cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Dampak
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25975129     EISSN : 18296084     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Dampak merupakan publikasi bidang lingkungan hidup yang bersifat ilmiah, dapat berupa hasil penelitian, aplikasi teknologi tepat guna atau ide penyelesaian terhadap permasalahan lingkungan hidup yang ada. Naskah belum pernah dipublikasikan dalam media lain, atau naskah sedang dalam proses review dan/atau menunggu untuk diterbitkan di media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
Penentuan Prioritas Rehabilitasi Perkerasan Lentur untuk Efisiensi Penambangan Material di Kendari Waode Murniati Sadia; Latif Budi Suparma; Sri Mulyani
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.105-115.2019

Abstract

Pavement with poor performance results in lower speeds resulting in increased pollution and vehicle maintenance costs. The number of roads are not proportional to the allocation of funds for maintaining and managing the road network. According to its characteristics, the performance of the road network would be decreased that indicated by pavement deterioration. This study aims to predict the rate of performance degradation, to know the optimal time of treatment segment/road segment and to determine the priority of treatment. Delayed pavement treatment will likely require more material, which will result in the exploitation of rock mines. This study covers a detailed performance assessment using Pavement Condition Index (PCI) method, it was done three times with 4 and 3 month time interval. This study was conducted on five streets in Kendari City with varios Average Annual Daily Traffic (AADT) and existing conditions. From the result of PCI value, regression analysis was used since it was suitable with performance decreation characteristic to find out the relationship of PCI value and the time. Treatment strategy are arranged based on critical PCI method. The treatment costs were calculated by using the Bina Marga unit price analysis which was then projected to be the penalty cost. Priority of treatment were calculated by Simple Additive Weighting (SAW) method. From regression analysis obtained pavement with excellent rating gave longer time prediction than the lower rating. The treatment strategy divides five streets into 11 segments. From SAW analysis, obtained priority sequence of rehabilitation implementation for the first year: Boulevard street segment-1, Supu-Yusuf street segment-2, Supu-Yusuf segment-1, Balaikota-1 street; for the second year: Boulevard segment-2, Abunawas segment-2; Supu-Yusuf street segment-3, and third year: Boulevard segment-3, Buburanda segment-2, Buburanda street segment-1.Keywords: pavement, PCI, decreation rate, rehabilitationABSTRAKKinerja perkerasan yang buruk menyebabkan rendahnya kecepatan yang berakibat pada meningkatnya polusi dan biaya perawatan kendaraan. Namun jumlah jalan tidak sebanding dengan alokasi dana untuk memelihara dan mengelola jaringan jalan. Menurut karakteristik, kinerja jaringan jalan akan menurun yang ditunjukkan oleh kemunduran perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju penurunan kinerja, untuk mengetahui waktu optimal segmen perawatan / segmen jalan dan untuk menentukan prioritas perawatan. Perawatan perkerasan yang tertunda cenderung akan membutuhkan material lebih banyak, yang akan mengakibatkan ekploitasi tambang batuan. Penelitian ini mencakup penilaian kinerja rinci menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dilakukan tiga kali dengan interval waktu 4 dan 3 bulan. Penelitian ini dilakukan di lima jalan di Kota Kendari dengan varios Lalu Lintas Harian Rata-Rata Tahunan (AADT) dan kondisi yang ada. Dari hasil nilai PCI, analisis regresi digunakan karena sesuai dengan karakteristik penurunan kinerja untuk mengetahui hubungan nilai PCI dan waktu. Strategi perawatan disusun berdasarkan metode PCI kritis. Biaya perawatan dihitung dengan menggunakan analisis harga unit Bina Marga yang kemudian diproyeksikan menjadi biaya penalti. Prioritas perawatan dihitung dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Dari analisis regresi diperoleh perkerasan dengan peringkat sangat baik memberikan prediksi waktu yang lebih lama daripada peringkat yang lebih rendah. Strategi perawatan membagi lima jalan menjadi 11 segmen. Dari analisis SAW, diperoleh urutan prioritas pelaksanaan rehabilitasi untuk tahun I: jalan Boulevard segmen-1, jalan Supu-Yusuf segmen-2, Supu-Yusuf segmen-1, jalan Balaikota-1; untuk tahun II: Boulevard segmen-2, Abunawas segmen-2; Jalan Supu-Yusuf ruas-3, dan tahun ketiga: Boulevard ruas-3, Buburanda ruas-2, Ruas jalan Buburanda-1.Kata kunci: Trotoar, PCI, Tingkat Penurunan, Rehabilitasi  
Analisis Kebijakan Pembentukan UPTD Laboratorium di Kab. Pesisir Selatan sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Konstruksi Yosritzal Yosritzal; Titi Kurniati; Eka Hasmatati Putri
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.116-122.2019

