnya. Kelengkapan fasilitas pemilahan sampah untuk sebagian besar gedung fakultas belum memiliki tempat sampah yang memadai. Harapan mahasiswa terkait pemisahan sampah termasuk peningkatan fasilitas tempat sampah dengan menyediakan berbagai jenis tempat sampah yang didukung oleh kampus. Kata Kunci: Perserpsi, perilaku, pemilahan, sampah, mahasiswa