Abstract

Pesisir Selatan Regency is a large regency at the south part of West Sumatera Province, Indonesia. Pesisir Selatan is prone to earthquake disaster because its location is above a fault lines. Therefore, a good quality and standardize building is a must in the region. However, Pesisir Selatan has no certified laboratory to test material for construction job as part of the quality assurance. Furthermore, the limited access to big cities such as Padang, made it difficult to bring and test the material to Padang. As the access is limited, testing for construction material and samples was conducted in a non-certified laboratory provided by local government. The result of the laboratory test could not be accounted for because the laboratory has not been certified. Anticipating the potential disaster in the future, the local government decided to develop a proper laboratory unit called Unit Pelaksana Tugas Daerah Laboratorium (Laboratory Regency Task Force Unit). The main task of the unit is to develop a standardize laboratory and make a preparation for administering the laboratory certification. However, the development of the unit should be carefully studied because it will need a significant cost for development and maintain the equipment. This paper presents the feasibility study for the development of the unit based on their current condition and the prospective of income in the future. First, an audit of existing equipment, staffs, and building was conducted and then prospective of income was estimated. The audit of existing laboratory equipment and staffs was based on secondary data from the existing laboratory. Prospective income was estimated from spatial plans and long-term development plan of the regency. Furthermore, in order to know the opinion of government and the user of the laboratory, a questionnaire was distributed. Data shows that the development of the unit is feasible but some improvements should be conducted.Keywords: Composition, Generation, Hazardous Solid Waste (HSW), Municipal service facilitiesABSTRAKKabupaten Pesisir Selatan adalah kabupaten besar di bagian selatan Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Pesisir Selatan rentan terhadap bencana gempa bumi karena lokasinya berada di atas garis patahan. Oleh karena itu, kualitas dan standardisasi bangunan yang baik adalah suatu keharusan di wilayah ini. Namun, Pesisir Selatan tidak memiliki laboratorium bersertifikat untuk menguji bahan untuk pekerjaan konstruksi sebagai bagian dari jaminan kualitas. Selain itu, terbatasnya akses ke kota-kota besar seperti Padang, membuatnya sulit untuk membawa dan menguji materi ke Padang. Karena aksesnya terbatas, pengujian untuk bahan bangunan dan sampel dilakukan di laboratorium non-sertifikasi yang disediakan oleh pemerintah daerah. Hasil uji laboratorium tidak dapat dipertanggungjawabkan karena laboratorium belum disertifikasi. Mengantisipasi potensi bencana di masa depan, pemerintah daerah memutuskan untuk mengembangkan unit laboratorium yang tepat yang disebut Unit Pelaksana Tugas Daerah Laboratorium. Tugas utama unit ini adalah mengembangkan laboratorium ter standardisasi dan membuat persiapan untuk administrasi sertifikasi laboratorium. Namun, pengembangan unit harus dipelajari dengan hati-hati karena akan membutuhkan biaya yang signifikan untuk pengembangan dan pemeliharaan peralatan. Makalah ini menyajikan studi kelayakan untuk pengembangan unit berdasarkan kondisi mereka saat ini dan prospek pendapatan di masa depan. Langkah pertama yang dilakukan adalah audit terhadap peralatan, staf, dan bangunan yang ada dan berikutnya dilakukan estimasi pendapatan ketika laboratorium beroperasi. Audit peralatan dan staf laboratorium yang ada didasarkan pada data sekunder dari laboratorium yang ada. Pendapatan prospektif diperkirakan dari rencana tata ruang dan rencana pembangunan jangka panjang kabupaten. Selanjutnya, dilakukan pembagian kuesioner untuk mengetahui pendapat pemerintah dan pengguna laboratorium. Data menunjukkan bahwa pengembangan unit ini layak tetapi beberapa perbaikan harus dilakukan. Kata kunci: Komposisi, Pembangkitan, Limbah Padat Berbahaya (HSW), fasilitas layanan kota  
Timbulan dan Komposisi Sampah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Sarana Pelayanan Kota Di Kota Padang Yenni Ruslinda; Ade Supratman; Nur Indah Lestari
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.71-76.2019

Abstract

Generation and composition data of solid waste was the initial data needed in solid waste management system planning. This research aims to measure and analyze the generation and composition of Hazardous Solid Waste (HSW) from the source of municipal service facilities in Padang City. Municipal service facilities studied include recreation facilities, beaches, parks, and roads. Determination of the number of samples based on SNI 19-3964-1994 with the total sample of 11 samples and confidence level of 99.77%. Results of the study showed that total HHW generation from municipal service facilities in Padang city was 394.67 kg/day (2,312.41 liters/day), with the generation average of 0.000220 kg/m2/day in weight basis or 0.001262 liters/m2/day in volume basis. The percentage of HHW generation to total solid waste of municipal service facilities in Padang City was 0.95% in weight basis or 0.61% in volume basis. The largest composition of HHW from municipal service sources based on the type of use was body care products by 84% and based on general characteristics is toxic by 87%.Keywords: Composition, Generation, Hazardous Solid Waste (HSW), Municipal service facilitiesABSTRAKData timbulan dan komposisi sampah merupakan data awal yang dibutuhkan dalam perencanaan sistem pengelolaan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menganalisis timbulan dan komposisi sampah B3 yang berasal dari sarana pelayanan di Kota Padang. Sarana pelayanan kota dalam penelitian ini meliputi sarana rekreasi, pantai, taman, dan penyapuan jalan. Penentuan jumlah sampel berdasarkan SNI 19-3964-1994, dengan jumlah sampel sebanyak 11 buah dan tingkat kepercayaan 99,77%. Dari hasil penelitian diperoleh timbulan sampah B3 dari sarana palayanan di Kota Padang sebesar 394.67 kg/hari (2,312.41 liter/hari) dengan satuan timbulan rata-rata 0,000220 kg/m2/hari dalam satuan berat atau 0,001262 liter/m2/hari dalam satuan volume. Persentase timbulan sampah B3 di dalam total sampah pelayanan kota di Kota Padang adalah 0,95% dalam satuan berat atau 0,61% dalam satuan volume. Komposisi sampah B3 terbesar dari sumber pelayanan kota berdasarkan jenis penggunaannya merupakan produk perawatan badan sebesar 84% dan berdasarkan karakteristiknya bersifat toksik sebesar 87%.Kata kunci: Komposisi, Timbulan, B3, Sumber pelayanan kota  
Studi Kandungan Logam Berat (As, Cd, Cr, Pb Dan Hg) dalam Particulate Matter 10 Mikron (PM10) di Beberapa Ruas Jalan Kota Medan Isra' Suryati; M Nasri Akbar; Nurrakhmah Latifah
Jurnal Dampak Vol 16, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.16.2.77-85.2019

Abstract

The increase in population is directly proportional to the increase in transportation facilities. Medan city as one of the metropolitan cities also experienced an increase in the number of vehicles ± 0.6% / year. Motorized vehicles are one source of emissions in reducing urban air quality. One parameter that has a direct impact on health is particulate matter of 10 microns (PM10). This study aims to analyze the content of heavy metals (As, Cd, Cr, Hg and Pb) in PM10 from direct measurements on SM Raja Street, Balai Kota Street and Pinang Baris Street. Analysis of heavy metal content in PM10 is carried out by Inductively Coupled Plasma (ICP). Based on the observation of traffic volume in these 3 (three) roads, the highest number of vehicles is on SM Raja Street which is 8,417 units/hour (morning) and 10,043 units/hour (afternoon). The high number of vehicles on SM Raja Street because this road is a cross-province road. PM10 measurement results are 271,505 μg/Nm3 on SM Raja Street, 92,75 μg/Nm3 at Pinang Baris Street and 85,035 μg/Nm3 at Balai Kota Street. When compared with the national ambient air quality standard (150 μg / Nm3) which exceeds the quality standard is SM Raja Street. The content of some heavy metals in PM10 on several roads in Medan City for As parameters (0.57 - 1.80 μg/Nm3), Cd (1.97 - 3.63 μg/Nm3), Cr (0.08 - 0, 15 μg/Nm3), Hg (0.57 - 0.99 μg/Nm3) and Pb (0.45 - 0.63 μg/Nm3). One way to reduce heavy metal content in PM10 is to increase the area of green open space in Medan City.Keywords: Heavy metals, PM10, area of green, transportation ABSTRAKPeningkatan populasi berbanding lurus dengan peningkatan fasilitas transportasi. Kota Medan sebagai salah satu kota metropolitan juga mengalami peningkatan jumlah kendaraan ± 0,6% / tahun. Kendaraan bermotor adalah salah satu sumber emisi dalam mengurangi kualitas udara perkotaan. Salah satu parameter yang memiliki dampak langsung terhadap kesehatan adalah partikel 10 mikron (PM10). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat (As, Cd, Cr, Hg dan Pb) di PM10 dari pengukuran langsung di Jalan SM Raja, Jalan Balai Kota dan Jalan Pinang Baris. Analisis kandungan logam berat dalam PM10 dilakukan oleh Inductively Coupled Plasma (ICP). Berdasarkan pengamatan volume lalu lintas di 3 (tiga) jalan ini, jumlah kendaraan tertinggi adalah di Jalan SM Raja yaitu 8.417 unit / jam (pagi) dan 10.043 unit / jam (sore). Tingginya jumlah kendaraan di Jalan SM Raja karena jalan ini merupakan jalan lintas provinsi. Hasil pengukuran PM10 adalah 271.505 μg / Nm3 di Jalan SM Raja, 92,75 μg / Nm3 di Jalan Pinang Baris dan 85.035 μg / Nm3 di Jalan Balai Kota. Jika dibandingkan dengan standar kualitas udara ambien nasional (150 μg / Nm3) yang melebihi standar kualitas adalah Jalan SM Raja. Kandungan beberapa logam berat dalam PM10 pada beberapa jalan di Kota Medan untuk parameter As (0,57 - 1,80 μg / Nm3), Cd (1,97 - 3,63 μg / Nm3), Cr (0,08 - 0, 15 μg / Nm3), Hg ( 0,57 - 0,99 μg / Nm3) dan Pb (0,45 - 0,63 μg / Nm3). Salah satu cara untuk mengurangi kandungan logam berat di PM10 adalah dengan meningkatkan area ruang terbuka hijau di Kota Medan.Kata Kunci: logam berat, PM10, terbuka hijau, transportasi
Model Konseptual Pengaruh Keberlanjutan terhadap Kinerja Industri Kecil dan Menengah Hary Fandeli; Alizar Hasan; Elita Amrina
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.15-24.2020

Abstract

ABSTRACTSmall and Medium Enterprises (SMEs) are an industrial sector that greatly contribute to economic development in Indonesia. SMEs contributes positively to the increase in Gross Domestic Product (GDP) and absorption of productive labor. Therefore, SMEs are required to be able to achieve continuous performance improvement. Improving the performance of SMEs is also expected to be able to contribute to sustainable development. Sustainability then becomes a very important issue for the performance of SMEs. The performance evaluation of SMEs needs to be improved by considering the sustainability aspects. This study aims to design a conceptual model of the effect of sustainability to the performance of SMEs in West Sumatra. Indicators of sustainability and performance of SMEs were identified from literature study. Then, conducted the determination of indicators that are relevant to SMEs in West Sumatra and then sort the indicators based on terminology similarities. The results of the identification stage are 34 indicators of sustainability which are divided into three aspects and nine factors. Sustainability indicators consist of 16 indicators of social aspect, 11 indicators of environmental aspect, and 7 indicators of economic aspect. The next step is the validation of sustainability indicators by experts from practitioners, academics, and government. The validation results stated that all indicators are important and relevant to SMEs in West Sumatra. Then the conceptual model of the effect of sustainability to performance of SMEs is developed. This conceptual model is expected to be able to help SMEs in improving performance and competitiveness.Keywords: indicators, small and medium industry, sustainability, performance appraisal ABSTRAK Usaha Kecil dan Menengah (UKM) adalah sektor industri yang sangat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia. UKM berkontribusi positif terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja produktif. Oleh karena itu, UKM dituntut untuk dapat mencapai peningkatan kinerja yang berkelanjutan. Peningkatan kinerja UKM juga diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Keberlanjutan kemudian menjadi masalah yang sangat penting bagi kinerja UKM. Evaluasi kinerja UKM perlu ditingkatkan dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model konseptual pengaruh keberlanjutan terhadap kinerja UKM di Sumatera Barat. Indikator keberlanjutan dan kinerja UKM diidentifikasi dari studi literatur. Kemudian, dilakukan penentuan indikator yang relevan dengan UKM di Sumatera Barat dan kemudian mengurutkan indikator berdasarkan kesamaan terminologi. Hasil tahap identifikasi adalah 34 indikator keberlanjutan yang dibagi menjadi tiga aspek dan sembilan faktor. Indikator keberlanjutan terdiri dari 16 indikator aspek sosial, 11 indikator aspek lingkungan, dan 7 indikator aspek ekonomi. Langkah selanjutnya adalah validasi indikator keberlanjutan oleh para ahli dari praktisi, akademisi, dan pemerintah. Hasil validasi menyatakan bahwa semua indikator penting dan relevan bagi UKM di Sumatera Barat. Kemudian model konseptual efek keberlanjutan terhadap kinerja UKM dikembangkan. Model konseptual ini diharapkan dapat membantu UKM dalam meningkatkan kinerja dan daya saing.Kata Kunci: indikator, industri kecil dan menengah, keberlanjutan, penilaian kinerja
Analisa Kerusakan Jalan dan Dampaknya Terhadap Lingkungan Sri Marningsih; Purnawan Purnawan; Bayu Martanto Adji
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.25-30.2020

Abstract

ABSTRACTRoads are the infrastructure of arteries in supporting the pace of economic activity, good road conditions will affect the comfort and safety of road users. In order for the road to be able to accommodate the needs of movement with a certain level of service, it is necessary to make an effort to maintain the quality of road services, where one of the efforts is to improve road surface conditions (Ramli, 2017). One of the stages in improving road surface conditions is to conduct an assessment of existing road conditions. This study aims to identify the type of pavement damage, determine the type of treatment that can be done to improve the condition of the 7.22 Km Panti - Simpang Empat road section and identify the impact of road damage on the environment. The analysis was carried out using the PCI (Pavement Condition Index) method. The type of damage to the Panti - Simpang Empat road segment based on the Pavement Condition Index method is dominated by Edge Cracking by 35.7%, Pacthcing & Utill cut patches by 15.5%, Rutting by 10.9%, Cracks by 10.9%, Cracks Elongated / Transverse (Long & Trans Cracking) by 5.7%, and Alligator cracking by 5.4%. The average PCI value on the Jalan Panti - Simpang Empat segment is 68.55 with Fair condition. The type of treatment needed on the Panti - Simpang Empat road section in terms of evaluation of road damage is Preventive Maintenance.Keywords :  road;  pavement damage type; PCI; handling ABSTRAK Jalan merupakan prasarana urat nadi dalam mendukung laju aktifitas perekonomian, Kondisi jalan yang baik akan berpengaruh terhadap kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Agar jalan dapat tetap mengakomodasi kebutuhan pergerakan dengan tingkat layanan tertentu maka perlu dilakukan suatu usaha untuk menjaga kualitas layanan jalan, dimana salah satu usaha tersebut adalah memperbaiki kondisi permukaan jalan (Ramli, 2017). Salah satu tahapan dalam memperbaiki kondisi permukaan jalan adalah dengan melakukan penilaian terhadap kondisi eksisting jalan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis kerusakan perkerasan, menentukan jenis penanganan yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi ruas jalan Panti – Simpang Empat sepanjang 7.22 Km dan mengidentifikasi dampak kerusakan jalan terhadap lingkungan. Analisis dilakukan dengan metode PCI (Pavement Condition Index). Jenis kerusakan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat berdasarkan Metode PCI (Pavement Condition Index) didominasi oleh Retak Tepi (Edge Cracking) sebesar 35.7%, Tambalan (Pacthcing & Utill cut patch) sebesar 15.5%, Alur (Rutting) sebesar 10.9%, Retak memanjang/Melintang (Long & Trans Cracking) sebesar 5.7%, dan Retak Kulit Buaya (Alligator cracking) sebesar 5.4%. Nilai PCI rata-rata pada ruas Jalan Panti – Simpang Empat adalah 68,55 dengan kondisi Fair (Sedang). Jenis Penanganan yang diperlukan pada ruas jalan Panti – Simpang Empat ditinjau dari evaluasi kerusakan jalan adalah Pemeliharaan Berkala (Preventive Maintenance).Kata Kunci : jalan; jenis kerusakan perkerasan; PCI; Penanganan
ANALISIS PRODUKTIVITAS SISTEM TRANSPORTASI SAMPAH KOTA PADANG Puti Sri Komala; Rizki Aziz; Fitra Ramadhani
Jurnal Dampak Vol 9, No 2 (2012)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.9.2.73-86.2012

Abstract

 The analysis study of  the waste transportation system productivity in Padang city was carried out  to evaluate the transportation vehicle capacity in Padang city for transporting waste either from the waste container or from the transfer station to the disposal site. Padang’s waste transportation system consists of hauled container system (HCS) and stationary container system (SCS). Productivity analysis included the personnal number required, the capacity of the waste transported and the vehicle haul distance of  each system. Results showed that the HCS was more productive than SCS in terms of personnel required  and waste transported per ritation. The number of collector in HCS per ritation was two persons while that of SCS was three persons, total capacity of waste transported by HCS was 372 m3/day while the SCS hauled 213 m3/day, and haul distance of HCS was 27.78 km/hour while the SCS was 8.6 km/hour. The average haul time required for SCS was 4.53 hours per ritation  larger than that of the HCS i.e. 1.23 hours. Based on the time required the  personnel productivity of the SCS was 0.66 person/hour and the HCS was 1.63 persons / hour . Although the personnel productivity of SCS is smaller, but SCS is required in a residential area with a small waste, whereas the HCS for a large quantity of waste and specific.Key words: solid waste transportation of Padang city, hauled container system (HCS), stationary container  system (SCS), productivityABSTRAKStudi analisis produktivitas sistem transportasi sampah Kota Padang ini dilakukan untuk melihat kemampuan sarana transportasi kota Padang untuk mengangkut sampah dari tempat pewadahan sampah atau dari Tempat Pemindahan Sampah (TPS) ke tempat pembuangan akhir. Sistem transportasi kota Padang terdiri dari sistem transportasi dengan wadah angkut dan wadah tetap. Analisis produktivitas yang dilakukan meliputi jumlah personil yang dibutuhkan, kapasitas sampah yang terangkut, dan jarak yang ditempuh oleh kendaraan angkut dalam satuan waktu pada masing-masing sistem. Hasil analisis memperlihatkan bahwa sistem wadah angkut lebih produktif dibandingkan sistem wadah tetap dilihat dari segi personil dan sampah yang diangkut per ritasi. Jumlah personil sistem wadah angkut per ritasi dua orang sedangkan sistem wadah tetap sebanyak tiga orang, kapasitas total sampah yang diangkut dengan sistem wadah angkut sebesar 372 m3/hari sedangkan sistem wadah tetap sebesar 213 m3/harinya, dan jarak tempuh total sistem sistem wadah angkut perjamnya adalah 27,78 km sedangkan sistem wadah tetap sejauh 8,6 km. Waktu angkut rata-rata yang dibutuhkan pada sistem wadah tetap adalah 4,53 jam per ritasi lebih besar dibandingkan dengan sistem wadah angkut yaitu 1,23 jam. Berdasarkan waktu tersebut diperoleh produktivitas personil sistem wadah tetap 0,66 orang/jam dan pada sistem wadah angkut 1,63 orang/jam. Meskipun produktivitas personil SCS lebih kecil, namun SCS diperlukan di daerah pemukiman dengan timbulan sampah kecil, sedangkan HCS untuk kuantitas sampah yang besar dan spesifik.Kata kunci: transportasi sampah Kota Padang,  sistem wadah angkut, sistem wadah tetap, produktivitas. 
Pemanfaatan Lumpur Sungai Ciliwung Dengan Metode Solidifikasi Chaerul Mochammad; Roy Jeremiah Pasaribu
Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.1-8.2020

Abstract

 Sediment potentially leads to siltation of the river and overflow of river water during the rainy season.  Existing management of the sediment is to collect, transport and dispose in a site without any proper handling procedure prior and it may cause environment burden. This study aims to utilize the sediment in Ciliwung river as a structural material through a set of solidification procedure. The mixing of cement and fine aggregate is necessary to produce 5x5x5 cm3 mortar to be tested. The sediment may be classified as non-hazardous waste and it can be used to substitute sand as the fine aggregate. The highest compressive strength of 216 kg/cm2 can be produced at ratio of cement and the fine aggregate of 1:3 with the sediment substitution of 50% and the product can be classified as class B of paving block or class I of brick. Through Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) test, it find that the metals substance in the sediment bounded properly in the solid matrix and it prevents the metals leaching out to the environment. The study reveals that the utilization of the sediment through the solidification become a prospective measure by producing a useful product with minimum impact on the environment. Keywords: Sediment, fine aggregate, solidification, compressive strength, Toxicity Characteristic Leaching Procedure  ABSTRAK  Lumpur berpotensi menyebabkan pendangkalan sungai dan meluapnya air sungai selama musim hujan. Manajemen lumpur yang ada adalah mengumpulkan, mengangkut, dan membuang di lokasi tanpa prosedur penanganan yang tepat sebelumnya dan dapat membebani lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lumpur di sungai Ciliwung sebagai material struktural melalui serangkaian prosedur pemadatan. Pencampuran semen dan agregat halus diperlukan untuk menghasilkan mortar 5x5x5 cm3 untuk diuji. Lumpur dapat diklasifikasikan sebagai limbah tidak berbahaya dan dapat digunakan untuk menggantikan pasir sebagai agregat halus. Kuat tekan tertinggi 216 kg/cm2 didapat  pada rasio semen dan agregat halus 1: 3 dengan substitusi sedimen 50% dan produk dapat diklasifikasikan sebagai paving block kelas B atau bata kelas I. Melalui uji Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), ditemukan bahwa zat logam dalam lumpur terikat dengan benar dalam matriks padat dan mencegah logam berpindah ke lingkungan. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa pemanfaatan lumpur sungai dengan pemadatan berpotensi  menghasilkan produk yang bermanfaat dengan dampak minimal terhadap lingkungan. Kata kunci: Lumpur, Agregat halus, Solidifikasi, Kuat tekan, Toxicity Characteristic Leaching Procedure         
Pengendalian Kontaminasi Total Coliform pada Depot Air Minum Isi Ulang dengan Konsep Hazard Analysis Critical Control Point Rinda Andhita Regia; Taufiq Ihsan; Dhita Dwi Tirta
Jurnal Dampak Vol 17, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.1.9-14.2020

Abstract

 Total Coliform as an indicator of food or beverage pollution can cause food-borne diseases. In the food and beverage production process, hygiene and sanitation are part of the Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) is one of the efforts to avoid pollution to the production process. This study aims to control Total Coliform contamination with the HACCP concept carried out in 10 drinking water depot in Pauh Subdistrict, Padang City through direct field observation and laboratory testing using the Most Probable Number (MPN) method. The test point in this study is the raw water contained in the reservoir, the production water that will be sold to consumers and the drinking water will be consumed for 3 days in gallon. The test results showed hygiene and sanitation of drinking water depot and Total Coliform content had a negative and strong relationship (r = -0.750) means that the higher the hygiene and sanitation of drinking water depot, so the lower the Total Coliform content in drinking water. Based on the results of the hazard analysis which is the CCP point are the filter tube, UV light and gallon washing. Therefore, control measures so that the CCP point that exceeds the quality standard can be accepted are controlling the drinking water process and tightening hygiene and sanitation of drinking water depot employees. Keywords: Total Coliform, Drinking Water Depot , HACCP, Pauh Sub-dDistrict, hygiene sanitation  ABSTRAK  Total Coliform sebagai indikator pencemaran makanan atau minuman dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan. Dalam proses produksi makanan dan minuman, kebersihan dan sanitasi yang menjadi bagian dari Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) adalah salah satu upaya untuk menghindari polusi pada proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kontaminasi Total Coliform dengan konsep HACCP yang dilakukan di 10 depot air minum (DAMIU) di Kecamatan Pauh, Kota Padang melalui observasi lapangan langsung dan pengujian laboratorium menggunakan metode Most Probable Number (MPN). Titik uji dalam penelitian ini adalah air baku yang terkandung dalam reservoir, air produksi yang akan dijual kepada konsumen dan air minum akan dikonsumsi selama 3 hari dalam galon. Hasil tes menunjukkan kebersihan dan sanitasi depot air minum dan kandungan Total Coliform memiliki hubungan negatif dan kuat (r = -0,750) berarti semakin tinggi kebersihan dan sanitasi DAMIU, sehingga semakin rendah kandungan Total Coliform dalam air minum . Berdasarkan hasil analisis bahaya, yang merupakan titik CCP adalah tabung filter, sinar UV dan pencucian galon. Oleh karena itu, langkah-langkah pengendalian terhadap poin kritis yang menyebabkan tidak tercapainya standar kualitas, adalah dengan mengendalikan proses air minum dan memperketat kebersihan dan sanitasi karyawan DAMIU. Kata kunci: Total Coliform, DAMIU, HACCP, Kecamatan Pauh, sanitasi perorangan         
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan Akibat Pajanan Logam dalam PM 2,5 pada Masyarakat di Perumahan Blok D Ulu Gadut Kota Padang Shinta Silvia; Fadjar Goembira; Taufiq Ihsan; Resti Ayu Lestari; Mohammad Irfan
Dampak Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/dampak.17.2.1-10.2020

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the concentration of metals in PM2.5 and the environmental health risks due to metal exposure to residents. The PM2.5 measurement using Low Volume Air Sampler (LVAS) tool with a sampling time of 3; 6; 9 hours. Meteorological conditions were measured by using the PCE-FWS-20 Weather Station tool. Analysis of metal concentrations using the Inductively Coupled Plasma-MS (ICP-MS) tool. The Environmental Health Risk Analysis (ARKL) method was used to estimate the risk of exposure. Based on the measurement results, the concentration of PM2.5 in ambient air was 25.82 µg / Nm3 and in the house was 25.73 µg / m3. The results of PM2.5 concentration measurements did not exceed quality standards based on Republic of Indonesia Government Regulation No.41 of 1999 and Minister of Health Regulation No.1077 of 2011. Three metals (Cr, Ni and Mn) which have RfC and SF values followed by ARKL calculations. The average lifetime Excess Cancer Risk (ECR) value of carcinogenic Cr metal and Ni metal that was ECR> 10-4 means that the concentration of carcinogenic Cr metal and Ni metal in the house were inhaled unsafe for occupants of adult homes and children. The average lifetime RQ value of non-carcinogenic Cr metal and Mn metal shows an RQ value> 1 meaning that the concentrations of non-carcinogenic Cr metal and Mn metal in the house were inhaled insecure for adult respondents and children. Keywords: PM2,5, risk analysis, Cr, Mn, Ni, residential ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi logam dalam PM2,5 dan risiko kesehatan lingkungan akibat pajanan logam terhadap penghuni rumah. Pengukuran PM2,5 menggunakan alat Low Volume Air Sampler (LVAS) dengan waktu sampling 3; 6; 9 jam. Kondisi meteorologi diukur menggunakan alat Weather Station PCE-FWS-20. Analisis konsentrasi logam menggunakan alat Inductively Coupled Plasma-MS (ICP-MS). Metode Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) digunakan untuk memperkirakan besarnya risiko pajanan. Berdasarkan hasil pengukuran, konsentrasi PM2,5 di udara ambien yaitu 25,82 µg/Nm3 dan di dalam rumah sebesar 25,73 µg/m3. Hasil pengukuran konsentrasi PM2,5 tidak melebihi baku mutu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No.41 Tahun 1999 dan Peraturan Menteri Kesehatan No.1077 tahun 2011. Tiga logam (Cr, Ni dan Mn) yang memiliki nilai RfC dan SF dilanjutkan penghitungan ARKL. Nilai Excess Cancer Risk (ECR) lifetime rata-rata logam Cr karsinogenik dan logam Ni yaitu ECR>10-4 artinya konsentrasi logam Cr karsinogenik dan logam Ni di dalam rumah secara inhalasi tidak aman bagi penghuni rumah dewasa dan anak-anak. Nilai RQ lifetime rata-rata logam Cr non-karsinogenik dan logam Mn menunjukkan nilai RQ>1 artinya konsentrasi logam Cr non-karsinogenik dan logam Mn didalam rumah secara inhalasi tidak aman bagi responden dewasa dan anak-anak. Kata kunci: PM2,5, analisis risiko, Cr, Mn, Ni, permukiman

Page 11 of 21 | Total Record : 208